Sisa Sisa Kepedihan
Penampilan Ara berantakan.Jaketnya tertinggal di
Apartemen Kyuhyun.Ia turun dan berjalan sepanjang malam… entah apa yang
dia lakukan. Kakinya tiba tiba mendekat ke sungai Han. Ara menangis dan
berteriak sekuat tenaga.
Kyuhyun yang khawatir dengan Ara akhirnya pergi
ke rumah menemui kekasihnya. Tapi ia mendapati rumahnya kosong tanpa
penghuni. Kekhawatiran Kyuhyun semakin menjadi ketika dia menelepon SeNa dan
SeNa juga tidak tau keberadaan Ara. Mengerti ada yang tidak beres
akhirnya SeNa meNelepon Ara. Namun nihil, tidak ada jawaban.
Di bibir sungai itu, Ara berteriak dan menangis. Tidak
peduli handphonenya berbunyi sebanyak apapun. Ara hanya ingin menangis dan
berteriak.
SeNa akhirnya datang ke rumah Ara. Ingin tau apa yang
terjadi antara Kyuhyun dan Ara, tapi di depan rumah Ara dia bertemu Kyuhyun.
“Yaak,
Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan pada Ara?”
“
Apa itu penting sekarang? Ayo cepat kita cari Ara. Ppalli!!"
“Kau
benar benar ya….kalau terjadi apa apa pada Ara kubunuh kau Cho Kyuhyun!!!”
“Yaak,
kau pikir aku tidak khawatir padanya. Jangan terus terusan memarahiku. Aaah, Kau tau dimana Ara kalau dia
sedang ada masalah? “
“Café…” SeNa menanggapi cepat.
“Dia
tidak dalam keadaan baik untuk ke café… tidak mungkin dia kesana.” Kata Kyuhyun.
“Aiish
sebenarnya apa yang kau lakukan padanya sampai dia kabur begini. Kutelpon juga
tidak diangkat.” Kata Ara menggigit bibirnya karena cemas
“Masuklah
ke mobilku, ayo kita cari Ara. “
******
Lelah terus berjalan, Ara akhirnya ingin segera pulang. Menyudahi
kekacauan dirinya. Ara seharusnya sudah bersiap untuk hal semacam ini mengingat
kekasihnya adalah seorang playboy. Bagaimanapun seorang playboy akan tetap
menjadi playboy.sifat mencintai banyak wanita tidak akan pernah berubah.
"Bodoh bodoh bodoh... kau bodoh sekali Ara. " Ara hanya
menangis sambil menyalahkan dirinya yang mengambil keputusan bodoh menjalin
hubungan dengan Kyuhyun yang sudah dikenal sebagai seorang playboy.
“Tidak ada yang harus ditangisi lagi… tidak ada yang membuatmu terbebani
lagi untuk mengambil beasiswa itu kan? Kalau alasanmu hanya pria brengsek yang
menghianatimu itu?” Kata Ara pada dirinya sendiri.
Ara mengaktifkan ponselnya dan segera memesan tiket pesawat ke
Amerika. Dia mencari tiket paling pagi agar segera dia pergi dari Korea yang
menyakitkan itu.
Jam dinding Ara menunjukkan pukul dua dini hari saat dia masuk ke
dalam rumahnya. Ara segera mempersiapkan visa dan paspornya. Dia mengangkat
koper kecil diatas lemari pakaiannya. Ara memang tidak akan langsung menetap di
Amerika. Dia hanya akan mengurus berkas berkas yang harus diserahkan secara
langsung dan melakukan wawancara dengan pihak kampus di Amerika.
Dia hanya membawa beberapa buah baju dan celana, beberapa
peralatan mandi dan kosmetik serta berkas berkas yang harus dia serahkan. Baru
setelah diproses selama satu bulan, dia baru akan mulai belajar di sana.
Pesawat ke Amerika pukul satu siang, dan Ara sudah berada di
Bandara sejak pagi. Agar dia tidak bertemu dengan Kyuhyun atau siapapun.
Sebelum keberangkatan. Ara mengirim pesan pada Miss In Hye tentang ucapan terimakasihnya telah memberikan
kesempatan itu pada Ara untuk mendaftar beasiswa ke Manhattan School of Musik di New York. Dia
mengatakan bahwa dia akan terbang ke Amerika mengurus semuanya dan memohon agar
Miss In Hye merahasiakan kepergiannya
sampai dia benar benar masuk sebagai mahasiswa di sekolah itu.
