Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 1



Anyeong Readers, 
Salam kenal, 
Ini adalah postingan fanfiction (FF)pertamaku. Sebenernya FF ini udah lamaa banget nangkring di laptop dan pernah dipublikasikan di Blogku sebelumnya. tapi karena ada masalah teknis jadi FF yang kupunya aku pindahin ke blog ini. 
Maklum sparkyu baru dan author newbie jadi masih banyak kekurangan di sana sini. Oh iya.. selamat menikmati berbagai macam typo yang beredar hehe... semoga kalian suka <3




Terlambat Adalah yang Terbaik


Author : Cho Anna

Genre : Drama, Romance

Category : NC 17

Cast :
 Cho Kyuhyun

Ara



Senin, 9 Januari 

Musim dingin di Korea masih akan terasa beberapa bulan lagi, Ara duduk di halte menunggu bus menuju kampusnya. Ini adalah genap empat bulan setelah kepindahan Ara ke Korea. Bus yang dia tunggu akhirnya tiba dan dia berjalan masuk menyusuri bus menuju tempat duduk paling belakang, tempat duduk favorit Ara. Karena posisinya lebih tinggi maka ia bisa memandang jalanan Seoul pagi menjelang siang itu.


“Ara-ya…!!” teriak seseorang dari belakang.
Suaranya tidak asing bagi Ara, dia menoleh dan ternyata teman kelas Musik Tradisional Ara 
“Hai Se Na…waa daebak, kali ini kau tidak terlambat
 “Hash, aku takut tidak bisa ikut kuis lagi karena terlambat…” ujarnya.
“Baguslah….” Kata Ara singkat. 
“Okay Class, Karena hari ini semua dosen  ada pertemuan. Kalian pelajari tentang semua jenis alat musik tradisional korea, lalu pilih satu untuk kalian mainkan saat ujian akhir semester nanti. Arraseo?” Kata Seorang dosen  yang baru muncul dari pintu.
Aegesseumnina, Kangsanim.” jawab semua mahasiswa serentak.



Dosenpun keluar kelas, seisi kelas mulai meributkan berbagai macam hal, selain banyak yang tidak memahami alat alat musik korea, mereka juga kebanyakan tidak tertarik pada alat musik tradisional.

“Ara…apa yang mau kau mainkan?” tanya salah satu sahabat Ara, Seo Jin.


 “Molla…. Aku sama sekali tidak tau alat musik tradisional korea.. aku hanya tau alat musik modern, lagipula kenapa harus ada mata kuliah music tradisional sih?”

“ Ini mata kuliah wajib sebagai mahasiswa musik Ara-Sshi..” Kata Seo Jin. 
Ara berasal dari  Indonesia. Dia bersekolah di Korea National University of Arts  Dia pindah ke luar negeri karena dia ingin sekali pergi jauh dari orang tuanya yang suka bertengkar dan dia sudah sangat muak selalu melihat mereka tiap hari beradu mulut dan terkadang saling menampar. Baginya belajar di luar Negeri mungkin akan mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan dan juga akan terjauhkan dari permasalahan orang tuanya. Lalu kenapa Korea Selatan. Yaa, karena dia sedikit  berharap akan menemukan pria seperti yang dilihatnya di drama, pria korea di dalam drama yang selalu berlaku baik dan paling memahami wanita. Tentu saja itu hanya ada dalam drama, tapi itu hanya alasan kecil saja. Alasan terbesar adalah menjauhkan diri dari orang tuanya. Bahkan dimanapun tempatnya, asal tidak dekat dengan orang tua yang suka bertengkar itu adalah hal yang lebih baik.

****

“Hei, ada Kyu di bawah.” kata segerombol teman teman wanita Ara di kelas, sambil melihat ke bawah anak tangga.
 “ Waah dia akan keatas…” kata SeNa. “Ini hari senin kan? Kelas Kyu kan disebelah kelas kita.” Katanya lagi.
“Hei lihat, Kyu menggandeng MinJi. Aaah yang benar saja. Masa wanita sekelas Minji yang menggandeng Kyuhyun.” Kata gadis di kelas Ara yang lain.

Kyuhyun adalah salah satu pria keren dari jumlah stok pria keren yang cukup bisa dihitung jari di kampus. Semua wanita di kampus mungkin akan tergila gila padanya, tidak terkecuali Ara. Ara bahkan bisa dikatakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Kyu adalah seorang anak dari keluarga yang sangat kaya raya, ayahnya adalah pemilik Firma hukum yang terkenal di Seoul dan Ibunya adalah pengusaha kedai kopi yang memiliki beberapa cabang di seluruh korea.



Pertemuan kali pertama Ara dengan Kyu adalah saat Ara masuk sebagai mahasiswa pindahan. Saat itu Ara sedang berkeliling kampus pada sore hari untuk melihat kelas. Dia mendengar ada seseorang yang bermain piano di dalam kelas Musik Post Modern. Saat Ara mengintip. Dia melihat ternyata Kyu yang sedang memainkannya. 

