Sunday, June 28, 2015

Day Dream ( Sequel, Don’t Leave Me Stay with me!) #nulisrandom2015day28





Gerbang kayu berwarna coklat keemasan itu sudah menenggelamkan pandanganku pada sosok Stephanie yang memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Kali ini benar benar tanpa negosiasi untuk saling memperbaiki hubungan. Dia benar benar memutuskan untuk pergi.

Saturday, June 27, 2015

Complicated Heart (Chapter 7)





Author : Cho Anna

Genre :
Romance, Drama

Cast : 
Cho Kyuhyun
Kim Min Young
Lee Dong Hae 

Other Cast : 
Find by your self


Kyuhyun yang duduk di bangku depan ruangannya membiarkan Dong Hae berlalu di hadapannya, Kyuhyun tidak akan menyangka persahabatannya dengan Dong Hae akan dibumbui dengan perebutan seorang wanita. Andai saja wanita itu bukan Kim Min Young, andai saja dia tidak mencintai Min Young, andai saja calon tunangan Dong Hae bukan Kim Min Young, maka semuanya akan baik baik saja.

Let's fall in love in heaven part 2 (nulisrandom day_27)




Kali ini aku menjalani kegiatanku seperti biasa, berangkat ke kampus dengan bis kota yang selalu datang lebih dulu dariku ke halte.

Wednesday, June 24, 2015

Ahmad Gozali Almandili : REMEDIAL TEACHING

Ahmad Gozali Almandili : REMEDIAL TEACHING: BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Sebagai seorang guru, mempunyai kewajiban mulai dari perencanaan pembelajaran, peroses, ...

Thursday, June 11, 2015

Ayo mulai menulis "Simpel Waton Ala Anna"




Kalau kamu sakit hati melihat tulisan pertamamu.. maka cara penulisanmu semakin baik..

Lets fall in love in heaven part 1 (#nulisrandom2015 day_11)


“Kau datang lagi?” Tanyaku pada seorang pria mengenakan kemeja bermotif papan catur yang sudah ku pantau akhir akhir ini dia sering mengambil tempat ternyamanku.

Monday, June 8, 2015

Unfulfilled Dreams (#nulisrandom2015_day 8)










Entah dari mana kabar tentangku yang sedang sakit sampai di telinga Kyuhyun. Dia meneleponku saat aku sedang tidur siang.

Friday, June 5, 2015

unfulfilled dream (#nulisrandom2015_day 5)



Kami berjalan sepanjang danau dengan tepi rerumputan yang membentang hijau. Aku tertarik dengan kursi panjang berwarna putih di salah satu tepian, dan memutuskan untuk duduk di sana bersama Dong Hae. 

Thursday, June 4, 2015

Unfulfilled Dream (#nulisrandom2015_day 4)



        Aku memandang Cho Kyuhyun dan Park Yoon Ji berdiri berdampingan di depan pendeta.

Tuesday, June 2, 2015

Unfulfilled Dream (#nulisrandom_day 3)




Rintik hujan pagi ini mengantarkanku pada sebuah bangunan klasik nan megah yang telah dipadati oleh beberapa tamu. Setelah mobilku terparkir aku segera masuk ke ruang tunggu pengantin wanita. 

Generasi Delman, kau telah punah! (#nulisrandom2015_day 2)





Siang itu aku mendapat sebuah pesan dari Shafira isinya kurang lebih begini “Mbak, jemput dong.” Ini baru jam 11.00  tapi Shafira sudah minta dijemput, Oiya aku lupa kalau dia sedang Ujian Kenaikan Kelas.  Karena tidak banyak kegiatan di rumah, segera aku melajukan Xeon Merah kesayangan menembus jalanan Banjarnegara yang tidak begitu ramai.  Aku berhenti di depan sebuah SMA dimana aku pernah menjadi bagian di dalamnya. Iya benar, SMA Negeri 1 Banjarnegara,  orang orang  biasa menyebutnya Smansabara atau SMA mBanjar.

Monday, June 1, 2015

Memories (#MenulisRandom2015 _day 1)



Sajak Rindu



Aku rindu seseorang dengan kaos putih birunya menjemputku untuk kencan pertama. Menggunakan sepeda motor pinjaman dan mengajakku ke sebuah taman dengan berbagai bentuk lampion. Kita saling bicara di bawah langit malam dengan dua buah bintang. Aku ingin menyebutnya bintang kita.. tapi aku masih terlalu malu. Itu kencan pertama…

Aku rindu seseorang mengajakku ke pantai Parangtritis untuk merayakan ulangtahunku. Aku lupa yang keberapa.. Saat itu dia memberiku sebuah kotak berwarna biru muda dengan pita biru tua. Isinya adalah sebuah mug, berwarna cokelat dengan ucapan yang cukup singkat. Sayangnya aku benar benar membantingnya dan pecah menjadi dua karena marah padanya. Tapi aku masih menyimpannya sampai sekarang..

