Love or Stupid??
Hari hari terus berjalan, beberapa kali
Ara mencoba untuk tidak bertemu Kyuhyun dalam kesempatan apapun. Tapi ada saja
saat mereka akhirnya bertemu.
“Aah aku lapar sekali Ara..” Kata SeNa.
“Aku juga, Ayo kita makan..” Sahut Ara.
“Kau memang paling bersemangat kalau sudah urusan makan.”
“Dan kau orang yang paling tepat untuk kuajak makan..”
Mereka berdua berjalan ke kantin dan membeli kupon makanan.
Setelah membeli kupon, mereka mengantri untuk memesan makanan yang disediakan.
Tapi ada yang menarik perhatian mereka. Kyuhyun tepat di depan mereka. Dia juga
sedang mengantri memesan makan. Ara sedikit canggung melihat Kyuhyun berada di
depannya. Akhirnya SeNa berada diantara mereka berdua. Kyuhyun menoleh dan
menyadari keberadaan Ara. Dia berbalik dan menyuruh SeNa mengambil tempatnya.
Kyu dan Ara sedang berhadapan sekarang.
“Waah, kau gadis tangguh ya? Apa kurang puas hanya satu kelas
denganku? Hingga kau mengikutiku di kedai dan di kantin?” Kata Kyuhyun
“Mworago?” Tanya Ara tidak mengerti arah pembicaraan Kyuhyun.
“Kau ingin makan bersamaku?” Tanya Kyuhyun dengan sombongnya.
“Ne?” Ara semakin tidak mengerti.
“Ne?” Tanya Kyuhyun
Akhirnya mereka duduk di meja yang sama bersama SeNa danMinHo.
Tidak lama, beberapa gadis yang notabene populer di kampus datang dan
menghampiri Kyuhyun. Mereka memandang Ara dengan tatapan ejekan
“Lihat siapa disini…Seleramu benar benar memburuk Oppa?”
“ Maksudmu?” Tanya Kyuhyun pada pentolan gadis popular itu, Jang
Nara
“Kau makan bersama gadis asing ini?” Tanya Jang NaRa.
“Dia sangat ingin berada dekat denganku. Dia mengikutiku kemanapun
aku pergi.” Kata Kyuhyun
“Benarkah? Ciih tidak punya malu..” Kata NaRa.
“Aku hanya ingin menyenangkan hatinya saja. Dia terlalu berlebihan
menganggapku menyukainya.” Kata Kyuhyun berbisik pada Nara. Namun bisikan itu
terdengar oleh Ara.
“Tapi aku ingin makan bersamamu Oppa.” Kata Nara dengan manja.
Ara hanya diam, Dia benar benar tidak bisa mencaci orang dengan
bahasa Korea, selain bahasa Koreanya belum begitu matang. Ara bukan tipe orang
yang mampu memuntahkan amarahnya begitu saja saat hatinya sakit. Ara akhirnya
memilih pergi dari tempat duduknya yang tepat didepan Kyuhyun.
“Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun.
“Aku sudah selesai makan.. Kau boleh duduk disini.” Kata Ara pada
Gadis gadis itu. Ara bahkan belum menyentuh setengah makanannya. Tapi mendengar
kata kata Kyuhyun itu, tiba tiba perutnya merasa kenyang.
“ Apa aku kelihatan sudi makan di bekas tempatmu makan bersama Kyuhyun?”
“Terserah kau saja! Ayo SeNa..” Ara mengajak SeNa yang juga belum
menghabiskan separuh makanannya
Ara berjalan cepat keluar kantin disusul SeNa dibelakangnya. Ara
menangis sesenggukan. Kenapa Kyuhyun yang dia pikir sangat baik dan bersahabat
menjadi sangat merendahkannya hanya karena dia pernah membawakannya semangkuk
bubur ke apartemennya. SeNa pun ikut kesal dengan perilaku Kyuhyun kepada
sahabatnya. Sisa sisa kekaguman Sena pada Kyuhyun pun lenyap. Berbeda dengan
Ara. Walaupun betapa menyakitkannya Kyuhyun memperlakukan dia seperti itu. Ara tetap
mencintainya. Ara seperti telah memberikan hidupnya pada Kyuhyun malam itu dan
seterusnya dia akan mencintai Kyuhyun sepanjang waktunya. Berada di dekat
Kyuhyun menjadi terasa berat untuk Ara. Setiap masuk kelas Musik dan bertemu
Kyuhyun, ada rasa ingin menghindar, tapi perasaan cinta Ara membuat Ara juga ingin
tetap melihatnya.
Dear God,
Menjelaskan perasaan cinta memang sangat sulit. Bahkan hampir bisa
dibilang bodoh. Seperti perasaanku mencintai Kyuhyun. Semua orang didekatku
mengatakan aku bodoh karena mencintai seorang Playboy seperti Kyuhyun. Dengan
mudahnya dia berganti menggandeng wanita di depanku. Tapi aku masih
mencintainya. Dan masih mencintainya. Merendahkanku didepan gadis gadis populer
itu memang menyakitkan. tapi kenapa aku masih mencintainya?
Aku mencintai atau membodohi diri sebenarnya?

No comments:
Post a Comment