Malam itu Suho keluar dari kamar Baekhyun dan Chanyeol setelah
melalui banyak pembicaraan berat dan mencoba mengumpulkan para member di ruang
tengah. Wajah Suho sedikit tegang, begitupun Baekhyun dan Chanyeol. Ini adalah
pertama kalinya duo racun EXO itu tak banyak bicara dan hanya mengekor hyungnya. Ini pasti sangat serius ketika mood maker EXO
bahkan tidak menunjukan wajah cerianya saat itu. Baekhyun duduk di sofa panjang di sebelah
Suho, sedangkan Chanyeol berdiri dibelakang sandaran sofa.
“Hyung, ada apa?” tanya Kai yang berlari dari lantai bawah
setelah Suho memberikan tanda siaga satu di halaman chat group member.
“Duduk lah, aku ingin berdiskusi dengan kalian.” Kata Suho. Sehun meletakkan handphone yang sedang ia gunakan
untuk bermain game, kemudian duduk disebelah Baekhyun. Chen dan Xiumin datang
bersamaan, D.O bergegas setelah membereskan dapur seperti biasa, dan Lay keluar
dari kamarnya setelah mengelap wajahnya dengan handuk, dia baru saja sampai
dari China.
“Sepenting apa sampai Hyung membuat status siaga satu.” Tanya Chen.
“Aku ingin bertanya pada kalian semua, kalau suatu saat.....
“ Suho menghela nafas sebentar.
“Suatu saat apa?” tanya D.O dengan wajah serius.
“Jika suatu saat, ada fansmu yang mengaku hamil dan memiliki
anak darimu? Apa yang akan kau lakukan?”
“ Biarkan saja, toh mereka sering mengaku hal hal gila
semacam itu. Kenapa harus dipermasalahkan?” Jawab Kai santai.
“Hyung, kenapa membahas omong kosong? Aku sedang
menyelesaikan game ku. ” Protes Sehun mengerucutkan bibirnya dan mengambil
handphone nya mulai memainkan gamenya yang tertunda. Tapi Baekhyun mengambilnya
segera dari tangan maknae EXO itu.
“Bukan begitu.. maksudku jika fans itu menemuimu dan
mengatakan hal seperti itu. Apa itu masuk akal?”
“Tidak, jika kita tidak pernah tidur dengannya.” Jawab D.O
lugas.
“Jika pernah dan itu sangaaaaaaaat lama, dan tiba tiba dia
datang membawa seorang anak berusia lima tahun...” Lanjut Suho yang kemudian
dipotong oleh member tertua EXO.
“Baekhyun-ah, ini tentang kau kan?” tanya Xiumin.
“Eo? Hyung, bagaimana kau bisa tahu?” tanya Suho.
“Sudah kuduga, kemarin aku dan Chen menebak nebak siapa
perempuan yang bicara dengan Baekhyun di stasiun TV, dan anak itu yang mirip
Baekhyun.Melihat sikap Baekhyun setelah bertemu mereka, aku memikirkannya sampai tidak bisa tidur. Aku pikir Baekhyun
sedang dalam masalah.”
“Kalian ingat enam tahun yang lalu saat Baekhyun berlibur ke
Perancis sendirian? Di sana mereka bertemu.”
“Memberdeul maafkan aku, aku tidak tahu jika aku akan
membuat masalah seperti ini.” Sesal Baekhyun.
Suasana di dorm malam itu penuh ketegangan, Lay terang
terangan memarahi Baekhyun, beberapa member menyalahkan Baekhyun dan
menganggapnya tidak bertanggung jawab, dan member yang lain memilih termenung
dengan pikirannya masing masing. Meski ini adalah kesalahan salah satu member
tapi pasti akan membawa dampak pada grup.
“Kau harus menemuinya, bersyukur saja karena dia tidak
pernah meminta pertanggung jawabanmu. Rencana pernikahanmu tetap akan berjalan
dan EXO mungkin akan selamat. Tapi setelah mengetahui bahwa kau memiliki anak,
apa kau akan merasa nyaman dengan membiarkan dia hidup sendirian tanpa ayahnya?“
kata Xiumin.
