Tuesday, November 10, 2015

Emily (part 7)




Hari hari berlalu dengan cepat, udara musim gugur yang dingin, berubah semakin dingin.  Emily mengeratkan mantel hangat yang menempel di tubuhnya. Berjalan di pedestrian yang ramai bersama pejalan kaki yang lain. Boot hitam tinggi yang dibelinya kemarin mempercantik kaki jenjangnya. Wajahnya yang seputih susu itu merona merah, pucuk hidungnya juga memerah, dan hal yang paling menyenangkan dari udara dingin adalah asap yang keluar dari mulutnya. Tidak ada yang lebih menarik dari memonyongkan bibirnya dan mengeluarkan kabut kabut asap dari dalam mulutnya . Dan lagi lagi ini adalah permainan menggelikan dari manusia tropis seperti Emily.
“Waaaw, winter almost come!”
******
Rapat dewan direksi untuk pengangkatan CEO baru Cho Confession (CC) Entertainment sedang dilakukan. Seorang pewaris perusahaan kelas atas seperti Cho Kyuhyun tidak bisa berkabung terlalu lama. Bahkan setelah pemakaman ayahnya, dia harus segera ke Swiss menemui relasi kerja yang seharusnya ditemui oleh ayahnya saat itu.
Sepertinya, rapat tidak berjalan dengan baik, karena keputusan dewan direksi berlangsung stuck,hasil voting menunjukkan 50 % anggota direksi menginginkan Cho Kyuhyun menggantikan posisi ayahnya, namun 50% yang lain menolaknya. Alasannya beragam, dan kebanyakan dari mereka mengandalkan rumor rumor yang beredar tentang Cho Kyuhyun. Seorang anak CEO berandalan dan tidak pernah belajar tentang perusahaannya tentu saja tidak akan sanggup memimpin perusahaan sekelas CC Entertainment, walaupun dia adalah generasi ke tiga pendiri perusahaan tersebut.
“ Saya mengerti keresahan semua orang sibuk disini tentang kelangsungan perusahaan, tapi dengan segala kerendahan hati, saya akan berusaha untuk mempertahankan perusahaan tetap menjadi yang terbesar di Korea Selatan. Saya tahu musibah meninggalnya ayah saya adalah hal yang berada di luar kendali saya, dan menjadi anak dari  CEO perusahaan juga di luar kendali saya, tapi sebagai orang yang akan memimpin perusahaan ini saya akan membuatnya lebih dari yang ayah saya bisa lakukan.”
“Kami sangat menyukai semangat anda, tapi bagaimana anda akan mewujudkannya?”
“Kenaikan harga saham yang signifikan hingga 15% selama 6 bulan.”Kata Cho Kyuhyun percaya diri.
“6 bulan? Bukankah Itu terlalu lama?”
“ 5 bulan?” Tanya Kyuhyun.
“Bagaimana jika 10% selama 3 bulan?”

“ Apa anda tidak keterlaluan tuan Park Jeon Soo.” Salah satu dewan direksi dari kubu Cho Kyuhyun menanggapi tawaran kubu yang menolak Cho Kyuhyun sebagai CEO.
“Baiklah, 10% dalam 3 bulan.” Kata Cho Kyuhyun, ia bahkan menyetujuinya tanpa berpikir.
“Tuan, ini tidak semudah yang anda bayangkan. Bahkan ayah anda belum pernah melakukannya.”
“Benarkah? Kita harus membuktikannya kalau begitu.” Cho Kyuhyun berdiri dengan gagah penuh percaya diri.
<Cho Kyuhyun pov>
Aku benar benar tanpa bayangan ketika menyetujui 10% dalam tiga bulan. Aku pikir 10% itu  angka yang mudah untuk diraih, tapi Ketua Shin, tangan kanan ayahku mengatakan padaku aku sedang menggali lubang kuburku sendiri.  
Begitulah dunia bisnis, bahkan ketika sekumpulan orang berada di satu atap perusahaan yang sama, mereka juga akan saling menjatuhkan. Itu adalah alasan mengapa aku tidak pernah menyukai perusahaan ayahku. Hidup bersama orang orang yang tidak bisa dipercaya karena mereka semua berusaha saling menjatuhkan. Menjilat yang berkuasa dan meremehkan yang bukan apa apa.
Duduk di kursi hitam dengan sandaran yang menjulang tinggi dan kaki kakinya yang berputar inipun rasanya membosankan. Sendirian di ruang sebesar ini, tanpa bertatap muka dengan siapapun. Didatangi hanya untuk dimintai tanda tangan. Selebihnya aku tidak akan punya teman di kantor.
Pegawai kan bisa jadi temanmu.
Benarkah? Tidak mungkin, dia akan bersikap sopan di depanku tapi mengomel di belakangku. Mereka akan canggung jika aku satu meja makan dengan mereka dan akan membuat segala sesuatu itu terlihat baik, yaah orang orang faking good yang berada diantaraku, yaa para munafik itu. Begitu pula para dewan direksi, siapa yang akan menjadi lawan dan kawan semuanya bukan soal seberapa lama kita mengenal mereka. Atau seberapa lama mereka bekerja bersama kita. Jika ada pihak yang lebih menguntungkannya, maka dia akan beralih dalam sekejap. Mencari kesetiaan dalam perusahaan adalah kesulitan. Aku benar benar harus mencari orang orang yang loyal terhadap ayahku. Dia pasti akan membantuku soal kenaikan harga saham. Aaah, aku frustasi di hari pertamaku sebagai CEO.
“Telepon Supir Nam, siapkan mobil di depan.”
“Sajangnim, anda mau kemana?” tanya sekretaris Yoo.
“Aku mau keluar sebentar. Aku bosan berada di kantor.”
“Baiklah, saya akan bersiap…” Kata Sekretaris Yoo
“Yaak, Apa kau juga mau mengikutiku kemanapun aku pergi?”
“Ne?”
“Tetap di kantor. Aku hanya keluar sebentar.”

No comments:

Post a Comment