Thursday, May 28, 2015

A New Day





Hari hari dengan awan gelap kemurungan ini terus saja menjelajah hari hariku. Tidak peduli mentari pagi bersinar sangat cerah di luar sana. Selimut putih tebalku melekat ,tidak pernah lepas dari atas tubuhku sejak dua hari ini.

Tuesday, May 26, 2015

BITTERSWEET

BITTERSWEET



“Memangnya kenapa kalau aku ingin menjalani hidupku bersama dia, Kau bahkan tidak bisa membuatku bahagia ?” Suara Hye Rin menggema di gendang telinga pria dihadapannya. Detik detik berlalu sangat lambat, gemanya masih terdengar. Kata kata itu seakan ingin membunuh pria yang masih berdiri beku dengan bibir pucat karena menerjang salju mengendarai Audi putih miliknya.

Saturday, May 23, 2015

Would we still be in love?






“Americano..”

“Baiklah, tunggu sebentar..” pelayan dengan efron berwarna coklat yang melekat di tubuhnya segera pergi mengambil pesanan pria berkulit putih pucat yang sedang duduk di sudut kedai kopi di dekat kantornya. Kacamata bening  bertengger di atas hidung mancung menawan. Tangan tangan itu bergerak menari diatas keyboard notebook di hadapannya. Matanya tidak pernah lepas dari layar, melirik ke sebelahpun tidak.

Friday, May 22, 2015

Hope



Percayalah hari-hari seperti ini akan segera berlalu... hari hari yg membuat makanmu tidak nikmat dan menurunkan berat badanmu beberapa kilogram, hari hari menyesakkan, hari hari dimana km ingin membunuh hatimu agar tidak merasakan apapun. hari hari yg membuatmu seperti ingin mati... hah iya... hari hari seperti ini memang mengerikan... tapi badai tidak selamanya datang kan? Dia pasti akan berlalu..berganti angin sejuk yg menyegarkan.. kau tidak perlu berdiri di puncak dinding ini... kembalilah. Itu tidak akan menyelesaikan hidup burukmu. Aku juga pernah merasakannya, hari hari sepertimu ini, terlalu buruk untuk diingatkan. Tapi sekarang aku sudah baik baik saja, percayalah... kau juga akan mengalami hal yg sama." Ucap gadis itu mengulurkan tangan kecilnya pada wanita yg baru ditemuinya dalam lift.

Wednesday, May 20, 2015

Damn, I'm Donkey!

Kim Min Young berjalan lunglai  menuju tepi ranjangnya, tangan yang baru saja memegang mouse itu gemetar tidak karuan. Komputer jinjing di meja belajarnya masih menyala terang berlatar belakang warna biru serta symbol sebuah media sosial bergambar burung.

Saturday, May 16, 2015

She's a butterfly





Gadis itu melewati setiap garis batas sadarku, membawaku melayang menjauh ke  sudut hatinya yang membeku. Dia kembali lagi, kali ini dalam mimpi mimpi malamku. Membawa setumpuk rindu yang sudah terjejal di hatinya.

Thursday, May 14, 2015

Mini drama "Don't Leave me" (Cho Kyuhyun part)



Cast : 
Cho Kyuhyun

Kim Hye Rin

Bak bak bak bak bak bak bak bak… suara  pantoufle hitam itu memecah keheningan sudut Kota Seoul. Suaranya semakin lama semakin keras, lalu terhenti di hadapan seorang yeoja (wanita) yang mematung sejak empat jam tadi.. Iya empat jam.  Nafasnya memburu, terengah engah  setelah berlari dari stasiun bawah tanah yang membawanya dari kantor ke persimpangan, tempat dia berhenti sekarang.

Monday, May 11, 2015

Complicated Heart (Chapter 6)


Author : Cho Anna

Genre : Drama, romance

Cast :

 Cho Kyuhyun

Kim Min Young

Lee Dong Hae


(author pov)

 Cahaya matahari menyusup di sela sela jendela kamar Min Young, hari senin selalu menjadi hari yang menyebalkan. Rasanya libur sampai hari minggu saja tidak cukup baginya. Apalagi kuliah hari senin selalu membuatnya mengebut dalam hal apapun, seperti mandi, sarapan, mengantar Soo Young, dan berangkat kuliah.

Wednesday, May 6, 2015

Memories Without Sound




Suara khas tanda gambar manusia yang menyala hijau di simpang empat Westminster bridge road berbunyi sejak tadi, Demian melangkah lebih cepat dan  menapaki zebra cross bersama puluhan pejalan kaki  yang lain.

Monday, May 4, 2015

Don’t Leave Me! Stay with me!



“Aku harap ini hanyalah mimpi. Jika ini mimpi, berhentilah sampai disini.”




Sofa putih itu menerima hentakan tubuhku, aku berbaring lemas. Aku berpikir aku melakukan hal yang benar. Dia menginginkannya dan aku menyanggupinya. Begitu kan cinta berjalan?  
“Kita berakhir!” Katanya mantap. Stephanie memasang wajah frustasi dengan beberapa butir air lolos dari sudut matanya. Ini bukan yang pertama dia menginginkannya, tapi aku selalu bisa menahannya di sisiku. Tapi kali ini berbeda, Aku mengiyakannya dan dia terlihat sangat terluka.
“Baiklah, terserah kau saja!” Kataku dan membiarkan dia berlalu.
Aku tahu itu bukanlah jawaban yang Stephanie inginkan. Dia ingin aku menahannya seperti biasa. Aku juga tahu Stephanie hanya menggertak sama seperti biasanya. Tapi kali ini aku lelah meladeni sikap kekanakannya itu. Aku hanya perlu menunggunya tiga hari, dan dia akan kembali padaku.
***

Sunday, May 3, 2015

Growing Pains

"Setiap irama detak jantungku 1  2  3  4  5 aku merasa aku menjatuhkan seluruhnya hari ini dan aku pikir aku telah melupakanmu… dan setiap detik bergulir mundur  5  4  3  2  1  aku pikir waktu telah berakhir"