Thursday, May 14, 2015

Mini drama "Don't Leave me" (Cho Kyuhyun part)



Cast : 
Cho Kyuhyun

Kim Hye Rin

Bak bak bak bak bak bak bak bak… suara  pantoufle hitam itu memecah keheningan sudut Kota Seoul. Suaranya semakin lama semakin keras, lalu terhenti di hadapan seorang yeoja (wanita) yang mematung sejak empat jam tadi.. Iya empat jam.  Nafasnya memburu, terengah engah  setelah berlari dari stasiun bawah tanah yang membawanya dari kantor ke persimpangan, tempat dia berhenti sekarang.


“Mian…hae..” Kata yang keluar begitu saja dari bibir namja (pria) berperawakan tinggi itu. Kulit pucatnya semakin terlihat pucat karena kelelahan. Nafasnya masih terengah engah sambil melonggarkan dasi yang menggantung di lehernya.

Wae irae (Kau ini kenapa).. Ini sudah keberapa kalinya kau terlambat.”

Mianhae,  Hyuk Jae menyuruhku mengerjakan tugas milik Kim Tae Rin, aku sudah bilang kan kalau dia masuk rumah sakit kemarin, jadi tidak ada yang menghandlenya.” Terang Cho Kyuhyun. Namja yang berlari sekenanya tadi.

“Memangnya itu tugas manajer, kau bisa menyerahkan itu pada stafmu kan?” Wajah Hye Rin merah padam. 

“Ini permintaan Hyuk Jae, Hye Rin-ah. Sebelum aku menemuimu, dia yang datang keruanganku meminta aku mengerjakan semuanya. Kau tau kan bagaimana bersikap pada atasan.” Namja itu  menjelaskan.

Yeoja itu masih saja berpikir bahwa namja dihadapannya sedang mengabaikannya. Bagaimana tidak? Hyuk Jae adalah atasan sekaligus sahabat kekasihnya. Kenapa dia tidak bisa menolak atau setidaknya menunda sampai besok. Bukankah ini hari penting  mereka. Hyuk Jae juga akan mengerti kalau ini tentang mereka. 

“HyukJae bahkan sudah tau malam ini adalah peringatan tiga tahun hubungan kita… Kenapa dia memberimu tugas itu. Kenapa kau tidak bisa sekali saja menolak permintaan Hyuk Jae. Pria itu bahkan sudah cukup dewasa untuk selalu bergantung padamu!”

Mian Hae Hye Rin-ah.. “

“Kau tau berapa jam aku menunggu disini? “

Arra arra mianhae jeongmal Mianhae.”

“Kau bahkan hanya mengatakan maaf dan maaf dan maaf. Kau tidak ingat seminggu yang lalu kau membuatku menunggu di apartemenmu semalaman, dan kau malah menemani Hyuk Jae minum minum di pub? Kau meminta maaf dan berjanji padaku tidak akan mengulanginya lagi”

“Kenapa kau selalu mengungkit  masa lalu, huh?” Kyuhyun menatap yeojanya lekat lekat.

“Lalu kau berjanji menjemputku saat aku sampai di Incheon, dan kau melupakannya karena kau menemaninya berkencan. Apa Hyuk Jae anak kecil sampai berkencan saja harus kau temani? Bahkan kalau dia anak kecil dia tidak seharusnya berkencan!!”

“Jebal (Tolong) , Geumanhae (Hentikan) Aku bahkan datang kesini berlari sekencang kencangnya dari stasiun. Kau masih tidak bisa menghargai perjuanganku sampai disini!!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

“Haish,Jjinjja (Benar benar). Lalu aku yang berdiri disini empat jam kau pikir bukan perjuangan.”

“Tapi setidaknya aku datang.”

“Empat Jam Kyuhyun-ah, empat jam! Kau tahu bagaimana jika kau yang menungguku empat jam? Kau mungkin akan meninggalkanku seperti saat kita akan menonton film waktu itu.”

“Geumanhae Hye Rin-ah, ini malam baik kita kan? Ayo kita nikmati kencan kita malam ini. Kau bilang sudah memesan tempat yang bagus untuk kita makan malam. Aku sangat penasaran.” Kyuhyun mencoba membuat kekasihnya luluh dengan ucapannya. 

