Monday, June 5, 2017

Time Can't Change My Heart (Accidentally Love part 4)



Cast : 

Baekhyun EXO as Byun Baekhyun EXO

Irene Red Velvet as Bae Joo Hyun / Irene

Other Cast : 

Find it By Ur Self











Malam itu, Baekhyun masih betah menempel pada Young Soo meski Irene sudah membolehkannya pulang setelah makan malam. Ini karena Young Soo merengek minta ditemani tidur di kamarnya sebelum Baekhyun  kembali dan Baekhyun tidak bisa menolaknya.

“Eomma, aku mengantuk.” Kata Young Soo saat mereka sedang menghabiskan waktu malas mereka dengan berbaring di depan televisi. “Eomma, kau mau menemaniku tidur kan?” tanya Young Soo pada ibunya.


“Tentu saja nak. Ayo!  Tapi sebelumnya kau harus mengucapkan selamat tinggal pada paman Baekhyun.”

“Tidak, paman Baekhyun juga akan menemaniku tidur, iya kan paman?” Pinta Young Soo.


Mata Baekhyun terbelalak lebar mendengar permintaan Young Soo. begitu pula Irene yang memperlihatkan ekspresi yang sama, mereka terkejut setengah mati.


“Eomma kan sudah menemanimu tidur, dan paman Baekhyun harus pulang sebelum larut malam Young Soo-ya.” Bujuk Irene.


“Ibumu benar Young Soo-ya, Paman harus bekerja besok jadi paman harus pulang. Kan sudah ada Eomma yang menemanimu.” Timpal Baekhyun yang diiringi wajah kecewa Young Soo. Mukanya di lipat dan bibirnya mengerucut. Lucu sekali...


“Paman  besok bekerja? Bukankah kita sepakat untuk pergi berenang besok. Apa orang dewasa suka melupakan janji? Eomma juga suka melupakan janjinya padaku.”  Si kecil Young Soo merajuk.


“ Ya Tuhan Paman Baekie lupa... Baiklah besok kita berenang jadi bersiaplah. Sekarang sana pergi tidur.”


Young Soo menggeleng “Tidak mau jika Paman dan Eomma tidak menemaniku bersama.”


“ Young Soo-ya..kau kan tahu paman Baekhyun harus...” Jawab Irene. Tapi Baekhyun segera memotong pembicaraannya.


“Baiklah, ayo Youngiee... kita  ke kamar!” Jawab Baekhyun. Dia tak mau berdebat dan membuang waktu.

Irene mengkode, matanya bergerak gerak dan mulutnya bicara tanpa suara yang diikuti kedikan bahu Baekhyun dengan tatapan tajamnya seakan mengatakan. “ayo lakukan saja dan segera akhiri setelah Young Soo tertidur!”

Young Soo terlalu semangat berjalan menuju kamar  sambil menggoyang goyangkan tangannya bak tentara hendak berlatih baris berbaris.  Diikuti Irene dan Baekhyun yang sama sama bersikap salah tingkah.

“Paman Baekie, kau disini...” menepuk tangan kirinya di samping kiri dan menepuk tangan kanan untuk Eommanya “ Eomma disini dan Aku di tengah.” Katanya.

Baekhyun dan Irene menurut saja mereka bertiga berbaring di tempat tidur yang sama tetapi pandangan keduanya berhambur kemana saja, asalkan tidak saling menatap.   Kecanggungan diantara mereka terjadi di atas sekotak tempat tidur kecil milik Young Soo.

“Paman Baekie, mana tangan kirimu?” Young Soo menarik tangan kiri Baekhyun diatas perutnya, begitu pula tangan Irene yang diperlakukan sama “Eomma, mana tangan kananmu?” Young Soo meletakkan kedua tangan mereka di atas perutnya.


“Hmm... aku suka seperti ini...”  Young Soo mengangkat tangan Baekhyun dan meletakkan di atas tangan Irene. Irene yang terkejut langsung menarik tangannya, tapi Baekhyun tiba tiba menangkapnya terlebih dulu dan menggenggamnya. Kepalanya mengangguk, memberi kode pada Irene untuk menurut saja. “Sudah lah turuti saja...” kira kira begitu Irene menafsirkan anggukan dan kedipan mata Baekhyun.


