Gadis itu
melewati setiap garis batas sadarku, membawaku melayang menjauh ke sudut hatinya yang membeku. Dia kembali lagi,
kali ini dalam mimpi mimpi malamku. Membawa setumpuk rindu yang sudah terjejal
di hatinya.
“Tidak bisakah
kau kembali.” Dia hanya tersenyum menjauh, gelengan pelan di kepalanya
membuatku ingin merengkuhnya dari tempatku berdiri. Saat aku melangkahkan
kakiku mendekat, wajahnya berubah murung, menggeleng lebih keras. Wajah tidak
inginnya tergambar jelas tiap episode mimpiku."
***
Kriiiiiiiing!!
“Sial!!” Kyuhyun
merutuki jam waker di samping tempat tidurnya. Entah kenapa malam malam yang dimulainya
dengan alkohol selalu membawanya terbaring di ranjangnya bersama sang mimpi. Benteng
kokoh berbahan dasar batu mengikatnya bersama memori tentang sang gadis. Yaa
dia menyebutnya gadis kupu kupu.
Gadis kupu kupu,
seorang yang membawa Kyuhyun ke dalam rintik bahagianya bersama hujan,
mengasihinya sehangat mentari, meluruhkan embun pedihnya, dan menyesap manis madu
yang menjadikannya candu.
Dia seperti kupu
kupu yang terbang padanya dengan sebuah sihir, melenggang memenuhi pikiran
Kyuhyun. Sayap sayap indahnya memanjakan indera penglihatan, berbisik mesra dan
menari penuh suka.
***
“Benteng kokoh itu selalu
menjadi awal pertemuanku denganya dalam mimpi. Senyum simpulnya menenangkanku,
aku bahagia menyadari keberadaannya. gerakan tubuhnya ditengah bunga krisan kuning
yang menyegarkan mata mendorong tubuhku mendekat, namun dia berjalan kembali
lagi ke dalam benteng kokoh yang lain. Tersenyum dan tidak membiarkanku bersama. Dia menunjukan ketidak senangan jika
aku mendekatinya. Senyumnya runtuh..
Kupu kupu cantik itu
meninggalkanku seperti angin. Terbang menjauh
setelah membodohi cintaku, terbang meninggalkan wanginya, jauh hingga aku tak
mampu memandangnya, Lagi…”

No comments:
Post a Comment