Saturday, April 11, 2015

Wedding Games

“Kenapa tidak kau labrak saja gadis brengsek itu?” Kata seorang wanita yang sedang menemani sahabatnya mabuk di sebuah klub.
“aku juga berpikir aku ingin menamparnya, tapi si brengsek Cahn Soo tetap membelanya daripada membelaku. Bukankah itu menyakitkan?” Ungkap wanita di sebelahnya.
“Huuh,mereka tidak akan ku biarkan lolos begitu saja jika bertemu denganku suatu saat.” Kata salah
Park Soo Yeon, wanita yang sedang mabuk itu mengobrolkan kekasihnya yang ketahuan selingkuh dengan teman kantornya. Suasana Club saat itu masih sangat sepi karena baru jam 11 malam. Park Soo Yeon yang merasa sedikit tertekan dengan skandal perselingkuhan kekasihnya tentu sangat ingin menghilangkan perasaan frustasinya. Usianya baru menginjak 21 tahun dan dia adalah seorang mahasiswa sekolah design  di Seoul, dan sahabatnya Kim Hae So marah karena Cahn Soo berani beraninya menyelingkuhi sahabatnya.
Di meja sebelah mereka berdua, ada tiga orang pria berdasi yang sedang bersenang senang seperti memenangkan tender. Bukan, lebih tepatnya memenangkan sebuah kasus dalam persidangan karena mereka adalah sekumpulan tim pengacara dari Firma Hukum Kim Shin Hwa. Mereka sedang berpesta dengan beberapa botol wine. Penampilan parlente yang pasti membuat semua orang yakin untuk menggunakan jasa mereka dalam persoalan hukum. Mereka bertiga adalah tim terkuat dan terpopuler di Firma tersebut.
Pertama, Kim Tae Wo, dia adalah anak dari pemilik Firma hukum Kim Shin Hwa tempatnya bekerja. Kejeliannya melihat kesalahan pihak lawan untuk menyerang balik dan kemampuannya memutar balikkan fakta adalah bakat yang secara alami diturunkan oleh ayahnya. Penjahat kelas kakap pun bisa dinyatakan tidak bersalah oleh hakim saat dia menjadi kuasa hukumnya.  Dia penggila wanita dan wine. Tidak heran pandangannya selalu mengarah kepada wanita wanita cantik di club itu. Karena kegilaannya terhadap semua wanita akhirnya dia memutuskan untuk melajang agar bebas bermain main dengan semua wanita.
Kedua, Lee Dong Hae, seorang pengacara yang benar benar menjunjung tinggi nilai nilai keadilan. Kliennya adalah orang orang yang memang bersih. Dia tidak akan menjadi kuasa hukum klien yang benar benar sudah dapat dipastikan bersalah.  Hidupnya lurus lurus saja dan sangat mencintai ibunya, satu satunya orang tua yang dia punya. Ayahnnya telah meninggal akibat kecelakaan pesawat beberapa tahun silam. Apapun yang dikerjakannya adalah selalu atas restu ibunya.  Itu yang membuat dia belum ingin menikah, Keinginan melajang seorang Lee Dong Hae adalah karena ingin membahagiakan ibunya, padahal usianya kini sudah menginjak kepala tiga.
Ketiga, Cho Kyuhyun. Pengacara mana yang tidak mengenal Cho Kyuhyun. Berhadapan dengannya berarti siap menerima kekalahan. Tidak ada satu kasuspun yang gagal saat ditangani Cho Kyuhyun. Bakat Kim Tae Wo dan Lee Dong Hae  dimilikinya, wajahnya yang sangat tampan menambah nilai plus bagi Cho Kyuhyun. Banyak Klien wanita yang menginginkan dia menjadi kuasa hukumnya. Dan akhirnya salah satu dari Kliennya telah berhasil merebut hati Cho Kyuhyun. Yaah, tidak bisa dipungkiri wajah setampan dia mana mungkin tidak memiliki kekasih. Walaupun Kyuhyun memiliki kekasih kehidupannya tidak berbeda dengan Tae Wo dan Dong Hae, walaupun memiliki kekasih. Kyuhyun tetap saja seperti bujangan tanpa gandengan.
Mereka duduk bertiga sambil tertawa tawa, berpesta atas kemenangan kliennya. Perusahaan besar yang ditangani mereka tentu telah membayar banyak uang untuk sekedar minum minum di Club. Mereka lah pusat perhatian semua wanita di Klub. Lahan subur untuk Kim Tae Wo bisa menggaet salah satu untuk menemaninya malam itu tentunya.

Soo Yeon dan Hae So akhirnya turun ke lantai dansa dan berkumpul dengan para pencari hiburan di sana. Tidak berapa lama Hae So meliuk liukkan tubuhnya, ia telah menemukan pria yang akan menemaninya berdansa.. Soo Yeon yang sudah mabuk berat  merasa tubuhnya tidak terkendali dan ingin segera muntah. Akhirnya dia mundur menuju ke toilet. Pemandangan biasa melihat pria dan wanita saling bermesraan dikoridor menuju toilet. Yang menjadi tidak biasa adalah Kekasihnya yang berselingkuh itu sekarang sedang berciuman dengan wanita lain lagi. Sungguh menjijikan melihat pemandangan itu. Soo Yeon marah dan menghampiri mereka berdua. Melihat ada yang mengganggu aktifitasnya, pria itu marah dan menampar Soo Yeon. Sekuat tenaga memukul lengan Soo Yeon sampai Soo Yeon tersungkur dilantai.
Tiba tiba seorang namja datang menolong Soo Yeon yang akan mendapat tinjuan mentah dari kekasihnya. Namja itu mendorong kekasih Soo Yeon dan perkelahian terjadi.
