Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 3


The Apartement Incident

Esok pagi, mereka kesiangan ke kampus dan Ara tidak akan sempat pulang untuk berganti baju. Jadi mereka datang ke kampus bersamaan. Mereka di kelas yang berbeda namun jamnya sama. Sampai di parkiran kampus mereka bergegas. Tapi Kyuhyun memegang tangan Ara saat Ara akan keluar dari mobilnya. Kyuhyun tersenyum dan berkata “Trimakasih untuk malam ini..”


 Ara hanya tersenyum “Kita sudah terlambat kan?” kata Ara sambil melepas genggaman Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum pada Ara. Mereka berpisah di parkiran dan masuk kelas masing masing. Ara adalah Gadis polos yang bahkan tidak mengerti sifat pria semacam Kyuhyun. Ara mungkin sangat bahagia saat itu. Dia terlihat tersenyum sepanjang jalan menuju kelasnya.

*****

Seo Jin, sahabatnya melihatnya turun dari mobil Kyuhyun dan di kelas dia berbisik  menanyai Ara.

“Ara, bagaimana kau bisa satu mobil dengen Kyuppa?” Kyuppa, panggilan sayang gadis gadis di kampusnya.

“Kau melihatnya?” Tanya Ara cemas.

“Katakan padaku apa yang terjadi?” Desak Seo Jin

“Aku hanya bertemu dengannya di jalan..”

“Benarkah?” Seo Jin memperlihatkan mimik tidak percaya pada Ara.

“Aku bersamanya tadi malam untuk mengerjakan tugas dari Miss In Hye dan tadi pagi kami bertemu di jalan. Karena dia tau aku terlambat dia memberi tumpangan..itu saja”

“Aaa..begitu? baiklah. Yang aku dengar Kyuhyun itu Playboy, aku takut dia mempermainkanmu..”

“ Benarkah? Tenang saja. Kami hanya berteman.”

“Iya iya….maaf telah mencurigaimu..”

Ara pun bernafas lega karena Seo Jin tidak akan menanyainya lagi.” Tapi apa benar yang dikatakan Seo Jin?  Apa benar rumor yang ku dengar kalau Kyuhyun seorang playboy? Tapi sepertinya dia baik, dia juga memperlakukanku dengan baik.” Batin Ara.

 *****

(Di kantin.)

“Seo Jin, Kau tidak makan?” tanya Ara.

“ Aku ingin diet..aku minum Jus apel saja..”

“ Untuk apa kau diet, kau kan sudah kurus begitu. Kau mau tinggal tulang saja.. kau ini sudah cantik..” Kata Ara menasehati Seo Jin.

“Pembohong..” Sambil merengut.

“Kau cantik… Jeongmal.” Kata Ara meyakinkan Seo Jin.

“Iya benar, aku akan segera cantik…Ara besok  temani aku ke Klinik Dr Gong ya…”

“Mau apa kita kesana?” Ara mulai sebal kalau sahabatnya ini mengatakan tentang Dr Gong.

“ Aku ingin konsultasi tentang bagian pahaku, sepertinya terlalu besar..”

“ Kau tidak mau Lyposuction lagi kan?”

“Entahlah… tapi aku berpikir begitu.” Sambil meletakkan tangan dan dagunya di meja.

“Hish… seminggu yang lalu  kau lyposuction bagian perut. Sekarang kau mau paha? Besok apa lagi?“ Tanya Ara agak kesal. 

“ Aku ingin tubuhku sempurna seperti artis artis itu, Ara, bagaimana kalau aku memancungkan hidungku, meniruskan sedikit pipiku dan operasi double eyelid agar mataku lebih terlihat besar, Aku malu dengan kondisi tubuhku yang seperti ini. Bagaimana bisa aku jadi penyanyi kalau wajahku dan tubuhku jelek” Rengek Seo Jin.
Ara meninggalkan makanannya dan  Seo Jin yang sudah mulai mengoceh tentang plastic surgery lalu menuju kelas berikutnya.

