Monday, April 13, 2015

Complicated Heart (Chapter 3)





Author : Cho Anna

Genre : Drama, romance

Cast :

Cho Kyuhyun

Kim Min Young

Lee Dong Hae



Other cast : Find by your self





(Min Young pov)

Hari hari berlalu setelah pembicaraan tentang perjodohan itu. Dong Hae dan aku berusaha menjadi dekat. Pagi ini dia datang ke rumah tanpa sepengetahuanku untuk menjemputku ke kampus sebelum dia pergi ke rumah sakit. Dia bekerja di Rumah Sakit milik Ayahnya, yaa seperti yang sudah ku duga sebelumnya. Dia adalah calon pewaris Rumah Sakit  “Lee’s Hospital” milik Ayahnya. Dan kalau aku menyetujuinya aku akan menjadi pendamping hidup seorang Lee Dong Hae. Membayangkannya saja sangat menarik. Aku akan menjadi nyonya Lee Min Young.

(Author pov)

“Kau pulang jam berapa? Perlu ku jemput?” Tanya Dong Hae pada Min Young.

“Tidak usah Dong Hae euisanim. Aku pulang dengan temanku saja.” Jawab Min Young sembari melepas seat beltnya.

“Nanti ahjussi pikir aku tidak bertanggung jawab. Aku menjemputmu tapi tidak mengantarmu pulang.” Dong Hae mulai khawatir.

“Memangnya dokter bisa sesantai itu keluar masuk rumah sakit kapan saja? Nan Gwaencanha..” Jawab Min Young, agar Dong Hae tidak perlu khawatir padanya.

“ Jeongmalyo?? Geurom, Aku pergi bekerja dulu. Kalau aku sempat aku akan menjemputmu.Telepon aku kalau kau akan pulang. Eoh?”
“Eoh… Khamsahaeyo telah mengantarku ke kampus.”

Hari pertamanya diantar oleh pria ke kampusnya. Min Young bukanlah tipe orang yang suka diantar jemput oleh seorang pria. Dia lebih suka berangkat dan pulang sendiri dengan Hyundai kesayangannya. Ketika ada pria yang mendekatinya dan mengajaknya berangkat bersama dia selalu menolak. Itu lah kenapa Eommanya khawatir Min Young akan melakukan itu selamanya. Melakukan hal hal semacam itu sendiri.

Min Young masuk ke dalam gedung kampusnya dan melihat beberapa teman sekelasnya sedang melihat pengumuman di papan pengumuman  elektronik. Ada Han Cho Im disana.

“Min Young-ah, bagaimana kalau kita ikut ini.” Kata Han Cho Im sambil menunjuk apa yang di lihatnya di papan pengumuman.
Sebuah pengumuman open recruitment tim penelitian. Sesuai peraturan yang dibuat oleh pemerintah, seorang kangsanim dalam hal ini termasuk departemen Psikologi selain bertugas mengajar, mereka juga memiliki tugas untuk   mengembangkan ilmu ilmunya. Salah satunya adalah dengan mengadakan penelitian. Kangsanim yang akan melakukan penelitian biasanya akan membuat open recruitment kepada mahasiswanya yang ingin ikut serta dalam penelitian ini. Kali ini syaratnya cukup mudah, minimal pendaftar adalah mahasiswa semester 3 memiliki nilai A pada dua mata kuliah yaitu Social Psychology dan Abnormality, dapat meluangkan waktu tiga hari dalam seminggu, mau bekerja keras baik individu maupun didalam tim,  patuh terhadap aturan dan tidak keberatan hadir dalam tugas apabila  sewaktu waktu dibutuhkan.

 Min Young membaca tulisan itu sambil tersenyum. Impiannya menjadi seorang psikolog tidak akan terlalu sulit jika dia menjadi pendamping Lee Dong Hae kelak. Rumah sakitnya tentu membutuhkan Psikolog kan? Tidak akan sulit masuk ke sana. Tapi paling tidak dia harus memiliki pengalaman dalam hal hal semacam ini. Dia tidak ingin masuk dengan jalur nepotisme.  Tapi walaupun dengan jalur nepotisme sekalipun, bukan kah dia tetap harus menunjukan prestasi dan skill individunya.

“Bagaimana Min Young ah? Kau tertarik tidak?” Cho Im membuyarkan mimpi indah Min Young.

“Kapan pendaftaran di tutup?” Min Young mulai bersemangat.

