Sunday, April 12, 2015

Complicated Heart (Chapter 2)



Author : Cho Anna

Genre : Drama, Romance

Cast :

Cho Kyuhyun

Kim Min Young

Lee Dong Hae

Other cast : Find by your self

(Author pov)

Malam itu Min Young sudah sangat malas mengingat ngingat Kyuhyun lagi. “Untung saja bertemu dengannya hanya seminggu sekali. Kalau setiap hari aku  pasti bisa gila.” Ucap Min Yong lirih sambil membaringkan tubuhnya di ranjang tidurnya yang berwarna pink keunguan. 

“Eonnie, ayo turun makan malamnya sudah siap.” Gadis itu melesat masuk ke kamar Min Young tanpa mengetuk pintu.
“Aku tidak lapar Soo Young-ah. Aku absen makan malam saja.”
“Ahjussi ingin bicara denganmu.”
“Bicara apa?”
“Makanya turun saja ke bawah. Palli…”
"Arraseo… kau duluan saja. Aku sebentar lagi menyusul.”
Soo Young meninggalkan kakaknya di kamar dan turun menuju ruang makannya. Disana sudah ada Ahjussi, dan Eommanya. Ahjussi adalah suami ketiga Min Seo. Ibu Min young dan Soo Young. Kali ini mereka lebih hati hati menggunakan kata Appa atau aboji pada pria pendamping Eommanya.

 (Min Young pov)

Aku turun melewati tangga dan menemukan Eomma, Min Young dan Ahjussi sudah berada dalam satu meja makan. Aku menghampiri mereka setelah selesai mengganti pakaianku. Aku sejujurnya tidak begitu lapar karena kejadian tadi siang. Bisa bisanya melihat Cho Kyuhyun di kampus membuat nafsu makanku turun drastis. Karena tidak begitu lapar, aku mengambil beberapa buah di kulkas dan bergabung bersama mereka di meja makan.

“Min Young ah, kau ingat kan yang Ahjussi bilang kemarin malam? Kita akan makan malam bersama dengan keluarga sahabat Ahjussi.”

“Aah ne, waeyo?”

“Mereka mengundang kita semua makan malam di rumah mereka besok malam, dan kau adalah bagian yang terpenting disini. Kau harus mempersiapkan diri.”

“ Naega wae?” Kataku heran tapi masih dengan mengupas apel merah di tanganku.

“Min young-ah, Ahjussi ingin memperkenalkan kau dengan anak mereka.” Kata Ahjussi dengan muka seriusnya memandangku.

“Jadi ini semacam perjodohan?” Sudah kuduga, mana ada makan malam keluarga besar tapi tanpa maksud tertentu.

“Eomma, Ahjussi…apa dengan wajahku yang seperti ini aku tidak bisa mendapatkan kekasih dengan caraku sendiri? Soo Young-ah, apa Eonnie mu ini tidak cantik?”

“Anni… lebih cantik aku.” Goda Soo Young padaku. Sama sekali tidak lucu gadis tengil itu. 

“Kau cantik, tapi sangat mengkhawatirkan…..” Kata Ahjussi sambil tertawa meledekku. Apa? Karena aku selalu berpenampilan casual? Kemeja dengan bawahan celana jeans seadanya, dan sepatu flat serta tas dengan tali yang panjang.

“Tapi banyak yang menyukaiku…”

“Jjinjja yo? Tapi kenapa kau tidak pernah membawa salah satu dari mereka ke rumah.” Goda Eomma.

(Author pov)

Mereka dalam perbincangan mengenai perjodohan Min Young dengan anak sahabat Appa tirinya. Min Young bahkan belum memikirkan memiliki pacar, apalagi membahas perjodohan. Dia hanya ingin segera lulus kuliah dan mengambil profesi sebagai psikolog, itu saja impiannya saat ini.

“Eomma, aku ingin serius kuliah. Aku ingin menjadi psikolog yang bisa membantu orang orang yang sedang terkena masalah. Itu saja Eomma” Jelas Min Young dengan bangganya.

“Kalau ingin membantu orang lain, bantulah dirimu sendiri dulu..” Eomma tersenyum. Jelas jelas mereka berdua sedang bersekongkol meledek Min Young. 

“Aiih menyebalkan.” Gerutu Min Young dalam hati.

“Lagipula aku masih 21 tahun.” Min Young tidak mau menyerah begitu saja untuk dijodohkan.

“Seorang wanita jangan terlalu lama sendiri.” Kata Eomma.

“Aaah Eomma, itu kuno. Bagaimana kalau aku menolak? Tidak asik sekali mencari pasangan dengan dijodohkan.” 