Di perjalanan menuju kelasnya Ara berpapasan dengan Kyuhyun dan teman temannya.  Ara berpikir untuk berbalik arah tapi Kyuhyun telah melihatnya dan Kyuhyun hanya melempar senyum evilnya pada Ara sambil terus berlalu.  Hormon Jatuh cinta Ara sepertinya mulai bekerja dan sangat cepat. Jantungnya berdebar debar dan lidahnya kaku bahkan hanya untuk menyapanya. Tapi apa hanya seperti itu ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun pada orang yang semalam tidur dengannya. Apa itu? Senyum yang tidak simetris. Menyebalkan…

Ara semakin dibuat gila dan penasaran. Kenapa Kyuhyun tidak menghubunginya atau mengiriminya pesan. Bukankah mereka sudah terlampau jauh hanya untuk dikatakan berteman?
Ara terus memandang handphonenya, apa yang harus dilakukannya. Apa dia harus menghubungi Kyuhyun duluan. Tapi untuk apa? Ara membuka halaman chat baru untuk memberi  Kyu pesan. Tapi dia menghapusnya lagi.  Dia menulis “Hai Kyu, Kau sedang apa?” lalu menghapusnya huruf demi huruf. “Hai Kyu  apa kau sibuk?” dan lagi lagi Ara menghapusnya.

*****
(2 minggu kemudian)

*Kelas Musik Modern.*

Miss In Hye datang ke kelas dengan terburu buru seperti biasa…

“Selamat Sore… “

“Selamat Sore… “

“Okay. Hari ini adalah hari pengumpulan tugas perdana kalian. Dan diberitahukan bahwa lagu lagu yang kalian kumpulkan akan dilombakan. Pemenangnya nanti akan menampilkan karyanya di EdK TV (TV Musik dan Seni Korea) . Saya harap kalian telah melakukan yang terbaik. “

Semua mahasiswa bertepuk tangan

 “ Waah akan keren kalau laguku yang jadi pemenang. Paling tidak aku masuk stasiun televisi untuk pertama kalinya. Katanya acara ini akan dihadiri para pencari bakat.” Kata Wo Soo.

Ara melihat sekeliling kelas, kenapa Kyuhyun tidak datang. Bukannya dia tahu hari ini bisa saja Miss In Hye meminta semua mahasiswa menyanyikan lagu ciptaan mereka. Ara mengeluarkan handphonenya.

“Kau tidak masuk kelas?” Ara mengirim pesan pada Kyuhyun.
10 menit tidak ada jawaban…

“Kyuhyun-ah…are you allright?”

Tapi tetap tidak ada balasan dari Kyuhyun. Ara semakin cemas. Siapa yang akan mengiringi musiknya jika Kyu tidak datang. Ara memang sudah bisa apabila dia harus menghandle sendirian. Tapi ini kerja tim. Mana bisa dia tampil sendirian.

“Lagu lagu yang kalian kumpulkan tidak akan dipertunjukkan sekarang, karena kalian sudah mengumpulkan demonya.” Kata Miss In Hye.

“ ash, Selamaaat…” gumam Ara.

Setelah perkuliahan selesai. Ara mengejar MinHo  untuk menanyakan Kyuhyun, kenapa dia tidak masuk kelas.

“MinHo-ah , kenapa Kyuhyun tidak masuk?  ku SMS juga tidak dibaca”

“ Dia sakit…” Jawab Tommy sekenanya.

“ Eo? sakit apa?”

“Molla, Kyu kan sedikit manja..” Jawab MinHo

“benarkah? aku ingin mengembalikan kemejanya. Bisa aku titipkan padamu?” Pinta Ara.

"Kau kembalikan nanti saja kalau kau bertemu dia. Aku mau pergi besok jadi kupikir tidak akan bertemu Kyuhyun. Tunggu, apa yang mau kau kembalikan?"

“Kemeja?”
“Jeongmal? Kemeja?”
“Aku meminjamnya saat bajuku basah kuyup karena hujan.”
“Jinjja yo?”
“Hish Jeongmal.. baiklah akan ku kembalikan sendiri.” Ara kesal dengan MinHo karena terlalu banyak bertanya.

“Ommo na” Ara terkejut dengan kebodohannya tadi.
***
Ara sebenarnya ingin mengembalikan kemeja yang dipinjamnya pada Kyuhyun. Tapi mereka sudah tidak bertemu selama 3 hari ini. Ara menjadi cemas. Kenapa Kyuhyun tidak terlihat di Kampus akhir akhir ini. Akhirnya Ara memutuskan untuk  pergi ke Apartemen Kyuhyun.
Setelah pulang dari kampus, Ara mampir ke toko bubur dan membelinya untuk dibawa ke Apartemen Kyuhyun. Serta membawa baju yang ingin dia kembalikan. Ara sangat Khawatir pada kondisi Kyuhyun. Dia tidak bisa dihubungi, dan tidak membalas pesan dari Ara. Setelah masuk lift Ara sedikit canggung, berdebar debar, tapi juga khawatir dengan kondisi Kyuhyun.

Ting tong..

Bel Apartemen Kyuhyun berbunyi. Ara menunggu di depan dengan cemas. Kyu melihat Ara dari layar intercom dan segera membuka pintu.

