Author : Cho Anna
Genre : Drama, romance
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Min Young
Lee Dong Hae
(author pov)
Cahaya matahari menyusup di sela sela jendela
kamar Min Young, hari senin selalu menjadi hari yang menyebalkan. Rasanya libur
sampai hari minggu saja tidak cukup baginya. Apalagi kuliah hari senin selalu
membuatnya mengebut dalam hal apapun, seperti mandi, sarapan, mengantar Soo
Young, dan berangkat kuliah.
Min Young berlari turun ke meja makan
dan mengambil sepotong roti dan selai kacang kesukaannya.Menyuruh Soo Young
untuk segera menyelesaikan sarapannya dan segera mengantar adik kesayangannya
itu ke junior high school. Setelah itu, Hyundainya berjalan cepat ke kampus.
“Astaga, kenapa hari senin selalu
membuatku lelah…” Min Young menggerutu dan berlari menuju kelasnya. Kuliah
sudah di mulai sejak 10 menit yang lalu.
“Kenapa terlambat Kim Min Young-sshi” Tanya Cho
Kangsanim pada Min Young.
“Jeosonghamnida tadi ada sesuatu yang
harus saya kerjakan dulu sebelum ke kampus.“
“Masuklah, Lain kali tidak boleh
terlambat.”
“Ne, …khamsahamnida”
Pria ini makin membuat Min Young
terpesona saja, kemeja birunya dan kacamata yang menghias mata coklatnya.
“Kenapa dia semakin menawan ya..” Min
Young bergumam dan segera membuang jauh jauh pikirannya. “Aaa tidak tidak, ini
tidak boleh..”
***
( Kim Min Young pov)
Hari ini semua anggota tim kembali
berkutat dengan penelitian, beberapa kendala masih seputar subjek penelitian
sehingga kami belum bisa melakukan pengambilan data.
“Kau bisa mencari info tentang subjek
penelitian kita?” Tanya Cho Kangsanim pada dua rekan setimku.
“Ne, kami mendapat rekomendasi dari
beberapa orang, kami akan melakukan survey dua hari lagi.”
“Lalu bagaimana dengan skala survey?”
“Sudah tercetak kangsanim, sesuai
keinginanmu 300 buah.”
“Baiklah, mulai sekarang kita akan
bekerja lebih keras lagi untuk ini, jadi ku harap kalian menjaga kesehatan
kalian, ah iya, aku hanya ingin berpesan. Jangan pernah menganggap remeh segala
macam penelitian, penelitian besar atau kecil semuanya penting. Jadi kalian
harus benar benar serius menjalankan proyek ini “ Katanya dengan wajah seriusnya, Aku melihat
teman teman setimku terpesona memandangnya. Tapi kenapa aku juga terpesona dengannya?
“Aegesseumnida, Kangsanim.” Jawab
mereka penuh semangat.
“Aku rasa hari rabu pagi aku ada
waktu, aku akan mendampingi kalian dalam survey.”
“Kau memang harus hadir, ini kan
penelitianmu..” gerutuku lirih pada Cho Kyuhyun. Dia hanya melirik ke arahku.
Cho Kyuhyun meninggalkan laboratorium
karena ada beberapa hal yang harus dikerjakannya. Aku dan rekan rekan setimku
masih di laboratorium menghabiskan jatah makan yang sudah dibagikan untuk tim
penelitian. Handphoneku bergetar dan menemukan nama Lee Dong di layar handphoneku.
“Yeobseo, Dong Hae-sshi..”
“Min Young-ah, aku sedang dalam
perjalanan ke kampusmu, kau tidak membawa mobil kan? Ayo pulang bersama.”
“Eoh? Baiklah… aku sebentar lagi
selesai.”
“Min Young menutup teleponnya dan
menghabiskan makanannya. Han Cho Im menghampirinya dan menawarinya pulang
bersama. Tapi Min Young sudah terlanjur mengiyakan ajakan Dong Hae.
“Ah tidak apa kalau kau mau pulang
dengan Dong Hae, ah iya.. ngomong ngomong kapan kalian akan bertunangan?”
“Akhir bulan ini, kau datang yaa..”
“Secepat itu?”
“Memangnya kenapa, bukankah bagus..”
“Waaah, kau beruntung sekali
mendapatkan calon suami seperti Lee Dong Hae..”
Aku tersenyum singkat, aku harusnya
bahagia ya.. kenapa perasaanku malah seperti ini. Dong Hae pria yang
baik.Benar, Aku harus bahagia bisa bersama Dong Hae.
