Thursday, January 21, 2016

Miro sebelasku






"Mencintai idolanya adalah cinta yang tulus. Ketidak mungkinan untuk memiliki menjadikan cinta itu tanpa syarat dan tidak mengharapkan cintanya berbalas."




Walaupun sekarang terlalu bahagia bersama Kyuhyun (Apasih...) gadis itu tidak pernah lupa akan cinta pertamanya.

Sekitar 13 atau 14 tahun yang lalu di Piala Dunia Korea - Jepang. Untuk pertama kalinya seorang gadis 11 tahun jatuh cinta dengan seorang pria. Pria yang menciptakan hattrick di lapangan berukuran 90 x 45 meter itu telah menarik hati sang gadis dengan selebrasi saltonya. Ah bukan, tentu saja wajahnya dulu yang membuat sang gadis jatuh cinta Bukankah sudah menjadi hal yang wajar jika perempuan menyukai pemain sepak bola karena pemain itu tampan?

Usianya? Mungkin sekitar 22 tahun. Yaa, dua kali lipat dari usia gadis itu. Hanya gadis itu saja yang tahu, betapa gilanya dia dulu saat menyukai pria ini. Pria ini yang membuat gadis itu tertarik dengan sepak bola, menyukai sepak bola, mencoba mengerti tentang permainan sepak bola,,
Gadis itu menjadi paling tahu tentang negara tempat pria itu bermain.


Jerman...


Apa pengetahuan dasar yang gadis itu tidak tahu tentang negara Jerman? Di usianya yang baru 11 tahun, dari Ibukota, mata uang, sistem pemerintahan, nama presidennya saat itu, nama konselor/kanselor/ konselirnya, hasil pertanian, perindustrian, kota kota, letak geografis, sungai sungai, gunung gunung, nama universitas terbaik, nama seluruh pemain di kesebelasan Jerman. Gadis itu merasa segala hal tentang Jerman sudah terpatri di otaknya hanya karena cinta pertamanya itu berada di sana. (sayangnya, saat ini dia sudah melupakan semua pengetahuan itu)

Mimpinya belajar di sana atau hanya berkunjung untuk liburan sampai beberapa waktu silam masih terpampang jelas di dinding kamarnya (Kemarin kemarin sudah diganti dgn handbanner tulisan hangul plus lightstick KRY.). " 2020!! Germany,Give Me that Opportunity...!" Sekarang bukannya tidak mau bermimpi, hanya saja gadis itu harus bangun dan beres beres kamarnya yang sangat berantakan dulu sebelum pergi menggapai mimpinya itu.

belasan tahun berlalu, dia tidak terlalu bersinar di liga liga Eropa tapi selalu menjadi sorotan di Piala Dunia. Pernah meraih golden boot di piala dunia 2006 dengan 5 gol dan top skorer piala dunia saat ini dengan 16 gol setelah memecahkan rekor Ronaldo dan top skorer timnas jerman dengan 71 gol.

Kejujurannya ketika pria itu memberitahu wasit untuk menganulir gol yang diciptakannya sendiri karena handsball. Menjadi bukti bahwa sepak bola juga tidak melulu penuh drama.

Gadis itu menjadi fans beratnya saat pria itu berusia 22 tahun hingga saat ini. bahkan saat pria itu sudah menikah, memiliki dua anak kembar bernama Luan dan Noah yang sudah mengikuti jejak ayahnya sebagai pemain sepakbola junior. Gadis itu masih mengidolakannya walaupun wajah pria itu sudah tidak semenarik dulu. Gadis itu masih mengidolakannya, walaupun pria itu sudah menggantungkan sepatunya untuk timnas. Gadis itu masih mengidolakannya meskipun poster dikamarnya sudah berganti dengan pria yang lebih muda.



No comments:

Post a Comment