“Aku tidak bisa membatalkan pernikahanku dengan Yewon
Hyung.” Jawab Baekhyun.
“Maka seharusnya kau tidak perlu membuat masalah dengan
menghamili seorang perempuan.” Kata Lay
“Aku ingin membicarakan dengan kalian agar aku bisa
memecahkan masalahku. Bukan seperti ini.” Baekhyun sedikit kesal, karena para
hyungnya malah membuat Baekhyun semakin tersudut.
“Aku tahu, dan sebelum memecahkan masalah, kau harus
menyadari kesalahanmu terlebih dulu.” Jawab Xiumin.
Lay meninggalkan mereka dan memilih tidur, selain karena
kelelahan setelah tournya di China dia juga memilih pergi karena tidak ingin
emosinya meledak lagi karena masalah Baekhyun. Meski sama sama kesal,Xiumin
tetap memilih duduk bersama mereka. Memecahkan masalah yang nantinya mungkin
akan mengganggu stabilitas EXO.
“Sebagai pria kau harus menemuinya Hyung...” kata D.O masih
dengan wajah datar seriusnya. “Dengan
menemuinya kau akan tahu apa yang harus kau lakukan dengan mereka.”
“Kita semua mendukungmu untuk menemuinya, kau harus
bertanggung jawab. Aku tahu ini bukan hanya kesalahanmu, wanita itu juga. Tapi
apa yang dia lakukan selama ini untuk menyembunyikan kehamilan dan keberadaan
anak kalian itu semata mata agar tidak merusak image dan karirmu.”
“Bertanggung jawab menikahinya maksud kalian? Apa kalian
gila, satu bulan lagi aku menikah.”
“ Baekhyun-ah, kau
tidak ingat Irene bicara apa? Dia hanya ingin kau menemui Young Soo, membuat
Young Soo merasa memiliki ayah dengan kehadiranmu. Sekali saja... Itu sudah
cukup bagi mereka.” Bujuk Chanyeol.
“ Menikahi Irene atau Yewon itu adalah pilihanmu. Kami tidak
berhak menentukan siapa yang harus kau nikahi karena itu adalah tentang
hidupmu.” Ucap Chen bijak.
Baekhyun tertunduk lesu, menyadari kesalahannya dan berpikir
apa yang seharusnya dia lakukan. Apakah menemui Irene dan Young Soo seperti yang
para member katakan atau dia tetap pada sebagian ego yang mengatakan bahwa
Young soo tidak mungkin anak kandungnya.
*Accidentally Love*
Matahari bersinar cerah ketika Irene membuka jendela rumah
milik Bibi Yeon. Young Soo baru saja mandi dan masih berkeliaran tanpa
mengenakan baju ataupun celana. Apron merah muda tergantung di tubuh Irene karena ia sedang sibuk menyiapkan sarapan.
“Young Soo ya, pakai bajumu!” perintah Irene sembari
mengaduk sup kimchi kesukaan Young Soo.
“Nanti saja Bu, aku ingin berenang.”
“Berenang? Hari ini?” Tanya Irene.
“Eoh... “
“Tidak Young Soo, hari ini kita akan pergi menemui bibimu.
Kita bisa pergi besok.” Jawab Irene yang disusul rengekan Young Soo. Dia ingin
pergi berenang hari ini apapun yang terjadi tapi Irene pun tetap pada
pendiriannya. Bibinya hanya libur hari ini jadi mereka harus menemuinya hari
ini juga.
Belum selesai Irene dan Young Soo mempertahankan keinginan
masing masing, seseorang memencet bel rumah.
“Dengar itu, Itu pasti paman JunHoe yang akan mengantarkan
kita ke rumah Bibi, ayo cepat pakai bajumu! Eomma janji akan membawamu berenang
besok, jadi sekarang jadilah anak manis yang menuruti perkataan Eomma. Arrachi?
”
“Tidak Eomma, aku ingin berenang hari ini!! HARI INI!”
Irene membuka pintu rumah bibi Yeon untuk menyambut Junhoe.
“Eoh, Oppa kau sudah sampai?” tanya Irene yang masih mengira orang yang
memencet bel adalah Junhoe. Sampai kedua
manik matanya melihat seseorang yang lain. Meski bukan orang yang dikiranya,
tapi kedatangan pria ini lebih penting daripada kedatangan Junhoe untuk
mengantar mereka ke rumah bibi Young Soo.
