It's Not the Ending
Kelas Musik Miss
In Hye kembali menyapa Ara dan Kyuhyun. Hari ini Miss In Hye akan mengumumkan pemenang tugas pertama beberapa minggu
yang lalu. Kyuhyun saja sudah melupakan tugas itu. Tapi bagi Ara, tugas itu
tidak akan terlupakan. Kejadian kejadian yang menimpa Ara saat ini tidak lain
adalah efek berkepanjangan dari tugas brengsek itu. Mengutuk dirinya yang
terlambat berangkat kekampus dan kejadian kejadian setelahnya. Wajah Ara
tidak bersemangat lagi mendengar ocehan Miss
In Hye tentang pemenang lagu itu. Di sudut yang lain Kyuhyun juga terlihat cuek
tidak peduli.
Tapi jodoh
mereka memang tidak berhenti sampai di situ. Pemenang kontes cipta lagu
dari Miss In Hye pun diumumkan.
Sudah bisa ditebak kan siapa yang jadi pemenang? Ya.. Lagu milik Cho Kyuhyun
dan Aranita Silva. Mereka kaget dalam posisinya masing masing. Tanpa sadar
Kyuhyun tersenyum tapi Wajah Ara malah semakin tegang. Ara harus berhadapan
dengan Kyuhyun lagi di luar sana. Seperti yang telah dikatakan Miss In Hye dulu. Pemenang akan tampil
di sebuah stasiun televisi pendidikan tentang Musik tentunya. Ini artinya akan
ada pertemuan pertemuan lagi dengan Kyuhyun untuk mempersiapkan ini.
Ara masih mematung, sesekali matanya berkedip dan
ketika teman temannya mengucapkan selamat. Ara masih saja membeku tanpa senyum.
“Ara-Sshi
Kyuhyun-Sshi, sudah diputuskan kalau
kalian akan mewakili kampus kita di EdK TV. Pengambilan gambar akan dilakukan
satu minggu lagi dan saya harap kalian bekerja keras untuk ini. Latihan
dilakukan mulai besok setiap pukul empat sore di sini dan akan saya dampingi.
Jangan sampai terlambat karena saya benci orang yang tidak tepat waktu.
“Ne
Aegeseumnida…” Jawab Ara dan Kyuhyun.
Benar
saja apa yang Ara khawatirkan. Mereka akhirnya dipaksa bersama lagi setelah
sekian drama hebat menghampiri hubungan mereka. Ara yang sudah lelah dengan
Kyuhyun akhirnya harus berhadapan lagi dengannya, menjadi partner bersama sisa
sisa kenangan dan luka. Ara tersenyum miris kalau mengingat itu.
“Aaah,
kenapa hidupku selalu berurusan dengan Kyuhyun.”
********
1st day training for EdK TV’s performance.
Ara
tidak bersemangat di awal latihannya. Hari itu Miss In Hye hanya akan memilih siapa yang memainkan piano dan siapa
yang menyanyi. Setelah melakukan percobaan panjang. Akhirnya terpilihlah Ara
yang memainkan Piano mengiringi Kyuhyun yang akan bernyanyi. Sesi latihan awal
mereka masih saling diam. Membuat Miss
In Hye kesulitan berkomunikasi dan menyatukan chemistry mereka. Padahal di dalam CD demo mereka perasaan tentang
lagu itu sangat terasa.
“Melihat
latihan yang begini saja, saya tahu kalau atmosfer disini tidak
menyenangkan.Coba katakan ada masalah apa kalian berdua?”
“Tidak
ada masalah apa apa Miss. Maaf jika
saya kurang fokus. Saya akan berlatih dengan baik mulai sekarang.” Kata Ara.
“Atau
kuganti saja pemenangnya, Hah??” Miss
In Hye mulai naik darah.
“Bisakah…?”
Tanya Ara.
“Tidak
Usah Miss, kami akan berusaha sebaik
mungkin. Ara hari ini mungkin sangat lelah karena dia seharian ini kuliah
penuh. Kami berjanji besok kami akan melakukan yang terbaik Miss” Kata Kyuhyun memotong pertanyaan
Ara.
“
Apa kau bisa memegang perkataanmu?”
“Tentu…
“JAwab Kyuhyun mantap.
“Ara-shi?”
“Ne?
Ne…” jawab Ara lemas.
