Saturday, April 11, 2015

AT CLOSE 18 (END)




Sampai Akhir


Kyuhyun memacu mobilnya sangat kencang untuk segera sampai di Lotte. Setelah sampai di Lotte dia langsung menuju Ballroom. Acara akan segera di mulai. Kyuhyun masuk ke acara sebagai tamu dan mengatakan kalau dia diundang dalam acara tersebut. Karena petugas pintu depan adalah pegawai kampusnya maka dia mengenal Kyuhyun dan mempersilakannya masuk.
Semua narasumber telah berada di depan termasuk Ara. Dan dia melihat Miss InHye sedang berjalan menuju ke panggung juga.



“Wanita itu Ara? Akhirnya aku menemukanmu.. Jeongmal, tapi Ara dan Miss In Hye? Satu panggung bersama?” Kyuhyun bertanya tanya dihatinya.
Kyuhyun duduk diantara mahasiswa mahasiswa yang sedang mengikuti seminar. Dan perhatian malah lebih mengarah pada Kyuhyun daripada semua narasumber di depan. Ada yang meminta foto bersama dan ada yang meminta tanda tangan. Membuat acara semakin gaduh. Menyadari ada yang tidak beres di kursi peserta Miss In Hye mengecek dan melihat Kyuhyun sedang duduk dikerubuti seluruh mahasiswa wanita.

“Cho Kyuhyun, ikut denganku.” Kata Miss In Hye dan segera perrgi ke ruang tunggu.
Kyuhyun menuruti perkataan mantan gurunya itu dan mengikutinya dari belakang.

Annyeong haseo Kangsanim, maaf seharusnya aku memberi salam dulu padamu sebelum duduk di sana.”

“Kau datang atas kemauan sendiri? Atau kau juga sedang mencari beasiswa?”

“Saya mencari seseorang disini” Kata Kyuhyun.

“ Kau sudah menemukannya?Bawa dia keluar atau seminarku berantakan gara gara kedatanganmu.”

“Yang kucari sedang duduk di panggung depan, Kangsanim.”

“ Mwo? Kau mencari…”

“ Ara…aku mencari Ara.”

“Kau kesini mencari Ara? Tidak bisakah kau tunggu kita selesai seminar dan pergilah bersamanya! Kalian berdua selalu, aaash”

“ Ara mungkin tidak mau bertemu denganku kalau begitu caranya. AKu ingin menunggu dia selesai acara ini Miss.Otte?”

“Baiklah, lagipula aku tidak akan mengusir tamu. Tapi kau akan menjadi perhatian semua mahasiswi disini.  Apa kau mau menunggu Ara disini? Atau Aa…lebih baik kau ikut naik saja di panggung dan nanti beri hiburan pada kami satu lagu. Seminarku akan sangat meriah dengan mystery guest seorang Cho Kyuhyun kan? Pasti semua mahasiswaku senang. Bagaimana?”

“Aah sekarang aku penyanyi terkenal, membuatku menyanyi didepan orang banyak tidak gratis miss..”

“Jeongmal, kau mau meminta bayaran padaku? Jjinjja!”

“ Ne, berikan mahasiswamu yang kurang ajar ini satu kursi di samping Ara.”

“Kau ini benar benar minta dipukul ya… hish,Ayo cepat naik bersamaku.”

“Cheoseohamnida, Kangsanim….” Kata Kyuhyun sambil membungkuk. 

Kyuhyun naik panggung dan mmembuat seminar seketika gaduh. Miss In Hye mengambil alih perhatian mereka sebentar.

“Tolong tenang sebentar, disini kita kedatangan penyanyi terkenal di Korea. Cho Kyuhyun dan dia juga nanti akan berbagi kerja kerasnya menjadi seorang penyanyi kepada kita. Tapi saya harap kalian tenang dan tetap ditempat sampai  acara berakhir.”
Setelah Kyuhyun memberi salam kepada seluruh peserta seminar, dia duduk disaamping Ara.
Ara terperanjat melihat siapa yang tiba tiba datang. Pria itu… pria yang dulu dicintainya. Dia sekarang disebelahnya, pria yang membawa hari hari Ara dengan kesakitan di hidupnya.

Kyuhyun mulai membisikkan sesuatu padanya.

“Tidak usah terkejut begitu, mari bicara setelah seminar selesai. “ Kata Kyuhyun pada Ara..Perasaan apa ini, bahagia sekali Kyuhyun menemukan Ara dan dia kini disampingnya.

