Sunday, April 12, 2015

Complicated Heart ( Chapter 1)





Author : Cho Anna
Genre : Drama, Romance.
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Min Young
Lee Dong Hae
Other cast : find by your self

(Author  pov)

Kita tidak tahu masa depan apa yang direncanakan oleh Tuhan. Terkadang Tuhan telah mengemasnya indah bersama dengan masa lalu yang pahit. Dan sejauh apapun kau membenci masa lalu, kau bisa saja berubah menjadi sangat mencintainya. 




Semburat sinar mentari pagi ini mengintip dari celah jendela yang tertutup tirai keunguan. Seperti yang sudah sudah yeoja ini masih saja asik bergelut dengan selimut tebalnya. Jam waker yang sudah bunyi berkali kali bahkan diabaikan dan ketukan pintu yang lebih mirip gedoran tidak dipedulikannya.
“Eonnie… kau tidak ke kampus? Eonnie ireona!! Eonnie” Kata Yeoja kecil di balik pintu kamar itu.
“Enyah kau Soo Young-ah, kau berisik sekali.”
“Kata Eomma ini hari pertama kuliahmu kan?”
“Ndee???”
“Ini sudah jam tujuh, Ayo cepat antar aku dulu  ke sekolah.”
“Mwo?? Jam 7?
“Iya…. “
Setelah mengantar adik kesayangannya ke Junior High School nya, dia segera melajukan mobilnya menuju kampus. Setengah berlari  menuju kelas yang tiga menit lagi dimulai. Syukurlah Min Young tidak terlambat di hari pertama perkuliahan semester ini. Dia berlari menuju tempat duduk yang masih kosong didepan Han Cho Im ,sahabatnya.
“Kau hampir terlambat, kau bisa mati kalau terlambat di mata kuliah ini.”
“Wae yo?”
“Katanya kangsanim kita dingin, mengerikan dan perfeksionis.”
“Jjinjja yo? Aaah bisa bisa nilai akhir mata kuliah ini jelek.”
“Tapi katanya dia sangat tampan.”
“Apa gunanya tampan kalau pelit memberi nilai.”
Tiba tiba seorang Namja bertubuh tinggi kira kira 175 cm dengan kulit putih pucat masuk ke dalam ruang perkuliahan. Namja itu mengenakan kemeja hitam yang ditekuk sampai sikunya dan membawa sebuah computer jinjing serta beberapa buku. Sempurna…  Siapa yang tidak terpesona dengan Kangsanim mereka itu. Seorang professor paling muda di departemen ini.
“Anyeong Hasseo…” Sapanya kepada seluruh mahasiswanya dengan bibir yang melengkung ke bawah.
“Anyeong Hasseo kangsanim.” Balas semua mahasiswa di ruang kelas itu.
Semua mahasiswa terutama mahasiswa wanita histeris melihat betapa sempurnanya makhluk yang kini berada di depan mereka itu. Tanpa cacat sedikitpun. Di sudut tempat dia duduk, Kim Min Young malah tertegun melihat siapa yang ada di depannya. Namja itu, namja yang dulu sangat dikenalnya.
****
“Oppa, kata Appa kau pintar matematika. Kau mau kan mengajariku? Aku ada pekerjaan rumah dan aku tidak bisa mengerjakannya satupun.”
“Aku sibuk!”
“Ayolah Oppa, aku benar benar tidak bisa mengerjakannya.”
“Kau tidak tahu aku juga sedang mengerjakan tugas kuliahku.”
“Satu soal saja, berikan aku contohnya.Oppa kumohon”
“Kau bodoh atau apa sih? Kenapa tidak kau perhatikan seonsengnimmu saat memberikan penjelasan itu.?”
“Aku melewatkannya kemarin.”
“Itu salahmu, keluar dari kamarku! Kau menggangguku saja.”
“Ne Oppa…” Dengan langkah gontai Yeoja berumur 14 tahun itu akhirnya keluar dari kamar Oppanya.
***
(Kim Min Young Pov)
Namja menyebalkan itu kenapa hadir lagi dalam hidupku. Dari sekian banyak orang yang menjadi professor di bidang ini kenapa dia yang menjadi Kangsanimku. Jadi aku harus bertemu dengannya setiap mata kuliah ini? Aku tidak bisa membayangkan berapa nilai akhirku kalau mengingat betapa dia sangat membenciku dulu. C atau D ? Ah aku bisa gila. Mulai kejadian itu aku sangat membencinya. Aku tidak habis pikir dia bisa melakukan itu padaku dan keluargaku.

