BITTERSWEET
“Memangnya kenapa
kalau aku ingin menjalani hidupku bersama dia, Kau bahkan tidak bisa membuatku
bahagia ?” Suara Hye Rin menggema di gendang telinga pria dihadapannya.
Detik detik berlalu sangat lambat, gemanya masih terdengar. Kata kata itu
seakan ingin membunuh pria yang masih berdiri beku dengan bibir pucat karena
menerjang salju mengendarai Audi putih miliknya.
“ Kau tidak ingat seberapa jauh kita sudah melangkah? Apa
kau akan melupakannya begitu saja?” Pria
itu masih menggenggam satu tangan Hye Rin erat. “Kau tidak lihat ini, sudah
berapa lama cincin ini melingkar di jari kita? Apa kau akan membuangnya demi
pria yang baru kau kenal? Jebal Hye Rin-ah” Pria itu masih saja berusaha memenangkan
hati kekasihnya dengan sebuah senjata bernama kenangan.
“Aku rasa semuanya sudah hilang...mungkin tempat baru menawarkan cerita baru.” Wajah Hye Rin tegas menginginkan perpisahan. Tatapan
matanya tajam, tidak terlihat lagi tatapan hangat penuh kelembutan yang
ditawarkannya dulu.
“ Jebal, Geumanhae! (Tolong Hentikan) Jangan seperti ini! ”
Erangnya dengan wajah menahan perih di ulu hatinya.
Jantungnya ikut berdetak
cepat, berharap kekasihnya hanya bicara
omong kosong yang tidak ada gunanya.
Berharap kalimat kalimat pahit yang diucapkannya adalah sebuah candaan
yang sama sekali tidak lucu.
“Entahlah…Kau pasti bisa hidup dengan baik dan melupakanku
seiring berjalannya waktu.” Hye Rin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan
berjalan menjauh.
***
Berbulan bulan peristiwa itu masih tidak
bisa hilang dari memoriku, entah memori sadar atau bahkan memori dalam mimpiku.
Aku benar benar tidak bisa membencinya karena perasaanku masih tetap sama
seperti dulu. Kendati begitu aku juga
tidak bisa lagi mencintainya, karena dia pergi menjauh dariku. Masih saja aku
mengiingat kata kata berbisanya yang sekali ucap membuat tulang tulangku melunak,
tidak bisa lagi menopang tubuh besarku ini. Mengingatnya saja membuatku ingin
melupakan perasaan terakhirku yang masih tertinggal.
Tapi lagi lagi aku tidak mampu. Menghitung
detik demi detik berada jauh darinya membuatku rasanya ingin mati. Kata kata
manis yang selalu dia ucapkan dulu selalu menggema lebih lama dari kata kata
busuknya terakhir kali.
“Sampai kapan
aku akan seperti ini..” Aku mendengus
lemah memandang sekelilingku. Warnanya menjadi abu abu, tak seberwarna saat dia
bersamaku disini. Wajahku masih terbenam dalam bantal putih diranjang kamar
yang gelap, menatap matahari saja
rasanya enggan. Apalagi beraktifitas di bawahnya. Aku terlalu nyaman menjalani
hari hariku seperti ini, rasanya aku selalu mengantuk di siang hari dan
insomnia di malam hari, rasa rasanya aku enggan turun dari ranjangku hanya sekedar
pergi keluar mencari udara segar.
_end
‘Hye-Rin-ah, Aku tau hatimu yang membeku itu sudah tidak
mampu aku singgahi lagi. Aku juga tahu rasa sakitku tidak akan membuatmu
kembali. Jika saja aku bisa mengulang waktu, aku memilih untuk tidak saling
mencintai dari awal. Aku lebih memilih kita tidak memiliki hubungan apapun
sejak perjumpaan kita. Kalau saja aku bisa kembali ke suatu saat dimana aku
tidak mengenalmu, aku pasti akan kembali kesana, dan mari jangan pernah saling berbagi hidup bersama, mari
jangan pernah saling mencintai seperti
ini.’
Songfiction_ Bittersweet K.R.Y Video
Lets Enjoy it!

No comments:
Post a Comment