‘kenapa Cho Kyuhyun pulang duluan, ada
apa ya? Biasanya dia makan bersama kita di sini.’ Aish, aku malah memikirkan
namja itu lagi.
(Dong Hae pov)
“Yak,Cho Kyuhyun, dimana kau?” Tanyaku
pada Kyuhyun.
“Aku sedang diperjalanan pulang dari
kampus, ada apa?” Suara dari sebrang handphoneku
“Tidak apa apa, bagaimana kalau nanti
malam kita ke club. Aku sedikit frustasi”
“Haha, kau frustasi? Yang benar saja.
Atur saja waktunya, aku akan datang tepat waktu, kau juga harus tepat waktu.
Aku benci menunggumu!” Jawab Kyuhyun.
“Arraseo arraseo! Dasar pria cerewet.”
Jawabku dan segera memencet tombol handsfreeku dan meletakkannya di dashboard
mobil. Menelepon Kyuhyun? Ini hanya basa basi. Aku tidak akan menjemput Min
Young kalau Kyuhyun masih ada di kampus.
Aku berhenti di pintu biasa Min Young
keluar dari kampusnya setelah dari lab. Aku keluar dari mobil dan menyandarkan
diriku di badan mobil. Setelah sekitar lima menit menunggu, Gadisku datang dan
tersenyum padaku. Ah gila, betapa bahagianya aku melihat dia berjalan ke
arahku.
“Kau sudah lama?” Tanyanya. Aku hanya
menggeleng, merangkulnya dan memandu dia berjalan ke pintu mobil. Setelah ku
buka pintu dia segera masuk, disusul aku yang kemudian menuju kursi kemudi..
(Author pov)
Setelah mendapat telepon dari Dong
Hae, Kyuhyun mengingat sesuatu “ Ah iya, berkas untuk professor Ahn Soo masih
di meja..” Kyuhyun memutar kemudinya dan kembali ke kampus.
Di depan pintu kampusnya dia melihat
audi putih dan seorang pria yang tidak asing di matanya.
“Dong Hae? dia pasti akan menjemput
tunangannya.. ”
Kyuhyun ingin membuka pintu mobilnya dan menyapa Dong Hae tapi
gerakannya terhenti setelah melihat siapa gadis yang datang menghampiri
sahabatnya.
“Min Young?” Kyuhyun masih tidak
bergerak. Dia masih berpikir Min Young hanya menyapa Dong Hae karena mereka
pernah bertemu di apartemennya. Tapi senyum Dong Hae terasa lain, dan rangkulan
DongHae di bahu Min Young membuat Kyuhyun terkejut. Pikiran Kyuhyun mulai melebar,
berbagai macam spekulasi muncul di pikirannya. ‘Dong Hae dan Min Young sedekat
itu?’
Kyuhyun membiarkan mereka berlalu di
hadapannya dan turun dari mobil. Setelah mengambil berkas yang dia lupakan, dia
menuju laboratorium. Dia hanya membuka pintu kasar hingga membuat orang di
laboratorium terkejut.
“Ommona..” Cho Im kaget melihat pintunya terbuka keras.
“Han Cho Im-sshi, kau lihat Min
Young?” Tanya Kyuhyun yang berdiri di depan pintu lab, pada sahabat Min Young,
satu satunya orang tersisa di
laboratorium itu.
“Cho Kangsanim, kau belum pulang? Dia
baru saja pulang. Apa ada hal penting? Nanti akan ku sampaikan.”
“Ah tidak ada yang penting,
sepertinya… sepertinya dia melewatkan laporan kemarin. Sampaikan saja padanya
seperti itu.” Jawab Kyuhyun mencari cari alasan.
“Eoh, baiklah..”
Kyuhyun menutup pintu lab dan terus
berpikir keras tentang kejadian tadi. ‘Apa mungkin Dong Hae dan Min Young?’
“Tidak mungkin, mereka tidak saling
mengenal di apartemenku.” Jawab Kyuhyun mantap. Tapi dia ingat perubahan wajah
Dong Hae saat Min Young datang ke apartemennya.
“Tidak bisa dipercaya…” Kyuhyun
mengacak rambutnya frustasi.
Kyuhyun
sampai di apartemennya dan mendapati satu pesan di handphonenya.
From : Lee Dong Hae
“Ayo bertemu, Nanti
malam jam 11 di bar biasa.”
Seperti biasa, Kyuhyun hanya
membacanya.
From : Lee Dong Hae
“Yak, Cho Kyuhyun brengsek,
paling tidak balas pesanku. “
“Kau yang brengsek!!!” Kata Kyuhyun
meneriaki handphonenya yang tidak bersalah itu.
