Aku, Menemukanmu..
Keputusan mengunjungi Korea lagi benar benar seperti mengulang
lagi kesakitan itu. Kenapa kenangan itu masih begitu menyakitkan walaupun sudah
tiga tahun berlalu?
Tapi Mendengar cerita SeNa barusan membuat Ara memikirkan keadaan
Kyuhyun. Apakah dia juga merasakan kesakitan yang sama setelah kepergian
Ara. Dan lagu itu? Apa benar lagu itu tentang kepergian Ara? Apa Kyuhyun
semenyesal itu?
Ara duduk di sebelah SeNa tapi pandangannya entah kemana.
Melihatnya saja sangat menyedihkan.
“ Ara ? apa kau benar baik baik saja?”
“Ne? Iyaa aku baik baik saja.”
“Tapi kelihatannya tidak begitu.”
“Sudah lah jangan terlalu memikirkan itu, fokus saja menyetir. Oke?”
Tiba tiba telepon SeNa berdering, dari kantor rupanya. Dan dalam pembicaraan itu terdengar SeNa harus segera ke kantor karena ada hal yang sangat penting.
“Ara, kau ikut ke kantor denganku dulu ya…aku ada urusan sebentar. Setelah selesai baru kuantar kau ke hotel.”
“ Kau turunkan aku di depaan saja biar aku naik taxi. Aku benar benar ingin istirahat. Sepertinya aku masih jetlag, karena penerbangan tadi”
“ Ah tidak tidak, kalau begitu ku antar kau ke hotel dulu.”
“Se Na -ya, Jeongmal Gwaencanha… aku naik taxi saja. Tiga tahun meninggalkan Korea tidak akan membuatku tersesat kau tenang saja. Kau dibutuhkan di kantormu” Kata Ara sambil tersenyum.
“Mian hae Ara, aku bilang aku akan menemanimu dua hari ini.”
“Gwaencanha, aku memahami posisimu di kantor sangat penting. Jadi turunkan aku disana dan aku naik taxi. Akan ku bilang pada supirnya agar hati hati membawaku karena besok aku ada pertemuan yang sangat penting. Bagaimana?”
“Aaa…jadi kau orang penting sekarang..”
“Iya, tentu saja. Kampus mengundangku jauh jauh dari Amerika ke Korea, pasti aku orang yang sangat penting kan?”
“Aaah, kau ini tidak ada bedanya dengan Kyu… Aaah, mian.” SeNa memukul mukul mulutnya pelan karena salah bicara.
Ara tersenyum pada SeNa saat dia mengucapkan maaf karena akan menyebut nama pria itu lagi.
Ara berdiri di halte taxi. Mengedarkan semua pandangannya ke Arah
Seoul yang pernah dia tinggali. Tiga tahun berlalu dan perkembangannya
menakjubkan.
******
Kyuhyun beranjak dari Apartemennya menuju gedung agensinya.
Sekarang Cho Kyuhyun adalah penyanyi terkenal di Korea bahkan di Asia walau
baru 3 tahun dari debutnya. tentu kali ini dia sudah dibekali dengan
seorang manajer yang mengurusi semua jadwal dan keperluannya dan seorang supir
pribadi.
Kyuhyun duduk di belakang sambil mengecek ponselnya.
Membalas setiap pesan yang masuk di ponselnya.
“Kyuhyun-ah, akan ku bacakan jadwal hari ini.. setelah dari agensi kau akan melakukan pemotretan Baju baju musim semi di Gangnam sampai pukul empat sore, setelah itu kau akan ada acara off air “Acoustic Show” di Lotte pukul tujuh malam ini. Kau sudah tau kan?”
“Iya….sudah ku persiapkan semuanya.” Kata Kyuhyun.
“Benarkah? Waah, Menjadi manajermu ternyata tidak begitu merepotkan Kyuhyun-ah, kau bahkan mengingat jadwal jadwal pekerjaanmu. Tidak seperti artis artis lain yang kadang membuat manajernya menjadi pembantunya.”
