“Kau tidak perlu melakukannya karena aku sudah lelah! Dan ini, aku harus mengembalikan ini padamu.” Kata gadis bermata Hazel itu padaku sembari melepaskan sebuah cincin di jari manisnya. Aku tertegun, semudah itukah gadis itu melepaskan cincin yang sudah kusematkan padanya didepan keluarga dan kerabat kami berdua. Jalanan malam yang sangat dingin itu membuat langkah kakiku lebih berat… menyakitkan.
Perasaanku kacau, menelisik ke dalam lubuk hatiku rasanya aku sudah mati rasa sekarang.. ah bukan, bukan seperti itu. Rasanya aku sedang menumbuhkan kesakitan yang makin lama makin besar. Ingin sekali aku katakan padanya untuk berhenti dan jangan mengatakan apapun Tapi lidahku beku. Wajahnya yang benar benar terasa lelah membuatku tidak mampu mengatakan apapun.
Hatiku meracau, salahku dimana? Itu yang selalu aku tanyakan pada diriku. Lalu kenapa dia melakukan itu? Aku masih tidak habis pikir. Lima tahun bukan hal yang mudah, kami pernah saling berkorban. Kami saling membahagiakan, saling menyakiti, saling memberikan air mata. Tapi kami selalu bertahan..
“Stephanie !!! ” Aku mengerang frustasi, tapi wajahku masih terbenam dalam gelap. Perlahan ku buka mataku. Tubuhku tergeletak seadanya di ranjang dengan selimut terserak di lantai. Aaah lagi lagi aku bermimpi. Sudah berapa lama aku bermimpi?
Kenangan itu kembali menelusup di pagi hariku selama tiga bulan terakhir. Lucu rasanya, setiap pagi aku harus dibangunkan dengan adegan melempar cincin.
Aku yakin suatu hari itu semua akan berlalu dan memori antara kita segera menghilang. Seperti yang kau inginkan agar tidak melelahkan, agar kau bahagia.
Aku yakin perlahan perasaan ini akan mengalir jatuh, terlupakan bersama waktu. Karena semakin aku menuju hatimu dan berusaha mengulang semuanya, aku hanya menemukan diriku menyendiri di ruang kosong, hancur.
Aku berharap kau tidak sakit sebanyak yang ku rasakan. Aku berharap setiap hari… aku berharap kau tidak mengingatnya sebanyak yang ku lakukan. Aku harap kau lebih baik dariku. Hari ini dan esok…
_Andrew_
Coretan kecil nan iseng ini sekedar penghilang stress. Flash fiction pertama yang tercipta setelah dengerin lagu growing pains sambil manggut manggut searching artinya... )

No comments:
Post a Comment