Menghindar dari Pandanganmu
Hangatnya musim semi telah terasa. Ara segera menanggalkan baju
baju musim dinginnya dan mulai memikirkan style baru untuk Musim Semi
kali ini.
“Ini musim semi pertamaku di Korea. Aaah aku harus menciptakan
kehangatan untuk kehidupanku setelah musim dingin yang benar benar menusuk
tubuhku dan juga hatiku.”
Tiiin tiiin…. Mobil Han Se Na sudah berada dibawah menjemput Ara
ke kampus.
“Annyeong…. “ SeNa menampakkan senyum lebarnya
“Kau tampaknya sangat bahagia SeNa..” Tanya Ara pada sahabatnya.
“Ne…. Kau tau tidak Lee Byung So mengajakku kencan semalam.. Aaa
dia sangat romantis.”
“Benarkah? Kau benar benar menyukainya?”
“Ne… sejauh ini dia pria idamanku selama ini.”
“Lalu Kyuhyun?” Aaah apa apan Ara malah menyebut pria itu lagi.
Mengingatkannya pada kejadian malam itu. Bagaimana mulutnya menjadi sangat latah
kalau membicarakan Kyuhyun.
“ Aku tidak suka padanya, kau tidak lihat cara dia
memperlakukanmu? Ku pikir dia sangat baik pada wanita. Ternyata selain playboy
seperti rumor yang beredar, dia
menganggap wanita hanya sebatas teman tidurnya dan membuangnya sambil memaki.
Kau hebat karena berani memaki dia kembali Ara” Ara mengoceh sambil terus
menyetir.
“Se Na -ya.”
“Wae…?” SeNa menjawab tapi wajahnya masih memperhatikan jalanan
Seoul.
“Bagaimana kau tau cerita itu?”
“Cerita apa? “
“Cerita tentang wanita hanya teman tidurnya dan aku memakinya
kembali..”
“Dari seseorang..” Jawab Sena sambil melajukan mobilnya
“Nugu?” Tanya Ara sangat
penasaran.
“Kenapa kau sangat penasaran? Aku benci padamu karena tidak pernah
menceritakan apapun tentang Kyuhyun. Jadi aku menanyakannya pada seseorang.”
“Nugu? Tidak ada orang
yang tau masalah itu kecuali Aku, Kyuhyun dan… Kau tidak mendapat cerita itu dari
Kyuhyun kan? Jangan jangan…. Kau kenal Lee Hyuk Jae?”
“ Ne…”
“Aaah pantas saja kau juga tahu tentang kejadian bubur itu.”
“Iya, dia teman SMA ku, kami satu klub Dancing saat SMA. Kemampuan
menarinya sangat keren. Dia itu adik Lee Byung So yang kukencani. Kau tau? dia benar benar menyukaimu..”
Ara mengoceh lagi.
“Apa apaan kau, aku bahkan masih syok dengan Kyuhyun, tapi
kau mengatakan hal yang membuatku syok dua kali.”
“Kau tidak terlihat syok saat aku bilang Eun Hyuk menyukaimu.”
“Entahlaah…Lalu aku harus bagaimana? Waah benarkah? Apa aku juga
harus menyukainya? Apa aku harus berkencan dengannya karena dia menyukaiku..”
Kata Ara sambil memalingkan wajah ke arah SeNa.
“Haaish… kalau saja dia belum bertunangan. Ku jodohkan saja kau
dengannya.”
“Mworago? Eun Hyuk sudah bertunangan?” Ara malah lebih terkejut
dengan kabar itu.
“Kenapa? Kau tidak percaya? Atau kau merasa kehilangan pria yang
menyukaimu.” Tanya SeNa.
“ Ciih… yang benar saja. Bahkan tingkahnya seperti seorang single
yang menyedihkan.”
“Iyaa dia memang menyedihkan..” Ucap SeNa
“Siapa tunangannya? Apa dia satu kampus dengan kita?”
“Tidak, dia sekarang di Los Angeles untuk mengejar karir. Tunangan
Eun Hyuk seorang ballerina.
“Waah satu dancer satu ballerina, pasti mereka sangat cocok
bersama…” Mimik muka Ara terlihat membayangkan sesuatu.
“ Tapi mereka tidak bersama kan? Itu yang membuat Eun Hyuk sangat
menyedihkan.”
"Jadi ini semacam hubungan jarak jauh?"
" Kau masih bilang ini semacam? Ini benar benar hubungan
jarak jauh kau tau?" SeNa kesal dengan otak Ara pagi ini.
"Ne, Aegesseo.." Ara menghela nafas dan kembali
mengarahkan badannya ke depan.
“Bagaimana? Kau mau tidak dengan Eun Hyuk? Dia akhir akhir ini membicarakanmu.”
“Aah tidak, dia bukan tipeku. Lagipula orang seperti dia lebih
cocok dijadikan sahabat.”
“Jadi tipemu seperti apa?”
“SeNa-Sshi, lebih baik kau menyetir dengan baik saja ya. Lagipula
aku tidak mau mengambil tunangan orang lain” Jawab Ara santai.