“Sebenarnya aku bisa mengatur semuanya sendiri Hyung, kalau aku mau aku tidak perlu manajer.” Kata Kyuhyun dengan muka yang sangat serius sambil terus melihat handphonenya. Melihat pekerjaannya terancam, manajernya, Lee Gak mencoba mengambil hati Kyuhyun.
“Kau sangat tampan Kyuhyun, sayang kalau tidak ada yang mengurusmu” Kata Lee gak. “Hei, Apa benar kau mau melakukan itu padaku?” Lee Gak sedikit berteriak pada bosnya.
“Haha…aku hanya bercanda.” Kekeh Kyuhyun. “kau telah bekerja keras bersamaku, masa iya aku akan memecatmu.”
“Aah kau menakutiku saja..” Kata Lee Gak lega.
“Pak Kim, apa kau lihat ekspresi Lee gak saat aku bilang tidak butuh manajer? Dia benar benar menjilatku…hahaha.” Kata Kyuhyun pada supirnya.
“Tuan, selera humor Lee Gak sungguh payah. Dia selalu menganggap yang keluar dari mulut seseorang adalah hal serius.. hahaha.” Pak Kim juga ikut terkekeh dengan keadaan itu.
Begitulah suasana setiap hari antara Kyuhyun, Pak Kim supirnya,
dan Lee Gak manajernya. Kyuhyun tidak menyukai hal hal yang formal
seperti atasan dengan bawahan. Kyuhyun menganggap mereka adalah teman. Teman
mengobrol di jalan dan saat berkeluh tentang pekerjaan. Lee Gak memperlakukan
Kyuhyun dengan sangat baik, seperti adiknya sendiri. Begitu pula Kyuhyun. Dan
Pak Kim, dia menganggap seperti Ayahnya sendiri. Nasihat nasihat dan petuahnya
sangat mirip dengan Ayah Kyuhyun yang tidak pernah lagi di jumpainya karena
terlalu sibuk. Kyuhyun sangat menghargai Pak Kim.
Karena terlalu asyik bercanda. Perhatian Pak Kim pada jalan raya
terpecah dan hampir menabrak seorang wanita yang hendak menyeberang. Pak Kim
mengerem mobilnya mendadak, tubuh Kyuhyun sampai terpental menabrak kursi
depan. Wanita itu juga sangat kaget saat bagian depan mobil Kyuhyun hampir menempel
lututnya. Kyuhyun menyuruh Pak Kim keluar dan menanyakan apa gadis itu baik
baik saja atau ada yang terluka. AKhirnya Pak Kim keluar mobilnya dan
menanyakan keadaan wanita itu. Wanita itu mengatakan kalau dia baik baik saja
dan dia juga minta maaf karena lalai melihat ke kanan kirinya. Tiba tiba
Kyuhyun tersentak ketika yang dilihatnya seperti orang yang dikenalnya dulu.
Samar samar terlihat seperti Ara. Ara…? Kyuhyun terkejut dan ingin memastikan
bahwa dia Ara. Namun wanita itu sudah terburu buru pergi masuk ke dalam
taxi didepannya.
“ Ah tidak mungkin, pasti itu perasaanku saja. Sudah tiga tahun berlalu, Ara bahkan sudah meninggalkan korea dan tidak mungkin dia berada disini. Ini mungkin karena aku sangat ingin bertemu dengannya. Tapi bagaimana kalau dia benar benar Ara. Aku pasti menyesal karena telah membiarkannya hilang begitu saja “ Kyuhyun bergumam di hatinya.
Setelah insiden itu Kyuhyun hanya diam melihat ke luar jendela.
********
Pemotretan telah selesai dan Kyuhyun akan beristirahat untuk
melanjutkan acara off air menyanyi di Lotte. Kyuhyun berisitirahat di mobilnya
dan masih mengingat wanita yang ditabraknya.
“ Kenapa wajahnya sangat mirip?” Kyuhyun masih bertanya tanya dalam pikirannya. Akhirnya dia bertanya kepada Pak Kim.
