Author : Cho Anna
Genre : Drama, romance
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Min Young
Lee Dong Hae
Lee Dong Hae
Other cast : Find by your self
(Min Young pov)
Hari hari berlalu setelah pembicaraan
tentang perjodohan itu. Dong Hae dan aku berusaha menjadi dekat. Pagi ini dia
datang ke rumah tanpa sepengetahuanku untuk menjemputku ke kampus sebelum dia
pergi ke rumah sakit. Dia bekerja di Rumah Sakit milik Ayahnya, yaa seperti
yang sudah ku duga sebelumnya. Dia adalah calon pewaris Rumah Sakit “Lee’s Hospital” milik Ayahnya. Dan kalau aku
menyetujuinya aku akan menjadi pendamping hidup seorang Lee Dong Hae. Membayangkannya
saja sangat menarik. Aku akan menjadi nyonya Lee Min Young.
(Author pov)
“Kau pulang jam berapa? Perlu ku
jemput?” Tanya Dong Hae pada Min Young.
“Tidak usah Dong Hae euisanim. Aku
pulang dengan temanku saja.” Jawab Min Young sembari melepas seat beltnya.
“Nanti ahjussi pikir aku tidak
bertanggung jawab. Aku menjemputmu tapi tidak mengantarmu pulang.” Dong Hae mulai
khawatir.
“Memangnya dokter bisa sesantai itu keluar masuk rumah sakit kapan saja? Nan Gwaencanha..” Jawab Min Young, agar Dong Hae tidak perlu khawatir padanya.
“ Jeongmalyo?? Geurom, Aku pergi
bekerja dulu. Kalau aku sempat aku akan menjemputmu.Telepon aku kalau kau akan
pulang. Eoh?”
“Eoh… Khamsahaeyo telah
mengantarku ke kampus.”
Hari pertamanya diantar oleh pria ke
kampusnya. Min Young bukanlah tipe orang yang suka diantar jemput oleh seorang
pria. Dia lebih suka berangkat dan pulang sendiri dengan Hyundai kesayangannya.
Ketika ada pria yang mendekatinya dan mengajaknya berangkat bersama dia selalu
menolak. Itu lah kenapa Eommanya khawatir Min Young akan melakukan itu selamanya.
Melakukan hal hal semacam itu sendiri.
Min Young masuk ke dalam gedung
kampusnya dan melihat beberapa teman sekelasnya sedang melihat pengumuman di
papan pengumuman elektronik. Ada Han Cho
Im disana.
“Min Young-ah, bagaimana kalau kita
ikut ini.” Kata Han Cho Im sambil menunjuk apa yang di lihatnya di papan
pengumuman.
Sebuah pengumuman open recruitment tim
penelitian. Sesuai peraturan yang dibuat oleh pemerintah, seorang kangsanim dalam hal ini termasuk departemen Psikologi
selain bertugas mengajar, mereka juga memiliki tugas untuk mengembangkan ilmu ilmunya. Salah satunya
adalah dengan mengadakan penelitian. Kangsanim yang akan melakukan penelitian
biasanya akan membuat open recruitment kepada mahasiswanya yang ingin ikut
serta dalam penelitian ini. Kali ini syaratnya cukup mudah, minimal pendaftar
adalah mahasiswa semester 3 memiliki nilai A pada dua mata kuliah yaitu Social
Psychology dan Abnormality, dapat meluangkan waktu tiga hari dalam seminggu,
mau bekerja keras baik individu maupun didalam tim, patuh terhadap aturan dan tidak keberatan hadir dalam tugas apabila sewaktu waktu dibutuhkan.
Min Young membaca tulisan itu sambil
tersenyum. Impiannya menjadi seorang psikolog tidak akan terlalu sulit jika dia
menjadi pendamping Lee Dong Hae kelak. Rumah sakitnya tentu membutuhkan Psikolog kan? Tidak akan sulit masuk ke sana. Tapi paling tidak dia harus
memiliki pengalaman dalam hal hal semacam ini. Dia tidak ingin masuk dengan jalur
nepotisme. Tapi walaupun dengan jalur
nepotisme sekalipun, bukan kah dia tetap harus menunjukan prestasi dan skill
individunya.
“Bagaimana Min Young ah? Kau tertarik
tidak?” Cho Im membuyarkan mimpi indah Min Young.
“Kapan pendaftaran di tutup?” Min
Young mulai bersemangat.
“3 hari lagi..”
“Nilaiku tidak masalah, 3 hari dalam
seminggu juga tidak terlalu sulit, bekerja dalam tim? Aku bisa…” gumam Min
Young
“Jadi?” Tanya Cho Im.