Dia memakai kaos putih polos dengan v neck yang sederhana,
celana jeans robek robek juga melekat di kakinya yang tidak terlalu panjang,
tapi bagi Irene, Orang itu, tetap cocok
mengenakan apapun terlebih, karena Irene bertubuh mungil, jadi tidak masalah seberapa
kurang tingginya dia dari teman temannya.
“Baekhyun-sshi?” Irene mematung lama di depan pintu melihat
seseorang yang datang menemuinya.
“Kenapa terkejut? Kau ada janji dengan oppa yang lain?”
“Tidak.. mm.. aku senang kau mau datang. Young Soo di dalam,
baru saja mandi tetapi belum mengenakan apapun.”
“Eomma, aku ingin berenang TITIIIIIK!” Seru Young Soo menyusul ibunya di pintu
masuk, tapi melihat Baekhyun yang datang Young Soo langsung menyambutnya dengan
gembira. “Ahjussi? Kau kemari menemuiku?” tanya Young Soo pada Baekhyun.
Perlakuan Baekhyun pun tidak sama seperti ketika mereka pertama bertemu,
sepertinya Baekhyun canggung setelah mengetahui bahwa dia adalah anak
kandungnya.
“Eoh, Young Soo-ya mwohae? Kenapa tidak memakai baju?” tanya
Baekhyun mengacak gemas rambut laki laki lima tahun di hadapannya.
“Aku ingin berenang.” Jawab Young Soo jelas yang kemudian
ditegaskan oleh Irene bahwa dia tidak akan berenang hari ini. “Tidak Young Soo ya. Eomma sudah bilang kita
tidak berenang hari ini.”
“Aaa Eomma!”
“Young Soo ya, jangan membantah ibumu, kau harus patuh padanya. Arrachi?”
“Arraseo-yo.” Kata Young Soo menurut. “ Ahjussi, kau mau
berenang denganku?“ tambahnya
“Berenang? Kapan?”
“Eomma bilang tidak hari ini, jadi bagaimana kalau besok?”
Baekhyun berpikir
sejenak, lalu menoleh pada Irene. Irene
hanya tersenyum dan mengedikkan bahunya. Artinya, itu terserah Baekhyun, karena
Irene tidak akan meminta waktunya lagi selain hari ini.
“Emm, Ahjussi sepertinya besok...” Baekhyun menghela nafas
memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menolaknya, Baekhyun tidak mungkin
membawanya ke kolam renang umum.
“Tidak mau menemaniku berenang?”
“ Tentu saja mau!” jawab Baekhyun seketika setelah melihat
raut kecewa Young Soo.
Pria jangkung sahabat Baekhyun itu masuk ke pekarangan rumah
tinggal Irene. Dia terlihat kesulitan karena
membawa sebuah kotak besar dan juga
beberapa tas belanja di kedua tangannya. Irene kemudian menghampiri Chanyeol
dan mengambil beberapa tas darinya.
“Young Soo ya, lihat paman tampanmu bawa apa untukmu...” Kata
Chanyeol meski dia masih kesulitan membawa barang barangnya.
“Kenapa repot repot begini Chanyeol-sshi?” tanya Irene pada
Chanyeol.
“Ini tidak seberapa dibanding pengorbananmu merawat Young
Soo, Irene-sshi. Hehe... yang terpenting aku sudah menepati janjiku padamu.” Terang Chanyeol.
“Janji?” tanya Irene tidak mengerti.
“Membawa Baekhyun kemari, bahkan kuantarkan sampai di depan
pintu. Ini rumahmu?” tanya Chanyeol ketika dia sampai di depan pintu melihat
sekeliling.
“Bukan, ini rumah salah satu kerabatku. Masuklah, aku baru
saja memasak. Kita sarapan bersama.” Ajak Irene.
“Emm, aku kemari hanya untuk mengantarkan Baekhyun dan
beberapa mainan ini dan aku harus langsung pergi karena ada Syuting variety
show.”
