Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 9


Menghindar dari Pandanganmu


Hangatnya musim semi telah terasa. Ara segera menanggalkan baju baju musim dinginnya dan mulai  memikirkan style baru untuk Musim Semi kali ini.

“Ini musim semi pertamaku di Korea. Aaah aku harus menciptakan kehangatan untuk kehidupanku setelah musim dingin yang benar benar menusuk tubuhku dan juga hatiku.”

Tiiin tiiin…. Mobil Han Se Na sudah berada dibawah menjemput Ara ke kampus.

“Annyeong…. “ SeNa menampakkan senyum lebarnya



“Kau tampaknya sangat bahagia SeNa..” Tanya Ara pada sahabatnya.

“Ne…. Kau tau tidak Lee Byung So mengajakku kencan semalam.. Aaa dia sangat romantis.”

“Benarkah? Kau benar benar menyukainya?”

“Ne… sejauh ini dia pria idamanku selama ini.”

“Lalu Kyuhyun?” Aaah apa apan Ara malah menyebut pria itu lagi. Mengingatkannya pada kejadian malam itu. Bagaimana mulutnya menjadi sangat latah kalau membicarakan Kyuhyun.

“ Aku tidak suka padanya, kau tidak lihat  cara dia memperlakukanmu? Ku pikir dia sangat baik pada wanita. Ternyata selain playboy seperti rumor yang beredar,  dia menganggap wanita hanya sebatas teman tidurnya dan membuangnya sambil memaki. Kau hebat karena berani memaki dia kembali Ara” Ara mengoceh sambil terus menyetir.

“Se Na -ya.”

“Wae…?” SeNa menjawab tapi wajahnya masih memperhatikan jalanan Seoul.

“Bagaimana kau tau cerita itu?”

“Cerita apa? “

“Cerita tentang wanita hanya teman tidurnya dan aku memakinya kembali..”

“Dari seseorang..” Jawab Sena sambil melajukan mobilnya

Nugu?” Tanya Ara sangat penasaran.

“Kenapa kau sangat penasaran? Aku benci padamu karena tidak pernah menceritakan apapun tentang Kyuhyun. Jadi aku menanyakannya pada seseorang.”

Nugu? Tidak ada orang yang tau masalah itu kecuali Aku, Kyuhyun dan… Kau tidak mendapat cerita itu dari Kyuhyun kan?  Jangan jangan…. Kau kenal Lee Hyuk Jae?”

“ Ne…”

“Aaah pantas saja kau juga tahu tentang kejadian bubur itu.”

“Iya, dia teman SMA ku, kami satu klub Dancing saat SMA. Kemampuan menarinya sangat keren. Dia itu adik Lee Byung So yang kukencani.  Kau tau?  dia benar benar menyukaimu..” Ara mengoceh lagi.

“Apa apaan kau,  aku bahkan masih syok dengan Kyuhyun, tapi  kau mengatakan hal yang membuatku syok dua kali.”

“Kau tidak terlihat syok saat aku bilang Eun Hyuk menyukaimu.”

“Entahlaah…Lalu aku harus bagaimana? Waah benarkah? Apa aku juga harus menyukainya? Apa aku harus berkencan dengannya karena dia menyukaiku..” Kata Ara sambil memalingkan wajah ke arah SeNa.

“Haaish… kalau saja dia belum bertunangan. Ku jodohkan saja kau dengannya.”

“Mworago? Eun Hyuk sudah bertunangan?” Ara malah lebih terkejut dengan kabar itu.

“Kenapa? Kau tidak percaya? Atau kau merasa kehilangan pria yang menyukaimu.” Tanya SeNa.

“ Ciih… yang benar saja. Bahkan tingkahnya seperti seorang single yang menyedihkan.”

“Iyaa dia memang menyedihkan..” Ucap SeNa

“Siapa tunangannya? Apa dia satu kampus dengan kita?”

“Tidak, dia sekarang di Los Angeles untuk mengejar karir. Tunangan Eun Hyuk seorang ballerina.

“Waah satu dancer satu ballerina, pasti mereka sangat cocok bersama…” Mimik muka Ara terlihat membayangkan sesuatu.

“ Tapi mereka tidak bersama kan? Itu yang membuat Eun Hyuk sangat menyedihkan.”

"Jadi ini semacam hubungan jarak jauh?"

" Kau masih bilang ini semacam? Ini benar benar hubungan jarak jauh kau tau?" SeNa kesal dengan otak Ara pagi ini.

"Ne, Aegesseo.." Ara menghela nafas dan kembali mengarahkan badannya ke depan.

“Bagaimana? Kau mau tidak dengan Eun Hyuk?  Dia akhir akhir ini membicarakanmu.”

“Aah tidak, dia bukan tipeku. Lagipula orang seperti dia lebih cocok dijadikan sahabat.”

“Jadi tipemu seperti apa?”

“SeNa-Sshi, lebih baik kau menyetir dengan baik saja ya. Lagipula aku tidak mau mengambil tunangan orang lain” Jawab Ara santai.

