Saturday, January 30, 2016

All In, Love (part 1)

Sebuah permainan selalu di mulai di sini. Satu dari banyak ruangan bergaya klasik dengan meja besar sebagai properti utama. Empat orang duduk saling membentuk kubu  dan  seorang pria berdasi kupu kupu berdiri sebagai belandar permainan.



“Fold” Kata pria tua berkumis tebal itu sambil menutup dua kartu terakhirnya. Ini baru hand pertama  tapi dia  sudah mengacak-acak rambut putihnya frustasi.  Pria berjas  maroon di kubu yang lain menunjukkan evil smirk andalannya ketika memenangkan permainan pertama di meja itu. Gelayut  seorang wanita berpakaian ekstra minim di  lengan kirinya itu membuatnya lebih berhasrat untuk memenangkan permainan malam ini.



“Kau adalah dewi fortunaku sayang.” Kata pria berjas maroon sambil mencium bibir wanitanya sebentar.



“Geotjimal...” Goda wanita itu sambil terus bermanja manja di lengannya.







Permainan berlanjut,







two pair...” kata pria tua berkumis itu.



“Queen....Full.... House!”  kekeh pria berjas maroon itu. Membuat tumpukan chip di dalam pot berhasil menjadi miliknya.  Lagi lagi dia mendaratkan bibirnya ke bibir wanita di sampingnya.



 “Sudah ku bilang kau adalah dewi fortuna, kenapa kau tidak mempercayai ucapanku, huh?” wanita itu tersenyum sangat manis melihat Kyuhyun berkali kali memenangkan hand.



“ Call...



Pria berkumis  itu semakin emosi, dibukanya dua kartu terakhir dan dia sudah bisa membaca kekalahannya yang entah keberapa itu. Chip chipnya semakin menipis dan wajahnya cukup tegang. Sudah berapa kali dia kalah dari pria berjas maroon itu.





“ Kemampuanmu bahkan tidak berubah Tuan Shin, kenapa masih saja ngotot menantangku?”  Katanya.  Evil smirk nya yang lagi lagi muncul di wajahnya itu membuat jengah si tuan berkumis tebal.



“ Kau terlalu angkuh Cho! Permainan bahkan belum berakhir!” Kata Tuan Shin. Bagi Tuan Shin permainan ini bukan hanya tentang menang atau kalah dalam meja oval dihadapannya. Tapi tentang harga dirinya yang sudah keberapa kalinya  diinjak injak oleh pria yang mungkin berusia separuh dari usianya. Mungkin ratusan kali kekalahan, puluhan malam, Yaa Tidak terhitung....



“Sampai kapanpun kau tidak akan menang melawanku. Dasar brengsek tua!” Ucapnya lirih disertai kekehan jahanam  seorang Cho Kyuhyun. Yaa Pria berjas maroon itu bernama Cho Kyuhyun. Pemain judi tak terkalahkan yang terpaksa jatuh cinta pada casino setiap malam.


"Raise!"



Kali ini tuan Shin menunjukkan senyuman intimidasi, Keyakinan memiliki harapan menang  dengan 5 kartu yang dia miliki kini sudah berada di tangannya. “All in...” Ucapnya tanpa ragu mendorong semua chipnya ke tengah meja.



“Kau benar benar akan sampai akhir melakukannya Tuan Shin?” Ejek Cho Kyuhyun.



“Aku pikir kita masih harus bertatap muka lebih lama lagi anak muda!” Tuan Shin terlalu percaya diri mengakhiri hand dengan lima buah kartu yang dibukanya “Ace Two pair...” dengan fasihnya si tuan renta itu menyebutkan kartunya.





“ Aaah, merepotkan sekali. Aku sudah ingin menghabiskan malamku bersama dewi fortunaku ini tuan, bisakah kita selesaikan ini lebih cepat, huh?” Cho Kyuhyun membuka satu kancing paling atas kemejanya. Tapi Tuan Shin tidak menjawab. Balasannya hanyalah tatapan mata yang  sudah dikelilingi keriput di tepian tapi lebih tajam dari sebilah pisau. Tatapan itu seakan mengatakan  ‘Akan ku cabik cabik isi perutmu sebelum kau bisa tidur dengan wanita yang kau rebut dariku itu Cho Kyuhyun!’





Bukan Cho Kyuhyun namanya jika dia mengkerut dengan tatapan itu. Bahkan Kim Tae Hyeon sang “King of the Gambler”  saja sudah pernah dia kalahkan  dalam semalam. Apalagi hanya seorang Shin Jae Ha, Raja casino puluhan tahun lalu yang kini hanya seorang pria renta dengan cerutu panjang yang menggantung di mulutnya.



Ro...yal... flush... Ottohke? Aku tahu kau masih ingin melihat wajah tampanku ini kakek tua, tapi aku tidak berniat melihat wajahmu lebih lama.”  Kyuhyun bangkit dari duduknya diikuti wanita berpakaian minim itu.


“Maldo Andwe! Kau pasti bermain licik Cho Kyuhyun!!” Si Tuan renta itu mengeratkan gigi giginya tajamnya. Menggebrak meja tidak percaya. Dia sudah kalah untuk yang kesekian kalinya di tangan penjudi muda yang  bahkan masih lebih minim pengalaman daripada dirinya. Masa kejayaan Tuan Shin benar benar berakhir sekarang.



“Berhentilah menyusahkan diri Tuan Shin, aku tidak akan bermain denganmu lagi. Apa kau hanya akan kalah setiap bermain denganku hingga ke liang kuburmu? Yaaak,  Aku bahkan tidak sudi mengantarkanmu sampai ke sana.”



“Brengsek sialan...”



Kyuhyun tersenyum asimetris, tandanya dia sangat puas menelanjangi tuan renta tidak tahu diri ini dihadapan wanitanya.





Menginginkan wanitaku? Ciih Yang benar saja. Kau bahkan lebih cocok keluar masuk panti jompo daripada casino mewah ini. bermimpilah hingga kau mati tuan Shin...




Itu lah yang ada di pikiran Kyuhyun sebelum meninggalkan mejanya.  Tangannya kirinya melingkar  di pinggang wanita yang sedari tadi tidak pernah pergi dari sisinya itu.



Cho Kyuhyun, pria tampan itu seakan gerah dengan seseorang yang menantang dirinya di meja judi. Apalagi jika lawannya hanya ingin mendapatkan wanita itu. Dia semakin bernafsu untuk menang jika wanitanya yang dijadikan taruhan. Dia benar benar tidak ingin pria lain menyentuh tubuh wanita itu sekalipun. Wanita itu hanya miliknya...



Wanita itu? Bagaimana wanita itu begitu istimewa bagi Kyuhyun?  Dia hanyalah satu dari  sekian banyak wanita penghibur di casino yang Kyuhyun datangi. Apakah dia wanita penghibur tercantik? Tidak, banyak wanita penghibur yang lebih cantik, tapi entahlah... dia hanya jatuh cinta pada wanita itu. Sarah...



Kyuhyun selalu menghabiskan sepanjang malamnya bersama Sarah agar Sarah tidak bersama pria lain. Dia rela mengunjungi casino tempat Sarah bekerja setiap malam agar wanitanya tetap bersamanya, mendampinginya di meja judi yang mau tidak mau sudah menjadi surga baginya.


Tapi tidak begitu bagi Sarah, baginya Kyuhyun hanyalah klien yang harus dilayani jika Kyuhyun memberikan uang padanya. Selebihnya Kyuhyun bukanlah siapa siapa.



