Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 8



Floor 26th


“Ara-Sshi…” Teriak Eun Hyuk dari Jauh.

“Hai Lee Hyuk Jae.Ada apa kau kemari?” Sapa Ara senang melihat teman barunya itu menghampirinya.

“Kau bahkan tidak menghubungiku setelah malam itu. Apa kau benar benar tidak tertarik padaku?” Eun Hyuk menggoda Ara.

“ bukankah kau Pria? Seharusnya kau yang lebih dulu menghubungiku” Ara balik menggoda Eun Hyuk.

“ Sudah bukan jamannya lagi Pria melakukan hal itu.”



“Jjinjja? Jadi aku yang harus menghubungimu?" Tanya Ara pura pura bodoh.

“Sekarang banyak sekali wanita yang tergila gila pada pria sampai menebar terror bahkan menguntit mereka. Kau juga boleh melakukannya padaku. Aku dengan senang hati menjadi pria itu.”

“Yaak Lee Hyuk Jae kau murahan sekali..” Ara terkekeh.

“Jangan panggil aku dengan nama itu. AKu benci mendengarnya..”

“ Bukannya lebih baik pakai nama itu, itu nama dari orang tuamu kan?, Eun Hyuk? Apa bagusnya nama itu?” Ejek Ara.

“Itu nama panggungku kau tau?”

“Molla…. Jadi, Ada apa kau kemari?” Tanya Ara.

“Mencari temanku.” Kata Eun Hyuk sambil mengedarkan pandangan ke segala arah.

Nugu?”

“Entahlah..” Kata Eun Hyuk sambil terus mengedarkan pandangannya.

“Kau mencari temanmu tapi kau tak tahu namanya..”

“Namanya sungguh sulit. Aku bahkan tidak bisa mengingat nama panjangnya.”

Nugu??” Ara Penasaran

“ Ara..” Jawab Eun Hyuk singkat lalu tawanya pecah. 

“Naega?” Ara masih heran dengan tingkah Namja ini. Gila…Sepertinya namja ini benar benar gila.

Eun Hyuk hanya tersenyum dan mengangguk. Ara mengarahkan telunjuknya ke kepala Eun Hyuk dan mendorongnya sedikit
 "Dasar bocah sinting. Kenapa kau mencariku?” Tanya Ara

“AKu harus mencari orang yang bisa kuajak berpartner denganku?”

“ Partner? Partner apa?”

“Aku mendapat tugas kuliah dan sepertinya aku harus meminta tolong padamu. “

“Tentang apa?” Tanya Ara penasaran.

“Aku dapat tugas, Menari tapi dengan diiringi music secara live di kelas. Aku tau kau orang musik dan aku sangat menaruh harapan ini padamu.” Wajah Eun Hyuk memelas. Rasanya Ara ingin melemparnya dengan gelas.

“Apa kau tidak punya teman musik yang lain selain aku?” Tanya Ara.

“Ada, tapi aku ingin kau yang melakukannya.” Jawab Eun Hyuk sambil wajahnya mengedar ke seluruh sudut pandangnya.

“Naega Wae?”

“Karena aku tau kau sangat berbakat dalam musik. Kau mau kan?”

“Ciih, kau saja belum melihatku bermusik, bisa bisanya kau bilang aku berbakat?”

“Aiish, kau banyak bertanya. Jawab saja, Iya atau tidak. Kuhitung sampai 3 kalau tidak ada jawaban berarti kau setuju membantuku. 123.”kata Eun Hyuk cepat.

Ara merasa kaku dan mau tertawa. Belum sempat Ara menjawab, Eun Hyuk sudah mengakhiri hitungannya. 

“ Kau licik sekali Lee Hyuk Jae. Kenapa kau menghitung sangat cepat. Kau bahkan tidak memberiku waktu berpikir. Aaah…kau benar benar ya…” protes Ara.

“Karena kau menjawab Iya, kau harus ikut denganku sekarang.”

“ Eodiga?”

“Apartemenku. Kita harus berdiskusi tentang ini.”

“Oenje?”

“Jigeum…”

“ Jigeum?  Shiro! kenapa harus diapartemenmu?”

“Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun yang membahayakanmu. Atau kau mau di kedai kopi yang kemarin?”

“Ne? Shiro yo…” jawab Ara tegas.

“Wae?” Eun Hyuk terkekeh  meledek Ara.

“ Ee…aku sedang tidak mau kopi.” JAwab Ara ketus.

“Bukan karena  kedai kopi itu milik Kyuhyun kan..” Goda Eun Hyuk

Annio..” Jawab Ara.

