Saturday, April 16, 2016

[ENG/HAN/ROM] SUPER JUNIOR KRY - ...Ing (KRY Japan Tour Phonograph DVD)









Saat Konser "KRY Phonograph in Jakarta", lagu ini dikumandangkan setelah My Love My Kiss My Heart. Memory tentang stage ini emang agak kurang karena saat itu seat pink lagi kena syut mas kameramennya dan karena duduk di depan sendiri jadi jadi sibuk bebenah muka sambil goyang goyang stick.

Jung atau ....ing. Tanpa tahu artinya pun, cuma denger mereka nyanyi kita udah tahu ini lagu patah hati, dalem banget dan mewakili perasaanku saat itu. Untung waktu itu aku nggak ngerti arti lagu ini baris per barisnya  dan emang belum mau tau. Jadi nikmatin lagunya masih sambil senyum senyum gitu liat mereka yang wajahnya sendu sendu imut sambil naik turun dan muter muter di stage


 (I dont know why they still look cute at 30yo)





Lha, pas udah ngerti sama Lyricnya jadi suka banget sama lagu ini. Apalagi pas bagian 

I'm still forgetting you. My heart's still aching.
I'm still Hating You. I'm still forgiving you. 
Whatever is okay. Love is over
I'm going back to the day where i didn't know you...

Tuesday, April 12, 2016

(before all in 4)


Cerita ini cuma kisah sebelum all in part 4 karena saya lagi males nulis banyak, sekarang masih ngurus modul dan tryout alat tes. Cuma buat pemanasan aja dan cerita selanjutnya bakal jadi Kyu sided, atau Kyu pov. Mengungkapkan sisi sebenarnya dari Kyuhyun dan sikap sikapnya. Apakah dia benar benar tidak ingin bercerai dengan Hyeon, ataukah ada alasan lain. Cinta kah? Dendam yang belum terbalaskan kah? Atau entahlaah...  happy reading. 



*******



“Oppa... ayo bercerai saja!” kata Hyeon, kata katanya lemah tapi menyiratkan keyakinan. Mereka berdua mematung di depan rumah sakit. Kyuhyun sangat terkejut dengan kata kata yang keluar dari mulut Hyeon Jung. Kyuhyun tidak mau membahasnya sekarang.


Mereka sudah berada di depan rumah sakit. Tapi Kyuhyun tidak berencana masuk dengan kondisi Hyeon yang berantakan, Kyuhyun tidak ingin orang tua Hyeon heran dengan penampilan  Hyeon yang sudah mirip gadis berandalan, Keringat yang bercucuran dan rambut yang tidak tertata, seragamnya juga sedikit kotor karena Hyeon sempat tersungkur saat bermain di taman. Walaupun wajahnya masih tetap manis..

“ Kita bicarakan ini di rumah saja.”


“Oppa!” suaranya satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya.


“Wae?”


“Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”


“Bagiku itu bukan pertanyaan.”

Kyuhyun menarik Hyeon ke mobil, mereka masih terdiam dengan pikiran masing masing. Hyeon menatap keluar jendela dan Kyuhyun masih sibuk menyetir. Sesekali Kyuhyun melirik ke arah Hyeon yang masih lekat dengan pandangannya di luar mobil. Sepertinya sekarang, Kyuhyun bukan lagi perhatiannya.

“Kau sudah makan?”


“Aku tidak ingin.”


“Kita makan dulu.”


“Aku ingin pulang!!”


Kyuhyun mengalah dan menuruti mau Hyeon, tidak mau memperdebatkan masalah kecil semacam ini karena masalah besar sudah menanti mereka di rumah. Mobilnya mengarah ke apartemen mereka. Setelah sampai di parkiran, Hyeon keluar dari mobilnya dengan cepat, dia berjalan  di depan Kyuhyun karena tidak mau menyamai langkah meski Kyuhyun sudah mempercepat jalannya.

Hyeon Jung langsung masuk ke kamarnya tanpa bicara apapun. Mengunci pintunya dan berbaring di ranjangnya. Pikirannya bercabang cabang.