“3 hari lagi..”

“Nilaiku tidak masalah, 3 hari dalam seminggu juga tidak terlalu sulit, bekerja dalam tim? Aku bisa…” gumam Min Young

“Jadi?” Tanya Cho Im.

“Ayo kita lakukan…” Kata Min Young menoleh ke arah Cho Im.

“Waaaah, itu baru sahabatku..”

Setelah selesai kuliah mereka berencana untuk mempersiapkan segala berkas berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar. Berkas berkas yang telah siap diantarkannya menuju ruang bagian penelitian. Terlihat ada beberapa mahasiswa yang sudah mendaftar. Dan sedang melakukan wawancara.

“Kim Min Young-sshi , Han Cho Im Shi berkas kalian sudah kami terima dan wawancara kalian dimulai pukul dua siang ini. Silakan kalau ingin menunggu atau kalian bisa datang nanti sebelum jam dua.

“Ne Geurom,  kami akan datang nanti sebelum jam dua.” Kata Han Cho Im.

Han Cho Im dan Min Young memutuskan untuk makan di kantin kampus sambil menunggu waktu wawancaranya. Saat keluar dari ruang bagian penelitian. Mereka melihat Cho Kangsanim masuk ke dalam ruang penelitian itu.

“Min Young-ah, kau lihat kan Cho Kangsanim masuk ruang penelitian. Jangan jangan dia juga masuk dalam daftar dosen yang akan melakukan penelitian?”

“Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan ikut wawancara nanti siang.”

“Wae yo?”

“Anni, aku tidak mau berada dekat dengannya.”

“Mwo? Cuma kau satu satunya gadis yang tidak mau dekat dengannya.”

“Pesonanya tidak sesuai karakter aslinya.. Banyak rekayasa.  Ayo lah kita makan, aku lapar sekali. Malas sekali membahas dia” 

“Kau sepertinya tau begitu banyak. Aku jadi curiga padamu..”

Setelah mengambil makan yang diinginkan mereka duduk menyantap makanan mereka. Sambil mengobrolkan banyak hal. Handphone Min Young bergetar tanda telepon masuk. 

“Yeobseo…”

“ Min Young-sshi..”

“Aa.. Dong Hae sshi. Ada apa?”

“Bukankah sudah ku bilang kau harus meneleponku kalau kau sudah pulang kuliah?” Kata namja di seberang saja. 

“Ah, Mian.. aku masih ada acara jam dua nanti. Kau tidak perlu menjemputku kalau kau sibuk.”

“ Aku pulang dari rumah sakit jam 4, kalau kau masih di kampus akan ku jemput.”

“Ne, nanti akan ku kabari lagi ya.”


(Min Young pov)

Aku tahu apa yang sedang ada di pikiran Han Cho Im melihat ekspresi wajahnya memandangku.

“Kau berkencan ya?” Tanya Cho Im

“Anni..”

“Lalu…siapa yang meneleponmu.”

“Aaa…ini..” jawabku dengan senyum. Aku benar benar tidak bisa menyembunyikan hal hal semacam ini pada Cho Im.

“Youngie-ah…” Cho Im mulai merengek. 

 Sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan apapun sampai aku siap menerima Lee Dong Hae dalam perjodohan ini. Aku ingin memberi waktu pada ku dan Dong Hae untuk saling mencintai. Kalau kami sudah sama sama siap untuk saling menerima. Aku baru akan memberi tahu semua orang. Tapi untuk Han Cho Im semuanya harus ada pengecualian. Atau dia akan marah besar padaku karena tidak tahu apa apa tentang perjodohan ini.

“Aku di jodohkan oleh Eomma dan Ahjussi.”

“Dengan siapa?”

“Anak sahabat Park ahjussi, Namanya Lee Dong Hae.”

"Jangan jangan saat kau makan malam itu?"

"Ne... kau benar."

" Pekerjaannya?"


“Dia dokter.”

“Jjinjja yo? Daebak. Coba ceritakan lebih lanjut Min Young-ah.”

Begitulah Han Cho Im ketika mendengar semua cerita tentang pria yang akan di jodohkan denganku. Dia terlihat lebih tertarik membahasnya. Melebihi aku yang dijodohkan.

“Kau jangan memikirkan hal semacam itu. Dia pasti akan mencintaimu suatu saat.” Kata Cho Im menasehatiku.

