Anyeong readers, Happy reading
Memories and New Friend
Ara berjalan gontai melewati koridor
kampus, dia akan pulang setelah melewati kuliah sepanjang hari ini. SeNa sudah
pulang lebih dulu karena sudah dijemput ayahnya. Seo Jin? Dia bolos kelas hanya
karena ada janji dengan dokter Gong. Kampus masih ramai walau sudah pukul lima
sore.
Kuliahnya hari ini cukup berantakan. Ini
karena kejadian malam itu. Ara tidak berhenti memikirkan betapa bodohnya dia
dan betapa dia tidak bisa menyangkal kalau dia benar benar menyukai Kyuhyun.
Bahkan lebih dari itu, mungkin mencintai Kyuhyun seiring berjalannya waktu.
Diperjalanan pulang, dia melihat Kyuhyun
sedang bermain basket di lapangan bersama teman teman populernya, termasuk
MinHo yang mengabarkan Kyuhyun sakit. Aku sedikit kesal dengan pria itu, tapi
juga berterima kasih karena melihat kenyataan. Kyuhyun tertawa lebar bersama teman temannya.
Ara berhenti dan memandang Kyuhyun. Ara hanya berpikir, begitu bodohkah
dia jatuh cinta pada pria yang membuatnya patah hati dan saat ini pria itu
masih bisa tertawa bersama teman temannya.
Saat sedang memandang Kyuhyun. Tanpa sadar
Kyuhyun menengok kearah Ara. Menyadari
mata mereka bertemu Ara membuang pandangannya dan segera berjalan
pergi. Kyuhyun masih melihatnya. Lima detik Kyuhyun memandang Ara, kemudian meneruskan mendribel bola.
Ara berjalan sangat cepat, hingga dia
melihat sosok yang sepertinya tidak asing. Ah, iya pria taxi di apartemen itu,
dengan cepat Ara membalikkan badannya dan bersembunyi dikoridor kecil
masuk sebuah ruang kelas. Ara bahkan sangat malu untuk bertemu dengannya
sejak kejadian itu.
“ Bagaimana bisa dia di sini, di sekian banyak tempat kenapa harus
di kampus ini juga ?” Gerutu Ara pada dirinya sendiri.
Sayangnya, Eun Hyuk telah melihatnya
lebih dulu dan mengetahui kalau Ara bersembunyi dibalik koridor itu. Ara
mencoba bersembunyi dengan menempel pada tembok serasa sedang bersembunyi dari
kejaran musuh, namun Eun Hyuk malah mendekatinya. DIa juga berdiri di
luar koridor menunggu Ara keluar dari persembunyiannya. Setelah waktu sangat
memungkinkan Eun Hyuk sudah jauh dari tempatnya bersembunyi. Dia lalu berbalik
dan mencoba mengintip dengan membungkuk dari pojok koridor. Kancing baju
seseorang terlihat didepan matanya.
“ Hai, gadis Lift 26…”
Sapa Eun Hyuk pada Ara.
“ Omo…” Ara kaget karena Eun Hyuk ternyata ada di depannya persis.
“ Kenapa kau kaget begitu?” Eun hyuk tersenyum geli melihat Ara
yang ketahuan sedang bersembunyi.
“Tidak…” Kata Ara dan berlalu begitu saja
“Hei, kau sedang bersembunyi dariku ya?” Tanya Eun Hyuk sambil
terkekeh.
“Bersembunyi darimu? Memangnya ada apa aku harus bersembunyi
darimu?” Kata Ara ketus
“ Kau masih dingin padaku setelah apa yang kulakukan untukmu
kemarin. Yaa… tanpa bantuanku kau mungkin saja saat itu berlari ditengah hujan
dan meratapi tangisanmu itu sejadi jadinya. Apa kau ingin membuat drama
menyedihkan? Apa kau tidak mau berterimakasih padaku walau cuma sekali saja…”
”terimakasih? Kau itu menambah level moodku jadi lebih buruk…apa
bagusnya terimakasih padamu?”
“Oke oke… kalau kau tidak mau berterimakasih padaku. Paling tidak sebutkan
namamu!?”
“Kau tidak menyerah ya, dasar pria gila.” Kata Ara sambil berjalan
meninggalkan Eun Hyuk.
Tiba tiba Ara melihat Kyuhyun berjalan kearah dia berada bersama
Eun Hyuk sekarang. Karena panik Ara akhirnya berbalik dan menarik Eun Hyuk
untuk menutupinya dari penglihatan Kyuhyun. Eun Hyuk sedikit kaget lalu
kemudian tersenyum.
“Ssst…. Diam..tetap seperti ini! Jangan bergerak… tetap seperti
ini…!!” Pinta Ara. Eun Hyuk lalu mengambil posisi menutupi Ara. Kyuhyun melewati mereka berdua, melihat Eun Hyuk dari belakang namun tidak
melihat wajah Ara.
“Aah, banyak juga pasangan
yang berkencan di kampus. Seperti tidak ada tempat lain saja..” Kata Kyuhyun
pada teman temannya sambil terus berjalan. Kyuhyun semakin jauh, Ara dan Eun
Hyuk masih pada posisi mereka.
