Si Pemaksa : "Yak! Kau Harus Memaafkanku!"
Pagi pagi sekali Kyuhyun telah standby didepan rumah Ara. Menunggu sang
pemilik turun dan pergi ke kampus. Tak lama menjelang, SeNa juga datang
menjemput Ara. Merasa terhalangi oleh mobil didepannya, SeNa mengklakson kencang.
Kyuhyun turun dan SeNa tercengang. Tidak menyangka siapa yang datang pagi pagi
begini ke rumah Ara. Kyuhyun berjalan menuju mobil SeNa dan masuk. SeNa masih
terkejut dengan tingkah laku Kyuhyun yang masuk ke mobilnya tanpa berkata
apapun.
”Hai Han Se Na…” sapa Kyuhyun
“Omo… Kyuhyun. Kau sedang apa di sini pagi begini?”
“ Kau lihat kan aku lebih dulu menjemput Ara.. kau bisa pergi ke
kampus duluan.”
“ Tapi Ara baru saja telpon memintaku memberi tumpangan
padanya..”
“ Benarkah? Sssh.. Mungkin itu sebelum aku datang. Dia sedang siap
siap sekarang setelah ku bilang aku sudah berada di bawah. Jadi ku pikir kau
seharusnya pergi ke kampus lebih dulu.” Kata Kyuhyun memberi alasan agar SeNa
mau pergi kekampus lebih dulu dan Ara pergi bersamanya.
“Ciih.. Kau pasti bohong..”
“Anni…. kami akan
membahas tentang penampilan kami besok di EdK TV. “
“Aah ya, kalian tampil besok ya? Huh.. Aku kasian pada Ara
karena terus menerus dekat denganmu. Baiklah, aku akan pergi ke kampus dulu.
Kau antar dia ya, jangan menyulitkannya. Atau kau berhadapan denganku ”
“ Simpan saja khawatirmu itu dan pergilah… kapan kapan ku traktir
kau makan enak..” Kata Kyuhyun.
“ Jadwalkan saja karena aku akan menagihnya.Cho Kyuhyun.-Shi.
Eoh?”
“ Eoh..”
Kyuhyun turun dari mobil SeNa dan kembali ke mobilnya. Duduk di
depan kap mobil menunggu Ara. Sepuluh menit berselang Ara tidak kunjung turun.
Karena sangat kesal menunggu lama. Kyuhyun akhirnya turun tangan mengklakson
mobilnya agar Ara cepat turun. Dan benar, setelah beberapa kali klakson
dibunyikan Ara turun dari rumahnya dan kaget melihat pria itu yang ada di bawah
bukannya Ara.
“Kau.. mau apa kesini?” Tanya Ara pada pria itu.
“Menjemputmu lah, mau apa lagi?”
“Aku sudah janji dengan SeNa mau berangkat bersama.”
“Dia sudah kusuruh pergi baru saja.”
“Yaak,Neo Micheosseo..? Aku sudah sangat terlambat kau tau”
“ Arrasseo, Kalau begitu itu ayo naik.”
“ Shiro!” Kata Ara meninggalkan Kyuhyun dan berencana berjalan
menuju Halte.
“Aaah.. sudah sangat terlambat.” Gerutu Ara.
“Kuliahmu pukul delapan dan sekarang kurang sepuluh menit lagi.
Kau mau naik bus saja? Baiklah, kalau kau mau naik bus. Naik bus pasti 10
menit akan kau habiskan menunggu di Halte. 15 menit ini akan kau habiskan di
dalam bus. Kau akan sangat terlambat, dan kau pasti tidak diperbolehkan masuk
oleh Kim Kangsanim. Berbeda jika kau
sekarang masuk ke mobilku tanpa banyak berpikir. Sebisa mungkin tak akan ku
biarkan kau terlambat satu detikpun.” Saat Kyuhyun baru menyelesaikan
kalimatnya. Ara sudah bergegas masuk ke mobil Kyuhyun karena membayangkan semua
yang diucapkan Kyuhyun.