“Pak Kim, Gadis yang kau tabrak itu. Apa kau masih mengingat wajahnya?”
“Ne..? Ah yeoja itu? Aku hanya sedikit mengingatnya Tuan.”
“Dia berambut panjang dan hitam. Hidungnya tidak terlalu mancung dan matanya besar. Dari wajahnya seperti bukan orang Korea.”
“Jjinjja?”
“Apa wajahnya mirip orang Indonesia?”
“Indonesia?”
“Iya, wajah wajah Asia tenggara..”
“Saya tidak begitu yakin Tuan, tapi sepertinya begitu.”
“Benarkah? Apa kau tahu dia pergi kemana?”
“Maafkan saya Tuan, tapi saya tidak mendengar dia akan pergi kemana.”
“Ara? Benarkah itu kau?” Dadanya berdegup. Kakinya mulai digerak gerakkannya dan Kyuhyun menggigit jari jarinya seperti sedang mencemaskan sesuatu.
“Apa kau kenal dengan wanita itu?” Tanya Lee Gak.
“Aku sangat berharap aku mengenalnya dan mengejarnya untuk
memastikan.”
“Waah sepertinya hubungan yang mendalam. Apa dia mantan pacarmu?” Tanya Lee Gak lagi.
“Aku tidak yakin aku sudah putus dengannya, apa itu disebut mantan pacar?” Tanya Kyuhyun yang pastinya tidak memerlukan jawaban dari siapapun.
“Benar benar pacarmu? Pak Kim, apa kau menyadari kalau ini pertama kalinya bos kita mencemaskan wanita?”
"Iya Lee Gak, aku juga menyadari itu.. Tuan, apa wanita tadi mantan kekasih tuan?”
“Entahlah…aaah, Aku bisa gila..”Kyu mengacak acak rambutnya yang kecoklatan.
“Hei bos, kau ini tampan, banyak disukai wanita tapi kenapa kau tidak mengambil kesempatan itu dengan berpacaran dengan salah satu dari mereka.”
“ Entahlaah…aku belum berminat memiliki salah satu dari mereka.”
“Bos, ada yang bilang padaku kau itu playboy saat di kuliah. Kenapa tidak kau teruskan saja? Image playboy akan membuat kau semakin popular di mata para wanita.”
“Benarkah? Tapi bagiku itu tidak terlalu menyenangkan.” Kata Kyuhyun menimpali Lee Gak.
“bukankah itu buruk bagi karirnya? Kalau Tuan menjadi seorang playboy penggemarnya malah semakin membenci dan tidak mencintainya lagi.”
“Aaah Pak Kim, pemikiranmu kuno sekali. Sekarang ini banyak wanita gila yang mau saja berpacaran dengan playboy. Karena mereka merasa kekasihnya menarik dan diinginkan banyak wanita.”
“Yaak, jadi maksudmu aku harus memacari wanita gila? Haaiih, Diamlah kalian berdua,aku mau tidur. Dan kau sekali lagi membahas masa laluku yang play boy. Kupecat kau jadi manajerku, Hyung”
“Andwe….aah kau sensitif sekali “
Pak Kim hanya tersenyum dan wajah Lee Gak semakin tegang mendengar
ancaman Kyuhyun.
*********
Setelah melakukan persiapan make up dan
kostum kyuhyun tampil membawakan 3 buah lagu. Dan salah satunya adalah
single andalannya pada album yang ke dua yaitu at close. Lagu itu selalu
membawa orang orang yang mendengarnya merasakan kesakitan yang sama dengan yang
Kyuhyun rasakan. Bagaimana Kyuhyun menyadari betapa dia mencintai seorang wanita
tapi dengan bodohnya dia menyia nyiakan wanita itu hingga akhirnya menyesal
karena si wanita pergi meninggalkan dia. Kesakitan itu terlihat dari matanya.
