Monday, May 8, 2017

Eomma, Aku Ingin Minum Susu (Accidentally Love Part 3)





Malam itu Suho keluar dari kamar Baekhyun dan Chanyeol setelah melalui banyak pembicaraan berat dan mencoba mengumpulkan para member di ruang tengah. Wajah Suho sedikit tegang, begitupun Baekhyun dan Chanyeol. Ini adalah pertama kalinya duo racun EXO itu tak banyak bicara dan hanya mengekor hyungnya.  Ini pasti sangat serius ketika mood maker EXO bahkan tidak menunjukan wajah cerianya saat itu.  Baekhyun duduk di sofa panjang di sebelah Suho, sedangkan Chanyeol berdiri dibelakang  sandaran sofa. 


“Hyung, ada apa?” tanya Kai yang berlari dari lantai bawah setelah Suho memberikan tanda siaga satu di halaman chat group member.


“Duduk lah, aku ingin berdiskusi dengan kalian.” Kata Suho.  Sehun meletakkan handphone yang sedang ia gunakan untuk bermain game, kemudian duduk disebelah Baekhyun. Chen dan Xiumin datang bersamaan, D.O bergegas setelah membereskan dapur seperti biasa, dan Lay keluar dari kamarnya setelah mengelap wajahnya dengan handuk, dia baru saja sampai dari China.

“Sepenting apa sampai Hyung membuat status siaga satu.”  Tanya Chen.   


“Aku ingin bertanya pada kalian semua, kalau suatu saat..... “ Suho menghela nafas sebentar.


“Suatu saat apa?” tanya D.O dengan wajah serius.


“Jika suatu saat, ada fansmu yang mengaku hamil dan memiliki anak darimu? Apa yang akan kau lakukan?”


“ Biarkan saja, toh mereka sering mengaku hal hal gila semacam itu. Kenapa harus dipermasalahkan?” Jawab Kai santai.


“Hyung, kenapa membahas omong kosong? Aku sedang menyelesaikan game ku. ” Protes Sehun mengerucutkan bibirnya dan mengambil handphone nya mulai memainkan gamenya yang tertunda. Tapi Baekhyun mengambilnya segera dari tangan maknae EXO itu.


“Bukan begitu.. maksudku jika fans itu menemuimu dan mengatakan hal seperti itu. Apa itu masuk akal?”



“Tidak, jika kita tidak pernah tidur dengannya.” Jawab D.O lugas.


“Jika pernah dan itu sangaaaaaaaat lama, dan tiba tiba dia datang membawa seorang anak berusia lima tahun...” Lanjut Suho yang kemudian dipotong oleh member tertua EXO.  


“Baekhyun-ah, ini tentang kau kan?” tanya Xiumin.


“Eo? Hyung, bagaimana kau bisa tahu?” tanya Suho.


“Sudah kuduga, kemarin aku dan Chen menebak nebak siapa perempuan yang bicara dengan Baekhyun di stasiun TV, dan anak itu yang mirip Baekhyun.Melihat sikap Baekhyun setelah bertemu mereka, aku memikirkannya  sampai tidak bisa tidur. Aku pikir Baekhyun sedang dalam masalah.”


“Kalian ingat enam tahun yang lalu saat Baekhyun berlibur ke Perancis sendirian? Di sana mereka bertemu.”


“Memberdeul maafkan aku, aku tidak tahu jika aku akan membuat masalah seperti ini.” Sesal Baekhyun.


Suasana di dorm malam itu penuh ketegangan, Lay terang terangan memarahi Baekhyun, beberapa member menyalahkan Baekhyun dan menganggapnya tidak bertanggung jawab, dan member yang lain memilih termenung dengan pikirannya masing masing. Meski ini adalah kesalahan salah satu member tapi pasti akan membawa dampak pada grup.



