Sebuah
permainan selalu di mulai di sini. Satu dari banyak ruangan bergaya klasik
dengan meja besar sebagai properti utama. Empat orang duduk saling membentuk
kubu dan seorang pria berdasi kupu kupu berdiri sebagai belandar
permainan.
“Fold” Kata pria tua berkumis tebal
itu sambil menutup dua kartu terakhirnya. Ini baru hand pertama
tapi dia sudah mengacak-acak rambut putihnya frustasi. Pria
berjas maroon di kubu yang lain menunjukkan evil smirk andalannya
ketika memenangkan permainan pertama di meja itu. Gelayut seorang wanita
berpakaian ekstra minim di lengan kirinya itu membuatnya lebih berhasrat
untuk memenangkan permainan malam ini.
“Kau adalah
dewi fortunaku sayang.” Kata pria berjas maroon sambil mencium bibir wanitanya
sebentar.
“Geotjimal...”
Goda wanita itu sambil terus bermanja manja di lengannya.
Permainan
berlanjut,
“two pair...”
kata pria tua berkumis itu.
“Queen....Full....
House!” kekeh pria berjas maroon itu. Membuat tumpukan chip di dalam
pot berhasil menjadi miliknya. Lagi lagi dia mendaratkan bibirnya ke
bibir wanita di sampingnya.
“Sudah
ku bilang kau adalah dewi fortuna, kenapa kau tidak mempercayai ucapanku, huh?”
wanita itu tersenyum sangat manis melihat Kyuhyun berkali kali memenangkan hand.
“ Call...”
Pria
berkumis itu semakin emosi, dibukanya dua kartu terakhir dan dia sudah
bisa membaca kekalahannya yang entah keberapa itu. Chip chipnya semakin menipis dan wajahnya cukup tegang. Sudah
berapa kali dia kalah dari pria berjas maroon itu.
“
Kemampuanmu bahkan tidak berubah Tuan Shin, kenapa masih saja ngotot
menantangku?” Katanya. Evil smirk nya yang lagi
lagi muncul di wajahnya itu membuat jengah si tuan berkumis tebal.
“ Kau
terlalu angkuh Cho! Permainan bahkan belum berakhir!” Kata Tuan Shin. Bagi Tuan
Shin permainan ini bukan hanya tentang menang atau kalah dalam meja oval
dihadapannya. Tapi tentang harga dirinya yang sudah keberapa kalinya
diinjak injak oleh pria yang mungkin berusia separuh dari usianya.
Mungkin ratusan kali kekalahan, puluhan malam, Yaa Tidak terhitung....
“Sampai
kapanpun kau tidak akan menang melawanku. Dasar brengsek tua!” Ucapnya lirih
disertai kekehan jahanam seorang Cho Kyuhyun. Yaa Pria berjas maroon itu
bernama Cho Kyuhyun. Pemain judi tak terkalahkan yang terpaksa jatuh cinta pada
casino setiap malam.
"Raise!"
Kali ini
tuan Shin menunjukkan senyuman intimidasi, Keyakinan memiliki harapan
menang dengan 5 kartu yang dia miliki kini sudah berada di tangannya.
“All in...” Ucapnya tanpa ragu mendorong semua chipnya ke tengah meja.
“Kau benar
benar akan sampai akhir melakukannya Tuan Shin?” Ejek Cho Kyuhyun.
“Aku pikir
kita masih harus bertatap muka lebih lama lagi anak muda!” Tuan Shin terlalu
percaya diri mengakhiri hand dengan lima buah kartu yang
dibukanya “Ace Two pair...” dengan
fasihnya si tuan renta itu menyebutkan kartunya.
“ Aaah,
merepotkan sekali. Aku sudah ingin menghabiskan malamku bersama dewi fortunaku
ini tuan, bisakah kita selesaikan ini lebih cepat, huh?” Cho Kyuhyun membuka
satu kancing paling atas kemejanya. Tapi Tuan Shin tidak menjawab. Balasannya
hanyalah tatapan mata yang sudah dikelilingi
keriput di tepian tapi lebih tajam dari sebilah pisau. Tatapan itu seakan
mengatakan ‘Akan ku cabik cabik isi perutmu sebelum kau bisa tidur dengan
wanita yang kau rebut dariku itu Cho Kyuhyun!’
Bukan Cho
Kyuhyun namanya jika dia mengkerut dengan tatapan itu. Bahkan Kim Tae Hyeon
sang “King of the Gambler” saja sudah
pernah dia kalahkan dalam semalam. Apalagi hanya seorang Shin Jae Ha,
Raja casino puluhan tahun lalu yang kini hanya seorang pria renta dengan cerutu
panjang yang menggantung di mulutnya.
“Ro...yal...
flush... Ottohke? Aku tahu kau masih ingin melihat wajah
tampanku ini kakek tua, tapi aku tidak berniat melihat wajahmu lebih
lama.” Kyuhyun bangkit dari duduknya diikuti wanita berpakaian minim itu.
“Maldo
Andwe! Kau pasti bermain licik Cho Kyuhyun!!” Si Tuan renta itu mengeratkan
gigi giginya tajamnya. Menggebrak meja tidak percaya. Dia sudah kalah untuk yang
kesekian kalinya di tangan penjudi muda yang bahkan masih lebih minim
pengalaman daripada dirinya. Masa kejayaan Tuan Shin benar benar berakhir
sekarang.
“Berhentilah
menyusahkan diri Tuan Shin, aku tidak akan bermain denganmu lagi. Apa kau hanya
akan kalah setiap bermain denganku hingga ke liang kuburmu? Yaaak, Aku
bahkan tidak sudi mengantarkanmu sampai ke sana.”
“Brengsek
sialan...”
Kyuhyun
tersenyum asimetris, tandanya dia sangat puas menelanjangi tuan renta tidak
tahu diri ini dihadapan wanitanya.
Menginginkan
wanitaku? Ciih Yang benar saja. Kau bahkan lebih cocok keluar masuk panti jompo
daripada casino mewah ini. bermimpilah hingga kau mati tuan Shin...
Itu lah yang
ada di pikiran Kyuhyun sebelum meninggalkan mejanya. Tangannya kirinya
melingkar di pinggang wanita yang sedari
tadi tidak pernah pergi dari sisinya itu.
Cho Kyuhyun,
pria tampan itu seakan gerah dengan seseorang yang menantang dirinya di meja
judi. Apalagi jika lawannya hanya ingin mendapatkan wanita itu. Dia semakin
bernafsu untuk menang jika wanitanya yang dijadikan taruhan. Dia benar benar
tidak ingin pria lain menyentuh tubuh wanita itu sekalipun. Wanita itu hanya
miliknya...
Wanita itu?
Bagaimana wanita itu begitu istimewa bagi Kyuhyun? Dia hanyalah satu
dari sekian banyak wanita penghibur di casino yang Kyuhyun datangi.
Apakah dia wanita penghibur tercantik? Tidak, banyak wanita penghibur yang
lebih cantik, tapi entahlah... dia hanya jatuh cinta pada wanita itu. Sarah...
Kyuhyun
selalu menghabiskan sepanjang malamnya bersama Sarah agar Sarah tidak bersama
pria lain. Dia rela mengunjungi casino tempat Sarah bekerja setiap malam agar
wanitanya tetap bersamanya, mendampinginya di meja judi yang mau tidak mau
sudah menjadi surga baginya.
Tapi tidak
begitu bagi Sarah, baginya Kyuhyun hanyalah klien yang harus dilayani jika
Kyuhyun memberikan uang padanya. Selebihnya Kyuhyun bukanlah siapa siapa.