“Yaak, Kyuhyun-Sshi. Kau masih mau mengoceh disitu? Kapan kau mau
mengantarku?”
Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Ara. Dia benar benar gadis yang
mudah diprovokasi. Akhirnya Kyuhyun masuk kedalam mobilnya dan mengantar Ara ke
kampus.
“ Apa yang kau lakukan di depan rumahku pagi pagi begini?”
“Menjemputmu..”
“Kau tidak perlu melakukan itu.” Ara masih ketus menanggapi
jawaban Kyuhyun.
“Aku juga ingin menanyakan tentang kata kataku semalam.”
“Semalam…ada apa semalam? Aku tidak mengerti…” Ara memelankan
suaranya. Tentu saja Ara mengerti. Dia bahkan memikirkannya semalaman ini
hingga bangun kesiangan. Tapi keraguan membuncah dari hati Ara. Benarkan
Kyuhyun tulus meminta maaf? mengingat tatapan penyesalan Kyuhyun
kemarin sore sepertinya dia memang ingin meminta maaf padanya.
“ Tentang permintaan maafku padamu..”
“Aaa… tentang itu.” Ara menghentikan kalimatnya.
“Bagaimana?”
“Entahlah, aku belum memikirkannya.”
“Mworago? Jadi semalam ini kau tidak memikirkannya?” Kyuhyun
menghentikan mobilnya cepat ke pinggir jalan.
“Yaak, kenapa kau berhenti? Cepat jalan, nanti aku akan terlambat”
“Aku tidak akan jalan sebelum kau memaafkanku..”
“Mwo? Jjinjja…”, “Pria ini benar benar brengsek, mengancamku
untuk mendapat permintaan maaf. Ciih… benar benar licik.” Kata Ara dalam hati.
“ Bagaimana? Kau benar benar harus memaafkanku.kau tau? Ini sudah
pukul tujuh lima puluh lim..”
“Ne Ne…Kau ku maafkan. Dan cepat jalan…aku sudah hampir
terlambat.”
“Jjinjja? Kau memaafkanku?” .Paksaan dari Cho Kyuhyun itu tak akan
bisa ditolak oleh siapapun. karena Cho Kyuhyun berprinsip dia anti terhadap penolakan.
“Cepat jalan atau aku merubah pikiranku!” Bentak Ara.
“ Ne, Aegeseumnida, Ara-Shi.” Kyuhyun merasa menang atas Ara.
Karena Ara mau memaafkannya.
Gerbang masuk kampus sudah terlihat. Ara turun dari mobil Kyuhyun
dan segera menuju kelasnya.
“Ara-Shi.. kutunggu kau di kelas latihan yaa. Ini latihan terakhir
kita sebelum tampil, kita harus memberikan yang terbaik agar tak mempermalukan
itu” Sambil menunjuk ke tembok besar bertuliskan kampusnya “Korean National
University of Arts”
Ara hanya menengok pada pria
menyebalkan itu. Menyebalkan? Entahlah. Tapi jauh didasar hati Ara. Ara sangat
berbunga bunga mendapat semangat dari Cho Kyuhyun. “Rasanya baru kemarin dia
membentakku. Sekarang dia menyemangatiku. Aaah Ara, perasaanmu mudah berubah
seperti ini. Mengerikan..” Kata Ara pada diirinya sendiri.
*********
“Yaak, Ara-ya” Panggil SeNa pada Ara.
“Mwo?”
“Apa yang terjadi antara kau dan Kyuhyun?”
“Kau pikir apa? Apa yang
kau lakukan disini dan tidak menjemputku,Aku kan hampir terlambat. ha? Teman
macam apa kau ini.” Ara menggerutu pada SeNa.
“ Kyuhyun bilang ada janji denganmu akan berangkat ke kampus bersama.
Jadi kau yang sebenarnya sedang mengabaikanku. “ SeNa balik menggerutui Ara.
“Anni… aku tidak pernah
bilang begitu.”
“ Lalu apa?” Tanya SeNa.