Ara terpesona oleh dentingan piano yang dimainkan Kyu, mendayu dan terdengar romantis, melelehkan perasaan siapa saja yang sedang mendengar dan melihatnya. Esoknya karena penasaran, ia bertanya kepada kenalan barunya saat Kyu berjalan ke kelasnya yang melewati kelas Ara. Ara baru menyadari, ternyata pria yang dia lihat sore kemarin adalah idola para wanita di kampusnya. Sangat mengagumkan.. pesonanya belum tertandingi.
Kyu sangat berbakat dalam memainkan segala jenis alat musik. Dia mampu bermain piano, gitar, drum, klarinet, bahkan biola dan yang menjadikan Kyu lebih sempurna adalah dia memiliki suara emas, suaranya sangat indah. Dia adalah pria yang mendekati sempurna. Tidak heran kalau benteng pertahanan hati Ara juga akhirnya tumbang pada pesona pria itu. Kesempurnaannya lah yang membuat dia sedikit lupa diri. Dia adalah Pria tampan yang sangat Playboy. Ciih menyebalkan. Tapi se playboy apapun Kyuhyun. Wanita wanita itu juga berderet agar mau bersanding dengan Kyuhyun.
“Apa apaan ini? Aku bahkan selalu mengutuk para fans fanatik wanita dalam drama korea yang sangat keterlaluan dalam memuja pria tampan seperti orang bodoh , tapi sekarang aku malah menjadi bagian dari mereka, aah aku pasti sudah gila… tapi Kyu memang sangat tampan” gumam Ara dalam hati.



*****


Ujian Akhir semester pertama  telah terlewati dan hari ini adalah awal masuk semester kedua. Ara berlari menuju halte bus, dia terlambat karena terlalu asik menikmati liburan yang sebenarnya telah usai. Dan benar saja… bus yang menuju kampusnya telah lewat 3 menit yang lalu. Dan dia akhirnya menunggu bus selanjutnya dengan hati kesal dan mengomel pada dirinya kenapa dia harus bangun kesiangan di hari pertama masuk kuliah.  Ara duduk lemas di halte bus, memandang sepatu kets pink miliknya. Sepuluh menit terlewati, akhirnya bus yang ditunggunya tiba.

*****

“Selamat pagi.. “ sapa Kangsanim saat masuk ke kelas Musik Modern. 

“Selamat Pagi….” Sambut semua mahasiswa.

"Seperti yang kalian ketahui, kita telah bertemu sebelumnya di semester pertama jadi saya tidak perlu memperkenalkan diri lagi kan?  Untuk mempersingkat, saya akan memberikan tugas perdana kepada kalian,  Silakan kalian membentuk kelompok. Satu kelompok terdiri dari dua orang, dan dalam hitungan ke 10 kalian sudah harus mendapatkan  partner kalian. Siap… hana…deul…set….net….da seot..yeo seot il goyeo deol a hop….yeol” dan seisi kelas ribut mencari partner yang sesuai dengannya.  Pada hitungan 10 semua mahasiswa telah mendapatkan pasangannya masing masing dan duduk saling berdekatan dengan pasangannya. 



Tok tok tok... Suara pintu depan kelas diketuk oleh seorang pria yang tidak mungkin semua wanita dapat mengabaikannya“ Selamat pagi, Maaf saya terlambat…”  kata Pria didepan pintu. Itu suara Kyuhyun, dan serentak  wanita wanita di kelas menjadi sangat histeris.




“Kyuhyun-sshi, apa ban mobilmu bocor lagi di jalan?” kata Miss In Hye menyindir.




“Tidak Miss, saya kesiangan…”




“Kesiangan karena mengantar seorang gadis lebih dulu?” sindir Miss In Hye lagi seakan ingin membuat para mahasiswa wanita di kelasnya patah hati.




"Aaah sial, Miss In Hye melihatku lagi" Gerutu  Kyuhyun, namun dia  tidak menjawab.


“Apa saya boleh masuk?” tanya Kyuhyun.



“ Karena Ini adalah pertemuan pertama. Jadi kamu saya maafkan, cari satu orang untuk menjadi pasanganmu Kyuhyun-sshi.”

Mendengar ucapan Miss In Hye,  para wanita terlihat sangat menyesal seharusnya mereka datang terlambat bersama Kyu agar bisa menjadi partner Kyu dalam tugas perdana kuliah ini. Beberapa wanita menawarkan diri untuk menjadi partner Kyuhyun namun kemudian Ara menyusul di depan pintu, tok tok tok tok…



Nugu ya…?” Tanya Miss In Hye.




“Saya Miss….” Ara menunduk masuk ke kelas




“Aah… Indonesian people and the culture….  Always Late!” Kata Miss  In Hye pada Ara dengan nada keras dan mengejek. Seperti sebuah tamparan bagi Ara ketika budaya buruk negaranya terbukti dengan tingkah lakunya. 




“Maafkan saya… saya tidak akan mengulanginya… “




“Duduklah, dan bergabunglah dengan Kyuhyun untuk tugas pertama kuliah kita…”




“Tugas pertama apa?” Ara bertanya bingung. Hatinya bahkan lebih kaget. “Kyuhyun? Siapa?  Kyuhyun?  Aku berpartner dengan Kyu? Apa ini mimpi?” Dia terkejut sampai sampai tidak bisa bernafas dengan baik, jantungnya berdegup kencang.