Jam 23.00 KST, Lee Dong Hae sudah
sampai di bar dan memesan beberapa botol wine. Kyuhyun belum juga terlihat batang
hidungnya.
“Tidak biasanya dia terlambat! Apa dia
sedang balas dendam denganku? Hah dasar pria itu.”
Kyuhyun masih berada di apartemennya
menyelesaikan beberapa berkas yang harus diserahkan kepada professor Ahn Soo.
Dia mengecek pekerjaannya dan melihat jam tangannya.
“Astaga aku hampir lupa, Dong Hae
menungguku di bar.”
Kyuhyun menancapkan gas mobilnya dari
parkir basement apartemennya menuju bar biasa tempat mereka bertemu.
‘Sudah
hampir jam 1 pagi.. Dong Hae pasti menunggu lama.”
Setelah memarkirkan mobilnya dan
masuk, dia mencari meja sahabatnya itu tapi dia tidak menemukannya di seluruh meja.
Sekilas setelah melihat lantai dansa, Kyuhyun melihat DongHae sedang menari
kegirangan dengan seorang wanita sexy, yang mengenakan atasan backless dan rok
diatas lutut.
Geram melihat tingkah Dong Hae yang
sedang asik meraba raba tubuh gadis gadis itu, Kyuhyun segera menariknya dari
kerumunan itu. Melayangkan tinjuannya ke wajah Dong Hae.
“Apa yang kau lakukan, hah? Kau mau
mati ditanganku sekarang!?” Bentak Kyuhyun. Dong Hae terkejut, tubuhnya
tersungkur ke lantai. Dia berusaha bangkit, tubuhnya ambruk lagi karena
pengaruh wine berbotol botol yang dia teguk.
Emosi Kyuhyun memuncak melihat tingkah
sahabatnya, bagaimana bisa dia menggoyangkan badannya kegirangan bersama wanita lain, padahal
sebentar lagi dia akan bertunangan dengan seorang wanita, dan wanita itu adalah
gadis yang Kyuhyun cintai sejak dulu. Kyuhyun tidak bisa terima gadisnya
dipermainkan pria lain, walaupun pria itu adalah sahabatnya.
“Kau! Kenapa memukulku!” Kyuhyun
menarik Dong Hae keluar dari bar. Tangannya menarik kerah kemeja DongHae,
hampir memukulnya dua kali. Tapi akal sehat Kyuhyun masih berada di tempatnya.
Dong Hae adalah sahabatnya. Dia tidak seharusnya melakukan ini. Kyuhyun mendorongnya hingga terjatuh.
Setelah mereka berdua terdiam di
posisinya, Kyuhyun mengangkat tubuh Dong Hae menuju tempat parkir dan
mengantarnya ke apartemen Dong Hae.
From : Dong Hae
“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku
sedang tidak enak badan.”
Pesan itu dikirimkan Kyuhyun ke Min
Young, Kyuhyun sebenarnya bisa menghandle Dong Hae sendiri, tapi pagi ini dia
harus bertemu professor Ahn Soo. Dan Kondisi DongHae masih belum membaik. Dia
pasti butuh sup atau hal yang menghangatkan tubuhnya dan menghilangkan mualnya
karena mabuk semalam. Kyuhyun tidak cukup waktu membuatnya, dan hari ini Min
Young tidak ada kuliah. Jadi tidak akan ada masalah. Tim penelitian tidak akan
kerepotan berkurang satu orang saja hari ini.
Min Young membaca pesan dari Dong Hae
dan segera beranjak dari tempat tidur nyamannya. Mandi seadanya dan mengambil
beberapa bahan makanan di rumah. Hyundai kesayangannya melaju bersama Min Young
menuju apartemen calon tunangannya. Cho Kyuhyun sengaja pergi pagi pagi sebelum
Min Young datang.
Min Young memencet kombinasi kode
apartemen Dong Hae, masuk dan segera mengecek keadaan calon tunangannya. Wajah
Dong Hae memar di sudut bibir sebelah kirinya karena pukulan tangan kanan
Kyuhyun. Min Young segera mengompres memar
dengan es batu yang dia ambil dari kulkas. Dong Hae masih terlelap,
aroma wine masih menguar disetiap helaan nafasnya.
Setelah mengompres bibir Dong Hae, dia
segera menuju dapur dan memasak sup serta beberapa makanan untuk sarapan.
