“Kenapa tidak kau labrak saja gadis
brengsek itu?” Kata seorang wanita yang sedang menemani sahabatnya mabuk di
sebuah klub.
“aku juga berpikir aku ingin
menamparnya, tapi si brengsek Cahn Soo tetap membelanya daripada membelaku.
Bukankah itu menyakitkan?” Ungkap wanita di sebelahnya.
Park Soo Yeon, wanita yang sedang
mabuk itu mengobrolkan kekasihnya yang ketahuan selingkuh dengan teman kantornya.
Suasana Club saat itu masih sangat sepi karena baru jam 11 malam. Park Soo Yeon
yang merasa sedikit tertekan dengan skandal perselingkuhan kekasihnya tentu
sangat ingin menghilangkan perasaan frustasinya. Usianya baru menginjak 21
tahun dan dia adalah seorang mahasiswa sekolah design di Seoul, dan sahabatnya Kim Hae So marah
karena Cahn Soo berani beraninya menyelingkuhi sahabatnya.
Di meja sebelah mereka berdua, ada
tiga orang pria berdasi yang sedang bersenang senang seperti memenangkan
tender. Bukan, lebih tepatnya memenangkan sebuah kasus dalam persidangan karena
mereka adalah sekumpulan tim pengacara dari Firma Hukum Kim Shin Hwa. Mereka
sedang berpesta dengan beberapa botol wine. Penampilan parlente yang pasti
membuat semua orang yakin untuk menggunakan jasa mereka dalam persoalan hukum.
Mereka bertiga adalah tim terkuat dan terpopuler di Firma tersebut.
Pertama, Kim Tae Wo, dia adalah anak
dari pemilik Firma hukum Kim Shin Hwa tempatnya bekerja. Kejeliannya melihat
kesalahan pihak lawan untuk menyerang balik dan kemampuannya memutar balikkan
fakta adalah bakat yang secara alami diturunkan oleh ayahnya. Penjahat kelas
kakap pun bisa dinyatakan tidak bersalah oleh hakim saat dia menjadi kuasa
hukumnya. Dia penggila wanita dan wine. Tidak
heran pandangannya selalu mengarah kepada wanita wanita cantik di club itu. Karena
kegilaannya terhadap semua wanita akhirnya dia memutuskan untuk melajang agar
bebas bermain main dengan semua wanita.
Kedua, Lee Dong Hae, seorang pengacara
yang benar benar menjunjung tinggi nilai nilai keadilan. Kliennya adalah orang
orang yang memang bersih. Dia tidak akan menjadi kuasa hukum klien yang benar
benar sudah dapat dipastikan bersalah.
Hidupnya lurus lurus saja dan sangat mencintai ibunya, satu satunya
orang tua yang dia punya. Ayahnnya telah meninggal akibat kecelakaan pesawat
beberapa tahun silam. Apapun yang dikerjakannya adalah selalu atas restu ibunya.
Itu yang membuat dia belum ingin
menikah, Keinginan melajang seorang Lee Dong Hae adalah karena ingin membahagiakan
ibunya, padahal usianya kini sudah menginjak kepala tiga.
Ketiga, Cho Kyuhyun. Pengacara mana
yang tidak mengenal Cho Kyuhyun. Berhadapan dengannya berarti siap menerima
kekalahan. Tidak ada satu kasuspun yang gagal saat ditangani Cho Kyuhyun. Bakat
Kim Tae Wo dan Lee Dong Hae dimilikinya,
wajahnya yang sangat tampan menambah nilai plus bagi Cho Kyuhyun. Banyak Klien
wanita yang menginginkan dia menjadi kuasa hukumnya. Dan akhirnya salah satu
dari Kliennya telah berhasil merebut hati Cho Kyuhyun. Yaah, tidak bisa
dipungkiri wajah setampan dia mana mungkin tidak memiliki kekasih. Walaupun
Kyuhyun memiliki kekasih kehidupannya tidak berbeda dengan Tae Wo dan Dong Hae,
walaupun memiliki kekasih. Kyuhyun tetap saja seperti bujangan tanpa gandengan.
Mereka duduk bertiga sambil tertawa
tawa, berpesta atas kemenangan kliennya. Perusahaan besar yang ditangani mereka
tentu telah membayar banyak uang untuk sekedar minum minum di Club. Mereka lah
pusat perhatian semua wanita di Klub. Lahan subur untuk Kim Tae Wo bisa
menggaet salah satu untuk menemaninya malam itu tentunya.
Soo Yeon dan Hae So akhirnya turun ke
lantai dansa dan berkumpul dengan para pencari hiburan di sana. Tidak berapa
lama Hae So meliuk liukkan tubuhnya, ia telah menemukan pria yang akan menemaninya
berdansa.. Soo Yeon yang sudah mabuk berat
merasa tubuhnya tidak terkendali dan ingin segera muntah. Akhirnya dia
mundur menuju ke toilet. Pemandangan biasa melihat pria dan wanita saling
bermesraan dikoridor menuju toilet. Yang menjadi tidak biasa adalah Kekasihnya
yang berselingkuh itu sekarang sedang berciuman dengan wanita lain lagi.
Sungguh menjijikan melihat pemandangan itu. Soo Yeon marah dan menghampiri
mereka berdua. Melihat ada yang mengganggu aktifitasnya, pria itu marah dan menampar
Soo Yeon. Sekuat tenaga memukul lengan Soo Yeon sampai Soo Yeon tersungkur
dilantai.
Tiba tiba seorang namja datang menolong Soo Yeon yang akan mendapat tinjuan mentah
dari kekasihnya. Namja itu mendorong
kekasih Soo Yeon dan perkelahian terjadi.
“Kau itu cuma pria brengsek yang bisanya
mengasari wanita… “ Tinjuan namja itu
mendarat di pipi kekasih Soo Yeon.
“ Kau siapa ikut campur urusanku?”