“ Entahlaah, aku belum yakin.”

Wawancara di mulai di ruang Individual Laboratory,laboratorium besar yang berisi ruang- ruang  kecil berderet berukuran 2 x 2 meter . Berisi sebuah pendingin ruangan, meja dan dua buah kursi serta satu buah CCTV. Laboratorium ini biasanya untuk melakukan praktik konseling atau tes tes psikologi individu. Aku dan Cho Im menunggu giliran untuk diwawancarai. Han Cho Im dipanggil lebih dulu untuk masuk salah satu ruang wawancara. Di sana dia bertemu dengan Lee Kangsanim. Setelah satu mahasiswa keluar dari satu ruang itu, aku menyadari segera ini adalah giliranku.
Aku masuk dengan perasaan cemas dan gugup karena bagaimanapun ini adalah sebuah wawancara. Dimana seluruh skill yang kita miliki dipertaruhkan.

“Kim Min Young-Sshi…” Panggil Kangsanim yang akan mewawancaraiku. Dan aku tidak pernah asing dengan suara ini. Astaga, ini suara Cho Kyuhyun, jadi Cho Kyuhyun yang akan mewawancaraiku. Rasanya aku ingin keluar segera dari ruangan itu. Tapi aku berusaha menghadapi wawancara ini. Pendingin ruangan disini sepertinya tidak bekerja dengan baik. Aku merasa berkeringat dan takut… iya aku takut karena yang berada di depanku adalah Cho Kyuhyun.

“Ne…”

“Kau mendaftar juga?”

“Ne, Kangsanim…”

“Jangan terlalu formal padaku. Bukankah dulu kita sangat dekat? Kau saja selalu menempel padaku.” Aku tahu namja ini sedang menggodaku.

“Kangsanim, Apa pertanyaan ini termasuk dalam wawancara? “

“Aku yang memutuskan apa yang akan aku tanyakan pada mahasiswaku.” Katanya sambil melihat dalam dalam isi berkas berkas pendaftaranku.

“Ciiih, wawancara macam apa ini. Kalau begini jadinya aku tidak akan mau mendaftar. ” Aku beranjak dari kursiku ingin meninggalkan ruangan itu.

“Kim Min Young-sshi kembali ke tempat dudukmu!” Perintah Cho Kangsanim padaku masih tanpa memandangku. 

“Aku mengundurkan diri sekarang,” Tegasku.

“Kau diterima..” Katanya dan memberikan senyum padaku. Mendengarnya saja sangat tidak masuk akal.

“Mwo…”

“ You are accepted. KAU DITERIMA”
Aku terkejut dengan apa yang dikatakannya. Jadi wawancara ini hanya sebuah lelucon bagi Kyuhyun. Bagaimana bisa hanya pertanyaan “bukankah kita dulu sangat dekat..” aku langsung diterima menjadi bagian dari tim penelitian. Dia bahkan tidak menanyaiku tentang penelitian ini atau hal hal yang nantinya akan berkaitan dengan penelitian ini.

“Ottohke? Bagaimana bisa aku diterima? ” Tanyaku masih terheran.

“Aku tidak menerima pengunduran dirimu dan kau adalah mahasiswa pertama yang diterima dalam project penelitian kali ini. Arraseo? Kau boleh keluar sekarang.”

“Kau benar benar menerimaku? Semudah itu? Kau bercanda ya?”

“Anni, aku tidak bercanda… Kau lihat kertas ini?” Kyuhyun menyodorkan kertas catatan hasil wawancara.

“ Dan kau lihat tulisan ini? A C C…. Accepted. Aku tidak akan menulis sembarang kata accepted di lembar ini.” Aku mematung mendengar kata katanya.

“Hei, kau tidak mau keluar? Antrian masih banyak..” Kata Cho kangsanim dan ini adalah kata kata yang sering diucapkannya dulu dengan nada sadis dan cuek. Aku melihatnya lagi. Oppa yang sangat ku benci tujuh tahun lalu. Cho Kyuhyun. 

(Cho Kyuhyun pov)
Aku tidak begitu yakin dengan apa yang ku lakukan. Berkas persyaratan Kim Min Young memang  tidak buruk. Nilai sudah sangat mencukupi dan dari pengalaman masa lalu ku, dia anak yang mudah diajak bekerja sama. Tapi walaupun seperti itu aku tidak punya alasan untuk menerimanya dengan mudah 

“Apa yang kulakukaan..” Kataku sambil mengacak acak rambutku yang  sudah kutata rapi.