Kyuhyun tidak peduli dengan anggapan Sarah kepadanya, itulah mengapa dia harus ke casino sepanjang malam. Membuat Sarah menempel pada Kyuhyun dengan uang hasil taruhannya di meja judi dan tidur dengannya sampai pagi. Bagi Sarah, kehidupan normal seorang Cho Kyuhyun bahkan tidak menarik untuk dicampurinya. Menjadi kekasihnya? Euh, yang benar saja.





Di kehidupan normal, Cho Kyuhyun adalah pemilik kafe di salah satu jantung kota Seoul.  Ayahnya meninggal setelah perusahaannya  diakuisisi paksa oleh perusahaan rekan bisnisnya, ibunya pergi ke London dan menetap di sana bersama suami barunya.  Dia tinggal di Korea dengan sepupunya yang masih SMA, apartemen dan kafe  adalah peninggalan orang tua Kyuhyun yang tersisa.





“Oppa, aku pesan americano frappe seperti biasa.” Kata seorang gadis berseragam sekolah menengah itu. Rambutnya dikuncir kuda dengan tas gendong berwarna cream menempel di punggungnya.





“Kau lagi? Noona.. layani dia.” Kyuhyun yang berada di tempat pemesanan  langsung pergi memanggil pegawainya yang sudah dia anggap seperti kakaknya.





“Oppa, aku mau kau yang mengantar americano ku ke meja ya. Aku ingin bicara padamu.” Ucap gadis itu keras keras agar Kyuhyun mendengarnya.





“Apa yang harus ku bicarakan dengan anak SMA sepertimu? PR Matematika? Hyeon, aku lelah ingin istirahat!” Kyuhyun terlihat enggan menuruti keinginan gadis itu.





“ Oppa, aku ini lebih dewasa  dari yang kau pikirkan! Apa aku terlihat seperti ingin memintamu mengerjakan  PR ku?”





“Terserah katamu saja.” Jawab Kyuhyun.





Jang Na Ra, pelayan kedai itu membuatkan pesanan gadis SMA tadi. Baginya sudah biasa melihat pemandangan Kyuhyun sebal menghadapi gadis di bawah umur itu. Bahkan Na Ra lebih tahu daripada  bosnya betapa gadis itu menyukai bosnya lebih dari apapun.


Gadis berseragam SMA itu duduk di mejanya, menghadap Kyuhyun yang tengah berdiri  menyiapkan pesanannya. Dia mengagumi setiap inchi tubuh Kyuhyun dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Rambut kecoklatannya, kulit seputih susunya, mata hazzelnya. Tangannya yang panjang sesuai dengan tinggi badannya yang mendekati 180 cm. Jari jarinya yang indah dan kakinya yang jenjang.





Oppa, kau benar benar sempurna!!  Batinnya sambil menyatukan telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran.  


“Apa yang kau lihat?” Sosok tinggi itu sudah berada di depan meja gadis SMA itu. Cho Kyuhyun yang membawakan pesanannya ke meja.



“Kau...” katanya santai.





“Kau katamu? Bicara yang sopan dengan Ahjussi.”





“Ahjussi? Haha, aku lebih suka memanggilmu Oppa.” Katanya sambil menyedot frappe yang masih berada di atas nampan.





“Kau itu baru 17 tahun dan aku belasan tahun lebih tua darimu.” Kyuhyun memundurkan kursinya dan duduk menghadap gadis itu. Kyuhyun tahu apa yang akan gadis itu bicarakan padanya. Sesuatu yang selalu dikatakannya berulang kali.





“Kenapa sih semua orang membahas usia?  Oppa, kau tahu kan aku sangat menyukaimu. Bagi orang yang saling mencintai, usia bukan masalah kan?” Hyeon Jung mulai berkicau lagi soal usia.





“Tidak. Kau terlalu anak anak untuk ku kencani.”





“Oppa, jebal..”





“ Seo Hyeon Jung, jebal... kita sudah membahas ini ribuan kali. Sudah kubilang aku tidak akan mengencani gadis dibawah umur.” Kyuhyun meninggalkan gadis itu di mejanya.





Seo Hyeon Jung, seorang gadis SMA yang begitu tergila gila pada Kyuhyun sejak pertama kali bertemu di usianya yang baru 13 tahun ketika diajak kakaknya ke kafe ini. Hyeon Jung melihat Kyuhyun di sana duduk bersama ibunya yang sangat mirip dengan Kyuhyun. Kyuhyun dulu hanya terlihat beberapa kali saja, karena kafe ini masih ditangani oleh ibunya.  Tapi kali ini Kyuhyun yang menghandle semuanya, jadi Seo Hyeon Jung bisa lebih sering melihatnya.





Oppa, aku akan kembali besok... jangan coba coba menghindariku ya.” Kata Hyeon Jung.





“ Jangan mengganggu pekerjaanku! Sekolah saja dengan benar!”





“Oh iya Oppa, katakan pada Min Ho aku merindukannya. Suruh dia kembali ke sekolah segera.”





“ Yaaaa! kalau kau merindukannya kenapa tidak memacarinya saja huh?”





“ Eiii, kan sudah kubilang aku menyukaimu.” Goda Hyeon Jung





Gadis itu menyambar Frappenya dan meninggalkan kafe. Bagi Hyeon Jung, melihat Kyuhyun sebatas detik atau menit sudah cukup, asal dia melihatnya setiap hari, mengungkapkan kalau dia menyukainya atau mencintainya, baginya itu sudah cukup.





Terkadang Hyeon Jung kesal pada dirinya sendiri, Kyuhyun semakin dewasa dan tumbuh semakin tampan, tentu saja banyak  gadis yang menyukainya. Tapi Hyeon Jung merasa dia belum juga tumbuh dewasa untuk bisa bersaing dengan gadis gadis itu. Kyuhyun masih saja menganggapnya gadis di bawah umur.


“Tuhan, bisakah kau menambahkan 5  tahun ke dalam usiaku? Agar aku bisa lebih dewasa dan bisa bersaing dengan gadis gadis itu.”  Itu adalah harapan dari setiap doanya. Sedikit konyol memang tapi doa itu yang selalu dia panjatkan pada Tuhan agar Kyuhyun menganggapnya sebagai seorang wanita.
  

Namun alasan Kyuhyun tidak sampai pada  usia gadis itu saja, di dasar hatinya, ada perasaan yang lebih mendalam dari sekedar menghindari anak di bawah umur. Kyuhyun benci berhubungan dengannya karena satu hal. Satu hal yang membuat dia menjadi anak yang hidup seorang diri tanpa orang tua. Ayahnya yang terkena serangan jantung dan membuat ibunya pergi bersama pria lain. Yaa, kebangkrutan perusahaan ayahnya itu dipicu oleh rekan bisnisnya yang tidak lain adalah ayah gadis itu. Bagaimanapun Kyuhyun tidak akan menyukai Hyeon Jung setelah apa yang dilakukan ayah Hyeon Jung pada ayahnya empat tahun lalu. Kyuhyun benar benar bukan membenci gadis itu, dia hanya tidak suka padanya karena ayahnya membuat hidupnya seperti ini. Hanya menjadi seorang pemilik cafe kecil di kota semodern ini.

Kyuhyun memendam rasa itu sendirian tanpa siapapun yang mengetahuinya, termasuk sepupunya yang tinggal bersamanya itu. Choi Min Ho. Mereka memang berbagi semua rahasia hidup, tapi tidak untuk hal ini. Kyuhyun berniat menyimpan rapat rahasia ini dari siapapun tidak terkecuali Min Ho.