Selain Kangsanimnya, dia
juga mengirim pesan pada SeNa.
“Se Na -ya, Jeongmal
mianhae karena telah membuatmu khawatir. Aku melihat mobilmu didepan rumahku
semalam. Aku tau kau pasti bersama Kyuhyun sedang mencariku. Jeongmal MianHae. Aku tidak
memberitahumu kalau hari ini aku akan segera meninggalkan rumahku dan Korea.
Terimakasih telah menjadi sahabatku hampir dua tahun ini dan menjadi tempatku
berkeluh kesah. Aku akan selalu merindukanmu. Kenangan terindahku di Korea
adalah memiliki sahabat terbaik sepertimu, sampaikan salamku untuk Seo Jin,
katakan aku akan merindukannya juga. ”
Pesan itu cukup panjang untuk pengiriman lewat pesan singkat. Tapi
sangat singkat untuk sebuah ucapan perpisahan. Sebenarnya apa yang terjadi pada
Ara dan Kyuhyun? Sampai Ara memutuskan untuk pergi dari Korea.
*****
Kyuhyun tidak menemukan Ara dimanapun. Dia ke rumahnya untuk
memastikan Ara sudah sampai di rumah tapi kata sang pemilik rumah Ara pergi
pagi pagi sekali dengan membawa koper. Kyuhyun semakin merasa tidak menentu.
Akhirnya dia ke kampus meNemui SeNa.
“Dia mengirimiku pesan ini.” SeNa memberikan kyuhyun ponselnya dan
melihat pesan perpisahan dari Ara.
Penyesalan menggelayut di hati Kyuhyun. Kesalahannya memang benar
benar tidak termaafkan. Tiba tiba kelopak matanya sudah terisi dengan air yang
siap muntah kapan saja saat si pemiliknya berkedip.
“ Ara, Jeongmal Mian
hae…kembalilah ke Korea..jebal…”
Kyuhyun terisak.
“Aaah aku tidak tahan lagi mendengarmu meminta maaf padanya didepanku
tapi kau tidak menceritakan masalahnya padaku.”
“ Sebenarnya, Ara melihatku sedang tidur bersama orang lain.”
“Mworago?? Kau berselingkuh? Yaaak, kau benar benar mau mati
olehku ya..” SeNa sangat marah pada Kyuhyun. Tidak henti hentinya tas yang
dijinjing SeNa bersarang ke kepala Kyuhyun.“Kau benar benar Pria yang jahat cho
Kyuhyun.Bagaimana kau bisa berselingkuh dari Ara. Padahal kau tau Ara sangat
mengutamakanmu! Kau bilang kau mencintainya? Kau mengucapkan kata kata manis
pada Ara didepanku hingga membuatku mau muntah. Tapi kau menyelingkuhinya.
Dasar Pria brengsek! Siapa gadis itu? Aku ingin sekali memakinya!”
“Min Ah…Tapi aku tidak berselingkuh dengannya”
“ Min Ah? Gadis anorexia
itu? Sesama trainee di SMent? Kau
benar benar buta Kyuhyun-ah. Gila… pantas saja dia pergi meninggalkanmu begitu
saja. Kau benar benar brengsek. Sialan!”
“Eottohkke? Apa yang harus ku lakukan.” Kata Kyuhyun sembari
menahan air matanya.
“ Pria brengsek sepertimu harusnya mati ku tenggelamkan. “ Kata
Sena meninggalkan Kyuhyun sendirian.
"Min Ah menjebakku."
" Apa?"
" Dia membawakan Soju untukku, dan kau tau kan aku tidak kuat
minum? Dan saat aku mabuk itu dia menjebakku. Dia menggodaku, saat aku sedang
bersamanya di kamar, Ara entah bagaimana datang ke apartemenku dan melihat
semuanya"
" Kau pikir aku percaya? Kau terlalu banyak alasan Cho
Kyuhyun!! Kau benar benar ingin mati ku pukuli hah?" SeNa pun sangat
marah pada Kyuhyun.
" Aku tidak bohong. Jebal...
SeNa bantu aku mencari Ara.. Aaak... jangan kau pukuli aku terus" Pinta
Kyuhyun.
"Pria brengsek sepertimu pantas ku pukuli, ini balasan untuk
perasaan sakit Ara " SeNa masih terus saja memukuli Kyuhyun dengan tasnya.

No comments:
Post a Comment