Author : Cho Anna
Genre : Drama, Romance.
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Min Young
Lee Dong Hae
Other cast : find by
your self
(Author pov)
Kita tidak tahu
masa depan apa yang direncanakan oleh Tuhan. Terkadang Tuhan telah mengemasnya indah bersama dengan masa lalu yang pahit. Dan sejauh apapun kau membenci masa lalu, kau bisa saja berubah menjadi sangat mencintainya.
Semburat sinar mentari pagi ini
mengintip dari celah jendela yang tertutup tirai keunguan. Seperti yang sudah
sudah yeoja ini masih saja asik bergelut dengan selimut tebalnya. Jam waker
yang sudah bunyi berkali kali bahkan diabaikan dan ketukan pintu yang lebih
mirip gedoran tidak dipedulikannya.
“Eonnie… kau tidak ke kampus? Eonnie
ireona!! Eonnie” Kata Yeoja kecil di balik pintu kamar itu.
“Enyah kau Soo Young-ah, kau berisik
sekali.”
“Kata Eomma ini hari pertama kuliahmu
kan?”
“Ndee???”
“Ini sudah jam tujuh, Ayo cepat antar
aku dulu ke sekolah.”
“Mwo?? Jam 7?
“Iya…. “
Setelah mengantar adik kesayangannya ke Junior High School nya, dia segera melajukan mobilnya menuju kampus. Setengah berlari menuju kelas yang tiga menit lagi dimulai. Syukurlah Min Young tidak terlambat di hari pertama perkuliahan semester ini. Dia berlari menuju tempat duduk yang masih kosong didepan Han Cho Im ,sahabatnya.
Setelah mengantar adik kesayangannya ke Junior High School nya, dia segera melajukan mobilnya menuju kampus. Setengah berlari menuju kelas yang tiga menit lagi dimulai. Syukurlah Min Young tidak terlambat di hari pertama perkuliahan semester ini. Dia berlari menuju tempat duduk yang masih kosong didepan Han Cho Im ,sahabatnya.
“Kau hampir terlambat, kau bisa mati
kalau terlambat di mata kuliah ini.”
“Wae yo?”
“Katanya kangsanim kita dingin,
mengerikan dan perfeksionis.”
“Jjinjja yo? Aaah bisa bisa nilai
akhir mata kuliah ini jelek.”
“Tapi katanya dia sangat tampan.”
“Apa gunanya tampan kalau pelit
memberi nilai.”
Tiba tiba seorang Namja bertubuh
tinggi kira kira 175 cm dengan kulit putih pucat masuk ke dalam ruang
perkuliahan. Namja itu mengenakan kemeja hitam yang ditekuk sampai sikunya dan
membawa sebuah computer jinjing serta beberapa buku. Sempurna… Siapa yang tidak terpesona dengan Kangsanim
mereka itu. Seorang professor paling muda di departemen ini.
“Anyeong Hasseo…” Sapanya kepada
seluruh mahasiswanya dengan bibir yang melengkung ke bawah.
“Anyeong Hasseo kangsanim.” Balas
semua mahasiswa di ruang kelas itu.
Semua mahasiswa terutama mahasiswa
wanita histeris melihat betapa sempurnanya makhluk yang kini berada di depan
mereka itu. Tanpa cacat sedikitpun. Di sudut tempat dia duduk, Kim Min Young
malah tertegun melihat siapa yang ada di depannya. Namja itu, namja yang dulu
sangat dikenalnya.
****
“Oppa, kata Appa kau
pintar matematika. Kau mau kan mengajariku? Aku ada pekerjaan rumah dan aku
tidak bisa mengerjakannya satupun.”
“Aku sibuk!”
“Ayolah Oppa, aku benar
benar tidak bisa mengerjakannya.”
“Kau tidak tahu aku juga
sedang mengerjakan tugas kuliahku.”
“Satu soal saja, berikan
aku contohnya.Oppa kumohon”
“Kau bodoh atau apa sih?
Kenapa tidak kau perhatikan seonsengnimmu saat memberikan penjelasan itu.?”
“Aku melewatkannya
kemarin.”
“Itu salahmu, keluar
dari kamarku! Kau menggangguku saja.”
“Ne Oppa…” Dengan
langkah gontai Yeoja berumur 14 tahun itu akhirnya keluar dari kamar Oppanya.
***
(Kim Min Young Pov)
Namja menyebalkan itu kenapa hadir
lagi dalam hidupku. Dari sekian banyak orang yang menjadi professor di bidang
ini kenapa dia yang menjadi Kangsanimku. Jadi aku harus bertemu dengannya
setiap mata kuliah ini? Aku tidak bisa membayangkan berapa nilai akhirku kalau
mengingat betapa dia sangat membenciku dulu. C atau D ? Ah aku bisa gila. Mulai
kejadian itu aku sangat membencinya. Aku tidak habis pikir dia bisa melakukan
itu padaku dan keluargaku.