****



Casino, adalah kehidupan kedua seorang Cho Kyuhyun setelah kehidupan keluarganya yang harmonis hancur dan tidak ada yang tersisa dari perusahaan ayahnya.

 Cintanya pada dunia perjudian muncul pada saat saat sulit itu. Mencari uang dari satu meja ke meja yang lain. Bertaruh dengan modal yang dia pinjam dari sahabatnya yang sekarang entah dimana. Bertahan hidup dan kemudian mengembangkan kafenya yang hampir tutup karena kekurangan modal usaha.


Dan juga wanita itu, wanitanya yang diakuinya sebelah pihak itu menjadikan Kyuhyun tidak bisa lepas dari tempat itu. Dia merasakan kehangatan dari kehadiran seorang Sarah. Wanita penghibur dengan pembawaan hangat dan menggoda.



Casino, tempat dengan berbagai macam gangster dimana mereka seringkali mengajak Kyuhyun bergabung bersama mereka. Kemampuan Kyuhyun dalam dunia gambling memang sudah sangat dikenal, dan menjadikan Kyuhyun sebagai anggota mereka adalah keuntungan atau mungkin sebuah ‘jackpot’. Tapi Kyuhyun tak pernah mau bergabung dengan semua berandal itu, karena tujuannya ke casino hanya mendapatkan uang dan juga  Sarah. wanita yang dicintainya.


Malam malam berikutnya tujuan Kyuhyun menjadi semakin mengarah kepada wanita itu saja. Uang? Dia sudah tidak peduli. Kafenya sudah mulai membaik dan dia bermain judi hanya untuk bersenang senang dan hanya untuk bertemu dengan Sarah di casino.


Sarahpun tidak pernah menolak jika Kyuhyun menemuinya, sedikit yang membuat Sarah tertarik pada Kyuhyun hanya wajahnya yang tampan, uang hasil judinya yang selalu diberikan padanya dan juga betapa hebatnya Kyuhyun dalam urusan ranjang. Tiga hal itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi Sarah untuk mendampinginya di Casino.  Kyuhyun masih tidak peduli jika Sarah menganggapnya seperti itu, asalkan Sarah bersamanya sepanjang malam maka dia akan melakukan apapun termasuk memberikan uang hasil permaniannya.




Kyuhyun pernah meminta Sarah  berhenti sebagai wanita penghibur dan menikah dengannya. Tapi Kyuhyun ditolak mentah mentah, Sarah mengatakan dia tidak akan pernah menikah. Dia cukup bahagia dengan hidupnya sekarang. Tanpa ikatan pernikahan.





Kyuhyun sedikit tertekan hingga akhirnya dia semakin terjerumus ke dunia perjudian ini lebih dalam lagi. Setiap malamnya dia hanya tahu gemerlapnya casino dan meja meja judi. Gadis gadis lain yang pernah ditawarkan kepadanya tidak pernah di sentuh. Dia hanya ingin Sarah. Dan Kyuhyun akan membayar mahal untuk itu.



Pernah suatu saat Kyuhyun mendapati Sarah di sewa pria lain, betapa mendidih hati seorang Kyuhyun, hingga tantangan bermain di meja judi itu akhirnya dilayangkan Kyuhyun kepada pria penyewa itu, dengan taruhan siapapun yang menang akan memiliki Sarah kemudian.


Persetan dengan uangnya, aku hanya ingin Sarahku.




Sama seperti malam ini, Sarah telah disewa penjudi lain. Dia belum pernah terlihat sebelumnya di casino. Seorang pria tampan putra Chaebol, pemilik perusahaan elektronik paling sukses di Korea.



Kyuhyun pun tidak bisa tinggal diam, dengan hatinya yang bergejolak  melihat Sarah di pelukan pria lain, rasanya Kyuhyun ingin menelanjangi pria itu di meja gambling.



Sarah berbisik pada pria di sampingnya dan pria itu menolak tantangan Kyuhyun.




“Aku hanya sedang bermain main di sini, tidak ingin bertaruh apapun selain uangku yang bahkan rumahku saja tidak cukup untuk menampungnya.  Kalau kau butuh uangku mari kita bermain. Tapi jika kau menginginkan wanita ini. Hah, bermimpilah. Aku tidak akan pernah memberikannya kepadamu!” Kata pria di samping Sarah. Sarah bersemangat menyambut pelukan dan ciuman bertubi tubi pria pewaris tahta perusahaan itu.





Sungguh, pemandangan paling pedih bagi Kyuhyun. Segala yang Kyuhyun berikan pada wanita itu seakan tidak ada bekasnya sekalipun.



“Fold...”




“Fold...”




“Fold...”




“One Pair...”




Begitu seterusnya kalimat yang muncul dari bibir Kyuhyun di meja oval itu. Chipnya yang bertumpuk itu telah habis. Kekalahan pertamanya sejak dia menjadi seorang penjudi. Dia tidak menyerah, apapun yang dia miliki dipertaruhkannya demi mendapat pengakuan dari Sarah bahwa dia adalah penjudi paling hebat yang harus dia banggakan. Pria yang mencintainya dengan sepenuh hati yang telah melakukan apapun untuknya. Tapi hati Sarah bahkan tidak bergeming sedikitpun.  




“ Ash, benar benar tidak menarik. Kau yakin pria hebat itu yang bersamamu selama ini?” Tanya pria itu pada Sarah. Sarah menjawabnya dengan berbisik,  kemudian tawa keduanya pecah seketika,  hingga keintiman mereka membuat Kyuhyun semakin emosi.



Kyuhyun meletakkan kunci mobilnya diatas meja judi dan lagi lagi dia menelan kekalahan paling pedih sepanjang permainan judinya. Kehilangan seluruh uangnya, mobilnya dan kini wanitanya telah berada di pelukan pria lain.



Kyuhyun pergi dari meja oval itu dengan wajah frustasi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup Cho Kyuhyun. Dia kehilangan miliknya dalam satu malam.





Keberuntunganku  memang ada pada Sarah


****



Sarah kembali dari casino pukul enam pagi. Kyuhyun sudah menunggunya di depan rumah sewanya di jalan sempit yang cukup menyedihkan.





“Kyu? Apa yang kau lakukan?” Tanya Sarah pada Kyuhyun.





“Aku menunggumu sayang...” katanya dengan membawa seikat bunga dan dua kotak sarapan. “mari sarapan bersama.” Ajak Kyuhyun.



“Oh Kyu, ku mohon berhenti memanggilku sayang.”



“Wae...?”



“Kita tidak dalam hubungan yang seperti itu kan?”



“Kau tidak merasa? Sudah berapa kali aku mengatakan padamu kalau aku mencintaimu. Sudah berapa kali aku mengungkapkannya. Kau tidak mengerti juga?”





“Kyu, kau hanya Klien. Tidak lebih...”



“Lalu pria itu? Pria yang semalam menciumi bibirmu di hadapanku?” Sarah terdiam. Wajahnya berpaling dari tatapan Kyuhyun.




“Entahlah...” jawabnya lirih.





“Pria itu? Kau hanya menghabiskan satu malam bersamanya tapi kau tidak bisa menyebut dia klien? Dan kau tanpa ragu menyebutku Klien. Pria yang sudah melakukan apapun untukmu? ”





“Kyu, aku lelah. Bisakah kau pulang saja?”





“Apa kau benar benar tidak mencintaiku?” Tanya Kyuhyun putus asa, Sarah menggeleng yakin.