“Baiklah
latihan kita selesai sampai disini. Aku juga lelah melihat ekspresi kalian
berdua. Tidak menyenangkan” Miss In
Hye mengeluarkan kata kata sadisnya lagi dan meninggalkan mereka berdua di
dalam ruangan.
“Ara..apa
kau sangat tidak professional seperti ini Hah?” Bentak Kyuhyun.
“Diam
kau Cho Kyuhyun. Aku lelah meladenimu. Kau pikir aku senang bekerjasama
denganmu? Sudah cukup kehadiranku yang selalu kau salah artikan. Sekarang kau
mau membentakku juga? ” Ara yang suasana hatinya tidak baikpun meledak ketika
mendapat bentakan dari beberapa orang hari ini. Ara melangkah keluar setelah
dia merapikan tasnya, meninggalkan Kyuhyun yang terkejut ketika Ara
mulai marah lebih dari dirinya.
“Anak
itu…” Gerutu Kyuhyun.
******
Latihan
demi latihan berlalu. Mereka sekarang sudah lebih professional mengesampingkan
ego pribadi mereka namun tidak ada kontak yang baik antara Ara dengan Kyuhyun.
Mereka tidak saling menyapa, dan berbicara sebatas latihan itu. Setelah latihan
berakhir mereka seakan tidak mengenal satu sama lain. Ara selalu meninggalkan
Kyuhyun lebih dulu di ruang latihan. Bagi Ara itu adalah bagaimana dia menepati
janjinya dulu. Jadi Seindah apapun dentingan piano dan suara lembut Kyuhyun.
Tetap saja perasaan yang digambarkan tidak kuat. Masih tanpa nyawa. Mati…
Dua
hari sebelum pertunjukan, latihan dilaksanakan di kelas Musik Modern.
Semua teman teman Ara menyaksikannya, tidak terkecuali SeNa. SeNa miris melihat
sahabatnya bersanding satu panggung dengan pria yang benar benar menyakitinya.
SeNa pasti tahu perasaan Ara. Bukan lagi bahagia Melainkan tekanan, karena
kejadian yang terus menerus dengan Kyuhyun. Kali ini dia harus menebarkan
senyum palsunya dan mengiringi Pria brengsek itu menyanyi.
Pesona
Kyuhyun muncul lagi dibalik suaranya yang menawan. SeNa yang memandang sebalpun
akhirnya luluh oleh suara emas Cho Kyuhyun. Gadis gadis disana sibuk memfoto
dan histeris mendengar suara Kyuhyun. Memang suara Kyuhyun semacam sihir yang
tidak mampu membuat pendengarnya beranjak pergi.
Saenggagi cham manhajyeosseo
Nega tteonan ihuro
jageun teum boimyeon Neoya
Itgo sipeun maeumgwa japgo sipeun nae mami
Heongkeureojidorok tto ssawo
Nan oNeuri
eoje gatgo naeil gata
Jageun meonjicheoreom naega heulleogaNeun deut hae
Aesseo Neoreul
miwohae boryeo hae
Heeojyeoya hal iyul chaja
Geureoda mami deolkeok naeryeoanja
Geu mueotdo itji motan nawa majuchyeo
Ireoke haruga tto
Gieogeul jiuNeun
bangbeop
Nae son aNe
itdamyeon
Geu ttaeNeun
eotteoke halkka
Naeil nuNeul
tteosseul ttae
Neoui gieok eopdamyeon
Pyeonhage sal su do isseulkka
Neoran saram, Neoran
haengbok, Neoran apeum
Modu sarajimyeon nado sarajil geot gata
Aesseo Neoreul
miwohae boryeo hae
Heeojyeoya hal iyul chaja
Geureoda mami deolkeok naeryeoanja
Geu mueotdo itji motan nawa majuchyeo
Ireoke haruga tto heulleo
Sumeul gosi isseulkka
Cham tteugeowotdeon uriui gieogeurobuteo
Jiulsurok NeoNeun
teukbyeolhaejyeo
IchyeojiNeun
Neoreul chajanae
Na banjjogeuro saragado joha
Geu gieok soge jujeoanja ureodo
Naui haruNeun
ontong
Nega anin sarameun
saenggak anna
Dareun gieok hana eobtjanha
Na banjjogeuro saragado joha
Geu gieok soge jujeoanja ureodo
Naui oNeureun
ontong Neoya
Tepuk tangan teman temannya menggema di seluruh
penjuru kelas ketika lagu yang dinyanyikan Kyuhyun Usai dan suara denting piano
telah mencapai akhirnya. SeNa pun ikut serta dalam proses pemberian penghargaan
itu. Menepuki suara emas Kyuhyun dan permainan Piano sahabatnya. Ara.