*************

Ara berjalan di sekitaran hotel bersama Miss In Hye. Tiba tiba datang Kyuhyun setelah lolos dari kejaran fans fansnya saat seminar telah berakhir

“Aah, kau disini rupanya.” Ucap Kyuhyun menemukan mereka berdua.

“ Ini dia namja yang hampir merusak seminarku. Tapi terimakasih Kyuhyun, kau telah menghibur semua mahasiswaku. Mereka sangat terkejut kalau sebenarnya kau adalah sunbae mereka. “

“ Itu bukan masalah bagiku, asal kau mendatangkan Ara untukku.”

“Aah, Ara dia tadi yang membuat keributan di seminar .Dan setelah kutanya.  Katanya dia datang karena ingin sekali menemuimu..” Jelas Miss In Hye.

“Ne?”

“ Pergi lah bersama Kyuhyun sebelum penerbanganmu.”

“Ne…” Jawab Ara

“Penerbangan?” Tanya Kyuhyun “Kau langsung ke New York hari ini juga?”

Anni, aku mau pulang ke Indonesia sebentar, aku tidak mau lama lama di Korea”

Kyuhyun dan Ara berjalan berdua disepanjang sungai Han dekat tempatnya menginap. Saling terdiam dan terus berjalan. Tentu saja setelah tiga tahun tidak bertemu pasti ada rasa canggung diantara mereka. Apalagi mereka berpisah dengan keadaan yang tidak baik. Kyuhyun sangat merindukan Ara tentu saja. Ingin sekali rasanya Kyuhyun memeluk wanita itu. Tapi bagaimana perasaan Ara sekarang pada Kyuhyun?

“Apa kabarmu?” Akhirnya Ara membuka pembicaraan tanpa menatap dan masih terus berjalan.

“Lebih baik setelah melihatmu disini..Kau sendiri?” Kata Kyuhyun sambil menengok sedikit pada Ara. 

“Yaa…seperti yang kau lihat sekarang.” Jawab Ara

“Jadi kau selama ini di Amerika?”

“Iya, aku sekolah musik di sana..”

Pembicaraan mereka terhenti tapi mereka masih terus berjalan. Suasananya masih canggung dan belum terlihat akan mencair. Angin yang menerpa keduanya menghadirkan sebuah kedamaian di Seoul sore itu. Handphone Ara berbunyi dan Ara segera menjawab teleponnya.

“Hallo, Ara-ya..dimana kau?”

“Eo? SeNa ah, aku di luar sebentar. Ada apa?”

“Aku dihotel, tapi kata receptionist kau belum kembali dari seminar.” Kata SeNa.

Kesal karena pertemuan dengan Ara terganggu akhirnya Kyuhyun merebut handphone Ara dan berbicara dengan SeNa.

“Yeobseo  SeNa-ya, aku Kyuhyun. Kami sedang bertemu jadi jangan mengganggu kami. Eoh?”
Tluut… HandphoNe Ara dimatikan segera oleh Kyuhyun.

“Yaaak, apa yang kau lakukan?” Tanya Ara sebal.

“Kita kan sedang bicara, aku tidak suka ada yang mengganggu. Kau bisa bertemu dengan SeNa nanti kalau kita sudah selesai bicara.”

“Ciih, kau selalu saja memaksa.. tidak berubah.”

“Kau masih ingat?” Senyum mengembang di wajah Kyuhyun. Paling tidak ada yang masih diingat Ara tentangnya. Tidak masalah bila yang diingatnya adalah seorang pemaksa ulung.

“Siapa yang tidak mengingat seseorang yang selalu menyebalkan di masa laluku?”

“Masa lalu? Jadi aku hanya sebatas masa lalu buatmu?” Kyuhyun berubah serius setelah kata kata Ara barusan.
Ara dan Kyuhyun kembali ko Lotte. Setelah mengantar Ara sampai lobby, Kyuhyun mengucapkan salam perpisahan dan Ara membalasnya dengan senyum palsunya lagi. Perasaan apa ini? Rasa sedih menjejali dadanya. Ara kembali ke kamarnya dan Kyuhyun masih memandang punggung indah Ara. 

" Jangan sakit, jangan terluka, jangan bertemu pria brengsek sepertiku, makanlah dengan baik, bermusiklah dengan baik, dan kembalilah... aku mohon kembalilah padaku." Kata Kyuhyun lirih pada Ara yang bergerak menjauh. 