“Kau itu cuma pria brengsek yang bisanya mengasari wanita… “ Tinjuan namja itu mendarat di pipi kekasih Soo Yeon.
“ Kau siapa ikut campur urusanku?”
“Aku hah? Aku seorang pengacara. Dan aku melihat ada penganiayaan di sini. Hentikan sekarang atau kau bisa ku jebloskan ke penjara!” Kata pria yang mengenakan jas berwarna biru dongker itu.
Mendengar hal itu kekasih Soo Yeon memilih pergi dari hadapan pria itu dan juga meninggalkan Soo Yeon yang terkapar di lantai.
“Apa kau tidak apa apa?” Tanya Namja itu pada Soo Yeon
“Tidak, aku tidak apa apa..” Kata Soo Yeon yang kesakitan. Soo Yeon berusaha bangkit dari lantai dan akhirnya jatuh tersungkur lagi.
“ Sini biar ku bantu.” Kata pria itu sambil mengangkat tubuh Soo Yeon yang terjatuh lagi.
“ Aaak….” Soo Yeon mengerang kesakitan.
“ Apa ada yang terluka? Coba ku lihat?” Tanya pria itu. Dan benar saja. Lengan Soo Yeon berwarna kebiruan tanda lebam akibat tinjuan dari kekasihnya.

******
Pria itu menuju ke parkir bawah bersama Soo Yeon. Pria itu berniat mengantar Soo Yeon pulang namun saat dia membuka pintu mobilnya, Soo Yeon malah muntah di jas hitamnya dan pingsan di pelukan pria itu.
“Aaah, menjijikan sekali. Aku sudah berniat membantu begini kenapa memuntahiku. Dasar wanita merepotkan. Kalau tidak kuat minum kenapa harus minum? Kalau bukan gara gara Pria tadi mana mungkin aku kasihan padamu dan menolongmu begini?” Pria yang kerepotan memasukan Soo Yeon kedalam mobil masih terus mengoceh sendiri berharap telinga Soo Yeon paling tidak masih berfungsi.
“ Jadi dimana alamatmu? Hei gadis bodoh, dimana rumahmu?” Dia menengok ke belakang dan mendapati Soo Yeon tidak bergerak lagi. “Aaaah, kau benar benar pingsan ya?” Dia menggeledah tas nya siapa tau melihat kartu pengenalnya dan mendapatkan alamatnya dari sana. Nihil… yang ada hanya sebuah kartu mahasiswa, handphone yang terkunci dan beberapa lembar uang. Karena tidak mendapat alamat lengkapnya, maka Dia memutuskan membawanya ke Apartemen.
Setelah sampai Apartemen, Dia segera menidurkan Soo Yeon di Sofa dan dia beranjak pergi ke kamarnya.
“ Apa apaan ini? Baru pernah aku membawa wanita asing ke dalam rumah.”
Waktu sudah menunjukkan pukul  satu dini hari. Memang aneh, baru pukul satu mereka sudah pergi dari Club. Apalagi kalau bukan karena Soo Yeon yang terkapar tidak berdaya.
Pria itu memasuki kamarnya, membuka kemejanya  dan segera tidur karena pusing dan kelelahan setelah bekerja keras, menggendong Soo Yeon dari Club ke parkiran, dari parkiran Apartemen sampai di Apartemennya di lantai 20. 
Soo Yeon tersadar dari pingsannya dan menyadari dia berada di sofa, Dia segera pergi kekamar  dan segera tertidur, Iya, Soo Yeon tentu masih masih dibawah pengaruh alcohol.
*********
Pagi pagi sekali tombol pintu apartemen Kyuhyun telah berbunyi dan pintu terbuka. Ibunya masuk membawa beberapa pembantu untuk membersihkan Apartemen Kyuhyun. Ibunya yang heran kenapa anaknya jam segini belum menampakkan batang hidungnya pun segera menuju kamarnya.
“ Kyuhyun-ah, apa kau tidak bekerja? Kenapa jam segini belum ba.. ngun.” Ibunya kaget melihat anaknya bertelanjang dada dengan seorang wanita yang berpakaian sangat tidak pantas. Iya, Soo Yeon mengenakan rok mini jeans dan atasan backless, kostum frustasinya semalam.
Suara ibunya membangunkan Kyuhyun dan betapa kagetnya dia melihat ada dua wanita di kamarnya. Satu adalah ibunya dan satu? Siapa? Sial, Kyuhyun menyadari baju wanita itu, wanita yang ditolongnya.
Ibunya marah besar dan segera ingin berbicara kepada mereka berdua.
“Kalian cepat ke ruang tengah, ibu ingin bicara!”
“Ne? Ibu, Ini tidak seperti yang kau kira.”
“ Jelaskan nanti saja. Dan pinjami wanita ini bajumu.”
Soo Yeon yang mendengar bantingan pintu Nyonya Cho langsung terbangun dan melihat dirinya sedang berada di atas ranjang yang asing dan seorang pria yang sedang mengacak rambutnya karena frustasi. Soo Yeon terkejut dan reflex berteriak sekencang kencangnya.
“ Siapa kau? Kenapa aku disini?” Soo Yeon melihat dirinya yang sangat berantakan dan mengambil selimut untuk menutupi seluruh badannya. “ Kau? Apa yang kau lakukan padaku?”
“ Memangnya aku melakukan apa? Gara gara kau, ibuku akan marah besar padaku.”
“Aku? Yaak kau, kenapa mengalihkan pembicaraan? Kau siapa? Kenapa aku disini?”
“ AKu juga bingung kenapa kau ada di kamarku, kemarin kau kuletakkan di sofa. Kenapa kau bisa ada di sini?”
“Lalu kenapa kau membawaku kesini? Dimana ini? Kau pasti pria brengsek hidung belang yang membawa wanita yang sedang mabuk untuk kau ti…” Belum sempat Soo Yeon melanjutkan kata katanya.