“Hei, Kau tidak mau melepasku?” Kata Ara. Eun Hyuk lalu melepaskan
Ara.
“Sepertinya kau harus berterimakasih lagi padaku, karena kau tidak
terlihat oleh Kyuhyun.“
“terimakasih?”
“Iya…”
“Haruskah?”
" tapi kenapa kau bersembunyi darinya?”
“Apa terlihat jelas aku menghindarinya?”
“Sshh…. Aku rasa begitu..” Jawab Eun Hyuk tidak begitu tertarik.
“ Gumawo….” Ara singkat ingin menghentikan pembicaraan itu lalu
berjalan keluar kampusnya dan Eun Hyuk terlihat mengikuti Ara dari
belakang.
“Hei apa begitu saja mengucapkan terimakasihnya?Ash… kau benar
benar…”
“Lalu kau mau apa?Apa kau meminta imbalan atau semacam hadiah
dariku?” Tanya Ara sedikit kesal karena terus diikuti Eun Hyuk.
“Ne….”
“Apa?”
“Nama….namamu..”
Ara bahkan tercengang ketika Eun Hyuk hanya ingin tahu
namanya.
“Namaku Ara, Aranita Silva Sutedja” Jawab Ara dengan tersenyum.
“Ooh, , itu namamu? “ Kata Eun Hyuk baru mengerti.
“Ne…” Singkat Ara.
“ Dari penampilanmu, kau mahasiswa sini juga?” Tanya namja yang
sepertinya meminta perhatian Ara itu.
“Juga? Apa kau juga?”
“Iya, School of Dance”
“Jeongmal?”
“ Ne, Kau mau bukti? Apa aku harus menari untukmu disini..”
“Kenapa kau repot membuktikannya dengan cara seperti itu. Kau bisa
menunjukkan kartu mahasiswamu?”
“Aaa… kau benar. kau mau kopi?” Tanya Eun Hyuk
*********
“ Americano…” Kata Ara
“ 2 Americano…” Kata Eun Hyuk pada pelayan cafĂ©.
“Kau pernah kemari?” tanya Eun Hyuk pada Ara.
“Tidak pernah, ini pertama kalinya..”
“Kau harus coba es krim kopinya, sangat lembut dan enak. Mau ku
pesankan sekalian?”
“Tidak usah, kan kita sudah memesan Americano..”
“Tidak apa apa jika kau mau…”
“ Tidak usah…kau mau membuatku begadang semalaman?”
“Kurasa begitu…” Goda Eun Hyuk
“Hish, ku pukul kau..” Ara semakin kesal dengan Namja satu ini.
“kenapa galak begitu…Oiya ngomong ngomong, Kau dari departemen apa?"
" Aku dari departemen instrumental music. Kau sendiri?"
"Aaah, kau satu departemen dengan Kyuhyun. Aku dance performance. Lalu dari mana asalmu?”
" Aku dari departemen instrumental music. Kau sendiri?"
"Aaah, kau satu departemen dengan Kyuhyun. Aku dance performance. Lalu dari mana asalmu?”
“Indonesia..”
“Indonesia? I heard, Indonesia is beautiful place to travel.” Kata
Eun Hyuk dengan bahasa Inggrisnya yang fasih.
“That’s true Eun Hyuk-Sshi” Jawab Ara singkat.
“Lalu kenapa kau pindah ke Korea jika Negaramu sangat Indah…”
“Aku ingin menambah pengalamanku.”
“Why Korea…?”
“ Apa kau punya tempat lain yang harus ku tuju?”
“Anni…” Jawab Eun Hyuk
cepat.
“Jadi berhenti bertanya kenapa Korea..”
“ Ar Ra…. Ar Ra…”
“Ciih… jadi kau mahasiswa ? tapi melihatmu begini, Aku
meragukan kemampuanmu…”
“ Apa? Kau meragukan kemampuanku?” Tanya Eun Hyuk sambil tertawa.
“Kenapa tertawa?kenapa tertawa?” Tanya Ara
“Aku Eun Hyuk, semua mahasiswa seni tari mengenalku. Kau tau apa
yang dia kenal dariku?”
“Apa?” Tanya Ara penasaran.
“Yang jelas aku tidak terkenal karena Playboy seperti pria yang
kau temui itu…”
“Aaish… kau benar benar menurunkan mood baikku..” Namja ini benar
benar mampu membuat Ara kesal.
“Permisi, dua Americano. Selamat menikmati…” Pelayan kedai datang
membawakan dua americano pesanan mereka.
Mereka mengobrol menghabiskan waktu dan bercerita banyak hal. Eun
Hyuk adalah pria yang mudah akrab, dan Ara merasa terhibur bercerita banyak
dengannya.
“Kau mau kuantar pulang?”
“Tidak usah, aku naik taksi saja.” Kata Ara.
*****
10.00 PM
“Ah melelahkan sekali.. bagaimana bisa si Eun Hyuk terus saja
bercerita tanpa henti. Dia benar benar pria yang cerewet…” Kata Ara setelah
pulang ke rumah sewanya.

No comments:
Post a Comment