“Tidak ada sedikitpun getaran di hatimu saat menghabiskan waktu bersamaku?” sekali lagi dan Sarah juga menggeleng.





“ Apa kau tidak pernah merindukanku saat kita tidak bersama?”





“Kyu Hentikan, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu lagi. Dan nanti malam, jangan mencariku karena aku akan bersama Siwon lagi.” Ucap Sarah.





“Aaa, jadi pria itu bernama Si Won? Huh?”






“Nee, dia pria yang baik, memperlakukanku dengan baik dan juga... masa depan Si Won lebih terjamin daripada masa depanmu.” Sorot mata Sarah mengisyaratkan kebenciannya pada Kyuhyun. “Kau tampan Kyu, kau menarik, tapi aku tidak melihat  masa depanmu yang cerah. kau hanya seonggok daging konyol yang memperjuangkanku tanpa sesuatu yang bisa kau banggakan selain permainanmu di meja gambling..”






DEG!





Cho Kyuhyun tahu sekarang. Dia sudah menjadi pria yang baik untuk Sarah, sudah memperlakukan Sarah dengan baik, hanya saja masa depan seorang pemilik cafe tentu tidak semenyenangkan pewaris perusahaan eletronik nomer satu di Korea Selatan.





Kyuhyun-sshi, kau  kalah telak di bagian itu... kau bukan pewaris tahta perusahaan manapun.





Sarah membuka pintu rumahnya, kemudian meninggalkan Kyuhyun di luar.







“Kau pikir pria seperti dia mau menikahimu? Seorang ayah dari keluarga berada tidak akan membiarkan anaknya menikah dengan wanita penghibur sepertimu. Kau tahu? Hanya aku yang menerimamu apa adanya!”





Sarah membanting pintunya kencang, seolah mendengar kata kata yang diucapkan Kyuhyun padanya.


***


Cafe siang itu tampak begitu sepi, hanya beberapa anak laki laki yang  berseragam SMA duduk di bagian dekat jendela. Hyeon Jung belum menampakkan batang hidungnya hari ini.

“Noona, si gadis berisik itu belum datang?” Tanya Kyuhyun setelah sampai di cafenya.



“Maksudmu  Seo Hyeon Jung ?” Tanya Na Ra. Kyuhyun mengangguk sambil menegak segelas air mineral dari kulkas.



“Aku belum melihatnya, padahal biasanya jam segini dia pasti sudah datang. Kenapa, kau rindu padanya? ” Tanya Nara menggoda bosnya itu.




“Heiizz, mana mungkin.” Elak Kyuhyun.





“Lalu kenapa mencarinya?”





“Hanya saja...” Kyuhyun ragu melanjutkan kata katanya. “aneh saja dia tidak datang. Terakhir kali dia tidak datang kan karena radang usus. Apa dia sakit lagi ya?”





“Kenapa begitu peduli, kalau dia disini saja kau selalu mengusirnya pergi... kkkk”  Nara tertawa karena berhasil menggoda bosnya.




“Haha, benar juga.. Aaah siangku akan damai kalau begitu.” Katanya sambil menggeliatkan tubuhnya. Semalaman ini Kyuhyun tidak tidur, tidak pulang ke apartemen dan menunggu Sarah di depan rumahnya.  Sedikit lelah tapi hatinya lebih lelah mengetahui gadis yang selama ini sungguh sungguh dicintainya tidak menganggapnya sedikitpun. Menyakitkan?





Tentu saja!






Kyuhyun berjalan menuju meja dekat jendela,  duduk di salah satu kursi pelanggan, dan pikirannya masih melayang pada pembicaraannya dengan Sarah pagi tadi.

Apanya yang salah dengan menjadi pemilik cafe, toh aku berusaha dengan baik dan dengan sangat bangga aku tidak pernah mendompleng kerja keras ayahku. Haish, ayahku juga dulu CEO perusahaan... walaupun sekarang sudah bangkrut. Yaa, tidak ada yang abadi dari harta benda... tapi kenapa kau mengabaikanku karena pria pewaris perusahaan itu. Siapa namanya? Siwon.. Haish, persetan dengan namanya.


"Kau tampan Kyu, kau menarik, tapi aku tidak melihat masa depanmu yang cerah. kau hanya seonggok daging konyol yang memperjuangkanku tanpa sesuatu yang bisa kau banggakan selain permainanmu di meja gambling.."




Kalimat itu yang masih saja terekam jelas di otakku. Seonggok daging... Ya Tuhan, apa aku hanya berarti seonggok daging bagimu?

                                                             ***

“Hyeong! Kau pulang? Ini belum pagi, kenapa kau pulang?” Tanya seorang laki laki tinggi besar yang masih mengenakan seragam SMAnya. Min Ho, Choi Min Ho adik sepupu yang tinggal bersama Kyuhyun selama beberapa tahun terakhir.


Min Ho heran, ini adalah jam Kyuhyun seharusnya berada di casino, tapi kenapa kakak sepupunya ini malah pulang ke apartemen.





“Ini apartemenku, kenapa aku tidak boleh pulang kemari?” Tubuhnya dijatuhkan sekenanya ke sofa biru langit di depan televisi.



“Bukan begitu maksudku Hyeong, tidak biasanya kau pulang sebelum pagi. Apa ada masalah di casino?” Wajah Kyuhyun yang terlihat tidak sumringah menyambut malam seperti biasanya adalah penyebab kecurigaan Min Ho.





“ Sedikit, Oh iya kau sudah mulai sekolah lagi? kemarin aku bertemu si berisik Hyeon, katanya dia merindukanmu.” tanya Kyuhyun pada  Min Ho.





“Kakiku sudah agak baik. Aku juga sudah bisa berlari Hyeong. Hebat kan? Ah, Hyeon? Dia tidak masuk sekolah hari ini padahal dia yang selalu menyuruhku untuk kembali ke sekolah secepatnya. Bukankah gadis itu selain berisik juga menyebalkan?” terang Min Ho.
\


Oh jadi Hyeon  tidak berangkat sekolah?





“Eoh..syukurlah.” Jawab Kyuhyun singkat. “Aku pikir Hyeon cocok denganmu, kalian sering  terlihat bersama. Kau tidak menyukainya?”





“Haha, Hyeon? tentu saja tidak Hyeong, yang ada di pikiran dan hidupnya itu cuma kau. Dia menempel padaku karena aku adalah adikmu. Lagipula aku tidak mau hidup bersama orang yang tidak mencintaiku. Uh, terdengar mengerikan.” Min Ho bergidik.  “Kau juga mau kubuatkan makanan?”

“Eoh? Anniyo...”  Jawab Kyuhyun singkat. Pikirannya kembali ke percakapan tadi pagi bersama Sarah dan juga kata kata Min Ho baru saja. ‘lagipula aku tidak mau hidup bersama orang yang tidak mencintaiku.’

“Hyeong, ada apa sebenarnya denganmu? Kau biasanya  paling semangat kalau malam begini. Kau tidak menemui wanitamu?”

Cho Kyuhyun dan Choi Min Ho, dua orang ini mengerti satu sama lain. Min Ho tahu apapun tentang Kyuhyun begitu pula sebaliknya. Walaupun mereka bukan saudara kandung tapi ikatan mereka lebih dari itu. Cho Kyuhyun adalah kakak yang baik, dan Min Ho adalah adik yang patuh.