“Kau harus menemuinya, bersyukur saja karena dia tidak pernah meminta pertanggung jawabanmu. Rencana pernikahanmu tetap akan berjalan dan EXO mungkin akan selamat. Tapi setelah mengetahui bahwa kau memiliki anak, apa kau akan merasa nyaman dengan membiarkan dia hidup sendirian tanpa ayahnya?“ kata Xiumin.



“Aku tidak bisa membatalkan pernikahanku dengan Yewon Hyung.” Jawab Baekhyun.



“Maka seharusnya kau tidak perlu membuat masalah dengan menghamili seorang perempuan.” Kata Lay



“Aku ingin membicarakan dengan kalian agar aku bisa memecahkan masalahku. Bukan seperti ini.” Baekhyun sedikit kesal, karena para hyungnya malah membuat Baekhyun semakin tersudut.




“Aku tahu, dan sebelum memecahkan masalah, kau harus menyadari kesalahanmu terlebih dulu.” Jawab Xiumin.



Lay meninggalkan mereka dan memilih tidur, selain karena kelelahan setelah tournya di China dia juga memilih pergi karena tidak ingin emosinya meledak lagi karena masalah Baekhyun. Meski sama sama kesal,Xiumin tetap memilih duduk bersama mereka. Memecahkan masalah yang nantinya mungkin akan mengganggu stabilitas EXO.



“Sebagai pria kau harus menemuinya Hyung...” kata D.O masih dengan wajah datar seriusnya.  “Dengan menemuinya kau akan tahu apa yang harus kau lakukan dengan mereka.”



“Kita semua mendukungmu untuk menemuinya, kau harus bertanggung jawab. Aku tahu ini bukan hanya kesalahanmu, wanita itu juga. Tapi apa yang dia lakukan selama ini untuk menyembunyikan kehamilan dan keberadaan anak kalian itu semata mata agar tidak merusak image dan karirmu.”



“Bertanggung jawab menikahinya maksud kalian? Apa kalian gila, satu bulan lagi aku menikah.”



“ Baekhyun-ah,  kau tidak ingat Irene bicara apa? Dia hanya ingin kau menemui Young Soo, membuat Young Soo merasa memiliki ayah dengan kehadiranmu. Sekali saja... Itu sudah cukup bagi mereka.” Bujuk Chanyeol.



“ Menikahi Irene atau Yewon itu adalah pilihanmu. Kami tidak berhak menentukan siapa yang harus kau nikahi karena itu adalah tentang hidupmu.” Ucap Chen bijak.




Baekhyun tertunduk lesu, menyadari kesalahannya dan berpikir apa yang seharusnya dia lakukan. Apakah menemui Irene dan Young Soo seperti yang para member katakan atau dia tetap pada sebagian ego yang mengatakan bahwa Young soo tidak mungkin anak kandungnya.  




*Accidentally Love*



Matahari bersinar cerah ketika Irene membuka jendela rumah milik Bibi Yeon. Young Soo baru saja mandi dan masih berkeliaran tanpa mengenakan baju ataupun celana. Apron merah muda tergantung di tubuh Irene  karena ia sedang sibuk menyiapkan sarapan.



“Young Soo ya, pakai bajumu!” perintah Irene sembari mengaduk sup kimchi kesukaan Young Soo.


“Nanti saja Bu, aku ingin berenang.”


“Berenang? Hari ini?” Tanya Irene.


“Eoh... “


“Tidak Young Soo, hari ini kita akan pergi menemui bibimu. Kita bisa pergi besok.” Jawab Irene yang disusul rengekan Young Soo. Dia ingin pergi berenang hari ini apapun yang terjadi tapi Irene pun tetap pada pendiriannya. Bibinya hanya libur hari ini jadi mereka harus menemuinya hari ini juga.



Belum selesai Irene dan Young Soo mempertahankan keinginan masing masing, seseorang memencet bel rumah.



