Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 15



Sisa Sisa Kepedihan


Penampilan Ara berantakan.Jaketnya tertinggal di Apartemen Kyuhyun.Ia turun  dan berjalan sepanjang malam… entah apa yang dia lakukan. Kakinya tiba tiba mendekat ke sungai Han. Ara menangis dan berteriak sekuat tenaga.
 Kyuhyun yang khawatir dengan Ara akhirnya pergi ke rumah menemui kekasihnya.  Tapi ia mendapati rumahnya kosong tanpa penghuni. Kekhawatiran Kyuhyun semakin menjadi ketika dia menelepon SeNa dan SeNa juga tidak tau keberadaan Ara.  Mengerti ada yang tidak beres akhirnya SeNa meNelepon Ara. Namun nihil, tidak ada jawaban.


Di bibir sungai itu, Ara berteriak dan menangis. Tidak peduli handphonenya berbunyi sebanyak apapun. Ara hanya ingin menangis dan berteriak.
SeNa akhirnya datang ke rumah Ara. Ingin tau apa yang terjadi antara Kyuhyun dan Ara, tapi di depan rumah Ara dia bertemu Kyuhyun.

“Yaak, Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan pada Ara?”

“ Apa itu penting sekarang? Ayo cepat kita cari Ara. Ppalli!!"

“Kau benar benar ya….kalau terjadi apa apa pada Ara kubunuh kau Cho Kyuhyun!!!”

“Yaak, kau pikir aku tidak khawatir padanya. Jangan terus terusan memarahiku.  Aaah,  Kau tau dimana Ara kalau dia sedang ada masalah? “

“Café…” SeNa menanggapi cepat.

“Dia tidak dalam keadaan baik untuk ke café… tidak mungkin dia kesana.” Kata Kyuhyun.

“Aiish sebenarnya apa yang kau lakukan padanya sampai dia kabur begini. Kutelpon juga tidak diangkat.” Kata Ara menggigit bibirnya karena cemas

“Masuklah ke mobilku, ayo kita cari Ara. “

******
Lelah terus berjalan, Ara akhirnya ingin segera pulang. Menyudahi kekacauan dirinya. Ara seharusnya sudah bersiap untuk hal semacam ini mengingat kekasihnya adalah seorang playboy. Bagaimanapun seorang playboy akan tetap menjadi playboy.sifat mencintai banyak wanita tidak akan pernah berubah.

"Bodoh bodoh bodoh... kau bodoh sekali Ara. " Ara hanya menangis sambil menyalahkan dirinya yang mengambil keputusan bodoh menjalin hubungan dengan Kyuhyun yang sudah dikenal sebagai seorang playboy. 

“Tidak ada yang harus ditangisi lagi… tidak ada yang membuatmu terbebani lagi untuk mengambil beasiswa itu kan? Kalau alasanmu hanya pria brengsek yang menghianatimu itu?” Kata Ara pada dirinya sendiri.

Ara mengaktifkan ponselnya dan segera memesan tiket pesawat ke Amerika. Dia mencari tiket paling pagi agar segera dia pergi dari Korea yang menyakitkan itu.

Jam dinding Ara menunjukkan pukul dua dini hari saat dia masuk ke dalam rumahnya. Ara segera mempersiapkan visa dan paspornya. Dia mengangkat koper kecil diatas lemari pakaiannya. Ara memang tidak akan langsung menetap di Amerika. Dia hanya akan mengurus berkas berkas yang harus diserahkan secara langsung dan melakukan wawancara dengan pihak kampus di Amerika.
Dia hanya membawa beberapa buah baju dan celana, beberapa peralatan mandi dan kosmetik serta berkas berkas yang harus dia serahkan. Baru setelah diproses selama satu bulan, dia baru akan mulai belajar di sana.


Pesawat ke Amerika pukul satu siang, dan Ara sudah berada di Bandara sejak pagi. Agar dia tidak bertemu dengan Kyuhyun atau siapapun. Sebelum keberangkatan. Ara mengirim pesan pada Miss In Hye tentang ucapan terimakasihnya telah memberikan kesempatan itu pada Ara untuk mendaftar beasiswa ke Manhattan School of Musik di New York. Dia mengatakan bahwa dia akan terbang ke Amerika mengurus semuanya dan memohon agar Miss In Hye merahasiakan kepergiannya sampai dia benar benar masuk sebagai mahasiswa di sekolah itu.
Selain Kangsanimnya, dia juga mengirim pesan pada SeNa.