“ Dasar kau pembohong, Ayo naik.” Kata Eun Hyuk sambil memberikan helm pada Ara.

“Kemana kita?”

“ Apartemenku..Ayo cepat naik…” Eun Hyuk menarik Ara agar segera naik ke motornya.  Ara pun akhirnya membonceng  Eun Hyuk.

“Pegangan!!”

“Eo??”

Eun Hyuk melajukan sepeda motornya dengan kencang. Membuat rambut Ara menjadi sangat berantakan tertimpa angin.  Sampai di Apartemen. Mereka memasuki lift, Apartemen Eun Hyuk di lantai 28. Ara terlihat sangat gelisah. Terasa sangat nyata luka yang saat itu dialaminya. Melihat cho Kyuhyun bersama wanita lain di apartemennya dan dia mengusir Ara.  

“Ada apa denganmu?” Tanya Eun Hyuk membaca kegelisahan di wajah Ara

“Tidak ada apa apa..”

“ Tenang saja, peluang bertemu Kyuhyun sangat sedikit. Kau tidak akan bertemu dengannya. Entahlah, tapi aku rasa Kyuhyun sedang tidak ada disini.” Papar Eun Hyuk yang membuat Ara sedikit tenang.

“Bagaimana kau bisa tau aku mengkhawatirkan hal itu?”
"
Sangat jelas terlihat di dahimu, Kau khawatir bertemu Kyuhyun disini. “  Ucap Eun Hyuk sambil menunjuk dahi Ara.

“Yang benar saja…” Kata Ara manyun dan  mengelus ngelus dahinya.

Sepanjang hari itu Eun Hyuk dan Ara membahas tugas yang diberikan oleh dosen pada Eun Hyuk. Eun Hyuk hanya perlu menampilkan dance solo namun diiringi oleh satu alat musik saja. Dan Ara adalah seorang pianis yang handal.  

“Aku mau bekerja sama denganmu. Asal kau buktikan dulu kemampuan menarimu padaku?”

“Jigeum?”

“Ne, agar aku tau kalau bakat musikku tidak sia sia jika dipadukan dengan tarianmu.”
“Hash… Kau benar benar membuatku kesal ya. Baiklah… coba perhatikan ya! Jangan terpesona yaa” Kaata Eun Hyuk sambil menampilkan beberapa gerakan dance nya.

“Ciih, tidak akan!!!” Ara percaya diri mengatakannya.

Eun Hyuk menyetel sebuah lagu beat dan dia mulai menari.

“Bagaimana? ” Tanya Eun Hyuk

“Aigoo daebak. Kau sangat hebat Hyuk Jae!”

“Sekarang percaya padaku kan kalau aku dancing machine..”

“Ye, Kau benar benar keren Hyuk Jae, Aku siap menjadi pengiring tarian hebatmu” Kata Ara menggebu gebu.

“ Kalau begitu kita harus membuat kontrak! “ Kata Eun Hyuk

“Aaa tidak usah. Aku benar benar akan membantumu.”

“Wanita sepertimu itu mudah sekali berubah keputusannya. Aku tidak mau kehilanganmu ”

“Mwo?” Ara terperanjat.

“Aku tidak mau kehilanganmu sebagai pemain musikku, Ara-Shi”

“Hiish, kenapa orang korea selalu menggantungkan sebuah kalimat, menyebalkan.” Gerutu Ara.

Setelah menandatangi Kontrak, Eun Hyuk berencana mengantar Ara pulang.

Setelah masuk lift Eun Hyuk baru menyadari kalau dompetnya tertinggal di kamar.

“Aaish, aku meninggalkan dompetku, aku akan mengambilnya dulu..” Eun Hyuk lalu memencet angka 27 dan berhenti satu lantai tepat dibawah lantai apartemennya.

“ Kau tunggu di bawah ya…aku segera kembali.”

“ Ke bawah? Sendirian?” Ara mulai cemas.

“Tenang saja aku hanya sebentar..Kau tidak akan bertemu dengannya” Kata Eun Hyuk santai tapi berbisik.
Eun Hyuk keluar dari lift 1 dan menaiki lift 2.  Eun Hyuk naik kembali ke lantai kamarnya. Ara berdoa didalam lift agar lift tersebut tidak terbuka di lantai 26. Namun doanya tidak dikabulkan Tuhan. Tombol angka 26 menyala dan Ting…pintu lift terbuka. Muncul seorang pria yang saat ini benar benar sedang dihindari Ara. Cho Kyuhyun.