“Dia tiba tiba datang ke rumahku.. dan meminta maaf padaku dan
mengantarku.”
“Kau menerimanya?”
“Kau tidak kenal Kyuhyun? Dia akan melakukan segala cara untuk
mendapatkan maunya.”
“Aaa…jadi kau mengenal Kyuhyun? Ckckck kau ini benci tapi memahami
dia. Hiiish.. “
“Aaduh aku salah bicara.”
“Apa Kyuhyun menculikmu ?”
“Haaish pikiranmu itu….kalau dia menculikku, aku tidak akan ada
disini, Pabo”
*******
“Okay Ara-Shi dan Kyuhyun- Shi… apa kalian telah siap untuk
pertunjukan besok?”
“Ne…” Jawab mereka serempak. Kyuhyun sangat bersemangat. Untuk
pertama kalinya Kyuhyun akan bernyanyi di layar kaca. Ini adalah impian masa
kecilnya. Terlebih lagi hubungan dengan Ara sudah cukup membaik walaupun dengan
permintaan maaf paksaan. Sehingga tidak ada beban dalam diri Kyuhyun untuk
tampil bersama Ara.
Denting piano Ara mulai mengalun. Ara meresapi setiap nada yang
dimainkannya.Melodi itu kembali bernyawa setelah perasaan bahagia sang pemain
bertumbuh dihatinya. Kyuhyun tidak mau menyia nyiakan dentingan indah piano
Ara, dan menyambutnya dengan suaranya yang paling indah. Benar benar suara emas
yang menyentuh setiap pendengarnya. Lirik demi lirik dinyanyikannya. Dan nada
demi nada Ara mainkan. Membuat Miss
In Hye menikmatinya sambil memejamkan mata. Bagian akhir pun sudah dilalui. Miss In Hye berdecak kagum. Ini lah yang
dia harapkan selama latihan sebelum sebelumnya, namun dia menemukannya saat
latihan terakhir . Waktu yang sangat tepat…
**********
Setelah latihan berakhir. Kyuhyun dan Ara berjalan bersama di
koridor kampus namun saling membisu. Setelah dekat dengan parkiran mobil
Kyuhyun meraih tangan Ara dan lagi lagi diseretnya Ara ke mobil. Kali ini Ara
mengoceh karena Kyuhyun menariknya sangat keras.
"Aaak..." Pekik Ara.
"Eo? Mian..." Kata Kyuhyun yang menyadari genggamannya terlalu erat. Ara menaiki mobil Kyuhyun tanpa perlawanan.
"Ayo kita makan, dan melihat lihat baju yang akan kita pakai besok.."
"Mwo? Bukankah kita akan memakai jas kampus?"
"Apa? yang benar saja kau ini. Ini memang acara untuk mewakili kampus. tapi kau harus terlihat sempurna. Kau tau, biasanya ada beberapa agensi musik yang datang sebagai perwakilan. Kita bisa saja ditawari kontrak dengan mereka."
"Jjinjja? Jadi seperti itu suasananya?"
"Ne, kau akan sangat menyesal tidak memberikan kualitas terbaikmu disana."
"Baiklah, aku mengerti."
"Jadi kau ingin makan apa?"
"Kimbap...Sshh, seperti apa yaa rasanya kimbap?"
" Jeongmal, kau belum pernah makan kimbap?"
"belum..." Jawab Ara.
Kyuhyun tertawa.. sudah hampir setahun Ara di Korea, dia belum pernah makan kimbap sekalipun.