“Se Na -ya, Jeongmal mianhae karena telah membuatmu khawatir. Aku melihat mobilmu didepan rumahku semalam. Aku tau kau pasti bersama Kyuhyun sedang mencariku. Jeongmal MianHae. Aku tidak memberitahumu kalau hari ini aku akan segera meninggalkan rumahku dan Korea. Terimakasih telah menjadi sahabatku hampir dua tahun ini dan menjadi tempatku berkeluh kesah. Aku akan selalu merindukanmu. Kenangan terindahku di Korea adalah memiliki sahabat terbaik sepertimu, sampaikan salamku untuk Seo Jin, katakan aku akan merindukannya juga. ”

Pesan itu cukup panjang untuk pengiriman lewat pesan singkat. Tapi sangat singkat untuk sebuah ucapan perpisahan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Ara dan Kyuhyun? Sampai Ara memutuskan untuk pergi dari Korea.


*****

Kyuhyun tidak menemukan Ara dimanapun. Dia ke rumahnya untuk memastikan Ara sudah sampai di rumah tapi kata sang pemilik rumah Ara pergi pagi pagi sekali dengan membawa koper. Kyuhyun semakin merasa tidak menentu. Akhirnya dia ke kampus meNemui SeNa.

“Dia mengirimiku pesan ini.” SeNa memberikan kyuhyun ponselnya dan melihat pesan perpisahan dari Ara.
Penyesalan menggelayut di hati Kyuhyun. Kesalahannya memang benar benar tidak termaafkan. Tiba tiba kelopak matanya sudah terisi dengan air yang siap muntah kapan saja saat si pemiliknya berkedip.

“ Ara, Jeongmal Mian hae…kembalilah ke Korea..jebal…” Kyuhyun terisak.

“Aaah aku tidak tahan lagi mendengarmu meminta maaf padanya didepanku tapi kau tidak menceritakan masalahnya padaku.”

“ Sebenarnya, Ara melihatku sedang tidur bersama orang lain.”

“Mworago?? Kau berselingkuh? Yaaak, kau benar benar mau mati olehku ya..” SeNa sangat marah pada Kyuhyun. Tidak henti hentinya tas yang dijinjing SeNa bersarang ke kepala Kyuhyun.“Kau benar benar Pria yang jahat cho Kyuhyun.Bagaimana kau bisa berselingkuh dari Ara. Padahal kau tau Ara sangat mengutamakanmu! Kau bilang kau mencintainya? Kau mengucapkan kata kata manis pada Ara didepanku hingga membuatku mau muntah. Tapi kau menyelingkuhinya. Dasar Pria brengsek! Siapa gadis itu? Aku ingin sekali memakinya!”

“Min Ah…Tapi aku tidak berselingkuh dengannya”

“ Min Ah? Gadis anorexia itu? Sesama trainee di SMent? Kau benar benar buta Kyuhyun-ah. Gila… pantas saja dia pergi meninggalkanmu begitu saja. Kau benar benar brengsek. Sialan!”

“Eottohkke? Apa yang harus ku lakukan.” Kata Kyuhyun sembari menahan air matanya. 

“ Pria brengsek sepertimu harusnya mati ku tenggelamkan. “ Kata Sena meninggalkan Kyuhyun sendirian.

"Min Ah menjebakku."

" Apa?"

" Dia membawakan Soju untukku, dan kau tau kan aku tidak kuat minum? Dan saat aku mabuk itu dia menjebakku. Dia menggodaku, saat aku sedang bersamanya di kamar, Ara entah bagaimana datang ke apartemenku dan melihat semuanya"

" Kau pikir aku percaya? Kau terlalu banyak alasan Cho  Kyuhyun!! Kau benar benar ingin mati ku pukuli hah?" SeNa pun sangat marah pada Kyuhyun.

" Aku tidak bohong. Jebal... SeNa bantu aku mencari Ara.. Aaak... jangan kau pukuli aku terus" Pinta Kyuhyun.

"Pria brengsek sepertimu pantas ku pukuli, ini balasan untuk perasaan sakit Ara " SeNa masih terus saja memukuli Kyuhyun dengan tasnya. 

No comments:

Post a Comment