Dong Hae yang sudah tersadar dari
tidurnya segera bangun, dia masih memakai kemeja yang dia pakai ke bar semalam,
memegangi kepalanya yang masih terasa berat dan pusing. Dong Hae yang merasakan
bibirnya memar, meringis kesakitan dan mengeceknya di cermin. Mencoba mengingat
bagaimana dia mendapatkan memar di bibirnya. Tapi kepalanya semakin sakit. Dia
tidak memaksanya. Saat menoleh ke meja di sebelah ranjangnya dia melihat es
batu dan handuk kecil bekas kompresnya.
Suara di dapur apartemennya membuat
dia berjalan keluar kamarnya. Melihat yeoja tunangannya sedang sibuk membuat
sarapan.
“Kim Min Young-sshi?” Panggil Dong Hae
dengan suara serak. “Kau sedang apa?”
“DongHae-sshi? Kau sudah bangun? Ah,
ini aku memasak sarapan untukmu. Duduklah.”
“Bagaimana kau ada disini?” Tanya Dong
Hae heran.
“Bukankah semalam kau mengirim pesan,
kau bilang kau tidak enak badan. Dan menyuruhku kesini pagi pagi. Kau tidak
ingat?”
DongHae hanya menggeleng. “Benarkah?”
“Sekarang kau harus mengatakan padaku
kau kenapa? Kau ke bar semalam? Kau masih bau alkohol.”
“Iya, aku ke bar untuk bertemu Kyu…”
Dong Hae sekelebat mengingat kejadian semalam. Dia sedang bersenang senang bersama
gadis gadis itu. Lalu melihat Kyuhyun mencengkeram kerahnya dan melemparnya ke
pinggir jalan. Tapi dia juga mengingat Kyuhyun yang membuka pintu apartemennya.
‘Astaga’…
“Kapan aku memberimu pesan?”
“Sekitar jam 2 pagi.. ada apa?”
tanyanya
Dong Hae segera menuju kamarnya
mengambil handphone untuk mengecek pesan.
To : Kim Min Young <3
“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku
sedang tidak enak badan.”
(Dong Hae pov)
“Kapan aku memberimu pesan?” Tanyaku
pada Min Young yang masih sibuk dengan supnya yang disajikan di meja makanku.
“Sekitar jam 2 pagi.. ada apa?”
tanyanya.
Aku segera menuju kamarku mengambil
handphone untuk mengecek pesan.
To : Kim Min Young <3
“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku
sedang tidak enak badan.”
Ada apa semalam? Kyuhyun yang
mengantarku ke apartemen dan apa dia juga yang mengirim Min Young pesan. Jadi
dia tahu tentang aku dan Min Young? DongHae turun ke dapur menemui Min Young
kembali.
“Ada apa?” Tanya Min Young melihatku turun
dengan wajah khawatirku.
“Anniyo, kau masak apa, sepertinya
enak?”
“Duduklah, makan supmu dulu supaya
badanmu lebih segar.” Kata Min Young menyodorkan semangkuk sup. Min Young
menatapku yang sedang menyendokan sup ke mulutku.
“Ada apa?” Tanyaku pada Min Young,
Tatapan Min Young penuh dengan pertanyaan. “Kau ingin bertanya sesuatu?”
“Kau semalam ke bar?” Tanya Min Young. Aku mengangguk
“Hanya bertemu
Kyuhyun, tapi aku lupa aku sudah bertemu dengannya atau belum. Aku sepertinya
mabuk berat kemarin.” Jawabku.
“Hei Tuan Lee, Kau ini dokter. Apa
tidak apa apa kau mabuk seperti ini. Aku dengar kau sering ke bar.”
“Aku ke bar kalau sedang bosan, aku
juga mengajak Kyuhyun apa kau tidak suka?”
“Sejujurnya aku juga dulu sering ke
bar, tapi suasananya tidak menyenangkan. Bising, dan banyak wanita berpakaian
minim. Haaih, kau pasti kesana untuk hal yang terakhir ku sebutkan.”
“Mwo ya? Kau tidak suka jika alasanku
yang terakhir.” Godaku.
“Terserah kau saja…” Min Young mulai
menyendokkan sup ke mulutnya.
“Kau tidak sedang cemburu kan?” Aku
terkekeh. Min Young mengerutkan keningnya
“Hish, malddo Andwae!” Jawabnya.
“Kau mau kuliah? Mau kuantar?”
“Tidak usah, aku bawa mobil.. lagipula
aku tidak ada kuliah,hanya tugas penelitian saja.Kau istirahatlah..” Kata Min
Young.
“Aku juga harus ke rumah sakit, ada
rapat yang harus ku hadiri.” Kataku, teringat kata dokter Kang kalau hari ini
rapat dokter karena ada beberapa pelanggaran ketertiban di kalangan dokter
muda.