Min Young masih bersikeras tidak ingin dijodohkan dengan cara seperti itu.

“Kita makan bersama dulu, karena mereka mengundang kita. Kita tidak memaksa kalau kau tidak mau, Iya kan yeobo”

“ Ye Min Young-ah, Eommamu benar. Kita tidak memaksa. Tapi aku tidak yakin kau akan menolaknya.” Kata Ahjussi sambil meletakkan kepalan tangannya di dagu. Sambil melirik Min Young.

“Seleraku sangat tinggi ahjussi..” Min Young meledek ayah tirinya itu.
“Arraseo, putriku. Kau sama dengan Eomma mu.” Katanya sambil memegang tangan Eomma.
“Mwo yaa, aku jadi ingin ke kamar.” Min Young jengkel dengan mereka berdua, dan segera beranjak menuju kamarnya.

“Eonnie, kalau kau tidak mau biar aku saja yang dijodohkan. Aku mau dijodohkan.” Kata Soo Young di sela sela makannya.

“Yaa yaa…buat kau saja.” Kata Min Young dari ujung tangga.

“Soo young-ah, kau masih kecil. Kenapa minta dijodohkan. Jangan melangkahi kakakmu.” Kata Eommanya.

“Aaaah, kalian masih saja menganggapku anak kecil. Neomu neomu appaseo..” Kata Soo Young pergi meninggalkan meja makan setelah menghabiskan makanan di piringnya dan meneguk segelas air putih. Min Seo dan suaminya hanya tertawa melihat tingkah Soo Young yang belagak dewasa itu.

*** 
(Min Young pov)

Kuliah hari ini diundur menjadi jam dua siang karena Lee Kangsanim ada tugas yang harus diselesaikan. Heran saja, kenapa tidak dikosongkan saja kalau memang dia tidak bisa mengajar. Kenapa harus mengganti jam kuliah. Tidak tahu saja hari ini aku sebenarnya ada jadwal menonton film dengan Han Cho Im dan lanjut berbelanja.“Yaa sudah setelah selesai kuliah ini kita berbelanja saja yaa..” Kataku saat kami sama sama kecewa karena tidak bisa menonton film bersama.

“Kenapa tidak menonton nanti malam saja..” Kata Cho Im.

“Aaah aku tidak bisa, aku ada acara keluarga.”“Acara keluarga apa?”
“Entahlah, hanya makan malam bersama.”
“Dengan siapa?”
“Dengan sahabat Park Ahjussi”
“Aaa… baiklah. Kita bisa menonton lain waktu.”

 ****
(Author pov)

“Youngie-ah, kalian sudah siap?” tanya Eomma nya dari anak tangga paling bawah.

“Ne, Eomma…” Kata Soo Young  menjawab pertanyaan Eommanya dengan terlalu semangat.

“Soo Young-ah, berdandanlah sesuai usiamu. Kau yakin akan pergi dengan pakaian seperti itu?”

“Lalu? Aku harus pakai baju seperti apa? Aku sudah cantik begini, kau hanya iri padaku kan karena kalah cantik dariku?” Kata Soo Young yang masih berkutat dengan rambutnya.

“Ciiih,kau urusi dulu PR matematika mu. Baru minta dijodohkan.”
“ Eonnie, kau menyebalkan sekali..Jangan menyalahkanku kalau Oppa yang mau dijodohkan padamu jatuh hati kepadaku.” Soo Young sebal.

“Hahahaha, kalau kau hanya setahun di bawahku. Aku akan mengijinkannya. Anak kecil bicara apa kau ini? Kalau dia menyukaimu. Dia akan dipenjara karena mengencani anak di bawah umur kau tau?” Min Young terkekeh melihat adiknya yang mulai bicara tidak karuan.

“Apa kalian mau berdebat terus seperti itu? Ini sudah setengah tujuh malam dan kalian masih saja berkutat disitu?” Eomma masuk ke kamarku karena dia telah terlalu lama menunggu.

“Ne Eomma, aku sudah selesai.”
“Nado…” Kata Soo Young berjalan mendahului Eonnie nya.
Min Young menggunakan dress hitam polos selutut dengan lengan balon transparan dan dipadukan belt coklat serta sileto hitam. Tas kecil berwarna coklat bertali panjang juga menggantung di pundaknya. Rambut coklatnya dibiarkan tergerai panjang hanya sedikit dibuat bergelombang.

