Monday, May 11, 2015

Complicated Heart (Chapter 6)


Author : Cho Anna

Genre : Drama, romance

Cast :

 Cho Kyuhyun

Kim Min Young

Lee Dong Hae


(author pov)

 Cahaya matahari menyusup di sela sela jendela kamar Min Young, hari senin selalu menjadi hari yang menyebalkan. Rasanya libur sampai hari minggu saja tidak cukup baginya. Apalagi kuliah hari senin selalu membuatnya mengebut dalam hal apapun, seperti mandi, sarapan, mengantar Soo Young, dan berangkat kuliah.


Min Young berlari turun ke meja makan dan mengambil sepotong roti dan selai kacang kesukaannya.Menyuruh Soo Young untuk segera menyelesaikan sarapannya dan segera mengantar adik kesayangannya itu ke junior high school. Setelah itu, Hyundainya berjalan cepat ke kampus.

“Astaga, kenapa hari senin selalu membuatku lelah…” Min Young menggerutu dan berlari menuju kelasnya. Kuliah sudah di mulai sejak 10 menit yang lalu.

“Kenapa terlambat Kim Min Young-sshi” Tanya Cho Kangsanim pada Min Young.

“Jeosonghamnida tadi ada sesuatu yang harus saya kerjakan dulu sebelum ke kampus.“

“Masuklah, Lain kali tidak boleh terlambat.”

“Ne, …khamsahamnida”

Pria ini makin membuat Min Young terpesona saja, kemeja birunya dan kacamata yang menghias mata coklatnya.

“Kenapa dia semakin menawan ya..” Min Young bergumam dan segera membuang jauh jauh pikirannya. “Aaa tidak tidak, ini tidak boleh..”
***

( Kim Min Young pov)

Hari ini semua anggota tim kembali berkutat dengan penelitian, beberapa kendala masih seputar subjek penelitian sehingga kami belum bisa melakukan pengambilan data.

“Kau bisa mencari info tentang subjek penelitian kita?” Tanya Cho Kangsanim pada dua rekan setimku.

“Ne, kami mendapat rekomendasi dari beberapa orang, kami akan melakukan survey dua hari lagi.”

“Lalu bagaimana dengan skala survey?”

“Sudah tercetak kangsanim, sesuai keinginanmu 300 buah.”

“Baiklah, mulai sekarang kita akan bekerja lebih keras lagi untuk ini, jadi ku harap kalian menjaga kesehatan kalian, ah iya, aku hanya ingin berpesan. Jangan pernah menganggap remeh segala macam penelitian, penelitian besar atau kecil semuanya penting. Jadi kalian harus benar benar serius menjalankan proyek ini  “ Katanya dengan wajah seriusnya, Aku melihat teman teman setimku terpesona memandangnya. Tapi kenapa aku juga terpesona dengannya? 

“Aegesseumnida, Kangsanim.” Jawab mereka penuh semangat.

“Aku rasa hari rabu pagi aku ada waktu, aku akan mendampingi kalian dalam survey.”

“Kau memang harus hadir, ini kan penelitianmu..” gerutuku lirih pada Cho Kyuhyun. Dia hanya melirik ke arahku.

Cho Kyuhyun meninggalkan laboratorium karena ada beberapa hal yang harus dikerjakannya. Aku dan rekan rekan setimku masih di laboratorium menghabiskan jatah makan yang sudah dibagikan untuk tim penelitian. Handphoneku bergetar dan menemukan nama Lee Dong di layar handphoneku. 

“Yeobseo, Dong Hae-sshi..”

“Min Young-ah, aku sedang dalam perjalanan ke kampusmu, kau tidak membawa mobil kan? Ayo pulang bersama.”

“Eoh? Baiklah… aku sebentar lagi selesai.”

“Min Young menutup teleponnya dan menghabiskan makanannya. Han Cho Im menghampirinya dan menawarinya pulang bersama. Tapi Min Young sudah terlanjur mengiyakan ajakan Dong Hae.

“Ah tidak apa kalau kau mau pulang dengan Dong Hae, ah iya.. ngomong ngomong kapan kalian akan bertunangan?”

“Akhir bulan ini, kau datang yaa..”

“Secepat itu?”

“Memangnya kenapa, bukankah bagus..”

“Waaah, kau beruntung sekali mendapatkan calon suami seperti Lee Dong Hae..”

Aku tersenyum singkat, aku harusnya bahagia ya.. kenapa perasaanku malah seperti ini. Dong Hae pria yang baik.Benar, Aku harus bahagia bisa bersama Dong Hae.