“Kim Min Young Sshi… Kim Min Young
Sshi…” Panggil Kangsanim tampan itu. Namun belum ada yang mengangkat tangannya.
Aku tersadar dari bayangan masa laluku setelah bahuku ditepuk oleh Cho Im.
“Min Young-ah…Min Young-ah. Kau
dipanggil.”
“Ne..” Aku tanpa sadar langsung
berdiri dari bangkuku. Mata kami saling bertemu. Aku menyadari ada ekspresi
terkejut dari wajahnya setelah melihatku namun dia mencoba setenang mungkin.
“Tidak perlu berdiri aku hanya sedang
mengabsen.” Katanya dengan suara sinis. Lalu melanjutkan mengabsen mahasiswa
yang lain.
“Eoh? Ne…” Aku kembali duduk dengan
perasaan malu dan yaa sedikit kesal. Ternyata masih menyebalkan seperti dulu.
Tidak berubah sedikitpun. Dia bahkan tidak menampakan ekspresi terkejut sama
sekali melihatku. Aaa, dia memang sudah pandai mengatur emosinya dari dulu.
Kamuflase…”Ciih…”
“Ah Ya, karena terlalu semangat ingin
segera mengenali kalian semua aku jadi lupa memperkenalkan diri. Namaku
Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Aku disini akan menjadi dosen kalian dalam mata Kuliah
ini menggantikan Park Kangsanim karena
beliau akan segera melahirkan. Ada pertanyaan?”
“Apa anda sudah menikah?” Tanya Ji Min
membuat seluruh mahasiswa meneriakinya.
“Tidak, saya single.” Jawab kyuhyun
Kasangnim singkat sambil menyunggingkan senyum tipisnya. Dan seketika seluruh
kelas menjadi gaduh oleh para mahasiswa yang mengelu elukannya.
Drrrrtttt…. handphone semua
mahasiswa berbunyi serentak.
“Cho Kyuhyun… 27 Tahun Tinggi 175 cm berat badan ideal wajah sangat tampan kulit putih
bersih tanpa gores sedikitpun. Mulai sekarang dia adalah milikku! Siapapun yang
berani mendekatinya. Kalian akan berurusan denganku.”
Itu lah bunyi pesan yang ku dapat
setelah membuka smartphoneku. Hiiish, Lee Bo Ra mulai lagi… berapa kali dia
membuat pengumuman tentang pria incarannya di grup kelas. Benar benar cara yang
menjijikan.
“Kalau begitu aku akan berurusan
denganmu!!” Muncul satu lagi gadis gila yang melayani Lee Bo Ra. Ji Min, gadis
yang menanyai Kangsanimnya tentang status pernikahannya barusan. Dan beberapa
gadis lain bersautan saling menghakpatenkan kepemilikan Kyuhyun. Bahkan
sahabatku Cho Im ikut serta dalam perebutan itu. Haaish, seandainya kalian tau
betapa mengerikannya dia.
***
“Kau mau membunuhku
dengan udang ini hah?” Kyuhyun meneriaki Eommaku.
“Mianhae Kyuhyun,
Ahjumma tidak tahu kalau kau ada alergi udang.” Kata Eomma.
“Aah kau pasti sengaja
kan?”
“Jeongmal, Ahjumma tidak
tau kau alergi udang.”
“Aku tau kau tidak suka
padaku.Apa kau mau menyiksaku begini? ”
“Appa pulang, Ada apa
ribut begitu?” Appa pulang dari kantornya.
“Eoh? Appa… Anni.. aku
sedang makan tapi aku melihat ada udang di supku. Aku berteriak karena kaget.”
“Jjjinjja yo?”
“Ne, appa tau kan aku
alergi udang. Sepertinya Ahjumma tidak tahu, jadi dia memberiku sup udang.Tapi
tidak apa apa aku mengerti dia mungkin lelah memperhatikan kedua anak perempuannya”
“Min Seo-ya, kau juga
harus memperhatikan anak anakku sama seperti anak anakmu”
“Ne, Mianhanda…aku sudah
memperhatikan mereka secara adil. Tapi aku benar benar tidak tahu soal itu”
“Kau sudah pernah ku
beritahu saat kita makan bersama di restoran saat itu kan?”