“Aku hah? Aku seorang pengacara. Dan
aku melihat ada penganiayaan di sini. Hentikan sekarang atau kau bisa ku jebloskan
ke penjara!” Kata pria yang mengenakan jas berwarna biru dongker itu.
Mendengar hal itu kekasih Soo Yeon
memilih pergi dari hadapan pria itu dan juga meninggalkan Soo Yeon yang
terkapar di lantai.
“Apa kau tidak apa apa?” Tanya Namja itu pada Soo Yeon
“Tidak, aku tidak apa apa..” Kata Soo
Yeon yang kesakitan. Soo Yeon berusaha bangkit dari lantai dan akhirnya jatuh
tersungkur lagi.
“ Sini biar ku bantu.” Kata pria itu
sambil mengangkat tubuh Soo Yeon yang terjatuh lagi.
“ Aaak….” Soo Yeon mengerang
kesakitan.
“ Apa ada yang terluka? Coba ku
lihat?” Tanya pria itu. Dan benar saja. Lengan Soo Yeon berwarna kebiruan tanda
lebam akibat tinjuan dari kekasihnya.
******
Pria itu menuju ke parkir bawah
bersama Soo Yeon. Pria itu berniat mengantar Soo Yeon pulang namun saat dia
membuka pintu mobilnya, Soo Yeon malah muntah di jas hitamnya dan pingsan di
pelukan pria itu.
“Aaah, menjijikan sekali. Aku sudah
berniat membantu begini kenapa memuntahiku. Dasar wanita merepotkan. Kalau
tidak kuat minum kenapa harus minum? Kalau bukan gara gara Pria tadi mana
mungkin aku kasihan padamu dan menolongmu begini?” Pria yang kerepotan
memasukan Soo Yeon kedalam mobil masih terus mengoceh sendiri berharap telinga Soo
Yeon paling tidak masih berfungsi.
“ Jadi dimana alamatmu? Hei gadis
bodoh, dimana rumahmu?” Dia menengok ke belakang dan mendapati Soo Yeon tidak
bergerak lagi. “Aaaah, kau benar benar pingsan ya?” Dia menggeledah tas nya
siapa tau melihat kartu pengenalnya dan mendapatkan alamatnya dari sana. Nihil…
yang ada hanya sebuah kartu mahasiswa, handphone yang terkunci dan beberapa
lembar uang. Karena tidak mendapat alamat lengkapnya, maka Dia memutuskan
membawanya ke Apartemen.
Setelah sampai Apartemen, Dia segera
menidurkan Soo Yeon di Sofa dan dia beranjak pergi ke kamarnya.
“ Apa apaan ini? Baru pernah aku
membawa wanita asing ke dalam rumah.”
Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Memang aneh, baru pukul satu
mereka sudah pergi dari Club. Apalagi kalau bukan karena Soo Yeon yang terkapar
tidak berdaya.
Pria itu memasuki kamarnya, membuka
kemejanya dan segera tidur karena pusing
dan kelelahan setelah bekerja keras, menggendong Soo Yeon dari Club ke
parkiran, dari parkiran Apartemen sampai di Apartemennya di lantai 20.
Soo Yeon tersadar dari pingsannya dan
menyadari dia berada di sofa, Dia segera pergi kekamar dan segera tertidur, Iya, Soo Yeon tentu
masih masih dibawah pengaruh alcohol.
*********
Pagi pagi sekali tombol pintu
apartemen Kyuhyun telah berbunyi dan pintu terbuka. Ibunya masuk membawa
beberapa pembantu untuk membersihkan Apartemen Kyuhyun. Ibunya yang heran
kenapa anaknya jam segini belum menampakkan batang hidungnya pun segera menuju
kamarnya.
“ Kyuhyun-ah, apa kau tidak bekerja?
Kenapa jam segini belum ba.. ngun.” Ibunya kaget melihat anaknya bertelanjang
dada dengan seorang wanita yang berpakaian sangat tidak pantas. Iya, Soo Yeon
mengenakan rok mini jeans dan atasan backless, kostum frustasinya semalam.
Suara ibunya membangunkan Kyuhyun dan
betapa kagetnya dia melihat ada dua wanita di kamarnya. Satu adalah ibunya dan
satu? Siapa? Sial, Kyuhyun menyadari baju wanita itu, wanita yang ditolongnya.
Ibunya marah besar dan segera ingin
berbicara kepada mereka berdua.
“Kalian cepat ke ruang tengah, ibu
ingin bicara!”
“Ne? Ibu, Ini tidak seperti yang kau
kira.”
“ Jelaskan nanti saja. Dan pinjami
wanita ini bajumu.”
Soo Yeon yang mendengar bantingan
pintu Nyonya Cho langsung terbangun dan melihat dirinya sedang berada di atas
ranjang yang asing dan seorang pria yang sedang mengacak rambutnya karena frustasi.
Soo Yeon terkejut dan reflex berteriak sekencang kencangnya.
“ Siapa kau? Kenapa aku disini?” Soo
Yeon melihat dirinya yang sangat berantakan dan mengambil selimut untuk
menutupi seluruh badannya. “ Kau? Apa yang kau lakukan padaku?”
“ Memangnya aku melakukan apa? Gara
gara kau, ibuku akan marah besar padaku.”
“Aku? Yaak kau, kenapa mengalihkan
pembicaraan? Kau siapa? Kenapa aku disini?”
“ AKu juga bingung kenapa kau ada di
kamarku, kemarin kau kuletakkan di sofa. Kenapa kau bisa ada di sini?”
“Lalu kenapa kau membawaku kesini?
Dimana ini? Kau pasti pria brengsek hidung belang yang membawa wanita yang
sedang mabuk untuk kau ti…” Belum sempat Soo Yeon melanjutkan kata katanya.
“Aaah kau cerewet sekali, Ini apartemenku.