‘kenapa Cho Kyuhyun pulang duluan, ada apa ya? Biasanya dia makan bersama kita di sini.’ Aish, aku malah memikirkan namja itu lagi.


(Dong Hae pov)

“Yak,Cho Kyuhyun, dimana kau?” Tanyaku pada  Kyuhyun.

“Aku sedang diperjalanan pulang dari kampus, ada apa?” Suara dari sebrang handphoneku

“Tidak apa apa, bagaimana kalau nanti malam kita ke club. Aku sedikit frustasi”

“Haha, kau frustasi? Yang benar saja. Atur saja waktunya, aku akan datang tepat waktu, kau juga harus tepat waktu. Aku benci menunggumu!” Jawab Kyuhyun.

“Arraseo arraseo! Dasar pria cerewet.” Jawabku dan segera memencet tombol handsfreeku dan meletakkannya di dashboard mobil. Menelepon Kyuhyun? Ini hanya basa basi. Aku tidak akan menjemput Min Young kalau Kyuhyun masih ada di kampus. 

Aku berhenti di pintu biasa Min Young keluar dari kampusnya setelah dari lab. Aku keluar dari mobil dan menyandarkan diriku di badan mobil. Setelah sekitar lima menit menunggu, Gadisku datang dan tersenyum padaku. Ah gila, betapa bahagianya aku melihat dia berjalan ke arahku.

“Kau sudah lama?” Tanyanya. Aku hanya menggeleng, merangkulnya dan memandu dia berjalan ke pintu mobil. Setelah ku buka pintu dia segera masuk, disusul aku yang kemudian menuju kursi kemudi..

(Author pov)

Setelah mendapat telepon dari Dong Hae, Kyuhyun mengingat sesuatu “ Ah iya, berkas untuk professor Ahn Soo masih di meja..” Kyuhyun memutar kemudinya dan kembali ke kampus.

Di depan pintu kampusnya dia melihat audi putih dan seorang pria yang tidak asing di matanya.

“Dong Hae? dia pasti akan menjemput tunangannya.. ” 

Kyuhyun ingin membuka pintu mobilnya dan menyapa Dong Hae tapi gerakannya terhenti setelah melihat siapa gadis yang datang menghampiri sahabatnya.

“Min Young?” Kyuhyun masih tidak bergerak. Dia masih berpikir Min Young hanya menyapa Dong Hae karena mereka pernah bertemu di apartemennya. Tapi senyum Dong Hae terasa lain, dan rangkulan DongHae di bahu Min Young membuat Kyuhyun terkejut. Pikiran Kyuhyun mulai melebar, berbagai macam spekulasi muncul di pikirannya. ‘Dong Hae dan Min Young sedekat itu?’

Kyuhyun membiarkan mereka berlalu di hadapannya dan turun dari mobil. Setelah mengambil berkas yang dia lupakan, dia menuju laboratorium. Dia hanya membuka pintu kasar hingga membuat orang di laboratorium terkejut.

“Ommona..” Cho Im kaget melihat pintunya terbuka keras.

“Han Cho Im-sshi, kau lihat Min Young?” Tanya Kyuhyun yang berdiri di depan pintu lab, pada sahabat Min Young, satu satunya orang  tersisa di laboratorium itu.

“Cho Kangsanim, kau belum pulang? Dia baru saja pulang. Apa ada hal penting? Nanti akan ku sampaikan.”

“Ah tidak ada yang penting, sepertinya… sepertinya dia melewatkan laporan kemarin. Sampaikan saja padanya seperti itu.” Jawab Kyuhyun mencari cari alasan.

“Eoh, baiklah..”
Kyuhyun menutup pintu lab dan terus berpikir keras tentang kejadian tadi. ‘Apa mungkin Dong Hae dan Min Young?’

“Tidak mungkin, mereka tidak saling mengenal di apartemenku.” Jawab Kyuhyun mantap. Tapi dia ingat perubahan wajah Dong Hae saat Min Young datang ke apartemennya.

“Tidak bisa dipercaya…” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
            Kyuhyun sampai di apartemennya dan mendapati satu pesan di handphonenya.


From : Lee Dong Hae

“Ayo bertemu, Nanti malam jam 11 di bar biasa.”


Seperti biasa, Kyuhyun hanya membacanya.