Saat itulah
pertama kali setelah bersitegangnya mereka berdua, Kyuhyun melempar senyum pada
Ara. Ara bergumam kesal. Apa maksud Kyuhyun melakukan itu padanya. Membuat Ara
terpesona lagi? Ara kesal melihatnya.
Kelas
pun usai. Semua mahasiswa telah keluar dari kelas tinggal Kyuhyun dan Ara yang
sedang menunggu Miss In Hye untuk
mendapat feedback penampilan mereka barusan.
“Ara,
apa kau benar benar benci padaku?”
“Kenapa
kau tanyakan itu? Bukankah perasaanku tidak penting.” Kata Ara yang sedang
bersandar di dinding sambil memejamkan mata karena lelah.
“Bisa
kita sudahi ketegangan kita?” itu suara Kyuhyun. Tepat didepan wajah Ara. Saat
membuka mata Ara terkejut karena Kyuhyun hanya beberapa centi didepan Ara.
Kedua tangannya mengunci Ara di dinding.
“Apa
yang kau lakukan. Menyingkir dari wajahku!”
Kyuhyun
tidak peduli apa yang dikatakan Ara. Wajahnya semakin mendekat. Segelintir kata
terucap dari bibir indah Kyuhyun..
“Mian
Hae..”
“Mwo?”
Ara terkaget mendengar satu kata yang diucapkan Kyuhyun padanya.
“Jeongmal Mian Hae..”
Perasaannya
tidak karuan hanya karena Kyuhyun meminta maaf padanya.semburat di matanya
seperti mengisahkan penyesalan dalam di hati Kyuhyun. Seketika perasaan
benci itu seperti luntur.
“Tidak
tidak… Jangan terpengaruh Ara. “ Ucap Ara dalam hati.
“Kau
tidak seharusnya melakukan ini disini Cho Kyuhyun! Aranita!” Miss In Hye telah datang dan memergoki
mereka sedang berdekatan. Ara dan Kyuhyun yang kaget sontak menunjukkan reflek.
Ara mendorong Kyuhyun dan Kyuhyun melepaskan kunciannya.
“Jiwa
muda yang salah tempat kau tau? Fokus saja pada penampilan kalian.” Suara Miss In Hye memekakkan telinga mereka.
“Jeosonghamnida.Kangsanim. kami akan bekerja keras” Kata
Kyuhyun.
“Baiklah..ayo
keluar dari tempat ini. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua disini.”
“Ne…”
Mereka
keluar dari ruangan. Setelah memberi salam pada Miss in Hye. Mereka berjalan bersama keluar kampus. Ara
melangkahkan kakinya cepat. Dan Kyuhyun mengikuti ritme kaki Ara. Ketika Ara
melambat, Kyuhyun juga ikut menurunkan ritme kakinya. Gemas melihat tingkah
Kyuhyun, Ara akhirnya bersuara.
“Apa
lagi?”
Kyuhyun
meraih tangan Ara dan menyeret Ara ke dalam mobilnya.
“Yaak
Cho Kyuhyun apa apaan kau..Yaak..” Teriak Ara.
“Diamlah
aku akan mengantar kau pulang…”
“Atas
Ijin siapa? Hah?”
Kyuhyun
menancap gas kencang mobil miliknya. Tidak peduli Ara marah padanya. Yang
terpenting bagi Kyuhyun adalah permintaan maaf untuk Ara.
“
Dimana rumahmu?”
“Turunkan
saja aku di supermarket.”
“Aku
ingin mengantarmu pulang, Ara.”
“Aku
sedang tidak ingin berdebat denganmu. Turunkan aku di supermarket. Aku mau
belanja. Aku lapar aku ingin memasak. Bisa tidak kau sehari saja tidak
menyulitkanku” Ara merengek pada Kyuhyun dan menjatuhkan kepalanya disandaran
jok mobil Kyuhyun.
“Kau
lapar? Kenapa tidak bilang… Ayo kita makan dulu sebelum pulang.”
“Anni…aku ingin pulang segera. Aku
lelah.”
“Katamu
kau lapar? Kau mau apa? Ramen, Jjajangmyeon, Bulgogi, Tobokki..?”