“Aaah kau cerewet sekali, Ini apartemenku. Kau kemarin sangat mabuk dan  dihajar oleh seorang pria di Club. Kau ingat?  Lihat lengan kananmu! Lebam.. kau dipukuli oleh pria itu. Dan kau kutolong ingin kuantar pulang. Saat kuantar pulang kau malah pingsan dan memuntahi ku. Karena aku tidak tahu rumahmu jadi ku bawa saja kau ke apartemenku. Ku letakkan kau di sofa, kenapa saat bangun kau disini? Ini yang ingin kutanyakan padamu?”
“Eoh?Aku memuntahimu? Benarkah? Mian.. “ Soo Yeon sangat malu dengan pria tampan didepannya itu.
“ Lalu kenapa kau masuk kamarku?”
“MAna ku tahu.. Omo..Omo…. Aaaaaak bodohnya,“ Soo Yeon mengingat kejadian semalam. Dia masih mabuk dan masuk ke kamar Pria itu.
“Kau ingat sesuatu?”
“Sepertinya aku masuk kamarmu semalam saat mabuk. Aku ingin sekali minum. Tapi aku melihat kamar jadi aku masuk saja dan langsung tidur.”
“Bagaimana kau masuk ke kamar orang lain tanpa ijin hah?”
“Aku mabuk, jadi mana kutahu..”
“ Enteng sekali kau bilang begitu, lihat itu di luar sudah ada ibuku yang mau bicara dengan kita karena melihatmu di kamarku.”
“Mwo? Ibumu? Kau setua ini masih tinggal dengan ibu?”
“ Dia datang pagi pagi mau membereskan Apartemen, dan melihatmu disini. Dia marah dan ingin bicara dengan kita.”
“Dengan kita? Kenapa aku juga? Tinggal bilang padanya ini kesalahpahaman. Sudah jam delapan. Aku mau kuliah. Kau yang urus ibumu. Terima kasih telah menolongku”
“Pakai ini! Kau pikir itu baju? Dasar remaja jaman sekarang, urakan. Masih kuliah laganya sudah berumur. Mabuk mabukan di club.. ” Kyuhyun memberi kemeja pada Soo Yeon untuk menutupi baju backlessnya.
“Aku tidak mengenalmu dan kau mengomentariku seenaknya! Apa aku harus menerima baju itu?”
“Yaa silakan saja kalau mau pulang siang hari dengan baju belum jadimu itu… Kau memakai ini karena ibuku yang meminta. Jadi pakai saja.”

********
“Kau sudah ku minta untuk segera menikah, bukan begini caranya. Tidur dengan wanita seenaknya!”
“Ibu, ini bukan seperti yang kau kira.”
“Kau benar benar membuat malu keluarga Cho!”
“Kau, Siapa namamu?”
“Saya? Soo Yeon, Park Soo Yeon.”
“Dimana kau tinggal? Aku ingin bertemu orang tuamu.”
“Orang tuaku? Untuk apa?”
“Kalian sadar atau tidak telah membuat keluarga kalian malu! Kalian mencoreng nama baik keluarga dengan pergaulan kalian yang mengenaskan itu.”
“Bu, biar ku jelaskan sekali lagi. Aku semalam hanya menolong dia di Club karena dipukuli oleh seorang pria.”
“Ibu tidak mau  tau, Kalian harus segera menikah.”
“APa?? Menikah??” Mereka berdua tercengang mendengar kata menikah.
“Siapa yang menikah?” Tanya Soo Yeon pada Nyonya Cho.
“Kalian berdua, kau Kyuhyun telah mencoreng nama baik keluarga Cho.Dan kau Soo Yeon kau yang berada di kamar itu bersama anakku, jadi kau juga harus bertanggung jawab.  Untuk menebusnya. Kalian harus segera menikah agar menghilangkan rumor rumor yang nanti beredar. Kyuhyun, kau tidak sadar karirmu? Kau tidak sadar betapa terhormatnya keluarga kita? Kalau dengan masalah ini karirmu hancur bagaimana? Harga diri keluarga kita? Ayahmu? Dia pasti akan jatuh sakit kalau mendengar pergaulan tidak jelasmu itu.  Lagipula usiamu sudah saatnya menikah, kenapa tidak mau menikah malah bergaul seperti itu”
“Ibu, Ibu… baiklah aku akan menikah. Tapi bukan dengan dia. Aku sudah memiliki kekasih ibu.”
“Lalu bagaimana dengan Soo Yeon, kau tidur dengannya  tapi kau menikah dengan orang lain? Lagipula dimana kekasihmu itu? Di luar negeri kan? Dia bahkan selalu menolak jika kau ajak menikah. Tidak, kau harus menikah dengan dia. Kalian harus menikah. Secepatnya. Ibu akan urus semuanya.”
“tapi bu itu bukan karena dia menolak, dia ingin mengejar karirnya dulu seperti aku bu..”
“Seorang wanita seharusnya mengalah pada prianya, mengapa dia begitu egois menginginkan karir cemerlang tapi menelantarkan kekasihnya? Kau pikir ibu akan setuju dengan pilihan seperti itu? Kau anak lelakiku, ibu ingin kau segera ada yang mengurus.”
“Tapi aku masih kuliah, dan ingin menyelesaikan kuliah dulu. Aku masih ingin mengejar mimpi mimpiku yang belum tercapai. Bagaimana jadinya kalau aku menikah?” Kata Soo Yeon
“Kau masih bisa kuliah, bahkan kami akan membayarkan kuliahmu. Itu tanggung jawab calon suamimu.”
 Apa? Calon suami? Soo Yeon sangat terkejut mendengar kata kata itu. Apa yang terjadi? Bagaimana bisa hanya pertemuan semalam, dan dalam kadaan tidak sadar, mereka akan menikah. Secepat itu? Lagipula Kyuhyun juga punya kekasih.
