Wednesday, November 18, 2015

No Secret!

Hahaha…. I just want to say… I love drama. My life is full of drama and I proud of it.

Drama.. bagi banyak orang mungkin adalah sesuatu yang terlihat sangat berlebihan. Okay that’s right. Lalu apakah salah jika hidup kita penuh dengan drama? Ooo.. tentu saja tidak. Siapa sih yang mengklasifikasikan dan mengkategorisasikan drama dalam hidup adalah sebuah kesalahan?

Aku menyukai drama, aku suka membuat cerita sendiri dalam pikiranku sebelum aku mulai menulis. Aku tidak pernah membuat diriku menjadi tokoh dalam drama yang ada dalam pikiranku. Semuanya adalah makhluk makhluk ciptaan Tuhan lain yang kadang kuanggap cocok dalam visualisasi nantinya. Ketika aku menyukai Miroslav Klose. Maka aku akan membuat drama tentangnya, jika aku menyukai Cho Kyuhyun maka aku akan mulai memikirkan cerita cerita mengenai hidupnya.
Terkadang aku heran ketika orang lain menghindari drama karena drama adalah sesuatu yang mereka pikir berlebihan,tapi  aku malah menyukainya. Aku menyukai hidup dalam menciptakan sebuah drama? Apa aku tidak normal? Saat itu aku bertanya pada diiriku sendiri sejak kapan aku menyukai drama. Apa sejak aku sering membuka buka fancfiction, atau saat aku mulai menyukai seorang pria, atau saat aku jatuh hati pada pria pria hebat semacam Miro dan Kyuhyun.
Tapi malam ini aku mulai merecall satu persatu memoriku. Sejak kapan aku mulai mencintai drama. Aku jadi ingat ketika kelas 4 SD, aku membuat cerita untuk tugas drama bahasa Indonesia. Teman teman menyerahkan tugas membuat ceritanya padaku. Dan aku menyelesaikannya. Ini adalah awal mula aku membuat naskah drama, dan hasilnya belum begitu memuaskan. Karena buktinya kelompok kami tidak masuk sebagai drama terbaik. Baiklah tidak apa apa, aku juga tidak suka pelajaran drama. Aku terlalu grogi untuk berakting di depan banyak orang.
Pelajaran Bahasa Indonesia tentang drama tidak berhenti di Sekolah Dasar. Karena tahun keduaku di Sekolah menengah pertama, kami mendapatkan tugas untuk membuat naskah drama dan menampilkannya di depan kelas. Tugas menulis naskahpun diserahkan kepadaku dan satu temanku. Kami berusaha membuat sebuah cerita yang sangat menarik bergenre Horor. Aku masih ingat ceritanya adalah tentang teka teki villa tua. Di sana aku berperan sebagai Hazzel, seorang bocah laki laki si ketua rombongan.  Kenapa aku berperan sebagai laki laki? Karena tidak ada laki laki di kelompok  ku dan aku satu satunya yang berambut pendek. Aku masih ingat betul siapa nama hantunya. Karmaya yang menyedihkan dan teman teman hazzel yang kembar dan Gio si tampan penakut. Kalian tahu? kami sukses mendapat nilai A dalam naskah dan penampilan terbaik. Aku semakin percaya diri dengan naskah drama yang aku buat.
Aku masih belum mencoba untuk menulis, karena aku pikir menulis adalah aktifitas yang sangat tidak menyenangkan. Berkutat dengan tulisan tulisan dan bagiku sangat melelahkan. Tetapi tanpa sadar aku menjadi suka membaca, sebuah modal utama untuk menulis.
Membuat naskah drama juga ku lakukan di Sekolah menengah Atas. Project akhir pelajaran bahasa Indonesia adalah menampilkan sebuah drama. Dan lagi lagi aku didapuk sebagai penulis naskah. Drama ini berjudul “Hantu Senonoh” Aaah benar, kenapa sejak dulu hanya horror dan horror. Aaah perlu kalian tahu juga, judul tersebut memang cukup membuat orang bertanya tanya. Apa sih hantu senonoh? Apa hantunya melakukan kejahatan seksual atau semua yang berhubungan dengan  hal hal yang tidak patut di contoh. You are totally wrong. Drama ini adalah parody dari Romeo and Juliet yang akhirnya menjadi hantu yang berada di “Sono noh…” dimana orang orang mendengarnya menjadi senonoh.
Kami membuat ruang pertemuan orang tua di sekolah menjadi teater sementara  dan memberlakukan tarif masuk (Rp 5000) untuk menonton drama kami. Dan akupun menjadi sutradara dalam latihan kami. Kalian tahu? Di dalam latihan drama ini juga banyak drama lain yang berkembang. Tentang kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan dan temanku yang pingsan karena dipaksa mencintai teman sekelasnya dengan ancaman dia tidak akan ikut drama jika dia tidak membalas cintanya. Lucu bukan? Hidup memang penuh dengan drama. Mengapa banyak orang terlalu membenci drama?
Di akhir  pertunjukan, kami merasa kami telah sukses besar menggarap project drama itu. Tiket kami terjual habis dan salah satu teman SMPku yang menyempatkan hadir berkomentar baik tentang drama kami. Lalu dia mengatakan padaku satu hal. “Kamu berbakat kalo bikin naskah drama.”  Haruskah aku berbangga hati? Sepertinya belum saatnya. Karena masih ada saja orang yang benci drama karena dia membenci orang yang menyukai drama. Bingung? Ah sudahlah… Aku juga sedikit bingung kenapa aku tiba tiba merecall ingatan ingatan itu. Tapi setelah mengingatnya. Bolehkan aku bermimpi menjadi penulis naskah drama? Sejujurnya aku masih terlalu kesulitan membuat naskah novel atau fanfiction. Dan menulis naskah drama aku pikir lebih mudah karena tidak perlu adanya monolog yang terlalu panjang.

Bagi yang tidak menyukai drama, aku pikir mereka harus berpikir ulang. Wanita wanita pecinta film atau novel cinta? Bukankah itu drama? Wanita penikmat drama Korea? Bukankah itu drama? Bahkan pria pria yang dengan kerasnya menyuarakan benci drama juga termakan oleh drama. Drama dalam sepak bola misalnya, drama adu pinalti yang membuat mereka mengumpat atau berteriak.  atau yang terbaru adalah drama dalam event balap internasional Moto GP, drama antara Marquez  dan Vale yang saling berkejaran dan saling tendang di Sepang Malaysia serta drama akhir season 2015 di Valencia. Mereka saling bela, saling umpat dan saling membenarkan pembalap idolanya. Dan jika dicermati, hidup kita adalah drama yang ceritanya kita buat sendiri.
Drama tentang pria yang kau sebut bukan pria dan akhirnya tetap kau maafkan dan kembali padamu adalah salah satu drama dalam hidupmu. Apalagi yang mau ingin kau tahu? Bahkan kau membuka blog pribadiku yang semua isinya adalah drama. Kau menikmatinya? Atau Kau menertawakannya? Kau mengumpatnya? Hei, jangan membenci sesuatu karena orang yang kau benci menyukainya.

 Waaah, daebak! kau masih membacanya sampai disini? Ckckck kau terlalu naïf mengatakan tidak menyukai drama. Ah atau kau tidak punya tempat untuk mencari tahu tentangku sampai kau berada di sini?  Sudahlah, kalian sudah berlalu dari hidupku jadi ayo jalani hidup masing masing.  
Dan satu lagi, aku masih punya tumblr, kalau kau mau lihat juga boleh… tapi cari sendiri ya. Aku malas mengetiknya untukmu.  


No comments:

Post a Comment