Acara berakhir, Kyuhyun dan
artis artis pengisi acara di beri akomodasi menginap satu malam di Lotte full
service dinner, wine dan breakfast. Karena sangat lelah Kyuhyun berencana
menggunakan kamar hotel itu dan pulang esok paginya. Pak Kim pulang sementara
Lee Gak yang menemani Kyuhyun di hotel.
“Hyung, aku ingin segelas kopi.”
“Kau mau aku panggilkan room service?”
“Anni…aku mau ke kedai kopi depan.”
“Jangan, aku saja yang pergi. Kau masih ada pekerjaan besok pagi kau harus istirahat biar aku yang
membelinya?”
“Sebenarnya sih aku bisa sendiri kalau Cuma pergi ke kedai. Tapi kalau kau memaksa ya sudah.”
“Yak Cho Kyuhyun. Aku sudah tau itu kodemu untuk meminta tolong padaku, tolong jangan membuatku terlihat sangat baik padamu Oke?.”
“ Aaah..kau benar benar mengerti aku Hyung.”
**********
Lee Gak keluar dari kamarnya untuk membeli kopi. Tiba tiba dia melihat
sosok yang dikenalnya.
“SeNa-Shi….” Kata Lee Gak melihat SeNa sedang berjalan di Lobby hotel.
“Hai Oppa, apa yang kau lakukan disini?”
“Aku mau membeli kopi untuk Kyuhyun.”
“Apa dia disini?” Tanya SeNa.
“Ne, dia sedang mengisi acara di sini dan mungkin akan menginap disini.”
“Aa…begitu.” SeNa jadi cemas. Apa dia tahu Ara berada di sini.
“Lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya manajer Kyuhyun
“Aku sedang… mengunjungi teman.” Kata SeNa.
“Aa…kunjungan bisnis?”
“Tidak, sahabat…”
“Aaa..begitu. baiklah aku ke kedai dulu. Semoga kunjunganmu berjalan lancar. “
“Ne, Gumawo.. berikan salamku untuk Kyuhyun ya.”
“Ne, akan kusampaikan padanya nanti.”
SeNa kemudian cepat cepat naik ke atas takut terjadi sesuatu pada
sahabatnya
****
Tok tok tok..
Ara membuka pintu kamarnya, setelah mendengar ketukan pintu dari
SeNa.
“Hai SeNa, apa kau selalu pulang selarut ini?”
“Tidak juga, tadi pekerjaanku agak banyak jadi baru kesini. Mian Ara. Ne Gwaencanha yo?”
“ Ne… kau sedang lelah malah menyuruhmu menemaniku.”
“ Tidak apa apa, aku juga masih merindukanmu. Ara kau benar benar baik baik saja?”
“Iya, kau sangat khawatir karena menurunkanku di jalan?”
“Eo? Ne… em..Ara, apa hari ini kau menemui seseorang?”
“Anni…aku hanya tidur seharian ini untuk memulihkan tenagaku. Dan menyiapkan beberapa materi yang harus kusampaikan besok dalam seminar. Ada apa kau bertanya seperti itu?”
“Aaa tidak, ku pikir kau bertemu seseorang.”
Tiba tiba handphone SeNa berbunyi. Dilayar terlihat yang meNelepon
SeNa adalah Cho Kyuhyun. SeNa bingung apakah dia harus mengangkatnya atau
tidak. Ini bukan hal yang langka Kyuhyun meNelepon SeNa tapi kali ini di depan
Ara. SeNa berpikir keras.
“Yaak Se Na -ya, kau tidak mengangkat telponmu?’
“Eo? “
“Entahlah…” SeNa menjatuhkan tubuhnya di Sofa.
“Dari siapa? “Ara mencoba melihat si penelepon dari layar handphoNe SeNa. Dan Ara melihat ada nama Cho Kyuhyun sebagai pemanggilnya. Ara hanya diam dan pura pura tidak peduli.
“ Apa sebaiknya tidak ku angkat?”
“Angkat saja, dia mungkin ada perlu sesuatu denganmu. Tapi ku mohon jangan katakana apapun tentangku. Eoh?”
