So Far Get Closer
13 Februari
Udara kota Seoul pagi
hari selalu dingin menyenangkan, Ara melangkahkan kakinya dengan semangat ke
arah halte bus dekat rumah sewanya. Dia kekampus sangat pagi karena terlalu
bersemangat. Padahal kelas bersama Kyuhyun adalah kelas ke dua pada hari itu.
“Hei Ga Eun, apa kau selalu sepagi ini untuk berangkat kekampus?”
“ Aku tinggal di kampus jadi mana mungkin aku berangkat kesiangan”
“Kau tinggal di kampus?”
“Iya, ayahku dan ibuku adalah penjaga gedung kampus ini jadi kami sekeluarga
tinggal di sini..”
“Oo..benarkah? Pasti menyenangkan.." Kata Ara
"Menyenangkan?
Bagaimana bisa menyenangkan. Kalau setiap hari yang kau lihat hanya gedung ini
dan gedung ini saja. Sekolahku di gedung ini, tempat tinggalku di gedung
ini." Ga Eun menjelaskan ketidaksenangannya.
"Bukankah
menyenangkan tinggal di tempat dimana banyak alat musik bertebaran.kau bisa
memainkan alat musik yang ada di kampus ini dengan bebas."Kata Ara.
"Kau pikir mudah
mengakses semua ruangan gedung ini. Kau ada ada saja." jawab Ga Eun sambil
menyinggingkan lengkungan di bibirnya..
"Kalau itu aku,
pasti sangat menyenangkan...haaah." Kata Ara sambil menelungkupkan
tangannya dan meletakkannya di pipi kanan seolah olah dia membayangkan hal yang
menyenangkan.
“Oiya Ara, kenapa kau berangkat sepagi ini?” tanya Ga Eun mulai serius.
“Aku tidak tahu, rasanya ada yang menarik hatiku untuk pergi ke kampus pagi
pagi. Ternyata kampus masih sepi ya jam segini..”
"Mereka semua
berangkat tidak lebih dari 10 menit sebelum jam masuk kuliah mereka. jadi jam
segini tentu masih sepi. Aku saja heran melihatmu sudah sampai disini sepagi
ini." Kata Ga Eun.
"Ha
ha..begitukah..? Jangan terlalu dipikirkan" Kata Ara sambil menggaruk
garuk tengkuknya.
“Oiya Ara boleh aku bertanya?" Ga Eun mulai serius.
“Ne…”
“Apa di Negaramu tidak ada sekolah musik yang bagus? Ku dengar musik Indonesia
adalah yang terbaik seasia tenggara..”
“waah kau tau itu rupanya ?”
“Lalu kenapa kau ke Korea?"
“Memang sih ada banyak sekolah musik yang bagus di Indonesia , tapi aku ingin
pergi dari Indonesia untuk menambah pengalamanku"
“Lalu kenapa ke Korea?”
“Simpel saja, Karena aku pecinta K-Pop dan K-Drama.. siapa tahu aku bisa
bertemu dengan artis idolaku disini..”
”Mwo? Dangkal sekali pikiranmu?"
“ Mungkin…, lagipula musik Korea kan bahkan sudah jadi pengaruh besar di
seluruh dunia, jadi tidak ada salahnya
kan aku belajar disini ” kata Ara sambil melihat ke luar jendela.
****
“Okay Class, bagaimana tugas kalian.. apa sudah ada progress?” Tanya Kangsanim cantik itu.
“Ne…”
“In Ha, Min Young… bagaimana tugas kalian? Apa ada kesulitan?”
“ Sepertinya belum ada Miss"
“Good! Selesaikan dengan baik ya!”
“Ne, aegesseumnida…”jawab
mereka bersamaan.
“Ara, Kyuhyun… bagaimana tugas kalian?”
“Ne…. ?“ Ara bingung akan menjawab
apa karena dia bahkan sama sekali belum mendiskusikannya dengan
Kyuhyun."
“Sudah Miss, kita tinggal merekam dan
membuat demonya saja. Iya kan Ara?"
“ Waah, benarkah? sulit dipercaya, kau
tidak membebankan tugas ini pada Ara kan, Kyuhyun-shi?"
“ Kangsanim, apa aku terlihat seperti
pria yang memanfaatkan kemampuan wanita untuk kepentingan pribadi? Aku suka
bermusik dan aku tidak akan menyia nyiakan kemampuanku hanya dengan mendompleng
kerja Ara."