“Tapi bu, ini tidak adil untuk kami.. kami tidak melakukan apapun.”
“Aku akan segera menyiapkan pernikahan kalian, dan kalian jangan coba coba membantahku. Soo Yeon-shi. Aku ingin bertemu orang tuamu.”
“Orang tua saya sudah meninggal..”
“Lalu siapa walimu?”
“Nenek saya..”
“Dimana nenekmu? Aku ingin bertemu dengannya.”
“Dia di desa.. tidak di Seoul.”
“Baiklah, besok kita akan kesana.”
“Tapi, besok saya ada kuliah..”
“Ini persiapan pernikahanmu, jadi jangan bantah apapun. Aku pergi saja dari sini, bisa gila aku melihat tingkah memalukan kalian berdua. Oiya, Soo Yeon. Jangan pernah berpakaian seperti pelacur seperti itu. Calon suamimu adalah pengacara terkenal.”
“Mwo?”
“Berpakaianlah yang sopan dan anggun. “ Kata Nyonya Cho sembari pergi meninggalkan mereka berdua.
Soo Yeon mendengus kesal dengan drama yang barusan ditampilkan Nyonya Cho.
“Haah, menikah? Yang benar saja? Aku bahkan tidak mengenalmu. Aku tidak tahu siapa namamu. Aku juga masih ingin bersenang senang dengan teman temanku. Kenapa aku harus menikah denganmu.”
“Ini salahmu, kenapa masuk masuk ke kamarku?”
“Salahku? Seharusnya kau tidak usah membawaku ke sini. Biarkan saja aku terkapar di sana. Kenapa jadi aku yang menikah?”
“Lagipula siapa yang mau menikah denganmu? Sekalipun aku menikah. Aku akan menikah dengan kekasihku. Bukan denganmu!”
“Bagus, kalau begitu urus saja ibumu yang aneh itu, dan jangan suruh aku menikah denganmu.”
“Jangan pernah mengatai ibuku!”
Soo Yeon tercengang. Iya kata katanya mungkin sangat kasar didengar.
“Baiklah, aku pergi dan aku harap kita tidak pernah bertemu lagi.”
“Pergi saja yang jauh.”

********
Kyuhyun berangkat ke kantor terburu buru setelah insiden itu. Hari ini seharusnya dia bertemu Klien jam 10. Tapi sebelumnya dia harus mempelajari beberapa kasusnya di dokumen kantor. Karena waktu tidak mencukupi akhirnya Kyuhyun langsung menuju ke tempat dia bertemu dengan Kliennya. Kliennya seorang pengusaha property yang sedang mendapat tuntutan dari warga yang rumahnya akan di gusur. Mereka menolak pindah padahal di dalam surat perjanjian, mereka akan pindah apabila biaya dalam perjanjian yang diberikan kepada mereka sudah diterima. Namun setelah diterima, ada beberapa provokator yang menginginkan uang lebih dan tidak mau dipindah.
Dalam diskusinya, dia malah teringat gadis tadi dan ibunya. Ibunya pasti akan sungguh sungguh. Dia sangat menginginkan pernikahan anaknya. Kyuhyun bukannya tidak mau menikah. Dia selalu mengatakan pada kekasihnya untuk segera menikah, tapi kekasihnya mengatakan ingin mengejar impiannya dulu ke Perancis sebagai designer, karena tidak tega menghancurkan impian kekasihnya. Akhirnya Kyuhyun bersedia menunggunya.
Pertemuan dengan Klien berakhir dan mobil Kyuhyun melaju dengan cepat ke kantornya. Saat di perjalanan. Terdengar suara handphone berdering di dalam mobilnya. Kyuhyun mencari arah suara handphone itu. Ternyata di tas Soo Yeon yang ditinggalkannya di mobil semalam. Kyuhyun mengangkatnya
“Hallo?”
“Hallo? Siapa ini? Kenapa kau mengangkat teleponku.”
“Aku, Kyuhyun..”
“Kyuhyun siapa?”
“Kyuhyun yang sedang mengangkat telepon ini. Kau siapa?”
“Aku pemilik handphone itu, sepertinya hilang saat di club. Jadi bisakaha kau kembalikan handhoneku secepatnya. Atau akan kuambil saja handphoneku.   jika kau memberiku alamatnya.”
“Oooh, jadi kau? Kalau kau mau datang saja ke Apartemenku.”
“Apartemenmu? Dimana alamatnya?”
“Di tempat yang semalam kau tiduri.”
“Mwo? Jadi kau pria gila itu?”
“apa? Pria gila? Kau yang gila… masuk ke kamarku tanpa ijin dan tidur di sampingku.. Sudah ya, aku sedang menyetir.”
Soo Yeon benci sekali dengan keadaan ini, kenapa dia harus bertemu lagi dengan pria itu. Pria yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali dan kata ibunya dia harus segera menikahinya.
“ Ciih yang benar saja. Ibu jaman sekarang sudah mulai gila ikut mencampuri jodoh anaknya. “ Kata Soo Yeon pada Hae So.
“Kau menikah? Haha bukan ide buruk kok. Seperti apa orangnya?”
“Seperti apa? Dia memang sangat tampan, tapi sepertinya sangat tua jika bersanding denganku.”
“Heei, bagiku usia tidak masalah jika memang dia sangat keren dan tampan.”
“Menikah itu harus saling mencintai, bukan dengan modal tampan dan keren.”
“Kau bilang dia pengacara? Siapa namanya?”
“Kyu… Entahlah, aku lupa…memangnya penting dia pengacara atau bukan, yang jelas kalau aku menikah, harus dengan orang yang ku cintai”
“Hei, cinta itu bisa bertumbuh nanti, kau tenang saja. Oiya ngomong ngomong Bagaimana kau bisa mengenalnya?”