(Min Young pov)

Perjalanan menuju rumah sahabat Ahjussi katanya ditempuh selama 30 menit. Jadi kemungkinan akan sampai di sana sekitar jam 7 malam. Aku melirik ke arah Soo Young, dia terlihat lebih antusias daripada aku. Padahal yang mau dikenalkan dengan anak sahabat Park Ahjussi kan aku.

 Setelah sekitar 35 menit Ahjussi mengendarai mobilnya. Kami sampai di depan sebuah rumah bergaya klasik dengan halaman yang sangat luas. Setelah dibukakan pintu oleh penjaga rumah. Mobil kami masuk ke dalam halaman depan rumah itu. Penjaga segera masuk ke dalam memberitahukan kepada tuannya bahwa tamu yang ditunggunya telah datang. Sepasang suami istri telah menunggu mereka di pintu depan rumahnya. Setelah saling berpelukan layaknya sahabat lama dan para istri saling mencium pipi kanan dan kiri. Kini giliranku menyapa mereka.

“Anyeong hasseo… Kim Min Young imnida.” Kataku saat memperkenalkan diri pada kedua orang yang anaknya akan dijodohkan denganku.

“Kim Min Young-Sshi? Kau sangat cantik. Seperti Eommamu.” Kata Istri sahabat Ahjussi.

“Mi Young-ah, Tuan Lee ini sahabat ahjussi sejak SMA.”  Jelas Ahjussi. Aaa, namanya tuan Lee.

“Ehem ehem…” Soo Young mendehem pelan.

“Aigoo, siapa gadis cantik yang satu ini?” Tanya Tuan Lee menyadari deheman Soo Young.

“.Annyeong hasseo, Kim Soo Young imnida.” Kata Soo Young sambil membungkuk.

“Aaa, Ini adikmu Kim Min Young-sshi? Dia juga sangat cantik” Kata  Nyonya Lee

“Ne…” Jawabku singkat.

“Ne, Khamsahamnida.” Jawab Soo Young diikuti senyum yang mengembang sambil melirikku kegirangan.

“Ayo, ayo masuk masuk dulu..”

“Ah iya…putraku belum sampai mungkin sebentar lagi. Katanya ada operasi beberapa jam yang lalu.” Kata Nyonya Lee pada kami.

“Operasi? Apa Oppa itu dokter?” Tanya Kim Soo Young. Haaish, dia lebih penasaran daripada aku. Yaa walaupun aku juga jadi lebih penasaran. Dan apa? Soo Young memanggilnya Oppa? Dia pikir dia sudah sedekat itu memanggilnya Oppa?
“Iyaa, putra kami seorang dokter Soo Young-ah.. Park Dong Joo kau tidak memberitahu putrimu?”

“Annia, aku ingin dia melihatnya langsung.. aku bahkan tidak memberi klu apapun padanya.” Kata Ahjussi pada sahabatnya dengan berbisik tapi semua orang di ruang tamu mendengarnya.

Setelah berbincang banyak, kami akhirnya menuju ruang makan. Sungguh megah rumah Tuan Lee ini. Walaupun dari luar terlihat sangat klasik. Namun interiornya sangat modern. Beberapa terlihat sangat mahal. Sahabat Ahjussi ini pasti orang kaya. Hai Min Young-ah, apa perlu kau menegaskan lagi. Dari luar saja kau bisa menebak. Kalau bukan pemilik perusahaan, pasti pemilik rumah sakit atau CEO sebuah Bank di Korea. Ah atau apalah… aku tidak mau memikirkannya. Yang penting aku ingin melihat dulu pria itu.

Setelah lama mengobrol, akhirnya yang ditunggu tiba. Dari dalam terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi rumah dan beberapa saat kemudian pria itu muncul. Dengan kemeja putih yang digulung serta dua kancing kemeja atasnya yang dibiarkan terbuka. Tangan kirinya mengenakan jam tangan hitam. Dan tangan kanannya membawa tas jinjing hitam. Wajahnya? Aaah Ahjussi benar. Siapapun tidak dapat menolak pesonanya. Pria ini berkali kali lipat sangat tampan dari pria yang menyukaiku di kampus. Aku sangat penasaran dengan Soo Young. Apa yang sedang dia lakukan ? Benarkan.. Dia sedang memandangi tuan muda Lee ku. Tanpa berkedip.