”Aaa...begitu rupanya. Baiklah kerja bagus.." Puji Miss In Hye pada mereka berdua membuat seluruh penghuni kelas iri
melihat kerjasama mereka.
“ Kyuhyun-ah, Kenapa kau berbohong?”Ara berbisik pada Kyuhyun
“ Tidak aku tidak bohong, aku sudah menyelesaikan melodinya. Lalu kau ku
tugaskan menciptakan liriknya."
“Mwo? Nega Wae? Kau seenaknya sekali.. “
“Kita berpartner dan aku sudah menyelesaikan separuh pekerjaan kita. Kau
harusnya menyelesaikan separuhnya lagi kan..”
“Tapi,kenapa kau buat melodinya dulu kenapa kau tidak menciptakan liriknya
dulu?? aah ini pasti akan sulit."Ucap Ara sambil mengacak acak rambutnya.
Kyuhyun yang melihatnya hanya tertawa geli.
“ Musisi atau composer hebat tidak peduli mana dulu yang dibuat.. kalau kau
ingin jadi musisi hebat kau tidak usah mempermasalahkan itu. Arraseo? tenang saja akan ku bantu…”Suara itu membuat
Ara semakin terpesona. Cho Kyuhyun akan membantunya membuat sebuah lirik lagu.
“Jjinjja yo??” Tanya Ara pada kyuhyun, Ara mengembangkan senyum di bibirnya dan
Kyuhyuh hanya mengangguk dan balik tersenyum pada Ara. Tidak terbayang, Ara berada di puncak gembiranya hanya karena
Kyuhyun akan membantunya membuat lirik lagu.
******
“Ara..” panggil Kyuhyun
“Ye…” jawab Ara.
“ Bagaimana nasib tugas kita? Bukankah
harus segera diselesaikan?” Kata Kyuhyun menyusul Ara yang sedang berjalan
keluar dari kelasnya.
“Aaah iya, Kau benar, apa rencanamu?" Tanya Ara.
"Bagaimana
kalau kita menyelesaikan tugas ini di apartemenku? Disana ada piano, atau kita
juga bisa pakai gitar. Apapun ada, kita bisa lebih mudah." Ajak Kyuhyun
sambil menampakkan senyum khasnya yang mematikan wanita.
"Apartemenmu? Tanya Ara.
“Yaa…tapi hari ini aku tidak bawa mobil, kau bawa mobil kan?."
“ Tidak, Kalau begitu kita naik bus saja.”
“Bus? Yang benar saja…. Apa kau tidak membawa mobil atau dijemput supirmu?”
“Supirku?. Aku selalu naik bus kekampus Cho Kyuhyun-Sshi."
"Aaa... jadi kau selalu naik bus. Lalu bagaimana? kita naik taxi saja.
Otte?"
"Yaak cho
kyuhyun..Kau belum pernah naik bus ya ?"Tanya Ara, dan Kyuhyun menggeleng
pelan.
“ Jjinjja yo ? Kau belum pernah naik bus? Haha kalau begitu Ayolah kita
naik bus saja, sepertinya menyenangkan naik bus bersama Cho Kyuhyun, orang yang
belum pernah naik bus sebelumnya " Pinta Ara pada Kyuhyun sambil terkekeh
geli. Bagaimana bisa dengan usianya sebesar itu Kyuhyun belum pernah naik bus
kota.
“Ku pikir ini hal
biasa, banyak juga yang belum pernah naik bus kota selain aku.”
“Aaah, arraseo
arraseo..” Kata Ara mendengar elakan Kyuhyun.
Kyuhyun sedang tidak
ingin berdebat dengan Ara dan menyetujui permintaannya. Sangat
berbeda ketika Kyuhyun bersama wanita lain, Kyuhyun selalu ingin melakukan
apapun sesukanya. Nampaknya Kyuhyun memiliki ketertarikan pada Ara, hal
ini sangat terlihat membuat Ara salah tingkah dan mulai bertanya tanya apakah
Kyuhyun juga menyukainya.
” Kau tinggal di mana?" Lamunan Ara terpecah ketika Kyuhyun memulai
pembicaraan lagi.
“Aku menyewa rumah atap sekitar 5 km dari kampus."
"Waah rumah
atap... boleh aku kerumahmu kapan kapan? memandang kota Seoul malam hari dari
rumah atap pasti sangat Indah"
“Benarkah?"Tanya Ara.