“Di Club semalam, Katanya dia menolongku saat aku dipukul oleh seorang pria. Tapi aku tidak tau siapa yang memukulku.. gara gara kau meninggalkanku disana kan aku jadi begini.”
“Mian, harusnya kau bersyukur karena bertemu dengan pengacara tampan dan ibunya menginginkan kalian menikah.”
“Aku tidak bisa membayangkan aku menikah usia 21 tahun. Aku masih kuliah dan ingin menghidupkan kembali  butik orang tuaku yang selama ini tidak terurus, bukankah aku harus menyelesaikan kuliahku dulu sebelum akhirnya menikah? Apa tidak usah kuambil saja handphonenya, biar aku tidak berurusan dengan pria itu lagi?”
“Jangan bodoh, kau meninggalkan data data dan foto foto gila kita di handphonemu. Kau mau itu tersebar luas?”
“Dia tidak bisa membuka handphoneku tenang saja..”
“Dia bisa mengambil memory cardnya kan? Jangan gila.. ambil saja. Atau kalau kau tidak mau biar kuambilkan saja. Aku juga ingin tau bagaimana tampannya pria itu. Siapa tau dia jatuh cinta padaku. Jangan menyesal ya?”
“Yaa yaa..terserah kau saja. “
“Soo Yeon aku lapar…”
“Aku malas makan..” Kata Soo Yeon meletakkan kepalanya di meja.
“Hanya karena disuruh menikah kau tidak mau makan? Pabo! Ayo cepat kau harus makan.” Kata Hae So menarik tangan Soo Yeon untuk segera ke kantin.
“ Aaa…aku tidak ingin makan.”
_________________________________________________
Firma Shin Hwa ‘s Building
Handphone Kyuhyun berbunyi di atas meja kerjanya. Dari layar terlihat tulisan tuan Cho Young Hwan.
“Hallo Ayah?”
“ Kyuhyun, apa yang kau lakukan sampai ibumu begitu tertekan ? Nanti setelah selesai kerja kau pulanglah ke rumah. Ayah dan ibu ingin bicara!” Tlut Ayahnya menutup teleponnya secara sepihak.
“ Aaah, ibu dan ayah benar benar ingin membahas pernikahan konyol ini.”

Tok tok tok…
“Tuan Cho, saatnya rapat dengan  tim.” Kata nona Kim Sekretaris tim tersebut.
“Ah iya, biar ku siapkan bahannya terlebih dulu.”
“baiklah…” Nona Kim menutup pintu ruangan Kyuhyun dan tidak berapa lama pintu itu terbuka lagi.
“Kyuhyun, ayo bersiap.” Kata Lee Dong Hae
“Iya, aku siapkan berkasku dulu.”
“ Kau kemana semalam? Aku mencarimu..”
“Ada kecelakaan kecil dan aku harus pulang.”
“tapi kau tak apa apa kan?”
“ Awalnya ku pikir begitu, tapi mungkin akan semakin menjadi apa apa.”
“Maksudmu?”
“Nanti saja kuceritakan, ayo keruang rapat.”

******
“Hei Cho Kyuhyun, kita berdua mau ke club. Ayo ikut..!” kata Tae Woo bersama Dong Hae.
“Ah tidak, aku mau pulang ke rumah.”
“Rumah? Ayah ibumu?”
“Iya…”
“Waah ada apa? Sepertinya genting? Ayahmu sakit lagi”
“ Tidak, ku pikir dia merindukanku. Aku juga sudah lama tidak mengunjunginya.”
“ Yasudah, berikan salam hormatku untuk beliau ya.”
“Baiklah, kalian bersenang senanglah. Dan jangan menolong orang sembarangan di club!”
“ Haha, saran macam apa itu?”
Kyuhyun dan Tae Woo serta Dong Hae berpisah diparkiran setelah mereka melajukan mobilnya masing masing. Perjalanan ke rumah orang tuanya hanya 20 menit dari kantornya. Lebih dekat daripada kantor ke apartemennya. Setelah mobilnya masuk ke Garasi rumahnya dia segera masuk. Disana ayah, ibu dan neneknya sudah menunggu.
“Lihat dia datang..” Kata neneknya
“Kau benar benar anak yang memalukan ya!” Kata Ayahnya sambil ingin menampar Kyuhyun namun ibunya menahan tangan ayahnya.
“Andwe… jangan ayah, jangan tampar Kyuhyun. Kita bicarakan padanya baik baik.”
“Ayah, Ibu ini tidak seperti yang kau kira. Aku tidak tidur dengannya. Lalu apa yang ibumu bilang itu bohong?”
“Tidak, memang dia berada di kamarku tapi tidak seperti itu. Dia masuk ke kamarku dan aku sama sekali tidak tahu.”
“Lalu bagaimana dia bisa masuk apartemenmu kalau bukan kau yang memasukannya?”
“Iya tapi tidak begitu ceritanya ayah, percayalah padaku.”
“Ayah dan ibu telah memutuskan, kalian harus segera dinikahkan. Aku tidak mau ada masalah nantinya. Kalau nanti dia hamil dan meminta pertanggung jawaban?  Aku tidak mau harga diri keluarga Cho rusak karenamu.”
“Tapi ayah…”
“Kau tidak mau mendengarkanku lagi hah?”
“Bukan begitu Ayah. Aku sudah dewasa, masa hanya karena itu aku harus menikah? Lagipula aku tidak pernah meniduri wanita ”
“Yasudah segera menikah dengan dia. Oiya, ibumu akan ke rumah nenek gadis itu. Jadi pastikan dia datang ke apartemenmu besok.”