“Lupakan saja!” Hye Rin membalikkan badannya berniat meninggalkan Kyuhyun disana,  hingga tangan halusnya ditarik oleh sebuah tangan besar yang mencengkeram. “Jangan pergi!”  Kyuhyun memohon, Hye Rin menghentikan langkah kesalnya. Berbalik… Kyuhyun hanya perlu memohon, maka  segala kemarahan Hye Rin akan lenyap.

Layar Handphone Kyuhyun menyala. Getaran membuat pemiliknya menyadari ada telepon masuk. 

“Tunggu sebentar..”  Katanya.

“Yeobseo, Ne Hyuk Jae-ah… Apa? Bagaimana bisa? Kau gila. Eo…aku sedang bersama Hye Rin. Bisakah minta tolong yang lain. Kau tau kan kalau…. Dong Hae bagaimana? Jung Soo?  Eoh, baiklah. Tunggu. Aku akan segera datang.”  Cho Kyuhyun mematikan handphonenya, menatap sebentar layarnya dan meletakkannya di kantong dalam jasnya.  Hye Rin menatapnya, kemarahannya yang baru saja mereda sebentar mungkin akan dihancurkan oleh telepon yang baru saja diangkat Kyuhyun, membuat wajah merah padamnya kembali.

“Apa lagi sekarang?” Hye Rin langsung mencecarnya dengan pertanyaan selagi Kyuhyun meletakkan handphone di saku jasnya.

“Hye Rin-ah  maaf, Hyuk Jae benar benar butuh bantuanku. Dia hampir dihajar suami kekasihnya. Aku harus segera kesana. Bisakah kita ganti waktu kencan kita? Besok aku ada waktu, aku tidak akan terlambat. Aku berjanji.” Ucap Cho Kyuhyun sambil meletakkan kedua tangannya di lengan kekasihnya. Hye Rin menangkis cengkeraman Kyuhyun. “Bisakah kau disini saja? Aku sudah menunggumu sangat lama.” Hye Rin menggenggam satu tangan Kyuhyun. “Hyuk Jae butuh bantuanku. Kencan bisa kita tunda besok malam kan? Jebal.. mengerti lah.” Kyuhyun menjauhkan tubuhnya perlahan. Tapi Hye Rin masih mengeratkan genggamannya pada pergelangan tangan Kyuhyun.

“Kau pergi, kita berakhir!” Hye Rin geram dan mengajaknya berpisah. “Hye Rin-ah, jebal jangan katakan itu lagi.Eoh? Hyuk Jae benar benar butuh bantuanku.”

“Lalu aku?”

“Kau pulang saja naik taxi. Aku akan menemuimu besok malam sepulang kantor. Eoh?”

“Jadi Hyuk Jae lebih penting dari aku, hah?” Hye Rin menahan air matanya sebisa mungkin agar tidak menetes. Dia tidak bisa terlihat lemah di hadapan Cho Kyuhyun walau nyatanya dia tetaplah gadis lemah jika Kyuhyun menyakitinya.

“Kalian berdua penting, dan kau adalah prioritasku. Jadi jangan pernah berpikiran macam macam. Aku harus pergi karena Hyuk Jae membutuhkanku.” Kyuhyun melepaskan tangan kanan yang digenggam Hye Rin dengan tangan kirinya, meninggalkan Hye Rin yang sudah meloloskan cairan bening di sudut matanya.

“Kali ini kita benar benar berpisah…” Jelas Hye Rin. Tapi Kyuhyun terus menjauh. Melepaskan penuh genggaman Hye Rin. Meninggalkan Hye Rin yang terisak di tempatnya.


Kim Hye Rin :
"Demi Tuhan aku tidak akan pernah kembali padanya apapun yang terjadi."


Cho Kyuhyun :                                                                                 "Kau hanya marah sebentar, tiga hari kemudian akan mereda. Aku yakin."

(to be continued)





Author said : 
Author bingung sendiri, kalo lagi menggebu gebu nulis itu trus diselain kegiatan lain gitu trus nggak mood. Belom sampe ending udah bosen. Yaudah di tbc in aja.

No comments:

Post a Comment