“Ne, Arraseo Ara-Sshi…”


*********

Kelas Musik Modern.
Ara melihat sekeliling kelas, Kyuhyun belum nampak rupanya. Itu membuat Ara bisa leluasa memilih tempat untuk dia duduk. Ara memilih duduk di kursi nomer dua dari belakang dekat jendela dan SeNa memilih duduk  di depan Ara. Semua kursi hampir penuh kecuali dua. Satu didepan  Dosen dan satu disebelah Ara. Il Nam masuk dan duduk didepan Dosen, bagaimana tidak. Dia adalah pria yang kehilangan muka. Sehingga pekerjaannya setiap kuliah adalah mencari muka di depan Dosennya. Jadi dia tidak akan melewatkan duduk tempat duduk paling depan. Tiga menit berselang,  Kyuhyun masuk dan memandang sekeliling. Matanya menangkap bayangan Ara. Berpaling kemudian dan mencari tempat yang kosong. Sialnya hanya tempat duduk sebelah Ara yang kosong. Kyuhyun pun melangkah dengan gaya cueknya ke samping Ara. Ara kemudian teringat janjinya.  Dia harus menjauh sejauh jauhnya dari Kyuhyun apapun yang terjadi. Tapi kali ini kelas mereka sama. Itu diluar kendali mereka. Itu bisa jadi dispensasi.  Mungkin…!

Ndreeeet ndreeet…. Sebuah pesan masuk ke handphone Ara.

“Kau bahkan melupakan janji yang kau buat dua hari yang lalu…” Isi pesan itu pada Ara.

“Ini adalah hal yang diluar kuasaku ataupun kuasamu. Sekalipun kau menolak, kita tetap satu kelas musik. Jadi tetap fokus ke depan jangan menengok ke arahku. Aku juga akan melakukan hal yang sama.” Balas Ara cukup panjang. Dan dari samping terlihat Kyuhyun membaca pesan dari Ara.
Kelas musik hari itu sangat membosankan. Ara tidak tertarik untuk mendengarkan dosennya berujar tentang Perkembangan musik kontemporer di Dunia Internasional.

“Itu bisa ku pelajari di internet. Membosankan sekali..” Kata Ara sambil mencoret coret sebuah kertas. Tapi tiba tiba saja tangannya bergerak menulis kata “Cho Kyuhyun”, menyadari hal itu cepat cepat dia menghapusnya. Bisa bisanya dia saja terus yang terbayang dipikiran Ara. Bahkan pikiran bawah sadar Ara sekalipun.

Jam kelas Musikpun selesai dan Ara buru buru beranjak segera dari tempatnya duduk agar Kyuhyun tidak lagi melihatnya. SeNa berteriak pada Ara agar menunggunya tapi Ara tidak peduli. Dia terus saja berjalan tanpa menengok. “Anak ini benar benar…”

“Kau menepati janjimu dengan baik Ara, Pabo!” Kata Kyuhyun lirih.
Begitu seterusnya Ara menghindari Kyuhyun. Di Kantin saat Ara sedang asik menyantap makanannya,  Kyuhyun datang. Ara cepat cepat membereskan piringnya dan segera pergi. SeNa sampai kesal pada Ara. Tapi dia lebih sebal pada Kyuhyun.

“Kau ya..benar benar keterlaluan. Kenapa kau menyiksa diri seperti itu? Kyuhyun saja santai berjalan dengan wanita di kanan kirinya dan kau yang sangat repot menghindarinya. Dia yang bermasalah denganmu, kenapa kau yang repot repot begini?” Sena geram melihat tingkah Ara.

“Aku sudah berjanji padanya..”

“Kau sama juga mengganggu aktifitas makanku tau?”

“Ar Ra.. Ar Ra… baiklah mulai besok kau kekantin dengan yang lain saja. Aku akan ke ruang piano sampai kau selesai makan. Dan kita akan pulang bersama sama. “

“Yaak… kau bilang apa barusan? Menyebalkan sekali. Kalau begitu ayo makan di luar saja setelah kita kuliah.” Kata SeNa.

“Ne…Gumawo, SeNa-ya” Ara tidak menyangka SeNa adalah teman yang sangat tulus. Sahabat yang memahami kondisi Ara.

 Di jalan saat sendiri dan melihat Kyuhyun berjalan kearahnya. Ara akan mengambil jalan lain meski harus berputar arah. Melihat Kyuhyun di depan kampus membuat Ara menunda kepulangannya sampai Kyuhyun tidak lagi terlihat.
Tentu saja menyakitkan bagi Ara untuk terus menghindari Cho Kyuhyun. Pria yang disukainya dan bahkan dicintainya. Tapi itulah janji Ara pada Kyu saat itu.
 Disisi lain, Kyuhyun malah semakin memperhatikan Ara yang sedang menghindarinya. Diam diam Kyuhyun sengaja datang ketempat dimana Ara sedang berada. Dan melihat betapa melelahkannya Ara harus melakukan itu setiap saat. Naluri kemanusiaannya muncul…

No comments:

Post a Comment