“Ayo kita lakukan…” Kata Min Young
menoleh ke arah Cho Im.
“Waaaah, itu baru sahabatku..”
Setelah selesai kuliah mereka
berencana untuk mempersiapkan segala berkas berkas yang dibutuhkan untuk
mendaftar. Berkas berkas yang telah siap diantarkannya menuju ruang bagian
penelitian. Terlihat ada beberapa mahasiswa yang sudah mendaftar. Dan sedang
melakukan wawancara.
“Kim Min Young-sshi , Han Cho Im Shi
berkas kalian sudah kami terima dan wawancara kalian dimulai pukul dua siang
ini. Silakan kalau ingin menunggu atau kalian bisa datang nanti sebelum jam
dua.
“Ne Geurom, kami akan datang nanti sebelum jam dua.” Kata
Han Cho Im.
Han Cho Im dan Min Young memutuskan
untuk makan di kantin kampus sambil menunggu waktu wawancaranya. Saat keluar
dari ruang bagian penelitian. Mereka melihat Cho Kangsanim masuk ke dalam ruang
penelitian itu.
“Min Young-ah, kau lihat kan Cho
Kangsanim masuk ruang penelitian. Jangan jangan dia juga masuk dalam daftar
dosen yang akan melakukan penelitian?”
“Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan
ikut wawancara nanti siang.”
“Wae yo?”
“Anni, aku tidak mau berada dekat
dengannya.”
“Mwo? Cuma kau satu satunya gadis yang
tidak mau dekat dengannya.”
“Pesonanya tidak sesuai karakter aslinya.. Banyak rekayasa. Ayo lah kita makan, aku lapar
sekali. Malas sekali membahas dia”
“Kau sepertinya tau begitu banyak. Aku jadi curiga padamu..”
Setelah mengambil makan yang
diinginkan mereka duduk menyantap makanan mereka. Sambil mengobrolkan banyak
hal. Handphone Min Young bergetar tanda telepon masuk.
“Yeobseo…”
“ Min Young-sshi..”
“Aa.. Dong Hae sshi. Ada apa?”
“Bukankah sudah ku bilang kau harus meneleponku
kalau kau sudah pulang kuliah?” Kata namja di seberang saja.
“Ah, Mian.. aku masih ada acara jam
dua nanti. Kau tidak perlu menjemputku kalau kau sibuk.”
“ Aku pulang dari rumah sakit jam 4,
kalau kau masih di kampus akan ku jemput.”
“Ne, nanti akan ku kabari lagi ya.”
(Min Young pov)
Aku tahu apa yang sedang ada di
pikiran Han Cho Im melihat ekspresi wajahnya memandangku.
“Kau berkencan ya?” Tanya Cho Im
“Anni..”
“Lalu…siapa yang meneleponmu.”
“Aaa…ini..” jawabku dengan senyum. Aku
benar benar tidak bisa menyembunyikan hal hal semacam ini pada Cho Im.
“Youngie-ah…” Cho Im mulai merengek.
Sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan apapun sampai
aku siap menerima Lee Dong Hae dalam perjodohan ini. Aku ingin memberi waktu
pada ku dan Dong Hae untuk saling mencintai. Kalau kami sudah sama sama siap
untuk saling menerima. Aku baru akan memberi tahu semua orang. Tapi untuk Han
Cho Im semuanya harus ada pengecualian. Atau dia akan marah besar padaku karena
tidak tahu apa apa tentang perjodohan ini.
“Aku di jodohkan oleh Eomma dan
Ahjussi.”
“Dengan siapa?”
“Anak sahabat Park ahjussi, Namanya Lee Dong Hae.”
"Jangan jangan saat kau makan malam itu?"
"Ne... kau benar."
" Pekerjaannya?"
"Jangan jangan saat kau makan malam itu?"
"Ne... kau benar."
" Pekerjaannya?"
“Dia dokter.”
“Jjinjja yo? Daebak. Coba
ceritakan lebih lanjut Min Young-ah.”
Begitulah Han Cho Im ketika mendengar
semua cerita tentang pria yang akan di jodohkan denganku. Dia terlihat lebih tertarik membahasnya. Melebihi aku yang dijodohkan.
“Kau jangan memikirkan hal semacam
itu. Dia pasti akan mencintaimu suatu saat.” Kata Cho Im menasehatiku.
“ Entahlaah, aku belum yakin.”