Kau kemarin sangat mabuk dan dihajar
oleh seorang pria di Club. Kau ingat?
Lihat lengan kananmu! Lebam.. kau dipukuli oleh pria itu. Dan kau
kutolong ingin kuantar pulang. Saat kuantar pulang kau malah pingsan dan
memuntahi ku. Karena aku tidak tahu rumahmu jadi ku bawa saja kau ke
apartemenku. Ku letakkan kau di sofa, kenapa saat bangun kau disini? Ini yang
ingin kutanyakan padamu?”
“Eoh?Aku memuntahimu? Benarkah? Mian..
“ Soo Yeon sangat malu dengan pria tampan didepannya itu.
“ Lalu kenapa kau masuk kamarku?”
“MAna ku tahu.. Omo..Omo…. Aaaaaak
bodohnya,“ Soo Yeon mengingat kejadian semalam. Dia masih mabuk dan masuk ke
kamar Pria itu.
“Kau ingat sesuatu?”
“Sepertinya aku masuk kamarmu semalam
saat mabuk. Aku ingin sekali minum. Tapi aku melihat kamar jadi aku masuk saja
dan langsung tidur.”
“Bagaimana kau masuk ke kamar orang
lain tanpa ijin hah?”
“Aku mabuk, jadi mana kutahu..”
“ Enteng sekali kau bilang begitu,
lihat itu di luar sudah ada ibuku yang mau bicara dengan kita karena melihatmu
di kamarku.”
“Mwo? Ibumu? Kau setua ini masih
tinggal dengan ibu?”
“ Dia datang pagi pagi mau membereskan
Apartemen, dan melihatmu disini. Dia marah dan ingin bicara dengan kita.”
“Dengan kita? Kenapa aku juga? Tinggal
bilang padanya ini kesalahpahaman. Sudah jam delapan. Aku mau kuliah. Kau yang
urus ibumu. Terima kasih telah menolongku”
“Pakai ini! Kau pikir itu baju? Dasar
remaja jaman sekarang, urakan. Masih kuliah laganya sudah berumur. Mabuk
mabukan di club.. ” Kyuhyun memberi kemeja pada Soo Yeon untuk menutupi baju
backlessnya.
“Aku tidak mengenalmu dan kau
mengomentariku seenaknya! Apa aku harus menerima baju itu?”
“Yaa silakan saja kalau mau pulang
siang hari dengan baju belum jadimu itu… Kau memakai ini karena ibuku yang
meminta. Jadi pakai saja.”
********
“Kau sudah ku minta untuk segera
menikah, bukan begini caranya. Tidur dengan wanita seenaknya!”
“Ibu, ini bukan seperti yang kau
kira.”
“Kau benar benar membuat malu keluarga
Cho!”
“Kau, Siapa namamu?”
“Saya? Soo Yeon, Park Soo Yeon.”
“Dimana kau tinggal? Aku ingin bertemu
orang tuamu.”
“Orang tuaku? Untuk apa?”
“Kalian sadar atau tidak telah membuat
keluarga kalian malu! Kalian mencoreng nama baik keluarga dengan pergaulan
kalian yang mengenaskan itu.”
“Bu, biar ku jelaskan sekali lagi. Aku
semalam hanya menolong dia di Club karena dipukuli oleh seorang pria.”
“Ibu tidak mau tau, Kalian harus segera menikah.”
“APa?? Menikah??” Mereka berdua
tercengang mendengar kata menikah.
“Siapa yang menikah?” Tanya Soo Yeon
pada Nyonya Cho.
“Kalian berdua, kau Kyuhyun telah
mencoreng nama baik keluarga Cho.Dan kau Soo Yeon kau yang berada di kamar itu
bersama anakku, jadi kau juga harus bertanggung jawab. Untuk menebusnya. Kalian harus segera menikah
agar menghilangkan rumor rumor yang nanti beredar. Kyuhyun, kau tidak sadar
karirmu? Kau tidak sadar betapa terhormatnya keluarga kita? Kalau dengan
masalah ini karirmu hancur bagaimana? Harga diri keluarga kita? Ayahmu? Dia
pasti akan jatuh sakit kalau mendengar pergaulan tidak jelasmu itu. Lagipula usiamu sudah saatnya menikah, kenapa
tidak mau menikah malah bergaul seperti itu”
“Ibu, Ibu… baiklah aku akan menikah.
Tapi bukan dengan dia. Aku sudah memiliki kekasih ibu.”
“Lalu bagaimana dengan Soo Yeon, kau
tidur dengannya tapi kau menikah dengan
orang lain? Lagipula dimana kekasihmu itu? Di luar negeri kan? Dia bahkan
selalu menolak jika kau ajak menikah. Tidak, kau harus menikah dengan dia.
Kalian harus menikah. Secepatnya. Ibu akan urus semuanya.”
“tapi bu itu bukan karena dia menolak,
dia ingin mengejar karirnya dulu seperti aku bu..”
“Seorang wanita seharusnya mengalah
pada prianya, mengapa dia begitu egois menginginkan karir cemerlang tapi
menelantarkan kekasihnya? Kau pikir ibu akan setuju dengan pilihan seperti itu?
Kau anak lelakiku, ibu ingin kau segera ada yang mengurus.”
“Tapi aku masih kuliah, dan ingin
menyelesaikan kuliah dulu. Aku masih ingin mengejar mimpi mimpiku yang belum
tercapai. Bagaimana jadinya kalau aku menikah?” Kata Soo Yeon
“Kau masih bisa kuliah, bahkan kami
akan membayarkan kuliahmu. Itu tanggung jawab calon suamimu.”
Apa? Calon suami? Soo Yeon sangat terkejut
mendengar kata kata itu. Apa yang terjadi? Bagaimana bisa hanya pertemuan
semalam, dan dalam kadaan tidak sadar, mereka akan menikah. Secepat itu?
Lagipula Kyuhyun juga punya kekasih.