“Dengar itu, Itu pasti paman JunHoe yang akan mengantarkan kita ke rumah Bibi, ayo cepat pakai bajumu! Eomma janji akan membawamu berenang besok, jadi sekarang jadilah anak manis yang menuruti perkataan Eomma. Arrachi? ”



“Tidak Eomma, aku ingin berenang hari ini!! HARI INI!”



Irene membuka pintu rumah bibi Yeon untuk menyambut Junhoe.



“Eoh, Oppa kau sudah sampai?” tanya Irene yang masih mengira orang yang memencet bel adalah Junhoe.  Sampai kedua manik matanya melihat seseorang yang lain. Meski bukan orang yang dikiranya, tapi kedatangan pria ini lebih penting daripada kedatangan Junhoe untuk mengantar mereka ke rumah bibi Young Soo.



Dia memakai kaos putih polos dengan v neck yang sederhana, celana jeans robek robek juga melekat di kakinya yang tidak terlalu panjang, tapi bagi Irene, Orang itu,  tetap cocok mengenakan apapun terlebih, karena Irene bertubuh mungil, jadi tidak masalah seberapa kurang tingginya dia dari teman temannya.



“Baekhyun-sshi?” Irene mematung lama di depan pintu melihat seseorang yang datang menemuinya.



“Kenapa terkejut? Kau ada janji dengan oppa yang lain?”




“Tidak.. mm.. aku senang kau mau datang. Young Soo di dalam, baru saja mandi tetapi belum mengenakan apapun.”



“Eomma, aku ingin berenang TITIIIIIK!”  Seru Young Soo menyusul ibunya di pintu masuk, tapi melihat Baekhyun yang datang Young Soo langsung menyambutnya dengan gembira. “Ahjussi? Kau kemari menemuiku?” tanya Young Soo pada Baekhyun. Perlakuan Baekhyun pun tidak sama seperti ketika mereka pertama bertemu, sepertinya Baekhyun canggung setelah mengetahui bahwa dia adalah anak kandungnya.



“Eoh, Young Soo-ya mwohae? Kenapa tidak memakai baju?” tanya Baekhyun mengacak gemas rambut laki laki lima tahun di hadapannya.




“Aku ingin berenang.” Jawab Young Soo jelas yang kemudian ditegaskan oleh Irene bahwa dia tidak akan berenang hari ini.  “Tidak Young Soo ya. Eomma sudah bilang kita tidak berenang hari ini.”




“Aaa Eomma!”




“Young Soo ya, jangan membantah ibumu,  kau harus patuh padanya. Arrachi?”




“Arraseo-yo.” Kata Young Soo menurut. “ Ahjussi, kau mau berenang denganku?“ tambahnya



“Berenang? Kapan?”




“Eomma bilang tidak hari ini, jadi bagaimana kalau besok?”



Baekhyun  berpikir sejenak, lalu menoleh pada Irene.  Irene hanya tersenyum dan mengedikkan bahunya. Artinya, itu terserah Baekhyun, karena Irene tidak akan meminta waktunya lagi selain hari ini.



“Emm, Ahjussi sepertinya besok...” Baekhyun menghela nafas memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menolaknya, Baekhyun tidak mungkin membawanya ke kolam renang umum.




“Tidak mau menemaniku berenang?”



“ Tentu saja mau!” jawab Baekhyun seketika setelah melihat raut kecewa Young Soo.
Pria jangkung sahabat Baekhyun itu masuk ke pekarangan rumah tinggal Irene. Dia terlihat kesulitan  karena membawa sebuah kotak besar  dan juga beberapa tas belanja di kedua tangannya. Irene kemudian menghampiri Chanyeol dan mengambil beberapa tas darinya.




“Young Soo ya, lihat paman tampanmu bawa apa untukmu...” Kata Chanyeol meski dia masih kesulitan membawa barang barangnya.



“Kenapa repot repot begini Chanyeol-sshi?” tanya Irene pada Chanyeol.



“Ini tidak seberapa dibanding pengorbananmu merawat Young Soo, Irene-sshi. Hehe... yang terpenting aku sudah menepati janjiku padamu.”  Terang Chanyeol.



