Tuesday, June 2, 2015

Unfulfilled Dream (#nulisrandom_day 3)




Rintik hujan pagi ini mengantarkanku pada sebuah bangunan klasik nan megah yang telah dipadati oleh beberapa tamu. Setelah mobilku terparkir aku segera masuk ke ruang tunggu pengantin wanita. 


Dari kejauhan pria itu berdiri di depan pintu dengan gagahnya mengenakan tuxedo hitam dan menyambut beberapa kerabat dan sahabat dekatnya yang hadir. Wajahnya sangat menawan dengan rambut kecoklatan, dari jendela saja aku  melihat kebahagiaan itu terpancar dari wajah putih pucatnya.
       
Acara segera di mulai, melihat pria itu tersenyum saat aku mendekat padanya adalah hal yang sangat aku harapkan selama  hidupku. Menghampirinya yang sedang menungguku di depan altar pernikahan adalah impianku sejak lama. Saling mengucap sumpah setia pernikahan di depan pendeta dan saling bertukar cincin.  Tidak henti hentinya raut wajah itu melempar senyum  karena ini adalah hari paling bahagia untuknya.

        Tapi aku berhenti  setelah sampai separuh jalan di lorong gereja itu, karena sang pengantin wanita harus berjalan menuju altar pernikahan menggandeng tangan ayahnya. Bukan dengan gadis yang mengangkat ekor gaun pengantin.

        Pria yang mengenakan tuxedo hitam di depan altar itu adalah Cho Kyuhyun, wajahnya yang sangat berbinar itu bahkan tidak mampu ku rusak dengan pedihnya perasaanku. Cho Kyuhyun adalah sahabatku sejak kami sama sama berusia delapan tahun. Kami tumbuh bersama, bersekolah di tempat yang sama dan melanjutkan kuliah di universitas yang sama. Karena kebersamaan yang terlalu lama inilah aku mempunyai perasaan lebih padanya.


        Dan gadis yang beruntung itu, aku sangat berharap dia adalah aku. Aku berharap gadis yang berjalan bersama ayahnya di lorong gereja itu adalah aku, Aku berharap yang mengucapkan sumpah di sampingnya adalah aku, bukannya Park Yoon Ji. 

(To be Continued)

1 comment: