Floor 26th
“Ara-Sshi…” Teriak Eun Hyuk dari Jauh.
“Hai Lee Hyuk Jae.Ada apa kau kemari?” Sapa Ara senang melihat
teman barunya itu menghampirinya.
“Kau bahkan tidak menghubungiku setelah malam itu. Apa kau benar
benar tidak tertarik padaku?” Eun Hyuk menggoda Ara.
“ bukankah kau Pria? Seharusnya kau yang lebih dulu menghubungiku”
Ara balik menggoda Eun Hyuk.
“ Sudah bukan jamannya lagi Pria melakukan hal itu.”
“Jjinjja? Jadi aku yang harus menghubungimu?" Tanya Ara pura
pura bodoh.
“Sekarang banyak sekali wanita yang tergila gila pada pria sampai
menebar terror bahkan menguntit mereka. Kau juga boleh melakukannya padaku. Aku
dengan senang hati menjadi pria itu.”
“Yaak Lee Hyuk Jae kau murahan sekali..” Ara terkekeh.
“Jangan panggil aku dengan nama itu. AKu benci mendengarnya..”
“ Bukannya lebih baik pakai nama itu, itu nama dari orang tuamu
kan?, Eun Hyuk? Apa bagusnya nama itu?” Ejek Ara.
“Itu nama panggungku kau tau?”
“Molla…. Jadi, Ada apa kau kemari?” Tanya Ara.
“Mencari temanku.” Kata Eun Hyuk sambil mengedarkan pandangan ke
segala arah.
“Nugu?”
“Entahlah..” Kata Eun Hyuk sambil terus mengedarkan pandangannya.
“Kau mencari temanmu tapi kau tak tahu namanya..”
“Namanya sungguh sulit. Aku bahkan tidak bisa mengingat nama
panjangnya.”
“Nugu??” Ara Penasaran
“ Ara..” Jawab Eun Hyuk singkat lalu tawanya pecah.
“Naega?” Ara masih heran dengan tingkah Namja ini. Gila…Sepertinya
namja ini benar benar gila.
Eun Hyuk hanya tersenyum dan mengangguk. Ara mengarahkan
telunjuknya ke kepala Eun Hyuk dan mendorongnya sedikit
"Dasar bocah sinting. Kenapa
kau mencariku?” Tanya Ara
“AKu harus mencari orang yang bisa kuajak berpartner denganku?”
“ Partner? Partner apa?”
“Aku mendapat tugas kuliah dan sepertinya aku harus meminta tolong
padamu. “
“Tentang apa?” Tanya Ara penasaran.
“Aku dapat tugas, Menari tapi dengan diiringi music secara live di
kelas. Aku tau kau orang musik dan aku sangat menaruh harapan ini padamu.”
Wajah Eun Hyuk memelas. Rasanya Ara ingin melemparnya dengan gelas.
“Apa kau tidak punya teman musik yang lain selain aku?” Tanya Ara.
“Ada, tapi aku ingin kau yang melakukannya.” Jawab Eun Hyuk sambil
wajahnya mengedar ke seluruh sudut pandangnya.
“Naega Wae?”
“Karena aku tau kau sangat berbakat dalam musik. Kau mau kan?”
“Ciih, kau saja belum melihatku bermusik, bisa bisanya kau bilang
aku berbakat?”
“Aiish, kau banyak bertanya. Jawab saja, Iya atau tidak. Kuhitung
sampai 3 kalau tidak ada jawaban berarti kau setuju membantuku. 123.”kata Eun
Hyuk cepat.
Ara merasa kaku dan mau tertawa. Belum sempat Ara menjawab, Eun
Hyuk sudah mengakhiri hitungannya.
“ Kau licik sekali Lee Hyuk Jae. Kenapa kau menghitung sangat
cepat. Kau bahkan tidak memberiku waktu berpikir. Aaah…kau benar benar ya…”
protes Ara.
“Karena kau menjawab Iya, kau harus ikut denganku sekarang.”
“ Eodiga?”
“Apartemenku. Kita harus berdiskusi tentang ini.”
“Oenje?”
“Jigeum…”
“ Jigeum? Shiro! kenapa
harus diapartemenmu?”
“Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun yang membahayakanmu.
Atau kau mau di kedai kopi yang kemarin?”
“Ne? Shiro yo…” jawab Ara tegas.
“Wae?” Eun Hyuk terkekeh meledek Ara.
“ Ee…aku sedang tidak mau kopi.” JAwab Ara ketus.
“Bukan karena kedai kopi itu milik Kyuhyun kan..” Goda Eun
Hyuk
“ Annio..” Jawab Ara.