Sudah enam tahun yang lalu, dan Irene masih saja berdebar ketika tangannya berada di genggaman tangan Baekhyun yang tak kalah lentik darinya. Irene tak bisa mengendalikan perasaannya dan memilih menutup mata. Kepala mereka saling berhadapan langsung dan tentu saja membuat manik mata mereka bertemu satu sama lain.

Irene memilih memejamkan mata daripada harus menatapnya begitu. Di genggam tangannya saja membuatnya berdebar, apalagi saling menatap mata. Irene pikir jantungnya akan meledak sebentar lagi.

Tangan Irene, Baekhyun dan Young Soo saling menggenggam diatas perut Young Soo, dan anak ini sudah tak bersuara lagi. Matanya terpejam perlahan masih dengan genggamannya yang kuat. Irene pun terlelap tanpa sadar.

Hanya Baekhyun satu satunya manusia yang terjaga. Sesekali dia menatap Young Soo. Dia akhirnya meyakini bahwa Young Soo memang terlalu mirip dengannya, tak bisa dipungkiri, tanpa tes DNA pun semua orang yakin Baekhyun adalah ayah dari Young Soo. Lalu tatapannya menuju pada sesosok wanita dihadapannya. Dia tertidur dengan nyaman, Baekhyun yakin Irene kelelahan hari ini jadi dia bisa tidur dengan cepat.  Irene yang tertidur begini mengingatkannya pada peristiwa dulu, ketika mereka menghabiskan malam bersama dan kemudian Baekhyun sengaja meninggalkannya.

Oh baiklah, harus kuceritakan kejadian saat itu.

Setelah Irene pergi ke toko pienya, Baekhyun akhirnya sadar apa yang dilakukannya salah dan mungkin akan menimbulkan masalah untuk hidup dan karirnya. Dia mencemaskan apa yang sudah dia lakukan bersama Irene. Jadi dia berpura pura mengatakan produser memajukan jadwal rekaman,  dan pergi begitu saja.  Baekhyun juga sengaja tidak menggunakan SNS nya selama satu tahun untuk menghilangkan jejaknya pada Irene.  

Baekhyun berencana membuat Irene melupakan cinta satu malamnya itu.

Baekhyun mungkin berpikir dia sudah berhasil karena Irene tak pernah muncul lagi atau mengganggunya setelah kejadian itu. Baekhyun pikir Irene sudah melupakannya.

Baekhyun pikir kisahnya bersama Irene sudah tak berjejak lagi.

Pikiran pikiran Baekhyun ternyata salah besar.

Tak pernah di sangka, sikap pengecutnya itu membuatnya bermasalah setelah enam tahun berlalu. Pernikahannya mungkin akan gagal jika Yewon tahu bahwa dia memiliki anak dari wanita lain. Yewon wanita yang memiliki kehormatan dan harga diri yang tinggi. Dia juga tidak pernah mentolerir sebuah kesalahan. Bukan berarti Irene tak memiliki kehormatan atau harga diri, Irene hanya pernah buta oleh cinta pada idolanya, Byun Baekhyun.


Jika ada dua orang wanita di otaknya sekarang, Baekhyun  pun akan refleks membandingkan keduanya.

Irene sangat cantik, Dia sederhana dan sangat keibuan, dia bisa merawat Young Soo dengan baik meskipun berperan sebagai orang tua yang berperan ganda. Pintar memasak tetapi mudah jatuh cinta, dan satu lagi... dia pemilik toko pie dari Alsace.


Yewon, dia juga tak kalah cantik, cerdas dan sangat mandiri, perfeksionis,  ingin segalanya berjalan dengan sempurna. Dia hangat dan ceria, tak segan mengekspresikan cintanya pada Baekhyun berbeda dengan Irene yang polos dan pemalu. Dan satu lagi.... Yewon adalah pewaris tahta perusahaan.