“Eyyy, ibuku mengajarkanku untuk tidak membiarkan tamu pergi
sebelum mereka kenyang. Masuklah... syuting variety juga butuh tenaga.”
Chanyeol tidak bisa menolak, akhirnya mereka berempat
sarapan bersama. Baekhyun duduk di samping Yoon Soo, berhadapan langsung dengan
Irene. Chanyeol duduk di sebelah Irene berhadapan dengan Yoon Soo. Ketika
mereka sedang asik sarapan sambil membicarakan banyak hal. Telepon Baekhyun
berdering.
“Yeobseyo... Eoh Yewon-ah.” Jawab Baekhyun. Dia kemudian
menjauh dari meja makan dan bicara dengan seseorang yang meneleponnya.
“Iya aku tahu, kita bisa melakukannya besok kan? Ini
mendadak sayang... maafkan aku.” Kata Baekhyun samar samar terdengar dari ruang
makan. “Eoh, akan kutelpon lagi nanti.
Yaa... “ putus Baekhyun dari handphonenya dan kembali ke meja makan.
“Siapa? Yewon?”
“Eoh..”
“Ada masalah apa?”
“Hari ini seharusnya aku melakukan fitting baju.”
“Lagi? Ini sudah keberapa kali?”
“Mungkin lima.” Jawab Baekhyun tanpa terlihat keberatan.
“Aku harus melakukannya tiga kali lagi sampai hari pernikahanku.” Baekhyun santai.
“Heol...”
“Yewon sangat teliti, jadi dia tidak mau ada yang kurang
sempurna sedikitpun.”
“ Aku tidak berharap istriku nanti se menyulitkan Yewon.”
“Yaa...” Baekhyun hampir kehilangan kendalinya.
“Makan saja...makan..” Chanyeol yang sudah tahu tabiat
sahabatnya ini langsung mengalah dan memilih melanjutkan aktifitasnya. “Irene-sshi, ini enak..” kata Chanyeol mengalihkan
pembicaraan. Irene tersenyum melihat tingkah dua manusia ini. Sama seperti yang
selalu dibacanya di artikel artikel tentang mereka.
Meski tersenyum, Irene benar benar menyadari hatinya tidak
baik baik saja melihat Baekhyun membicarakan tentang Yewon. Apalagi membahas
tentang pernikahan mereka. Bahkan meski Baekhyun tahu Irene memiliki anak
darinya, dia tetap kalah dari Yewon.
Oh Sadarlah Joo
Hyun-ah, kau tidak kesini untuk merampas Baekhyun!
Setelah sarapan selesai, Chanyeol pamit dan meninggalkan Baekhyun di sana. Dia menghabiskan waktu bersama Young Soo dengan beberapa mainan yang dibawanya. Baekhyun juga membelikan sebuah drone untuk Young Soo dan anak itu sangat menyukainya. Mereka menerbangkan drone mereka di halaman belakang rumah yang cukup luas.
“Ahjussi, ini keren!” teriak Young Soo yang terkagum kagum
dengan mainan yang dibawa ayah kandungnya itu.
Baekhyun yang tadinya canggung pun kembali mencair, senyum
Young Soo membuatnya nyaman. Keakraban mereka berdua pun terjalin dengan cepat. Irene yang menatap dari jendela rumahnya
terharu. Young Soo tidak pernah sebahagia ini menghabiskan waktu bersama sosok
pria yang lain. Meski Young Soo juga bahagia bermain bersama paman Steve,
tetapi Irene tahu Young Soo tidak pernah seceria ini.
Tanpa sadar Young Soo pun merasakan kedekatannya dengan Baekhyun. Anak itu tidak henti hentinya memanggil Baekhyun dan tertawa bersama. Sesekali Baekhyun mengajarinya bernyanyi sambil bermain.
Tiga jam lebih mereka menghabiskan waktu dan tenaga mereka
untuk bermain, Young Soo pun kelelahan
dan tanpa sadar tertidur di pangkuan Baekhyun. Wajah lugu Young Soo yang
terpejam di pangkuannya membuat hati Baekhyun tersentuh. Perasaannya
sebagai seorang ayah tiba tiba muncul,
menjalar dan semakin kuat.