“Aaa, ini dia putraku yang ditunggu tunggu. Dong Hae-ah, ini sahabat Appa waktu di SMA, Park Dong Joo-Sshi , dan ini putri putri mereka. Beri salam pada mereka ”

“Annyeong Hasseo, Ahjussi. Lee Dong Hae Imnida.” Suaranya bahkan sangat lembut ditelinga. Mana mungkin aku menolak perjodohan ini. Aku jatuh hati pada pesonanya saat itu juga. Entah kenapa aku suka sekali dengan pria yang mengenakan kemeja. Terutama kemeja putih dan hitam. Aku penasaran dengan isi kemeja itu, pasti absnya sangat sexy.

“Min Young-ah…” Suara Eomma menyadarkanku. Pria itu sedang menyodorkan tangan kanannya kepadaku.

“Kim Min Young imnida.” Kataku sambil menyodorkan tangan kananku untuk bersalaman dengannya.

“Lee Dong Hae…” Jawabnya dan langsung beralih pada adik kecilku.. Kim Soo Young.

“Kim Soo Young imnida, Oppa.” Kata adik tengilku itu.

“Lee Dong Hae, Aaa kau gadis yang manis.” Kata Dong Hae memuji Soo Young.

“Khamsahamnida Oppa.” Jawab Soo Young.

Apa? Jadi yang dipuji Dong Hae, Kim Soo Young? Bukannya aku? Aku sudah berdandan mati matian seperti ini tapi tidak mendapat respon darinya.

“Aa, iya aku sudah mandi di rumah sakit jadi aku akan ganti baju sebentar saja. Silakan di lanjutkan dulu.” Kata Dong Hae dengan sopan.
“ Jangan terlalu lama Dong Hae ah, kita akan membahas sesuatu setelah makan malam. Jangan sampai melewatkannya.” Kata Ayah Dong Hae.
“Ne, Aboji..” Jawab Dong Hae dan berlalu menuju kamarnya. Setelah 10 menit Dong Hae turun. Soo young yang sedari tadi duduk di sebelah Min Young diminta Eommaku untuk duduk di sebelahnya. Agar Dong Hae bisa duduk di sebelahku. Soo Young agak sebal tapi dia malah seperti mendapatkan jackpot. Jika dia duduk disebelah Eomma, artinya dia akan duduk saling berhadapan dengan Dong Hae.

Dong Hae turun dengan kemeja kotak kotak hitam merah dan lagi lagi kemejanya di gulung sampai sikunya. Tatanan rambutnya berbeda dengan yang tadi. Tadi terkesan sangat rapi dan formal, sekarang sangat muda dengan rambut cukup berantakan tapi terlihat sangat stylish. Iyaa, dan aku terpesona dua kali.

Setelah proses makan malam selesai, Ayah Dong Hae membicarakan inti dari makan malam ini. Aku sudah mengerti kemana arah pembicaraan akan berlangsung dan aku sudah menyiapkan jawabannya.

“Jadi begini Dong Hae ah, Kim Min Young-sshi… Karena Appa dan Park Dong Joo Sshi sudah bersahabat cukup lama, kita hanya ingin menyambung tali persahabatan kami agar kami bisa menjadi lebih dari seorang sahabat. Kalian mengerti kan maksud kami?”

“Ne?” Tanyaku. Aku sudah sangat jelas paham dengan apa yang Ayah Dong Hae ucapkan. Tapi aku harus pura pura tidak mengerti agar mereka mengatakan dengan jelas apa maksudnya.

“Ne, Aegesseumnida.” Jawab Dong Hae singkat.

“Jadi bagaimana menurut kalian?” Tanya Tuan Lee.

“Kalau Aboji dan Eommonim menginginkannya. Aku tidak akan bisa menolaknya.” Jawab Dong Hae sambil tersenyum. Jawaban macam apa itu? Jadi sebenarnya dia menginginkan perjodohan ini atau tidak? Ini seperti sebuah kepatuhan, bukan persetujuan. Akhirnya aku memutar otakku dan mengganti jawaban yang sudah ku siapkan.

“Bagaimana denganmu Kim Min Young-sshi?” Nyonya Lee yang sekarang menanyaiku.

“Em… Saya minta maaf mungkin saya akan berbicara terlalu banyak. Saya benar benar tidak bisa memutuskan hal ini dengan cepat. Karena semuanya perlu pemikiran yang matang dan menjalin sebuah hubungan bukan perkara yang mudah. saya bukannya menolak perjodohan ini. Saya hanya meminta waktu dan saya akan mencoba mengenal Dong Hae dengan baik.” Jawabku.

“Ha ha ha, Kau lihat Dong Hae-ah, dia tidak bisa menerimamu dengan mudah.Sudah ku bilang kan dia sangat berbeda dengan wanita lainnya. Kim Min Young-sshi aku sangat menyukai jawabanmu. Dan kau benar perjodohan memang tidak mudah. Tapi aku sangat berharap dengan perjodohan ini” Kata Tuan Lee memujiku bertubi tubi.