*******
Di perjalanannya menuju Bandara, Ara hanya diam menatap jalanan Seoul. Ara yang melihatnya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Dia pasti memikirkan Kyuhyun.

___

Sore tadi..
“ Ee… Bagaimana rasanya menjadi penyanyi terkenal? Pasti banyak wanita yang mengejarmu?” Ara mengubah Arah pembicaraan

“Yaaah, kalau itu tidak berubah. Sejak kapan kau di korea?”

“Kemarin pagi aku sampai Korea.”

“Kenapa tidak mengabariku? Kau bahkan mengabari SeNa.”

“ Aku tidak mengabari, Dia datang bersama Miss In Hye menjemputku di Bandara.”

“Aku di hotel yang sama denganmu semalam, aku juga bertemu SeNa disana. Kenapa kau tidak mau bertemu denganku?”

“Apa harus ku jelaskan lagi alasannya?”

“ Mianhanda Ara-ya , jeongmal mianhanda….  Aku sebenarnya ingin menjelaskan semua padamu saat kejadian itu.”

“Kyuhyun-ah, kau tidak perlu menjelaskan apapun. Karena aku sudah melupakan apapun yang kau lakukan padaku.”

“Jeongmal?”

“Ne…”

“Aku juga ingin mengatakan satu hal lagi..”

“Mwo?”

“ Setelah kau pergi, aku sangat kehilanganmu. Aku juga menyesal telah membuatmu pergi.”

“ Kau tahu kan waktu tidak bisa diputar kembali? Untuk apa membahas hal ini lagi. Aku bahkan sudah mati matian melupakannya.” Senyuman miris Ara jelas terlihat.

“Apa kau juga memaafkanku?”


“Ne.. untuk apa memendam dendam padamu? Aku hidup dengan baik mulai saat itu.” Kebohongan Ara yang pertama. Apa? hidup dengan baik? Bahkan satu bulan pertama di Amerika adalah hari terberat Ara. Tidak bisa makan dengan baik, tidur gelisah, teringat Kyuhyun menangis. Dan setelah masa masa rapuhnya itu dia berusaha bangkit dan menjadi seorang pekerja keras. Berlatih piano, berlatih biola, harpa dan alat musik apapun untuk melupakan kesedihan kesedihan itu. Iya, latihan untuk pelarian. Semacam berpura pura sibuk dengan semua alat musiknya. Kebohongan yang sempurna. 

“Lalu, apa kita emm... apa kita bisa bersama lagi?” Tanya Kyuhyun dengan separuh keberaniannya dan separuh keraguannya.  

“ Ne?” Ara tercengang dengan apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun.

“Bisakah kita kembali bersama lagi?”

“ Aku tidak yakin." Kata Ara. 

"Kenapa? Bukankah kau sudah memaafkanku?"

" memaafkanmu atas kejadian itu mungkin iya. Tapi untuk kembali lagi mungkin tidak.”

“ Kenapa? Apa perasaan itu sudah hilang.”

“ Ya… sudah hilang.” Kabohongan nomer dua. Hilang? Lalu kenapa sakitnya masih terasa? 

“Benarkah?”

“Ne….aku sudah mati matian melupakannya.” Kebohongan nomer tiga. aah tidak, ini memang dilakukan Ara. tapi hasilnya Nihil. Hidupnya sepertinya terlihat baik baik saja tapi hatinya?

“Tapi bisakah?”

“Kyuhyun, maaf… aku ingin kembali ke kamarku. Penerbanganku jam tujuh, malam ini. Aku tidak boleh terlambat.”

“Mau kuantar kau ke Bandara?”

“Tidak usah, SeNa akan mengantarku.”

___


“Ara, bagaimana pertemuanmu dengan Kyuhyun?” Tanya SeNa di perjalanan ke Bandara Incheon.

“ Ha? Tidak bagaimana bagaimana.”

“Bagaimana perasaanmu bertemu dia?”

“Tidak bagaimana bagaimana, memangnya aku harus merasakan apa?”

“Dia memintamu kembali kan?”

“Iya..”

“Lalu apa jawabanmu?”

“Menurutmu aku akan jawab apa dengan kondisi hatiku seperti ini?”

“Kau menolaknya?”

“ Ne…”

“Kenapa?”

“Tidak ada alasan menerimanya lagi.”

“Kau masih mencintainya kan?”