“Tapi bu, ini tidak adil untuk kami..
kami tidak melakukan apapun.”
“Aku akan segera menyiapkan pernikahan
kalian, dan kalian jangan coba coba membantahku. Soo Yeon-shi. Aku ingin
bertemu orang tuamu.”
“Orang tua saya sudah meninggal..”
“Lalu siapa walimu?”
“Nenek saya..”
“Dimana nenekmu? Aku ingin bertemu
dengannya.”
“Dia di desa.. tidak di Seoul.”
“Baiklah, besok kita akan kesana.”
“Tapi, besok saya ada kuliah..”
“Ini persiapan pernikahanmu, jadi
jangan bantah apapun. Aku pergi saja dari sini, bisa gila aku melihat tingkah
memalukan kalian berdua. Oiya, Soo Yeon. Jangan pernah berpakaian seperti
pelacur seperti itu. Calon suamimu adalah pengacara terkenal.”
“Mwo?”
“Berpakaianlah yang sopan dan anggun.
“ Kata Nyonya Cho sembari pergi meninggalkan mereka berdua.
Soo Yeon mendengus kesal dengan drama
yang barusan ditampilkan Nyonya Cho.
“Haah, menikah? Yang benar saja? Aku
bahkan tidak mengenalmu. Aku tidak tahu siapa namamu. Aku juga masih ingin
bersenang senang dengan teman temanku. Kenapa aku harus menikah denganmu.”
“Ini salahmu, kenapa masuk masuk ke
kamarku?”
“Salahku? Seharusnya kau tidak usah
membawaku ke sini. Biarkan saja aku terkapar di sana. Kenapa jadi aku yang
menikah?”
“Lagipula siapa yang mau menikah denganmu?
Sekalipun aku menikah. Aku akan menikah dengan kekasihku. Bukan denganmu!”
“Bagus, kalau begitu urus saja ibumu
yang aneh itu, dan jangan suruh aku menikah denganmu.”
“Jangan pernah mengatai ibuku!”
Soo Yeon tercengang. Iya kata katanya
mungkin sangat kasar didengar.
“Baiklah, aku pergi dan aku harap kita
tidak pernah bertemu lagi.”
“Pergi saja yang jauh.”
********
Kyuhyun berangkat ke kantor terburu
buru setelah insiden itu. Hari ini seharusnya dia bertemu Klien jam 10. Tapi
sebelumnya dia harus mempelajari beberapa kasusnya di dokumen kantor. Karena
waktu tidak mencukupi akhirnya Kyuhyun langsung menuju ke tempat dia bertemu
dengan Kliennya. Kliennya seorang pengusaha property yang sedang mendapat
tuntutan dari warga yang rumahnya akan di gusur. Mereka menolak pindah padahal
di dalam surat perjanjian, mereka akan pindah apabila biaya dalam perjanjian
yang diberikan kepada mereka sudah diterima. Namun setelah diterima, ada
beberapa provokator yang menginginkan uang lebih dan tidak mau dipindah.
Dalam diskusinya, dia malah teringat
gadis tadi dan ibunya. Ibunya pasti akan sungguh sungguh. Dia sangat
menginginkan pernikahan anaknya. Kyuhyun bukannya tidak mau menikah. Dia selalu
mengatakan pada kekasihnya untuk segera menikah, tapi kekasihnya mengatakan
ingin mengejar impiannya dulu ke Perancis sebagai designer, karena tidak tega
menghancurkan impian kekasihnya. Akhirnya Kyuhyun bersedia menunggunya.
Pertemuan dengan Klien berakhir dan
mobil Kyuhyun melaju dengan cepat ke kantornya. Saat di perjalanan. Terdengar
suara handphone berdering di dalam mobilnya. Kyuhyun mencari arah suara
handphone itu. Ternyata di tas Soo Yeon yang ditinggalkannya di mobil semalam.
Kyuhyun mengangkatnya
“Hallo?”
“Hallo? Siapa ini? Kenapa kau
mengangkat teleponku.”
“Aku, Kyuhyun..”
“Kyuhyun siapa?”
“Kyuhyun yang sedang mengangkat
telepon ini. Kau siapa?”
“Aku pemilik handphone itu, sepertinya
hilang saat di club. Jadi bisakaha kau kembalikan handhoneku secepatnya. Atau
akan kuambil saja handphoneku. jika kau memberiku alamatnya.”
“Oooh, jadi kau? Kalau kau mau datang
saja ke Apartemenku.”
“Apartemenmu? Dimana alamatnya?”
“Di tempat yang semalam kau tiduri.”
“Mwo? Jadi kau pria gila itu?”
“apa? Pria gila? Kau yang gila… masuk
ke kamarku tanpa ijin dan tidur di sampingku.. Sudah ya, aku sedang menyetir.”
Soo Yeon benci sekali dengan keadaan
ini, kenapa dia harus bertemu lagi dengan pria itu. Pria yang bahkan tidak
dikenalnya sama sekali dan kata ibunya dia harus segera menikahinya.
“ Ciih yang benar saja. Ibu jaman
sekarang sudah mulai gila ikut mencampuri jodoh anaknya. “ Kata Soo Yeon pada
Hae So.
“Kau menikah? Haha bukan ide buruk
kok. Seperti apa orangnya?”
“Seperti apa? Dia memang sangat
tampan, tapi sepertinya sangat tua jika bersanding denganku.”
“Heei, bagiku usia tidak masalah jika
memang dia sangat keren dan tampan.”
“Menikah itu harus saling mencintai,
bukan dengan modal tampan dan keren.”
“Kau bilang dia pengacara? Siapa
namanya?”
“Kyu… Entahlah, aku lupa…memangnya
penting dia pengacara atau bukan, yang jelas kalau aku menikah, harus dengan
orang yang ku cintai”
“Hei, cinta itu bisa bertumbuh nanti,
kau tenang saja. Oiya ngomong ngomong Bagaimana kau bisa mengenalnya?”
