Tuesday, November 10, 2015

Emily (Part 10)




Emily part 10
Beberapa hari berlalu. Cho Kyuhyun dibuat pusing karena perusahaan ayahnya, harga saham semakin terpuruk, merangkak satu dollarpun tidak. Dia benar benar tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Artis artisnya semakin banyak yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak. Untuk pertama kalinya Cho Confession tidak masuk dalam 5 besar agensi dengan penghasilan terbanyak.


“Hyung, apa kau benar benar tidak becus mengurus perusahaan? Bagaimana bisa kita berada di urutan ke tujuh?” Min Ho datang padanya tanpa permisi.

“Kau anak kecil tahu apa? Urusi saja pekerjaanmu di tim produksi!” Cho Kyuhyun yang sedang stress dengan penjualan saham kembali

“Apa yang mau ku kerjakan ketika semuanya anjlok? Apa yang harus ku produksi? Artis artismu saja banyak yang kabur, penjualan CD tidak berjalan lancar, dan film? Bagaimana bisa semuanya seperti ini. Saat Aboji memimpin, dia benar benar mampu menghandle semuanya. Kau tau, ini prestasi terburuk CC Entertainment selama perusahaan ini dibangun.”

“Apa kau disini hanya mau mengomel padaku, hah?”

“Hyung, seriuslah pada perusahaan. Dan hentikan mengerjakan studio fotomu itu.”

“Itu bukan studio foto sembarangan!”

“Aku tahu, tapi perusahaan sebesar ini juga perlu perhatian besar. Jangan menyibukkan hal hal lain.”

“Hal hal lain apa maks….” Handphone Kyuhyun berdering. Customer photoartnya menelepon untuk mengambil pesanan yang seharusnya diambil semalam.

“Kau tahu kan sekarang yang ku maksud dengan hal hal lain?” Min Ho yang masih bersandar di meja kerja Kyuhyun mencecarnya habis habisan. “Kau ini presiden direktur, kau tidak bisa keluar hanya untuk mengambilkan pesanan customermu sementara perusahaanmu sedang kritis.  Aaaish, aku benar benar gila berada di perusahaan ini.”

“Lalu siapa yang menyuruhmu berada di sini, huh?” Kyuhyun semakin menaikkan nada suaranya. Kesal karena Min Ho mencampuri urusan di luar batas haknya dalam perusahaan.

“ Aboji, kalau bukan aboji yang memintaku. Aku  tidak akan berada di sini. Menjadi bawahanmu dan direndahkan karena aku hanya anak haram aboji.” Jelas Minho.

“Baguslah kalau kau menyadarinya. Kau bisa keluar kalau kau mau, lagipula aboji tidak akan melihatmu disini.” Tantang Kyuhyun pada adik tirinya.

“Bicaramu Hyung! Daripada kau mengomel ini dan itu lebih baik kau membaca ini dan lakukan sesuatu.” MinHo menyerahkan sebuah buku dengan sampul apik berwarna merah tua. Kyuhyun mengambil novel yang diletakkan Minho. Membaca judulnya dan meletakkannya kembali.

“Aku tidak akan sempat membaca novel cengeng. Tidak bisakah kau hanya diam ditempatmu dan tidak perlu berurusan denganku. Kita hanya atasan dan bawahan. Kau tahu? Ah dan satu lagi, jangan pernah memanggilku Hyung lagi, telingaku sakit mendengarnya.”

“Baiklah,Sajangnim yang terhormat, apa otakmu benar benar tidak pernah kau pakai? Apa aku hanya akan memberimu novel dan menyuruhmu membaca. Dasar pria ini tidak pernah belajar apapun tentang perusahaan ayahnya. Hah sudahlah. Yang jelas aku sudah berusaha membantu.” Minho mulai semakin emosi dan memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun sendirian. Menghadapi kakak tirinya yang keras kepala benar benar menyulitkan dirinya sendiri .

Berhari hari novel yang diberikan Min Ho tergeletak di meja kerjanya. Dia tidak membuka selembarpun, bahkan menyentuhnya saja tidak. Dia masih sibuk berfikir tentang perusahaan yang semakin hari semakin kritis.

“Paling tidak aku harus mempertahankan beberapa artis untuk tetap tinggal. Itu akan sedikit membantu.” Gumamnya. Kyuhyun memanggil sekretaris Yoo untuk membuat  janji dengan daftar artis yang akan dia minta untuk tetap tinggal. Di sela sela pembicaraan mereka. Sekretaris Yoo melihat sebuah novel yang tidak begitu asing baginya.

“ Eoh? Novel Memories? anda membacanya juga Sajangnim?” Sekretaris Yoo menunjuk sebuah novel yang sudah berhari hari singgah di meja kerja Kyuhyun.

“Hm? ” Kyuhyun tidak mengerti.

“Novel itu, anda membacanya juga? Waaah, penjualan novelnya sangat fantastis katanya. Anak pertama saya membelinya minggu kemarin dan membicarakannya terus menerus. Aa? Jangan jangan anda sedang mengincarnya Sajangnim?”

“Apa? Mengincar apa?”

“Penulis Memories..”

“Tunggu sebentar, kau bilang apa?” Kyuhyun memperjelas perkataan Sekretaris Yoo.

“Apa saya salah bicara Sajangnim?”

“ Tidak tidak, Sekretaris Yoo, apa yang kau tahu tentang novel ini?” Kyuhyun tiba tiba menaruh ketertarikan dengan novel yang selama ini tidak dipedulikannya.

“ aku tidak tahu pasti, aku hanya mendengar dari anakku tentang versi lainnya. Novel ini adalah novel dari Negara lain yang kemudian dibuatkan versi Korea. Penulisnya berasal dari luar negeri dan penerbit yang membawanya adalah LPC.”

“Lee Publishing?

“Ne…”

“Jadi novel ini terkenal karena Lee Publishing? Kalau begitu bawakan data data tentang novel ini dan Hubungi Lee Publishing segera untuk membuat janji.” Perintah Kyuhyun pada sekretarisnya.

“ Ne, algeseumnida.” Sekretaris Yoo segera mencari data data yang dibutuhkan atasannya, data hasil penjualan, daftar kunjungan promosi ke beberapa toko buku dan yang terpenting adalah komentar para netizen Korea untuk mengetahui bagaimana reaksi mereka tentang novel tersebut.

“Sejauh ini komentar komentar netizen sangat bagus, penjualan semakin meningkat dan diperkirakan cetakan kedua akan dimulai beberapa hari lagi. Penulisnya seorang perempuan bernama Milly Kim. Dia warga Negara Indonesia yang dikirim oleh Chief editornya untuk membuatkan versi Korea dari novel ini. Di Negara asalnya, Milly Kim termasuk novelis best seller.”

“That’s good news, Tunggu apa lagi. Segera hubungi Lee Publishing untuk membuat janji.” Perintah Kyuhyun.

“Ne?”

“Ayo lakukan seperti yang ayahku lakukan. Ambil kesempatan emas ini. Perjuangan akan dimulai sekarang!” Kata Kyuhyun seperti menemukan celah dari kebuntuan pikirannya. Sekretaris Yoo tersenyum mengerti. Dia mengangguk dan segera melaksanakan tugasnya.
��T`�"��Y

No comments:

Post a Comment