“Ne, Arraseo Ara-Sshi…”
*********
Kelas Musik Modern.
Ara melihat sekeliling kelas, Kyuhyun belum nampak rupanya. Itu
membuat Ara bisa leluasa memilih tempat untuk dia duduk. Ara memilih duduk di
kursi nomer dua dari belakang dekat jendela dan SeNa memilih duduk di
depan Ara. Semua kursi hampir penuh kecuali dua. Satu didepan Dosen dan
satu disebelah Ara. Il Nam masuk dan duduk didepan Dosen, bagaimana tidak. Dia
adalah pria yang kehilangan muka. Sehingga pekerjaannya setiap kuliah adalah
mencari muka di depan Dosennya. Jadi dia tidak akan melewatkan duduk tempat
duduk paling depan. Tiga menit berselang, Kyuhyun masuk dan memandang
sekeliling. Matanya menangkap bayangan Ara. Berpaling kemudian dan mencari
tempat yang kosong. Sialnya hanya tempat duduk sebelah Ara yang kosong. Kyuhyun
pun melangkah dengan gaya cueknya ke samping Ara. Ara kemudian teringat
janjinya. Dia harus menjauh sejauh jauhnya dari Kyuhyun apapun yang
terjadi. Tapi kali ini kelas mereka sama. Itu diluar kendali mereka. Itu bisa
jadi dispensasi. Mungkin…!
Ndreeeet ndreeet…. Sebuah pesan masuk ke handphone Ara.
“Kau bahkan melupakan janji yang kau buat dua hari yang lalu…” Isi
pesan itu pada Ara.
“Ini adalah hal yang diluar kuasaku ataupun kuasamu. Sekalipun kau
menolak, kita tetap satu kelas musik. Jadi tetap fokus ke depan jangan menengok
ke arahku. Aku juga akan melakukan hal yang sama.” Balas Ara cukup panjang. Dan
dari samping terlihat Kyuhyun membaca pesan dari Ara.
Kelas musik hari itu sangat membosankan. Ara tidak tertarik untuk
mendengarkan dosennya berujar tentang Perkembangan musik kontemporer di Dunia
Internasional.
“Itu bisa ku pelajari di internet. Membosankan sekali..” Kata Ara
sambil mencoret coret sebuah kertas. Tapi tiba tiba saja tangannya bergerak
menulis kata “Cho Kyuhyun”, menyadari hal itu cepat cepat dia menghapusnya. Bisa
bisanya dia saja terus yang terbayang dipikiran Ara. Bahkan pikiran bawah sadar
Ara sekalipun.
Jam kelas Musikpun selesai dan Ara buru buru beranjak segera dari
tempatnya duduk agar Kyuhyun tidak lagi melihatnya. SeNa berteriak pada Ara
agar menunggunya tapi Ara tidak peduli. Dia terus saja berjalan tanpa menengok.
“Anak ini benar benar…”
“Kau menepati janjimu dengan baik Ara, Pabo!” Kata Kyuhyun lirih.
Begitu seterusnya Ara menghindari Kyuhyun. Di Kantin saat Ara
sedang asik menyantap makanannya, Kyuhyun datang. Ara cepat cepat membereskan
piringnya dan segera pergi. SeNa sampai kesal pada Ara. Tapi dia lebih sebal
pada Kyuhyun.
“Kau ya..benar benar keterlaluan. Kenapa kau menyiksa diri seperti
itu? Kyuhyun saja santai berjalan dengan wanita di kanan kirinya dan kau yang
sangat repot menghindarinya. Dia yang bermasalah denganmu, kenapa kau yang
repot repot begini?” Sena geram melihat tingkah Ara.
“Aku sudah berjanji padanya..”
“Kau sama juga mengganggu aktifitas makanku tau?”
“Ar Ra.. Ar Ra… baiklah mulai besok kau kekantin dengan yang lain
saja. Aku akan ke ruang piano sampai kau selesai makan. Dan kita akan pulang
bersama sama. “
“Yaak… kau bilang apa barusan? Menyebalkan sekali. Kalau begitu
ayo makan di luar saja setelah kita kuliah.” Kata SeNa.
“Ne…Gumawo, SeNa-ya” Ara tidak menyangka SeNa adalah teman yang
sangat tulus. Sahabat yang memahami kondisi Ara.
Di jalan saat sendiri dan melihat Kyuhyun berjalan
kearahnya. Ara akan mengambil jalan lain meski harus berputar arah. Melihat
Kyuhyun di depan kampus membuat Ara menunda kepulangannya sampai Kyuhyun tidak
lagi terlihat.
Tentu saja menyakitkan bagi Ara untuk terus menghindari Cho
Kyuhyun. Pria yang disukainya dan bahkan dicintainya. Tapi itulah janji Ara
pada Kyu saat itu.
Disisi lain, Kyuhyun malah semakin memperhatikan
Ara yang sedang menghindarinya. Diam diam Kyuhyun sengaja datang ketempat
dimana Ara sedang berada. Dan melihat betapa melelahkannya Ara harus melakukan
itu setiap saat. Naluri kemanusiaannya muncul…
No comments:
Post a Comment