"Kalau begitu ayo kita makan kimbap, aku tau dimana menemukan kimbap yang enak di Seoul." KAta Kyuhyun. Dan Ara mengangguk. Setelah menyantap makan malam mereka. Mereka pergi ke pusat perbelanjaan. Disana Kyu dan Ara memilih baju yang akan mereka pakai esok hari, Ara memilihkan baju untuk Kyuhyun dan sebaliknya. Yang dipilih Kyuhyun adalah celana jeans putih, Kaos polos warna biru dipadukan blazer casual warna putih senada dengan celananya serta sepatu pantovel hitam yang mengkilat. Sedangkan Ara memilih sebuah dress dengan warna dasar yang sama dengan Kyuhyun. Putih dengan motif bunga berwarna biru disepanjang sisi bawah roknya dan berbahan putih transparan pada lengan sampai pergelangan tangannya. tidak lupa sepatu berhak setinggi 10 cm. Mereka berdiri didepan cermin setelah mencoba pakaian mereka. Kyuhyun tersenyum pada Ara dalam cermin itu. Dan Ara membalasnya.
" Cheogiyo...Kami mau yang ini. Kata Kyuhyun sambil memberikan sebuah kartu kredit pada pelayan toko itu. Pelayan toko segera mengambil kartunya dan melakukan transaksi.
"Kyuhyun, nanti akan ku ganti untuk baju baju ini ya."
"Hei tidak perlu serepot itu, kau hanya perlu dandan yang cantik dan mainkan piano dengan baik. Jadikan besok adalah hari kita."
Hari kita?Apa maksud Pria ini dengan mengatakan hari kita. Membuat Ara melambung tinggi dan berpikir kemana mana. Menyadari Ara terkejut dan seperti memikirkan sesuatu. Kyuhyun membungkuk dan menyejajarkan mata mereka.
"Hari kita masuk televisi..." Jelas Kyuhyun pada Ara yang sempat terkejut.
"Benar kaan?" Batin Ara.kesal dengan andaiannya lalu kemudian menunduk.
"Hei, kau menganggap besok hari kita? Aah... benar benar kau ini.."
"Anni... " Kata Ara sembari melangkah pergi
"Yaa sudah sudah, akan ku buat besok adalah hari kita seperti maumu..Eoh?" Goda Kyuhyun sambil mengalungkan tangannya ke bahu Ara.
"Anni.. bukan itu maksudku Kyu." Kata Ara menutupi rasa malunya.
" Sudahlaah...kau sudah ketahuan." Kyuhyun
terkekeh.
"Ayo pulang saja.. kau membuat mood baikku hilang."
Kyuhyun mengantar Ara pulang, Ara turun dengan sejumlah barang bawaan yang baru saja dia beli.
" Gumawo Kyuhyun-ah. Uang untuk ini akan ku ganti secepatnya. Hati hati dijalan." Ara melangkah pergi dan kemudian Kyuhyun memanggilnya dibalik pintu mobilnya.
"Ara-ya.. besok dandan secantik mungkin. Setelah pengambilan gambar aku akan mengajakmu kencan." Goda Kyuhyun.
"Ne?" Ara melonjak dari pikirannya tentang membayar pakaian ini. Kyuhyun mengajaknya berkencan? Ini baru saja terjadi. Kyuhyun mengucapkannya didepan matanya.
"Haha..aku bercanda."
"Jeongmal!
menyebalkan sekali." Ara berteriak di dalam hatinya. Seandainya yang
barusan itu adalah benar benar ajakan kencan. Ara kesal pada Kyuhyun. Dia benar
benar tidak akan terpengaruh oleh kata kata yang Kyuhyun lontarkan lagi.
Katanya sambil membalikkan tubuhnya lemas.
"Besok aku jemput. Jadi bersiaplah.."
"Tidak usah...aku akan berangkat bersama SeNa saja "
"Ku pastikan SeNa tidak akan menjemputmu." Ucap Kyuhyun
menampakkan anti penolakannya lagi.
"Yaa terserah kau saja, Aaa.. kyuhyun-ah. Jaga makananmu
sampai besok ya. Aku tidak mau suaramu berubah jelek gara gara sesuatu yang
sembarangan kau makan. "
"Tenang saja, kau juga. Jaga jari jarimu itu.. " Kata
Kyuhyun.
Ara kemudian memandang jari jarinya dan bergumam.. "Waah kau
sangat berharga.. akan ku jaga baik baik kau selamanya."

No comments:
Post a Comment