Dia marah, sedih dan juga kecewa. Tidak begitu mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan. Di sisi lain dia marah dan terluka karena Kyuhyun masih menjalin hubungan dengan Sarah dibelakangnya. Sedih karena ternyata orang tuanya membuat Kyuhyun kehilangan keluarganya, dan kecewa karena Kyuhyun hanya bermain main dengan pernikahannya.


“Hyeon, bisa kita bicara?”


“Tidak!” Jawab Hyeon dari dalam kamarnya. Kyuhyun menghela nafas.


“Kau bilang ingin bercerai padaku, kau tidak mau mendengar jawabanku?”

Hati Hyeon malah khawatir, apakah benar dia memang memikirkan perceraian dengan Kyuhyun. Apa dia sungguh sungguh dengan kata katanya tadi. Hyeon tidak menjawab. Dia masih berpikir dan berpikir. Apakah dia akan membuka pintunya atau  membiarkan Kyuhyun berbicara di depan pintunya.

Hyeon membuka pintu kamarnya, kemudian duduk di depan ruang TV.  Di hadapannya, Kyuhyun berdiri menantang. Berjalan mondar mandir.

“Aku pusing melihatmu begitu, kenapa tidak duduk saja?” kata Hyeon yang merasa terganggu dengan pergerakan Kyuhyun di hadapannya.

Kyuhyun akhirnya berdiri dengan menyandarkan tubuhnya di meja sebelah Televisinya. Kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana.


“Kau benar benar serius dengan perceraian kita?”


“ Iya..”


“Kenapa?” Tanya Kyuhyun.


“Kau tidak menyadari apapun?” Hyeon kesal. Selama ini dia sudah menahan semuanya dan berharap semuanya akan berubah, tapi apa yang Hyeon dapatkan dari Kyuhyun. Dia hanya mendapatkan pengkhianatan dan sikap Kyuhyun yang tidak pernah bersahabat, dan yang terakhir, dia hanya menjadi bahan balas dendamnya.


“Karena Sarah? Apa ini karena pertemuanku dengan Sarah di Casino kemarin malam?” Tanya Kyuhyun.


“Kau hanya menyadari satu hal Oppa..” Jawab Hyeon.


“Lalu? Apa kau tahu yang sebenarnya terjadi?”


“ Aku tahu semuanya! Bahkan saat kau menghabiskan setiap malammu bersama wanita itu dulu. Ah, aku bisa gila kalau mengingat apa yang ku tahu tentangmu.” Tegas Hyeon. “Kita bercerai saja. Aku lelah dengan semuanya Oppa.”


“Kau sangat mudah mengajakku menikah, kau juga sangat mudah mengajakku bercerai. Apa kau pikir pernikahan kita main main? Yang bisa kau akhiri begitu saja?” Kyuhyun naik darah, merasa dirinya dipermainkan oleh Hyeon. Diajak menikah dan bercerai begitu saja.


“Bukankah maumu begitu? Kau sudah mendapatkan perusahaanku.”


“Hyeon, kau pikir aku menikah denganmu hanya karena perusahaanmu?


“Lalu apa? Bukankah sudah sangat jelas. Kau sudah mendapatkan perusahaanku, maka kau sudah tidak perlu bersamaku lagi.”

“Hyeon!!”


“Aku tidak meminta perusahaan yang sudah ku berikan padamu kembali. Anggap saja itu sebagai kompensasi karena perbuatan ayahku pada ayahmu.”

Kyuhyun terkejut, sikapnya yang berapi api berubah khawatir. Matanya menatap ke dalam mata Hyeon yang menggelap. Dia melihat Hyeon sedang menahan seluruh kepedihannya di sana.


“Darimana kau tahu tentang itu?” tanya Kyuhyun.


“Aku akan mempertanggung jawabkan semuanya. Jika dengan kepemilikan perusahaan kau sudah sangat puas. Maka kau sudah mendapatkannya. Apalagi yang perlu kau pertahankan dari hubungan kita. Lagipula.... kau tidak pernah mencintaiku, Oppa.”


“Hyeon, dengarkan dulu...”


“ Apa lagi?”


“Aku tidak akan bercerai denganmu.” Jawab Kyuhyun. Lalu meninggalkan Hyeon ke kamarnya. Dia menaiki tangga sampai tepat di ujung atas. Dia menoleh ke bawah. “Sampai kapanpun!”