“Kau yakin kau baik baik saja?” Tanya
Min Young sepertinya mengkhawatirkanku
“Aku hanya mabuk semalam, aku bisa
mengatasinya. Dan aku berjanji aku tidak akan sering melakukannya” Jawabku.
“Mengatasi apa? Kau tidak lihat bibirmu? Kau bahkan
berkelahi di bar. Ckckck”
“Ini, aku juga tidak mengerti ada luka
ini. Sepertinya aku Cuma terbentur di meja bar. Aku baik baik saja. Tenanglah…”
Jawabku menenangkan Min Young. Aku sendiri masih belum mengerti tentang luka di
sudut bibirku. Aku benar benar lupa. Aku memang seperti mengingat Kyuhyun
hampir memukulku tapi dia benar benar tidak memukulku. Mungkin aku memang
terbentur meja.
***
(Kim Min Young pov)
Aku datang ke lab kelompok cukup
terlambat setelah dari apartemen Dong hae, tapi Cho Kyuhyun meloloskanku begitu
saja. Aku rasa perlakuan istimewa ini pasti karena Dong Hae memberitahunya tentang ini.
Aku dan beberapa rekan tim
menyelesaikan tugas kami masing masing.
“Youngie-ah kemarin Cho Kangsanim
mencarimu setelah kau pulang, mungkin ada yang penting sampai dia kembali ke
lab, coba temui Cho Kangsanim” Kata Cho Im.
“benarkah?” Aku segera pergi ke
ruangan Cho Kyuhyun untuk menanyakan ada apa dia mencariku kemarin sore.
Yaa Tuhan, Kenapa aku sangat
bersemangat bertemu dengannya. Aku pasti sudah gila. Aku mengetuk pintu
ruangannya dan mendapatinya di meja kerja sedang sibuk mengoreksi hasil ujian mahasiswanya.
“Cho Kangsanim, boleh saya masuk?”
Tanyaku. Dia hanya mendehem mengiyakan pertanyaanku. Aku duduk di depan meja
kerjanya yang berisi tumpukan kertas cukup banyak.
“Cho Im bilang kau ingin bertemu
denganku kemarin sore.”
“Ooh benarkah? Aku lupa tentang itu. “
Dia menjawab tanpa menatap ke arahku. Aku merasa kesal tidak dipedulikan
Kangsanimku itu. “Baiklah kalau tidak ada yang penting, geurom, aku permisi dulu.”
“Kim Min Young-sshi, kau bisa bantu
aku mengoreksi ini semua?” pintanya.
“Apa? Ini semua? “ Kenapa aku selalu
datang di waktu yang tidak tepat. Aku datang saat Cho Kyuhyun sedang mengoreksi
hasil ujian 8 kelas paralelnya. “Apa ini bagian dari penelitian? Kalau tidak
maka aku tidak bisa.” Aku menolak.
“Ini perintah seorang Kangsanim!”
Jawabnya singkat sambil menatapku membenarkan posisi kacamatanya. Namja ini
tampak lebih dewasa dengan kacamata yang bertengger di hidung atasnya. Sangat
manis.Aku suka melihatnya seperti
itu.
“Huuh baiklah” Aku menggerutu kesal tapi
tidak bisa menolak. Aku segera duduk di kursi mengambil tumpukan kertas yang
belum dikoreksi. Dia memberiku selembar kertas kunci jawaban dan aku segera mengoreksinya
satu persatu.
“Waaah, bukankah ini ujian kemarin?
Ini milik kelasku.. dimana yaa milikku?” Aku mencari cari lembar jawab milikku
ditumpukan kertas itu.
“Caa…ketemu, Kangsanim. Boleh aku
mengoreksi milikku?”
“Silakan saja…”
“Ku beri nilai A, ne? Tanpa ku
koreksi..” Godaku pada Kyuhyun dengan senyum mengembang. Kyuhyun menghentikan
pekerjaannya dan menatapku. “Coba saja kalau berani!”
“Boleh kah?” Aku tertawa senang
memandangi kertas jawabanku;.
“Tapi kau tidak lulus mata kuliahku!”
bicaranya sangat serius membuatku ingin menghentikan tawaku. “Andwe… !” mataku mengerjap ngerjap, aku
tidak boleh mengulang mata kuliah, apapun yang terjadi.
“Kau tahu kan aku tidak bisa mentoleransi
kecurangan...”
Kyuhyun merebut kertasku dan mengoreksinya sendiri. Dia menggelengkan
kepalanya sambil mengoreksi lembar jawabku. “Mwo ya? Kau belajar tidak sih?”