"Boleh
kan?" Kyuhyun malah balik bertanya.
"Tentu
saja Bukankah kita sekarang berteman?”
“Aah ya…”Seperti dalam mimpi
Ara bisa berteman dengan Kyuhyun dalam waktu singkat.
Mereka berbincang sambil menuju halte. Akhirnya bus yang mereka tunggu tiba. Saat mereka masuk bus hujan turun sangat deras. Tetesan airnya menyapa tanpa permisi. Ara menikmati perjalanan bersama Kyuhyun sesekali melihat tetesan air yang menerpa diluar jendela.
Dalam perjalanan singkat mereka, Kyuhyun bercerita tentang dirinya yang pernah bersekolah di jurusan hukum namun setelah satu setengah tahun berselang. Kyuhyun tidak menemukan ketertarikan pada bidang itu. Padahal cukup dengan menyelesaikan sekolah hukumnya saja dia sudah dapat mewarisi Firma terbesar di Korea Selatan milik Ayahnya. Tapi Kyu memilih berhenti dan pernah membuat band dengan teman temannya. Manggung dari satu klub ke klub lain atau dari cafe satu ke cafe yang lain. Melihat hal itu ayahnya takut anaknya akan hidup menyedihkan dengan manggung di tempat tempat yang menyedihkan pula, menurut Ayahnya. Akhirnya Ayah Kyuhyun menyetujui anaknya bermusik namun secara elegan.'
"Bermusiklah namun kau juga harus
berpendidikan.." Ucap Kyuhyun menirukan kata kata Ayahnya. Akhirnya
Kyuhyun masuk ke Korea National University of Arts bersamaan dengan Ara masuk
ke sekolah yang sama.
“Sekarang giliranmu bercerita, Eo?
Bukankah itu apartemenku? Ayo turun.” Kata Kyuhyun ketika bus tersebut berhenti
di halte dekat apartemennya.
****
Hujan deras membuat
Ara dan Kyuhyun berlari dari halte hingga Apartemen Kyuhyun. Setelah memasuki
gedung mereka menuju lift. Ting... Lift terbuka dan mereka menuju lantai
26. Apartemen Kyuhyun.
Kyuhyun memandang Ara, kemeja putihnya yang basah hingga tanktop biru meNembus pandangan Kyuhyun. Rambut Ara yang terurai juga sedikit basah karena hujan membuat Kyuhyun menangkap sesuatu hal yang tidak biasa. Gadis ini menarik. Tubuhnya indah. Rambutnya menjuntai indah juga. Ara yang sadar ditatap Kyuhyun hanya tertunduk malu.
"Ciih, dia
sangat pemalu." Ucap Kyuhyun tanpa bersuara. Sadar tatapan Kyuhyun tidak
terhenti menuju pada dirinya akhirnya Ara bertanya untuk membuyarkan tatapan
Kyuhyun pada dirinya.
“kau ada pengering baju? Bajuku sangat basah." Tanya Ara.
“Ada… “
“Boleh kupinjam bajumu?”
“Tentu, akan kuambilkan nanti…”
Sampai di apartemen
Kyuhyun. Ara mengganti bajunya dengan kemeja putih yang dipinjami oleh
Kyuhyun.
Walaupun Ara orang
Indonesia, Ayahnya adalah keturunan Chinese
sehingga kulit Ara termasuk putih, bukan kuning langsat seperti orang Indonesia
pada umumnya. Sangat cocok dipadukan dengan kemeja putih milik Kyu. Badannya
sangat Indah. Bahkan Kyu sempat memandanginya cukup lama.
“kau mau minum apa?” Kyuhyun menghentikan pandangannya yang tanpa kata.
“ Kopi…” Jawab Ara mantap.
“Kau pecinta Kopi?”
“Sedikit…aku hanya sedang ingin minum kopi”
“ Americano? Mocacino?Capucinno? Café Latte? Espresso? ”
“Kau sedang membuka kedai kopi? Kenapa lengkap sekali?” Ara terkekeh sekaligus
heran..
“Aku mengambil dari kedai ibuku..”
“Aaa…ibumu kan pengusaha kedai kopi. Pantas saja. Aku mau Americano."kata
Ara sambil melihat lihat isi rumah Kyuhyun. Dia terperangah melihat pemandangan
senja kota Seoul dari jendela apartemen Kyuhyun.