“Ayah…”
“Sudah ayah lelah melihat tingkahmu itu, ayah mau istirahat. Ayah pusing.”
“Kau mau ku ambilkan minum sayang?” Tanya Nyonya Cho pada suaminya.
“Iya bawa ke kamar saja.” Kata Ayah Kyuhyun.
“Nenek, bagaimana ini?”
“Seperti apa gadis itu? Apa dia cantik?”
“ Aku tidak peduli dengan itu dan aku tidak mau menikah dengannya.”
“Kyuhyun, Kau tidak tahu bagaimana jantung ayahmu tadi saat ibumu memberitahu masalah itu? Dokter Gong saja datang ke rumah untuk memeriksanya. Kau tahu kan kalau kau membantahnya lagi? Kau anak baik dan tidak pernah membantah. Kenapa sekarang kau seperti ini?”
“Nenek, aku sudah dewasa. Masa keputusan menikah juga atas kehendak mereka?”
“Ayah ibumu juga menikah karena kehendak nenek. Dan akhirnya mereka saling mencintai. Tolong Jangan mempersulit mereka, mereka sudah semakin tua, apa kau tidak mau membahagiakan mereka.”
“Apa membahagiakan mereka dengan mengorbankan kebahagiaanku nek? Aaa, aku bisa gila. Menikah dengan orang yang tidak ku kenal. Rasanya aneh sekali.”
“Kau sudah dewasa, bukan berarti kau bisa egois. Ayah dan ibumu sangat menginginkan kau menikah. Mereka sudah memberimu kesempatan beberapa tahun terakhir ini, tapi apa hasilnya? Kau malah semakin gila bekerja dan kekasihmu juga tidak tahu dimana. Jangan jangan kalian sudah putus?”
“tidak nek, hubungan kami baik baik saja.”
“Lalu kenapa dia tidak mau menikah denganmu?”
“Menunggu waktu yang tepat nek, kami sangat ingin bersama. Kami sudah menyiapkan semuanya. Tinggal tunggu waktunya saja, kami juga akan menikah.”
“Sampai kapan? Sampai kau renta? Sampai dia sulit memiliki anak? Nenek minta padamu. Turuti saja kemauan ayah ibumu. Usia 32 tahun  sudah sangat cukup untuk menikah. Mereka sudah mengijinkanmu menjadi pengacara daripada meneruskan bisnis ayahmu. Kau masih mau melawan mereka karena keinginanmu?”
“Nenek… Aku mencintai kekasihku.”
“Apa kau tidak mencintai ayah ibumu?”
“Tentu saja aku mencintai mereka, meeka adalah segalanya untukku.”
“Lalu apa lagi yang kau risaukan?”
“ Entahhlah nek, aku ingin pulang dulu. Akan ku pikirkan semuanya.”
“Jangan terlalu lama, Ayah dan ibumu sangat ingin kau segera menikah.”
“Iya nek. Aku pulang dulu. AKu mencintaimu.” Kata Kyuhyun pada Neneknya.

Kyuhyun keluar dari rumahnya dan menyusul teman temannya ke Club.
“Apa?? Menikah?” Kata Dong Hae dan Tae Wo.
“Bukankah Shin Hee  sedang di perancis selama dua tahun?”
“Bukan dengan Shin Hee.”
“Lalu?”
“Seorang gadis gila urakan dan tukang mabuk.”
“ Siapa?”
“Namanya Soo Yeon, aku bertemu dengannya disini kemarin dan dia mabuk berat dan aku melihat dia sedang dianiaya seorang pria. ku bawa kerumah ingin ku tolong. Tapi ibuku melihat dia ada dikamarku. Ibuku sangat marah dan menyuruh kami menikah.”
“Kau tidur dengannya?” Kata Tae Wo
“Mana mungkin, Kau tidak tau aku saja!”
“Mana mungkin dia meniduri wanita, kekasihnya saja tidak pernah tidur dengannya.” Sanggah Dong Hae.
“Lalu kenapa dia di kamarmu.”
“Saat masih mabuk dia masuk kekamarku dan tertidur.”
“Waaah, sepertinya ini menarik.” Kata Tae Wo
“ Lalu bagaimana dengan Shin Hee?” Tanya Dong Hae.
“Itu yang sedang ku pikirkan.”
“ Menikah saja selama setahun. Bukankah Shin Hee di Perancis dua tahun. Dia tidak akan tahu kau menikah. Setelah setahun. Ceraikan saja gadis itu.”
“Nikah kontrak maksudmu?”
“Majda, di drama drama pernikaha kontrak terlihat sangat mudah dilakukan.”
“Kasian gadis itu kalau kau nikahi seperti itu.” Kata Dong Hae. Dia adalah malaikat tampan baik hati yang tidak akan mengenal kata menyakiti wanita. Itu adalah alasan  kenapa dia tidak ingin menjalin asmara sampai saat ini.  Dia terlalu takut menyakiti wanita.
“Aaaa, aku malah disini semakin gila melihat dua temanku seperti angel dan devil yang sedang menggodaku.” Kata Kyuhyun bersiap siap pergi meninggalkan mereka.
“:Hei ini bukan jahat, ibumu akan mengerti jika kehidupanmu tidak bahagia nantinya. Menikah sajalah dulu untuk menghargai orang tuamu lalu berpura puralah tidak bahagia. Dan kau bisa menyewaku saat perceraianmu”
“khhh Tae Wo adalah orang paling sinting yang aku temui, kau mau mempercayainya?.” Tanya Dong Hae.