Tanyanya.” Tidak bisa dipercaya jawaban jawabanmu seperti ini.” Kyuhyun menatap
lembar jawabku aneh. Aku yakin aku belajar sebelum ujian, dan ujiannya cukup
mudah untukku. Tapi benarkah jawabanku seaneh itu sampai tatapannya pada lembar
jawabku penuh ejekan.
“Aku belajar, Coba Ku lihat!” Aku
ingin mengambil lembar jawabku, tapi Kyuhyun mencegahnya. Menarik kertasnya
agar tanganku tidak bisa menggapainya. Aku berusaha mengambil kertasku dari
tangannya tapi Kyuhyun mengangkat tangannya tinggi tinggi agar aku lebih tidak
bisa menggapainya. Aku masih berusaha meraih kertasku, aish, jjinjja.. meja ini benar benar
menghalangiku.
(Kyuhyun pov)
Aku mengangkat tanganku tinggi tinggi
agar Min Young tidak bisa menggapainya. Dia berdiri dari kursinya mencoba
meraih kertas ditanganku, memajukan tubuhnya ke depan agar semakin dekat. Tubuhnya
tepat di depan wajahku, wangi parfumnya menguar, parfum Min Young adalah wangi favoritku membuatku ingin memeluknya dan menghirupnya dalam dalam. Akal sehatku
sepertinya sudah dikuasai keadaan. Aku segera berdiri dari kursiku. Min Young
terkejut ketika wajahnya beberapa centi didepan wajahku. Matanya membelalak
lebar ketika aku mengecup bibirnya pelan. “Kau sangat gigih.”
(Author pov)
“Kau sangat gigih.” Kata Kyuhyun setelah
melepas kecupan di bibir Min Young
Kyuhyun melepas kacamatanya dan
meninggalkan Min Young di ruangannya.
“Aku mau mengajar, kau lanjutkanlah.
Kalau sudah selesai kau boleh pergi ke lab kelompok.” Katanya sambil mengambil
beberapa buku yang akan dibawanya mengajar.
“Yaak, Cho Kyuhyun..apa yang kau
lakukan! Yak..” Teriak Min Young. Kyuhyun tidak mempedulikan teriakan Min Young
dan segera pergi menuju kelasnya mengajar.
“Haaish, jjinjja… dia benar benar
melakukan hal seenaknya padaku!” Kata Min Young.
‘mengoreksi ini semua sendirian? Hah? Yang
benar saja, dia selalu saja merepotkanku’ Min Young menggerutu sebal dan membereskan
satu persatu kertas di hadapannya.
“Kau pikir kau siapa menyuruhku ini
itu dan menciumku seenaknya.. kau pikir aku sudi mengoreksi semua ini send…”
Min Young menghentikan rutukannya setelah melihat kertas ujian miliknya
terpampang nilai A dengan spidol berwarna merah.
Handhonenya bergetar tanda ada pesan
masuk, Min Young membukanya segera
From : Cho Kyuhyun (Kangsanim)
“Kau memang mahasiswaku yang pintar, tingkatkan
prestasimu ya! Ciuman tadi anggap saja hadiah dari oppa tampanmu ini.”
Min Young tersenyum puas ‘Jadi dia
mengakui aku pintar?’ tanya Min Young. ‘Tapi ciuman tadi tetap saja tidak
benar.’ Min Young menyentuh bibir pink alaminya sambil membayangkan kejadian
barusan. ‘Tapi kenapa rasanya menyenangkan? Kenapa hatiku seperti ini? ‘
Tangannya menyentuh dadanya, merasakan sesuatu yang berdetak lebih cepat dari
biasanya. ‘Jantungku,kenapa seperti ini?’ Min Young menggelengkan kepalanya
cepat dan memukul kecil kepalanya. “ini tidak benar!”
Min
Young segera meninggalkan ruangan Cho
Kyuhyun setelah menyelesaikan koreksi 4
kelas, dia melirik jam di tangannya sudah dua jam dia mengoreksi dan sekarang
waktunya kembali ke lab kelompok.
(Min Young pov)
Aku pikir Cho Kyuhyun hanya mengajar
dua sks, kenapa setelah dua jam dia tidak kembali ke ruangannya. Aku ingin
sekali bicara padanya. Membayangkan tadi aku kesal, dia harus menjelaskan
semuanya. Kenapa dia harus menciumku. Ucapan selamat tidak harus dengan ciuman
seperti itu kan?