Kyuhyun
tidak peduli dengan anggapan Sarah kepadanya, itulah mengapa dia harus ke
casino sepanjang malam. Membuat Sarah menempel pada Kyuhyun dengan uang hasil
taruhannya di meja judi dan tidur dengannya sampai pagi. Bagi Sarah, kehidupan
normal seorang Cho Kyuhyun bahkan tidak menarik untuk dicampurinya. Menjadi
kekasihnya? Euh, yang benar saja.
Di kehidupan
normal, Cho Kyuhyun adalah pemilik kafe di salah satu jantung kota Seoul.
Ayahnya meninggal setelah perusahaannya diakuisisi paksa oleh perusahaan
rekan bisnisnya, ibunya pergi ke London dan menetap di sana bersama suami
barunya. Dia tinggal di Korea dengan sepupunya yang masih SMA, apartemen
dan kafe adalah peninggalan orang tua Kyuhyun yang tersisa.
“Oppa, aku
pesan americano frappe seperti biasa.” Kata seorang gadis
berseragam sekolah menengah itu. Rambutnya dikuncir kuda dengan tas gendong berwarna cream menempel
di punggungnya.
“Kau lagi? Noona.. layani dia.” Kyuhyun yang berada
di tempat pemesanan langsung pergi memanggil pegawainya yang sudah dia
anggap seperti kakaknya.
“Oppa, aku
mau kau yang mengantar americano ku
ke meja ya. Aku ingin bicara padamu.” Ucap gadis itu keras keras agar Kyuhyun
mendengarnya.
“Apa yang
harus ku bicarakan dengan anak SMA sepertimu? PR Matematika? Hyeon, aku lelah
ingin istirahat!” Kyuhyun terlihat enggan menuruti keinginan gadis itu.
“ Oppa, aku ini
lebih dewasa dari yang kau pikirkan! Apa aku terlihat seperti ingin
memintamu mengerjakan PR ku?”
“Terserah
katamu saja.” Jawab Kyuhyun.
Jang Na Ra,
pelayan kedai itu membuatkan pesanan gadis SMA tadi. Baginya sudah biasa
melihat pemandangan Kyuhyun sebal menghadapi gadis di bawah umur itu. Bahkan Na
Ra lebih tahu daripada bosnya betapa
gadis itu menyukai bosnya lebih dari apapun.
Gadis
berseragam SMA itu duduk di mejanya, menghadap Kyuhyun yang tengah berdiri
menyiapkan pesanannya. Dia mengagumi setiap inchi tubuh Kyuhyun dari
ujung kepala sampai ujung kakinya. Rambut kecoklatannya, kulit seputih susunya,
mata hazzelnya. Tangannya yang panjang sesuai dengan tinggi badannya yang
mendekati 180 cm. Jari jarinya yang indah dan kakinya yang jenjang.
Oppa, kau
benar benar sempurna!! Batinnya sambil menyatukan telunjuk dan ibu
jarinya membentuk lingkaran.
“Apa yang
kau lihat?” Sosok tinggi itu sudah berada di depan meja gadis SMA itu. Cho
Kyuhyun yang membawakan pesanannya ke meja.
“Kau...”
katanya santai.
“Kau katamu?
Bicara yang sopan dengan Ahjussi.”
“Ahjussi?
Haha, aku lebih suka memanggilmu Oppa.” Katanya sambil menyedot frappe yang masih berada di atas
nampan.
“Kau itu
baru 17 tahun dan aku belasan tahun lebih tua darimu.” Kyuhyun memundurkan
kursinya dan duduk menghadap gadis itu. Kyuhyun tahu apa yang akan gadis itu
bicarakan padanya. Sesuatu yang selalu dikatakannya berulang kali.
“Kenapa sih
semua orang membahas usia? Oppa, kau tahu kan aku sangat menyukaimu. Bagi
orang yang saling mencintai, usia bukan masalah kan?” Hyeon Jung mulai berkicau
lagi soal usia.
“Tidak. Kau
terlalu anak anak untuk ku kencani.”
“Oppa,
jebal..”
“ Seo Hyeon
Jung, jebal... kita sudah membahas ini ribuan kali. Sudah kubilang aku tidak
akan mengencani gadis dibawah umur.” Kyuhyun meninggalkan gadis itu di mejanya.
Seo Hyeon
Jung, seorang gadis SMA yang begitu tergila gila pada Kyuhyun sejak pertama
kali bertemu di usianya yang baru 13 tahun ketika diajak kakaknya ke kafe ini.
Hyeon Jung melihat Kyuhyun di sana duduk bersama ibunya yang sangat mirip
dengan Kyuhyun. Kyuhyun dulu hanya terlihat beberapa kali saja, karena kafe ini
masih ditangani oleh ibunya. Tapi kali ini Kyuhyun yang menghandle semuanya, jadi Seo Hyeon Jung
bisa lebih sering melihatnya.
“Oppa, aku akan kembali besok... jangan
coba coba menghindariku ya.” Kata Hyeon Jung.
“ Jangan
mengganggu pekerjaanku! Sekolah saja dengan benar!”
“Oh iya
Oppa, katakan pada Min Ho aku merindukannya. Suruh dia kembali ke sekolah
segera.”
“ Yaaaa!
kalau kau merindukannya kenapa tidak memacarinya saja huh?”
“ Eiii, kan
sudah kubilang aku menyukaimu.” Goda Hyeon Jung
Gadis itu
menyambar Frappenya dan meninggalkan kafe. Bagi Hyeon Jung, melihat
Kyuhyun sebatas detik atau menit sudah cukup, asal dia melihatnya setiap hari,
mengungkapkan kalau dia menyukainya atau mencintainya, baginya itu sudah cukup.
Terkadang
Hyeon Jung kesal pada dirinya sendiri, Kyuhyun semakin dewasa dan tumbuh
semakin tampan, tentu saja banyak gadis yang menyukainya. Tapi Hyeon Jung
merasa dia belum juga tumbuh dewasa untuk bisa bersaing dengan gadis gadis itu.
Kyuhyun masih saja menganggapnya gadis di bawah umur.
“Tuhan,
bisakah kau menambahkan 5 tahun ke dalam usiaku? Agar aku bisa lebih
dewasa dan bisa bersaing dengan gadis gadis itu.” Itu adalah harapan dari
setiap doanya. Sedikit konyol memang tapi doa itu yang selalu dia panjatkan
pada Tuhan agar Kyuhyun menganggapnya sebagai seorang wanita.
Namun alasan
Kyuhyun tidak sampai pada usia gadis itu
saja, di dasar hatinya, ada perasaan yang lebih mendalam dari sekedar
menghindari anak di bawah umur. Kyuhyun benci berhubungan dengannya karena satu
hal. Satu hal yang membuat dia menjadi anak yang hidup seorang diri tanpa orang
tua. Ayahnya yang terkena serangan jantung dan membuat ibunya pergi bersama
pria lain. Yaa, kebangkrutan perusahaan ayahnya itu dipicu oleh rekan bisnisnya
yang tidak lain adalah ayah gadis itu. Bagaimanapun Kyuhyun tidak akan menyukai
Hyeon Jung setelah apa yang dilakukan ayah Hyeon Jung pada ayahnya empat tahun
lalu. Kyuhyun benar benar bukan membenci gadis itu, dia hanya tidak suka
padanya karena ayahnya membuat hidupnya seperti ini. Hanya menjadi seorang
pemilik cafe kecil di kota semodern ini.