“ Dasar kau pembohong, Ayo naik.” Kata Eun Hyuk sambil memberikan
helm pada Ara.
“Kemana kita?”
“ Apartemenku..Ayo cepat naik…” Eun Hyuk menarik Ara agar segera
naik ke motornya. Ara pun akhirnya membonceng Eun Hyuk.
“Pegangan!!”
“Eo??”
Eun Hyuk melajukan sepeda motornya dengan kencang. Membuat rambut
Ara menjadi sangat berantakan tertimpa angin. Sampai di Apartemen. Mereka
memasuki lift, Apartemen Eun Hyuk di
lantai 28. Ara terlihat sangat gelisah. Terasa sangat nyata luka yang saat itu
dialaminya. Melihat cho Kyuhyun bersama wanita lain di apartemennya dan dia
mengusir Ara.
“Ada apa denganmu?” Tanya Eun Hyuk membaca kegelisahan di wajah
Ara
“Tidak ada apa apa..”
“ Tenang saja, peluang bertemu Kyuhyun sangat sedikit. Kau tidak
akan bertemu dengannya. Entahlah, tapi aku rasa Kyuhyun sedang tidak ada
disini.” Papar Eun Hyuk yang membuat Ara sedikit tenang.
“Bagaimana kau bisa tau aku mengkhawatirkan hal itu?”
"
Sangat jelas terlihat di dahimu, Kau khawatir bertemu Kyuhyun
disini. “ Ucap Eun Hyuk sambil menunjuk dahi Ara.
“Yang benar saja…” Kata Ara manyun dan mengelus ngelus
dahinya.
Sepanjang hari itu Eun Hyuk dan Ara membahas tugas yang diberikan
oleh dosen pada Eun Hyuk. Eun Hyuk hanya perlu menampilkan dance solo namun
diiringi oleh satu alat musik saja. Dan Ara adalah seorang pianis yang handal.
“Aku mau bekerja sama denganmu. Asal kau buktikan dulu kemampuan
menarimu padaku?”
“Jigeum?”
“Ne, agar aku tau kalau bakat musikku tidak sia sia jika dipadukan
dengan tarianmu.”
“Hash… Kau benar benar membuatku kesal ya. Baiklah… coba
perhatikan ya! Jangan terpesona yaa” Kaata Eun Hyuk sambil menampilkan beberapa
gerakan dance nya.
“Ciih, tidak akan!!!” Ara percaya diri mengatakannya.
Eun Hyuk menyetel sebuah lagu beat dan dia mulai menari.
“Bagaimana? ” Tanya Eun Hyuk
“Aigoo daebak. Kau sangat hebat Hyuk Jae!”
“Sekarang percaya padaku kan kalau aku dancing machine..”
“Ye, Kau benar benar keren Hyuk Jae, Aku siap menjadi pengiring
tarian hebatmu” Kata Ara menggebu gebu.
“ Kalau begitu kita harus membuat kontrak! “ Kata Eun Hyuk
“Aaa tidak usah. Aku benar benar akan membantumu.”
“Wanita sepertimu itu mudah sekali berubah keputusannya. Aku tidak
mau kehilanganmu ”
“Mwo?” Ara terperanjat.
“Aku tidak mau kehilanganmu sebagai pemain musikku, Ara-Shi”
“Hiish, kenapa orang korea selalu menggantungkan sebuah kalimat,
menyebalkan.” Gerutu Ara.
Setelah menandatangi Kontrak, Eun Hyuk berencana mengantar Ara
pulang.
Setelah masuk lift Eun
Hyuk baru menyadari kalau dompetnya tertinggal di kamar.
“Aaish, aku meninggalkan dompetku, aku akan mengambilnya dulu..”
Eun Hyuk lalu memencet angka 27 dan berhenti satu lantai tepat dibawah lantai
apartemennya.
“ Kau tunggu di bawah ya…aku segera kembali.”
“ Ke bawah? Sendirian?” Ara mulai cemas.
“Tenang saja aku hanya sebentar..Kau tidak akan bertemu dengannya”
Kata Eun Hyuk santai tapi berbisik.
Eun Hyuk keluar dari lift
1 dan menaiki lift 2. Eun Hyuk
naik kembali ke lantai kamarnya. Ara berdoa didalam lift agar lift tersebut
tidak terbuka di lantai 26. Namun doanya tidak dikabulkan Tuhan. Tombol angka
26 menyala dan Ting…pintu lift
terbuka. Muncul seorang pria yang saat ini benar benar sedang dihindari Ara.
Cho Kyuhyun.