Cho Kyuhyun menceritakan semuanya pada Min Ho. Sebagai adik yang baik yang tidak bisa melakukan apapun untuk cinta kakaknya. Dia hanya memberikan sebuah tepukan empati di bahu kakaknya itu. “Walaupun aku tidak begitu menyetujui cintamu itu, Berabarlah Hyeong,  dia akan tahu mana yang lebih benar benar tulus mencintainya.”


Sejenak bel  apartemen mereka berbunyi, Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan berjalan melewati intercom.

“Nuguseyo?”

“Min Ho-yaaa.....” panggil seseorang didepan pintu apartemennya. Suaranya parau.

Sesosok gadis mungil yang tidak asing bagi Kyuhyun muncul di layar intercom. Kepalanya menunduk menyembunyikan wajahnya dari layar.

“Hish, si gadis berisik itu bahkan sudah berani datang kemari.” Kyuhyun baru saja membuka pintu apartemennya tapi  gadis itu langsung saja menyambar dada yang ada hadapannya.  Memeluk Kyuhyun erat. Ada yang berbeda dari suaranya, bukan si gadis berisik yang berteriak mengungkapkan isi hatinya, tapi sebuah isakan terbata bata.

“Min Ho-ya... eo...tteoh...kke?” Suaranya melemah, memeluk seseorang yang dia pikir adalah Min Ho dengan sangat erat.



Kyuhyun yang tiba tiba dipeluk begitu saja terlihat syok, matanya membulat, begitu pula mulutnya.  Pertama kali yang  akan dilakukan Kyuhyun adalah mendorong gadis itu dan melepaskan diri dari pelukannya. Tapi  setelah mendengar isakan gadis itu, Kyuhyun mengurungkan niatnya. Membiarkan tubuh tegapnya di peluk sebentar. Hatinya tersentuh..





But What... Min Ho-ya?





Min Ho mengecek siapa yang datang, karena Kyuhyun tidak lekas kembali ke dalam. “Hyeon-ah!” panggil Min Ho dengan celemek dan wajan masih di tangannya.  Benar benar mirip anak sekolah yang sedang praktik memasak.  “Apa yang kau lakukan di dada Hyeong ku?” tanya Min Ho datar saja.



“Eoh?” Hyeon Jung segera menyadari siapa yang berdiri di ujung sana dengan celemek dan wajannya lalu menebak nebak siapa yang sedang di peluknya.





Wajahnya memerah malu, tangisannya berhenti  setelah menyadari pemilik kemeja yang melekat di pipinya itu.




“Kau bilang kau menyukaiku. Tapi begitu caramu memeluk Min Ho?” Tanya Kyuhyun mendorong dahi Hyeon Jung dengan jari telunjuknya.





“Oppa, bagaimana bisa kau disini?”





“Ini apartemenku.” Kyuhyun meninggalkannya dan masuk ke dalam. “Aku heran kenapa semua orang merasa aneh aku berada di apartemenku sendiri.” Kyuhyun mengomel sendiri hingga dapur apartemennya.





Hyeon Jung mengikutinya dengan air mata yang masih menganak sungai di pipi chubby-nya.





“Tapi kata Min Ho kau selalu tidak ada saat mal...” Tangan luas Min Ho tiba tiba saja mendarat di bibir Hyeon Jung, membekap mulut dan separuh wajah Hyeon Jung  yang begitu polos agar  tidak melanjutkan kata katanya.  Tapi terlambat, Kyuhyun tahu dan sudah memasang wajah jengkel pada sepupunya. Haah, seberapa banyak Min Ho memberitahu Hyeon Jung tentang dirinya.





“Hehe, Mian Hyeong...” kata Min Ho dengan senyum lugunya.



Kyuhyun kemudian mengambil alih dapur dan membiarkan mereka berdua bicara. Sesekali Kyuhyun melirik ke arah gadis yang tergila gila padanya itu. “Ciih, tergila gila padaku tapi memeluk Min Ho seerat itu.” Kyuhyun terus saja mencibir dan merutuk hingga masakannya matang. Bisa dipastikan ini adalah makanan buatannya yang paling tidak enak karena dibuat dengan rutukan dan cibiran sepanjang prosesnya.





“Makanlah...” kata Kyuhyun setelah meletakkan tiga piring omurice di meja makan.





“Gumawo Hyeong...”





“Gumawo Oppa..” Kyuhyun tidak menjawab ucapan mereka. Dia hanya sibuk menuangkan air ke dalam gelas.


Disela sela makan malam mereka, Min Ho membuka percakapan dengan kakak sepupunya, Cho Kyuhyun.



“Hyeong, maukah kau membantuku? ” tanya Min Ho setelah menghabiskan seluruh omurice di piringnya. Min Ho ragu apakah dia akan memberitahu kakaknya atau tidak. Tapi menurutnya. Permasalahan ini hanya Hyeongnya yang bisa memecahkan. “Ah maksudku membantu Hyeon.”





“Apa?” tanya Kyuhyun, dia masih saja membalik balikkan nasi dan telurnya hingga berantakan tanpa memakannya sedikitpun.





“Menikahlah dengan Hyeon.” Kata Min Ho.


Ya Tuhan, apa lagi ini?


“Apa kau bilang?”



“Menikahlah dengan Hyeon.” Ulang Min Ho. Kyuhyun berbalik memandang Hyeon Jung dengan wajah lelah.




“Yaak, kau datang kesini untuk menyuruh Min Ho mengatakan hal konyol semacam ini?”

“Oppa, aku benar benar ingin menikah denganmu.” Hyeon Jung menatap pria yang disukainya itu penuh harap. Hyeon Jung tahu ini tidak semudah membalikkan telapak tangannya.





“Kau baru 17 tahun dan kau ingin menikah? Denganku?  Apa kau tidak waras?” Kyuhyun meletakkan sendok dan garpunya diatas meja makan.





“Memangnya apa yang salah dengan menikah?” tanya Hyeon Jung.





“ Tidak ada, kalau kau mau menikah silakan saja, tapi tidak denganku. Memangnya aku mencintaimu, kenapa aku harus menikah denganmu?”





“Hyeong!” Min Ho menaikkan nada suaranya.





“Apa? Kau baru saja tahu apa yang terjadi padaku dan kemudian menyuruhku menikah dengan gadis berisik ini?  Kalian berdua  saja yang menikah. Pembicaraan macam apa ini. “ Kyuhyun beranjak dari duduknya. Mengelap sudut sudut bibirnya dengan tisue makan dan meninggalkan mereka di anak tangga pertama.





“Ayah Hyeon sakit, kakaknya sedang di Afrika dalam perjalanan kemanusiaan dan tidak bisa dihubungi. Perusahaan membutuhkan pendamping Hyeon untuk mengelola perusahaan. Kau kan pernah sekolah bisnis dan pernah mengelola perusahaan paman.  Jadi aku rasa kau bisa mendampingi Hyeon mengelola perusahaannya. “ Jelas Min Ho.


“Jadi aku hanya alat untukmu, Hyeon Jung-sshi?”



“ Oppa, aku memang harus menikah. Aku memilih menikah denganmu karena aku memang mencintaimu. Tidak bisakah kau menikah denganku?”




“ Apa karena kau memilihku, jadi aku harus menikah denganmu? Hei, kau pikir kau siapa? Lupakan saja pembicaraan ini. Aku akan berpura pura tidak mendengarnya.” Kyuhyun melangkah naik ke anak tangga diatasnya. Dan menghilang setelah belokan tangga  pertama.




“Hyeong!”





“Oppa...”