“ Entahlah, Lagipula apa pedulinya perasaanku? aku hanya tidak mau memberikan hatiku hanya untuk dipermainkan”

“ Siapa bilang dia akan mempermainkanmu?”

“ Yaak Se Na -ya, kau membela Kyuhyun sekarang?”

“ Aku tidak membela siapapun. Aku menghargai Kyuhyun yang berusaha jujur tapi aku malah dongkol melihat kebohonganmu itu. Kalau mencintai kenapa harus kau hindari?”

“ Aku tidak ingin terluka lagi bersamanya.”

“Kau bahkan belum memberinya kesempatan berubah ?”


“Aku pikir tidak ada gunanya…”

“Lalu apa yang berguna? Kebohonganmu? Kemunafikanmu itu?”

“Se Na -ya jebal..”

“Baiklah baiklah, aku diam saja mulai sekarang.”

“ Kenapa tidak kau lakukan sejak tadi?” Ara sebal

SeNa mengantar Ara masuk ke dalam bandara. Sampai akhirnya mereka berpelukan sangat lama.


“Ara, aku pasti merindukanmu..”

“Aku juga SeNa…”

“Oiya, berikan alamatmu di Amerika. Suatu saat aku ingin ke New York mengunjungimu.”

Setelah menulisnya di selembar kertas Ara memberikan kertasnya kepada SeNa. Ara pun kembali berpelukan sebelum Ara masuk ke ruang Check In.

Perasaan Kyuhyun sangat lega  karena telah mengungkapkan penyesalannya dan keinginannya untuk menjalin hubungan lagi dengan Ara,  Namun penolakan selalu menimbulkan rasa sakit. Melihat perempuan yang dicintainya tidak lagi memberikan kesempatan padanya untuk saling bersama. Tiga tahun menyendiri dan mencari keberadaan Ara seolah menjadi akhir dari segalanya. Kyuhyun sempat tidak manggung beberapa hari karena kesedihan itu, Kyuhyun hanya mabuk di rumahnya dan tidak ingin bekerja sampai akhirnya SeNa datang padanya.

**************

Satu bulan berlalu, Ara masih saja teringat kunjungannya ke Korea. Membuat hari harinya sekarang menjadi makin berat lagi. Kenapa dia harus bertemu Kyuhyun dan membuka luka lama itu. Kenapa Kyuhyun harus mengungkapkan perasaannya lagi? Dan kenapa dia menolaknya dengan mantap? Perasaan cintanya pada Kyuhyun memang  masih ada dan terjaga dengan baik di hatinya. Tapi otaknya selalu membuat pengingkaran itu. Dia harus berpikiran logis menyangkut soal cinta lagi. Tidak lagi menggunakan perasaan dan hati sepenuhnya . Itu lah yang dilakukannya pada Kyuhyun sore itu di Korea.

            Ara berjalan dari halte bus menuju rumah sewanya di Manhattan dengan langkah yang lemas karena seharian ini latihan untuk pertunjukan musik di kampusnya. Dari kejauhan, Dia melihat ada seorang laki laki berwajah ketimuran sedang berdiri di depan rumah sewanya. Wajah itu tidak berubah seperti dulu. Meneduhkan.. dan membuat wanita ingin segera menghampirinya.
Dari jauh setelah melihat Ara mendekatinya Dia tersenyum. Betapa Kagetnya Ara mengetahui siapa yang berada didepan rumah sewanya. Iya… Cho Kyuhyun. Mengapa dia disana?”

“Kenapa kau lama sekali? aku sudah lelah kepanasan disini”

“Kyuhyun-ah ? apa yang kau lakukan disini?”

“Menyusulmu…Aku sudah disini seharian ini kau tau”

“Mwo? Untuk apa?”

“Benar benar kau ini,  kalau kau menyita hatiku. Harusnya aku juga menyita hatimu. Seenaknya saja pergi dari Korea merampas perasaanku.” Kata Namja tampan itu dengan muka serius namun menahan tawa.

Ara masih sangat terkejut dengan kedatangan Kyuhyun di New York.

“Tapi..”

“Ara-ya, apa kau akan tetap menolakku walaupun aku sudah menyusulmu kemari?”

“Ne?”

“ Apa kau tetap akan menolakku setelah aku kemari?”

“Entahlah…”

Kyuhyun menyodorkan sebuket bunga yang sudah dia bawa ditangan kanannya.