“Di Club semalam, Katanya dia
menolongku saat aku dipukul oleh seorang pria. Tapi aku tidak tau siapa yang
memukulku.. gara gara kau meninggalkanku disana kan aku jadi begini.”
“Mian, harusnya kau bersyukur karena
bertemu dengan pengacara tampan dan ibunya menginginkan kalian menikah.”
“Aku tidak bisa membayangkan aku
menikah usia 21 tahun. Aku masih kuliah dan ingin menghidupkan kembali butik orang tuaku yang selama ini tidak
terurus, bukankah aku harus menyelesaikan kuliahku dulu sebelum akhirnya
menikah? Apa tidak usah kuambil saja handphonenya, biar aku tidak berurusan
dengan pria itu lagi?”
“Jangan bodoh, kau meninggalkan data
data dan foto foto gila kita di handphonemu. Kau mau itu tersebar luas?”
“Dia tidak bisa membuka handphoneku
tenang saja..”
“Dia bisa mengambil memory cardnya
kan? Jangan gila.. ambil saja. Atau kalau kau tidak mau biar kuambilkan saja.
Aku juga ingin tau bagaimana tampannya pria itu. Siapa tau dia jatuh cinta
padaku. Jangan menyesal ya?”
“Yaa yaa..terserah kau saja. “
“Soo Yeon aku lapar…”
“Aku malas makan..” Kata Soo Yeon
meletakkan kepalanya di meja.
“Hanya karena disuruh menikah kau
tidak mau makan? Pabo! Ayo cepat kau harus makan.” Kata Hae So menarik tangan Soo
Yeon untuk segera ke kantin.
“ Aaa…aku tidak ingin makan.”
_________________________________________________
Firma Shin Hwa ‘s Building
Handphone Kyuhyun berbunyi di atas
meja kerjanya. Dari layar terlihat tulisan tuan Cho Young Hwan.
“Hallo Ayah?”
“ Kyuhyun, apa yang kau lakukan sampai
ibumu begitu tertekan ? Nanti setelah selesai kerja kau pulanglah ke rumah.
Ayah dan ibu ingin bicara!” Tlut Ayahnya menutup teleponnya secara sepihak.
“ Aaah, ibu dan ayah benar benar ingin
membahas pernikahan konyol ini.”
Tok tok tok…
“Tuan Cho, saatnya rapat dengan tim.” Kata nona Kim Sekretaris tim tersebut.
“Ah iya, biar ku siapkan bahannya
terlebih dulu.”
“baiklah…” Nona Kim menutup pintu
ruangan Kyuhyun dan tidak berapa lama pintu itu terbuka lagi.
“Kyuhyun, ayo bersiap.” Kata Lee Dong
Hae
“Iya, aku siapkan berkasku dulu.”
“ Kau kemana semalam? Aku mencarimu..”
“Ada kecelakaan kecil dan aku harus
pulang.”
“tapi kau tak apa apa kan?”
“ Awalnya ku pikir begitu, tapi mungkin
akan semakin menjadi apa apa.”
“Maksudmu?”
“Nanti saja kuceritakan, ayo keruang
rapat.”
******
“Hei Cho Kyuhyun, kita berdua mau ke
club. Ayo ikut..!” kata Tae Woo bersama Dong Hae.
“Ah tidak, aku mau pulang ke rumah.”
“Rumah? Ayah ibumu?”
“Iya…”
“Waah ada apa? Sepertinya genting?
Ayahmu sakit lagi”
“ Tidak, ku pikir dia merindukanku.
Aku juga sudah lama tidak mengunjunginya.”
“ Yasudah, berikan salam hormatku
untuk beliau ya.”
“Baiklah, kalian bersenang senanglah.
Dan jangan menolong orang sembarangan di club!”
“ Haha, saran macam apa itu?”
Kyuhyun dan Tae Woo serta Dong Hae
berpisah diparkiran setelah mereka melajukan mobilnya masing masing. Perjalanan
ke rumah orang tuanya hanya 20 menit dari kantornya. Lebih dekat daripada
kantor ke apartemennya. Setelah mobilnya masuk ke Garasi rumahnya dia segera
masuk. Disana ayah, ibu dan neneknya sudah menunggu.
“Lihat dia datang..” Kata neneknya
“Kau benar benar anak yang memalukan
ya!” Kata Ayahnya sambil ingin menampar Kyuhyun namun ibunya menahan tangan ayahnya.
“Andwe… jangan ayah, jangan tampar
Kyuhyun. Kita bicarakan padanya baik baik.”
“Ayah, Ibu ini tidak seperti yang kau
kira. Aku tidak tidur dengannya. Lalu apa yang ibumu bilang itu bohong?”
“Tidak, memang dia berada di kamarku
tapi tidak seperti itu. Dia masuk ke kamarku dan aku sama sekali tidak tahu.”
“Lalu bagaimana dia bisa masuk
apartemenmu kalau bukan kau yang memasukannya?”
“Iya tapi tidak begitu ceritanya ayah,
percayalah padaku.”
“Ayah dan ibu telah memutuskan, kalian
harus segera dinikahkan. Aku tidak mau ada masalah nantinya. Kalau nanti dia
hamil dan meminta pertanggung jawaban?
Aku tidak mau harga diri keluarga Cho rusak karenamu.”
“Tapi ayah…”
“Kau tidak mau mendengarkanku lagi
hah?”
“Bukan begitu Ayah. Aku sudah dewasa,
masa hanya karena itu aku harus menikah? Lagipula aku tidak pernah meniduri
wanita ”
“Yasudah segera menikah dengan dia.
Oiya, ibumu akan ke rumah nenek gadis itu. Jadi pastikan dia datang ke
apartemenmu besok.”
“Ayah…”
“Sudah ayah lelah melihat tingkahmu
itu, ayah mau istirahat. Ayah pusing.”