Hish, anak SMA jaman sekarang semakin gila saja. Gadis 17 tahun ingin menikahiku. Pria 17 tahun menyuruhku menikahi temannya. Apa mereka benar benar bekerja sama untuk melakukan ini. Seo Hyeon Jung!! Choi Min Ho!!!!!!





“Aku akan memberikan perusahaan yang ayah berikan padaku jika kau menikahiku, Oppa.” Hyeon Jung berteriak, berharap Kyuhyun mendengarnya dan tertarik dengan tawaran menggiurkan itu.




Seperti yang diharapkan,  Kyuhyun muncul lagi di anak tangga terakhir sebelum dia menghilang dari pandangan mereka.

“Berapa?” tanyanya.

“Apa?” Tanya Hyeon Jung terkejut mendengar pertanyaan Kyuhyun.


“Berapa perusahaan yang akan kau berikan padaku?”


“Aku punya tiga perusahaan yang akan menjadi atas namaku. Oppa pilih saja mana yang Oppa inginkan?”



“Waaaah, kau ternyata sekaya itu Hyeon, kau tidak ingin tahu bagaimana ayahmu membangun tiga perusahaan itu? Kalau aku ingin semuanya, apa kau akan memberikannya?”


“Oppa...”


“Tapi tidak terimakasih! Aku juga bisa mendapatkan uang banyak dengan caraku. Menikah saja dengan orang lain, jangan denganku.” Kyuhyun berusaha setenang mungkin menghadapi dua anak SMA seperti mereka. Memikirkan pernikahan di usia mereka? Apa mereka tidak tumbuh dewasa terlalu dini?



****


Pagi ini sedikit dingin, Kyuhyun mengeratkan selimut ke seluruh tubuhnya, tubuh enggannya masih ingin melanjutkan mimpi atau dia memang ingin tidur sebentar lagi, membunuh waktu agar dia tidak mengingat peristiwa 24 jam yang lalu. Sayangnya,  sinar matahari yang mengintip dari celah jendela mengusiknya. Memaksanya bangun untuk menghadapi dunianya yang sedikit pedih.



“Aah, sudah lama aku tidak menikmati tidur malamku seperti ini.”Katanya setelah melihat jarum jam di dinding menunjukkan angka sembilan. Tapi biasanya jika Kyuhyun bangun, ada seorang wanita yang memeluknya  atau sekedar memunggunginya  



 Aku benar benar kehilangannya.



Kyuhyun tertunduk di tepian ranjang, memaksa matanya terbuka lebar dan menghadapi dunia yang semakin kejam saja. Setelah bersiap mandi dan menyantap sarapan yang disiapkan Min Ho sebelum berangkat sekolah tadi, Kyuhyun meminjam mobil Min Ho ke cafe setelah mobilnya lenyap karena menjadi taruhan  kemarin malam. Baginya hari hari ini serasa lebih panjang saja.



“Aku benar benar merindukan Sarah.”





Cafe siang itu cukup ramai dan Kyuhyun ikut sibuk dalam melayani pelanggan pelanggannya karena salah satu pelayan cafe ada yang cuti untuk persiapan pernikahannya.




Pelanggan cafe kebanyakan adalah gadis gadis dan anak anak SMA. Tentu saja karena ketampanan si pemilik dengan segala pesonanya. Maka dari itu untuk menjaga kelangsungan hidup kafenya paling tidak Kyuhyun harus memasang wajah tampannya, paling  tidak untuk promosi tanpa bugdet. Yaah, jika hanya ketampanan, Kyuhyun memiliki kesempurnaan itu. Mantra pemikat para gadis, Kyuhyun juga memilikinya. Tapi Kyuhyun buta akan segalanya, yang Kyuhyun butuhkan hanyalah Sarah, Yaa hanya wanita itu.



Tapi wanita itu tidak membutuhkan apa yang dimilikinya.  Pesonanya telah redup dihadapan Sarah. Wanita itu hanya membutuhkan uang dan kedudukan pria yang menjadi pelindungnya. Kini Kyuhyun bukan lagi pria yang dibanggakan itu, melainkan hanya seorang aah bukan, seonggok daging menyedihkan seperti kata katanya kemarin.




Bukan Kyuhyun namanya jika dia menyerah. Malam nanti Kyuhyun berencana mendapatkan Sarah kembali ke sisinya apapun yang terjadi. Dia harus tahu betapa Kyuhyun benar benar mencintainya.





Pintu casino sudah berada di hadapannya. Dengan kebanggaan seperti biasanya, the next king of the gambler ini masuk ke sana. Bermain dengan siapa saja yang menantangnya.  Menghabisi chip chip penantangnya dengan kemampuan, keberuntungan dan intuisinya yang kuat.





“Sudah ku bilang pesonaku belum berakhir. Akan ku tunjukkan padamu, sayang!” ujar Kyuhyun mantap.

Tapi Sarah tidak tertarik, dia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyuhyun setelah melihat tamunya datang.


Kyuhyun tetap membabat habis penantangnya dengan emosi yang meluap luap karena melihat wanitanya  terkekeh bersama pria lain, tubuh wanitanya disentuh, dicium dan dipeluk.  Pria yang sama, yang membuat Sarah berubah sikap padanya.



“Waah, pengecut ini datang lagi?” Ejeknya setelah mendekati Kyuhyun yang berhasil memenangkan permainan.  “Ini milikmu, aku tidak punya tempat untuk menyimpannya.” Cho Si Won melemparkan lembaran uang dan kunci mobil  hasil kemenangannya melawan Kyuhyun saat itu.





“Aku tidak butuh semuanya Brengsek.”





“Hahaha, kau bisa membeli  satu ton gula atau kopi instan dengan uang itu. Kenapa sangat sombong kalau kau hanya pemilik kedai kopi!” Ejek Siwon.





“ Brengsek kau!” Kyuhyun mendorong pria itu. Tapi pengawal Siwon lebih cepat. Dia mendorong balik Kyuhyun dan memukulinya hingga babak belur. Tatapan Kyuhyun masih pada wanitanya, yang tetap diam menyaksikan Kyuhyun dikeroyok oleh beberapa pengawal Siwon





Samar samar Kyuhyun melihat Sarah pergi meninggalkannya begitu saja, matanya sendu menahan perih di sekujur tubuhnya, tapi ada yang lebih membuatnya perih. Hatinya seakan akan dicabik cabik oleh wanita yang sangat dia cintai. Tidak ada sekalipun pembelaan atau perasaan sedih yang terpancar dari mata wanitanya itu sebelum akhirnya Kyuhyun tidak sadarkan diri.





****



“Hyeong! Kau sudah bangun?”

Min Ho datang ke kamarnya dengan sekotak air dan handuk untuk mengompres luka kakaknya itu.





“Apa yang terjadi hyeong?” tanya Min Ho dengan dengan raut wajah cemas. Min Ho sudah menyangka ini kan terjadi. Bar, Casino, pub, atau dunia malam yang lain sudah pasti penuh dengan kekerasan, dan kali ini kakak sepupunya itu yang jadi korban.





“Bukan apa apa.” Jawab Kyuhyun meringis menahan sakit ketika Min Ho mengompres satu persatu lukanya. Wajahnya lebam di sisi kanan kiri, tepian bibirnya sedikit robek dan tangannya penuh luka.





Tiba tiba seorang gadis membuka pintu kamar Kyuhyun sekenanya, dan berlari khawatir menghampiri sosok pria yang terkapar di ranjang besar itu.


“Oppa, kenapa bisa begini?” Air mata Hyeon Jung jatuh, dia tidak bisa menahannya padahal Min Ho sudah memintanya untuk tidak menangis di hadapan Kyuhyun.