“ Terimalah dan kumohon jangan menolakku lagi..”
Perasaan Ara kacau, bagaimana bisa Kyuhyun berada disini hanya ingin membuat Ara menerima kembali perasaannya.

“Tapi Kyuhyun….”

“Kau benar benar akan menolakku lagi? Aaah aku bisa gila detik ini juga kalau kau menolakku.”

“ Aku tidak menyangka kau ada disini.”

“Bagaimana Ara? Apa kau menerimaku lagi? Jebal… aku ingin memperbaiki semuanya dan kita memulai lagi dari awal. Bisakan?”Kyuhyun membuat lututnya menyentuh tanah dihadapan Ara.

“Kyuhyun-ah  apa yang kau lakukan? Bangunlah… berdiri. Kau dilihat banyak orang yang lewat sini.”

“Aku tidak peduli..yang penting kau menerimaku. Aku tidak bisa tidur dengan baik selama kau pergi, aku tidak bisa jatuh cinta lagi setelah kau pergi, aku tidak bisa lagi melihat wanita lain selain melihatmu, aku gila setiap malam mencarimu, aku bahkan membenci diriku sendiri yang menyebabkan kau pergi, jebal..  kembali padaku” Air mata Kyuhyun menetes tanpa disadarinya,  menunjukkan sebuah keseriusan tentang apa yang sedang diucapkannya. Ara pun tanpa berpikir lagi langsung menerima Kyuhyun kembali. Kepercayaan itu mulai timbul kembali. Harapan untuk mendampingi Kyuhyun datang lagi. 

Kyuhyun memberikan Bunga itu pada Ara dan Ara menerima bunga dengan senyuman bahagia. Tapi Kyuhyun belum bangkit, Kyuhyun merogoh kantung blazernya dan mengeluarkan sebuah cincin dari jasnya itu.

“Aku juga sangat ingin membuat hubungan kita menjadi hubungan yang serius. Aku akan melamarmu segera di depan orang tuamu. Tapi aku ingin sekali kau menerima lamaranku terlebih dahulu. Kau mau kan?”
Ara tidak bisa berkata apa apa. Air matanya perlahan jatuh dari tempatnya bernaung. Lalu mengangguk tanda setuju tanpa penolakan. Setelah memakaikan cincin itu di jari manis Ara. Kyuhyun berdiri dan memeluk Ara.

“Aku berjanji padamu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. ”

“ Benarkah?” Tanya Ara

Kyuhyun melepas pelukannya dan kesal. “Kau tidak mempercayaiku lagi,, Aah aku sedih?”

“Entahlaah… aku hanya takut kau membuatku pergi lagi.” Kata Ara dan Kyuhyun memeluk Ara kembali. 

“Tidak akan pernah lagi. Percayalah… Kau yang selama ini aku butuhkan disampingku.”

****

Ara berjalan bersama Kyuhyun sore itu di sebuah taman di pinggir kota Manhattan.

"Kapan kau kemari?"

" Kemarin aku sampai di sini"

"Mau apa kau kemari?" Tanya Ara.

"Ada konser di sini." Jawab Kyuhyun santai melihat langit diatasnya yang cerah.

"Aaa...benar dugaanku. Ku pikir kau benar benar hanya menemuiku." Ara agak sedikit kecewa.

"Kau kecewa ya? mau mengembalikan bunganya? atau cincinnya? " Goda Kyuhyun

"Tidak, kapan kau konser?" Ini kebohongan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Ara.

"Entahlah, menunggu agensiku menandatangani kontrak dengan promotor di sini." Jawab Kyuhyun sambil tertawa.

"Mwo? Kau benar benar ada konser tidak?" Ara tersenyum. menandakan Kyuhyun sama sekali tidak akan melakukan pekerjaan di sini.


"Apa aku boleh konser di depanmu?" Goda Kyuhyun lagi.


" Anni.. lagumu menyakitkan.”

“Ooo…. Akan ku buatkan lagu yang indah untukmu. Tapi nanti kau yang memainkan pianonya. Otte?”

“Shiro yo, Aku ingin kau membuat satu album yang isinya semua tentangku.”

“Aku sudah melakukannya… “

“ Jinjja yo?”

“Album keduaku, inspirasiku adalah kau.”

“Haash, semuanya menyakitkan.”

Ara tersenyum dan Kyuhyun menggandeng tangannya menikmati senja. Segera setelahnya, mereka berencana pergi ke Indonesia untuk melamar Ara.



No comments:

Post a Comment