“Benarkah? Aku benar
benar lupa. Maafkan aku”
“Ya sudah, lain kali
tidak usah masak udang atau kalau kau mau masak udang kau juga harus memasak
yang lain untuk Kyuhyun. Jangan membuatnya merasa dibedakan dengan Min Youngmu
dan Soo Youngmu”
“Ne, Aegesseo”
Eommaku dan Appa Kyuhyun menikah saat
aku berusia 14 tahun dan Kyuhyun berusia 21 tahun. Kyuhyun dan Kakaknya yang dua tahun lebih tua dari Kyuhyun, Ahra
tidak menyukai Eommaku ,aku Kim Min Young dan adikku Kim Soo Young.Di awal
pernikahan mereka, aku sangat bahagia karena akhirnya aku mempunyai seseorang
yang kupanggil Appa dan dua orang kakak. Aku sangat menyukai Cho Kyuhyun
sebagai Oppaku dia sangat sempurna untuk kujadikan kakak. Bahkan teman teman
sekolahku banyak yang datang ke rumah hanya ingin melihat Oppaku itu. Dan, Cho
Ahra, Eonnieku sebenarnya dia baik berbeda dengan Kyuhyun Oppa. Tapi rasa
sayangnya yang sangat besar pada Kyuhyun sehingga dia sering membela Kyuhyun
dalam hal apapun.
Alasan Kyuhyun tidak menyukai
keluargaku adalah karena Kyuhyun menganggap kematian Eomma kandungnya
disebabkan oleh perselingkuhan Appanya dan Eommaku. Memang Appanya dan Eommaku
mengenal satu sama lain karena Eommaku adalah sekretaris sahabatnya. Tapi benar
benar tidak ada hubungan semacam itu. Appanya dan Eommaku menjadi dekat setelah
Eomma Kyuhyun meninggal dan Karena
mereka menikah tepat lima bulan setelah Eommanya meninggal. Kyuhyun mencurigai
kematian Eomma kandungnya karena serangan jantung disebabkan oleh hubungan
gelap mereka. Haish, pemikiran pendek tanpa pembuktian. Sebenarnya aku lelah
kalau membahas masa lalu itu. Dan aku harus repot repot mengingat satu per satu kenangan itu.
(Author Pov)
“Untuk pertemuan minggu depan, saya
menugaskan kalian untuk membuat paper dan review tentang kepribadian yang sehat
beserta tokoh penggagasnya. Aegesseo?”
“Ne, Aegeusimnidaa…”
“Aaa, ingat. kalian tidak bisa
seenaknya hanya mengcopy dan mempaste dari internet karena saya akan memeriksa
secara detail dan kalian diwajibkan membawa buku referensi dimana kalian
mereview itu.” Kata Kyuhyun Kangsanim.
“Aaaaaaaa….” Semua mahasiswa berteriak
sebal dengan tugas itu.
“Baiklah kuliah hari ini berakhir, sampai
jumpa senin depan. Anyeong Hasseo.” Tutup Kyuhyun Kasangnim. Semua mahasiswa
bersiap keluar kelas. Dan beberapa ada yang mendekati meja Kyuhyun Kasangnim.
Mereka bertanya nomer handphone Kasangnim tampan mereka dan beberapa pertanyaan
pribadi. Ada yang dia jawab dan ada yang dijawabnya dengan senyum. Saat Min
Young hendak pergi keluar kelasnya Kyuhyun Kasangnim memanggilnya
“Kim Min Young-Sshi…Aku perlu bicara
padamu.” Katanya sambil menatap ke Arah Min Young.
“Ne?” Tanya Min Young heran. Ada apa
mantan oppanya ini memanggilnya.
“Kalian boleh pergi dulu..” Kata Kyuhyun
mempersilakan beberapa yang mengerumuninya untuk segera pergi. Sebenarnya
kalimat itu adalah pengusiran secara halus kepada mahasiswa yang mengerumuninya
agar lebih leluasa berbicara pada Min Young.
(Min Young pov)
“Apa kabarmu Min Young-ah?Kebetulan sekali
kita bertemu di sini”
“ As you know Cho Kyuhyun kasangnim.
Aku terlihat lebih baik sekarang.Tapi semuanya berubah setelah aku masuk kuliah
pagi ini”
“Bagaimana kabar Ahjumma dan Soo
Youngku?” Tanya Namja itu berbasa basi. Berani beraninya dia memanggil Eommaku
dengan panggilan Ahjumma, lalu? Adikku bahkan dipanggilnya Soo Youngku? Dia
pasti sudah gila. Apa otaknya sudah hilang separuh? Apa dia tidak ingat, dia
sudah menyakiti perasaan Eommaku dengan menghancurkan pernikahan Eommaku dan
Appanya. Lalu dia dengan sangat percaya diri menyapaku dan menanyakan kabar
keluargaku.
“Mereka sangat baik.” Jawabku singkat
tidak mau berpanjang lebar.
“Kau tidak mau menanyakan kabar Oppamu
ini?” Goda Kyuhyun yang sama sekali tidak lucu.
“Oppa? Memangnya kau pantas dipanggil
Oppa?”
“Haha, kau ternyata masih mengingat
saat saat itu?Kau membenciku?”
“Katakan saja apa maumu Cho
Kyuhyun-Sshi?”