Sunday, April 3, 2016

Finally, We’re together (After Story “Never Say Good Bye”)

Ini adalah after story dari Never Say Goodbye yang terdiri dari 3 part. Biar nggak bingung atau pernah baca tapi lupa ceritanya boleh baca dulu  di NSG (part 1) NSG (part 2) NSG (Part 3 End) 



_Kyusided_



Aku sungguh bersyukur akhirnya Hyeon menerimaku kembali setelah lima tahun perpisahan kami. Kalau saja aku tidak menjadi pria yang pengecut. Aku tidak perlu menunggu waktu selama itu  untuk kembali pada Hyeon.



Kalau saja aku tahu Hyeon masih mengharapkan kedatanganku dua tahun setelah perpisahan kami. Aku pasti akan datang dan meminta maaf seperti yang dia katakan.




“Apa kau pikir aku tidak akan memaafkanmu kalau kau datang walaupun sangat terlambat? Kau  seharusnya datang, meminta maaf padaku. Jika aku masih belum memaafkanmu. Teruslah minta maaf. Jika aku masih mengusirmu, kau seharusnya datang lagi esok harinya dan lakukan setiap hari sampai aku memaafkanmu.” 




Itu adalah kata kata Hyeon yang paling ku sesali.




Aku duduk bersama Hyeon di kantin Teater setelah selesai pertunjukan untuk mengganjal perutku. Tenagaku habis. Pertunjukan tadi adalah pertunjukan terakhirku di teater Seoul, dan dua hari lagi aku memulai pertunjukan di beberapa kota.




“Bagaimana kalau aku bertemu ayah dan ibu lagi besok malam?” Tanyaku pada Hyeon. Hyeon masih mengaduk aduk minumannya dan memikirkan sesuatu.




“Kau benar benar yakin akan menemui mereka lagi?”



Hubunganku dengan Hyeon sudah baik baik saja semenjak kejadian dramatis malam itu. Kami kembali menjadi pasangan kekasih dan semakin romantis seperti pasangan baru dari hari ke hari.




Sayangnya, orang tua Hyeon menentang hubungan kami.




Bagaimana tidak? Aku sudah melukainya di hari pernikahan kami. Aku menjadi pengecut di hari pernikahan kami. Meninggalkannya dengan luka dan rasa malu yang mungkin tidak akan pernah dia dan orang tuanya lupakan.



Seharusnya saat itu aku membalas pesannya dan menghubunginya. Bukan hanya mengetik beberapa kata kemudian menghapusnya kembali. Seharusnya aku meneleponnya atau menulis pesan padanya  untuk menungguku.




Kalau saja aku tidak terlalu pengecut aku tidak akan menunggu saat saat seperti ini selama lima tahun.




Bodohnya aku!




Kalau  Jong Hyeon tidak menikah dengan Ji Won. Dia pasti menikah dengan Hyeon, dan aku tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Hyeon kembali. Ini adalah kesempatanku, aku tidak boleh mengecewakan Hyeon lagi.  




“Aku yakin Hyeon, Aku sudah mengecewakan orang tuamu, jadi tugasku seakarang adalah meyakinkan orang tuamu kembali. Apa perlu aku melamarmu hingga mereka percaya lagi padaku?”




“Kau lari saat pernikahan Kyu, lamaranmu tidak akan ada artinya.”





“Kalau pernikahan?”





“ Apa perlu ku tegaskan lagi? Kau pergi saat pernikahan Kyu. Menjanjikan pernikahan tidak akan ada artinya juga.”




“Apa maksudmu tidak ada kesempatan lagi?”




“Bersabarlah, kita hadapi orang tuaku bersama sama. Ibuku sangat tahu aku masih mencintaimu. Apakah seorang ibu akan membiarkan anaknya bersedih hati sepanjang waktu?”



“Lalu ayahmu?”




“ Kau harus bekerja lebih keras untuk itu.”


****



Satu bulan berlalu setelah pembicaraan itu. Tuhan tahu aku begitu tulus untuk memulainya kembali bersama Hyeon, begitu pula orang tua Hyeon. Mereka menyetujui hubungan kami setelah pembicaraan yang panjang, tak jarang perdebatan terjadi antara Hyeon dan orang tuanya.