Kyuhyun meninggalkan dua sahabatnya yang sedang berdebat tentang dirinya. Melajukan mobil menuju apartemennya. Kyuhyun menyesal kenapa harus menolong gadis itu jika membuatnya dalam masalah seperti ini. Ia memikirkan pembicaraan dua temannya tadi, untuk membuat semuanya berjalan lancar sepertinya usul Tae Wo ada benarnya, tapi dari sisi kemanusiaan Dong Hae adalah malaikat. Setelah sampai di Apartemen dia segera mengganti baju dan menjatuhkan diri di tempat tidurnya.
“Aah, handphonenya di tasku, apa dia menelepon untuk mengambilnya.” Kyuhyun melihat di layar handphone Soo Yeon. Ada 13 panggilan tidak terjawab, dan beberapa pesan di handphone itu. Lalu tiba tiba teleponnya bordering lagi.
“Hei kau, aku sudah di Lobi apartemenmu. Bisa kau keluar membawa handphoneku?”
“Aku lelah datanglah besok pagi.” Kata Kyuhyun lalu menutup teleponnya.
“Hei kau! Yaak.. ah brengsek sial”
“kenapa?” Tanya Hae So.
“ Kita diminta kembali besok pagi.”
“Yaa, dia benar. Lagipula Ini sudah malam kenapa kau meminta dia membawakan handphonemu.” Hae So malah membela Kyuhyun.

*******
Esok Paginya, Nyonya Cho sudah berada di apartemen anaknya menunggu calon menantunya datang. Soo Yeon pergi sendiri ke apartemen Kyuhyun untuk mengambil Handphonenya. Saat memencet bel, Nyonya Cho yang membuka dan segera menyuruhnya masuk.
“Bagaimana? Sudah siap?”
“Siap?”
“Dimana rumah nenekmu, kita pergi bersama ke sana.”
“Mwo?” Kata Soo Yeon
“Kita akan membahas pernikahan kalian.”
“Tapi saya kesini ingin mengambil handphone..dimana Kyuhyun?”
“Dia sedang bersiap ke kantornya.”
“Saya tidak mau menikah dengan Kyuhyun.”
“Kau harus menikah, walaupun dia pergaulannya terlihat sangat bebas. Dia pandai berkomitmen. Tenang saja.”
“Tapi aku masih…” Suara Soo Yeon terpotong oleh Kyuhyun.
“Kau sudah datang rupanya. Ini handphonemu tapi batrenya habis jadi sudah mati.” Sambil menyodorkan Handphone Soo Yeon dari saku jasnya.
“Kau tidak menjelaskan kepada ibumu kalau kita tidak akan menikah?”
“Ikuti saja maunya, nanti setelah ini kita bicara. Oiya berikan nomormu aku akan menghubungimu nanti.”
“Untuk apa? Aah kupikir kita tidak akan menikah.”
“Tenang saja. Kita tidak akan menikah.”
*******
Soo Yeon dan Nyonya Cho segera melajukan mobilnya menuju ke tempat neneknya tinggal. Dia tinggal di Busan bersama seseorang yang menjaganya. Sampai di sana mereka mendapati rumah neneknya kosong sehingga Soo Yeon cemas. Rumahnya tidak pernah kosong, dan nenek Soo Yeon selalu ada di rumah. Kenapa sekarang rumahnya tidak berpenghuni seorangpun. Akhirnya Soo Yeon menanyakan kepada tetangganya. Tetangganya mengatakan neneknya sudah di rumah sakit sejak semalam. Penyakit diabetesnya kambuh. Soo Yeon dan Nyonya Cho lalu menuju rumah sakit yang dikatakan tetangganya.
Dia bertanya pada petugas tentang keberadaan neneknya. Setelah mendapatkan petunjuk arahnya, mereka masuk ke ruang neneknya di rawat. Di sana neneknya sudah terjaga dan Lee Ye Na sedang tertidur karena lelah menunggui sejak semalam.
“ Halmoni, bagaimana keadaanmu? Aku sangat cemas mendengarmu masuk rumah sakit.”
“Lihat siapa yang datang? Kenapa kau kemari cucuku?”
“Nenek, kenapa tidak mengabariku kalau kau sakit?”
“Aku hanya sakit sedikit. Kau tidak perlu cemas.. Yeoni-ah, kau datang dengan siapa?”
“Annyeong Hashimnika, perkenalkan saya Kim Hanna.”
“Aaa…Kim Hanna. Yeoni-ah apa dia tidak terlalu tua untuk menjadi temanmu?” Bisik Nenek kepada Soo Yeon.
“Haaish..bukan nek. Dia bukan temanku.  Dia adalah ibu tem…”
“Saya calon ibu mertua cucumu, Soo Yeon.”
“Aigo… apa yang dia katakan?”
“Sebenarnya…” Seo Yeon mendesah panjang ingin menjelaskan apa yang terjadi
“Sebenarnya begini, apa tidak apa apa membahas ini saat anda sedang sakit.”
“Barabwa!” Kata nenek Soo Yeon pada Nyonya Cho.
“Aku sangat ingin menikahkan cucu anda dengan putra kami.”
“Mwo?? Apa yang dia katakan Soo Yeon?”
“Saya mengerti anda akan sangat kaget tapi pasti anda akan mengerti jika anda tahu kejadiannya.”
“Jangan jangan kau hamil! Yeoni-ah.. apa kau hamil?”
“Annio, bagaimana bisa hamil…kalau..”
“Jadi begini ceritanya saat itu saya sedang menuju apartemen putra saya…” Nyonya Cho menjelaskan detail permasalahan yang terjadi kepada nenek Soo Yeon. Neneknya sangat terkejut mendengar permasalahan itu namun akhirnya menyetujui pernikahan mereka.
“Nenek, anda tenang saja karena pernikahan ini akan menjadi urusan kami, nenek hanya perlu member restu, datang ke acara dan menjadi bagian dari keluarga kami. Kami sangat senang anda mau merestui mereka menikah.” Kata Nyonya Cho lagi.