“Kau mau ku ambilkan minum sayang?”
Tanya Nyonya Cho pada suaminya.
“Iya bawa ke kamar saja.” Kata Ayah
Kyuhyun.
“Nenek, bagaimana ini?”
“Seperti apa gadis itu? Apa dia
cantik?”
“ Aku tidak peduli dengan itu dan aku
tidak mau menikah dengannya.”
“Kyuhyun, Kau tidak tahu bagaimana
jantung ayahmu tadi saat ibumu memberitahu masalah itu? Dokter Gong saja datang
ke rumah untuk memeriksanya. Kau tahu kan kalau kau membantahnya lagi? Kau anak
baik dan tidak pernah membantah. Kenapa sekarang kau seperti ini?”
“Nenek, aku sudah dewasa. Masa
keputusan menikah juga atas kehendak mereka?”
“Ayah ibumu juga menikah karena
kehendak nenek. Dan akhirnya mereka saling mencintai. Tolong Jangan mempersulit
mereka, mereka sudah semakin tua, apa kau tidak mau membahagiakan mereka.”
“Apa membahagiakan mereka dengan
mengorbankan kebahagiaanku nek? Aaa, aku bisa gila. Menikah dengan orang yang
tidak ku kenal. Rasanya aneh sekali.”
“Kau sudah dewasa, bukan berarti kau
bisa egois. Ayah dan ibumu sangat menginginkan kau menikah. Mereka sudah
memberimu kesempatan beberapa tahun terakhir ini, tapi apa hasilnya? Kau malah
semakin gila bekerja dan kekasihmu juga tidak tahu dimana. Jangan jangan kalian
sudah putus?”
“tidak nek, hubungan kami baik baik
saja.”
“Lalu kenapa dia tidak mau menikah
denganmu?”
“Menunggu waktu yang tepat nek, kami
sangat ingin bersama. Kami sudah menyiapkan semuanya. Tinggal tunggu waktunya
saja, kami juga akan menikah.”
“Sampai kapan? Sampai kau renta?
Sampai dia sulit memiliki anak? Nenek minta padamu. Turuti saja kemauan ayah
ibumu. Usia 32 tahun sudah sangat cukup
untuk menikah. Mereka sudah mengijinkanmu menjadi pengacara daripada meneruskan
bisnis ayahmu. Kau masih mau melawan mereka karena keinginanmu?”
“Nenek… Aku mencintai kekasihku.”
“Apa kau tidak mencintai ayah ibumu?”
“Tentu saja aku mencintai mereka,
meeka adalah segalanya untukku.”
“Lalu apa lagi yang kau risaukan?”
“ Entahhlah nek, aku ingin pulang
dulu. Akan ku pikirkan semuanya.”
“Jangan terlalu lama, Ayah dan ibumu
sangat ingin kau segera menikah.”
“Iya nek. Aku pulang dulu. AKu
mencintaimu.” Kata Kyuhyun pada Neneknya.
Kyuhyun keluar dari rumahnya dan
menyusul teman temannya ke Club.
“Apa?? Menikah?” Kata Dong Hae dan Tae
Wo.
“Bukankah Shin Hee sedang di perancis selama dua tahun?”
“Bukan dengan Shin Hee.”
“Lalu?”
“Seorang gadis gila urakan dan tukang
mabuk.”
“ Siapa?”
“Namanya Soo Yeon, aku bertemu
dengannya disini kemarin dan dia mabuk berat dan aku melihat dia sedang
dianiaya seorang pria. ku bawa kerumah ingin ku tolong. Tapi ibuku melihat dia
ada dikamarku. Ibuku sangat marah dan menyuruh kami menikah.”
“Kau tidur dengannya?” Kata Tae Wo
“Mana mungkin, Kau tidak tau aku
saja!”
“Mana mungkin dia meniduri wanita,
kekasihnya saja tidak pernah tidur dengannya.” Sanggah Dong Hae.
“Lalu kenapa dia di kamarmu.”
“Saat masih mabuk dia masuk kekamarku
dan tertidur.”
“Waaah, sepertinya ini menarik.” Kata
Tae Wo
“ Lalu bagaimana dengan Shin Hee?”
Tanya Dong Hae.
“Itu yang sedang ku pikirkan.”
“ Menikah saja selama setahun.
Bukankah Shin Hee di Perancis dua tahun. Dia tidak akan tahu kau menikah.
Setelah setahun. Ceraikan saja gadis itu.”
“Nikah kontrak maksudmu?”
“Majda, di drama drama pernikaha kontrak
terlihat sangat mudah dilakukan.”
“Kasian gadis itu kalau kau nikahi
seperti itu.” Kata Dong Hae. Dia adalah malaikat tampan baik hati yang tidak
akan mengenal kata menyakiti wanita. Itu adalah alasan kenapa dia tidak ingin menjalin asmara sampai
saat ini. Dia terlalu takut menyakiti
wanita.
“Aaaa, aku malah disini semakin gila
melihat dua temanku seperti angel dan
devil yang sedang menggodaku.” Kata
Kyuhyun bersiap siap pergi meninggalkan mereka.
“:Hei ini bukan jahat, ibumu akan
mengerti jika kehidupanmu tidak bahagia nantinya. Menikah sajalah dulu untuk
menghargai orang tuamu lalu berpura puralah tidak bahagia. Dan kau bisa
menyewaku saat perceraianmu”
“khhh Tae Wo adalah orang paling
sinting yang aku temui, kau mau mempercayainya?.” Tanya Dong Hae.
Kyuhyun meninggalkan dua sahabatnya
yang sedang berdebat tentang dirinya. Melajukan mobil menuju apartemennya.