From : Lee Dong Hae

“Yak, Cho Kyuhyun brengsek, paling tidak balas pesanku. “

“Kau yang brengsek!!!” Kata Kyuhyun meneriaki handphonenya yang tidak bersalah itu.

Jam 23.00 KST, Lee Dong Hae sudah sampai di bar dan memesan beberapa botol wine. Kyuhyun belum juga terlihat batang hidungnya.

“Tidak biasanya dia terlambat! Apa dia sedang balas dendam denganku? Hah dasar pria itu.”

Kyuhyun masih berada di apartemennya menyelesaikan beberapa berkas yang harus diserahkan kepada professor Ahn Soo. Dia mengecek pekerjaannya dan melihat jam tangannya.

“Astaga aku hampir lupa, Dong Hae menungguku di bar.”

Kyuhyun menancapkan gas mobilnya dari parkir basement apartemennya menuju bar biasa tempat mereka bertemu. 

‘Sudah hampir jam 1 pagi.. Dong Hae pasti menunggu lama.”
Setelah memarkirkan mobilnya dan masuk, dia mencari meja sahabatnya itu tapi dia tidak menemukannya di seluruh meja. Sekilas setelah melihat lantai dansa, Kyuhyun melihat DongHae sedang menari kegirangan dengan seorang wanita sexy, yang mengenakan atasan backless dan rok diatas lutut.

Geram melihat tingkah Dong Hae yang sedang asik meraba raba tubuh gadis gadis itu, Kyuhyun segera menariknya dari kerumunan itu. Melayangkan tinjuannya ke wajah Dong Hae.

“Apa yang kau lakukan, hah? Kau mau mati ditanganku sekarang!?” Bentak Kyuhyun. Dong Hae terkejut, tubuhnya tersungkur ke lantai. Dia berusaha bangkit, tubuhnya ambruk lagi karena pengaruh wine berbotol botol yang dia teguk.

Emosi Kyuhyun memuncak melihat tingkah sahabatnya, bagaimana bisa dia menggoyangkan badannya kegirangan bersama wanita lain, padahal sebentar lagi dia akan bertunangan dengan seorang wanita, dan wanita itu adalah gadis yang Kyuhyun cintai sejak dulu. Kyuhyun tidak bisa terima gadisnya dipermainkan pria lain, walaupun pria itu adalah sahabatnya.


“Kau! Kenapa memukulku!” Kyuhyun menarik Dong Hae keluar dari bar. Tangannya menarik kerah kemeja DongHae, hampir memukulnya dua kali. Tapi akal sehat Kyuhyun masih berada di tempatnya. Dong Hae adalah sahabatnya. Dia tidak seharusnya melakukan ini.  Kyuhyun mendorongnya hingga terjatuh.

Setelah mereka berdua terdiam di posisinya, Kyuhyun mengangkat tubuh Dong Hae menuju tempat parkir dan mengantarnya ke apartemen Dong Hae.



From : Dong Hae

“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku sedang tidak enak badan.”

Pesan itu dikirimkan Kyuhyun ke Min Young, Kyuhyun sebenarnya bisa menghandle Dong Hae sendiri, tapi pagi ini dia harus bertemu professor Ahn Soo. Dan Kondisi DongHae masih belum membaik. Dia pasti butuh sup atau hal yang menghangatkan tubuhnya dan menghilangkan mualnya karena mabuk semalam. Kyuhyun tidak cukup waktu membuatnya, dan hari ini Min Young tidak ada kuliah. Jadi tidak akan ada masalah. Tim penelitian tidak akan kerepotan berkurang satu orang saja hari ini. 

Min Young membaca pesan dari Dong Hae dan segera beranjak dari tempat tidur nyamannya. Mandi seadanya dan mengambil beberapa bahan makanan di rumah. Hyundai kesayangannya melaju bersama Min Young menuju apartemen calon tunangannya. Cho Kyuhyun sengaja pergi pagi pagi sebelum Min Young datang.

Min Young memencet kombinasi kode apartemen Dong Hae, masuk dan segera mengecek keadaan calon tunangannya. Wajah Dong Hae memar di sudut bibir sebelah kirinya karena pukulan tangan kanan Kyuhyun. Min Young segera mengompres memar  dengan es batu yang dia ambil dari kulkas. Dong Hae masih terlelap, aroma wine masih menguar disetiap helaan nafasnya.

Setelah mengompres bibir Dong Hae, dia segera menuju dapur dan memasak sup serta beberapa makanan untuk sarapan.