 “ Kau? “ Kyuhyun terkejut melihat siapa yang ada di dalam lift.

“Kyuhyun…” Ara tercekat, tidak bisa mengatakan apapun. Inilah yang ditakutkan Ara.

“Kau bahkan menguntitku sampai ke apartemenku.Jjinjja, Kau sudah gila ya?” Bentak Kyuhyun.

“ Tidak, Ini tidak seperti yang kau kira.” Ara menjelaskan dengan terbata setelah syok mendengar bentakan Kyuhyun.

“ Lalu? Aku melihatmu di kedai kopi ibuku, kau mengikutiku kekantin kampus, duduk bersama ku dan sekarang? Kau berada di lantai apartemenku. Kau benar benar menyukaiku? Hah?”

“Bukan seperti itu..”

“Murahan sekali kau?” Kyuhyun masih saja membentak Ara.

“Mwo..?” Ara sangat kaget mendengar pernyataan Kyuhyun. Ara memencet tombol agar lift segera tertutup. Tapi Kyuhyun menahannya. Menarik Ara keluar dari lift dan memakinya habis habisan. Ara segera memencet lift kedua namun Kyuhyun menariknya lebih jauh dari pintu lift.

“ Iya kau sangat murahan. Begitu mudah ku ajak bercinta dan sekarang mengikutiku kemanapun aku pergi. Kau benar benar parasit! Bahkan wanita wanita yang kukencani lebih punya harga diri daripada kau”

Ting….Lift 2 terbuka dan Eun Hyuk melihat seseorang yang dikenalnya, Ara dan Kyuhyun. Menyadari ada kesalahpahaman disitu Eun Hyuk langsung menjelaskan apa yang terjadi.

“Jadi sekarang Eun Hyuk?” Katanya pada Ara. “ Hei kenapa kau begitu murahan pada semua pria? Apa kau benar benar putus asa tidak mendapatkanku?” Kata Kyuhyun tetap saja tidak pernah mau mengalah.

“Jaga bicaramu brengsek!” Teriak Eun Hyuk pada Kyuhyun.

“Apa? Kau bahkan tidak lebih baik dariku, sialan.” Mereka saling meneriaki dan Eun Hyuk hampir saja meninju wajah tampan Kyuhyun.

“Hentikan, Jebal.. hentikan..” Ara untuk pertama kalinya berteriak.  Ara sekarang menghadap Kyuhyun dan mulai bicara.

“ Kyuhyun-sshi, apa kau benar benar tidak punya perasaan dengan mengataiku seperti itu? Apa aku begitu tidak punya harga diri? Apa aku sangat murahan di hadapanmu? Lalu apa bedanya denganmu? Kau berganti ganti wanita dan kau menyebut itu keren! Lalu kau menyebut seorang wanita yang hanya tidur denganmu itu sangat murahan? Dimana logikamu? “
Kyuhyun tercengang dan Ara melanjutkan kalimatnya.

“Baik, kau mau aku melakukan apa? Kau mau aku tidak menampakkan diri di depanmu? Baik… akan kulakukan untukmu! Sebisa mungkin aku akan berlari menjauh ketika kau muncul, dan saat aku makan, lalu melihatmu, aku akan pergi. Saat aku berjalan dan melihatmu di depanku. Aku akan berpaling. Apapun Akan aku lakukan untuk membuatmu tidak melihatku dihadapanmu.”

Ara memencet lift dan turun seorang diri. Lalu Eun Hyuk menyusulnya turun..

“Mian hae..seharusnya aku membawamu naik lagi.” Ujar Eun Hyuk menyesal dengan apa yang terjadi.

“ Gwaencanha… Apa aku boleh pulang sendiri? Aku ingin naik taxi saja. Sepertinya melelahkan naik motormu dengan susasana hatiku yang kurang baik"

Jeongmal Gwaencanhayo?”

“Anni… mana mungkin aku baik baik saja. Aku lelah dan syok. Aku naik taxi saja.”

“Baiklah, akan ku panggilkan taxi untukmu.”

*********
Tuhan, betapa terkejutnya  aku melihat Kyuhyun mencelaku habis habisan. Wajahnya yang dulu terbenam di wajahku. Sekarang sangat berbeda. Menatapku seakan aku sangat menjijikan. Mencelaku seakan aku cacat tanpa kesempurnaan namun semuanya bermula dari kesalah pahaman yang dia buat sendiri.
Tuhan, mulai saat ini  cukup cintaku saja yang tidak terbalaskan.  Aku tidak mau luka yang lain lagi.

No comments:

Post a Comment