"Waah
pemandangannya sangat indah, Kau bisa melihat pemandangan indah dari
apartemenmu. kenapa kau ingin melihatnya dari rumah atapku. Jelas jelas disini lebih
indah, lebih terlihat jelas. Mobil mobil merayap itu. Gedung gedung itu."
Ara berkata panjang lebar namun Kyuhyun tidak membalas Ara. Kyuhyun mengaduk kopi sambil tersenyum ke
arah Ara.
“Dimana pianomu?”
“Di kamarku…”
“Eo?dikamar? Apa tidak apa apa aku masuk ke kamarmu?”
“Tidak apa apa…”
Kamar Kyuhyun, berada di lantai dua.
Kamarnya sangat rapi. Di satu sudut ruangannya terdapat dua buah meja dan satu
tempat tidur king size dengan balutan sprei putih yang melihatnya saja ingin
sekali menidurinya. Di sudut yang lain ada lemari baju berwarna biru yang cukup
besar, dan persis di depan lemari ada piano berwarna putih. Senada dengan
tempat tidurnya. Kalau dilihat lihat kamar ini memadukan antara warna putih dan
biru karena Kebanyakan dari perabot yang dimiliki Kyuhyun di dominasi kedua
warna itu.
*****
“Bagaimana? Apa perlu
diganti begini?” Kata Ara sambil bernyanyi. Dan Kyuhyun yang memainkan
pianonya.
“ Tidak tidak, bagus yang pertama…”
“Lalu ini bagaimana menurutmu?” Kata Ara
“Ara-Sshi, suaramu Bagus…”
“Jeongmal yo? Aku sering bernyanyi di acara pernikahan teman temanku
sewaktu di Indonesia”
“Pantas saja, suaramu bagus. Tidak hanya asal menyanyi. Tapi kau juga
menguasai tekniknya."
“Kau tau sekali tentang hal seperti itu…” Ara mulai berlatih menyombongkan diri
yang didapat dari Kyuhyun.
“Bakat Alami ku Ara-Sshi..” Kyuhyun lebih bisa menyombongkan dirinya sendiri lagi.
Tiba tiba suara protes perut Ara terselip di pembicaraan mereka.
“ Ara, kau lapar?”
“Kau mendengar bunyi perutku?” Ara menutup wajahnya karena malu.
“Bahkan seluruh penghuni apartemen ini mendengar bunyi perutmu…hahahaha” Goda
Kyuhyun.
“Ah apa apaan ini, memalukan sekali perutku “ kata Ara dalam hati. Dan Ara pun
tersenyum malu.
“ Aku hanya punya ramen.. apa tidak papa kalau kita cuma makan ramen? Atau mau
ku pesankan beberapa makanan siap antar?”
“ Hujan begini memang paling enak makan ramen” Jawab Ara yang sebenarnya tidak
ingin merepotkan si pemilik rumah.
“Geurae, akan kubuatkan
ramen untuk makan malam kita. Kau pasti menyukainya. Ramen buatanku sangat
enak."
“Mwo ya? Kau hanya tinggal memasukkan bumbu instan. Siapapun pasti memasaknya
dengan enak” Kata Ara meremehkan kata kata Kyuhyun.
“Hahahaha… majda.”
jawab Kyuhyun terkekeh.
Perlu ku bantu?” Ara menawarkan bantuan pada
Kyuhyun.
“Tidak usah., Kau kan tamu, jadi duduklah
sambil menonton Tv.
“ Kyuhyun-Sshi, apa Miss In Hye akan
menyuruh kita menyanyikan lagu ciptaan kita itu di kelas?"
“Mungkin saja.."
“bukankah akan lebih baik kalau kita selesaikan sekarang juga…”
“Kau mau menyelesaikan sekarang?”
“Entahlah,tapi aku tidak suka menunda nunda pekerjaan."
“Baiklah….kalau begitu ayo kita selesaikan sekarang, bagaimana dengan demonya?”
“Bukankah lebih cepat lebih baik…”
“Ah Geurae.. Ara memang partner terbaik, Fighting!! " Goda
Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya ke atas lalu mengarahkan
jempolnya di arah Ara.
******
“Akhirnya… kita menyelesaikan tugasnya..” kata Ara sambil meregangkan badannya.
“Sudah pukul 10, ayo kuantar kau pulang saja..” Kyuhyun menawari Ara tumpangan
untuk pulang. Bayangkan, Kyuhyun akan mengantarnya pulang. Duduk di sebelah
Kyuhyun adalah posisi yang diinginkan semua wanita.