“Janji?” tanya Irene tidak mengerti.



“Membawa Baekhyun kemari, bahkan kuantarkan sampai di depan pintu. Ini rumahmu?” tanya Chanyeol ketika dia sampai di depan pintu melihat sekeliling.



“Bukan, ini rumah salah satu kerabatku. Masuklah, aku baru saja memasak. Kita sarapan bersama.” Ajak Irene. 





“Emm, aku kemari hanya untuk mengantarkan Baekhyun dan beberapa mainan ini dan aku harus langsung pergi karena ada Syuting variety show.”



“Eyyy, ibuku mengajarkanku untuk tidak membiarkan tamu pergi sebelum mereka kenyang. Masuklah... syuting variety juga butuh tenaga.”



Chanyeol tidak bisa menolak, akhirnya mereka berempat sarapan bersama. Baekhyun duduk di samping Yoon Soo, berhadapan langsung dengan Irene. Chanyeol duduk di sebelah Irene berhadapan dengan Yoon Soo. Ketika mereka sedang asik sarapan sambil membicarakan banyak hal. Telepon Baekhyun berdering.



“Yeobseyo... Eoh Yewon-ah.” Jawab Baekhyun. Dia kemudian menjauh dari meja makan dan bicara dengan seseorang yang meneleponnya.




“Iya aku tahu, kita bisa melakukannya besok kan? Ini mendadak sayang... maafkan aku.” Kata Baekhyun samar samar terdengar dari ruang makan.  “Eoh, akan kutelpon lagi nanti. Yaa... “ putus Baekhyun dari handphonenya dan kembali ke meja makan.




“Siapa? Yewon?”



“Eoh..”


“Ada masalah apa?”


“Hari ini seharusnya aku melakukan fitting baju.”



“Lagi? Ini sudah keberapa kali?”


“Mungkin lima.” Jawab Baekhyun tanpa terlihat keberatan. “Aku harus melakukannya tiga kali lagi sampai hari pernikahanku.” Baekhyun santai.



“Heol...”


“Yewon sangat teliti, jadi dia tidak mau ada yang kurang sempurna sedikitpun.”



“ Aku tidak berharap istriku nanti se menyulitkan Yewon.”



“Yaa...” Baekhyun hampir kehilangan kendalinya.


“Makan saja...makan..” Chanyeol yang sudah tahu tabiat sahabatnya ini langsung mengalah dan memilih melanjutkan aktifitasnya.  “Irene-sshi, ini enak..” kata Chanyeol mengalihkan pembicaraan. Irene tersenyum melihat tingkah dua manusia ini. Sama seperti yang selalu dibacanya di artikel artikel tentang mereka.


Meski tersenyum, Irene benar benar menyadari hatinya tidak baik baik saja melihat Baekhyun membicarakan tentang Yewon. Apalagi membahas tentang pernikahan mereka. Bahkan meski Baekhyun tahu Irene memiliki anak darinya, dia tetap kalah dari Yewon.  



Oh Sadarlah Joo Hyun-ah, kau tidak kesini untuk merampas Baekhyun!



Setelah sarapan selesai, Chanyeol  pamit dan meninggalkan Baekhyun di sana. Dia menghabiskan waktu bersama Young Soo dengan beberapa mainan yang dibawanya.  Baekhyun juga membelikan sebuah drone untuk Young Soo dan anak itu sangat menyukainya. Mereka menerbangkan drone mereka  di halaman belakang rumah yang cukup luas.



“Ahjussi, ini keren!” teriak Young Soo yang terkagum kagum dengan mainan yang dibawa ayah kandungnya itu.



Baekhyun yang tadinya canggung pun kembali mencair, senyum Young Soo membuatnya nyaman. Keakraban mereka berdua pun terjalin dengan cepat.  Irene yang menatap dari jendela rumahnya terharu. Young Soo tidak pernah sebahagia ini menghabiskan waktu bersama sosok pria yang lain. Meski Young Soo juga bahagia bermain bersama paman Steve, tetapi Irene tahu Young Soo tidak pernah seceria ini.