Kyuhyun
memendam rasa itu sendirian tanpa siapapun yang mengetahuinya, termasuk
sepupunya yang tinggal bersamanya itu. Choi Min Ho. Mereka memang berbagi semua
rahasia hidup, tapi tidak untuk hal ini. Kyuhyun berniat menyimpan rapat rahasia
ini dari siapapun tidak terkecuali Min Ho.
****
Casino,
adalah kehidupan kedua seorang Cho Kyuhyun setelah kehidupan keluarganya yang
harmonis hancur dan tidak ada yang tersisa dari perusahaan ayahnya.
Cintanya pada dunia perjudian muncul pada saat
saat sulit itu. Mencari uang dari satu meja ke meja yang lain. Bertaruh dengan
modal yang dia pinjam dari sahabatnya yang sekarang entah dimana. Bertahan
hidup dan kemudian mengembangkan kafenya yang hampir tutup karena kekurangan
modal usaha.
Dan juga
wanita itu, wanitanya yang diakuinya sebelah pihak itu menjadikan Kyuhyun tidak
bisa lepas dari tempat itu. Dia merasakan kehangatan dari kehadiran seorang Sarah.
Wanita penghibur dengan pembawaan hangat dan menggoda.
Casino, tempat
dengan berbagai macam gangster dimana mereka seringkali mengajak Kyuhyun
bergabung bersama mereka. Kemampuan Kyuhyun dalam dunia gambling memang
sudah sangat dikenal, dan menjadikan Kyuhyun sebagai anggota mereka adalah
keuntungan atau mungkin sebuah ‘jackpot’. Tapi Kyuhyun tak pernah mau bergabung
dengan semua berandal itu, karena tujuannya ke casino hanya mendapatkan uang
dan juga Sarah. wanita yang dicintainya.
Malam malam berikutnya tujuan Kyuhyun menjadi semakin mengarah kepada wanita itu saja. Uang? Dia sudah tidak peduli. Kafenya sudah mulai membaik dan dia bermain judi hanya untuk bersenang senang dan hanya untuk bertemu dengan Sarah di casino.
Sarahpun
tidak pernah menolak jika Kyuhyun menemuinya, sedikit yang membuat Sarah
tertarik pada Kyuhyun hanya wajahnya yang tampan, uang hasil judinya yang
selalu diberikan padanya dan juga betapa hebatnya Kyuhyun dalam urusan ranjang.
Tiga hal itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi Sarah untuk mendampinginya di
Casino. Kyuhyun masih tidak peduli jika Sarah menganggapnya seperti itu,
asalkan Sarah bersamanya sepanjang malam maka dia akan melakukan apapun
termasuk memberikan uang hasil permaniannya.
Kyuhyun
pernah meminta Sarah berhenti sebagai wanita penghibur dan menikah
dengannya. Tapi Kyuhyun ditolak mentah mentah, Sarah mengatakan dia tidak akan
pernah menikah. Dia cukup bahagia dengan hidupnya sekarang. Tanpa ikatan
pernikahan.
Kyuhyun
sedikit tertekan hingga akhirnya dia semakin terjerumus ke dunia perjudian ini
lebih dalam lagi. Setiap malamnya dia hanya tahu gemerlapnya casino dan meja
meja judi. Gadis gadis lain yang pernah ditawarkan kepadanya tidak pernah di
sentuh. Dia hanya ingin Sarah. Dan Kyuhyun akan membayar mahal untuk itu.
Pernah suatu
saat Kyuhyun mendapati Sarah di sewa pria lain, betapa mendidih hati seorang
Kyuhyun, hingga tantangan bermain di meja judi itu akhirnya dilayangkan Kyuhyun
kepada pria penyewa itu, dengan taruhan siapapun yang menang akan memiliki Sarah
kemudian.
Persetan dengan uangnya, aku hanya
ingin Sarahku.
Sama seperti
malam ini, Sarah telah disewa penjudi lain. Dia belum pernah terlihat
sebelumnya di casino. Seorang pria tampan putra Chaebol, pemilik
perusahaan elektronik paling sukses di Korea.
Kyuhyun pun
tidak bisa tinggal diam, dengan hatinya yang bergejolak melihat Sarah di
pelukan pria lain, rasanya Kyuhyun ingin menelanjangi pria itu di meja gambling.
Sarah
berbisik pada pria di sampingnya dan pria itu menolak tantangan Kyuhyun.
“Aku hanya
sedang bermain main di sini, tidak ingin bertaruh apapun selain uangku yang
bahkan rumahku saja tidak cukup untuk menampungnya. Kalau kau butuh
uangku mari kita bermain. Tapi jika kau menginginkan wanita ini. Hah,
bermimpilah. Aku tidak akan pernah memberikannya kepadamu!” Kata pria di
samping Sarah. Sarah bersemangat menyambut pelukan dan ciuman bertubi
tubi pria pewaris tahta perusahaan itu.
Sungguh,
pemandangan paling pedih bagi Kyuhyun. Segala yang Kyuhyun berikan pada wanita
itu seakan tidak ada bekasnya sekalipun.
“Fold...”
“Fold...”
“Fold...”
“One
Pair...”
Begitu
seterusnya kalimat yang muncul dari bibir Kyuhyun di meja oval itu. Chipnya
yang bertumpuk itu telah habis. Kekalahan pertamanya sejak dia menjadi seorang
penjudi. Dia tidak menyerah, apapun yang dia miliki dipertaruhkannya demi
mendapat pengakuan dari Sarah bahwa dia adalah penjudi paling hebat yang harus
dia banggakan. Pria yang mencintainya dengan sepenuh hati yang telah melakukan
apapun untuknya. Tapi hati Sarah bahkan tidak bergeming sedikitpun.
“ Ash, benar
benar tidak menarik. Kau yakin pria hebat itu yang bersamamu selama ini?” Tanya
pria itu pada Sarah. Sarah menjawabnya dengan berbisik, kemudian tawa
keduanya pecah seketika, hingga keintiman mereka membuat Kyuhyun semakin
emosi.
Kyuhyun meletakkan kunci mobilnya diatas meja judi dan lagi lagi dia menelan kekalahan paling pedih sepanjang permainan judinya. Kehilangan seluruh uangnya, mobilnya dan kini wanitanya telah berada di pelukan pria lain.
Kyuhyun
pergi dari meja oval itu dengan wajah frustasi. Untuk pertama kalinya dalam
sejarah hidup Cho Kyuhyun. Dia kehilangan miliknya dalam satu malam.
Keberuntunganku
memang ada pada Sarah
****
Sarah
kembali dari casino pukul enam pagi. Kyuhyun sudah menunggunya di depan rumah sewanya
di jalan sempit yang cukup menyedihkan.
“Kyu? Apa
yang kau lakukan?” Tanya Sarah pada Kyuhyun.
“Aku
menunggumu sayang...” katanya dengan membawa seikat bunga dan dua kotak sarapan. “mari
sarapan bersama.” Ajak Kyuhyun.
“Oh Kyu, ku
mohon berhenti memanggilku sayang.”
“Wae...?”
“Kita tidak
dalam hubungan yang seperti itu kan?”
“Kau tidak
merasa? Sudah berapa kali aku mengatakan padamu kalau aku mencintaimu. Sudah
berapa kali aku mengungkapkannya. Kau tidak mengerti juga?”
“Kyu, kau
hanya Klien. Tidak lebih...”
“Lalu pria
itu? Pria yang semalam menciumi bibirmu di hadapanku?” Sarah terdiam. Wajahnya
berpaling dari tatapan Kyuhyun.