“Indonesia…aku
ingin makan masakan Indonesia.”
Kyuhyun
mencari letak restoran Indonesia dengan GPS di mobilnya. Setelah menemukannya,
Mobil melaju sesuai arahan suara dari GPS mobilnya.
“
Selamat malam… sapa penjaga pintu di luar sambil membukakan pintu pada Ara dan
Kyuhyun.
Ara
membalasnya dengan tersenyum. Menu Indonesian Fusion tersaji didepan mereka.
Kyuhyun kebingungan membaca.
“Apa
menu special di restoran ini?” Tanya Kyuhyun.
“Bebek
Ingkung dan sambel korek bawang…” Kata Pelayan dengan pakaian batik itu.
“Apa
katanya?” Tanya Kyuhyun pada Ara.
“.
Kau kupesankan saja dan makan dengan tenang lalu kita pulang”
“
Ne…”
Setelah
menyantap menu udang bakar saus madu dengan nasi timbel serta es Dawet
kerinduan Ara akan Indonesia menyeruak. Benar benar Indonesia. Musiknya pun musik
musik tradisional Indonesia.Lagu dari daerah Sumatera, Kampuang nan Jauh di
mato. Membuatku ingin kembali ke kampuangnya. Terlebih pria ini membuat Ara
sulit menjalani hidupnya di kampus. Rasanya ingin kembali ke Indonesia.
Sepanjang
perjalanan pulang, Ara diam saja melihat ke luar jendela. Tanpa melihat ke Arah
Kyuhyun.
“Dimana
rumahmu?”
“Turunkan
saja aku di depan rumah sakit YN.”
“Kau
sakit…”
“Aku
mau pulang…”
“Kenapa
di depan rumah sakit?”
“Karena
tempat tinggalku di belakang rumah sakit itu.” Ara berkata sambil tetap
memalingkan wajahnya.
“Aaa…
aku kira kau sakit.”
“
Kalau aku sakit itu pasti karena kau membuatku menderita. Aku juga heran kenapa
aku berada disini bersamamu. Sesuatu yang sangat tidak aku inginkan lagi yaitu
berurusan denganmu..”
Kyuhyun
menghentikan mobilnya dan kali ini ingin berbicara serius pada Ara.
”Kenapa
berhenti ? kau menurunkan aku disini? Baiklah..aku akan turun. Berada
disampingmu membuatku teringat hal menyebalkan” Ara sudah membuka mobil saat
Kyuhyun menarik tangannya kembali.
“Tunggu
dulu, aku mau bicara..”
“
Kyuhyun kau tau tidak aku sangat lelah?”
“
Sebentar saja..” Kyuhyun menatap dengan penuh permohonan.
“Jjinjja…
jangan menatapku seperti itu. Cepat apa yang mau kau katakan?"
“
Apa kau benar benar menderita karena perlakuanku?”
“Eoh…”
“Kau
benci padaku..”
“Eoh…”
“Seberapa
benci?”
“Tidak
ada yang menandingi.”
“
Jeongmal?”
“Ne…”
“Mian hae..”
“Mwo?”
“Mian…”
“Untuk
apa?”
“karena
telah membuatmu menderita.”
“Lalu
apa yang harus kujawab?”
“Apa
saja…aku menerima jika kau tidak memaafkanku. ”
“
Apa saja?”
“Ne…”
“Jalankan
mobilnya aku mau pulang, atau lepaskan tanganmu dari tanganku karena aku benar
benar mau pulang.”
“Araa-ya…”
“Cho
Kyuhyun-Sshi.. aku lelah.”
“Kau
dulu sangat semangat saat bersamaku, sekarang kau hanya berkata lelah lelah dan
lelah.”
“Jangan
anggap sama gadis yang disebelahmu sekarang dengan gadis yang kau usir saat
membawakanmu bubur. Mereka berbeda.”
“Kau
mengungkit lagi…”
“
Eoh, Apa maafmu juga termasuk
kejadian itu?”
“Kau
ingin aku minta maaf soal itu juga?”
“Em,
Lupakan saja…antar aku pulang.”
“Kau
belum memberi jawaban atas permintaan maafku.”
“ Aku benar benar lelah hari ini. Kau bisa antarkan aku pulang
saja tanpa sepatah katapun?"
"Baiklah.." Kyuhyun Akhirnya menyerah.

No comments:
Post a Comment