Tanpa sadar Young Soo pun merasakan kedekatannya dengan Baekhyun. Anak itu tidak henti hentinya memanggil Baekhyun dan tertawa bersama. Sesekali Baekhyun mengajarinya bernyanyi sambil bermain.



Tiga jam lebih mereka menghabiskan waktu dan tenaga mereka untuk bermain,  Young Soo pun kelelahan dan tanpa sadar tertidur di pangkuan Baekhyun. Wajah lugu Young Soo yang terpejam di pangkuannya membuat hati Baekhyun tersentuh. Perasaannya sebagai  seorang ayah tiba tiba muncul, menjalar dan semakin kuat.



Melihat betapa lelap anak laki lakinya tertidur, Baekhyun mengangkatnya dan membawa Young Soo ke kamar. Young Soo bahkan terus menempel pada Baekhyun meski matanya terpejam, dia menarik tangan Baekhyun dan menjadikan lengan Baekhyun sebagai lengan.




Tak lama, Baekhyun ikut tertidur ketika Irene mengecek mereka di kamar, betapa bahagianya Irene melihat pemandangan langka itu. Pemandangan yang bahkan tidak berani Irene bayangkan sebelumnya. Baekhyun dan Young Soo terlelap di tempat tidur yang sama, ayah dan anak yang akhirnya bertemu dan menghabiskan waktu untuk  pertama kalinya.



Manik obsidian Irene mengkristal, dia berusaha menahannya agar kristal kristal di matanya tidak mencair dan jatuh. Ini kebahagiaan, Irene seharusnya bersyukur kepada Tuhan atas terkabulnya doa Young Soo di hari ulang tahunnya. Bertemu dengan ayah kandungnya meski hanya sekali...




Sebenarnya dia ingin memandangi mereka berdua sampai puas, tapi Irene harus memasak makan siang untuk mereka sebelum mereka bangun. Young Soo memiliki kebiasaan selalu kelaparan setelah bangun tidur. Jadi sebelum Young Soo terbangun, Irene biasanya sibuk di dapur untuk membuat makanan untuk Young Soo.



Kali ini ada Baekhyun, paling tidak Irene akan merasakan bagaimana seandainya Baekhyun menjadi suaminya. Bagaimana dia mengurus dua lelaki itu dan menyiapkan makan siang untuk mereka. Bukan serakah, Irene hanya ingin setidaknya sekali saja merasakan memiliki keluarga kecil yang utuh.



Langkah kaki perlahan mendekat saat Irene sedang memotong beberapa sayuran di dapur. Baekhyun terbangun dan ingin mengambil segelas air.




“Eoh, kau sudah bangun? Kau butuh sesuatu? Biar kuambilkan.”



“Air putih, kau sedang apa berkutat di dapur siang hari begini?”



“Menyiapkan makan siang, Young Soo selalu merasa lapar ketika bangun tidur. Jadi selagi dia tidur aku akan membuatkan makanan untuknya. Emm, kau lapar? Mau kubuatkan sesuatu?”



Baekhyun menggeleng, dia duduk di meja makan sambil menggenggam gelas, menghadap Irene yang kemudian membelakanginya.



Bahkan bagian belakang tubuhnya seperti dewi
Ough, tidak tidak.... jangan menyanjungnya meski dia memang layak mendapatkannya.
Aku tidak bisa terlalu menerima keberadaannya disini. Jernihkan pikiranmu Byun Baekhyun!


“Irene-sshi...”  Panggil Baekhyun


“Huh?” Irene menoleh pada Baekhyun yang duduk tepat di belakangnya. 



