Bersama malam menepis
sepi
Jiwaku berputar
diantara ragaku
Dan juga akalku..
Aku bukannya tidak
waras.
Aku hanya
mencintaimu... terlalu
Kyuhyun masuk ke dapur untuk mengambil segelas air putih.
Sosok Shinra yang akhir akhir ini menjadi satu satunya orang yang menjadi
penghuni rumah besar ini selain Kyuhyun sedang sibuk dengan panci panas diatas
kompor yang menyala. Dia sedang bersenandung sebelum melihat Kyuhyun datang.
“Eoh, Kyuhyun-sshi... anda perlu sesuatu? Aku bisa
mengambilkannya.”
“Air putih...” Jawab Kyuhyun singkat kemudian duduk di kursi
dapur.
“Kau sedang apa?”
“Memasak ramen.”
“Tidak ada makan malam? Apa Hyukjae belum mengirimkan
pengganti bibi Chang? Aish, kurang ajar dia. Kenapa dia malah asik pacaran
sementara dia belum menyelesaikan tugasnya dengan benar.”
“Apa? Tuan Hyukjae sedang pacaran?”
Tetapi ada yang aneh dengan perasaan Shinra, dia terkejut
mendengar Hyukjae sedang pacaran. Dia cemburu, benar dia cemburu. Shinra
menyukai Hyukjae dan Shinra menyadari itu sejak pertemuan pertamanya.
Aah, harusnya aku tahu
pria setampan dan semapan Hyukjae pasti sudah memiliki kekasih. Apa yang kau
pikirkan Kim Shinra? Menjadi kekasihnya? Oh ayolah.. kau siapa?
“Ooh, emm... saya tahu mungkin saya lancang, tapi jika tidak
keberatan kenapa tidak makan ramen bersama saya?”
“ Aku tidak makan
ramen.” Jawab Kyuhyun sambil memutar gelasnya.
“ah, pasti karena tidak sehat.”
“Tapi baiklah, letakkan pancinya di sini.”
“Mwo? Tidak di ruang makan?”
“Di sini saja!”
Shinra dengan semangat meletakkan panci ramen dihadapan
mereka. Memberikan sumpit dan mangkuk kecil untuk alas.
“Kimchi? Bibi Chang tadi siang membawa beberapa makanan
olahannya kemari.” Kata Shinra, membuka kulkas besar yang berisi beberapa kotak
makanan olahan.
Kyuhyun mengangguk semangat. Tidak ada kimchi seenak olahan
bibi Chang. Ibunya? Dia adalah sosialita yang tidak akan menyentuhkan tangannya
dengan bubuk cabai dan sawi putih. Tidak akan!! Jadi hanya Kimchi bibi Chang
yang terbiasa di lidahnya.
Kyuhyun melahapnya dengan rakus, dia seperti merindukan
masakan ini setelah sekian juta tahun lamanya.
“Anda sangat lapar?” Tanya Shinra heran, Shinra akhirnya
tidak tega menghabiskan ramen di dalam panci. Kyuhyun tidak peduli dan tetap
melahapnya sampai dia mengangkat pancinya untuk meminum kuahnya.
‘”Eoh, habis?” Kyuhyun seakan terhipnotis untuk menghabiskan ramen dan kemudian tersadar
setelah isi pancinya habis
“ Anda mau dibuatkan lagi?” tawar Shinra.
“Tidak, sepertinya aku menghabiskan jatahmu juga. Maaf..”
Kyuhyun terlihat syok.
“Tidak apa apa, saya sudah kenyang melihat anda makan dengan
lahap.” Senyum Shinra.
Tidak apa apa sayang,
aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan dengan lahap
“aish, bayangan itu lagi!” Kyuhyun mengerang. “Aku pergi
dulu, dan pastikan Hyukjae mendapatkan pengganti bibi Chang sejam besok pagi.”
“Ne?”
“Oh iya, minggu depan kita ke Maldives. Em, bukan hanya
kita. Hyeon, Hyunbin, Hyunra dan Hyukjae, aaa dan mungkin kekasih Hyukjae. Jadi
bersiaplah. Katakan pada kepala Staff Min kau harus mengurus paspor dan
sebagainya.”
“Ne?”
Kyuhyun meninggalkan Shinra dengan sepanci kosong ramen yang
sudah mati matian dibuatnya dengan penuh cinta. Untuk dirinya sendiri.
Shinra menghela nafas “ Ku pikir dia sudah sadar dengan
kematian istrinya. Kenapa menyebut nyebut mereka lagi?”
Dan tuan Hyukjae yang
lucu itu, dia akan bersama kekasihnya. Lalu aku bersama siapa di sana? Aku
benar benar cemburu.
Incheon Airport.
Oh Tuhan, bagaimana
aku mau menghadapi Hyukjae dan kekasihnya? Aku bisa mati cemburu melihat mereka
bermesraan di sana.
Shinra seharusnya gembira dengan liburan yang tidak murah
ini. Tetapi dia mengkhawatirkan perasaannya jika bertemu dengan Hyukjae dan
kekasihnya.
“Kyuhyun!” Panggil Hyukjae dari jauh.
Dia mendorong sebuah troley berisi dua buah koper besar.
Satu miliknya sendiri dan satu milik Han So Hee.
“Ayo cepat, pegawai macam apa yang membuat bosnya menunggu.
Kau sungguh luar biasa Lee Hyukjae!”
“ aku menjemput baby Han dulu Kyu, tidak suka sekali
melihatku senang.” Gerutu Hyukjae.
Baby Han? Oh
baiklah... sepertinya hubungan mereka berjalan dengan sangat baik hingga
Hyukjae bisa memanggilnya dengan kata ‘baby’
“Hallo, Shinra-sshi...”
“anyeong, Hyukjae-sshi...”
“Shinra? Kim Shinra?” Han So Hee mengenali gadis yang baru
saja disapa Hyukjae.
“Baby Han, kau mengenal Shinra.”
“Han Seonsaengnim?”
“Benar, kau Kim Shinra... Bagaimana kabar ibumu?”
“Dia baru saja keluar dari rumah sakit dan masih membutuhkan
perawatan sesekali. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi di sini. Apa
kabar saem?”
“Aku sangat baik, Aku pindah tugas di sini. Bagaimana bisa
kau disini?”
Jadi ini kekasih
Hyukjae sshi? Seorang gadis sempurna yang bahkan aku tidak ada bandingan separuhnya.
Dia seorang psikiater yang menangani ibuku tiga tahun yang lalu. Dia membuatku
ingin melanjutkan kuliahku di jurusan kedokteran jiwa, tapi untuk sekolah itu,
aku membutuhkan banyak uang yang lebih baik kugunakan untuk perawatan ibuku.
Aku bisa saja mengajukan pinjaman kampus, tetapi tidak ada yang bisa menjamin.
Sehingga kuputuskan untuk mengambil kursus baby sitting.
Aku harus menyerah dan
mengikhlaskan tuan Hyukjae pada dokter idolaku. Bukankah aku melakukan hal yang
sangat keren!
Tetap saja perasaan Shinra tidak bisa dibohongi. Dia
cemburu...
“aku bekerja menjadi baby sitter...”
*********************************************************************************
No comments:
Post a Comment