Kyuhyun menyesal kenapa harus menolong gadis itu jika membuatnya dalam masalah
seperti ini. Ia memikirkan pembicaraan dua temannya tadi, untuk membuat
semuanya berjalan lancar sepertinya usul Tae Wo ada benarnya, tapi dari sisi
kemanusiaan Dong Hae adalah malaikat. Setelah sampai di Apartemen dia segera
mengganti baju dan menjatuhkan diri di tempat tidurnya.
“Aah, handphonenya di tasku, apa dia
menelepon untuk mengambilnya.” Kyuhyun melihat di layar handphone Soo Yeon. Ada
13 panggilan tidak terjawab, dan beberapa pesan di handphone itu. Lalu tiba
tiba teleponnya bordering lagi.
“Hei kau, aku sudah di Lobi
apartemenmu. Bisa kau keluar membawa handphoneku?”
“Aku lelah datanglah besok pagi.” Kata
Kyuhyun lalu menutup teleponnya.
“Hei kau! Yaak.. ah brengsek sial”
“kenapa?” Tanya Hae So.
“ Kita diminta kembali besok pagi.”
“Yaa, dia benar. Lagipula Ini sudah
malam kenapa kau meminta dia membawakan handphonemu.” Hae So malah membela
Kyuhyun.
*******
Esok Paginya, Nyonya Cho sudah berada
di apartemen anaknya menunggu calon menantunya datang. Soo Yeon pergi sendiri
ke apartemen Kyuhyun untuk mengambil Handphonenya. Saat memencet bel, Nyonya
Cho yang membuka dan segera menyuruhnya masuk.
“Bagaimana? Sudah siap?”
“Siap?”
“Dimana rumah nenekmu, kita pergi
bersama ke sana.”
“Mwo?” Kata Soo Yeon
“Kita akan membahas pernikahan
kalian.”
“Tapi saya kesini ingin mengambil
handphone..dimana Kyuhyun?”
“Dia sedang bersiap ke kantornya.”
“Saya tidak mau menikah dengan Kyuhyun.”
“Kau harus menikah, walaupun dia pergaulannya
terlihat sangat bebas. Dia pandai berkomitmen. Tenang saja.”
“Tapi aku masih…” Suara Soo Yeon
terpotong oleh Kyuhyun.
“Kau sudah datang rupanya. Ini
handphonemu tapi batrenya habis jadi sudah mati.” Sambil menyodorkan Handphone
Soo Yeon dari saku jasnya.
“Kau tidak menjelaskan kepada ibumu
kalau kita tidak akan menikah?”
“Ikuti saja maunya, nanti setelah ini
kita bicara. Oiya berikan nomormu aku akan menghubungimu nanti.”
“Untuk apa? Aah kupikir kita tidak
akan menikah.”
“Tenang saja. Kita tidak akan menikah.”
*******
Soo Yeon dan Nyonya Cho segera
melajukan mobilnya menuju ke tempat neneknya tinggal. Dia tinggal di Busan
bersama seseorang yang menjaganya. Sampai di sana mereka mendapati rumah
neneknya kosong sehingga Soo Yeon cemas. Rumahnya tidak pernah kosong, dan
nenek Soo Yeon selalu ada di rumah. Kenapa sekarang rumahnya tidak berpenghuni
seorangpun. Akhirnya Soo Yeon menanyakan kepada tetangganya. Tetangganya mengatakan
neneknya sudah di rumah sakit sejak semalam. Penyakit diabetesnya kambuh. Soo
Yeon dan Nyonya Cho lalu menuju rumah sakit yang dikatakan tetangganya.
Dia bertanya pada petugas tentang
keberadaan neneknya. Setelah mendapatkan petunjuk arahnya, mereka masuk ke
ruang neneknya di rawat. Di sana neneknya sudah terjaga dan Lee Ye Na sedang
tertidur karena lelah menunggui sejak semalam.
“ Halmoni, bagaimana keadaanmu? Aku
sangat cemas mendengarmu masuk rumah sakit.”
“Lihat siapa yang datang? Kenapa kau
kemari cucuku?”
“Nenek, kenapa tidak mengabariku kalau
kau sakit?”
“Aku hanya sakit sedikit. Kau tidak
perlu cemas.. Yeoni-ah, kau datang dengan siapa?”
“Annyeong Hashimnika, perkenalkan saya
Kim Hanna.”
“Aaa…Kim Hanna. Yeoni-ah apa dia tidak
terlalu tua untuk menjadi temanmu?” Bisik Nenek kepada Soo Yeon.
“Haaish..bukan nek. Dia bukan
temanku. Dia adalah ibu tem…”
“Saya calon ibu mertua cucumu, Soo
Yeon.”
“Aigo… apa yang dia katakan?”
“Sebenarnya…” Seo Yeon mendesah
panjang ingin menjelaskan apa yang terjadi
“Sebenarnya begini, apa tidak apa apa
membahas ini saat anda sedang sakit.”
“Barabwa!” Kata nenek Soo Yeon pada
Nyonya Cho.
“Aku sangat ingin menikahkan cucu anda
dengan putra kami.”
“Mwo?? Apa yang dia katakan Soo Yeon?”
“Saya mengerti anda akan sangat kaget
tapi pasti anda akan mengerti jika anda tahu kejadiannya.”
“Jangan jangan kau hamil! Yeoni-ah..
apa kau hamil?”
“Annio, bagaimana bisa hamil…kalau..”
“Jadi begini ceritanya saat itu saya
sedang menuju apartemen putra saya…” Nyonya Cho menjelaskan detail permasalahan
yang terjadi kepada nenek Soo Yeon. Neneknya sangat terkejut mendengar
permasalahan itu namun akhirnya menyetujui pernikahan mereka.
“Nenek, anda tenang saja karena
pernikahan ini akan menjadi urusan kami, nenek hanya perlu member restu, datang
ke acara dan menjadi bagian dari keluarga kami. Kami sangat senang anda mau
merestui mereka menikah.” Kata Nyonya Cho lagi.