“ O’ow, pisaunya tidak bisa kau letakkan dulu?” keluh Baekhyun melihat Irene menoleh dengan pisau tergenggam di tangannya.  Irene tampak  seperti ingin mencabik Baekhyun dengan alat pemotong itu di tangannya.  tanpa pikir panjang Irene menuruti saja kata Baekhyun dan meletakkan pisaunya di samping alas pemotong.



“Ada apa?”



 “Kalau kau masih banyak waktu sebelum Young Soo bangun, duduklah sebentar. Aku ingin menanyakan banyak hal padamu.”




Perasaan Irene membuncah, duduk santai berhadapan dengan Baekhyun setelah sekian tahun berlalu tentu saja tidak baik baik saja bagi Irene. Denyut jantungnya memburu, dia gugup dan canggung serta banyak lagi perasaan yang tidak terdefinisikan lainnya yang tiba tiba muncul.  Irene bahkan tidak berani menatap matanya meski Baekhyun menatap lekat padanya.




“Kenapa kau mempertahankan Young Soo? Kau bisa menggugurkannya dan hidup tanpa terbebani kesalahan kita.” Pertanyaan pertama yang langsung menyentuh dasar hati Irene.




“Jika aku menggugurkan Young Soo, berapa banyak penyesalan yang aku miliki. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.”



“Kenapa baru sekarang? Setelah enam tahun kita tidak pernah bertemu lagi.”



“Karena itu harapan Young Soo di hari ulang tahunnya, dan juga sebelum kau menikahi perempuan lain.”




“ Jangan pernah berharap aku akan membatalkan pernikahanku karena ini.” Tegas Baekhyun.



“Tidak Baekhyun-sshi, aku cukup tahu diri untuk tidak memintamu menikahiku. Aku hanya berpikir menemuimu sebelum pernikahanmu adalah waktu terbaik karena aku tidak ingin membuat masalah ketika kau sudah menikah, dan Young Soo, dia benar benar ingin bertemu ayahnya, itu yang membuatku harus mencarimu kemari.”




“Jika Young Soo tidak mengatakan ingin bertemu denganku, apa kau tetap akan membawanya kemari dan mencariku?”



“Entahlah, mungkin saja.... tidak.”




“Kau akan membiarkan anak itu tidak mengenal ayahnya sekalipun? Ibu macam apa kau?”



Ibu macam apa? Bukankah itu terlalu kasar?




“ Aku tidak mau kau terbebani.”




“Terbebani? Atau kau ragu ragu... menentukan siapa ayah Young Soo?” Seringai Baekhyun.



“Mwo?” mata Irene membulat, kosong. Tidak percaya dengan kalimat yang di dengarnya.




“Aku ingin tes DNA.”




“Baekhyun-sshi!!”



“ Kenapa? Itu satu satunya cara membuktikan dia adalah anakku atau bukan.”



“ Setelah aku datang sejauh ini, setelah menghabiskan waktu bersama Young Soo kau tidak merasakan apapun? Kau tidak percaya?”



“Yaa aku rasa aku menyayangi Young Soo. Tapi aku tidak tahu apakah aku seperti ini karena dia anakku, atau karena dia anak anak karena aku juga menyukai anak anak. Ini sungguh tiba tiba Irene-sshi,  aku seperti tersambar petir mengetahui aku memiliki anak. Bagaimana aku bisa percaya, ini sudah enam tahun dan kau, kau kemari tanpa bukti apapun. Kau yakin itu bukan anak dari pria lain?”




“Baekhyun-sshi, Bukankah ucapanmu terlalu kasar?”




“Aku hanya ingin tes DNA. Aku... aku... aku benar benar bingung dengan semuanya. Mengertilah Irene-sshi. Aku... aku yang akan mengurus semuanya. Aku yang akan menanggung biayanya.”



“ Apa kau tidak bisa hanya menemani dan menghabiskan waktu bersama Young Soo selama disini. Aku pastikan, aku akan kembali ke Alsace setelah ini. Aku berjanji aku dan Young Soo tidak akan mengganggumu. Setelah ini kau boleh menganggapku dan Young Soo tidak pernah ada dan jalani hidupmu seperti biasanya.”