“ Kyuhyun Hyeong tidak suka wanita cengeng, jadi jangan menangis saat melihatnya.” Isi pesan Min Ho pada Hyeon Jung.







“Hyeon, kenapa kau kemari? Jam berapa ini?” Kyuhyun menanyakan kedatangannya. Bagi seorang gadis apalagi gadis SMA seharusnya tidak bisa datang ke apartemen lelaki pukul dua dini hari begini.





“Min Ho bilang kau terluka jadi aku kesini.” jelasnya terisak di depan Kyuhyun untuk yang kedua kali. 


 


“Tapi ini sudah larut, kau tidak perlu datang.”





“ Bagaimana aku bisa tidur kalau kau  kesakitan begini, huh?”





Kyuhyun terkekeh, “Heizz anak ini, Aku tidak apa apa. Kenapa begitu khawatir. Lihat,aku saja masih bisa bicara dan wajah ku  juga masih tampan.” Kyuhyun menghibur Hyeon Jung, ah selain itu dia juga menghibur dirinya sendiri





“Tampan apanya, lihat saja di cermin. Wajahmu sudah tidak berbentuk wajah manusia kenapa kau bilang baik baik saja?”







“Hyeon, sudah ku bilang jangan menangis di depan Hyeong, kenapa kau masih mengeluarkan air mata, huh?” tanya Min Ho yang sudah memberitahukan Hyeon Jung agar tidak menangis.





“Aah, aku tidak sadar..” Hyeon Jung menyeka air matanya. Memandang sosok pria yang selalu dikaguminya kini tidak berdaya dengan luka di sekujur tubuhnya. Hyeon Jung cukup marah, dan  membujuk Kyuhyun untuk menyewa pengacara serta membawa kasus penganiayaan ini ke pengadilan, tapi Kyuhyun menolak. Baginya tidak ada yang perlu di persidangkan.



“Sudahlah Hyeon, biar ini jadi urusanku saja, jangan ikut campur.” Pinta Kyuhyun yang diiringi anggukan setuju Hyeon Jung. “ Tidurlah dikamar tamu  sampai matahari terbit. Min Ho akan mengantarmu setelah sarapan.” Setidak suka apapun Kyuhyun pada Hyeon Jung, dia tidak akan tega menyuruhnya pulang sendiri dini hari begini.







Hyeon Jung ingin menemani Kyuhyun disisinya, tapi dia tau pasti Kyuhyun akan menolak. Sudah untung dia tidak disuruh pulang dini hari begini.  Jadi Hyeon Jung akan menuruti permintaan Kyuhyun. Awal yang baik kan? Paling tidak Hyeon Jung pernah sedekat ini dengan Kyuhyun. Satu apartemen dengannya walaupun satu malam, dan walaupun berbeda kamar tidur. Hyeon Jung sudah begitu bahagia. Ah coba saja kondisi Kyuhyun baik baik saja, pasti dia lebih bahagia di tempat ini.







Pagi ini Min Ho dan Hyeon Jung sudah sibuk di dapur apartemen Kyuhyun. Mereka membuat sup dan bubur untuk Kyuhyun dan sarapan untuk mereka.  Walaupun terhitung anak orang kaya, Hyeon bukanlah anak manja yang setiap sarapan hanya menadah juru masaknya. Dia terkadang ikut memasak atau bahkan membiarkan dia memasak di dapur sedangkan juru masaknya cukup membantunya saja. Selain memasak, Hyeon Jung juga mandiri dalam melakukan apapun. Ini karena orang tuanya sangat sibuk dalam menjalankan perusahaannya sejak kecil. Alih alih menjadi anak yang kurang perhatian, dia lebih baik menjadi anak yang mandiri dan penuh tanggung jawab pada dirinya sendiri.



Ayahnya sekarang berada di rumah sakit, begitu pula ibunya yang sedang menunggu di sana, jadi Hyeon Jung bisa dengan mudah keluar dari rumahnya tadi malam.





Ayahnya terkena stroke yang membuat sebagian besar tubuhya lumpuh. Hal  itu membuat perusahaannya dilanda kekosongan kepemimpinan dan tentu saja akan rawan berpindah kekuasaan.  dan ibunya meminta Hyeon Jung untuk memimpin perusahaan. Tapi apa yang bisa dilakukan gadis SMA pada 6 perusahaan di bawah nama ayahnya itu?





Semua dewan direksi menentang keputusan itu, mereka tidak yakin dengan kemampuan Hyeon. Jadi mereka meminta Hyeon untuk mendapatkan orang yang tepat menggantikan posisi ayahnya. Satu satunya cara agar posisi CEO perusahaan tidak berpindah tangan dari keluarganya, adalah pernikahan Hyeon Jung dengan seseorang yang bisa menangani perusahaannya.





Ibunya dan seluruh keluarga sudah memberikan daftar calon suami untuk Hyeon Jung, tapi gadis itu terlalu keras kepala untuk mau menikah dengan pilihan mereka. Dia menyukai dan mencintai seseorang, dan Hyeon harus menikah dengannya. Jika bukan pria itu, dia tidak akan menikah. Janjinya dalam hati.





Tapi kemarin pria itu menolaknya, dengan alasan Hyeon Jung masih terlalu muda untuk menikah, dan pria itu juga tidak mencintainya. bahkan ketika Hyeon menawari perusahaan ayahnya sekalipun, pria itu tidak bergeming.




“Hyeon, bagaimana kondisi ayahmu?” tanya Min Ho di sela sela aktifitas pagi mereka. Kyuhyun yang hendak turun ke meja makan terhenti. Mencoba mendengarkan pembicaraan mereka tanpa diketahui. Sebenarnya Kyuhyun cukup penasaran mengapa Hyeon Jung tiba tiba mengajaknya menikah begitu saja.





“ Tidak berubah.” Jawabnya singkat





“Lalu bagaimana perusahaanmu?”





“Entahlah, apa yang bisa kulakukan dengan perusahaan perusahaan itu. Aku bahkan tidak tahu apa yang dilakukan ayahku selama ini. Yang aku tahu dia adalah pemilik perusahaan. Itu saja. Aku benar benar menyesal tidak tahu apapun tentang perusahaan.” Sesal Hyeon Jung. 



Satu satunya yang Hyeon Jung tahu dari perusahaan, adalah nama namanya saja.  ‘The Fast Trans’ sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi seperti taxi, travel dan semacamnya, ‘Seoul Drill’ perusahaan  sparepart kendaraan bermotor yang memasok 30% sparepart kendaraan bermotor di seluruh Korea bahkan sudah merambah pasar Asia, ‘Hello home shopping’ sebuah perusahaan home shopping terkenal di korea, dengan omset milyaran won perminggu. Seo Group, salah satu dari ‘the big 5’ perusahaan properti di Korea Selatan, 'WinMart', perusahaan minimarket waralaba yang sudah tersebar di tiap sudut jalan Seoul, Busan dan Daegu, serta perusahaan terakhir adalah Yong Departemen Store.

Ayah Seo Hyeong Jung adalah seorang ahli akuisisi perusahaan perusahaan yang hampir sekarat atau yang berada di ambang kebangkrutan dan membelinya dengan harga sangat rendah kemudian membangunnya menjadi perusahaan hebat. Begitu pula yang terjadi pada perusahaan ayah Cho Kyuhyun. Ketika ayah Kyuhyun berusaha mempertahankan apa yang menjadi usahanya, Ayah Hyeon Jung dengan sangat angkuh menekannya untuk menjual perusahaan kepadanya dengan berbagai cara.