“Aku cuma ingin mengingatkan padamu,
jangan sampai kau menyebarkan masa lalu kita sebagai kakak dan adik tiri. Aku
muak dengan hubungan keluarga kita dulu. Kau tau kan, rumor itu mengerikan”
“ Tanpa kau suruhpun aku akan
melakukannya. Menjadi bagian dari keluargamu dulu itu sangat menyakitkan.Mengingatnya
saja aku enggan”
“Bagus lah, kau tumbuh dengan bijak
dongsaengku.”
“Keumanhae… Aku muak mendengarnya. Kau
sudah selesai bicara kan?” Tanyaku ingin segera mengakhiri pembicaraan yang
tidak penting ini. Kyuhyun mengangguk pelan dan aku meninggalkannya di ruang
kelas. Samar samar aku melihat dia berteriak padaku “Jangan lupa itu ya!”
Gzz… Mimpi apa aku semalam, bertemu
dengan mantan oppa tiriku, Namja yang
sangat ku benci dan sialnya aku akan lebih sering bertemu dengannya dalam perkuliahan. Jadi dia dulu mengambil jurusan
psikologi? Seandainya aku tahu. Aku tidak akan mendaftar di jurusan ini. Semua
hal yang berkaitan dengannya sangat ku benci. Aaah seandainya aku tau…
Bak seorang artis yang baru keluar
dari tempatnya bersembunyi. Teman teman wanita di kelasku mengerubutiku seakan
mereka reporter yang ingin mendapatkan berita hangat. Siapa lagi kalau bukan
tentang Kangsanim yang paling ku benci itu. Mereka menanyaiku tentang
perbincangan barusan.
“Min Young-ah, apa yang kau bicarakan
dengan kangsanim?” Ji Min tanpa basa basi langsung ke inti pertanyaannya.
“Apa kau mengenal dia sebelumnya?”
Tanya Han Da Jin.
Daebak, bagaimana bisa dia memanggilmu
begitu? Apa yang kau bicarakan.” Timpal seorang yang lain. Aku tidak begitu
mengenalnya karena aku belum pernah satu kelas dengannya.
“Anni… aku tidak membicarakan apapun
dengannya.”
“Haaiizz, kau bohong kan..” Mereka
memandangi ku dengan tatapan curiga.
“Kalau kau ingin tau, tanya saja
padanya. Itu dia disana.” Kataku sambil melepaskan diri dari mereka. Cho
Kyuhyun keluar dari ruang kelas tadi dan berjalan melewati kami. Aku segera
kabur dari cecaran mereka. Memang dimanapun tempatnya Cho Kyuhyun selalu
mempesona semua wanita. Bahkan saat menjadi dongsaengnya dulu. Teman temanku di
junior high school terpikat. Tidak bisa dipungkiri, aku juga sangat terpesona.
Memang ketampanannya tidak pernah berubah sejak dulu. Bahkan sekarang lebih
matang, lebih terlihat berwibawa.
“Apa? Aku memuji Nappeun namja itu?
Aaah, Eomma, maafkan aku aku tidak seharusnya begini.” Gerutuku
(Kyuhyun pov)
Hari ini aku bertemu dengan gadis yang
dulu sangat ku benci. Kim Min Young. Alasan aku membencinya adalah Eommanya, Si
Ahjumma itu. Dia membuat Eommaku meninggal dan dengan mudah menggantikan posisi
Eommaku, menikmati harta Ayahku dan menguasai Ayahku. Aku jelas sangat
membencinya. Aku sadar dia tidak melakukan apapun, karena kesalahan Eommanya
lah aku jadi ikut membencinya. Dia dulu gadis remaja yang ceria. Dia selalu
tersenyum ke arahku, selalu meminta perhatian dariku, selalu ingin mendekatiku. Katanya, aku
oppanya yang paling tampan dan tidak akan ada Oppa oppa lain yang bisa
menandingiku. Dia sangat manis saat menggodaku, aku terkadang ingin sekali
memeluknya. Tapi rasa benciku pada Eommanya menjadikanku mengubur dalam dalam
keinginan itu. Sekarang gadis itu muncul lagi di hadapanku, menjadi salah satu
mahasiswaku. Dan dia sepertinya tumbuh dengan baik.
“Cho Kangsanim, kau tidak akan ikut
kami?” Lamunanku dihancurkan oleh Lee Kangsanim.
“Aah, mianhanda… lain kali aku pasti
ikut. Ada yang perlu kuurus.”
“Heiizz, kau melewatkan waktu
bersenang senang bersama kami.” Kata Lee Kangsanim, rekan kerja sesama dosen
disana.
“Mianhanda, aku akan ikut lain kali.
Ne?”
“Aegesseo…”
__To Be Continued__
__To Be Continued__

No comments:
Post a Comment