Oh Bukan maksud Baekhyun menjadi materialistik. Tapi keduanya benar benar berbeda satu sama lain, dan saling melengkapi kebutuhan Baekhyun satu sama lain.


Dengan sangat egois, malam itu Baekhyun berpikir tentang “Mengapa aku menginginkan keduanya? Bagaimana jika aku menginginkan keduanya. Apa aku salah?”

Fokus pikirannya terpecah ketika tangan Irene terlepas dari genggamannya. Melihat Irene mencoba membuka mata.  Baekhyun memejamkan mata, dia berpura pura tidur. Selain untuk mengatasikecanggungan, Baekhyun juga tidak ingin ketahuan kalau dia menatap Irene selama dia berbaring di sana  dengan pikiran pikiran dan pengandaiannya yang tidak mudah digapai.

Dalam pejaman matanya dia lalu memikirkan dalam dalam tentang  “memangnya siapa aku? Sekalipun aku seorang idol dan digilai banyak gadis, Yewon akan tetap meninggalkanku jika dia tahu aku memiliki anak... dan Irene, dia memiliki harga diri yang tinggi hingga tak pernah merengek untuk meminta pertanggung jawabanku tentang Young Soo. Jika dia tak memiliki harga diri, dia pasti sudah menemuiku setelah kehamilannya dan membuat masalah kemudian menghancurkan karirku. Aku tahu, aku tak sesempurna itu untuk menginginkan keduanya.”

Dalam samar samar mata Baekhyun yang terpejam, wanita itu memandangnya penuh tak berkedip atau beranjak menatap hal lain.

“Bogoshipeo!” lirih Irene. Tangannya yang tadi berada dalam genggaman Baekhyun mencoba mendekat ke wajah innocent  Baekhyun yang terlelap. Irene ingin menyentuhnya, sangat ingin.... Tapi Irene urung,  matanya mengkristal hampir tak terbendung.

Irene menahan keinginannya untuk menyentuh wajah yang selama ini dirindukannya dalam diam. Tapi mengungkapkannya seperti ini malah membuatnya ingin menangis.

Irene bangkit dan duduk di samping tempat tidur Young Soo, membelakangi mereka yang  sudah terpejam. Kepalanya mendongak ke atas dan menekan nekan ujung matanya dengan jari jari. Irene tidak mau menangis di hadapan mereka tentu saja.

“Kenapa seperti ini?” Irene bertanya pada dirinya sendiri.

Kakinya melangkah keluar, menuju halaman belakang. Tempat Baekhyun dan Young Soo bermain tadi siang. Irene duduk sendirian di bangku taman berwarna putih. Bahunya bergerak naik turun. Ternyata Irene tak tahan dan menangis di sana.

Dia mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.


“Hallo, Bibi.... bagaimana kabarmu? Eoh, aku baik baik saja.... Yaa... Young Soo sudah bertemu Baekhyun. Dia di kamarsekarang. Yaa.... aku? Apa aku baik baik saja?.....tentu saja  tidak bi. Aku ingin memeluk Baekhyun, aku ingin bercerita betapa aku membutuhkan dia disisi kami.” Irene berhenti berkisah.... sementara seseorang di ujung sana bicara.


“Aku tidak bisa bi, sudah aku bilang aku tidak kemari untuk merusak pernikahannya demi bertanggung jawab atas kami.... Yaa aku tahu... aku pikir aku hanya berharap dia mau menemui Young Soo. Tapi harapanku jadi terlalu banyak. Aku berubah serakah setelah bertemu dengannya...aku ingin memeluknya, aku ingin mengatakan padanya kalau selama ini aku sangat ingin menemuinya. Aku berharap dia masih sama seperti dulu.”

“Iya bi, aku juga ingin bicara padanya berdua saja.... tapi aku takut aku semakin menginginkan Baekhyun.”


Tanpa di sadari, ada seseorang yang memperhatikan Irene di balik pintu. Mendengarkan semuanya... tidak terlewatkan sedikitpun, bahkan hanya senggukan Irene di sela sela pembicaraannya.







Jadi selama ini Irene masih mencintaiku?

Bagaimana bisa?

