Saturday, May 16, 2015

She's a butterfly





Gadis itu melewati setiap garis batas sadarku, membawaku melayang menjauh ke  sudut hatinya yang membeku. Dia kembali lagi, kali ini dalam mimpi mimpi malamku. Membawa setumpuk rindu yang sudah terjejal di hatinya.
“Tidak bisakah kau kembali.” Dia hanya tersenyum menjauh, gelengan pelan di kepalanya membuatku ingin merengkuhnya dari tempatku berdiri. Saat aku melangkahkan kakiku mendekat, wajahnya berubah murung, menggeleng lebih keras. Wajah tidak inginnya tergambar jelas tiap episode mimpiku."

***

Kriiiiiiiing!!
“Sial!!” Kyuhyun merutuki jam waker di samping tempat tidurnya. Entah kenapa malam malam yang dimulainya dengan alkohol selalu membawanya terbaring di ranjangnya bersama sang mimpi. Benteng kokoh berbahan dasar batu mengikatnya bersama memori tentang sang gadis. Yaa dia menyebutnya gadis kupu kupu.
Gadis kupu kupu, seorang yang membawa Kyuhyun ke dalam rintik bahagianya bersama hujan, mengasihinya sehangat mentari, meluruhkan embun pedihnya, dan menyesap manis madu  yang menjadikannya candu.
Dia seperti kupu kupu yang terbang padanya dengan sebuah sihir, melenggang memenuhi pikiran Kyuhyun. Sayap sayap indahnya memanjakan indera penglihatan, berbisik mesra dan menari penuh suka.

***

“Benteng kokoh itu selalu menjadi awal pertemuanku denganya dalam mimpi. Senyum simpulnya menenangkanku, aku bahagia menyadari keberadaannya.  gerakan tubuhnya ditengah bunga krisan kuning yang menyegarkan mata mendorong tubuhku mendekat, namun dia berjalan kembali lagi ke dalam benteng kokoh yang lain. Tersenyum dan tidak membiarkanku  bersama. Dia menunjukan ketidak senangan jika aku mendekatinya. Senyumnya runtuh..

Kupu kupu cantik itu meninggalkanku  seperti angin. Terbang menjauh setelah membodohi cintaku, terbang meninggalkan wanginya, jauh hingga aku tak mampu memandangnya, Lagi…”


No comments:

Post a Comment