Melihat betapa lelap anak laki lakinya tertidur, Baekhyun
mengangkatnya dan membawa Young Soo ke kamar. Young Soo bahkan terus menempel
pada Baekhyun meski matanya terpejam, dia menarik tangan Baekhyun dan
menjadikan lengan Baekhyun sebagai lengan.
Tak lama, Baekhyun ikut tertidur ketika Irene mengecek
mereka di kamar, betapa bahagianya Irene melihat pemandangan langka itu.
Pemandangan yang bahkan tidak berani Irene bayangkan sebelumnya. Baekhyun dan
Young Soo terlelap di tempat tidur yang sama, ayah dan anak yang akhirnya
bertemu dan menghabiskan waktu untuk pertama kalinya.
Manik obsidian Irene mengkristal, dia berusaha menahannya
agar kristal kristal di matanya tidak mencair dan jatuh. Ini kebahagiaan, Irene
seharusnya bersyukur kepada Tuhan atas terkabulnya doa Young Soo di hari ulang
tahunnya. Bertemu dengan ayah kandungnya meski hanya sekali...
Sebenarnya dia ingin memandangi mereka berdua sampai puas,
tapi Irene harus memasak makan siang untuk mereka sebelum mereka bangun. Young
Soo memiliki kebiasaan selalu kelaparan setelah bangun tidur. Jadi sebelum
Young Soo terbangun, Irene biasanya sibuk di dapur untuk membuat makanan untuk
Young Soo.
Kali ini ada Baekhyun, paling tidak Irene akan merasakan
bagaimana seandainya Baekhyun menjadi suaminya. Bagaimana dia mengurus dua
lelaki itu dan menyiapkan makan siang untuk mereka. Bukan serakah, Irene hanya
ingin setidaknya sekali saja merasakan memiliki keluarga kecil yang utuh.
Langkah kaki perlahan mendekat saat Irene sedang memotong
beberapa sayuran di dapur. Baekhyun terbangun dan ingin mengambil segelas air.
“Eoh, kau sudah bangun? Kau butuh sesuatu? Biar kuambilkan.”
“Air putih, kau sedang apa berkutat di dapur siang hari
begini?”
“Menyiapkan makan siang, Young Soo selalu merasa lapar ketika
bangun tidur. Jadi selagi dia tidur aku akan membuatkan makanan untuknya. Emm,
kau lapar? Mau kubuatkan sesuatu?”
Baekhyun menggeleng, dia duduk di meja makan sambil
menggenggam gelas, menghadap Irene yang kemudian membelakanginya.
Bahkan bagian belakang
tubuhnya seperti dewi
Ough, tidak tidak....
jangan menyanjungnya meski dia memang layak mendapatkannya.
Aku tidak bisa terlalu
menerima keberadaannya disini. Jernihkan pikiranmu Byun Baekhyun!
“Irene-sshi...” Panggil Baekhyun
“Huh?” Irene menoleh pada Baekhyun yang duduk tepat di
belakangnya.
“ O’ow, pisaunya tidak bisa kau letakkan dulu?” keluh Baekhyun melihat Irene menoleh dengan pisau tergenggam di tangannya. Irene tampak seperti ingin mencabik Baekhyun dengan alat pemotong itu di tangannya. tanpa pikir panjang Irene menuruti saja kata Baekhyun dan meletakkan pisaunya di samping alas pemotong.
“Ada apa?”
“Kalau kau masih
banyak waktu sebelum Young Soo bangun, duduklah sebentar. Aku ingin menanyakan
banyak hal padamu.”
Perasaan Irene membuncah, duduk santai berhadapan dengan Baekhyun setelah sekian tahun berlalu tentu saja tidak baik baik saja bagi Irene. Denyut jantungnya memburu, dia gugup dan canggung serta banyak lagi perasaan yang tidak terdefinisikan lainnya yang tiba tiba muncul. Irene bahkan tidak berani menatap matanya meski Baekhyun menatap lekat padanya.
“Kenapa kau mempertahankan Young Soo? Kau bisa
menggugurkannya dan hidup tanpa terbebani kesalahan kita.” Pertanyaan pertama
yang langsung menyentuh dasar hati Irene.
