Tuesday, May 26, 2015

BITTERSWEET

BITTERSWEET



“Memangnya kenapa kalau aku ingin menjalani hidupku bersama dia, Kau bahkan tidak bisa membuatku bahagia ?” Suara Hye Rin menggema di gendang telinga pria dihadapannya. Detik detik berlalu sangat lambat, gemanya masih terdengar. Kata kata itu seakan ingin membunuh pria yang masih berdiri beku dengan bibir pucat karena menerjang salju mengendarai Audi putih miliknya.

“ Kau tidak ingat seberapa jauh kita sudah melangkah? Apa kau akan melupakannya begitu saja?” Pria itu masih menggenggam satu tangan Hye Rin erat. “Kau tidak lihat ini, sudah berapa lama cincin ini melingkar di jari kita? Apa kau akan membuangnya demi pria yang baru kau kenal? Jebal Hye Rin-ah” Pria itu masih saja berusaha memenangkan hati kekasihnya dengan sebuah senjata bernama kenangan.

“Aku rasa semuanya sudah hilang...mungkin tempat baru menawarkan cerita baru.” Wajah Hye Rin  tegas menginginkan perpisahan. Tatapan matanya tajam, tidak terlihat lagi tatapan hangat penuh kelembutan yang ditawarkannya dulu.

“ Jebal, Geumanhae! (Tolong Hentikan) Jangan seperti ini! ” Erangnya dengan wajah menahan perih di ulu hatinya. 

Jantungnya ikut berdetak cepat,  berharap kekasihnya hanya bicara omong kosong yang tidak ada gunanya.  Berharap kalimat kalimat pahit yang diucapkannya adalah sebuah candaan yang sama sekali tidak lucu.

“Entahlah…Kau pasti bisa hidup dengan baik dan melupakanku seiring berjalannya waktu.” Hye Rin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan berjalan menjauh.

***
Berbulan bulan peristiwa itu masih tidak bisa hilang dari memoriku, entah memori sadar atau bahkan memori dalam mimpiku. Aku benar benar tidak bisa membencinya karena perasaanku masih tetap sama seperti dulu. Kendati begitu  aku juga tidak bisa lagi mencintainya, karena dia pergi menjauh dariku. Masih saja aku mengiingat kata kata berbisanya yang sekali ucap membuat tulang tulangku melunak, tidak bisa lagi menopang tubuh besarku ini. Mengingatnya saja membuatku ingin melupakan perasaan terakhirku yang masih tertinggal.

Tapi lagi lagi aku tidak mampu. Menghitung detik demi detik berada jauh darinya membuatku rasanya ingin mati. Kata kata manis yang selalu dia ucapkan dulu selalu menggema lebih lama dari kata kata busuknya terakhir kali.

“Sampai kapan aku akan seperti ini..” Aku mendengus lemah memandang sekelilingku. Warnanya menjadi abu abu, tak seberwarna saat dia bersamaku disini. Wajahku masih terbenam dalam bantal putih diranjang kamar yang gelap, menatap matahari saja  rasanya enggan. Apalagi beraktifitas di bawahnya. Aku terlalu nyaman menjalani hari hariku seperti ini, rasanya aku selalu mengantuk di siang hari dan insomnia di malam hari, rasa rasanya aku  enggan turun dari ranjangku hanya sekedar pergi keluar mencari udara segar.

_end


‘Hye-Rin-ah, Aku tau hatimu yang membeku itu sudah tidak mampu aku singgahi lagi. Aku juga tahu rasa sakitku tidak akan membuatmu kembali. Jika saja aku bisa mengulang waktu, aku memilih untuk tidak saling mencintai dari awal. Aku lebih memilih kita tidak memiliki hubungan apapun sejak perjumpaan kita. Kalau saja aku bisa kembali ke suatu saat dimana aku tidak mengenalmu, aku pasti akan kembali kesana, dan mari jangan  pernah saling berbagi hidup bersama, mari jangan  pernah saling mencintai seperti ini.’



Lets Enjoy it!

No comments:

Post a Comment