Wednesday, May 20, 2015

Damn, I'm Donkey!

Kim Min Young berjalan lunglai  menuju tepi ranjangnya, tangan yang baru saja memegang mouse itu gemetar tidak karuan. Komputer jinjing di meja belajarnya masih menyala terang berlatar belakang warna biru serta symbol sebuah media sosial bergambar burung.

Setelah tangannya yang menunjukkan gejala kecemasan, matanya berkedut berusaha menahan cairan bening yang sudah membentuk kaca kaca. Diremasnya sprei bergambar bunga berwarna hijau yang menjuntai di ranjang. Hatinya benar benar terluka setelah melakukan hal itu, sebuah aktifitas yang rentan akan perasaan gundah. Hal yang membuat perasaannya bisa kacau. Ya, Aktifitas itu  bernama Stalking…
Tidak salah baginya melakukan hal itu, karena yang ingin dia tahu adalah akun media sosial milik kekasihnya. Tapi apa yang dilihatnya  adalah sesuatu yang jelas membuat semua wanita geram. Melihat kekasihnya sudah menjalin kedekatan dengan wanita lain. Oke baiklah, Kim Min Young  dan kekasihnya, Cho Kyuhyun memang sudah putus beberapa minggu yang lalu, dan ini adalah putus yang entah keberapa kali.  Itulah mengapa Cho Kyuhyun berani melangkah lebih jauh untuk mengenal  wanita lain lebih jauh.
Tapi mudahkah hal itu diterima Kim Min Young? Jelas saja tidak. Bagi Kim Min Young putus adalah hal  yang biasa terjadi dan mungkin semuanya akan baik baik saja setelah beberapa hari. Karena Min Young tahu hal itu sudah terjadi sejak lama. Dan putus sebenarnya adalah cara mereka mengetahui betapa mereka tidak bisa hidup tanpa masing masing.
Gigi Min Young mengerat, tiba tiba tubuhnya berubah panas dan tulang tulangnya tidak mampu menopang duduknya. Dia tergeletak di ranjang dan bulir bulir air dari matanya turun seketika.

***
Dadaku mendadak menjadi sesak, nafasku memendek dan jantungku berdebar sangat cepat. Aku tahu ini adalah reaksi psikologis seseorang yang terluka hatinya. Dan orang itu adalah Aku.
Menjalin hubungan jarak jauh adalah hal yang paling ku benci sejak dulu. Aku memiliki pengalaman buruk dengan hubungan semacam ini. Yaa, aku pernah ditinggalkan karena aku tidak bisa dekat dengannya, dan kekasihku memilih wanita lain yang secara geografis bisa menenangkan dia. Aku jatuh terpuruk saat itu sebelum akhirnya aku bertemu dengan Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun bagiku adalah seperti obat, dia penyembuh luka.  Membawa sebuah kegembiraan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Menjadi sangat berarti di matanya adalah hal yang indah, meyakini dia mencintaiku adalah yang terbaik.Sejak saat itu aku tidak pernah menginginkan hubungan jarak jauh lagi sepanjang hidupku, sampai saat ini aku masih tidak menghilangkan pikiran bahwa hubungan jarak jauh adalah hal buruk. Aku tau kemungkinan berhasil dalam hubungan ini jelas kurang dari 50 persen. Bahkan 20 persen saja tidak. Tapi aku bertahan karena aku tidak ingin menganggap Cho Kyuhyun sama dengan orang itu. Cho Kyuhyun lebih baik, aku pasti bisa melakukannya.
Sungguh konyol kupikir, aku berdiri diatas sesuatu yang tidak pernah aku yakini. Apa aku salah? Aku merasa aku salah jika dengan melihat sisi hatiku. Kenapa tidak? Kami hanya terhalang jarak, cinta kami tidak berubah. Tapi aku akan merasa keyakinanku tentang hubungan jarak jauh adalah salah ketika melihat bukti bukti yang begitu tercecer berantakan dihadapanku. Temanku, sahabatku, orang orang itu, bahkan dosen Sosialku mengatakan hal yang sama. Hubungan jarak jauh itu tidak akan pernah masuk akal.

***
Mereka menjalani waktu bersama sama selama di Seoul sebagai mahasiswa. Min Young  berasal dari Sokcho, Cho Kyuhyun berasal dari Busan dan  Seoul  adalah tempat pertemuan pertama mereka. Di tempat mereka menimba ilmu ini lah cinta mereka berkembang. Mereka menjaga cintanya dengan sederhana. Pertengkaran hebat, putus dan kembali saling mencintai adalah hal biasa bagi mereka. Kehidupan sederhana juga mewarnai kisah kisah mereka. Mereka tidak selalu bisa makan enak dan mahal seperti orang orang lain membawa pasangannya berkencan atau ketempat tempat mahal yang lain, membelanjakan kekasihnya barang yang mewah. Mereka menyadari, ini bukan kisah cinta pangeran dan putri.  Jadi jangan terlalu bermimpi untuk hidup seperti itu. Jika uang saku mereka habis, mereka tidak akan kencan di luar. Cukup membeli ramen dan menonton film di flat Min Young. Mereka baik baik saja dengan itu.
Siapa yang bisa menerima kekurangan Cho Kyuhyun selain Kim Min Young, dan siapa yang paling tahan dengan tingkah menyebalkan Kim Min Young selain Cho Kyuhyun ? Mereka tidak terlalu memikirkan siapa orang orang itu yang jelas mereka hanya akan bersama.
“Kalau kau sukses setelah menyelesaikan studimu kau pasti akan meninggalkanku..” Min Young merajuk seperti biasa. Dan Cho Kyuhyun akan menenangkannya dengan sangat pandai. “Aku bukan orang yang seperti itu.” Katanya singkat tanpa melihat ke arah Min Young. Ketika Cho Kyuhyun mengatakan keinginannya bekerja di Tokyo,  Min Young sangat terpukul, karena ini artinya dia akan berjauhan dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun. Dan ini adalah hubungan jarak jauhnya  yang ke dua.
Seperti orang terkena trauma yang sangat membekas dihatinya, perasaannya tidak karuan. Menghitung hari demi hari keberangkatannya membuat Min Young cemas. “Aku takut kau akan berubah..” Kata Min Young. “Aku bukan orang seperti itu, percayalah..” Cho Kyuhyun tersenyum menenangkan Min Young. Kekuatan Min Young jelas berasal dari kepercayaannya pada  kata kata Kyuhyun.

Tapi kali ini semuanya terlihat sangat tidak sama dengan janji yang dia buat, dia mendekati wanita lain hanya karena sedang tidak sejalan dengan Min Young. Cho Kyuhyun merasa nyaman dengan wanita lain. Tentu saja hati Min Young sakit, betapa tidak? Begitu mudahnya Cho Kyuhyun melakukan itu sementara Min Young menunggu dia untuk berbaikan. Ini seperti Cho Kyuhyun datang di hidupnya dengan tangan kiri menggenggam obat dan sebelah kanannya menggenggam pisau. Kenapa tidak pisau di sebelah kiri dan obatnya di sebelah kanan? Karena mengobati dengan tangan kiri tidak akan jadi masalah, tapi menusuk dengan tangan kanan lukanya akan lebih dalam. Setelah mengobati Min Young dari luka tusukan orang lain , Cho Kyuhyun hadir menjadi penyemangat hidupnya, tapi kemudian dia malah menusuk kembali ditempat yang sama. 

No comments:

Post a Comment