Throw Back
Tiin
tiiin…. Klakson mobil SeNa serasa memekakan telinga Ara.
“Annyeong
uri chingu….Kau sudah siap? Ayo cepat masuk. Udara hari ini masih dingin saja”
Kata SeNa sambil membuka kacamata hitamnya dan membuka kaca mobilnya.
“Wuuu…
mobil baru?” Tanya Ara ikut girang.
“Ne,
Aku mendapatkan dengan segala perjuanganku… tidak tidak. Itu tidak penting.
Sekarang aku benar benar ingin mendengarkan ceritamu dan Kyuhyun…” SeNa
mendesak.
“Aa..kau
masih ingin mendengarnya?”
“Tentu,
bagaimana bisa sahabatku berkencan dengan Pria paling popular di kampus tapi aku
bahkan tidak tau berita ekseklusif semacam ini. Kau benar benar
menyebalkan..”
“Lalu
harus ku mulai dari mana?”
“Dari
awal..”
“Aku
tidak tau bagaimana awalnya..tapi aku benar benar tidak berkencan dengan Kyuhyun”
Kata Ara memulai ceritanya.
“
Lalu bagaimana semuanya terjadi?" SeNa menjadi lebih penasaran.
Akhirnya
Ara menceritakan pada SeNa bahkan dari awal dia masuk ke kampusnya. Saat Ara
melihat Kyu bermain piano di ruang music, mengerjakan tugas, bercinta, hingga kejadian bubur dan menangis di dalam lift.
“Lalu
bagaimana kau bisa tahu tentang menangis dalam lift?”
“Seseorang
memberi tahuku… kenapa kau bisa semenyebalkan itu tidak memberitahukan padaku?”
“Ku
pikir kau menyukai Kyu..aku benar benar tidak sampai hati bercerita padamu
kalau aku juga menyukainya.dan aku bahagia bersama dengan dia saat
menjadi partNer tugas pertama dari Miss
In Hye.”
“Hahahaha…
siapa yang tidak menyukai Kyuhyun. Semua wanita di kelas Musik menyukainya.
Tapi wanita sepertiku juga terkadang realistis, pasti akan sangat sulit
mendapatkan Kyuhyun. Dan saat aku tau kau punya hubungan dengan Kyuhyun aku
sebenarnya sangat iri. Tapi karena kau sahabatku. Aku tidak akan membencimu.
Aku hanya kecewa padamu kenapa kau tidak mau memberi tauku tentang ini
sebelumnya.”
“
Tapi semuanya sudah selesai.Aku mungkin menyukainya, tapi Kyuhyun tidak. Dan
kejadian malam itu membuat aku sadar, aku seharusnya tidak terus terusan
menjadi gadis yang mudah dikendalikan pria saat jatuh cinta.”
“Lalu
bagaimana bisa kau bercinta dengannya?”
“Semua
terjadi begitu saja. Sudah lah jangan di bahas. Aku ingin melupakan semuanya”
“Baiklah
sekarang kita tutup pembahasan tentang Kyuhyun dan fokus melihat keadaan Seo
Jin.” Imbuh SeNa
Setelah
sampai didepan gerbang rumahnya. Seorang Ahjumma keluar dan mengatakan
bahwa Seo Jin baru saja ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. Mereka
terlambat sebentar saja.
“Oo..Ahjumma.
kapan Seo Jin akan pulang?”
“saya
tidak tahu Agashi, Nyonya bilang terapi untuk Seo Jin butuh waktu lama.”
“Aaa…
begitu ya.. baiklah kalau begitu kami permisi saja.”
*********
“Americano..”
Kata Ara
“Caffe
latte…” SeNa menambahkan.
“baiklah,
mohon ditunggu sebentar.” Kata pelayan
itu.
“Sulit
dipercaya kita tidak bisa menemui Seo Jin lagi…” SeNa membuka obrolannya.
“Aku
merindukannya…” Kata Ara
“Aku
juga..” Tambah SeNa
“Aku
khawatir dengan tugas tugasnya dikampus. Banyak sekali yang terbengkalai.”
“Apa
nanti dia bisa mengikuti perkembangan kuliahnya..”
Tiba
tiba saja SeNa melihat pria keluar dari kantor Café itu. Tidak asing bagi SeNa.
“Omo…siapa
itu?”
Ara
menoleh kebelakang dan melihat Kyuhyun sedang berjalan keluar café.
“Omo
omo… ottohke ottohke?”Ara mulai salah tingkah, tidak tahu apa yang harus
dilakukannya.
Kyuhyun
melihat mereka dan menghampiri mereka berdua.
“Hai,
kau teman sekelasku kan di kelas music modern?” Sapanya pada SeNa.
“Ne,
Annyeong…” SeNa menyapa Kyuhyun dengan senyum selebar lebarnya.
Kyu
melihat seorang yang tidak asing didepan SeNa. Ara...
“Waah,
siapa disini? Hai Ara, kau sangat bekerja keras yaa. Kau bahkan tahu aku berada
di sini.”
“Maksudmu
apa?”
“
Kita baru menjenguk Seo Jin dan kami mampir untuk minum kopi disini.” Kata SeNa
ingin mengklarifikasi.
“Silakan
kopinya. Americano dan Caffe Latte. Selamat menikmati… “ seorang pelayan
memberikan pesanan kami.
“Kyuhyun-Sshi,
Kami kesini hanya mau minum kopi.” Kata Ara.
“Majda..”
SeNa mengiyakan dan terlihat sangat bersemangat berhadapan dengan Kyuhyun.
“
Baiklah selamat menikmati kopi enak teman temanku.”
“Oiya
Kyuhyun, kenapa kau disini?” tanya SeNa.
“Tanyakan
saja pada Ara, dia pasti tahu jawabannya..” Kata Kyuhyun sambil berlalu pergi.
“Nega?
Wae?” Ara bingung, kenapa dia yang harus dilempari pertanyaan itu.
“
Ara-ya?” Tanya SeNa curiga.
“Wae?”
Ara berbalik tanya tidak mengerti kenapa Kyuhyun mengatakan itu.
“
Kau menyembunyikan sesuatu…”
“Mollayo..”
beberapa detik berlalu dan Ara baru menyadari sesuatu
“Omo…
“ Kata Ara sambil menutup mulutnya.
“wae?”
Tanya Ara penasaran.
“Apa
ini café milik ibunya Kyuhyun?”
“Omo…Jjinjja?
“
“Aku
tidak yakin, tapi ibunya pemilik kedai kopi kan? Masa kau tidak tahu.”
“Benarkah?
Akan kutanyakan pada pelayan itu" Kata SeNa yang penasarannya melebihi Ara
sendiri. Saat ada pelayan yang baru saja mengantarkan kopi ke meja sebelah,
SeNa mencoba bertanya pada pelayan itu.
"Jeogiyo,
kau tau siapa laki-laki yang menghampiri meja kami barusan?” Tanya SeNa.
“Ne,
Dia adalah anak pemilik café kami, Agashi.”
“Aaa…
jadi begitu. Gomapseumnida ..” Ucap SeNa pada pelayan café itu.
“Aaah..aku
bisa gila. Dia pasti mengira aku mengikutinya.” Kata Ara sambil memegang
kepalanya.

No comments:
Post a Comment