Aku jadi teringat, aku pernah jatuh pingsan di pelukannya saat kami selesai berbelanja di sebuah supermarket. Aku terlalu lelah setelah berjalan jalan bersamanya dan menahan dismenorku yang sangat menyakitkan. Setelah itu dia menjagaku sepanjang hari.

Aku merindukan seseorang, yang selalu datang padaku, menjagaku saat aku mengalami dismenor setiap bulan, dan menepuk nepuk perutku sambil berkata “Cepet sembuh ya?”

Aku rindu seseorang, yang memberiku resep “Pindang Karamel.” Dia pernah sekali memasaknya untukku saat aku sedang sibuk sibuknya mengerjakan deadline laporan akhir praktikum Observasi dan Wawancara. Setelah itu, aku yang selalu memasak untuknya resep itu. Seiring banyak waktu berlalu, aku sering memasak dan makan bersamanya. “Enak?” Dia selalu dan selalu bilang “enak..” dan aku menyadari itu. Masakanku memang cukup bisa diperhitungkan. Tapi Suatu saat eksperimen memasakku gagal. Aku memasak ayam krispi dan ternyata bagian dekat tulang belum sepenuhnya matang. “Aku pasti abisin. Apapun dan bagaimanapun masakanmu” Jawabnya. Dan dia memakannya sampai habis. Aku saja yang memasak tidak melanjutkan makanku.
                Suatu saat kami ingin pergi ke pantai di Gunung Kidul, dia memintaku untuk memasak saja. Kayaknya lebih so sweet. Entah agar lebih so sweet atau lebih irit sebenarnya tujuan kami membawa bekal. Yang jelas kami berbelanja bersama dan aku memasak setelahnya. Tapi gara gara seruas jahe masakanku jadi hancur. Dia mengatakan padaku “Ini adalah masakanmu yang paling nggak enak.” Jujur saja aku kecewa mendengarnya. Saat aku bilang “Yaudah nggak usah dimakan, kita makan di luar aja.” Dia menarik mangkuk masakanku. “Yaudah dimakan aja, walaupun rasanya kayak gini kan aku tetep mau makan.”

Aku ingat pertengkaran tidak bermutu ini, dia sudah menjemputku setelah aku jatuh dari sepeda motor di ringroad utara sepulang kampus. Setelah itu dia memijat kakiku yang keseleo. Ah iya, bukan memijat, dia hanya mengoles cream anti nyeri. Lalu pulang ke kosnya. Lalu malam hari aku meminta dia untuk membelikan indomie. Nah, salah paham terjadi di sini. Maksudku adalah “Mas, Tolong beliin indomie goreng (di warung burjo).” Karena dengan kondisiku saat itu, tidak mungkin aku bisa ke dapur dan memasak Indomie sendiri. Aku harap dia paham tanpa ku beritahu.  Tapi dia mengintepretasinya “Tolong beliin indomie goreng (mentah, di warung atas kontrakanku dan aku akan memasak sendiri). Sampai di kontrakan, setelah aku berharap dia akan membawa Indomie siap santap ternyata dia membawa dua buah mie instan. Disitu pertengkaran terjadi. “Kamu itu harusnya tahu aku lagi sakit mana bisa masak mie..” “Kamu tuh harusnya ngomong yang jelas dan blab blab blab blab…” Setelah kawanku mendengar cerita tentang pertengkaran kami, dia hanya tertawa.. ”kalian itu lucu! ” Dan dia selalu meledekku dengan cerita ini.

Aku selalu merindukan seseorang, yang selalu menggerak gerakkan kakinya saat duduk atau berbaring. Tangannya kanannya memegang handphone, dan tangan kirinya bermain rambut di kepalanya. Kemudian menghampiriku, mengambil remote tv dan memukulnya ke dahiku. Lalu saling membalas dan akhirnya u*il selalu bertindak sebagai senjata terakhir. Kalau sudah begini aku bakal teriak “Jorok!!!”

