Saturday, November 7, 2015

Triangle 1



Dia mengetuk hatiku tanpa sengaja dan tanpa pernah ada maksud darinya ingin masuk ke dalam hatiku. Aku tahu betul karena itu bukanlah haknya untuk masuk ke dalam hidupku. Tapi aku benar benar tidak mampu menguasai akal sehatku. Aku benar benar jatuh cinta padanya dengan cara yang sangat berbeda. Tidak ada bunga ataupun kata kata romantis. Dia, adalah pria tukang omel. Pekerjaannya hanya  mengomel padaku setiap hari, dia seorang pengeluh, mengeluhkan  waktunya yang terbuang jika bertemu denganku dan dia selalu membuat diriku terlihat bodoh di hadapannya.
“Aku benar benar benci jika Dong Hae menyuruhku kemari menemanimu makan, kau kan bukan anak kecil  yang semua kegiatanmu harus ku temani.”
“Yak, Hyuk Jae-ya, kalau kau tidak mau yasudah kau pergi saja. Lagipula siapa yang menginginkanmu berada di sini.” Jawabku. 
“Kalau bukan karena Dong Hae juga aku tidak akan disini. Tiap kali hanya menemani makan menemani berbelanja menemani menonton film. Tapi kau tidak mau ditemani saat kau mandi.”
“Yak, dasar otak mesum!” Emosiku selalu tersulut jika berurusan dengan pria itu.
Tapi dia tidak pernah beranjak pergi meninggalkanku, bahkan dia tidak akan pergi jika kuusir berkali kali,  dia hanya mengomel sampai makananku habis dan mengantarku pulang setelahnya.
“Makanlah, lalu kuantar kau pulang. Haaish, merepotkan sekali orang sepertimu ini.” Dia selalu mengeluhkan tingkahku padanya, mengataiku dan menyebut diriku orang yang selalu merepotkan orang lain.

Aku tidak mengerti dengan yang terjadi, tapi aku malah mulai menyukainya. Menunggu kedatangannya dan merindukan omelan omelan tidak pentingnya. Aku benar benar merasa otakku sedikit bergeser dari tempatnya atau hatiku yang sudah mulai buta.
Kau tidak bisa melakukan ini Hye Rin-ah!!

Kali ini aku yang mengomel pada diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada pria seperti Eun Hyuk. Dia orang yang seenaknya, otaknya penuh pikiran pikiran kotor dan wajahnya yang selalu membuat mimik mimik yang aneh. Tapi satu hal yang pasti, dia selalu ada untukku apapun yang terjadi, dia menjagaku, dan dia adalah seseorang yang tidak akan membiarkanku kesepian.
“Bagaimana jika aku menyukaimu?” Suatu saat kata kata itu pernah muncul diantara makan malam kami. Eun Hyuk menatapku intens, dan menghentikan aktifitas di dalam mulutnya.
Aku terkejut dan juga ikut menghentikan aktifitas di dalam mulutku. Dadaku berdebar dengan pernyataannya dan tanganku gemetar, keringat dingin mengalir dari dahiku. Dia masih menatapku, tanpa jeda.
“bagaimana kalau kita berkencan?” Tatapan serius itu masih saja melekat di wajah innocentnya yang kali ini tanpa mimik menyebalkan. Tapi sedetik kemudian tawanya meledak, meluluhkan suasana dingin yang sempat tercipta beberapa menit yang bagiku terasa sangat lama.
“Haha, kenapa wajahmu sangat serius?” Dia kembali tertawa dan melanjutkan makannya. “Aku hanya khawatir kau akan mengiyakan pertanyaanku,jadi kusudahi saja.” Lanjut EunHyuk.
“ Bisa tidak kau tidak usah bercanda?” Aku benar benar merasa dibodohi dengan pertanyaan pertanyaan itu. Bagaimana jika nafasku berhenti mendengar pernyataan itu?
Sepulang dari makan bersamanya, perasaanku semakin tidak terbendung.  Air mataku mengalir menyadari apa yang terjadi pada hatiku. Aku mungkin tidak akan terlalu bersalah jika bukan EunHyuk yang ku sukai dan aku mungkin bisa dengan mudah mengabaikan pria itu jika dia bukan Eunhyuk.
Tapi pria ini adalah EunHyuk. Seseorang yang tidak boleh ku cintai.
Wanita macam apa yang memiliki kekasih tetapi malah mencintai sahabat kekasihnya?

“DongHae-ya, mengapa aku seperti ini? Apa yang sedang kulakukan padamu?”



*reblog from my tumblr*

No comments:

Post a Comment