****
“Hei, Ara-sshi…” sapa Kyuhyun pada Ara



“Eo? Kau tau namaku…? ” tanya Ara Heran. Kyuhyun hanya mengangguk.




“Tidak banyak mahasiswa asing disini, jadi aku sedikit tau tentang nama nama mereka, termasuk namamu.  Aku Kyuhyun. Cho kyuhyun.. Mari bekerja sama dengan baik..” Kata Kyu sambil mengulurkan tangannya pada Ara. 




“Aaaa….Ne, Aku juga sudah tau namamu” Jawab Ara singkat dan membalas senyum Kyu padanya dengan senyuman yang sama, namun terlihat malu.. 




"Tentu saja, siapa yang tidak kenal Cho Kyuhyun. Berbanggalah kau sebagai wanita karena berpartner denganku..Ah iya, aku lupa. Aku melihatmu sedang menatapku di ruang music saat aku bermain piano dulu, benarkan? " Kyuhyun membalas dengan congkak sambil tersenyum .  Bingo… Ara yang ketahuan mengintip latihan Kyuhyun tersenyum kecut. Ara bingung apa yang harus dilakukannya. Kyuhyun hanya tersenyum padanya saja membuat dia lemas bahagia. Dia salah tingkah, dia bahkan bingung saat mengobrol dengan Kyuhyun. Tidak bisa dibayangkan Kyuhyun ada didepan matanya dan menjadi partner tugas pertamanya. ucap Ara dalam hati. Tertinggal bus pertama mungkin adalah keberuntungan untuk Ara.


"Terlambat masuk kelas adalah yang terbaik" teriak hati Ara, 



Setelah Miss In Hye menjelaskan tugasnya semua kelompok diminta untuk berdiskusi.




“Okay everybody…the time is over..lets prepare it for two weeks  and see you at Friday…”




“ Okaaaay Miiiiiiss…” JAwab mereka serempak.


Miss In Hye adalah dosen lulusan sekolah musik di Manhattan, New York dan kembali lagi ke Korea untuk mengajar. Sifatnya sangat keras, namun menjadi idola karena kecantikannya yang alami dan keahliannya bermain biola. Dia adalah pemain biola sebuah orkestra yang terkenal di Korea.

****

“Yaaak Ara-ya, semua wanita disini iri padamu…” Teriak Se na sambil mengalungkan tangannya ke pundak Ara.



“ Jadi kau juga?” Goda Ara pada Se Na.




“Ne, aku juga, tapi karena kau temanku..aku senaaaang, kau bisa mengenalkan dia padaku nanti. Kau tau kan aku sangat menyukai Kyuhyun? ”




“Aa….kau temanku? jadi karena itu kau senang,hah?” Ara mengerutkan dahinya dan berbicara dengan logat mengejek SeNa. 




“Kau tidak mau? Aish, persahabatan macam apa ini.dangkal sekali...” kata Se Na meninggalkan Ara di gerbang kampus melihat supirnya telah menjemput. Dan Ara hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.

Semua wanita di kelas musik modern C memandangi Ara. Seakan tidak percaya Ara yang akan seberuntung itu mendapatkan Kyu, sebagai partner tugas ini.



Di Gerbang, mobil Kyu melintas dan berhenti di sampng Ara. “Ara, kapan kita akan mengerjakan tugas kita..”




“Bukankah kita tidak perlu terburu buru?.”Ucap Ara pura pura tidak tertarik membahas tugasnya. Yaah benar, Wanita. mencoba menutup perasaannya dengan rapi di depan pria yang disukainya.


“Kau benar juga, aku ahli bermain semua alat musik,  suaraku juga bagus. Itu sudah menjadi cukup modal untuk kita. Jadi tidak akan memakan banyak waktu..” Kata Kyuhyun memperlihatkan evil smirk nya. Ara hanya tersenyum pada Kyuhyun dan Kyuhyun  melajukan mobilnya meninggalkan Ara. Sepanjang perjalanan pulang Ara terlihat sangat bahagia. Dia duduk di kursi belakang bus, mendengarkan musik dari handphonenya  dan memandang jalanan  kota Seoul yang dingin dan cerah. Dia ingin segera menuliskan kejadian hari ini dalam buku obrolannya denganTuhan. 
****

Dear God, 



Ungkapan apa yang melebihi kata bahagia? aku ingin menggunakannya hari ini juga. Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun menjadi partner tugas pertamaku semester ini. Ya Tuhan.. Rasanya seperti Kejatuhan Ramen paling enak di Korea, aah bukan bukan,,, rasanya seperti melebihi kata bahagia tadi. Bahkan dia sudah mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkan diri. Kau tau Tuhan? tatapannya meneduhkan dan hangat... Bagaimana bisa  kau menciptakan pria semacam dia hanya satu buah.  Ya Tuhan. Kau tau kan  banyak sekali yang berebut menginginkannya?

No comments:

Post a Comment