Aku merindukan seseorang yang tidak pernah mau diganggu acara futsal rutinnya. “Aku senin sparring futsal, perginya selasa aja ya.” “Pilih aku apa futsal?” “Futsal dulu baru kamu.” Aku sudah terbiasa dengan kalimat itu. Sakit hati? Awalnya, tapi setelah jauh mengenalnya aku sadar interest dia memang di futsal. Aku tidak akan jadi perusak minatnya.

Sama halnya dengan malam Minggu, aku kadang heran kenapa Manchester United selalu bertanding pada malam Minggu. “Aku mau nonton MU, Aku pulang dulu ya?”
Aku sudah terbiasa dengan kata kata itu. Aku marah padanya pun tidak akan membuatnya tetap bersamaku. Seperti katanya lagi “Kamu itu setelah MU. Kalau MU nomer 4 berarti kamu nomer 5.” Aku tahu dia sedang membicarakan tentang klasemen. Dan aku akan meledeknya“Aku fans Chelsea, jadi aku nomer satu. Lalu kami akan menjadi musuh chat dalam semalam. “Apa kamu?  dasar fans karbitan, apa kamu? dasar fans setan..”  

Pagi hari aku selalu mengecek hasil pertandingan MU dengan rivalnya di smartphoneku. Kalau MU menang, aku akan mengaku kalau aku mendukung MU semalam. Kalau kalah aku mengucapkan selamat pagi dengan kata “Selamat pagi, Perlu dipukpuk?” Aku tidak bermaksud untuk mengejeknya. Aku hanya mencoba tertarik dengan apa yang dia sukai. Aku pikir aku tidak perlu menyukai MU untuk bersama dengan seorang United Army. Aku hanya perlu mengerti apa yang dia sukai. “Dasar fans karbitan!” Balasnya.

Aku merindukan seseorang, yang setelah futsal terkadang menumpang mandi di kontrakan. Setelah dia selesai menggunakan kamar mandi. Aku pasti melihat air di bak mandi sudah seperti susu. “Kamu mandi apa berendem di bak sih? Kok bisa airnya jadi kaya gitu.” Dia cuma tertawa “Mandiku emang kaya gitu, iya, maaf maaf.”. Aku memang mengomel padanya, tapi aku jadi semakin tahu kebiasaan kebiasaan tentang dia. Aku tidak bisa marah kalau begini.

Ini nih kalo kita lagi sama sama kehabisan uang, aku rindu banget. Dia selalu datang pagi hari dan membawa dua bungkus mie instan dan dua telur atau kadang hanya satu telur. “Kok telurnya cuma satu?”tanyaku setelah membuka plastik hitam yang dibawaku ke dapur. “Yaudah dijadiin satu aja masaknya.” Jawabnya dari ruang tv. “piringnya?Aku males nyuci banyak banyak. Jadiin satu aja ya?” “Iyaa..” jawabnya lagi.

Ini tingkah kekanakan kami kalau lagi makan. Aku selalu melindungi laukku dari dia. Karena bisa jadi tangannya atau sendoknya dengan cepat mengambil lauk milikku. “Apa sih?Kamu kan punya sendiri” Aku menggerutu kesal. Dia pernah mengambil satu buah tahu goreng yang sedari tadi aku sayang sayang untuk ku makan, karena merasa bersalah dia pergi membeli tahu ditempat yang sama untuk mengganti tahuku yang dia makan.

Ini yang ingin sekali aku tanyakan dibalik seluruh kerinduanku padanya. "Apa kamu benar benar tidak memiliki perasaan yang sama lagi? Semudah itu kah? Setelah perjalanan panjang yang kita lalui? Aku tahu masih banyak yang kurindukan tentangmu yang tidak bisa kutulis. Menyusuri malioboro sambil menggenggam es krim misalnya, atau pesan singkatmu yang berkata 'De, ini udah 3 hari loh, masa mau diem dieman aja?' Benarkah kau semudah itu melupakan kenangan kenangan selama hampir tiga tahun ini? Apa jarak benar benar menyiksamu? Apa jarak memutuskan perasaanmu begitu saja? Ah iya, aku mungkin terlalu agresif ketika tidak ingin berpisah. Tapi aku cukup beralasan. Karena kita telah bersama untuk sekian waktu yang lama. Mengenal orang lain lagi pasti akan sangat melelahkan. Saling memahami lagi pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kita hanya perlu memperbaiki cara kita saling mencintai dan memahami. Yang menjadi tidak beralasan adalah ketika ada seseorang yang bertindak sangat agresif untuk memilikimu, tapi dia tidak pernah berjuang selayaknya aku"






 Tulisan ini dibuat untuk mengikuti event #MenulisRandom2015.