“Entahlah...”
jawabnya lirih.
“Pria itu?
Kau hanya menghabiskan satu malam bersamanya tapi kau tidak bisa menyebut dia
klien? Dan kau tanpa ragu menyebutku Klien. Pria yang sudah melakukan apapun
untukmu? ”
“Kyu, aku
lelah. Bisakah kau pulang saja?”
“Apa kau
benar benar tidak mencintaiku?” Tanya Kyuhyun putus asa, Sarah menggeleng yakin.
“Tidak ada
sedikitpun getaran di hatimu saat menghabiskan waktu bersamaku?” sekali lagi
dan Sarah juga menggeleng.
“ Apa kau
tidak pernah merindukanku saat kita tidak bersama?”
“Kyu
Hentikan, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu lagi. Dan nanti malam, jangan
mencariku karena aku akan bersama Siwon lagi.” Ucap Sarah.
“Aaa, jadi
pria itu bernama Si Won? Huh?”
“Nee, dia
pria yang baik, memperlakukanku dengan baik dan juga... masa depan Si Won lebih
terjamin daripada masa depanmu.” Sorot mata Sarah mengisyaratkan kebenciannya
pada Kyuhyun. “Kau tampan Kyu, kau menarik, tapi aku tidak melihat masa depanmu yang cerah. kau hanya seonggok
daging konyol yang memperjuangkanku tanpa sesuatu yang bisa kau banggakan
selain permainanmu di meja gambling..”
DEG!
Cho Kyuhyun
tahu sekarang. Dia sudah menjadi pria yang baik untuk Sarah, sudah
memperlakukan Sarah dengan baik, hanya saja masa depan seorang pemilik cafe
tentu tidak semenyenangkan pewaris perusahaan eletronik nomer satu di Korea
Selatan.
Kyuhyun-sshi,
kau kalah telak di bagian itu... kau bukan pewaris tahta perusahaan
manapun.
Sarah
membuka pintu rumahnya, kemudian meninggalkan Kyuhyun di luar.
“Kau pikir
pria seperti dia mau menikahimu? Seorang ayah dari keluarga berada tidak akan
membiarkan anaknya menikah dengan wanita penghibur sepertimu. Kau tahu? Hanya
aku yang menerimamu apa adanya!”
Sarah
membanting pintunya kencang, seolah mendengar kata kata yang diucapkan Kyuhyun
padanya.
***
Cafe siang itu tampak begitu sepi, hanya beberapa anak laki laki yang
berseragam SMA duduk di bagian dekat jendela. Hyeon Jung belum menampakkan
batang hidungnya hari ini.
“Noona, si gadis berisik itu belum datang?” Tanya Kyuhyun setelah sampai di
cafenya.
“Maksudmu Seo Hyeon Jung ?” Tanya Na Ra. Kyuhyun mengangguk sambil
menegak segelas air mineral dari kulkas.
“Aku belum melihatnya, padahal biasanya jam segini dia pasti sudah datang.
Kenapa, kau rindu padanya? ” Tanya Nara menggoda bosnya itu.
“Heiizz, mana mungkin.” Elak Kyuhyun.
“Lalu kenapa mencarinya?”
“Hanya saja...” Kyuhyun ragu melanjutkan kata katanya. “aneh saja dia tidak
datang. Terakhir kali dia tidak datang kan karena radang usus. Apa dia sakit
lagi ya?”
“Kenapa begitu peduli, kalau dia disini saja kau selalu mengusirnya
pergi... kkkk” Nara tertawa karena berhasil menggoda bosnya.
“Haha, benar juga.. Aaah siangku akan damai kalau begitu.” Katanya sambil
menggeliatkan tubuhnya. Semalaman ini Kyuhyun tidak tidur, tidak pulang ke
apartemen dan menunggu Sarah di depan rumahnya. Sedikit lelah tapi
hatinya lebih lelah mengetahui gadis yang selama ini sungguh sungguh
dicintainya tidak menganggapnya sedikitpun. Menyakitkan?
Tentu saja!
Kyuhyun berjalan menuju meja dekat jendela, duduk di salah satu kursi pelanggan, dan
pikirannya masih melayang pada pembicaraannya dengan Sarah pagi tadi.
Apanya yang salah dengan menjadi pemilik cafe, toh aku berusaha dengan baik
dan dengan sangat bangga aku tidak pernah mendompleng kerja keras ayahku. Haish,
ayahku juga dulu CEO perusahaan... walaupun sekarang sudah bangkrut. Yaa, tidak
ada yang abadi dari harta benda... tapi kenapa kau mengabaikanku karena pria
pewaris perusahaan itu. Siapa namanya? Siwon.. Haish, persetan dengan namanya.
"Kau tampan Kyu, kau menarik, tapi aku tidak melihat masa depanmu yang
cerah. kau hanya seonggok daging konyol yang memperjuangkanku tanpa sesuatu
yang bisa kau banggakan selain permainanmu di meja gambling.."
Kalimat itu yang masih saja terekam jelas di otakku. Seonggok daging... Ya
Tuhan, apa aku hanya berarti seonggok daging bagimu?
***
“Hyeong! Kau pulang? Ini belum pagi, kenapa kau pulang?” Tanya seorang laki
laki tinggi besar yang masih mengenakan seragam SMAnya. Min Ho, Choi Min Ho
adik sepupu yang tinggal bersama Kyuhyun selama beberapa tahun terakhir.
Min Ho heran, ini adalah jam Kyuhyun seharusnya berada di casino, tapi
kenapa kakak sepupunya ini malah pulang ke apartemen.
“Ini apartemenku, kenapa aku tidak boleh pulang kemari?” Tubuhnya
dijatuhkan sekenanya ke sofa biru langit di depan televisi.
“Bukan begitu maksudku Hyeong, tidak biasanya kau pulang sebelum pagi. Apa
ada masalah di casino?” Wajah Kyuhyun yang terlihat tidak sumringah menyambut
malam seperti biasanya adalah penyebab kecurigaan Min Ho.
“ Sedikit, Oh iya kau sudah mulai sekolah lagi? kemarin aku bertemu si
berisik Hyeon, katanya dia merindukanmu.” tanya Kyuhyun pada Min Ho.
“Kakiku sudah agak baik. Aku juga sudah bisa berlari Hyeong. Hebat kan? Ah,
Hyeon? Dia tidak masuk sekolah hari ini padahal dia yang selalu menyuruhku
untuk kembali ke sekolah secepatnya. Bukankah gadis itu selain berisik juga
menyebalkan?” terang Min Ho.
\
Oh jadi Hyeon tidak berangkat
sekolah?
“Eoh..syukurlah.” Jawab Kyuhyun singkat. “Aku pikir Hyeon cocok denganmu,
kalian sering terlihat bersama. Kau tidak menyukainya?”
“Haha, Hyeon? tentu saja tidak Hyeong, yang ada di pikiran dan hidupnya itu
cuma kau. Dia menempel padaku karena aku adalah adikmu. Lagipula aku tidak mau
hidup bersama orang yang tidak mencintaiku. Uh, terdengar mengerikan.” Min Ho
bergidik. “Kau juga mau kubuatkan makanan?”
“Eoh? Anniyo...” Jawab Kyuhyun singkat. Pikirannya kembali ke
percakapan tadi pagi bersama Sarah dan juga kata kata Min Ho baru saja.
‘lagipula aku tidak mau hidup bersama orang yang tidak mencintaiku.’