Aku
membuka pintu lab, satu persatu ku perhatikan semua teman temanku, sibuk dengan
tugasnya masing masing, aku jadi semakin bersalah meninggalkan mereka, ini
semua gara gara Cho Kyuhyun. Tapi aku melihat ada seseorang di sana, sedang
memainkan handphone dengan muka serius. ‘Aku menunggumu di sana sambil
menyelesaikan koreksi yang seharusnya tugasmu, dan kau disini sedang asyik
dengan handphonemu!’ gerutuku pada pria ini. Kenapa kau sangat menyebalkan Cho
Kyuhyun.
****
(Author pov)
Setelah Dong Hae menyelesaikan
rapatnya, Dong Hae segera melajukan audi warna putih miliknya menuju kampus Min
Young. Dong Hae bertanya kepada salah satu mahasiswa dimana ruang Cho Kangsanim, tapi setelah Dong Hae kesana ruangannya kosong. Salah satu kangsanim menyuruhnya untuk pergi ke laboratorium
kelompok.
“Dia sedang berada di laboratorium
kelompok, kau bisa lewat sana lalu belok kanan, ada tangga naik nah ruangannya di
ujung sebelah kiri. “ Jawab Han Kangsanim, rekan Cho Kyuhyun.
Dong Hae segera berjalan menyusuri
gedung kampus, Mahasiswi yang melihatnya menatap dengan terpesona, beberapa
dari mereka melempar senyum pada Dong Hae dan Dong Hae membalas. Dong Hae hanya
ingin bersikap ramah pada orang orang yang ditemuinya.
DongHae berjalan melewati tangga dan
dia bertemu orang yang dicarinya.
“Kyuhyun-ah..”
“Dong Hae-ya, ada apa kesini?
Menjemput tunanganmu?” Tanya Kyuhyun dengan nada datar.
“Aku ingin bicara denganmu.. “
“Tentang?”
“Semalam…”
“Aah, itu.. ayo ke ruanganku saja.”
Sekarang mahasiswinya sedang disuguhi
sebuah pemandangan yang sangat menggiurkan, dua pria tampan berjalan bersama
dengan pesonanya masing masing. Dong Hae yang murah senyum dan Cho Kyuhyun yang
dingin. Bagaikan dua vitamin A yang sedang bertugas menyehatkan mata yang
memandang mereka. Kalau mereka tahu hubungan mereka dengan Kim Min Young,
semuanya pasti akan berkata ‘betapa beruntungnya seorang Kim Min Young’
“Kau mau minum apa?” Tanya Kyuhyun
saat Dong hae menyandarkan tubuhnya di meja kerja Kyuhyun.
“Tidak usah, aku kesini ingin
memastikan sesuatu.” Kata Dong Hae.
“Tentang semalam?” Kyuhyun menyodorkan
segelas kopi pada Dong Hae.
“Iya, apa semalam kita jadi bertemu? “
Tanya Dong Hae penasaran.
“Kau hanya ingin memastikan itu sampai
kau jauh jauh kesini tuan Lee?” Kyuhyun berdiri dan menyandar di meja kerjanya
bersebelahan dengan Dong Hae
“Kau lihat ini kan? Apa ini karenamu?”
Dong Hae menunjukkan memar di bibirnya.
“Tentang itu, maafkan aku.” Jawab
Kyuhyun sambil menyesap kopinya, tatapannya lurus ke depan, tidak sekalipun
menoleh ke arah Dong Hae.
“Kau marah padaku karena sesuatu?”
Tanya Dong Hae mengerucutkan pembicaraan.
“Aku tidak suka dengan sikapmu, kau
hampir bertunangan tapi kau masih liar bersama wanita lain di bar..”
“Tapi..”
“Aku pikir ini memang bukan urusanku,
tapi ketika aku tahu calon tunanganmu itu adalah orang yang benar benar ku cintai.
Aku tidak bisa menahan emosiku.”
“Apa?”
“ Calon Tunanganmu… orang yang
kucintai kan?” Kyuhyun tenang menyesap kopinya yang tinggal setengah itu.
“Bagaimana kau bisa tahu? Tapi perlu kau tahu, ini tidak seperti aku mengambil Min Young darimu.”
“Aku tahu, Kau dijodohkan dengan Min
Young dan kau mencintainya. Dan kau tidak tahu kalau selama ini gadis yang ku
cintai adalah Min young. Dan kejadian di apartemen itu, aku mungkin akan
melakukan hal yang sama denganmu, pura pura tidak mengenal Min Young.”
“Jujur saja aku merasa tidak nyaman
dengan ini semua, kau sahabatku dan Min Young adalah orang yang sama sama kita
cintai.”