Dong Hae yang sudah tersadar dari tidurnya segera bangun, dia masih memakai kemeja yang dia pakai ke bar semalam, memegangi kepalanya yang masih terasa berat dan pusing. Dong Hae yang merasakan bibirnya memar, meringis kesakitan dan mengeceknya di cermin. Mencoba mengingat bagaimana dia mendapatkan memar di bibirnya. Tapi kepalanya semakin sakit. Dia tidak memaksanya. Saat menoleh ke meja di sebelah ranjangnya dia melihat es batu dan handuk kecil bekas kompresnya.

Suara di dapur apartemennya membuat dia berjalan keluar kamarnya. Melihat yeoja tunangannya sedang sibuk membuat sarapan.

“Kim Min Young-sshi?” Panggil Dong Hae dengan suara serak. “Kau sedang apa?”

“DongHae-sshi? Kau sudah bangun? Ah, ini aku memasak sarapan untukmu. Duduklah.”

“Bagaimana kau ada disini?” Tanya Dong Hae heran.

“Bukankah semalam kau mengirim pesan, kau bilang kau tidak enak badan. Dan menyuruhku kesini pagi pagi. Kau tidak ingat?”

DongHae hanya menggeleng. “Benarkah?”

“Sekarang kau harus mengatakan padaku kau kenapa? Kau ke bar semalam? Kau masih bau alkohol.”

“Iya, aku ke bar untuk bertemu Kyu…” Dong Hae sekelebat mengingat kejadian semalam. Dia sedang bersenang senang bersama gadis gadis itu. Lalu melihat Kyuhyun mencengkeram kerahnya dan melemparnya ke pinggir jalan. Tapi dia juga mengingat Kyuhyun yang membuka pintu apartemennya. ‘Astaga’…

“Kapan aku memberimu pesan?”

“Sekitar jam 2 pagi.. ada apa?” tanyanya

Dong Hae segera menuju kamarnya mengambil handphone untuk mengecek pesan.

To : Kim Min Young <3
“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku sedang tidak enak badan.”

(Dong Hae pov)

“Kapan aku memberimu pesan?” Tanyaku pada Min Young yang masih sibuk dengan supnya yang disajikan di meja makanku.

“Sekitar jam 2 pagi.. ada apa?” tanyanya.

Aku segera menuju kamarku mengambil handphone untuk mengecek pesan.

To : Kim Min Young <3

“Datanglah ke apartemen pagi ini, aku sedang tidak enak badan.”

Ada apa semalam? Kyuhyun yang mengantarku ke apartemen dan apa dia juga yang mengirim Min Young pesan. Jadi dia tahu tentang aku dan Min Young?  DongHae turun ke dapur menemui Min Young kembali.

“Ada apa?” Tanya Min Young melihatku turun dengan wajah khawatirku.

“Anniyo, kau masak apa, sepertinya enak?”

“Duduklah, makan supmu dulu supaya badanmu lebih segar.” Kata Min Young menyodorkan semangkuk sup. Min Young menatapku yang sedang menyendokan sup ke mulutku.

“Ada apa?” Tanyaku pada Min Young, Tatapan Min Young penuh dengan pertanyaan. “Kau ingin bertanya sesuatu?”

“Kau semalam ke bar?”  Tanya Min Young. Aku mengangguk 

“Hanya bertemu Kyuhyun, tapi aku lupa aku sudah bertemu dengannya atau belum. Aku sepertinya mabuk berat kemarin.” Jawabku.

“Hei Tuan Lee, Kau ini dokter. Apa tidak apa apa kau mabuk seperti ini. Aku dengar kau sering ke bar.”

“Aku ke bar kalau sedang bosan, aku juga mengajak Kyuhyun apa kau tidak suka?”

“Sejujurnya aku juga dulu sering ke bar, tapi suasananya tidak menyenangkan. Bising, dan banyak wanita berpakaian minim. Haaih, kau pasti kesana untuk hal yang terakhir ku sebutkan.”

“Mwo ya? Kau tidak suka jika alasanku yang terakhir.” Godaku.

“Terserah kau saja…” Min Young mulai menyendokkan sup ke mulutnya.

“Kau tidak sedang cemburu kan?” Aku terkekeh. Min Young mengerutkan keningnya 

“Hish, malddo Andwae!” Jawabnya.

“Kau mau kuliah? Mau kuantar?”

“Tidak usah, aku bawa mobil.. lagipula aku tidak ada kuliah,hanya tugas penelitian saja.Kau istirahatlah..” Kata Min Young.