“Hyeong, ada apa sebenarnya denganmu? Kau biasanya paling semangat
kalau malam begini. Kau tidak menemui wanitamu?”
Cho Kyuhyun dan Choi Min Ho, dua orang ini mengerti satu sama lain. Min Ho
tahu apapun tentang Kyuhyun begitu pula sebaliknya. Walaupun mereka bukan
saudara kandung tapi ikatan mereka lebih dari itu. Cho Kyuhyun adalah kakak
yang baik, dan Min Ho adalah adik yang patuh.
Cho Kyuhyun menceritakan semuanya pada Min Ho. Sebagai adik yang baik yang
tidak bisa melakukan apapun untuk cinta kakaknya. Dia hanya memberikan sebuah
tepukan empati di bahu kakaknya itu. “Walaupun aku tidak begitu menyetujui
cintamu itu, Berabarlah Hyeong, dia akan
tahu mana yang lebih benar benar tulus mencintainya.”
Sejenak bel apartemen mereka berbunyi, Kyuhyun bangkit dari tidurnya
dan berjalan melewati intercom.
“Nuguseyo?”
“Min Ho-yaaa.....” panggil seseorang didepan pintu apartemennya. Suaranya
parau.
Sesosok gadis mungil yang tidak asing bagi Kyuhyun muncul di layar
intercom. Kepalanya menunduk menyembunyikan wajahnya dari layar.
“Hish, si gadis berisik itu bahkan sudah berani datang kemari.” Kyuhyun baru
saja membuka pintu apartemennya tapi gadis itu langsung saja menyambar
dada yang ada hadapannya. Memeluk Kyuhyun erat. Ada yang berbeda dari
suaranya, bukan si gadis berisik yang berteriak mengungkapkan isi hatinya, tapi
sebuah isakan terbata bata.
“Min Ho-ya... eo...tteoh...kke?” Suaranya melemah, memeluk seseorang yang
dia pikir adalah Min Ho dengan sangat erat.
Kyuhyun yang tiba tiba dipeluk begitu saja terlihat syok, matanya membulat,
begitu pula mulutnya. Pertama kali yang akan dilakukan Kyuhyun
adalah mendorong gadis itu dan melepaskan diri dari pelukannya. Tapi
setelah mendengar isakan gadis itu, Kyuhyun mengurungkan niatnya. Membiarkan
tubuh tegapnya di peluk sebentar. Hatinya tersentuh..
But What... Min Ho-ya?
Min Ho mengecek siapa yang datang, karena Kyuhyun tidak lekas kembali ke
dalam. “Hyeon-ah!” panggil Min Ho dengan celemek dan wajan masih di
tangannya. Benar benar mirip anak sekolah yang sedang praktik
memasak. “Apa yang kau lakukan di dada Hyeong ku?” tanya Min Ho datar
saja.
“Eoh?” Hyeon Jung segera menyadari siapa yang berdiri di ujung sana dengan
celemek dan wajannya lalu menebak nebak siapa yang sedang di peluknya.
Wajahnya memerah malu, tangisannya berhenti setelah menyadari pemilik kemeja yang melekat
di pipinya itu.
“Kau bilang kau menyukaiku. Tapi begitu caramu memeluk Min Ho?” Tanya
Kyuhyun mendorong dahi Hyeon Jung dengan jari telunjuknya.
“Oppa, bagaimana bisa kau disini?”
“Ini apartemenku.” Kyuhyun meninggalkannya dan masuk ke dalam. “Aku heran
kenapa semua orang merasa aneh aku berada di apartemenku sendiri.” Kyuhyun
mengomel sendiri hingga dapur apartemennya.
Hyeon Jung mengikutinya dengan air mata yang masih menganak sungai di pipi
chubby-nya.
“Tapi kata Min Ho kau selalu tidak ada saat mal...” Tangan luas Min Ho tiba
tiba saja mendarat di bibir Hyeon Jung, membekap mulut dan separuh wajah Hyeon
Jung yang begitu polos agar tidak melanjutkan kata katanya.
Tapi terlambat, Kyuhyun tahu dan sudah memasang wajah jengkel pada sepupunya.
Haah, seberapa banyak Min Ho memberitahu Hyeon Jung tentang dirinya.
“Hehe, Mian Hyeong...” kata Min Ho dengan senyum lugunya.
Kyuhyun kemudian mengambil alih dapur dan membiarkan mereka berdua bicara.
Sesekali Kyuhyun melirik ke arah gadis yang tergila gila padanya itu. “Ciih,
tergila gila padaku tapi memeluk Min Ho seerat itu.” Kyuhyun terus saja
mencibir dan merutuk hingga masakannya matang. Bisa dipastikan ini adalah
makanan buatannya yang paling tidak enak karena dibuat dengan rutukan dan
cibiran sepanjang prosesnya.
“Makanlah...” kata Kyuhyun setelah meletakkan tiga piring omurice di meja
makan.
“Gumawo Hyeong...”
“Gumawo Oppa..” Kyuhyun tidak menjawab ucapan mereka. Dia hanya sibuk
menuangkan air ke dalam gelas.
Disela sela makan malam mereka, Min Ho membuka percakapan dengan kakak
sepupunya, Cho Kyuhyun.
“Hyeong, maukah kau membantuku? ” tanya Min Ho setelah menghabiskan seluruh
omurice di piringnya. Min Ho ragu apakah dia akan memberitahu kakaknya atau
tidak. Tapi menurutnya. Permasalahan ini hanya Hyeongnya yang bisa memecahkan.
“Ah maksudku membantu Hyeon.”
“Apa?” tanya Kyuhyun, dia masih saja membalik balikkan nasi dan telurnya
hingga berantakan tanpa memakannya sedikitpun.
“Menikahlah dengan Hyeon.” Kata Min Ho.
Ya Tuhan, apa lagi ini?
“Apa kau bilang?”
“Menikahlah dengan Hyeon.” Ulang Min Ho. Kyuhyun berbalik memandang Hyeon
Jung dengan wajah lelah.
“Yaak, kau datang kesini untuk menyuruh Min Ho mengatakan hal konyol
semacam ini?”
“Oppa, aku benar benar ingin menikah denganmu.” Hyeon Jung menatap pria
yang disukainya itu penuh harap. Hyeon Jung tahu ini tidak semudah membalikkan
telapak tangannya.
“Kau baru 17 tahun dan kau ingin menikah? Denganku? Apa kau tidak
waras?” Kyuhyun meletakkan sendok dan garpunya diatas meja makan.
“Memangnya apa yang salah dengan menikah?” tanya Hyeon Jung.
“ Tidak ada, kalau kau mau menikah silakan saja, tapi tidak denganku.
Memangnya aku mencintaimu, kenapa aku harus menikah denganmu?”
“Hyeong!” Min Ho menaikkan nada suaranya.
“Apa? Kau baru saja tahu apa yang terjadi padaku dan kemudian menyuruhku
menikah dengan gadis berisik ini? Kalian
berdua saja yang menikah. Pembicaraan macam apa ini. “ Kyuhyun beranjak
dari duduknya. Mengelap sudut sudut bibirnya dengan tisue makan dan
meninggalkan mereka di anak tangga pertama.
“Ayah Hyeon sakit, kakaknya sedang di Afrika dalam perjalanan kemanusiaan dan
tidak bisa dihubungi. Perusahaan membutuhkan pendamping Hyeon untuk mengelola
perusahaan. Kau kan pernah sekolah bisnis dan pernah mengelola perusahaan
paman. Jadi aku rasa kau bisa mendampingi Hyeon mengelola perusahaannya.