“ Ara?” Sapa Kyuhyun. Dia membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambut basahnya. “Terlihat sangat sexy.” Pikir Ara dalam hati.

“Hai Kyu, Kata MnHo kau sakit.. aku sedikit khawatir ..”

“Ada apa kau kesini?” Tanya Kyuhyun agak ketus.

“Aku meng SMS mu, tapi kau tidak membalasnya. Lalu MinHo bilang kau sakit jadi kubawakan bubur untukmu. Ah iya,  Aku juga ingin mengembalikan kemeja yang kupinjam.” Kata Ara sambil menunjukkan dua tas yang dibawanya.

“Kau bisa mengembalikannya di kampus, kenapa repot repot kesini?” Kyuhyun tersenyum tipis. Senyum yang dipaksakan.

“Aku khawatir terjadi sesuatu padamu..”

“kau seharusnya tidak usah kesini..pasti merepotkanmu” Tegas Kyuhyun lagi

 “ Aah tidak, akhir akhir ini aku tidak melihatmu di kampus. Apa kau sudah sembuh?” Tanya Ara.

“Siapa yang datang, Chagi…? Aku sudah selesai mandi,  ayo kita makan” Seorang wanita cantik keluar dari Apartemen Kyuhyun, dan bergelayut mesra dipundak Kyuhyun.

“ Oh, dia teman kampusku. Aku ingin bicara padanya, bisa kau masuk duluan chagi, aku akan segera kembali ” kata Kyuhyun sambil tersenyum pada wanita itu.

“Baiklah, Jangan terlalu lama karena aku akan cemburu, ne?”  bisik wanita itu membalas senyum Kyuhyun.
Melihat ada wanita di dalam apartemen Kyuhyun Ara sangat terkejut. Lalu panggilan itu? Panggilan sayang dari wanita itu? Rasanya membuat langit langit diatas Ara runtuh menjejali tubuhnya.

“Oh, Mungkin kau sudah sembuh…” kata Ara terbata bata.

“Sudah ku bilang kau seharusnya tidak usah datang…” Kyuhyun agak mengecilkan suaranya.

“ Aku hanya khawatir padamu…” suara Ara yang hampir tidak mampu keluar.

“Hei, kau itu temanku, kau tidak perlu sekhawatir itu dan tidak perlu membawa ini ” sambil menunjukkan bubur yang dibawa Ara.

“Apa teman tidak membawakan bubur untuk temannya yang sakit?”

“ Pertemanan seperti apa? Apa kau menganggap kita punya hubungan spesial setelah kejadian malam itu?”

“Mwo?” Ara bertambah kaget ketika Kyu menanyakan itu.

“ kau menganggap kita punya hubungan spesial? Aaa…sulit dipercaya kau terlalu mudah menganggap hal seperti itu.” Kata Kyuhyun enteng.

“ Bagaimana aku tahu aku tak boleh kesini, kau tidak membalas pesanku.” Jawab Ara. Rasanya sulit mengutarakan kata kata lain selain kata kata itu.

“Tidak membalas pesan bukan berarti aku terjadi apa apa kan? Kau sepertinya terlalu berlebihan menganggap hubungan pertemanan kita. Apa kau tidak tau Negara mana yang sedang kau tinggali?”

“Ya, mungkin aku yang terlalu berlebihan..” Ara berusaha menahan air mata yang sudah berada sudut matanya.

“Kita tidak dekat dan kau tanpa seijinku berkunjung ke rumahku. “ Kata  Kyuhyun sambil menghela  nafas.. “Kau mau mengembalikan bajuku kan? Oiya buburnya tidak usah, karena aku mau makan dengan pacarku” kata Kyuhyun lagi.

Ara lalu menyerahkan tas yang berisi baju dan tidak memberikan buburnya.

“Ada lagi?”

“Tidak…” Kata Ara lirih sambil menahan air matanya yang hampir keluar . Lalu Kyuhyun menutup pintu apartemennya tanpa bicara.  Setelah Kyu menutup pintunya. Ara tidak mampu lagi membendung air matanya. Ia menangis di depan pintu. Kyu melihat Ara menangis dari layar intercom di rumahnya, dan berlalu untuk segera menemui kekasihnya. Ara kemudian pergi dan meninggalkan tas berisi kotak buburnya ditempat sampah depan Apartemen Kyuhyun.

“Oppa, siapa wanita tadi?” Tanya Gadis itu, Min Ji. Gadis yang digandeng Kyuhyun di kampus saat itu.