“Aku juga harus ke rumah sakit, ada rapat yang harus ku hadiri.” Kataku, teringat kata dokter Kang kalau hari ini rapat dokter karena ada beberapa pelanggaran ketertiban di kalangan dokter muda.

“Kau yakin kau baik baik saja?” Tanya Min Young sepertinya mengkhawatirkanku

“Aku hanya mabuk semalam, aku bisa mengatasinya. Dan aku berjanji aku tidak akan sering melakukannya” Jawabku.

“Mengatasi apa? Kau tidak lihat bibirmu? Kau bahkan berkelahi di bar. Ckckck”

“Ini, aku juga tidak mengerti ada luka ini. Sepertinya aku Cuma terbentur di meja bar. Aku baik baik saja. Tenanglah…” Jawabku menenangkan Min Young. Aku sendiri masih belum mengerti tentang luka di sudut bibirku. Aku benar benar lupa. Aku memang seperti mengingat Kyuhyun hampir memukulku tapi dia benar benar tidak memukulku. Mungkin aku memang terbentur meja.


***

(Kim Min Young pov)

Aku datang ke lab kelompok cukup terlambat setelah dari apartemen Dong hae, tapi Cho Kyuhyun meloloskanku begitu saja. Aku rasa perlakuan istimewa ini pasti karena Dong Hae memberitahunya tentang ini.

Aku dan beberapa rekan tim menyelesaikan tugas kami masing masing.

“Youngie-ah kemarin Cho Kangsanim mencarimu setelah kau pulang, mungkin ada yang penting sampai dia kembali ke lab, coba temui Cho Kangsanim” Kata Cho Im.

“benarkah?” Aku segera pergi ke ruangan Cho Kyuhyun untuk menanyakan ada apa dia mencariku kemarin sore.

Yaa Tuhan, Kenapa aku sangat bersemangat bertemu dengannya. Aku pasti sudah gila. Aku mengetuk pintu ruangannya dan mendapatinya di meja kerja sedang sibuk mengoreksi hasil ujian mahasiswanya.

“Cho Kangsanim, boleh saya masuk?” Tanyaku. Dia hanya mendehem mengiyakan pertanyaanku. Aku duduk di depan meja kerjanya yang berisi tumpukan kertas cukup banyak.

“Cho Im bilang kau ingin bertemu denganku kemarin sore.”

“Ooh benarkah? Aku lupa tentang itu. “ Dia menjawab tanpa menatap ke arahku. Aku merasa kesal tidak dipedulikan Kangsanimku itu. “Baiklah kalau tidak ada yang penting, geurom, aku permisi dulu.”

“Kim Min Young-sshi, kau bisa bantu aku mengoreksi ini semua?” pintanya.

“Apa? Ini semua? “ Kenapa aku selalu datang di waktu yang tidak tepat. Aku datang saat Cho Kyuhyun sedang mengoreksi hasil ujian 8 kelas paralelnya. “Apa ini bagian dari penelitian? Kalau tidak maka aku tidak bisa.” Aku menolak. 

“Ini perintah seorang Kangsanim!” Jawabnya singkat sambil menatapku membenarkan posisi kacamatanya. Namja ini tampak lebih dewasa dengan kacamata yang bertengger di hidung atasnya. Sangat manis.Aku suka melihatnya seperti 
itu.

“Huuh baiklah” Aku menggerutu kesal tapi tidak bisa menolak. Aku segera duduk di kursi mengambil tumpukan kertas yang belum dikoreksi. Dia memberiku selembar kertas kunci jawaban dan aku segera mengoreksinya satu persatu.

“Waaah, bukankah ini ujian kemarin? Ini milik kelasku.. dimana yaa milikku?” Aku mencari cari lembar jawab milikku ditumpukan kertas itu.

“Caa…ketemu, Kangsanim. Boleh aku mengoreksi milikku?”

“Silakan saja…”

“Ku beri nilai A, ne? Tanpa ku koreksi..” Godaku pada Kyuhyun dengan senyum mengembang. Kyuhyun menghentikan pekerjaannya dan menatapku. “Coba saja kalau berani!”

“Boleh kah?” Aku tertawa senang memandangi kertas jawabanku;.

“Tapi kau tidak lulus mata kuliahku!” bicaranya sangat serius membuatku ingin menghentikan tawaku.  “Andwe… !” mataku mengerjap ngerjap, aku tidak boleh mengulang mata kuliah, apapun yang terjadi.