Wawancara di mulai di ruang Individual
Laboratory,laboratorium besar yang berisi ruang-
ruang kecil berderet berukuran 2 x 2
meter . Berisi sebuah pendingin ruangan, meja dan dua buah kursi serta satu
buah CCTV. Laboratorium ini biasanya untuk melakukan praktik konseling atau tes
tes psikologi individu. Aku dan Cho Im menunggu giliran untuk diwawancarai. Han
Cho Im dipanggil lebih dulu untuk masuk salah satu ruang wawancara. Di sana dia
bertemu dengan Lee Kangsanim. Setelah
satu mahasiswa keluar dari satu ruang itu, aku menyadari segera ini adalah
giliranku.
Aku masuk dengan perasaan cemas dan
gugup karena bagaimanapun ini adalah sebuah wawancara. Dimana seluruh skill
yang kita miliki dipertaruhkan.
“Kim Min Young-Sshi…” Panggil
Kangsanim yang akan mewawancaraiku. Dan aku tidak pernah asing dengan suara
ini. Astaga, ini suara Cho Kyuhyun, jadi Cho Kyuhyun yang akan mewawancaraiku.
Rasanya aku ingin keluar segera dari ruangan itu. Tapi aku berusaha menghadapi
wawancara ini. Pendingin ruangan disini sepertinya tidak bekerja dengan baik. Aku merasa
berkeringat dan takut… iya aku takut karena yang berada di depanku adalah Cho
Kyuhyun.
“Ne…”
“Kau mendaftar juga?”
“Ne, Kangsanim…”
“Jangan terlalu formal padaku.
Bukankah dulu kita sangat dekat? Kau saja selalu menempel padaku.” Aku tahu
namja ini sedang menggodaku.
“Kangsanim, Apa pertanyaan ini termasuk dalam wawancara?
“
“Aku yang memutuskan apa yang akan aku
tanyakan pada mahasiswaku.” Katanya sambil melihat dalam dalam isi berkas
berkas pendaftaranku.
“Ciiih, wawancara macam apa ini. Kalau begini
jadinya aku tidak akan mau mendaftar. ” Aku beranjak dari kursiku ingin meninggalkan
ruangan itu.
“Kim Min Young-sshi kembali ke tempat
dudukmu!” Perintah Cho Kangsanim padaku masih tanpa memandangku.
“Aku mengundurkan diri sekarang,”
Tegasku.
“Kau diterima..” Katanya dan
memberikan senyum padaku. Mendengarnya saja sangat tidak masuk akal.
“Mwo…”
“ You are accepted. KAU DITERIMA”
Aku terkejut dengan apa yang
dikatakannya. Jadi wawancara ini hanya sebuah lelucon bagi Kyuhyun. Bagaimana
bisa hanya pertanyaan “bukankah kita dulu sangat dekat..” aku langsung diterima
menjadi bagian dari tim penelitian. Dia bahkan tidak menanyaiku tentang
penelitian ini atau hal hal yang nantinya akan berkaitan dengan penelitian ini.
“Ottohke? Bagaimana bisa aku diterima? ”
Tanyaku masih terheran.
“Aku tidak menerima pengunduran dirimu
dan kau adalah mahasiswa pertama yang diterima dalam project penelitian kali
ini. Arraseo? Kau boleh keluar sekarang.”
“Kau benar benar menerimaku? Semudah
itu? Kau bercanda ya?”
“Anni, aku tidak bercanda… Kau lihat
kertas ini?” Kyuhyun menyodorkan kertas catatan hasil wawancara.
“ Dan kau lihat tulisan ini? A C C….
Accepted. Aku tidak akan menulis sembarang kata accepted di lembar ini.” Aku
mematung mendengar kata katanya.
“Hei, kau tidak mau keluar? Antrian
masih banyak..” Kata Cho kangsanim dan ini adalah kata kata yang sering
diucapkannya dulu dengan nada sadis dan cuek. Aku melihatnya lagi. Oppa yang
sangat ku benci tujuh tahun lalu. Cho Kyuhyun.
(Cho Kyuhyun pov)
Aku tidak begitu yakin dengan apa yang
ku lakukan. Berkas persyaratan Kim Min Young memang tidak buruk. Nilai sudah sangat mencukupi dan
dari pengalaman masa lalu ku, dia anak yang mudah diajak bekerja sama. Tapi
walaupun seperti itu aku tidak punya alasan untuk menerimanya dengan mudah
“Apa yang kulakukaan..” Kataku sambil
mengacak acak rambutku yang sudah kutata
rapi.
(Author pov)
Lee Dong Hae menjemput Min Young sepulang dari rumah sakit. Wajah Min Young terlihat kesal tidak terbantahkan. Bahkan dari melihat wajahnya saja Dong Hae tau Min Young sedang bermasalah.