“Kim Min Young Sshi… Kim Min Young Sshi…” Panggil Kangsanim tampan itu. Namun belum ada yang mengangkat tangannya. Aku tersadar dari bayangan masa laluku setelah bahuku ditepuk oleh Cho Im.
“Min Young-ah…Min Young-ah. Kau dipanggil.”
“Ne..” Aku tanpa sadar langsung berdiri dari bangkuku. Mata kami saling bertemu. Aku menyadari ada ekspresi terkejut dari wajahnya setelah melihatku namun dia mencoba setenang mungkin.
“Tidak perlu berdiri aku hanya sedang mengabsen.” Katanya dengan suara sinis. Lalu melanjutkan mengabsen mahasiswa yang lain.
“Eoh? Ne…” Aku kembali duduk dengan perasaan malu dan yaa sedikit kesal. Ternyata masih menyebalkan seperti dulu. Tidak berubah sedikitpun. Dia bahkan tidak menampakan ekspresi terkejut sama sekali melihatku. Aaa, dia memang sudah pandai mengatur emosinya dari dulu. Kamuflase…”Ciih…”
“Ah Ya, karena terlalu semangat ingin segera mengenali kalian semua aku jadi lupa memperkenalkan diri. Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Aku disini akan menjadi dosen kalian dalam mata Kuliah ini menggantikan Park Kangsanim karena  beliau akan segera melahirkan. Ada pertanyaan?”
“Apa anda sudah menikah?” Tanya Ji Min membuat seluruh mahasiswa meneriakinya.
“Tidak, saya single.” Jawab kyuhyun Kasangnim singkat sambil menyunggingkan senyum tipisnya. Dan seketika seluruh kelas menjadi gaduh oleh para mahasiswa yang mengelu elukannya.
Drrrrtttt….  handphone semua mahasiswa berbunyi serentak.
“Cho Kyuhyun… 27 Tahun Tinggi 175 cm  berat badan ideal wajah sangat tampan kulit putih bersih tanpa gores sedikitpun. Mulai sekarang dia adalah milikku! Siapapun yang berani mendekatinya. Kalian akan berurusan denganku.”
Itu lah bunyi pesan yang ku dapat setelah membuka smartphoneku. Hiiish, Lee Bo Ra mulai lagi… berapa kali dia membuat pengumuman tentang pria incarannya di grup kelas. Benar benar cara yang menjijikan.
“Kalau begitu aku akan berurusan denganmu!!” Muncul satu lagi gadis gila yang melayani Lee Bo Ra. Ji Min, gadis yang menanyai Kangsanimnya tentang status pernikahannya barusan. Dan beberapa gadis lain bersautan saling menghakpatenkan kepemilikan Kyuhyun. Bahkan sahabatku Cho Im ikut serta dalam perebutan itu. Haaish, seandainya kalian tau betapa mengerikannya dia.
***
“Kau mau membunuhku dengan udang ini hah?” Kyuhyun meneriaki Eommaku.
“Mianhae Kyuhyun, Ahjumma tidak tahu kalau kau ada alergi udang.” Kata Eomma.
“Aah kau pasti sengaja kan?”
“Jeongmal, Ahjumma tidak tau kau alergi udang.”
“Aku tau kau tidak suka padaku.Apa kau mau menyiksaku begini? ”
“Appa pulang, Ada apa ribut begitu?” Appa pulang dari kantornya.
“Eoh? Appa… Anni.. aku sedang makan tapi aku melihat ada udang di supku. Aku berteriak karena kaget.”
“Jjjinjja yo?”
“Ne, appa tau kan aku alergi udang. Sepertinya Ahjumma tidak tahu, jadi dia memberiku sup udang.Tapi tidak apa apa aku mengerti dia mungkin lelah memperhatikan kedua anak perempuannya”
“Min Seo-ya, kau juga harus memperhatikan anak anakku sama seperti anak anakmu”
“Ne, Mianhanda…aku sudah memperhatikan mereka secara adil. Tapi aku benar benar tidak tahu soal itu”
“Kau sudah pernah ku beritahu saat kita makan bersama di restoran saat itu kan?”
“Benarkah? Aku benar benar lupa. Maafkan aku”
“Ya sudah, lain kali tidak usah masak udang atau kalau kau mau masak udang kau juga harus memasak yang lain untuk Kyuhyun. Jangan membuatnya merasa dibedakan dengan Min Youngmu dan Soo Youngmu”
“Ne, Aegesseo”
Eommaku dan Appa Kyuhyun menikah saat aku berusia 14 tahun dan Kyuhyun berusia 21 tahun. Kyuhyun dan Kakaknya  yang dua tahun lebih tua dari Kyuhyun, Ahra tidak menyukai Eommaku ,aku Kim Min Young dan adikku Kim Soo Young.Di awal pernikahan mereka, aku sangat bahagia karena akhirnya aku mempunyai seseorang yang kupanggil Appa dan dua orang kakak. Aku sangat menyukai Cho Kyuhyun sebagai Oppaku dia sangat sempurna untuk kujadikan kakak. Bahkan teman teman sekolahku banyak yang datang ke rumah hanya ingin melihat Oppaku itu. Dan, Cho Ahra, Eonnieku sebenarnya dia baik berbeda dengan Kyuhyun Oppa. Tapi rasa sayangnya yang sangat besar pada Kyuhyun sehingga dia sering membela Kyuhyun dalam hal apapun.
Alasan Kyuhyun tidak menyukai keluargaku adalah karena Kyuhyun menganggap kematian Eomma kandungnya disebabkan oleh perselingkuhan Appanya dan Eommaku. Memang Appanya dan Eommaku mengenal satu sama lain karena Eommaku adalah sekretaris sahabatnya. Tapi benar benar tidak ada hubungan semacam itu. Appanya dan Eommaku menjadi dekat setelah Eomma Kyuhyun meninggal dan  Karena mereka menikah tepat lima bulan setelah Eommanya meninggal. Kyuhyun mencurigai kematian Eomma kandungnya karena serangan jantung disebabkan oleh hubungan gelap mereka. Haish, pemikiran pendek tanpa pembuktian. Sebenarnya aku lelah kalau membahas masa lalu itu. Dan aku harus repot repot mengingat satu per satu kenangan itu. 