“Apa yang bisa kulakukan selain
merestui cucuku menikah. Lagipula aku sudah tua. Harus ada yang menjaga gadis
kecilku ini.” Kata Nenek Soo Yeon.
Persiapan
pernikahan sudah hampir 90 % dan Soo Yeon masih saja enggan untuk tau tentang
pernikahan itu. Kyuhyun hari itu menjemput Soo Yeon di Apartemennya dan
mengajaknya untuk membeli cincin pernikahan dan gaun yang akan dipakai Soo
Yeon.
“Aku tidak peduli apa yang akan ku
pakai di hari pernikahanku. Hiih, memangnya aku mau menikah? Haaish…kenapa
nenek merestuinya tanpa meminta pendapatku dulu? Aku cucunya atau bukan sih.”
Soo Yeon mengomel dalam hati sambil melipat lipat wajahnya.
“Apa yang kau pikirkan?” Tanya namja
itu.
“Aku masih ingat kau bilang padaku
untuk tenang, karena kita tidak akan
menikah. Tapi kau mengajakku membeli cincin dan gaun pernikahan? Lalu apanya
yang tidak jadi. Berhentilah sekarang sebelum uangmu terlalu banyak kau
habiskan untuk ini semua!”
“Ayo kita menikah saja!” Itu lah yang tiba
tiba keluar dari mulut Kyuhyun.
Soo Yun mngernyitkan dahinya. Tidak
salah dengar? Kenapa dia malah seperti menginginkan pernikahan ini.
“Apa kau benar benar menyukaiku
sekarang sampai kau mengajakku menikah.”
“Tidak usah terlalu percaya diri
begitu. Aku hanya ingin menuruti kemauan ayah ibuku.”
“Kau tidak punya keberanian
menolaknya?”
“Sudah kutolak, bahkan sampai memohon.
Tapi ayah tidak mendengarku.”
“ Tapi kita tidak saling mencintai.”
“Kita bisa bercerai nanti, aku juga
punya kekasih aku ingin menikahinya.”
“Kau pikir aku menikah untuk
diceraikan?”
“Kau tidak mau bercerai denganku? Apa
sekarang kau yang menginginkan aku?”
“ Ciih yang benar saja…makanya aku
tidak mau menikah denganmu”
“Lalu? Kau benar benar tidak mau
menikah denganku? Hei kau satu satunya wanita yang tidak mau menikah denganku.”
“ Mwo? Jadi sekarang kau yang terlalu
percaya diri? “
“Berhenti mengoceh, aku sedang
mengatur rencana.” Kata Kyuhyun.
“Apa?”
“Bagaimana kalau menikah kontrak?”
“Aku tidak mau.”
“Kenapa?”
“Aku tidak mau menikah dengan cara
konyol seperti itu.”
“Hahaha, kau kira rencana pernikahan
ini tidak konyol? Ini sudah konyol sejak awal. Kau tau?”
“Arraseo, tapi aku benar benar tidak
mau menikah kontrak.”
“Lalu apa kau punya rencana lain?”
“Kalau aku kabur saat pernikahan,
bagaimana?”
“Kau akan membuatku dan keluarga malu
Pabo ya!”
“Aah kau benar..Lalu? Ottohke?” Soo
Yeon merengek pada Kyuhyun.
Setelah mengalami perdebatan yang
panjang didalam perjalanan. Akhirnya Soo Yeon menyetujui ide dari Kyuhyun.
Yaitu pernikahan Kontrak. Kontrak dibuat selama satu tahun. Pernikahan akan dilaksanakan
secara tertutup. Hanya beberapa kerabat dan teman yang datang. Pernikahan harus
disembunyikan dari siapapun. Tugas suami dan istri selayaknya tugas suami dan
istri secara nyata, Suami mencari nafkah dan istri melayani suami, hanya saja
tidak ada kontak fisik secara seksual.
“Kau yang buat surat perjanjiannya dan
akan aku cek. Aku tidak meminta banyak padamu. Tinggal kau jalani peranmu
sebagai istri saja sudah cukup.”
“Peran istri? Bagian itu kurang jelas.
Peran istri apa saja? Lalu peran suami apa?”
“Kau harus pergi setelah aku pergi dan
pulang ke apartemen sebelum aku pulang, kau harus menyiapkan sarapan dan makan
malam jika ku minta, lalu membersihkan apartemen, dan mengurus segala
keperluanku.Peran suami adalah memberikan gaji bulanannya untukmu.. ”
“Jeongmal?”
“Hahaha, tentu tidak semua.”
“Mwo ya? Kau malah seperti menjadikanku
pembantu di apartemenmu?”
“Ottohke?” Tanya Kyuhyun tersenyum
separuh bibirnya.
“Bisakah kau mengurus segala
keperluanmu sendiri? Aku sudah mengurus apartemenmu. Masa aku harus mengurusmu
juga. Lalu bagaimana tugas kuliahku?”
“Anni, kau yang mengurus!”
“Pemerasan tenaga ini namanya…”
“Kau harusnya berterimakasih padaku,,
Aaa sudah sampai, masuklah dan pilih gaun yang kau suka. Aku akan pergi ke
kantor?”
“Mwo? Kau bilang kita pergi bersama?”
“Aku harus bertemu Klien. Lagipula mau
bagus atau jelek menurutku itu tidak terlalu penting. Pernikahan ini Cuma
kontrak.”
“Lalu cincinnya? Pilih saja yang kau
suka ini kartu kreditku.” Kyuhyun menyodorkan kartu persegi berwarna gold.
“Apa ini? Kau membiarkanku mengurus
sendirian?”
“Jangan berpikir ini pernikahan
sungguhan sampai sampai kau ingin melakukan bersama calon suamimu.”
“Apa? Kau benar benar…”
“Nanti jam 1 ku jemput dan kita
bersama sama ke rumah ibu, mereka ingin bertemu denganmu.”
“terserah kau saja.”
No comments:
Post a Comment