“ Jelas Min Ho.
“Jadi aku hanya alat untukmu, Hyeon Jung-sshi?”
“ Oppa, aku memang harus menikah. Aku memilih menikah denganmu karena aku
memang mencintaimu. Tidak bisakah kau menikah denganku?”
“ Apa karena kau memilihku, jadi aku harus menikah denganmu? Hei, kau pikir
kau siapa? Lupakan saja pembicaraan ini. Aku akan berpura pura tidak
mendengarnya.” Kyuhyun melangkah naik ke anak tangga diatasnya. Dan menghilang
setelah belokan tangga pertama.
“Hyeong!”
“Oppa...”
Hish, anak SMA jaman sekarang semakin gila saja. Gadis 17 tahun ingin
menikahiku. Pria 17 tahun menyuruhku menikahi temannya. Apa mereka benar benar
bekerja sama untuk melakukan ini. Seo Hyeon Jung!! Choi Min Ho!!!!!!
“Aku akan memberikan perusahaan yang ayah berikan padaku jika kau
menikahiku, Oppa.” Hyeon Jung berteriak, berharap Kyuhyun mendengarnya dan
tertarik dengan tawaran menggiurkan itu.
Seperti yang diharapkan, Kyuhyun muncul lagi di anak tangga terakhir
sebelum dia menghilang dari pandangan mereka.
“Berapa?” tanyanya.
“Apa?” Tanya Hyeon Jung terkejut mendengar pertanyaan Kyuhyun.
“Berapa perusahaan yang akan kau berikan padaku?”
“Aku punya tiga perusahaan yang akan menjadi atas namaku. Oppa pilih saja
mana yang Oppa inginkan?”
“Waaaah, kau ternyata sekaya itu Hyeon, kau tidak ingin tahu bagaimana
ayahmu membangun tiga perusahaan itu? Kalau aku ingin semuanya, apa kau akan
memberikannya?”
“Oppa...”
“Tapi tidak terimakasih! Aku juga bisa mendapatkan uang banyak dengan
caraku. Menikah saja dengan orang lain, jangan denganku.” Kyuhyun berusaha
setenang mungkin menghadapi dua anak SMA seperti mereka. Memikirkan pernikahan
di usia mereka? Apa mereka tidak tumbuh dewasa terlalu dini?
****
Pagi ini sedikit dingin, Kyuhyun mengeratkan selimut ke seluruh tubuhnya,
tubuh enggannya masih ingin melanjutkan mimpi atau dia memang ingin tidur
sebentar lagi, membunuh waktu agar dia tidak mengingat peristiwa 24 jam yang
lalu. Sayangnya, sinar matahari yang mengintip dari celah jendela
mengusiknya. Memaksanya bangun untuk menghadapi dunianya yang sedikit pedih.
“Aah, sudah lama aku tidak menikmati tidur
malamku seperti ini.”Katanya setelah melihat jarum jam di dinding menunjukkan
angka sembilan. Tapi biasanya jika Kyuhyun bangun, ada seorang wanita yang
memeluknya atau sekedar memunggunginya
Aku benar benar kehilangannya.
Kyuhyun tertunduk di tepian ranjang, memaksa matanya terbuka lebar dan
menghadapi dunia yang semakin kejam saja. Setelah bersiap mandi dan menyantap
sarapan yang disiapkan Min Ho sebelum berangkat sekolah tadi, Kyuhyun
meminjam mobil Min Ho ke cafe setelah mobilnya lenyap karena menjadi taruhan kemarin malam. Baginya hari hari ini serasa
lebih panjang saja.
“Aku benar benar merindukan Sarah.”
Cafe siang itu cukup ramai dan Kyuhyun ikut sibuk dalam melayani pelanggan
pelanggannya karena salah satu pelayan cafe ada yang cuti untuk persiapan
pernikahannya.
Pelanggan cafe kebanyakan adalah gadis gadis dan anak anak SMA. Tentu saja
karena ketampanan si pemilik dengan segala pesonanya. Maka dari itu untuk
menjaga kelangsungan hidup kafenya paling tidak Kyuhyun harus memasang wajah
tampannya, paling tidak untuk promosi
tanpa bugdet. Yaah, jika hanya ketampanan, Kyuhyun memiliki kesempurnaan itu.
Mantra pemikat para gadis, Kyuhyun juga memilikinya. Tapi Kyuhyun buta akan
segalanya, yang Kyuhyun butuhkan hanyalah Sarah, Yaa hanya wanita itu.
Tapi wanita itu tidak membutuhkan apa yang dimilikinya. Pesonanya
telah redup dihadapan Sarah. Wanita itu hanya membutuhkan uang dan kedudukan
pria yang menjadi pelindungnya. Kini Kyuhyun bukan lagi pria yang dibanggakan
itu, melainkan hanya seorang aah bukan, seonggok daging menyedihkan seperti
kata katanya kemarin.
Bukan Kyuhyun namanya jika dia menyerah. Malam nanti Kyuhyun berencana
mendapatkan Sarah kembali ke sisinya apapun yang terjadi. Dia harus tahu betapa
Kyuhyun benar benar mencintainya.
Pintu casino sudah berada di hadapannya. Dengan kebanggaan seperti
biasanya, the next king of the gambler ini masuk ke sana.
Bermain dengan siapa saja yang menantangnya. Menghabisi chip chip
penantangnya dengan kemampuan, keberuntungan dan intuisinya yang kuat.
“Sudah ku bilang pesonaku belum berakhir. Akan ku tunjukkan padamu,
sayang!” ujar Kyuhyun mantap.
Tapi Sarah tidak tertarik, dia beranjak dari duduknya dan pergi
meninggalkan Kyuhyun setelah melihat tamunya datang.
Kyuhyun tetap membabat habis penantangnya dengan emosi yang meluap luap
karena melihat wanitanya terkekeh bersama pria lain, tubuh wanitanya
disentuh, dicium dan dipeluk. Pria yang sama, yang membuat Sarah berubah
sikap padanya.
“Waah, pengecut ini datang lagi?” Ejeknya setelah mendekati Kyuhyun yang
berhasil memenangkan permainan. “Ini milikmu, aku tidak punya tempat
untuk menyimpannya.” Cho Si Won melemparkan lembaran uang dan kunci mobil hasil kemenangannya melawan Kyuhyun saat itu.
“Aku tidak butuh semuanya Brengsek.”
“Hahaha, kau bisa membeli satu ton gula atau kopi instan dengan uang
itu. Kenapa sangat sombong kalau kau hanya pemilik kedai kopi!” Ejek Siwon.
“ Brengsek kau!” Kyuhyun mendorong pria itu. Tapi pengawal Siwon lebih
cepat. Dia mendorong balik Kyuhyun dan memukulinya hingga babak belur. Tatapan
Kyuhyun masih pada wanitanya, yang tetap diam menyaksikan Kyuhyun dikeroyok oleh
beberapa pengawal Siwon
Samar samar Kyuhyun melihat Sarah pergi meninggalkannya begitu saja,
matanya sendu menahan perih di sekujur tubuhnya, tapi ada yang lebih membuatnya
perih. Hatinya seakan akan dicabik cabik oleh wanita yang sangat dia cintai.
Tidak ada sekalipun pembelaan atau perasaan sedih yang terpancar dari mata
wanitanya itu sebelum akhirnya Kyuhyun tidak sadarkan diri.
****
“Hyeong! Kau sudah bangun?”
Min Ho datang ke kamarnya dengan sekotak air dan handuk untuk mengompres
luka kakaknya itu.