(Author Pov)
“Untuk pertemuan minggu depan, saya menugaskan kalian untuk membuat paper dan review tentang kepribadian yang sehat beserta tokoh penggagasnya. Aegesseo?”
“Ne, Aegeusimnidaa…”
“Aaa, ingat. kalian tidak bisa seenaknya hanya mengcopy dan mempaste dari internet karena saya akan memeriksa secara detail dan kalian diwajibkan membawa buku referensi dimana kalian mereview itu.” Kata Kyuhyun Kangsanim.
“Aaaaaaaa….” Semua mahasiswa berteriak sebal dengan tugas itu.
“Baiklah kuliah hari ini berakhir, sampai jumpa senin depan. Anyeong Hasseo.” Tutup Kyuhyun Kasangnim. Semua mahasiswa bersiap keluar kelas. Dan beberapa ada yang mendekati meja Kyuhyun Kasangnim. Mereka bertanya nomer handphone Kasangnim tampan mereka dan beberapa pertanyaan pribadi. Ada yang dia jawab dan ada yang dijawabnya dengan senyum. Saat Min Young hendak pergi keluar kelasnya Kyuhyun Kasangnim memanggilnya
“Kim Min Young-Sshi…Aku perlu bicara padamu.” Katanya sambil menatap ke Arah Min Young.
“Ne?” Tanya Min Young heran. Ada apa mantan oppanya ini memanggilnya.
“Kalian boleh pergi dulu..” Kata Kyuhyun mempersilakan beberapa yang mengerumuninya untuk segera pergi. Sebenarnya kalimat itu adalah pengusiran secara halus kepada mahasiswa yang mengerumuninya agar lebih leluasa berbicara pada Min Young.
(Min Young pov)
“Apa kabarmu Min Young-ah?Kebetulan sekali kita bertemu di sini”
“ As you know Cho Kyuhyun kasangnim. Aku terlihat lebih baik sekarang.Tapi semuanya berubah setelah aku masuk kuliah pagi ini”
“Bagaimana kabar Ahjumma dan Soo Youngku?” Tanya Namja itu berbasa basi. Berani beraninya dia memanggil Eommaku dengan panggilan Ahjumma, lalu? Adikku bahkan dipanggilnya Soo Youngku? Dia pasti sudah gila. Apa otaknya sudah hilang separuh? Apa dia tidak ingat, dia sudah menyakiti perasaan Eommaku dengan menghancurkan pernikahan Eommaku dan Appanya. Lalu dia dengan sangat percaya diri menyapaku dan menanyakan kabar keluargaku.  
“Mereka sangat baik.” Jawabku singkat tidak mau berpanjang lebar.
“Kau tidak mau menanyakan kabar Oppamu ini?” Goda Kyuhyun yang sama sekali tidak lucu.
“Oppa? Memangnya kau pantas dipanggil Oppa?”
“Haha, kau ternyata masih mengingat saat saat itu?Kau membenciku?”
“Katakan saja apa maumu Cho Kyuhyun-Sshi?”
“Aku cuma ingin mengingatkan padamu, jangan sampai kau menyebarkan masa lalu kita sebagai kakak dan adik tiri. Aku muak dengan hubungan keluarga kita dulu. Kau tau kan, rumor itu mengerikan”
“ Tanpa kau suruhpun aku akan melakukannya. Menjadi bagian dari keluargamu dulu itu sangat menyakitkan.Mengingatnya saja aku enggan”
“Bagus lah, kau tumbuh dengan bijak dongsaengku.”
“Keumanhae… Aku muak mendengarnya. Kau sudah selesai bicara kan?” Tanyaku ingin segera mengakhiri pembicaraan yang tidak penting ini. Kyuhyun mengangguk pelan dan aku meninggalkannya di ruang kelas. Samar samar aku melihat dia berteriak padaku “Jangan lupa itu ya!”
Gzz… Mimpi apa aku semalam, bertemu dengan mantan oppa tiriku,  Namja yang sangat ku benci dan sialnya aku akan lebih sering  bertemu dengannya dalam  perkuliahan. Jadi dia dulu mengambil jurusan psikologi? Seandainya aku tahu. Aku tidak akan mendaftar di jurusan ini. Semua hal yang berkaitan dengannya sangat ku benci. Aaah seandainya aku tau…
Bak seorang artis yang baru keluar dari tempatnya bersembunyi. Teman teman wanita di kelasku mengerubutiku seakan mereka reporter yang ingin mendapatkan berita hangat. Siapa lagi kalau bukan tentang Kangsanim yang paling ku benci itu. Mereka menanyaiku tentang perbincangan barusan.
“Min Young-ah, apa yang kau bicarakan dengan kangsanim?” Ji Min tanpa basa basi langsung ke inti pertanyaannya.
“Apa kau mengenal dia sebelumnya?” Tanya Han Da Jin.
Daebak, bagaimana bisa dia memanggilmu begitu? Apa yang kau bicarakan.” Timpal seorang yang lain. Aku tidak begitu mengenalnya karena aku belum pernah satu kelas dengannya.
“Anni… aku tidak membicarakan apapun dengannya.”
“Haaiizz, kau bohong kan..” Mereka memandangi ku dengan tatapan curiga.
“Kalau kau ingin tau, tanya saja padanya. Itu dia disana.” Kataku sambil melepaskan diri dari mereka. Cho Kyuhyun keluar dari ruang kelas tadi dan berjalan melewati kami. Aku segera kabur dari cecaran mereka. Memang dimanapun tempatnya Cho Kyuhyun selalu mempesona semua wanita. Bahkan saat menjadi dongsaengnya dulu. Teman temanku di junior high school terpikat. Tidak bisa dipungkiri, aku juga sangat terpesona. Memang ketampanannya tidak pernah berubah sejak dulu. Bahkan sekarang lebih matang, lebih terlihat berwibawa.
“Apa? Aku memuji Nappeun namja itu? Aaah, Eomma, maafkan aku aku tidak seharusnya begini.” Gerutuku