“Jika aku menggugurkan Young Soo, berapa banyak penyesalan
yang aku miliki. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.”
“Kenapa baru sekarang? Setelah enam tahun kita tidak pernah
bertemu lagi.”
“Karena itu harapan Young Soo di hari ulang tahunnya, dan
juga sebelum kau menikahi perempuan lain.”
“ Jangan pernah berharap aku akan membatalkan pernikahanku
karena ini.” Tegas Baekhyun.
“Tidak Baekhyun-sshi, aku cukup tahu diri untuk tidak
memintamu menikahiku. Aku hanya berpikir menemuimu sebelum pernikahanmu adalah
waktu terbaik karena aku tidak ingin membuat masalah ketika kau sudah menikah,
dan Young Soo, dia benar benar ingin bertemu ayahnya, itu yang membuatku harus
mencarimu kemari.”
“Jika Young Soo tidak mengatakan ingin bertemu denganku, apa
kau tetap akan membawanya kemari dan mencariku?”
“Entahlah, mungkin saja.... tidak.”
“Kau akan membiarkan anak itu tidak mengenal ayahnya
sekalipun? Ibu macam apa kau?”
Ibu macam apa?
Bukankah itu terlalu kasar?
“ Aku tidak mau kau terbebani.”
“Terbebani? Atau kau ragu ragu... menentukan siapa ayah
Young Soo?” Seringai Baekhyun.
“Mwo?” mata Irene membulat, kosong. Tidak percaya dengan
kalimat yang di dengarnya.
“Aku ingin tes DNA.”
“Baekhyun-sshi!!”
“ Kenapa? Itu satu satunya cara membuktikan dia adalah
anakku atau bukan.”
“ Setelah aku datang sejauh ini, setelah menghabiskan waktu
bersama Young Soo kau tidak merasakan apapun? Kau tidak percaya?”
“Yaa aku rasa aku menyayangi Young Soo. Tapi aku tidak tahu
apakah aku seperti ini karena dia anakku, atau karena dia anak anak karena aku
juga menyukai anak anak. Ini sungguh tiba tiba Irene-sshi, aku seperti tersambar petir mengetahui aku
memiliki anak. Bagaimana aku bisa percaya, ini sudah enam tahun dan kau, kau
kemari tanpa bukti apapun. Kau yakin itu bukan anak dari pria lain?”
“Baekhyun-sshi, Bukankah ucapanmu terlalu kasar?”
“Aku hanya ingin tes DNA. Aku... aku... aku benar benar
bingung dengan semuanya. Mengertilah Irene-sshi. Aku... aku yang akan mengurus semuanya.
Aku yang akan menanggung biayanya.”
“ Apa kau tidak bisa hanya menemani dan menghabiskan waktu
bersama Young Soo selama disini. Aku pastikan, aku akan kembali ke Alsace
setelah ini. Aku berjanji aku dan Young Soo tidak akan mengganggumu. Setelah
ini kau boleh menganggapku dan Young Soo tidak pernah ada dan jalani hidupmu
seperti biasanya.”
“Mana bisa aku bisa melakukan itu, huh?”
“Lalu? Kau akan meminta tes DNA antara kau dan Young Soo di
rumah sakit? Apa kata orang orang yang melihatmu? Baiklah, anggap saja tidak
ada yang melihatmu. Lalu apakah kau bisa memastikan suatu saat dokter dan
petugas yang mengurus Tes DNA kalian akan tetap diam? Rumor kau memiliki anak
mungkin akan tersebar. Korea Selatan akan gempar dengan berita hebat ini bukan?
Ayolah Byun Baekhyun, aku tidak ingin menyulitkanmu dengan segala resiko yang
mungkin akan terjadi. Ku mohon lakukan ini diam diam sampai akhir. Tak perlu
melibatkan banyak orang lagi. Ku mohon. Eoh? Ini demi kebaikan Young Soo. Eoh?”
“Tapi...”
“Ku mohon Baekhyun-sshi, Aku hanya ingin Young Soo merasakan
kasih sayang ayahnya meskipun hanya
sehari dan lupakan tentang tes DNA.” Irene memohon pada Baekhyun demi
kebaikan Young Soo dan juga Baekhyun sendiri.