SeNA mengangkat telponnya dan suara dari seberang terdengar samar samar dari telinga Ara
“Yeobseo, SeNa-ya...”
“ Ne Kyuhyun-ah…ada apa kau menelepon?”
“Aah kau ketus sekali, Lee Gak Hyung tadi bilang padaku kalau bertemu denganmu di lobby. Apa kau sedang di Lotte?”
“Ne?”
Ara menyuruhnya untuk bicara jujur tentang keberadaan SeNa tapi
tidak untuk Ara.
“Ne.. jadi karena itu kau meneleponku?”
“Iya, bisa kita bertemu sebentar. Aku ingin mengobrol denganmu.”
“Entahlah, aku sedang bersama temanku disini.”
“Eo? Kau sedang berkencan di hotel.”
“Anni… teman wanita. Baiklah ku bereskan urusanku dengannya dulu. Nanti ku beritahu.”
“Baiklah, Temui aku di Lobby.”
******
“Se Na –ya, Jeogiyo” Kata Kyuhyun sambil mengangkat tangannya.
“Hei ada apa kau mencariku?” SeNa menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di lobby hotel.
“ Hanya rindu pada temanku.”
“Ciiih, teman apanya. Kau bahkan melupakanku setelah sangat sibuk menjadi penyanyi terkenal. Oiya ngomong ngomong, Ada urusan apa kau disini?”
“Aku show off air disini dan diberi akomodasi satu malam.Kau sendiri? SIapa yang kau temui.”
“Temanku… “
“ Kau berkencan di hotel ya.”
“Yaak yang benar saja, kalau aku berkencan. Mana mau aku menemuimu disini.
Pembicaraan mereka mengarah kepada kesibukan masing masing
menanyai pekerjaan masing masing dan yang tidak pernah tertinggal dari
pembicaraan mereka adalah Ara.
"Apa Ara menghubungimu?"
"Mwo? Anni...Wae yo?" Tanya SeNa dengan wajah bingungnya menutupi kebohongan.
"Entahlah, aku seperti melihatnya tadi siang."
"Dimana?"
"Di jalan, apa mungkin aku salah liat?"
Ara melihat mata kepedihan Kyuhyun lagi, yang dilihatnya tiga tahun yang lalu saat Ara pergi meninggalkan mereka.
"Kau benar benar merindukan Ara?"
"Apa sangat terlihat? Aku seperti orang bodoh gara gara kehilangan seorang wanita. Aku bahkan tidak bisa memandang wanita lain lagi"
"Kau baru menyadari? Pabo!"
****
Pukul 07.00 pagi Kyuhyun dan Manajernya chek out dari LOTTE hotel
dan Pak Kim sudah menunggu di depan pintu Hotel. Saat berjalan menuju lobby,
disana terlihat beberapa pekerja sedang sibuk membawa stand banner tentang
seminar beasiswa kampusnya. Dan Kyuhyun kemudian melihat salah satu banner yang
bergambar seorang wanita yang sukses berkarya melalui jalur beasiswa. gambar
itu tidak asing bagi Kyuhyun. Kyuhyun yang sangat penasaran dengan gambar di
banner itu segera mengejar pekerja itu.
“Permisi… pak..”
“Ne…Aigoo…kau Kyuhyun kan?”
“Ne, boleh saya minta tolong pada Anda.”
“Ne, katakan saja.”
“aku ingin melihat banner yang kau bawa.”
“Oh ini?” sambil menunjukkan stand banner tadi.
Kyuhyun melihat Bannernya dan benar, wajah wanita itu adalah wajah
yang dikenalinya. Wajah Ara. Betapa terkejutnya dia disana. Sambil terus
melihat ke arah banner yang ditunjukan padanya.
“Pak, kau sedang mempersiapkan acara apa?”
“Ini adalah acara seminar foreign Scholarship dari Korean National University of Arts.”
“Mwo?”
“Iya, seminar beasiswa.”
“Lalu gadis ini? Siapa?”