“Kenapa tidak bekerja sama dengan orang yang ayahmu percaya. Kau bisa mendapatkan nasehat dan belajar darinya saat menjabat sebagai CEO.”







“Ayahku bahkan bilang jangan percaya siapapun di perusahaan.” Jawabnya sambil mengaduk aduk bubur yang hampir matang.


Kyuhyun yang masih berada di ujung tangga terdiam tapi dalam hatinya, ia terus bicara “ Memang, termasuk ayahmu yang sangat dipercaya oleh ayahku saat itu sebagai rekan bisnis yang tidak mungkin mengkhianatinya.”





“Aiiish, sulit sekali kalau begitu. Bagaimana jika menikah denganku?” Usul Min Ho. Lalu sendok yang  dipegang Hyeon Jung mendarat tepat di kepala Min Ho.





“Apa yang bisa dilakukan dua anak SMA pada 6 perusahaan ayahku? Pabo-ya!!”  Hyeon Jung kesal pada sahabatnya, seperti biasa, tidak pernah berpikir sebelum bicara.





“Kau mau memaksa Hyeong lagi? Akan ku bantu meyakinkannya.”







“Dia masih sakit, lagipula dia sudah menolakku saat itu. Aku benar benaar tidak ingin memaksanya.”







“Lalu kau mau menikah dengan orang lain?” Tanya Min Ho.







“Kyuhyun oppa adalah satu satunya pria yang ingin ku nikahi.” Jawabnya. “Tapi bagaimana aku bisa begitu egois melihat kondisi ayahku yang terbaring lemah itu.”





“Lalu kenapa menyerah begitu saja. Sudah berapa kali kau ditolak Hyeong? Ratusan kali kan? Kau bahkan masih datang ke cafe walaupun dia tidak peduli padamu. Dan kau hanya ditolak menikah sekali sudah menyerah.”





Hyeon terdiam, memahami perkataan sahabatnya itu.





Apa aku harus mencobanya lagi?





Kyuhyun turun dari kamarnya di lantai dua. Berjalan menuruni  tangga dengan tertatih menahan nyeri di sekujur tubuhnya.





“Oppa, kenapa turun kebawah. Aku mau mengantarkan makananmu ke atas sebelum pulang.” Kata Hyeon Jung dengan senyum manisnya.




“Bosan, aku ingin keluar.” Katanya kemudian mengambil tempat di meja makan.





“Kau sudah baikan?” tanya Min Ho. Kyuhyun mengangguk “Jangan khawatir, Hyeongmu tidak akan mati karena dipukuli.” Jawabnya santai.





Sarapan mereka cukup hening, hanya suara sendok dan piring yang saling beradu. Ketiganya sibuk dengan pikiran masing masing. Min Ho dengan bagaimana memulai percakapan tentang pernikahan, Kyuhyun dengan wanitanya yang meninggalkannya  demi pria lain dan Hyeon Jung dengan ayahnya dan perusahaan.




“Em...” ketiganya saling membuka pembicaraan kemudian tawa mereka bertiga pecah di meja makan.





“Kau dulu Hyeong.” Kata Min Ho.





“Jangan lupa mengantar Hyeon pulang sebelum berangkat ke sekolah.” Min Ho mengangguk mendapat perintah dari Hyeongnya.



“Hyeong, soal pernikahan...” Min Ho sedikit ragu, takut kakaknya mencelos atau pergi meninggalkan mereka. Wajah Hyeon Jung mengisyaratkan Min Ho untuk tidak membahasnya sekarang karena Kyuhyun masih dalam kondisi yang tidak baik.





“Iya, kenapa?” tanya Kyuhyun santai.





“Kau tidak mau memikirkannya lagi?” tanya Min Ho. Hyeon Jung yang merasa tidak enak langsung menyela pembicaraan mereka.




“Oppa, jangan terlalu dipikirkan. Aku tidak mau membebanimu.” Hyeon Jung menunduk. Memasang wajah tidak enak karena memintanya menikah hanya untuk mengurus perusahaannya.





“Yaak, kenapa kau malah seperti ini?” Min Ho kesal pada Hyeon Jung.





“Hyeon-ah, kau benar benar ingin menikah denganku?” tatap Kyuhyun pada Hyeon Jung di hadapannya.







“Mwo?” Hyeon Jung sedikit kaget dengan pertanyaan Kyuhyun.







“Kau benar benar ingin menikah denganku?”







“Bukan begitu, sebenarnya aku tidak mau merepotkanmu dengan urusan perusahaan ayah.”







“Baiklah, berarti kau tidak mau.”







“Hyeon! Dasar gadis bodoh!”  Teriak Min Ho.







“Mwo??” Hyeon Jung balik meneriaki Min Ho.







“kalau Hyeong bilang begitu berarti dia menyetujuinya!! Aish, pantas saja dewan direksi tidak mempercayaimu memimpin perusahaan karena kau  memang benar benar bodoh!” jelas Min Ho.





“Eoh? Benarkah? Oppa.... benarkah?”





“Hish, aku benar benar tidak percaya gadis ini menyukaiku, tapi dia menyerah begitu saja saat aku mengatakan tidak mau menikahinya.”





“Oppa, kau benar mau menikah denganku?”





“ Kau sudah menolaknya tadi.” Jawab Kyuhyun sambil mengaduk aduk buburnya.

“Oppaaa....”


“Lakukan apapun, aku akan membantu perusahaanmu sebisaku.” Kata Kyuhyun yang diikuti sorak  gembira Min Ho dan raut bahagia Hyeon Jung.



Pernikahan dilakukan sederhana, di aula rumah sakit agar kedua orang tua Hyeon Jung bisa menghadirinya. Hyeon Jung mengenakan gaun berwarna putih gading dan Kyuhyun memakai Tuxedo hitam. Mereka mengucapkan sumpah setia hingga maut memisahkan di depan pendeta. Betapa bahagia Hyeon Jung karena pria yang diimpikannya kini menjadi suaminya. Orang yang akan menjaganya dan mencintainya. Harapan harapan indah Hyeon Jung dan impian impiannya bersama Kyuhyun akan dimulainya mulai detik itu. Detik dimana Kyuhyun mencium sebentar  bibir kecil Hyeon Jung.  Hyeon Jung, gadis paling bahagia di dunia  itu kini sedang tersenyum manis di depan semua tamunya.







(Fanfiction terbaru plus masih banyak typo dan masih dalam proses editing. maafkeun kalau ceritanya nggak jelas,karena  beberapa hari ini mood lagi jelek banget tapi maksa harus nulis biar ada kenangan tiap harinya. Wkwk... fanfiction ini baru part 1 dan rencananya mau bikin sampai part 3 aja biar nggak PHP kayak cerita cerita sebelumnya. Oiya cerita ini saya posting beberapa hari yang lalu tapi saya tamahin beberapa baris hari ini.  Oh iya, hari ini 3 Februari 2016. Tepat ulang tahun Cho Kyuhyun ke 29. The special birthday for special person. Semoga semakin Sukses lagu lagunya semakin bikin para pendengarnya yang patah hati tambah sakit hati wakakak, semoga sukses karir musical dan MCnya dan terakhir, kalau tahun ini jadi wamil. Please stay health there, and comeback safely, with more mature personality. Seperti janji kita di phonograph, ELF tidak akan selingkuh kok.. asal abang nggak taken aja hahaha )



No comments:

Post a Comment