“Kau tahu kan aku tidak bisa mentoleransi kecurangan...” 

Kyuhyun merebut kertasku dan mengoreksinya sendiri. Dia menggelengkan kepalanya sambil mengoreksi lembar jawabku. “Mwo ya? Kau belajar tidak sih?” Tanyanya.” Tidak bisa dipercaya jawaban jawabanmu seperti ini.” Kyuhyun menatap lembar jawabku aneh. Aku yakin aku belajar sebelum ujian, dan ujiannya cukup mudah untukku. Tapi benarkah jawabanku seaneh itu sampai tatapannya pada lembar jawabku penuh ejekan.

“Aku belajar, Coba Ku lihat!” Aku ingin mengambil lembar jawabku, tapi Kyuhyun mencegahnya. Menarik kertasnya agar tanganku tidak bisa menggapainya. Aku berusaha mengambil kertasku dari tangannya tapi Kyuhyun mengangkat tangannya tinggi tinggi agar aku lebih tidak bisa menggapainya. Aku masih berusaha meraih kertasku, aish, jjinjja.. meja ini benar benar menghalangiku.

(Kyuhyun pov)

Aku mengangkat tanganku tinggi tinggi agar Min Young tidak bisa menggapainya. Dia berdiri dari kursinya mencoba meraih kertas ditanganku, memajukan tubuhnya ke depan agar semakin dekat. Tubuhnya tepat di depan wajahku, wangi parfumnya menguar, parfum Min Young adalah wangi favoritku membuatku ingin memeluknya dan menghirupnya dalam dalam. Akal sehatku sepertinya sudah dikuasai keadaan. Aku segera berdiri dari kursiku. Min Young terkejut ketika wajahnya beberapa centi didepan wajahku. Matanya membelalak lebar ketika aku mengecup bibirnya pelan. “Kau sangat gigih.”

(Author pov)

“Kau sangat gigih.” Kata Kyuhyun setelah melepas kecupan di bibir Min Young
Kyuhyun melepas kacamatanya dan meninggalkan Min Young di ruangannya.

“Aku mau mengajar, kau lanjutkanlah. Kalau sudah selesai kau boleh pergi ke lab kelompok.” Katanya sambil mengambil beberapa buku yang akan dibawanya mengajar.

“Yaak, Cho Kyuhyun..apa yang kau lakukan! Yak..” Teriak Min Young. Kyuhyun tidak mempedulikan teriakan Min Young dan segera pergi menuju kelasnya mengajar.

“Haaish, jjinjja… dia benar benar melakukan hal seenaknya padaku!” Kata Min Young.

‘mengoreksi ini semua sendirian? Hah? Yang benar saja, dia selalu saja merepotkanku’ Min Young menggerutu sebal dan membereskan satu persatu kertas di hadapannya.

“Kau pikir kau siapa menyuruhku ini itu dan menciumku seenaknya.. kau pikir aku sudi mengoreksi semua ini send…” Min Young menghentikan rutukannya setelah melihat kertas ujian miliknya terpampang nilai A dengan spidol berwarna merah.

Handhonenya bergetar tanda ada pesan masuk, Min Young membukanya segera


From : Cho Kyuhyun (Kangsanim)

“Kau memang mahasiswaku yang pintar, tingkatkan prestasimu ya! Ciuman tadi anggap saja hadiah dari oppa tampanmu ini.”


Min Young tersenyum puas ‘Jadi dia mengakui aku pintar?’ tanya Min Young. ‘Tapi ciuman tadi tetap saja tidak benar.’ Min Young menyentuh bibir pink alaminya sambil membayangkan kejadian barusan. ‘Tapi kenapa rasanya menyenangkan? Kenapa hatiku seperti ini? ‘ Tangannya menyentuh dadanya, merasakan sesuatu yang berdetak lebih cepat dari biasanya. ‘Jantungku,kenapa seperti ini?’ Min Young menggelengkan kepalanya cepat dan memukul kecil kepalanya. “ini tidak benar!”

            Min Young segera meninggalkan ruangan Cho 
Kyuhyun setelah menyelesaikan koreksi 4 kelas, dia melirik jam di tangannya sudah dua jam dia mengoreksi dan sekarang waktunya kembali ke lab kelompok.

(Min Young pov)

Aku pikir Cho Kyuhyun hanya mengajar dua sks, kenapa setelah dua jam dia tidak kembali ke ruangannya. Aku ingin sekali bicara padanya. Membayangkan tadi aku kesal, dia harus menjelaskan semuanya. Kenapa dia harus menciumku. Ucapan selamat tidak harus dengan ciuman seperti itu kan?