“Apa yang bisa kulakukan selain merestui cucuku menikah. Lagipula aku sudah tua. Harus ada yang menjaga gadis kecilku ini.” Kata Nenek Soo Yeon.

            Persiapan pernikahan sudah hampir 90 % dan Soo Yeon masih saja enggan untuk tau tentang pernikahan itu. Kyuhyun hari itu menjemput Soo Yeon di Apartemennya dan mengajaknya untuk membeli cincin pernikahan dan gaun yang akan dipakai Soo Yeon.
“Aku tidak peduli apa yang akan ku pakai di hari pernikahanku. Hiih, memangnya aku mau menikah? Haaish…kenapa nenek merestuinya tanpa meminta pendapatku dulu? Aku cucunya atau bukan sih.” Soo Yeon mengomel dalam hati sambil melipat lipat wajahnya.
“Apa yang kau pikirkan?” Tanya namja itu.
“Aku masih ingat kau bilang padaku untuk tenang,  karena kita tidak akan menikah. Tapi kau mengajakku membeli cincin dan gaun pernikahan? Lalu apanya yang tidak jadi. Berhentilah sekarang sebelum uangmu terlalu banyak kau habiskan untuk ini semua!”
 “Ayo kita menikah saja!” Itu lah yang tiba tiba keluar dari mulut Kyuhyun.
Soo Yun mngernyitkan dahinya. Tidak salah dengar? Kenapa dia malah seperti menginginkan pernikahan ini.
“Apa kau benar benar menyukaiku sekarang sampai kau mengajakku menikah.”
“Tidak usah terlalu percaya diri begitu. Aku hanya ingin menuruti kemauan ayah ibuku.”
“Kau tidak punya keberanian menolaknya?”
“Sudah kutolak, bahkan sampai memohon. Tapi ayah tidak mendengarku.”
“ Tapi kita tidak saling mencintai.”
“Kita bisa bercerai nanti, aku juga punya kekasih aku ingin menikahinya.”
“Kau pikir aku menikah untuk diceraikan?”
“Kau tidak mau bercerai denganku? Apa sekarang kau yang menginginkan aku?”
“ Ciih yang benar saja…makanya aku tidak mau menikah denganmu”
“Lalu? Kau benar benar tidak mau menikah denganku? Hei kau satu satunya wanita yang tidak mau menikah denganku.”
“ Mwo? Jadi sekarang kau yang terlalu percaya diri? “
“Berhenti mengoceh, aku sedang mengatur rencana.” Kata Kyuhyun.
“Apa?”
“Bagaimana kalau menikah kontrak?”
“Aku tidak mau.”
“Kenapa?”
“Aku tidak mau menikah dengan cara konyol seperti itu.”
“Hahaha, kau kira rencana pernikahan ini tidak konyol? Ini sudah konyol sejak awal. Kau tau?”
“Arraseo, tapi aku benar benar tidak mau menikah kontrak.”
“Lalu apa kau punya rencana lain?”
“Kalau aku kabur saat pernikahan, bagaimana?”
“Kau akan membuatku dan keluarga malu Pabo ya!”
“Aah kau benar..Lalu? Ottohke?” Soo Yeon merengek pada Kyuhyun.
Setelah mengalami perdebatan yang panjang didalam perjalanan. Akhirnya Soo Yeon menyetujui ide dari Kyuhyun. Yaitu pernikahan Kontrak. Kontrak dibuat selama satu tahun. Pernikahan akan dilaksanakan secara tertutup. Hanya beberapa kerabat dan teman yang datang. Pernikahan harus disembunyikan dari siapapun. Tugas suami dan istri selayaknya tugas suami dan istri secara nyata, Suami mencari nafkah dan istri melayani suami, hanya saja tidak ada kontak fisik secara seksual.
“Kau yang buat surat perjanjiannya dan akan aku cek. Aku tidak meminta banyak padamu. Tinggal kau jalani peranmu sebagai istri saja sudah cukup.”
“Peran istri? Bagian itu kurang jelas. Peran istri apa saja? Lalu peran suami apa?”
“Kau harus pergi setelah aku pergi dan pulang ke apartemen sebelum aku pulang, kau harus menyiapkan sarapan dan makan malam jika ku minta, lalu membersihkan apartemen, dan mengurus segala keperluanku.Peran suami adalah memberikan gaji bulanannya untukmu.. ”
“Jeongmal?”
“Hahaha, tentu tidak semua.”
“Mwo ya? Kau malah seperti menjadikanku pembantu di apartemenmu?”
“Ottohke?” Tanya Kyuhyun tersenyum separuh bibirnya.
“Bisakah kau mengurus segala keperluanmu sendiri? Aku sudah mengurus apartemenmu. Masa aku harus mengurusmu juga. Lalu bagaimana tugas kuliahku?”
“Anni, kau yang mengurus!”
“Pemerasan tenaga ini namanya…”
“Kau harusnya berterimakasih padaku,, Aaa sudah sampai, masuklah dan pilih gaun yang kau suka. Aku akan pergi ke kantor?”
“Mwo? Kau bilang kita pergi bersama?”
“Aku harus bertemu Klien. Lagipula mau bagus atau jelek menurutku itu tidak terlalu penting. Pernikahan ini Cuma kontrak.”
“Lalu cincinnya? Pilih saja yang kau suka ini kartu kreditku.” Kyuhyun menyodorkan kartu persegi berwarna gold.
“Apa ini? Kau membiarkanku mengurus sendirian?”
“Jangan berpikir ini pernikahan sungguhan sampai sampai kau ingin melakukan bersama calon suamimu.”
“Apa? Kau benar benar…”
“Nanti jam 1 ku jemput dan kita bersama sama ke rumah ibu, mereka ingin bertemu denganmu.”

“terserah kau saja.”

No comments:

Post a Comment