Saturday, June 4, 2016

Escape (part 2)

Kyuhyun mondar mandir di depan kamarnya. Sikapnya memang semakin aneh, seperti yang dikatakan kepala staff Min. Dia mengambil handphone dan menelepon seseorang.

“Hyukjae-ya, kau belum menemukan baby sitter yang kuminta? Hyeon benar benar kesulitan mengurus dua bayiku sendirian” Panggilan Kyuhyun pada Handphone Hyukjae itu disambut dengusan Hyukjae.


“Aku sudah menghubungi perusahaan penyalur baby sitter, tunggu saja sebentar lagi.” Hyukjae mulai malas. Dia berpikir Kyuhyun sudah melupakan permintaan konyol itu.


“Kau yakin dia berpengalaman?” Tanya Kyuhyun memastikan. Kinerja Hyukjae memang tidak pernah diragukan. Tapi Kyuhyun selalu saja khawatir. Sifat perfectionistnya kadang menjengkelkan banyak orang.


“Aku sudah meminta mereka menyiapkan yang terbaik. Kau tenang saja!” Jawab Hyukjae.


“kau belum memastikannya sendiri?”


“Apa yang harus kupastikan pada orang yang tidak akan melakukan apapun di sana huh?” Hyukjae bertanya kesal. Untuk apa mempekerjakan baby sitter sementara dia tahu bahwa dia tidak memiliki seorang anakpun?


“Lee Hyuk Jae! Mau kupotong setengah gajimu!?”


Baiklah potong saja Cho Kyuhyun, aku tidak butuh uangmu. Aku butuh kesembuhanmu!!!!


“Baiklah..... aku akan memastikannya.”

Aaaaish sial, mengapa yang keluar malah aku akan memastikannya.  Ah dasar mulutku, ah kau sungguh materialistik Hyukjae-ya.  Aah, mengapa aku selalu tidak bisa mengalahkan Kyuhyun dalam perdebatan...aaah betapa payahnya diriku.

>>>> 

Pemilik lembaga penyalur baby sitter menunjukkan pada Hyukjae beberapa foto dan daftar riwayat hidup beberapa calon baby sitter berlisensi yang direkomendasikan. Tapi Hyukjae tidak tertarik. Mereka semua terlalu tua. Hyukjae tidak menyukai wanita tua. Dia suka wanita yang masih muda dan cantik. Persetan dengan pengalaman dan kemampuan, paling tidak matanya harus diberi vitamin A setiap dia pergi ke rumah Kyuhyun.

“Dia masih baru tuan, pengalamannya belum terlalu banyak.”  Kata pemilik lembaga saat Hyukjae menunjuk foto seorang gadis yang masih sangat muda.


“Kalau kau selalu memberikan pekerjaan pada yang lebih berpengalaman. Kapan orang yang baru seperti dia akan mendapatkan pengalaman? Aku ingin nona ini. Nona Kim.... Shin...Ra” Kata Hyukjae mengeja nama gadis itu.  Demi Tuhan, jangan percaya pada kata kata Hyukjae sepenuhnya.

“Baiklah, saya akan memanggilnya.”


Lee Hyukjae membawa Kim Shin Ra ke rumah Kyuhyun, seorang gadis  muda yang manis dan sudah cukup membuat matanya segar setelah melihatnya. Di sela perjalanan mereka ke rumah Kyuhyun,  Hyukjae membawanya ke kedai kopi.


“Kim Shin Ra-sshi, aku ingin membuat perjanjian denganmu.” Kata Hyukjae. “ Kau bisa menerimanya atau menolaknya saat ini. Kau tidak diijinkan menolak setelah mengetahui apa yang terjadi pada rumah yang akan kau datangi.”

“Maksud anda?”

“Singkat saja, aku tidak butuh kemampuan baby sittingmu. Terserah saja kalau kau tak bisa melakukan pekerjaan menjaga bayi, karena aku hanya membutuhkan kemampuan aktingmu.”


“Ne?”


“Kau tidak diperbolehkan membocorkan informasi pada siapapun apa yang terjadi di rumah itu dan... gajimu dua juta won perbulan. Bagaimana?”


“Ne?” Gadis itu semakin kaget.


“Wae? Kau tidak paham?”


“apakah  yang kulakukan ini termasuk tindakan kriminal? Kenapa gajinya banyak sekali?”


“Tidak, hanya menutupi aib seseorang yang sangat penting. Atau lebih halusnya menyembuhkan sahabatku yang sedang sakit. Bagaimana?”


Kim Shin Ra menimbang nimbang, dia menjadi sangat khawatir dengan pekerjaan barunya itu. Mengapa perjanjiannya terlihat mengerikan. Tetapi dua juta won bukan uang yang sedikit. Sekalipun dia menjaga banyak bayi, dia tidak akan mendapat gaji setinggi itu. Dan dia juga membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya. Tidak ada alasan baginya menolak pekerjaan itu selama bukan sebuah tindakan kriminal.