“Mana bisa aku bisa melakukan itu, huh?”




“Lalu? Kau akan meminta tes DNA antara kau dan Young Soo di rumah sakit? Apa kata orang orang yang melihatmu? Baiklah, anggap saja tidak ada yang melihatmu. Lalu apakah kau bisa memastikan suatu saat dokter dan petugas yang mengurus Tes DNA kalian akan tetap diam? Rumor kau memiliki anak mungkin akan tersebar. Korea Selatan akan gempar dengan berita hebat ini bukan? Ayolah Byun Baekhyun, aku tidak ingin menyulitkanmu dengan segala resiko yang mungkin akan terjadi. Ku mohon lakukan ini diam diam sampai akhir. Tak perlu melibatkan banyak orang lagi. Ku mohon. Eoh? Ini demi kebaikan Young Soo. Eoh?”




“Tapi...”




“Ku mohon Baekhyun-sshi, Aku hanya ingin Young Soo merasakan kasih sayang ayahnya meskipun hanya  sehari dan lupakan tentang tes DNA.” Irene memohon pada Baekhyun demi kebaikan Young Soo dan juga Baekhyun sendiri.



Irene rasa dia tak ingin melanjutkan pembicaraan dan kembali mengambil pisau dapurnya dan lanjut memotong sayur sayuran.




“Istirahat saja bersama Young Soo, dia tidak suka kalau orang yang menemaninya tidur hilang dari pandangan saat dia bangun.”




“Jinjja?”




Irene mengangguk meyakinkan Baekhyun. Young Soo memang selalu begitu. Dia akan marah saat orang yang menemaninya tidur tidak terlihat ketika dia bangun. Meski sekarang kebiasaan kebiasaan itu sudah cukup teratasi, tapi untuk Baekhyun, Irene menebak Young Soo akan merengek bahkan menangis jika Baekhyun tidak ada di sampingnya.




Sementara Irene memasak untuk makan siang, Baekhyun menemani Young Soo tidur di kamarnya sampai dia terbangun.



Accidentally Love



“Ahjussi, kau tidak meninggalkanku tidur sendirian kan?” tanya Young Soo saat mendapati  Baekhyun  duduk bersandar di tempat tidur kecil itu.



“Tidak, aku selalu di sini sampai kau bangun.”




“Jeongmal? Uh, Ahjussi. Kau membaca apa?” Young Soo menanyakan buku cerita di tangan Baekhyun.




“Ini? Ini buku cerita tentang Beruang madu. Mau kubacakan ceritanya?”



Young Soo mengangguk antusias, Baekhyun membacakan ceritanya dengan mengubah ubah suaranya dan berakting layaknya pemeran dalam cerita itu. Sesekali Young Soo tergelak, terkadang dia menatap kosong dan berpikir, entahlah apa yang bisa dipikirkan anak seusia Young Soo setelah mendengarkan cerita itu.




“Ahjussi, kau ‘Appa’ ku kan?” Tanya Young Soo tiba tiba. Baekhyun tak memiliki jawaban atas pertanyaan itu. Bukan Baekhyun tidak ingin memberitahunya, tetapi dia dan Irene belum berencana memberitahukannya pada Young Soo.




“ Huh? Ahjussi?”




“Ahjussi sama dengan paman beruang itu kan?”



Buku yang dibacakan Baekhyun pada Young Soo memiliki latar seorang anak beruang yang pergi mencari ayahnya, dan bertemu seorang ‘Paman Beruang’ di suatu tempat yang jauh. Mereka menjadi dekat dan kemudian mereka saling tahu bahwa mereka adalah ayah dan anak. Baekhyun saja heran mengapa buku cerita seperti ini tergeletak di mejanya.



“Ahjussi itu Appa Young Soo kan?”




