Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 6



Throw Back



Tiin tiiin…. Klakson mobil SeNa serasa memekakan telinga Ara.

“Annyeong uri chingu….Kau sudah siap? Ayo cepat masuk. Udara hari ini masih dingin saja” Kata SeNa sambil membuka kacamata hitamnya dan membuka kaca mobilnya.

“Wuuu… mobil baru?” Tanya Ara ikut girang.

“Ne, Aku mendapatkan dengan segala perjuanganku… tidak tidak. Itu tidak penting. Sekarang aku benar benar ingin mendengarkan ceritamu dan Kyuhyun…” SeNa mendesak.

“Aa..kau masih ingin mendengarnya?”



“Tentu, bagaimana bisa sahabatku berkencan dengan Pria paling popular di kampus tapi aku bahkan tidak tau berita ekseklusif semacam ini. Kau benar benar menyebalkan..” 

“Lalu harus ku mulai dari mana?”

“Dari awal..”

“Aku tidak tau bagaimana awalnya..tapi aku benar benar tidak berkencan dengan Kyuhyun” Kata Ara memulai ceritanya.

“ Lalu bagaimana semuanya terjadi?" SeNa menjadi lebih penasaran.

Akhirnya Ara menceritakan pada SeNa bahkan dari awal dia masuk ke kampusnya. Saat Ara melihat Kyu bermain piano di ruang music, mengerjakan tugas, bercinta,  hingga kejadian bubur dan menangis di dalam lift.

“Lalu bagaimana kau bisa tahu tentang menangis dalam lift?”

“Seseorang memberi tahuku… kenapa kau bisa semenyebalkan itu tidak memberitahukan padaku?”

“Ku pikir kau menyukai Kyu..aku benar benar tidak sampai hati bercerita padamu kalau aku juga menyukainya.dan  aku bahagia bersama dengan dia saat menjadi partNer tugas pertama dari Miss In Hye.”

“Hahahaha… siapa yang tidak menyukai Kyuhyun. Semua wanita di kelas Musik menyukainya. Tapi wanita sepertiku juga terkadang realistis, pasti akan sangat sulit mendapatkan Kyuhyun. Dan saat aku tau kau punya hubungan dengan Kyuhyun aku sebenarnya sangat iri. Tapi karena kau sahabatku. Aku tidak akan membencimu. Aku hanya kecewa padamu kenapa kau tidak mau memberi tauku tentang ini sebelumnya.”

“ Tapi semuanya sudah selesai.Aku mungkin menyukainya, tapi Kyuhyun tidak. Dan kejadian malam itu membuat aku sadar, aku seharusnya tidak terus terusan menjadi gadis yang mudah dikendalikan pria saat jatuh cinta.”

“Lalu bagaimana bisa kau bercinta dengannya?”

“Semua terjadi begitu saja. Sudah lah jangan di bahas. Aku ingin melupakan semuanya”


“Baiklah sekarang kita tutup pembahasan tentang Kyuhyun dan fokus melihat keadaan Seo Jin.” Imbuh SeNa

Setelah sampai didepan  gerbang rumahnya. Seorang Ahjumma keluar dan mengatakan bahwa Seo Jin baru saja ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. Mereka terlambat sebentar saja.

“Oo..Ahjumma. kapan Seo Jin akan pulang?”

“saya tidak tahu Agashi, Nyonya bilang terapi untuk Seo Jin butuh waktu lama.”

“Aaa… begitu ya.. baiklah kalau begitu kami permisi saja.”

*********

“Americano..” Kata Ara

“Caffe latte…” SeNa menambahkan.

“baiklah,  mohon ditunggu sebentar.” Kata pelayan itu.

“Sulit dipercaya kita tidak bisa menemui Seo Jin lagi…” SeNa membuka obrolannya.

“Aku merindukannya…” Kata Ara

“Aku juga..” Tambah SeNa

“Aku khawatir dengan tugas tugasnya dikampus. Banyak sekali yang terbengkalai.”

“Apa nanti dia bisa mengikuti perkembangan kuliahnya..”

Tiba tiba saja SeNa melihat pria keluar dari kantor Café itu. Tidak asing bagi SeNa.

“Omo…siapa itu?”

Ara menoleh kebelakang dan melihat Kyuhyun sedang berjalan keluar café.

“Omo omo… ottohke ottohke?”Ara mulai salah tingkah, tidak tahu apa yang harus dilakukannya.



Kyuhyun melihat mereka dan menghampiri mereka berdua.

“Hai, kau teman sekelasku kan di kelas music modern?” Sapanya pada SeNa.

“Ne, Annyeong…” SeNa menyapa Kyuhyun dengan senyum selebar lebarnya.
Kyu melihat seorang yang tidak asing didepan SeNa. Ara...

“Waah, siapa disini? Hai Ara, kau sangat bekerja keras yaa. Kau bahkan tahu aku berada di sini.”
“Maksudmu apa?”

“ Kita baru menjenguk Seo Jin dan kami mampir untuk minum kopi disini.” Kata SeNa ingin mengklarifikasi.

“Silakan kopinya. Americano dan Caffe Latte. Selamat menikmati… “ seorang pelayan memberikan pesanan kami.

“Kyuhyun-Sshi, Kami kesini hanya mau minum kopi.” Kata Ara.

“Majda..” SeNa mengiyakan dan terlihat sangat bersemangat berhadapan dengan Kyuhyun.

“ Baiklah selamat menikmati kopi enak teman temanku.”

“Oiya Kyuhyun, kenapa kau disini?” tanya SeNa.

“Tanyakan saja pada Ara, dia pasti tahu jawabannya..” Kata Kyuhyun sambil berlalu pergi.

“Nega? Wae?” Ara bingung, kenapa dia yang harus dilempari pertanyaan itu.

“ Ara-ya?” Tanya SeNa curiga.

“Wae?” Ara berbalik tanya tidak mengerti kenapa Kyuhyun mengatakan itu. 

“ Kau menyembunyikan sesuatu…”

“Mollayo..” beberapa detik berlalu dan Ara baru menyadari sesuatu

“Omo… “ Kata Ara sambil menutup mulutnya.

“wae?” Tanya Ara penasaran.

“Apa ini café milik ibunya Kyuhyun?”

“Omo…Jjinjja? “

“Aku tidak yakin, tapi ibunya pemilik kedai kopi kan? Masa kau tidak tahu.”

“Benarkah? Akan kutanyakan pada pelayan itu" Kata SeNa yang penasarannya melebihi Ara sendiri. Saat ada pelayan yang baru saja mengantarkan kopi ke meja sebelah, SeNa mencoba bertanya pada pelayan itu.

"Jeogiyo, kau tau siapa laki-laki yang menghampiri meja kami barusan?” Tanya SeNa.

“Ne, Dia adalah anak pemilik café kami, Agashi.”

“Aaa… jadi begitu. Gomapseumnida ..” Ucap SeNa pada pelayan café itu.

“Aaah..aku bisa gila. Dia pasti mengira aku mengikutinya.” Kata Ara sambil memegang kepalanya.

No comments:

Post a Comment