“Ne, aku akan berusaha dengan baik.” Jawabku sambil menyunggingkan senyum terbaikku.

“Ah iya ayo kita mengobrol di ruang santai saja.” Kata Tuan Lee.

“Ahjussi, aku ingin mengajak Kim Min Young-sshi berjalan jalan di taman belakang. Bolehkah?” Tanya Dong Hae pada ayah tiriku. Dan Ahjussi hanya tersenyum dan mengangguk.

“Kau mau kan?”“Ne..”

“Lalu aku bagaimana?”“Kau bersama Eomma saja disini.”“ Eoh gadis manis, kau mau ikut?” Tanya Dong Hae pada adikku.

Kau saja berdua biar ahjumma menemaninya.” Kata Eomma. Eomma memang paling bisa menghandle hal hal semacam ini.

Dong Hae mengajakku ke taman belakang dan mengobrol banyak hal. Pembicaraan kami masih saja canggung. Dong Hae termasuk namja yang sedikit kaku berhadapan dengan wanita. 
“Aku ingin bertanya beberapa hal padamu. Kau mau menjawab kan?” Tanya Dong Hae

“Eoh? Ne…aku akan menjawabnya.” Jawabku.

“Kenapa namamu Kim Min Young dan adikmu Kim Soo Young?”

“Aaah, pasti kau merasa janggal dengan hal itu. Ne,nama itu pemberian Appaku.  aku dan Soo Young bukan anak kandung Ahjussi. Ah ya, Ahjussi itu tuan Park. Jadi ahjussi dan Eommaku menikah dua tahun yang lalu. Ayahku sudah meninggal dalam kecelakaan mobil saat Soo Young berusia 5 bulan. Itu lah kenapa margaku dan marga ahjussi berbeda.”

“ Ooh.. Jadi begitu… Dan kau memanggilnya Ahjussi?”

“Ne, karena panggilan Appa hanya untuk ayahku.” Jawabku. Dong Hae hanya tersenyum dan kemudian kembali  berjalan menyusuri taman. Diantara pohon pohon dan berbagai macam anggrek milik Eomma Dong Hae ada sebuah kursi taman yang panjang berwarna putih. Dong Hae duduk disana dan aku menyusul duduk di sebelahnya.“Rumahmu besar ya? Sangat Indah.” Aku membuka percakapan yang terputus cukup lama itu. Mungkin karena sudah terlalu banyak hal yang kami obrolkan.
“Ini rumah Aboji dan Eommonim, aku tinggal di apartemen.” Siapa yang peduli rumahmu di mana kalau pesonamu seperti itu.

“Aaa, jadi kau kesini karena..”

“Iya karena acara ini. Dan aku jauh jauh dari rumah sakit pulang ke rumah untuk mendapat penolakan dari seorang gadis. Aku benar benar payah.”

“Mian Hae, aku bukannya menolak.”

“Aaa…jadi kau menyetujuinya?”“Belum…”“Kalau belum, berarti suatu saat menjadi “Sudah” ?”
“Kau memang suka mencecar pertanyaan seperti itu ya? Bukan begitu.. Aku hanya berharap berjodoh dengan orang yang benar benar menginginkanku menjadi pendamping hidupnya. Dan aku tidak langsung menyetujuinya karena aku tidak melihat kau menginginkan itu. Aku hanya melihat kau mematuhi keinginan orang tuamu.”
“ Keinginanku adalah keinginan orang tuaku. Keinginanku adalah membahagiakan mereka.Jika mereka bahagia melihatku bersamamu, maka akan ku lakukan.”

“Ne, aegesseo. kau tidak keberatan kan menunggu persetujuan dariku?” Tanya Min Young pada Dong Hae.

“Kau yeoja pertama yang mengatakan itu padaku. Biasanya mereka langsung mengatakan iya.” Kata Dong Hae sambil menoleh kearahku. Aku pun berballik menoleh kearahnya.

“Jadi kau sekarang sedang menyombongkan diri?” Tanyaku menggodanya.

“Anni, aku hanya sedang memberi tahumu. Kau akan menyesal menolakku.” Jawab Dong Hae dengan menunjukkan wajah aegyonya. Sangat mempesona, Kalau saja Dong Hae hanya megatakan iya dan bukan jawaban yang dia katakan tadi. Maka aku akan menjawabnya dengan mantap. Aku juga akan menyetujuinya.


To Be Continued__

No comments:

Post a Comment