“Apa yang terjadi hyeong?” tanya Min Ho dengan dengan raut wajah cemas. Min
Ho sudah menyangka ini kan terjadi. Bar, Casino, pub, atau dunia malam yang
lain sudah pasti penuh dengan kekerasan, dan kali ini kakak sepupunya itu yang
jadi korban.
“Bukan apa apa.” Jawab Kyuhyun meringis menahan sakit ketika Min Ho
mengompres satu persatu lukanya. Wajahnya lebam di sisi kanan kiri, tepian
bibirnya sedikit robek dan tangannya penuh luka.
Tiba tiba seorang gadis membuka pintu kamar Kyuhyun sekenanya, dan berlari
khawatir menghampiri sosok pria yang terkapar di ranjang besar itu.
“Oppa, kenapa bisa begini?” Air mata Hyeon Jung jatuh, dia tidak bisa
menahannya padahal Min Ho sudah memintanya untuk tidak menangis di hadapan
Kyuhyun.
“ Kyuhyun Hyeong tidak suka wanita cengeng, jadi jangan menangis saat
melihatnya.” Isi pesan Min Ho pada Hyeon Jung.
“Hyeon, kenapa kau kemari? Jam berapa ini?” Kyuhyun menanyakan
kedatangannya. Bagi seorang gadis apalagi gadis SMA seharusnya tidak bisa
datang ke apartemen lelaki pukul dua dini hari begini.
“Min Ho bilang kau terluka jadi aku kesini.” jelasnya terisak di depan
Kyuhyun untuk yang kedua kali.
“Tapi ini sudah larut, kau tidak perlu datang.”
“ Bagaimana aku bisa tidur kalau kau kesakitan begini, huh?”
Kyuhyun terkekeh, “Heizz anak ini, Aku tidak apa apa. Kenapa begitu
khawatir. Lihat,aku saja masih bisa bicara dan wajah ku juga masih
tampan.” Kyuhyun menghibur Hyeon Jung, ah selain itu dia juga menghibur dirinya
sendiri
“Tampan apanya, lihat saja di cermin. Wajahmu sudah tidak berbentuk wajah
manusia kenapa kau bilang baik baik saja?”
“Hyeon, sudah ku bilang jangan menangis di depan Hyeong, kenapa kau masih
mengeluarkan air mata, huh?” tanya Min Ho yang sudah memberitahukan Hyeon Jung
agar tidak menangis.
“Aah, aku tidak sadar..” Hyeon Jung menyeka air matanya. Memandang sosok
pria yang selalu dikaguminya kini tidak berdaya dengan luka di sekujur
tubuhnya. Hyeon Jung cukup marah, dan membujuk Kyuhyun untuk menyewa
pengacara serta membawa kasus penganiayaan ini ke pengadilan, tapi Kyuhyun
menolak. Baginya tidak ada yang perlu di persidangkan.
“Sudahlah Hyeon, biar ini jadi urusanku saja, jangan ikut campur.” Pinta
Kyuhyun yang diiringi anggukan setuju Hyeon Jung. “ Tidurlah dikamar tamu
sampai matahari terbit. Min Ho akan mengantarmu setelah sarapan.” Setidak suka
apapun Kyuhyun pada Hyeon Jung, dia tidak akan tega menyuruhnya pulang sendiri
dini hari begini.
Hyeon Jung ingin menemani Kyuhyun disisinya, tapi dia tau pasti Kyuhyun
akan menolak. Sudah untung dia tidak disuruh pulang dini hari begini.
Jadi Hyeon Jung akan menuruti permintaan Kyuhyun. Awal yang baik kan? Paling
tidak Hyeon Jung pernah sedekat ini dengan Kyuhyun. Satu apartemen dengannya
walaupun satu malam, dan walaupun berbeda kamar tidur. Hyeon Jung sudah begitu
bahagia. Ah coba saja kondisi Kyuhyun baik baik saja, pasti dia lebih bahagia
di tempat ini.
Pagi ini Min Ho dan Hyeon Jung sudah sibuk di dapur apartemen Kyuhyun.
Mereka membuat sup dan bubur untuk Kyuhyun dan sarapan untuk mereka.
Walaupun terhitung anak orang kaya, Hyeon bukanlah anak manja yang setiap sarapan
hanya menadah juru masaknya. Dia terkadang ikut memasak atau bahkan membiarkan
dia memasak di dapur sedangkan juru masaknya cukup membantunya saja. Selain
memasak, Hyeon Jung juga mandiri dalam melakukan apapun. Ini karena orang
tuanya sangat sibuk dalam menjalankan perusahaannya sejak kecil. Alih alih
menjadi anak yang kurang perhatian, dia lebih baik menjadi anak yang mandiri
dan penuh tanggung jawab pada dirinya sendiri.
Ayahnya sekarang berada di rumah sakit, begitu pula ibunya yang sedang
menunggu di sana, jadi Hyeon Jung bisa dengan mudah keluar dari rumahnya tadi
malam.
Ayahnya terkena stroke yang membuat sebagian besar tubuhya lumpuh.
Hal itu membuat perusahaannya dilanda kekosongan kepemimpinan dan tentu
saja akan rawan berpindah kekuasaan. dan ibunya meminta Hyeon Jung untuk
memimpin perusahaan. Tapi apa yang bisa dilakukan gadis SMA pada 6 perusahaan
di bawah nama ayahnya itu?
Semua dewan direksi menentang keputusan itu, mereka tidak yakin dengan
kemampuan Hyeon. Jadi mereka meminta Hyeon untuk mendapatkan orang yang tepat
menggantikan posisi ayahnya. Satu satunya cara agar posisi CEO perusahaan tidak
berpindah tangan dari keluarganya, adalah pernikahan Hyeon Jung dengan
seseorang yang bisa menangani perusahaannya.
Ibunya dan seluruh keluarga sudah memberikan daftar calon suami untuk Hyeon
Jung, tapi gadis itu terlalu keras kepala untuk mau menikah dengan pilihan
mereka. Dia menyukai dan mencintai seseorang, dan Hyeon harus menikah
dengannya. Jika bukan pria itu, dia tidak akan menikah. Janjinya dalam hati.
Tapi kemarin pria itu menolaknya, dengan alasan Hyeon Jung masih terlalu
muda untuk menikah, dan pria itu juga tidak mencintainya. bahkan ketika Hyeon
menawari perusahaan ayahnya sekalipun, pria itu tidak bergeming.
“Hyeon, bagaimana kondisi ayahmu?” tanya Min Ho di sela sela aktifitas pagi
mereka. Kyuhyun yang hendak turun ke meja makan terhenti. Mencoba mendengarkan
pembicaraan mereka tanpa diketahui. Sebenarnya Kyuhyun cukup penasaran mengapa
Hyeon Jung tiba tiba mengajaknya menikah begitu saja.
“ Tidak berubah.” Jawabnya singkat
“Lalu bagaimana perusahaanmu?”
“Entahlah, apa yang bisa kulakukan dengan perusahaan perusahaan itu. Aku
bahkan tidak tahu apa yang dilakukan ayahku selama ini. Yang aku tahu dia
adalah pemilik perusahaan. Itu saja. Aku benar benar menyesal tidak tahu apapun
tentang perusahaan.” Sesal Hyeon Jung.