“temanku…”

“benarkah? Tapi sepertinya dia sangat kaget saat melihatku keluar dan memanggilmu tadi.”

" Entahlaah..." 

“ Apa yang kau bawa?”

“Igo? Kemeja.. dia meminjam kemejaku saat itu. Mungkin dia terlalu berpikir aku menyukainya.”

“Oppa, kau tidak berkencan dengannya juga kan?”

“ Aku hanya berteman.. dia saja yang menganggap berlebihan.”

“Jadi wanita itu yang menyukaimu?”

“ Entahlaah… bisa kita makan sekarang dan tidak membahas Ara?, sepertinya masakanmu menggoda lidahku.”

“ Oh, namanya Ara… arra arra..”
******
Ara menahan tangisnya saat menuju lift. Namun tetap saja dia sesenggukan. Saat terbuka ada seorang Pria di dalam lift tersebut.   Dia berdiri sambil menyilangkan satu kakinya dan melipat tangannya. Laki laki itu menyadari Ara baru saja menangis. Pria itu mengamati Ara beberapa lama dan tidak tahan ingin bicara pada Ara.

“ Aaah… lagi lagi wanita menangis  dari lantai 26. Kyuhyun memang luar biasa” katanya tanpa melihat Ara. Ara pun terkejut mendengar apa yang dikatakan pria itu.

“Apa sih yang dia lakukan sampai banyak wanita menangis untuk dia…aku juga tidak habis pikir kenapa  wanita wanita itu bodoh sekali menangisi dia.”

“Mworago?” 
Tanya Ara, ingin menegaskan apa yang dikatakan Pria itu.

“Hei kau, aku adalah orang yang berkali kali melihat gadis menangis setelah masuk lift dari lantai 26.
Apa kau melihat Kyuhyun membawa seorang gadis lain lagi? Kau salah satu kekasih Kyuhyun?”

“ Kau siapa berani beraninya mengataiku…” Kata Ara acuh.

 Pria itu  mencoba melupakan apa yang baru dia katakan dan dia mencoba membuka percakapan lain.

“Kenalkan aku Eun Hyuk…”

Ting….. lift akhirnya terbuka.

Ara pun tidak peduli pada tangan Eun Hyuk yang berusaha untuk bersalaman dan langsung keluar lift begitu saja.
Setelah sampai di luar, ternyata hujan sangat deras. Tidak ada taxi melintas dan halte bus cukup jauh. Ara berdiri di luar gedung apartemen Kyuhyun. Pria itu mengikuti Ara keluar apartemen.

“Mau kupanggilkan taxi?” Tanya Eun Hyuk.

“Ne?” Ara lalu menoleh kearah Eun Hyuk.

“Aku berlangganan Taxi kalau kau perlu taxi akan kutelponkan untukmu..” Eun Hyuk menawarkan bantuan dan Ara mengangguk pelan.

“ Apa aku merepotkanmu?” Tanya Ara merasa sedikit tidak enak.

“Tentu saja..” Lalu Eun Hyuk mengambil ponselnya dan memesan dua taxi.

“Kau memesan dua taxi?”

“Iya satu untukku satu untukmu…”

“Aaa…. Begitu.“

“Kau tidak mau memberi tahu namamu?” Eun Hyuk masih berusaha mendapatkan nama Ara.

“Kita tidak punya hubungan apapun, kenapa aku harus memberi tahu namaku?”

“ Kau sama sekali tidak tau terimakasih yah..” Eun Hyuk agak kesal.

Lalu taxi pertama datang ke depan apartemen itu.

“Apa aku boleh pergi duluan?”Tanya Ara pada namja di sebelahnya itu.

Eun Hyuk hanya mengangguk dan membiarkan Ara pergi.
Didalam taxi Ara menangis dan menyesali betapa bodoh dan lugunya dia. Tidak henti hentinya dia menyalahkan dirinya sendiri atas keputusannya pergi ke apartemen Kyuhyun. Sampai di rumah dia membuka buku obrolannya dengan Tuhan dan mulai menulis.

Tuhan, 
Ini mungkin hari buruk buatku. Ketika aku datang dengan penuh cemas karena Kyuhyun sakit ke apartemennya. Dia malah sedang bersama wanita lain dan aku pikir dia baik baik saja. Saat itu hatiku rasanya seperti ditumpuki batuan besar. Sesak… aku ingin sekali berteriak kepadanya, tapi aku sadar aku bukan orang yang diberi kepastian olehnya kalau dia mempunyai perasaan yang sama denganku. Apa Aku bodoh karena terlalu mencemaskan dia?

No comments:

Post a Comment