“ Kau? “ Kyuhyun terkejut melihat siapa yang ada di dalam
lift.
“Kyuhyun…” Ara tercekat, tidak bisa mengatakan apapun. Inilah yang
ditakutkan Ara.
“Kau bahkan menguntitku sampai ke apartemenku.Jjinjja, Kau sudah
gila ya?” Bentak Kyuhyun.
“ Tidak, Ini tidak seperti yang kau kira.” Ara menjelaskan dengan
terbata setelah syok mendengar bentakan Kyuhyun.
“ Lalu? Aku melihatmu di kedai kopi ibuku, kau mengikutiku kekantin
kampus, duduk bersama ku dan sekarang? Kau berada di lantai apartemenku. Kau
benar benar menyukaiku? Hah?”
“Bukan seperti itu..”
“Murahan sekali kau?” Kyuhyun masih saja membentak Ara.
“Mwo..?” Ara sangat kaget mendengar pernyataan Kyuhyun. Ara
memencet tombol agar lift segera
tertutup. Tapi Kyuhyun menahannya. Menarik Ara keluar dari lift dan memakinya habis habisan. Ara segera memencet lift kedua namun Kyuhyun menariknya
lebih jauh dari pintu lift.
“ Iya kau sangat murahan. Begitu mudah ku ajak bercinta dan
sekarang mengikutiku kemanapun aku pergi. Kau benar benar parasit! Bahkan
wanita wanita yang kukencani lebih punya harga diri daripada kau”
Ting….Lift 2 terbuka dan
Eun Hyuk melihat seseorang yang dikenalnya, Ara dan Kyuhyun. Menyadari ada
kesalahpahaman disitu Eun Hyuk langsung menjelaskan apa yang terjadi.
“Jadi sekarang Eun Hyuk?” Katanya pada Ara. “ Hei kenapa kau
begitu murahan pada semua pria? Apa kau benar benar putus asa tidak
mendapatkanku?” Kata Kyuhyun tetap saja tidak pernah mau mengalah.
“Jaga bicaramu brengsek!” Teriak Eun Hyuk pada Kyuhyun.
“Apa? Kau bahkan tidak lebih baik dariku, sialan.” Mereka saling
meneriaki dan Eun Hyuk hampir saja meninju wajah tampan Kyuhyun.
“Hentikan, Jebal..
hentikan..” Ara untuk pertama kalinya berteriak. Ara sekarang menghadap
Kyuhyun dan mulai bicara.
“ Kyuhyun-sshi, apa kau benar benar tidak punya perasaan dengan
mengataiku seperti itu? Apa aku begitu tidak punya harga diri? Apa aku sangat
murahan di hadapanmu? Lalu apa bedanya denganmu? Kau berganti ganti wanita dan
kau menyebut itu keren! Lalu kau menyebut seorang wanita yang hanya tidur
denganmu itu sangat murahan? Dimana logikamu? “
Kyuhyun tercengang dan Ara melanjutkan kalimatnya.
“Baik, kau mau aku melakukan apa? Kau mau aku tidak menampakkan
diri di depanmu? Baik… akan kulakukan untukmu! Sebisa mungkin aku akan berlari
menjauh ketika kau muncul, dan saat aku makan, lalu melihatmu, aku akan pergi.
Saat aku berjalan dan melihatmu di depanku. Aku akan berpaling. Apapun Akan aku
lakukan untuk membuatmu tidak melihatku dihadapanmu.”
Ara memencet lift dan
turun seorang diri. Lalu Eun Hyuk menyusulnya turun..
“Mian hae..seharusnya aku membawamu naik lagi.” Ujar Eun Hyuk
menyesal dengan apa yang terjadi.
“ Gwaencanha… Apa aku boleh pulang sendiri? Aku ingin naik taxi
saja. Sepertinya melelahkan naik motormu dengan susasana hatiku yang kurang
baik"
“Jeongmal Gwaencanhayo?”
“Anni… mana mungkin aku baik baik saja. Aku lelah dan syok. Aku
naik taxi saja.”
“Baiklah, akan ku panggilkan taxi untukmu.”
*********
Tuhan, betapa terkejutnya aku melihat Kyuhyun mencelaku
habis habisan. Wajahnya yang dulu terbenam di wajahku. Sekarang sangat berbeda.
Menatapku seakan aku sangat menjijikan. Mencelaku seakan aku cacat tanpa
kesempurnaan namun semuanya bermula dari kesalah pahaman yang dia buat sendiri.
Tuhan, mulai saat ini cukup cintaku saja yang tidak
terbalaskan. Aku tidak mau luka yang lain lagi.

No comments:
Post a Comment