“Tidak usah, aku akan naik bus atau taxi..” Ara malah melontarkan kalimat itu
dari bibir manisnya. Ara bukannya menolak diantar Kyuhyun, siapa yang akan
menolak kalau orang yang ingin mengantarnya pulang adalah Cho Kyuhyun. Tapi
rasa rasanya akan merepotkan Kyuhyun karena ini sudah malam.
“Heish, Aku tidak membiarkanmu malam malam di jalan menunggu taxi, lagipula di
luar hujan deras, tunggu saja di ruang
tengah, aku akan mengantarmu setelah ganti baju” Ara pun tidak bisa menolak.
Selain dia terlalu gembira, dia juga tidak ingin cepat cepat pergi dari sisi Kyuhyun.
Tiba tiba listrik di
Apartemen padam melumpuhkan semua aktifitas di Apartemen. Kyuhyun menelepon
bagian security dgn ponselnya dan security menjelaskan sedang ada
perbaikan di bagian kelistrikan karena penambahan daya. Ini mungkin akan
memakan waktu satu jam. Dan turun menggunakan tangga darurat sebanyak 26 lantai
pasti akan melelahkan.
Ara ketakukan, dia tidak
suka gelap, ah bukan, dia takut gelap…
“Kyuhyun-ah, dimana
kau?”
“Disini…” Kata
Kyuhyun yang setelah selesai mengganti bajunya dan turun menghampiri Ara.
“Kyu, Jangan pergi kemanapun…Aku takut”
“ Tidak Ara…aku disampingmu…” Kyuhyun menenangkan Ara.
“Kyu, suara apa itu…”
“Jendela kamarku akan berdecit kalau tertimpa angin… “
“Aku takut Kyu, aku takut gelap…”
“Akan ku buka tirai depan agar cahaya lampu dari gedung sebelah masuk kemari…”
“ Jangan, jangan buka jendela. Aku takut..”
Ara memegang lengan Kyuhyun erat. Dan tiba tiba Kyuhyun memeluknya dengan sigap
melindungi Ara dari ketakutan. Ara terkejut mendapat pelukan itu. Dia
ingin melepaskan pelukan itu, tapi rasanya hangat. Dengan perasaan serakah
ingin sekali dia ikut memeluk Kyuhyun. Tapi dia hanya bisa mematung.
“Gwaencanha, ada aku disini… aku
tidak akan kemana mana.” Kyuhyun menenangkan Ara.
Jantung Ara berdegup
sangat kencang dan tidak bisa mengontrol nafasnya. Kyuhyun yang merasakan
detakan jantung Ara bertambah kencang.
“ Apa kau masih
takut…”
Ara mengangguk, Tiba
tiba Kyuhyun melepas pelukannya namun masih duduk bersebelahan di sofa yang
sama.
“Gwaencanha…” kata Kyu lagi. Entah apa yang dipikirkan Kyuhyun. Tiba
tiba dia tersenyum, senyuman iblisnya. Mereka masih duduk berhadapan, Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke depan. Hidung
Ara dan Kyu semakin dekat. Suasana itu membuat mereka saling memandang, melihat
keberadaan masing masing. saling menatap tanpa ada jeda. tanpa berkedip, dan
tanpa sepatah kata terucap.Lalu tanpa jarak, hidung mereka bersentuhan
dan Kyu memberanikan diri melumat bibir Ara dengan lembut. Perasaan Ara
membuncah seakan dibuat mabuk oleh lumatan Kyuhyun,tubuhnya bergetar. Merasa
lumatannya diterima dengan sangat baik, Kyuhyun mulai memainkan lidahnya di
dalam mulut Ara. Dorongan Kyuhyun membuat Ara terbaring di sofa putihnya itu dan Kyuhyun tepat berada di atas Ara sambil terus berciuman.
Kyuhyun tersenyum, seolah meminta izin untuk bertindak lebih jauh lagi dan tak
membiarkan Ara mengambil kuasanya. Kyuhyun semakin liar. Hasratnya sebagai
pria muda sudah tidak terbendung, begitu
juga Ara. Tanpa penolakan sekalipun, ditanggalkannya seluruh pakaian yang
mereka kenakan. Dengan penuh emosi dan nafsu yang merajai.
Kyuhyun dan Ara tidak
keluar apartemen malam itu. Mereka menghabiskan waktu bersama semalam di
apartemen Kyuhyun.

No comments:
Post a Comment