“Aku kurang tahu tapi ini tercetak di beberapa banner kami dan satu banner besar berisi beberapa mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.”
“ Dimana acaranya?”
“ Di Ballroom Lotte … Permisi, apakah ada yang salah?”
“Aaa. Tidak aku hanya lulusan dari sini juga. Dia seperti seseorang yang ku kenal.”
“Kami adalah pekerja dari Event Organizer yang menangani acara ini. Dan mereka bilang semua yang ada di foto akan hadir.”
“Jeongmal yo?
“Ne…”
“Kapan acaranya dimulai?”
“Pukul Sembilan hari ini..”
“Astaga… terimakasih informasinya pak, Ara aku akan menemukanmu”
“Bolehkah saya minta berfoto dengan anda? Putri saya sangat menyukai anda.Pasti dia akan sangat senang.”
“Tentu saja, berapapun yang anda suka pak.”
Bapak pekerja itu akhirnya mengambil
handphone di sakunya dan mngambil bebera foto dengan Kyuhyun. Ada semburat
senyum di wajah Kyuhyun. Kali ini dia tidak akan menyia nyiakan apapun.
Setelah selesai berfoto. Kyuhyun kembali ke mobil dan mengatakan pada manajernya
untuk mengosongkan semua jadwal hari ini.
“Hyung, kosongkan jadwalku hari ini dan cepat pulang. Kau beristirahatlah di rumah, kau juga pak Kim. Luangkan waktumu dengan istri dan anak anakmu ya.”
“Yaak, Kyuhyun ada apa denganmu? Kau sudah ada jadwal untuk hadir diacara variety show itu. Masa kau tiba tiba membatalkannya lagi.”
“Kalau begitu re-schedule
saja. Aku benar benar tidak bisa hari ini.”
“ Kau mau kemana? Siapa yang kau temui tadi?” Tanya Lee Gak Hyung.
“ wanita itu, aku mau menemui wanita itu.” Jawab Kyuhyun.
“Wanita siapa?”
“Wanita yang kemarin hampir kita tabrak.”
“Kumohon Hyung, reschedule acara hari ini.”
“Bagaimana ya? Baiklah… akan ku bilang pada pihak stasiun televisinya.”
“Pak Kim kau bisa cepat sedikit, aku harus kembali lagi ke Lotte pukul Sembilan nanti.”
Kyuhyun berpikir dalam perjalanannya. Dia akan segera bertemu
dengan Ara. Bagaimana kabarnya? Apakah dia baik baik saja. Apakah dia sangat
merindukan Kyuhyun seperti dia merindukan Ara. Tapi kalau dia merindukan Kyuhyun,
kenapa dia tidak mengatakan apapun tentang kedatangannya ke Korea. Apa dia
masih menyimpan luka yang ditorehkannya? Lalu Kyuhyun teringat SeNa? bagaimana
dengan SeNa? Apa SeNa tidak tau mengenai ini? Lalu ada apa SeNa kemarin
ke Lotte. Dia bilang dia mau bertemu temannya dan ketika ditanya apakah itu
kencan dia bilang dia bersama teman wanita. Jangan jangan….
Kyuhyun mengambil handphone di sakunya.
“ Yaak Se Na -ya, kau tau Ara disini dan tidak mengatakannya padaku. Teman macam apa kau ini!!!”
“Eotteohke? KAu bertemu Ara di Lotte?”
“Tidak, aku melihat acara yang akan Ara datangi di Lotte. Kau benar benar keterlaluan padaku!.”
“Mianhae Kyuhyun, Ara tidak menginginkan kau tau keberadaannya di korea.”
“Kau tau kan aku sangat ingin menemukannya. Dan tadi malam kami satu hotel tapi kau tidak memberitahuku?”
“Mian Kyuhyun-ah. Jeongmal Mianhae…”
“Kali ini kau akan membantuku menemukan Ara atau tidak? Baiklah, tanpa bantuanmu pun aku akan menemukannya!” Tlut…. Sambungannya terputus.

No comments:
Post a Comment