(Kyuhyun pov)
Hari ini aku bertemu dengan gadis yang dulu sangat ku benci. Kim Min Young. Alasan aku membencinya adalah Eommanya, Si Ahjumma itu. Dia membuat Eommaku meninggal dan dengan mudah menggantikan posisi Eommaku, menikmati harta Ayahku dan menguasai Ayahku. Aku jelas sangat membencinya. Aku sadar dia tidak melakukan apapun, karena kesalahan Eommanya lah aku jadi ikut membencinya. Dia dulu gadis remaja yang ceria. Dia selalu tersenyum ke arahku, selalu meminta perhatian dariku,  selalu ingin mendekatiku. Katanya, aku oppanya yang paling tampan dan tidak akan ada Oppa oppa lain yang bisa menandingiku. Dia sangat manis saat menggodaku, aku terkadang ingin sekali memeluknya. Tapi rasa benciku pada Eommanya menjadikanku mengubur dalam dalam keinginan itu. Sekarang gadis itu muncul lagi di hadapanku, menjadi salah satu mahasiswaku. Dan dia sepertinya tumbuh dengan baik.
“Cho Kangsanim, kau tidak akan ikut kami?” Lamunanku dihancurkan oleh Lee Kangsanim.
“Aah, mianhanda… lain kali aku pasti ikut. Ada yang perlu kuurus.”
“Heiizz, kau melewatkan waktu bersenang senang bersama kami.” Kata Lee Kangsanim, rekan kerja sesama dosen disana.
“Mianhanda, aku akan ikut lain kali. Ne?”

“Aegesseo…”

__To Be Continued__

No comments:

Post a Comment