“Saat di bar, aku ingin mengalah
padamu. Kau boleh memiliki Min Young asal kau bisa membahagiakannya. Tapi
setelah melihatmu menyentuh gadis gadis itu, aku bahkan tidak rela melepas Min
Young padamu. Melihat Min Young di sentuh olehmu saja aku tidak akan pernah
rela.” Tegas Kyuhyun.
“itu sebabnya kau memukulku?” Tanya
Dong Hae. “Kau tahu kan bagaimana aku kalau sudah mabuk?”
“Itu sebabnya aku tidak akan
melepaskan Min Young padamu. Aku akan merebutnya darimu.”
“Kyuhyun-ah!” Dong Hae berteriak.
“Ini di kampus, kalau kau ingin
berteriak dan memukulku. Lakukan saja nanti.” Jawab Kyuhyun.
Tok tok tok, Pintu ruangan Kyuhyun
diketuk oleh seseorang. Kyuhyun segera menghampiri gagang pintu dan membukanya.
Seorang gadis menerobos masuk ke ruangan Kyuhyun mendorong Kyuhyun masuk ke
dalam dan segera menutup pintu.
“Kangsanim, aku ingin kau menjelaskan
mengapa kau menciumku tadi. Kau tau kan kau tidak seharusnya melakukan itu
padaku. Kau pikir…” Min Young menghentikan ocehannya. Dia terkejut melihat Dong
Hae juga ada di ruangan Kyuhyun. Menyaksikan pembicaraan mereka, tidak berbeda
dengan Min Young, Dong Hae juga terkejut. Apalagi kalau bukan tentang ‘ciuman
Kyuhyun ke Min Young.’
“Dong Hae-sshi?” Min Young membuka
mulutnya lirih. Kyuhyun memandang Min Young, tidak mempedulikan bagaimana
ekspresi Dong Hae.
Mereka bertiga mematung ditempatnya
tanpa sepatah katapun. Waktu terasa sangat lama. Min Young berharap dia hanya
mimpi, Kyuhyun berharap hal seperti ini tidak pernah terjadi dan Dong Hae
berharap ini hanya kesalahpahaman.
“Kau ingin aku pergi dan membiarkan
kalian bicara? Atau kau yang akan pergi membiarkan aku bicara pada Dong Hae?”
Tanya Kyuhyun
“Aku harus bicara pada Dong Hae.”
Jawab Min Young. Kyuhyun keluar dari ruangannya dan duduk di bangku depan
ruangannya.
“Dong Hae-sshi…aku bisa jelaskan
semuanya.” Min Young menjelaskan kejadian antara dirinya dan Kyuhyun tadi pada Dong Hae tapi
Dong Hae menjegalnya dengan pertanyaan.
“Kim Min Young-shi apa kau mencintaiku?”
Tanya Dong Hae putus asa.
“Ne? ” Min Young terkejut.
“Apa kau mencintaiku?” Dong Hae
menegaskan kembali pertanyaannya pada Min Young. Pertanyaan ini menjadi sangat
mudah jika memang Min Young mencintai Dong Hae. Tapi Min Young masih tidak
mengerti tentang perasaannya pada DongHae.
“Ciumanku dengan Kyuhyun bukan berarti
aku mencintainya kan?” Kata Min Young mengalihkan pembicaraan.
“Aku tidak membahas tentang ciuman,
tapi kau mengakuinya sendiri.”
“Tapi Dong Hae-shi ini tidak seperti yang kau pikirkan…”
"Memangnya aku memikirkan apa?" Dong Hae tersenyum pada Min Young. Min Young menyadari itu bukan senyuman yang baik baik saja, itu senyuman miris yang membuat Dong Hae terlihat bodoh.
"Memangnya aku memikirkan apa?" Dong Hae tersenyum pada Min Young. Min Young menyadari itu bukan senyuman yang baik baik saja, itu senyuman miris yang membuat Dong Hae terlihat bodoh.
"Suasana hatiku sedang tidak baik, bisakah kita bicara lain waktu saja?” Kata Dong Hae gerah sambil melepas satu kancing kemejanya paling atas. “Aku pergi dulu.”
“Dong Hae-sshi..” Min Young memanggil
Dong Hae tapi Dong Hae tidak peduli. Dia memutar gagang pintu dan keluar dari
ruangan Kyuhyun. Min Young mengacak rambutnya merasa bersalah. ‘apa yang harus
ku lakukan'
"Tidak seperti itu Dong Hae-sshi.." ucap Min Young yang mungkin hanya didengar oleh telinganya sendiri saja.

No comments:
Post a Comment