Saturday, June 4, 2016

Escape (part 4)

Bersama malam menepis sepi

Jiwaku berputar diantara ragaku

Dan juga akalku..

Aku bukannya tidak waras.

Aku hanya mencintaimu... terlalu


Kyuhyun masuk ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Sosok Shinra yang akhir akhir ini menjadi satu satunya orang yang menjadi penghuni rumah besar ini selain Kyuhyun sedang sibuk dengan panci panas diatas kompor yang menyala. Dia sedang bersenandung sebelum melihat Kyuhyun datang.

“Eoh, Kyuhyun-sshi... anda perlu sesuatu? Aku bisa mengambilkannya.”


“Air putih...” Jawab Kyuhyun singkat kemudian duduk di kursi dapur.


“Kau sedang apa?”


“Memasak ramen.”

“Tidak ada makan malam? Apa Hyukjae belum mengirimkan pengganti bibi Chang? Aish, kurang ajar dia. Kenapa dia malah asik pacaran sementara dia belum menyelesaikan tugasnya dengan benar.”


“Apa? Tuan Hyukjae sedang pacaran?”

Tetapi ada yang aneh dengan perasaan Shinra, dia terkejut mendengar Hyukjae sedang pacaran. Dia cemburu, benar dia cemburu. Shinra menyukai Hyukjae dan Shinra menyadari itu sejak pertemuan pertamanya.

Aah, harusnya aku tahu pria setampan dan semapan Hyukjae pasti sudah memiliki kekasih. Apa yang kau pikirkan Kim Shinra? Menjadi kekasihnya? Oh ayolah.. kau siapa?

“Ooh, emm... saya tahu mungkin saya lancang, tapi jika tidak keberatan kenapa tidak makan ramen bersama saya?”


 “ Aku tidak makan ramen.” Jawab Kyuhyun sambil memutar gelasnya.


“ah, pasti karena tidak sehat.”


“Tapi baiklah, letakkan pancinya di sini.”


“Mwo? Tidak di ruang makan?”


“Di sini saja!”


Shinra dengan semangat meletakkan panci ramen dihadapan mereka. Memberikan sumpit dan mangkuk kecil untuk alas.

“Kimchi? Bibi Chang tadi siang membawa beberapa makanan olahannya kemari.” Kata Shinra, membuka kulkas besar yang berisi beberapa kotak makanan olahan.

Kyuhyun mengangguk semangat. Tidak ada kimchi seenak olahan bibi Chang. Ibunya? Dia adalah sosialita yang tidak akan menyentuhkan tangannya dengan bubuk cabai dan sawi putih. Tidak akan!! Jadi hanya Kimchi bibi Chang yang terbiasa di lidahnya.


Kyuhyun melahapnya dengan rakus, dia seperti merindukan masakan ini setelah sekian juta tahun lamanya.


“Anda sangat lapar?” Tanya Shinra heran, Shinra akhirnya tidak tega menghabiskan ramen di dalam panci. Kyuhyun tidak peduli dan tetap melahapnya sampai dia mengangkat pancinya untuk meminum kuahnya.


‘”Eoh, habis?” Kyuhyun seakan terhipnotis  untuk menghabiskan ramen dan kemudian tersadar setelah isi pancinya habis


“ Anda mau dibuatkan lagi?” tawar Shinra.


“Tidak, sepertinya aku menghabiskan jatahmu juga. Maaf..” Kyuhyun terlihat syok.


“Tidak apa apa, saya sudah kenyang melihat anda makan dengan lahap.” Senyum Shinra.


Tidak apa apa sayang, aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan dengan lahap

“aish, bayangan itu lagi!” Kyuhyun mengerang. “Aku pergi dulu, dan pastikan Hyukjae mendapatkan pengganti bibi Chang sejam besok pagi.”


“Ne?”


“Oh iya, minggu depan kita ke Maldives. Em, bukan hanya kita. Hyeon, Hyunbin, Hyunra dan Hyukjae, aaa dan mungkin kekasih Hyukjae. Jadi bersiaplah. Katakan pada kepala Staff Min kau harus mengurus paspor dan sebagainya.”


“Ne?”


Kyuhyun meninggalkan Shinra dengan sepanci kosong ramen yang sudah mati matian dibuatnya dengan penuh cinta. Untuk dirinya sendiri.

Shinra menghela nafas “ Ku pikir dia sudah sadar dengan kematian istrinya. Kenapa menyebut nyebut mereka lagi?”

Dan tuan Hyukjae yang lucu itu, dia akan bersama kekasihnya. Lalu aku bersama siapa di sana? Aku benar benar cemburu.


Incheon Airport.

Oh Tuhan, bagaimana aku mau menghadapi Hyukjae dan kekasihnya? Aku bisa mati cemburu melihat mereka bermesraan di sana.


Shinra seharusnya gembira dengan liburan yang tidak murah ini. Tetapi dia mengkhawatirkan perasaannya jika bertemu dengan Hyukjae dan kekasihnya.

“Kyuhyun!” Panggil Hyukjae dari jauh.

Dia mendorong sebuah troley berisi dua buah koper besar. Satu miliknya sendiri dan satu milik Han So Hee.


“Ayo cepat, pegawai macam apa yang membuat bosnya menunggu. Kau sungguh luar biasa Lee Hyukjae!”

“ aku menjemput baby Han dulu Kyu, tidak suka sekali melihatku senang.” Gerutu Hyukjae.

Baby Han? Oh baiklah... sepertinya hubungan mereka berjalan dengan sangat baik hingga Hyukjae bisa memanggilnya dengan kata ‘baby’

“Hallo, Shinra-sshi...”


“anyeong, Hyukjae-sshi...”


“Shinra? Kim Shinra?” Han So Hee mengenali gadis yang baru saja disapa Hyukjae.


“Baby Han, kau mengenal Shinra.”


“Han Seonsaengnim?”


“Benar, kau Kim Shinra... Bagaimana kabar ibumu?”


“Dia baru saja keluar dari rumah sakit dan masih membutuhkan perawatan sesekali. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi di sini. Apa kabar saem?”


“Aku sangat baik, Aku pindah tugas di sini. Bagaimana bisa kau disini?”


Jadi ini kekasih Hyukjae sshi? Seorang gadis sempurna yang bahkan aku tidak ada bandingan separuhnya. Dia seorang psikiater yang menangani ibuku tiga tahun yang lalu. Dia membuatku ingin melanjutkan kuliahku di jurusan kedokteran jiwa, tapi untuk sekolah itu, aku membutuhkan banyak uang yang lebih baik kugunakan untuk perawatan ibuku. Aku bisa saja mengajukan pinjaman kampus, tetapi tidak ada yang bisa menjamin. Sehingga kuputuskan untuk mengambil kursus baby sitting.


Aku harus menyerah dan mengikhlaskan tuan Hyukjae pada dokter idolaku. Bukankah aku melakukan hal yang sangat keren!

Tetap saja perasaan Shinra tidak bisa dibohongi. Dia cemburu...

 “aku bekerja menjadi baby sitter...”

 *********************************************************************************




No comments:

Post a Comment