Hyukjae membawanya ke rumah Kyuhyun. Shinra harus memahami apa yang terjadi di rumah itu sebelum Hyukjae memberitahunya lebih jauh.

Kyuhyun sedang duduk santai di ruang televisi saat Hyukjae dan Shinra masuk ke rumah itu. Shinra menyapanya dan Kyuhyun menyambutnya. Memintanya untuk segera membereskan perlengkapan dan bertemu istrinya di kamar bayi mereka.

“Istriku, ini baby sitter yang kau minta.” Kata Kyuhyun di kamar bayinya. Hyukjae memijit mijit dahinya, Hyukjae tahu pasti Shinra sangat terkejut, dia menatap Shinra kemudian.  Seolah bertanya Bagaimana? Kau sudah tahu situasinya sekarang?

“Nona Kim, kau bisa menaruh barang barangmu di kamar. Istirahatlah dulu.”

Kim Shin Ra berdiri mematung sangat lama, menatap arah dimana Kyuhyun bicara pada istrinya baru saja. Sangat lama, tak lama kemudian. Dia tersenyum, membungkuk memberi salam dengan mata yang mengkristal. Shinra mungkin menahan air matanya.


“Shinra-sshi?” Panggil Kyuhyun

“Shinra-sshi?” Hyukjae juga berusaha memecah lamunannya. 


“Eoh,, ne.” Jawab Shinra. Dia pergi menuju kamarnya diantar Hyukjae, membereskan pakaian dan barang barang yang dibawanya. Mulai saat ini, Shinra akan tinggal di kamar ini dan melakukan pekerjaannya untuk menjaga bayi, mungkin lebih tepatnya berakting untuk menjaga bayi.

“Kau ingin menyerah?” tanya Hyukjae di sela aktifitasnya memasukkan baju bajunya ke lemari. “Kau bisa menghentikan aktifitasmu dan angkat kaki dari sini kalau kau mau.”


Shinra menggeleng. “Aku akan melakukannya, kau tenang saja...”


“Benarkah, kau mungkin akan kesulitan nantinya. Bosmu itu bisa menjadi super emosional suatu saat, dan menjadi hangat suatu saat. ” jelas Hyukjae


“Tidak apa apa, aku bisa mengatasinya.”


“ Kalau begitu selamat bergabung. Aku tidak tahu apa jadinya kalau bukan kau yang menerima pekerjaan ini, mungkin mereka akan kabur begitu melihat kejaidan tadi..Oh iya, bukankah kau lebih muda dariku? Tapi aku lebih suka kalau kita seumuran.  mulai sekarang panggil aku Eunhyuk.”  Hyukjae mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri lagi dengan nama yang berbeda.


“Eunhyuk?”

“ Ne, nama pertemananku adalah Eunhyuk.  Dan jangan memanggilku oppa oppa, aku sebal mendengarnya. Sudah terlalu banyak yeo-dongsaeng yang aku punya. Aku sahabat sekaligus bawahan Cho Kyuhyun yang tadi itu. Mungkin lebih tepatnya orang kepercayaannya.  Oh iya, aku ingin bertanya. Bukankah ekspresimu tadi berlebihan. Aku pikir tadi kau mau menangis.“


“Oh.... hanya terkejut saja.” Jawab Shinra. “Eunhyuk-sshi, apa kau tidak membawanya ke psikiater?”


“Aku sedang mengusahakannya.”


“Yaah, membawanya ke rumah sakit jiwa atau ke psikiater pasti melukainya.”


Memang serba salah menjadi seorang Hyukjae, dia pasti saat ingin menyembuhkan sahabatnya, tapi di sisi lain. Dia tidak mungkin terang terangan membawanya ke psikiater mengingat betapa temperamentalnya Kyuhyun belakangan ini.

Melanjutkannya dan mengiyakan permainannya, sama saja menjatuhkan diri Kyuhyun. Berpura pura melihat Hyeon benar benar mengerikan. Dia merasa seperti bicara dengan hantu gentayangan.  Tapi ketika Hyukjae mengelak keberadaan Hyeon, Kyuhyun bisa saja membunuhnya dengan mudah.

Kini, seseorang yang lain masuk dalam lingkaran permasalahan ini. Kim Shinra. Seorang gadis polos yang tidak tahu apapun akhirnya harus mulai ikut campur.


“Jae-ya! Kau dimana?” Teriak Kyuhyun dari entah ruangan yang mana. Suaranya menggema dan Hyukjae segera beranjak dari pembicaraannya.


“Kenapa tuan Cho berteriak?” Tanya Shinra. “Apa kau membuat kesalahan? Apa aku tidak diharapkan bekerja di sini dan dia ingin memprotesmu?”


“Hei tenang saja, dia biasa seperti itu. Lagipula salah siapa memiliki rumah sebesar ini. Jadi dia harus mengikhlaskan pita suaranya kencang hanya untuk memanggilku atau memanggil pelayan yang lain.

“Haha, kau benar juga. Ya sudah cepat sana pergi...”






No comments:

Post a Comment