Satu satunya yang Hyeon Jung tahu dari perusahaan, adalah nama namanya
saja. ‘The Fast Trans’ sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
transportasi seperti taxi, travel dan semacamnya, ‘Seoul Drill’
perusahaan sparepart kendaraan bermotor yang memasok 30% sparepart
kendaraan bermotor di seluruh Korea bahkan sudah merambah pasar Asia, ‘Hello
home shopping’ sebuah perusahaan home shopping terkenal di korea, dengan omset
milyaran won perminggu. Seo Group, salah satu dari ‘the big 5’ perusahaan
properti di Korea Selatan, 'WinMart', perusahaan minimarket waralaba yang sudah
tersebar di tiap sudut jalan Seoul, Busan dan Daegu, serta perusahaan terakhir
adalah Yong Departemen Store.
Ayah Seo Hyeong Jung adalah seorang ahli akuisisi perusahaan perusahaan
yang hampir sekarat atau yang berada di ambang kebangkrutan dan membelinya
dengan harga sangat rendah kemudian membangunnya menjadi perusahaan hebat.
Begitu pula yang terjadi pada perusahaan ayah Cho Kyuhyun. Ketika ayah Kyuhyun
berusaha mempertahankan apa yang menjadi usahanya, Ayah Hyeon Jung dengan
sangat angkuh menekannya untuk menjual perusahaan kepadanya dengan berbagai
cara.
“Kenapa tidak bekerja sama dengan orang yang ayahmu percaya. Kau bisa
mendapatkan nasehat dan belajar darinya saat menjabat sebagai CEO.”
“Ayahku bahkan bilang jangan percaya siapapun di perusahaan.” Jawabnya
sambil mengaduk aduk bubur yang hampir matang.
Kyuhyun yang masih berada di ujung tangga terdiam tapi dalam hatinya, ia terus bicara “ Memang, termasuk ayahmu yang sangat dipercaya oleh ayahku saat itu sebagai rekan bisnis yang tidak mungkin mengkhianatinya.”
“Aiiish, sulit sekali kalau begitu. Bagaimana jika menikah denganku?” Usul
Min Ho. Lalu sendok yang dipegang Hyeon Jung mendarat tepat di kepala Min
Ho.
“Apa yang bisa dilakukan dua anak SMA pada 6 perusahaan ayahku? Pabo-ya!!”
Hyeon Jung kesal pada sahabatnya, seperti biasa, tidak pernah berpikir
sebelum bicara.
“Kau mau memaksa Hyeong lagi? Akan ku bantu meyakinkannya.”
“Dia masih sakit, lagipula dia sudah menolakku saat itu. Aku benar benaar
tidak ingin memaksanya.”
“Lalu kau mau menikah dengan orang lain?” Tanya Min Ho.
“Kyuhyun oppa adalah satu satunya pria yang ingin ku nikahi.” Jawabnya. “Tapi
bagaimana aku bisa begitu egois melihat kondisi ayahku yang terbaring lemah
itu.”
“Lalu kenapa menyerah begitu saja. Sudah berapa kali kau ditolak Hyeong?
Ratusan kali kan? Kau bahkan masih datang ke cafe walaupun dia tidak peduli
padamu. Dan kau hanya ditolak menikah sekali sudah menyerah.”
Hyeon terdiam, memahami perkataan sahabatnya itu.
Apa aku harus mencobanya lagi?
Kyuhyun turun dari kamarnya di lantai dua. Berjalan menuruni tangga
dengan tertatih menahan nyeri di sekujur tubuhnya.
“Oppa, kenapa turun kebawah. Aku mau mengantarkan makananmu ke atas sebelum
pulang.” Kata Hyeon Jung dengan senyum manisnya.
“Bosan, aku ingin keluar.” Katanya kemudian mengambil tempat di meja makan.
“Kau sudah baikan?” tanya Min Ho. Kyuhyun mengangguk “Jangan khawatir,
Hyeongmu tidak akan mati karena dipukuli.” Jawabnya santai.
Sarapan mereka cukup hening, hanya suara sendok dan piring yang saling
beradu. Ketiganya sibuk dengan pikiran masing masing. Min Ho dengan bagaimana
memulai percakapan tentang pernikahan, Kyuhyun dengan wanitanya
yang meninggalkannya demi pria lain dan Hyeon Jung dengan ayahnya
dan perusahaan.
“Em...” ketiganya saling membuka pembicaraan kemudian tawa mereka bertiga
pecah di meja makan.
“Kau dulu Hyeong.” Kata Min Ho.
“Jangan lupa mengantar Hyeon pulang sebelum berangkat ke sekolah.” Min Ho
mengangguk mendapat perintah dari Hyeongnya.
“Hyeong, soal pernikahan...” Min Ho sedikit ragu, takut kakaknya mencelos
atau pergi meninggalkan mereka. Wajah Hyeon Jung mengisyaratkan Min Ho untuk
tidak membahasnya sekarang karena Kyuhyun masih dalam kondisi yang tidak baik.
“Iya, kenapa?” tanya Kyuhyun santai.
“Kau tidak mau memikirkannya lagi?” tanya Min Ho. Hyeon Jung yang merasa
tidak enak langsung menyela pembicaraan mereka.
“Oppa, jangan terlalu dipikirkan. Aku tidak mau membebanimu.” Hyeon Jung
menunduk. Memasang wajah tidak enak karena memintanya menikah hanya untuk
mengurus perusahaannya.
“Yaak, kenapa kau malah seperti ini?” Min Ho kesal pada Hyeon Jung.
“Hyeon-ah, kau benar benar ingin menikah denganku?” tatap Kyuhyun pada
Hyeon Jung di hadapannya.
“Mwo?” Hyeon Jung sedikit kaget dengan pertanyaan Kyuhyun.
“Kau benar benar ingin menikah denganku?”
“Bukan begitu, sebenarnya aku tidak mau merepotkanmu dengan urusan
perusahaan ayah.”
“Baiklah, berarti kau tidak mau.”
“Hyeon! Dasar gadis bodoh!” Teriak Min Ho.
“Mwo??” Hyeon Jung balik meneriaki Min Ho.
“kalau Hyeong bilang begitu berarti dia menyetujuinya!! Aish, pantas saja
dewan direksi tidak mempercayaimu memimpin perusahaan karena kau memang
benar benar bodoh!” jelas Min Ho.
“Eoh? Benarkah? Oppa.... benarkah?”
“Hish, aku benar benar tidak percaya gadis ini menyukaiku, tapi dia
menyerah begitu saja saat aku mengatakan tidak mau menikahinya.”
“Oppa, kau benar mau menikah denganku?”
“ Kau sudah menolaknya tadi.” Jawab Kyuhyun sambil mengaduk aduk buburnya.
“Oppaaa....”
“Lakukan apapun, aku akan membantu perusahaanmu sebisaku.” Kata Kyuhyun
yang diikuti sorak gembira Min Ho dan raut bahagia Hyeon Jung.
Pernikahan dilakukan sederhana, di aula rumah sakit agar kedua orang tua
Hyeon Jung bisa menghadirinya. Hyeon Jung mengenakan gaun berwarna putih gading
dan Kyuhyun memakai Tuxedo hitam. Mereka mengucapkan sumpah setia hingga maut
memisahkan di depan pendeta. Betapa bahagia Hyeon Jung karena pria yang
diimpikannya kini menjadi suaminya. Orang yang akan menjaganya dan
mencintainya. Harapan harapan indah Hyeon Jung dan impian impiannya bersama
Kyuhyun akan dimulainya mulai detik itu. Detik dimana Kyuhyun mencium sebentar
bibir kecil Hyeon Jung. Hyeon Jung, gadis paling bahagia di dunia
itu kini sedang tersenyum manis di depan semua tamunya.
No comments:
Post a Comment