Saturday, May 23, 2015

Would we still be in love?






“Americano..”

“Baiklah, tunggu sebentar..” pelayan dengan efron berwarna coklat yang melekat di tubuhnya segera pergi mengambil pesanan pria berkulit putih pucat yang sedang duduk di sudut kedai kopi di dekat kantornya. Kacamata bening  bertengger di atas hidung mancung menawan. Tangan tangan itu bergerak menari diatas keyboard notebook di hadapannya. Matanya tidak pernah lepas dari layar, melirik ke sebelahpun tidak.

Pintu kedai terbuka, langkah sebuah sileto hitam  berhenti di depan meja pesanan.

“Selamat datang!” Kata pelayan di depan meja pesanan.

“Aku pesan satu americano.” Suara itu membuyarkan konsentrasi pria di sudut kedai. Suara yang sangat dikenalnya. Mengantarnya pada memori  dua tahun yang lalu.


****


“2 americano..” Kata Cho Kyuhyun memesan kopi mereka. Di hadapannya seorang gadis sedang sibuk meneliti angka angka di notebook milik gadis itu.

“Min Young-ah, bisakah kau tutup tugasmu? Kita kan sedang berkencan..” Kyuhyun merajuk pada kekasihnya.

“Sebentar lagi, lagipula siapa yang berkencan di kedai kopi.” Ucap gadis berambut coklat yang masih tidak berhenti memandang layar kotak yang membentuk sudut 90 derajat itu. 

“Aaa, Jadi begitu? Kau mau aku ajak kemana? Makan malam  di Lotte?” Tanya Kyuhyun. Senyum Min Young mengembang, serta merta mengangguk mengiyakan ajakan Kyuhyun.

“Aish, lupakan saja…” Jawab Kyuhyun memundurkan posisi duduk dan melipat kedua tangan di dadanya..

“Arra (Aku mengerti)…” Min Young kembali berkonsentrasi ke notebooknya. Min Young tahu kalau Kyuhyun hanya mempermainkannya soal kencan di Lotte. Jadi tidak perlu diambil pusing soal ajakan kencan palsu tadi. 

Beberapa lama setelah  pesanan mereka datang Kyuhyun menutup paksa notebook Min Young.

“Mwo ya? (apa apaan ini?)” Min Young merengut kearah Kyuhyun. Segera Min Young mengalihkan pandangannya ke segelas kopi pesanannya.  Menghirup kopinya dalam dalam dan menyesapnya sedikit. Pahit…


(Min Young Pov) 


'aku suka americano, "pahit" tapi kalau kita bisa menikmatinya dengan baik, maka sensasi pahitnya terasa sangat enak. Seperti hidup.. walau terasa berat dan getir, kalau kita bisa mensyukurinya. Semuanya akan baik baik saja, hidup kita akan indah dengan cara kita..

"tidak pekat" itu mengapa dinamakan americano. Orang orang amerika memang suka menambahkan air pada espresso mereka. Sehingga menjadi lebih encer. Yah, untuk ke amerika memang tidak perlu menyukai americano. Tapi paling tidak aku bisa memahami selera orang orang Amerika.

"Aromanya kuat" , aku sangat suka americano karena aromanya sekuat espresso. Menenangkan. dan efeknya membuatku terjaga.'


“Jadi bagaimana kalau kita membahas masa depan kita saja..” Goda Kyuhyun. Min Young selalu tertarik untuk membahas masa depan bersama Kyuhyun. Jika Kyuhyun sudah membuka mulutnya tentang pernikahan dan kehidupan setelahnya. Min Young pasti akan mendengarnya dengan wajah berseri seri.

Hanya saja yang tidak pernah Kyuhyun inginkan adalah Min Young selalu mengatakan ingin ke Amerika sebelum menikah.

“Aku ingin ke Amerika.. kau kan  sudah tau sejak dulu..” Min Young mengomel saat Kyuhyun menghapus salah satu list mimpinya.

“Aku tidak ingin kau kesana..kau harus bersamaku di sini. Kampus di sini juga tidak kalah bagus dari di Amerika”

****

(Kyuhyun-pov)

Itu adalah perbincangan terakhirku bersama Min Young. Dia meninggalkanku bersama dua gelas americano setelah berdebat tentang kepergiannya ke Amerika. 

Min Young orang yang ambisius, dia tidak akan melepaskan mimpi mimpi yang telah dia rancang begitu saja. Sekalipun itu demi aku. Tapi aku baru memahaminya setelah dia pergi meninggalkanku. 

Pergi jauh dariku bukan berarti dia tidak mencintaiku lagi kan? Aku benar benar bodoh melepaskannya. Ingin sekali aku mengiriminya email. Menanyakan kabarnya dan apa dia baik baik saja di sana. Apa hidupnya baik di sana, bagaimana kawan kawannya, apa dia punya kekasih di sana? Apa studinya berjalan lancar seperti harapannya? Ah iya, terlalu banyak yang ingin aku tanyakan, tapi semuanya kikis, rasanya aku benar benar tidak berhak merindukannya setelah aku mencoba menggagalkan mimpi yang sudah dia rancang.  


Dan kini, suara itu muncul lagi, tepat dua tahun setelah suara itu tidak pernah terdengar, setelah bunyi sileto hitam itu berhenti di meja pemesanan. 

Aku menoleh padanya. Wangi yang menguar dari sisa sisa parfumnya setelah dia berjalan masuk. Menggali kenangan yang selalu aku simpan di dekat akar pohon hatiku. Aku mengenali setiap lekuk tubuh itu, bahkan hanya dari punggungnya saja aku bisa tahu siapa pemilik tubuh itu. 

Setelah mendapatkan segelas americano pesanannya, gadis di depan etalase tadi membalikkan tubuhnya bersiap keluar dari cafe. Deg.. rasanya kembali seperti saat aku mengenalnya pertama kali di kampus. Dan sepertinya aku jatuh cinta dan untuk yang kedua kali. Tapi ... aku jatuh cinta pada orang yang sama.


****

“Kapan kau kembali? Sudah lama tidak bertemu.” Tanya Kyuhyun di hadapan gadis yang memakai sileto hitam itu.

“Sudah satu bulan yang lalu.. apa kabarmu?” Min Young memandang Kyuhyun berbeda. Begitu pula Kyuhyun. Tatapan mereka jelas saling merindukan. Sepasang kekasih yang sebenarnya masih saling mencintai tapi memutuskan untuk berpisah.

“Bagaimana Amerika?”

“ Menyenangkan..” Ucapnya singkat. Senyum simpul Min Young menghiasi bibir penuhnya.

“Syukurlah..berarti kau tidak kecewa meninggalkanku.” Goda Kyuhyun. Min Young tertawa kecil sambil memalingkan wajahnya ke samping.

“Bogoshipo-so! (Aku merindukanmu!)” Min Young mendesah pelan, menatap lekat mata hazel mantan kekasihnya. Begitu pula Kyuhyun. Menatap manik mata Min Young dengan lembut.  Mengumpulkan keberanian dari perasaannya.

“Ajikdo… Saranghago… Isseoseulkka?” Kyuhyun bertanya penuh keragu-raguan. Ditatapnya gelas Americano yang diputar putar dengan tangannya, kemudian menatap Min Young lagi.

“Menurutmu?” Kata Min Young bertanya sambil menghentak hentakkan pelan gelas americanonya. Senyumnya tergambar jelas di bibir penuh Min Young. Tanpa ada kata kata yang sangat jelaspun, Kyuhyun telah mampu mengartikan semburat senyum itu. 

No comments:

Post a Comment