“Min Young-sshi? Gwaencanhayo?”
“Eoh? Ne, Nan Gwaencanha…”
“Bohong…” Dong Hae adalah seorang
pengamat perasaan yang hebat. Jangan pernah membohongi perasaannya.
“Aku sedang malas dengan dosen
baruku.”
“Wae?”
“Aku mendaftar tim penelitian, tapi dia... ah aku malas membahasnya. Mianhae
Dong Hae-sshi..”
“Baiklah, atau kau mau kita jalan jalan
dulu sebelum pulang?”
“Tidak usah, aku ingin mandi dan tidur
secepatnya.”
“Baiklah… “
Donghae mengendarai Audi miliknya
pelan pelan karena tidak ingin kebersamaannya dengan Min young segera berlalu.
Setelah sampai di rumah Dong Hae hanya mampir sebentar untuk memberi salam
kepada Eomma dan Ahjussi lalu segera kembali ke apartemennya.
****
Kyuhyun sampai di Apartemen, ia segera
meletakkan tasnya dan menuang segelas jus jeruk dari kulkas.
Ting tung...
Ada pesan masuk di salah satu aplikasi chatnya.
Ting tung...
Ada pesan masuk di salah satu aplikasi chatnya.
"Kyuhyun-ah , kau
sudah kembali ke Korea tapi tidak memberi tahuku?
Sahabat macam apa kau ini…."
Pesan dari sahabatnya. Diacuhkannya
sambil terus meneguk jus jeruknya.
Tingtung….
"Kau hanya membacanya?
Tidak membalasku?"
Tingtung…
"Yaak, Cho Kyuhyun…
dasar brengsek kau."
Kyuhyun tertawa meelihat tingkah
sahabatnya. Dia memang tidak sabaran…
Tingtung…
"Ku tunggu kau di bar
biasa malam ini. Aku ingin membuat perhitungan denganmu."
Dan lagi lagi Kyuhyun hanya membacanya
tanpa membalas.
Kyuhyun lelah, dia
memutuskan untuk tidur sebentar sebelum menemui sahabatnya nanti malam. Di sela
sela tidurnya, dia memimpikan gadis itu lagi. Gadis remaja yang selama
ini selalu hadir dalam mimpi mimpinya saat dia kelelahan. Segera dia terbangun
dan memutuskan untuk mandi dan bersiap menuju bar. Dia mengenakan celana jeans
dan kemeja kotak kotak lengan pendek dan sweater berwarna biru donker.
Mengambil jam tangannya dan menghambur keluar menuju mobilnya. Perjalanan dari
apartemen Kyuhyun menuju bar cukup dekat. Mungkin hanya sekitar 20 menit. Dan jam 11 masih terlalu
sepi untuk ukuran bar sekelas Yong Gu.
Kyuhyun
telah sampai lebih dulu di Bar, suasananya masih sepi pengunjung. Dia meminta
sebotol wine kepada bartender dan beberapa makanan ringan. Sepuluh menit berlalu sahabat yang
ditunggunya tidak kunjung datang.
“Si brengsek itu awas saja menipuku…” Kata
Kyuhyun dalam hati.
Sepuluh menit ke dua berselang dan
sahabatnya belum menunjukkan batang hidungnya. Kyuhyun jadi teringat.
Sahabatnya adalah orang yang suka mengulur waktu. Tiga
puluh menit pertama Kyuhyun hanya menyesap cairan keunguan itu sendiri hingga
akhirnya terlihat seorang yang dikenalnya. Mengenakan kemeja putih dengan
lengan digulung. Orang yang mengiriminya pesan meminta bertemu. Sahabatnya… Dia mendekat dengan seorang gadis di
sampingnya.
“Yaak Lee Dong Hae kau lama sekali !”
Bentak Kyuhyun pada sahabatnya itu.
“Maaf aku menjemput dia dulu.” Katanya
sambil menunjuk seorang gadis yang berada di sampingnya.
“Pacarmu?” Tanya Kyuhyun santai.
Dong Hae kemudian membisikkan sesuatu
pada gadis itu, memberi kode untuk meninggalkannya.
“Bukan, dia dokter magang di rumah
sakitku.” Jawab Dong Hae.
“Apa? Kau mengencani dokter magang
lagi? Dong Hae-ya, Sampai kapan kau akan melakukan itu?”
“Selama aku masih belum menikah.
Lagipula aku hanya mengajaknya keluar.. mereka yang biasanya berharap berlebihan.”