            (Author pov)

Lee Dong Hae menjemput Min Young sepulang dari rumah sakit. Wajah Min Young terlihat kesal tidak terbantahkan. Bahkan dari melihat wajahnya saja Dong Hae tau Min Young sedang bermasalah.

“Min Young-sshi? Gwaencanhayo?”

“Eoh? Ne, Nan Gwaencanha…”

“Bohong…” Dong Hae adalah seorang pengamat perasaan yang hebat. Jangan pernah membohongi perasaannya. 

“Aku sedang malas dengan dosen baruku.”

“Wae?”

“Aku mendaftar tim penelitian, tapi dia... ah aku malas membahasnya. Mianhae Dong Hae-sshi..”

“Baiklah, atau kau mau kita jalan jalan dulu sebelum pulang?”

“Tidak usah, aku ingin mandi dan tidur secepatnya.”

“Baiklah… “

      Donghae mengendarai Audi miliknya pelan pelan karena tidak ingin kebersamaannya dengan Min young segera berlalu. Setelah sampai di rumah Dong Hae hanya mampir sebentar untuk memberi salam kepada Eomma dan Ahjussi lalu segera kembali ke apartemennya.

****

       Kyuhyun sampai di Apartemen, ia segera meletakkan tasnya dan menuang segelas jus jeruk dari kulkas. 

Ting tung...

 Ada pesan masuk di salah satu aplikasi chatnya.

 "Kyuhyun-ah , kau sudah kembali ke Korea tapi tidak memberi tahuku?
Sahabat macam apa kau ini…."

Pesan dari sahabatnya. Diacuhkannya sambil terus meneguk jus jeruknya.

Tingtung….

"Kau hanya membacanya? Tidak membalasku?"

Tingtung…

"Yaak, Cho Kyuhyun… dasar brengsek kau."

Kyuhyun tertawa meelihat tingkah sahabatnya. Dia memang tidak sabaran…

Tingtung…

"Ku tunggu kau di bar biasa malam ini. Aku ingin membuat perhitungan denganmu."

Dan lagi lagi Kyuhyun hanya membacanya tanpa membalas.

Kyuhyun lelah, dia memutuskan untuk tidur sebentar sebelum menemui sahabatnya nanti malam. Di sela sela tidurnya, dia memimpikan gadis itu lagi. Gadis remaja yang selama ini selalu hadir dalam mimpi mimpinya saat dia kelelahan. Segera dia terbangun dan memutuskan untuk mandi dan bersiap menuju bar. Dia mengenakan celana jeans dan kemeja kotak kotak lengan pendek dan sweater berwarna biru donker. Mengambil jam tangannya dan menghambur keluar menuju mobilnya. Perjalanan dari apartemen Kyuhyun menuju bar cukup dekat. Mungkin hanya  sekitar 20 menit. Dan jam 11 masih terlalu sepi untuk ukuran bar sekelas Yong Gu.
           
Kyuhyun telah sampai lebih dulu di Bar, suasananya masih sepi pengunjung. Dia meminta sebotol wine kepada bartender dan beberapa makanan ringan. Sepuluh menit berlalu sahabat yang ditunggunya tidak kunjung datang.

“Si brengsek itu awas saja menipuku…” Kata Kyuhyun dalam hati.
Sepuluh menit ke dua berselang dan sahabatnya belum menunjukkan batang hidungnya. Kyuhyun jadi teringat. Sahabatnya adalah orang yang suka mengulur waktu. Tiga puluh menit pertama Kyuhyun hanya menyesap cairan keunguan itu sendiri hingga akhirnya terlihat seorang yang dikenalnya. Mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung. Orang yang mengiriminya pesan meminta bertemu. Sahabatnya…  Dia mendekat dengan seorang gadis di sampingnya.

“Yaak Lee Dong Hae kau lama sekali !” Bentak Kyuhyun pada sahabatnya itu.

“Maaf aku menjemput dia dulu.” Katanya sambil menunjuk seorang gadis yang berada di sampingnya.

“Pacarmu?” Tanya Kyuhyun santai.

Dong Hae kemudian membisikkan sesuatu pada gadis itu, memberi kode untuk meninggalkannya.

“Bukan, dia dokter magang di rumah sakitku.” Jawab Dong Hae.