Aku meninggalkan dia dengan mudah,

Tidak peduli keadaannya setelah kejadian itu.

Membuatnya merawat Young Soo sendirian.

Tapi perasaannya masih begitu dalam padaku?



Baekhyun cukup terkejut dengan kenyataan itu. Irene sangat pintar menyembunyikan perasaannya, seolah olah Irene sudah tak pernah lagi memikirkannya dan hanya memperhatikan dan mendedikasikan dirinya untuk merawat Young Soo.

Baekhyun berbalik, dia masuk ke dalam dan duduk bersandar di meja bar dapur.  Memikirkan banyak hal, seperti sepatah kata yang diucapkan Irene saat dia pura pura tertidur tadi.


Irene merindukanku?


Setelah sedikit tenang, Irene kembali dan melihat Baekhyun duduk merenung di dapur.


"Baekhyun-sshi?" 


“ Dari mana? Aku mencarimu.” Tanya Baekhyun setelah melihat Irene menghampirinya.


“Mencari udara segar, Kenapa ada di dapur? Kau lapar?” tanya Irene.


Baekhyun menggeleng. “ Tidak..” tapi perutnya menggerutu...


Krrrrrrk............... Irene tersenyum, seolah menangkap basah kebohongan lucu Baekhyun. 




“Perutmu marah Baek, tunggu sebentar. Aku akan buatkan makanan untukmu. Sebelum kau pulang”



“ Tidak usah...” tolak Baekhyun segera.



“Sandwich?” Irene bersikeras.




“Tidak Irene....” Baekhyun tak kalah bersikeras.



“Atau kau mau nasi? Aku bisa buatkan omurice atau....”




“Irene-sshi, Jangan bertingkah baik baik saja. Aku benci melihatnya.” Baekhyun menaikkan satu oktaf suaranya, menegaskan kemarahan  atau ketidaksukaannya atau mungkin, kegusarannya.



Baekhyun juga tidak mengerti mengapa kata itu yang keluar dari mulutnya, tapi yang diucapkan Baekhyun baru saja adalah sebuah kejujuran. Baekhyun benci ketika melihat Irene menangis di halaman belakang tadi. Hatinya ikut terluka tanpa disadari. Apalagi setelah tahu, jika itu karena dirinya.



“ Aku hanya akan membuatkanmu makanan.”




“Tidak usah, aku pulang dulu.” Baekhyun tampak tak peduli dan pergi begitu saja.




“Baekhyun-sshi...” Panggil Irene. Irene ragu akan melanjutkan kalimatnya atau tidak, tetapi  Baekhyun sudah terlanjur menoleh padanya.


“Aku membuat pie anggur. Aku pikir kita bisa...”


“Sudah malam Joo Hyun-ah.”Jawab Baekhyun sebelum Irene melanjutkan kata katanya. Bagi Irene, ketika Baekhyun memanggil nama aslinya. Itu adalah permohonan Baekhyun yang sangat mendalam dari hatinya. Dia tidak ingin berlama lama lagi, batin Irene.


“Bawa pulang dorm saja, Aku membuat satu loyang besar kau bisa membaginya untuk Chanyeol-sshi, dan member yang lain.”


“ Jangan terlalu perhatian!” Jawab Baekhyun kaku. “Aku tidak akan tersentuh dengan sepotong pie, dan jangan mencoba membawa kenangan kita enam tahun lalu. Aku sudah melupakannya.” 


Kata kata Baekhyun baru saja membuat Irene tersadar akan satu hal...

 waktu mungkin tidak merubah perasaanmu, tapi mungkin merubah perasaan orang lain. Enam tahun  mungkin tak merubah rumahmu, tapi bisa merubah pekarangan rumahmu menjadi gedung yang tinggi seiring berjalannya waktu.

Pohonpun berbunga  pada musim semi dan kehilangan daunnya ketika musim panas.

Semua hanya tentang waktu.


“Mengapa hanya aku yang tak berubah, ketika waktu sudah merubah segalanya?” batin Irene.


*Accidentally Love*



 tbc_

No comments:

Post a Comment