“Kau memang suka sekali menebar jala.”
“. Lalu, Sejak kapan kau di Korea?
Brengsek sekali kau tidak memberi tahuku”
“ Sudah tiga bulan yang lalu, aku
belum sempat menghubungimu karena sibuk mengurus ijin praktekku.”
“Bagaimana rasanya menjadi dosen?”
“Biasa saja, hanya bertemu gadis gadis
yang tergila gila padaku, seperti di tempat tempat sebelumnya.”
“Ooo, Jadi kau sekarang kangsanim
idaman mahasiswi?”
“Begitulah…” Kata Kyuhyun sambil menyecap wine di gelasnya.
“Kyuhyun-ah, kenapa kau memilih
menjadi dosen? Bekerja lah di rumah sakitku. Kau nanti ku jadikan kepala
departemen Kejiwaan. Rumah sakitku butuh orang orang hebat sepertimu “
“ Aku baru menikmati bagaimana rasanya menjadi seorang dosen. Nanti kalau aku berubah pikiran aku akan menghubungimu. Tapi jangan berharap lebih ya” Ledek Kyuhyun pada sahabatnya itu.
“Ngomong ngomong universitas mana yang
menerimamu bekerja?”
“Korean University…”
“Jeongmal yo? Departemen apa?
Psikologi?”
“Wae? kenapa kau sangat
tertarik dengan pekerjaanku ”
“ Aku harus membuatmu berubah pikiran... dan mau bekerja di rumah sakitku. Ah iya, Sebenarnya ada yang ingin ku
kenalkan padamu..”
"Siapa?”
"Calon Tunanganku"
"Calon Tunanganku"
“Jeongmal? Kau sudah mau tunangan tapi masih
menggandeng dokter magangmu?”
“Aku hanya ingin bersenang senang dengan mereka."
“Lalu gadis itu?”
“Aku serius dengannya. Aku juga sangat menyukainya."
"Aku tidak tahu selama ini kau punya kekasih."
"Aku dijodohkan."
"Pria sepertimu dijodohkan? haha yang benar saja"
"Aku tidak tahu selama ini kau punya kekasih."
"Aku dijodohkan."
"Pria sepertimu dijodohkan? haha yang benar saja"
“Kau tahu kan aku tidak pernah menolak permintaan
Aboji."
"Anak yang patuh, andai saja abojimu tahu kelakuanmu malam malam suka membawa dokter magang ke bar. haha... "
"Ah jangan sampai aboji tahu, atau aku akan dilempar ke rumah mereka lagi."
"Anak yang patuh, andai saja abojimu tahu kelakuanmu malam malam suka membawa dokter magang ke bar. haha... "
"Ah jangan sampai aboji tahu, atau aku akan dilempar ke rumah mereka lagi."
“Jadi, aku sangat penasaran siapa yang
berhasil menaklukkan sahabatku ini? "
“ Dia mahasiswamu... ” Jawab
Lee Dong Hae sambil menuangkan wine ke gelas kristalnya.
“Heei, Bagaimana bisa dokter selalu
minum wine. Kesehatanmu euisanim” Cegah Kyuhyun.
“Aku hanya menghormatimu, karena kau minum aku juga harus minum.”
Mereka mengobrol banyak hal. Lee Dong Hae dan Cho Kyuhyun, mereka bersahabat saat kuliah Swedia, tinggal berdua
dalam satu apartemen selama empat tahun. Karena Ayah Lee Dong Hae sakit jadi
dia ditugaskan mengurus rumah sakitnya dan meninggalkan Swedia lebih
dulu. Kyuhyun masih berada di sana selama menyelesaikan program profesinya
sebagai Psikolog dan sebagai akademisi. Setelah menyelesaikan program
profesinya, dia segera pulang ke Korea dan mencoba mendaftar sebagai pengajar di
Korean University. Dia juga membuka praktik konseling sendiri setelah
kepulangannya.
Rupanya
wine sudah membuat dua sahabat ini sedikit hilang kesadaran. Dong Hae membuka
percakapan dengan setengah sadar.
“Bagaimana gadis dalam mimpimu itu? Apa kau sudah bertemu
dengannya?” Tanya DongHae dibawah pengaruh alkohol, tidak
berbeda dengan Kyuhyun, Dia juga sudah setengah sadar menjawab pertanyaan
Dong Hae.
“ Ne...”
“Lalu bagaimana?”
“Aku tidak tau harus bagaimana…”
Pembicaraan itu hilang ditelan musik yang semakin kencang.
******

No comments:
Post a Comment