“Young Soo-yaa....” panggil Irene. “Kau sudah bangun kan? Ibu memasak sup kesukaanmu. Ayo kita makan.” Ucapnya tepat sebelum Baekhyun sempat menjawab pertanyaan Young Soo.



Young Soo yang kegirangan setelah mendengar sup kesukaannya turun dari tempat tidur dan berlari menuju ruang makan.  Tinggal lah Irene di kamar Young Soo bersama Baekhyun yang dipenuhi amarah dan kekesalan.



“Sengaja meletakkan buku cerita itu disana?” tanya Baekhyun dengan kemurkaannya “Sengaja membuat Young Soo menanyakan hal itu padaku?”




Irene terheran “Bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku karena menyelamatkanmu dari pertanyaan Young Soo?”




“Haha, jangan picik Irene-sshi, kau sengaja melakukannya.”




“Anak sekecil Young Soo bahkan lebih memahami perasaannya sebagai anak untuk ayahnya. Kenapa kau tidak bisa? Itu pertanyaan dari hati Young Soo, Baekhyun-sshi.”




“Ya, sampai kapan kau akan membodohiku?”




“Woaa, membodohi katamu? “




“Eomma, Ahjussi ayo kita makan..” Teriakan Young Soo dari meja makan menghentikan perdebatan sepasang manusia yang pernah saling jatuh cinta.



“Iya sayang... tunggu sebentar.” Jawab Irene. Kemudian menatap Baekhyun. “Oh, soal buku cerita itu. Aku benar benar tidak tahu dan siapa yang meletakkannya disana. Kedua, kau harus tahu. Young Soo anak yang sangat pintar, dia tidak perlu arahanku hanya untuk menanyakan pertanyaan itu padamu. Perasaannya dalam, dan dia sangat tulus. Kau tidak pernah tau pertanyaan pertanyaan menakjubkan yang selalu dia tanyakan padaku selama dia sudah bisa bicara. Ketiga, kita akhiri perdebatan ini karena Young Soo menunggu kita untuk makan siang. Setuju? Baik Kuanggap kau setuju.”   Irene meninggalkan Baekhyun dan menghampiri Young Soo di meja makan,


sedangkan Baekhyun yang masih kesal hanya bisa mengayunkan  tangannya ke udara.




Setelah makan siang selesai, Baekhyun dan Young Soo menuju ruang TV dan menonton film bersama, sedangkan Irene memilih tak mengganggu mereka dengan membereskan dapur, mengupas beberapa buah dan membersihkan sayuran yang baru dibelinya untuk dimasukkan ke dalam kulkas. Meski begitu, pandangan Irene tak pernah luput dari mereka berdua. Ayah dan anak ini sibuk bermalas malasan dan menempel satu sama lain.

“Wuaaah, Ahjussi Neoya?” Tunjuk Young Soo pada layar televisi, ia  melihat sebuah Iklan minuman yang diperankan oleh member EXO, termasuk Baekhyun. 




“Eoh, bagaimana? Ahjussi  tampan bukan?”




“Eoh, Ahjussi Jjang!! Aku juga ingin tampil di televisi seperti Ahjussi. Aku juga ingin menyanyi seperti ahjussi saat di stasiun TV kemarin, aku juga ingin minum minuman itu di televisi. Bagaimana caranya?”




“ Aigoo, anak ini.. Kau harus setinggi ini kalau ingin masuk TV.” Kata Baekhyun membuat batas di udara dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya mengusap kepala Young Soo. 




“ Berapa lama lagi aku bisa setinggi itu?” Young Soo mengukur tinggi badannya dan membuat jengkalan diatas kepala. 




“Emm... entahlaah. Tapi kalau ingin cepat tumbuh tinggi. Kau harus makan yang banyak dan minum susu setiap hari.”





“Jeongmalyo?" Young Soo antusias.  EOMMA... AKU INGIN MINUM SUSU.”Teriak Young Soo seketika!







TBC.....














No comments:

Post a Comment