“Apa? Kau mengencani dokter magang lagi? Dong Hae-ya, Sampai kapan kau akan melakukan itu?”

“Selama aku masih belum menikah. Lagipula aku hanya mengajaknya keluar.. mereka yang biasanya berharap berlebihan.”

“Kau memang suka sekali menebar jala.”

“. Lalu, Sejak kapan kau di Korea? Brengsek sekali kau tidak memberi tahuku”

“ Sudah tiga bulan yang lalu, aku belum sempat menghubungimu karena sibuk mengurus ijin praktekku.”

“Bagaimana rasanya menjadi dosen?”

“Biasa saja, hanya bertemu gadis gadis yang tergila gila padaku, seperti di tempat tempat sebelumnya.”

“Ooo, Jadi kau sekarang kangsanim idaman mahasiswi?”

“Begitulah…” Kata Kyuhyun sambil menyecap wine di gelasnya. 

“Kyuhyun-ah, kenapa kau memilih menjadi dosen? Bekerja lah di rumah sakitku. Kau nanti ku jadikan kepala departemen Kejiwaan. Rumah sakitku butuh orang orang hebat sepertimu  “

“ Aku baru menikmati bagaimana rasanya menjadi seorang dosen. Nanti kalau aku berubah pikiran aku akan menghubungimu. Tapi jangan berharap lebih ya” Ledek Kyuhyun pada sahabatnya itu. 

“Ngomong ngomong universitas mana yang menerimamu bekerja?”

“Korean University…”

Jeongmal yo? Departemen apa? Psikologi?”

“Wae? kenapa kau sangat tertarik dengan pekerjaanku ”

“ Aku harus membuatmu berubah pikiran... dan mau bekerja di rumah sakitku. Ah iya, Sebenarnya ada yang ingin ku kenalkan padamu..”

"Siapa?”

"Calon Tunanganku"

“Jeongmal? Kau sudah mau tunangan tapi masih menggandeng dokter magangmu?”

“Aku hanya ingin bersenang senang dengan mereka."

“Lalu gadis itu?”

“Aku serius dengannya.  Aku juga sangat menyukainya."

"Aku tidak tahu selama ini kau punya kekasih."

"Aku dijodohkan."

"Pria sepertimu dijodohkan? haha yang benar saja" 

“Kau tahu kan aku tidak pernah menolak permintaan Aboji."

"Anak yang patuh, andai saja abojimu tahu kelakuanmu malam malam suka membawa dokter magang ke bar. haha... "

"Ah jangan sampai aboji tahu, atau aku akan dilempar ke rumah mereka lagi."

“Jadi, aku sangat penasaran siapa yang berhasil menaklukkan sahabatku ini? "

“ Dia mahasiswamu... ” Jawab Lee Dong Hae sambil menuangkan wine ke gelas kristalnya.

“Heei, Bagaimana bisa dokter selalu minum wine. Kesehatanmu euisanim” Cegah Kyuhyun. 

“Aku hanya menghormatimu, karena kau minum aku juga harus minum.”

Mereka mengobrol banyak hal. Lee Dong Hae dan Cho Kyuhyun, mereka bersahabat saat  kuliah Swedia, tinggal berdua dalam satu apartemen selama empat tahun. Karena Ayah Lee Dong Hae sakit jadi dia ditugaskan mengurus rumah sakitnya dan meninggalkan Swedia lebih dulu. Kyuhyun masih berada di sana selama menyelesaikan program profesinya sebagai Psikolog dan sebagai akademisi. Setelah menyelesaikan program profesinya, dia segera pulang ke Korea dan mencoba mendaftar sebagai pengajar di Korean University. Dia juga membuka praktik konseling sendiri setelah kepulangannya.
           
       Rupanya wine sudah membuat dua sahabat ini sedikit hilang kesadaran. Dong Hae membuka percakapan dengan setengah sadar.
“Bagaimana gadis dalam mimpimu itu? Apa kau sudah bertemu dengannya?” Tanya DongHae dibawah pengaruh alkohol, tidak berbeda dengan Kyuhyun, Dia juga sudah setengah sadar menjawab pertanyaan Dong Hae.

“ Ne...”

“Lalu bagaimana?”

“Aku tidak tau harus bagaimana…”

Pembicaraan itu hilang ditelan musik yang semakin kencang.


******

No comments:

Post a Comment