Pernikahan kami dilaksanakan di Seoul. Tapi kami memutuskan untuk mengundang keluarga dan kerabat dekat saja.



“Kalau kau tidak pergi saat itu, kita tidak perlu menghabiskan uang dua kali untuk pesta pernikahan.” Kata Hyeon padaku




“Aku bisa membiayai pernikahan yang sama seperti sebelumnya. Bahkan lebih mewah.”



Hyeon mendelik padaku. Apa naluri seorang istrinya sudah mulai muncul, untuk menghemat pengeluaran suaminya atau ada alasan lain.




“Apa gunanya lebih mewah kalau kau pergi lagi...” jawab Hyeon




Aku tersenyum menenangkannya. “Tidak akan Hyeon, kali ini percayalah padaku.”




***


Lima Tahun Kemudian...




“Cho Hyun Ra... mandi!!!”




Seorang gadis kecil berlari kearahku. Kemudian bersembunyi di balik badanku, tangannya memegang sisi kanan dan kiri jahitan celanaku dan memiringkan kepalanya,  mengintip ibunya yang sudah kelelahan mengejarnya untuk mandi sore.



“Ayah, ibu berteriak padaku.”




“Hyeon, kenapa berteriak padanya?” Tanyaku.




“Aku sedikit lelah mengurus rumah hari ini, tapi masih harus berkejar kejaran dengan Hyun Ra selama satu jam, dan dia tetap tidak mau mandi.”





“Hyun Ra sayang, kenapa kau tidak mau mandi?”Tanyaku. Anakku yang satu ini sedikit keras kepala, sama sepertiku.




“Aku masih ingin bermain yah.” Kata Hyun Ra dengan suara kecilnya.




“Kau bisa bermain lagi setelah mandi sayang, dan kau harus menuruti apa kata ibumu. Arraci?”





“Ne, algesseumnida...” Ucap gadis kecilku.




Tiba tiba suara bayi menangis dari kamar kami.



“Kau dengar Yeobo? Aku ingin memandikan Hyun Ra sebelum Hyun Bin bangun. Tapi karena Hyun Bin sudah bangun. Kau saja yang memandikan Hyun Ra.”




Lma tahun sudah berlalu, aku dan Hyeon sudah memiliki dua orang anak. Cho Hyun Ra, gadis kecil berusia empat tahun itu sangat dekat denganku dan selalu menempel padaku sepulang kerja. Dia memiliki sifat dan fisik yang mirip sepertiku. Anak ke dua kami adalah Cho Hyun Bin. Anak laki laki berusia lima bulan, Karena Hyun Bin masih bayi dan butuh pengawasan ibunya selalu, Hyeon keluar dari pekerjaannya dan ku minta untuk fokus pada mereka berdua.




Untung Hyeon adalah istri yang penurut. Dia mengorbankan karirnya untuk kedua buah hati kami. Mungkin awalnya berat bagi Hyeon, dari seorang wanita karir gila kerja menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus dua anaknya dan bayi besar ini.  Tapi Hyeon tahu, kedua buah hati kami lebih berharga daripada apapun. Hyeon tidak menyesalinya.




Seiring berjalannya waktu, aku semakin mencintainya.  Mencintai Hyeon dan dua buah hati kami yang tumbuh dengan sangat baik.



Masa lalu yang terjadi diantara kami adalah pelajaran hidup  bagi kami untuk menghargai setiap waktu, untuk tidak bersikap pengecut, untuk berani mengambil resiko dan untuk berani mengakui kesalahan dan kebesaran hati untuk memaafkan.



Kalau saja aku tidak bekerja bersamanya, aku mungkin akan tersiksa dengan kesendirianku karena selalu merasa bersalah pada Hyeon. Kalau saja aku tidak berani meminta maaf atas kesalahanku, aku mungkin akan menyesalinya seumur hidupku.Hyeon mungkin tidak akan hidup bersamaku dan kedua anak anakku.



Bersamanya adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan. Ternyata lebih baik hidup saling diam setelah bertengkar hebat daripada harus diam sendiri karena tidak berani mengakui bahwa diri kami masih saling mencintai.