            Aku membuka pintu lab, satu persatu ku perhatikan semua teman temanku, sibuk dengan tugasnya masing masing, aku jadi semakin bersalah meninggalkan mereka, ini semua gara gara Cho Kyuhyun. Tapi aku melihat ada seseorang di sana, sedang memainkan handphone dengan muka serius. ‘Aku menunggumu di sana sambil menyelesaikan koreksi yang seharusnya tugasmu, dan kau disini sedang asyik dengan handphonemu!’ gerutuku pada pria ini. Kenapa kau sangat menyebalkan Cho Kyuhyun.

****

(Author pov)

Setelah Dong Hae menyelesaikan rapatnya, Dong Hae segera melajukan audi warna putih miliknya menuju kampus Min Young. Dong Hae bertanya kepada salah satu mahasiswa dimana ruang Cho Kangsanim, tapi setelah Dong Hae kesana ruangannya kosong. Salah satu kangsanim menyuruhnya untuk pergi ke laboratorium kelompok.

“Dia sedang berada di laboratorium kelompok, kau bisa lewat sana lalu belok kanan, ada tangga naik nah ruangannya di ujung sebelah kiri. “ Jawab Han Kangsanim, rekan Cho Kyuhyun.

Dong Hae segera berjalan menyusuri gedung kampus, Mahasiswi yang melihatnya menatap dengan terpesona, beberapa dari mereka melempar senyum pada Dong Hae dan Dong Hae membalas. Dong Hae hanya ingin bersikap ramah pada orang orang yang ditemuinya.

DongHae berjalan melewati tangga dan dia bertemu orang yang dicarinya.

“Kyuhyun-ah..”

“Dong Hae-ya, ada apa kesini? Menjemput tunanganmu?” Tanya Kyuhyun dengan nada datar.

“Aku ingin bicara denganmu.. “

“Tentang?”

“Semalam…”

“Aah, itu.. ayo ke ruanganku saja.”

Sekarang mahasiswinya sedang disuguhi sebuah pemandangan yang sangat menggiurkan, dua pria tampan berjalan bersama dengan pesonanya masing masing. Dong Hae yang murah senyum dan Cho Kyuhyun yang dingin. Bagaikan dua vitamin A yang sedang bertugas menyehatkan mata yang memandang mereka. Kalau mereka tahu hubungan mereka dengan Kim Min Young, semuanya pasti akan berkata ‘betapa beruntungnya seorang Kim Min Young’

“Kau mau minum apa?” Tanya Kyuhyun saat Dong hae menyandarkan tubuhnya di meja kerja Kyuhyun.

“Tidak usah, aku kesini ingin memastikan sesuatu.” Kata Dong Hae.

“Tentang semalam?” Kyuhyun menyodorkan segelas kopi pada Dong Hae.

“Iya, apa semalam kita jadi bertemu? “ Tanya Dong Hae penasaran.

“Kau hanya ingin memastikan itu sampai kau jauh jauh kesini tuan Lee?” Kyuhyun berdiri dan menyandar di meja kerjanya bersebelahan dengan Dong Hae

“Kau lihat ini kan? Apa ini karenamu?” Dong Hae menunjukkan memar di bibirnya.

“Tentang itu, maafkan aku.” Jawab Kyuhyun sambil menyesap kopinya, tatapannya lurus ke depan, tidak sekalipun menoleh ke arah Dong Hae.

“Kau marah padaku karena sesuatu?” Tanya Dong Hae mengerucutkan pembicaraan.

“Aku tidak suka dengan sikapmu, kau hampir bertunangan tapi kau masih liar bersama wanita lain di bar..”

“Tapi..”

“Aku pikir ini memang bukan urusanku, tapi ketika aku tahu calon tunanganmu itu adalah orang yang benar benar ku cintai. Aku tidak bisa menahan emosiku.”

“Apa?”

“ Calon Tunanganmu… orang yang kucintai kan?” Kyuhyun tenang menyesap kopinya yang tinggal setengah itu.

“Bagaimana kau bisa tahu? Tapi perlu kau tahu, ini tidak seperti aku mengambil Min Young darimu.”

“Aku tahu, Kau dijodohkan dengan Min Young dan kau mencintainya. Dan kau tidak tahu kalau selama ini gadis yang ku cintai adalah Min young. Dan kejadian di apartemen itu, aku mungkin akan melakukan hal yang sama denganmu, pura pura tidak mengenal Min Young.”

“Jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan ini semua, kau sahabatku dan Min Young adalah orang yang sama sama kita cintai.”

“Saat di bar, aku ingin mengalah padamu. Kau boleh memiliki Min Young asal kau bisa membahagiakannya. Tapi setelah melihatmu menyentuh gadis gadis itu, aku bahkan tidak rela melepas Min Young padamu. Melihat Min Young di sentuh olehmu saja aku tidak akan pernah rela.” Tegas Kyuhyun.

“itu sebabnya kau memukulku?” Tanya Dong Hae. “Kau tahu kan bagaimana aku kalau sudah mabuk?”
“Itu sebabnya aku tidak akan melepaskan Min Young padamu. Aku akan merebutnya darimu.”
“Kyuhyun-ah!” Dong Hae berteriak.
“Ini di kampus, kalau kau ingin berteriak dan memukulku. Lakukan saja nanti.” Jawab Kyuhyun.

Tok tok tok, Pintu ruangan Kyuhyun diketuk oleh seseorang. Kyuhyun segera menghampiri gagang pintu dan membukanya. Seorang gadis menerobos masuk ke ruangan Kyuhyun mendorong Kyuhyun masuk ke dalam dan segera menutup pintu.

“Kangsanim, aku ingin kau menjelaskan mengapa kau menciumku tadi. Kau tau kan kau tidak seharusnya melakukan itu padaku. Kau pikir…” Min Young menghentikan ocehannya. Dia terkejut melihat Dong Hae juga ada di ruangan Kyuhyun. Menyaksikan pembicaraan mereka, tidak berbeda dengan Min Young, Dong Hae juga terkejut. Apalagi kalau bukan tentang ‘ciuman Kyuhyun ke Min Young.’

“Dong Hae-sshi?” Min Young membuka mulutnya lirih. Kyuhyun memandang Min Young, tidak mempedulikan bagaimana ekspresi Dong Hae.

Mereka bertiga mematung ditempatnya tanpa sepatah katapun. Waktu terasa sangat lama. Min Young berharap dia hanya mimpi, Kyuhyun berharap hal seperti ini tidak pernah terjadi dan Dong Hae berharap ini hanya kesalahpahaman.

“Kau ingin aku pergi dan membiarkan kalian bicara? Atau kau yang akan pergi membiarkan aku bicara pada Dong Hae?” Tanya Kyuhyun

“Aku harus bicara pada Dong Hae.” Jawab Min Young. Kyuhyun keluar dari ruangannya dan duduk di bangku depan ruangannya.

“Dong Hae-sshi…aku bisa jelaskan semuanya.” Min Young menjelaskan kejadian antara dirinya dan Kyuhyun tadi pada Dong Hae tapi Dong Hae menjegalnya dengan pertanyaan. 

“Kim Min Young-shi apa kau mencintaiku?” Tanya Dong Hae putus asa.

“Ne? ” Min Young terkejut.

“Apa kau mencintaiku?” Dong Hae menegaskan kembali pertanyaannya pada Min Young. Pertanyaan ini menjadi sangat mudah jika memang Min Young mencintai Dong Hae. Tapi Min Young masih tidak mengerti tentang perasaannya pada DongHae.

“Ciumanku dengan Kyuhyun bukan berarti aku mencintainya kan?” Kata Min Young mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak membahas tentang ciuman, tapi kau mengakuinya sendiri.”

“Tapi Dong Hae-shi ini tidak seperti yang kau pikirkan…”

"Memangnya aku memikirkan apa?" Dong Hae tersenyum pada Min Young. Min Young menyadari itu bukan senyuman yang baik baik saja, itu senyuman miris yang membuat Dong Hae terlihat bodoh. 

"Suasana hatiku sedang tidak baik, bisakah kita bicara lain waktu saja?” Kata Dong Hae gerah sambil  melepas satu kancing kemejanya paling atas. “Aku pergi dulu.”


“Dong Hae-sshi..” Min Young memanggil Dong Hae tapi Dong Hae tidak peduli. Dia memutar gagang pintu dan keluar dari ruangan Kyuhyun. Min Young mengacak rambutnya merasa bersalah. ‘apa yang harus ku lakukan'
"Tidak seperti itu Dong Hae-sshi.." ucap Min Young yang mungkin hanya didengar oleh telinganya sendiri saja.

No comments:

Post a Comment