Saturday, April 2, 2016

2 Januari 2016








Kau tahu hari apa yang paling membuatku bahagia setelah kepergiannya? Ya, hari saat aku bertemu penyanyi idolaku yang sudah beberapa tahun ini ku kagumi.



"Kak, dia tidak seindah yang selama ini kakak pikirkan lo.." kata teman yang baru kukenal di dalam bus yang membawaku ke tempat dimana aku akan bertemu dengan penyanyi favoritku itu.



"Maksudnya?"



" Yaah, seperti saat kita melihat bulan."



"Bercahaya?"



" Bergelombang kak.."



"Maksudnya?"



"Wajahnya kak, Wajahnya...."



Teman yang duduk denganku terpaut empat tahun denganku lebih berpengalaman tentang penyanyi favoritku itu. Dia juga sama denganku, tapi dia menyukainya lebih dulu.



 Kami menyebut diri kami SparKyu.


SparKyu adalah nama fans resmi Kyuhyun. Selain menjadi seorang ELF kita juga bisa memilih siapa member favorit kita di Suju atau bisa dinamakan bias. Kalau kita Kyuhyun biased berarti kita termasuk SparKyu.



"Kak, line berapa?"



"93..." haha maaf ini pembohongan publik.



Who cares... yang terpenting sekarang aku akan bertemu penyanyi idolaku. Aku benar benar tidak sabar.



Setelah mengalami keberuntungan yang bertubi tubi akhirnya aku mendapatkan kursi yang "good view" Kyuhyunku hanya berjarak sekitar 10 meter dari seat "Pink" tempat aku duduk dan terpesona dengan segalanya.


"Ah, si Intan benar. Kyuhyun bergelombang.... di layar besar terlihat sekali pipinya yang seperti bulan."



Who cares?!!!!


Ketika awal Kyuhyun keluar dari stage, semua penonton berteriak Histeris. Tapi aku masih diam. Serasa tidak percaya akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung. Pria yang selalu berada jauh di sana. Perlu sebuah burung besi melewati laut china selatan dan laut china timur untuk berada dekat dengannya.



Mengapa harus tidak percaya? Kita tinggal di bumi yang sama, di bawah langit yang sama dan disinari matahari yang sama. Siapa peduli dia yang kemari atau aku yang kesana.



Bagian terpentingnya adalah akhirnya aku bertemu dengannya.




Apa aku jatuh cinta padanya?



Tidak ada yang bisa menolak pesonanya. Selain wajahnya yang tidak semulus porselen dan matanya yang hasil dari plastic surgery. Apapun tentang Kyuhyun selalu terlihat sempurna.


Tampan?


"Aku tidak perlu menjawabnya."




Tinggi?




"180 cm" Aku sangat suka pria tinggi.



Suara?



"Adorable! He's prince of ballads"



IQ?



"Oh ya Tuhan, perlukah pertanyaan itu di jawab? Dia memiliki IQ 138 dan dia adalah seorang Jenius!"




Akting?




"He's king of musical drama!"






 Emmm.....





"Tuhan tahu kau harus move on dari orang itu. Tapi mengapa harus Kyuhyun? Standarmu terlalu tinggi sayang. Kau bisa berdelusi nanti.." kata ku pada cermin yang baru kuambil dari dalam tas.





Dia bilang ELF tidak akan selingkuh ya?




"bagaimana bisa aku menyelingkuhi seorang Kyuhyun hanya karena dia akan pergi wajib militer?"




Non sense!




Hari itu, Dua Januari Dua Ribu Enam Belas. Hari dimana aku bahkan tidak teringar rasanya ditinggalkan. Karena aku terlalu bahagia karena sebuah pertemuan.




"Ingat lah hari ini jika kau memiliki hari yang berat."




Dan mulai saat itu, aku selalu mengingat hari dimana aku bertemu Kyuhyun dan setelahnya kesedihanku perlahan hilang.



"He's like a medicine. This guy is medicine! Medicine for my loneliness"



Menyadari kau mencintai seorang pria walaupun kau tahu seribu juta perenpuan kau mungkin tidak mampu memilikinya tapi kau masih tetap mencintainya



. Itu adalah hal paling tulus yang dilakukan fans.