Irene rasa dia tak ingin melanjutkan pembicaraan dan kembali
mengambil pisau dapurnya dan lanjut memotong sayur sayuran.
“Istirahat saja bersama Young Soo, dia tidak suka kalau orang yang menemaninya tidur hilang dari pandangan saat dia bangun.”
“Jinjja?”
Irene mengangguk meyakinkan Baekhyun. Young Soo memang
selalu begitu. Dia akan marah saat orang yang menemaninya tidur tidak terlihat
ketika dia bangun. Meski sekarang kebiasaan kebiasaan itu sudah cukup teratasi,
tapi untuk Baekhyun, Irene menebak Young Soo akan merengek bahkan menangis jika
Baekhyun tidak ada di sampingnya.
Sementara Irene memasak untuk makan siang, Baekhyun menemani
Young Soo tidur di kamarnya sampai dia terbangun.
Accidentally Love
“Ahjussi, kau tidak meninggalkanku tidur sendirian kan?”
tanya Young Soo saat mendapati
Baekhyun duduk bersandar di
tempat tidur kecil itu.
“Tidak, aku selalu di sini sampai kau bangun.”
“Jeongmal? Uh, Ahjussi. Kau membaca apa?” Young Soo
menanyakan buku cerita di tangan Baekhyun.
“Ini? Ini buku cerita tentang Beruang madu. Mau kubacakan
ceritanya?”
Young Soo mengangguk antusias, Baekhyun membacakan ceritanya dengan mengubah ubah suaranya dan berakting layaknya pemeran dalam cerita itu. Sesekali Young Soo tergelak, terkadang dia menatap kosong dan berpikir, entahlah apa yang bisa dipikirkan anak seusia Young Soo setelah mendengarkan cerita itu.
“Ahjussi, kau ‘Appa’ ku kan?” Tanya Young Soo tiba tiba.
Baekhyun tak memiliki jawaban atas pertanyaan itu. Bukan Baekhyun tidak ingin
memberitahunya, tetapi dia dan Irene belum berencana memberitahukannya pada
Young Soo.
“ Huh? Ahjussi?”
“Ahjussi sama dengan paman beruang itu kan?”
Buku yang dibacakan Baekhyun pada Young Soo memiliki latar
seorang anak beruang yang pergi mencari ayahnya, dan bertemu seorang ‘Paman
Beruang’ di suatu tempat yang jauh. Mereka menjadi dekat dan kemudian mereka
saling tahu bahwa mereka adalah ayah dan anak. Baekhyun saja heran mengapa buku
cerita seperti ini tergeletak di mejanya.
“Ahjussi itu Appa Young Soo kan?”
“Young Soo-yaa....” panggil Irene. “Kau sudah bangun kan?
Ibu memasak sup kesukaanmu. Ayo kita makan.” Ucapnya tepat sebelum Baekhyun
sempat menjawab pertanyaan Young Soo.
Young Soo yang kegirangan setelah mendengar sup kesukaannya
turun dari tempat tidur dan berlari menuju ruang makan. Tinggal lah Irene di kamar Young Soo bersama
Baekhyun yang dipenuhi amarah dan kekesalan.
“Sengaja meletakkan buku cerita itu disana?” tanya Baekhyun
dengan kemurkaannya “Sengaja membuat Young Soo menanyakan hal itu padaku?”
Irene terheran “Bukankah seharusnya kau berterimakasih
padaku karena menyelamatkanmu dari pertanyaan Young Soo?”
“Haha, jangan picik Irene-sshi, kau sengaja melakukannya.”
“Anak sekecil Young Soo bahkan lebih memahami perasaannya
sebagai anak untuk ayahnya. Kenapa kau tidak bisa? Itu pertanyaan dari hati
Young Soo, Baekhyun-sshi.”
“Ya, sampai kapan kau akan membodohiku?”
“Woaa, membodohi katamu? “
“Eomma, Ahjussi ayo kita makan..” Teriakan Young Soo dari meja
makan menghentikan perdebatan sepasang manusia yang pernah saling jatuh cinta.
“Iya sayang... tunggu sebentar.” Jawab Irene. Kemudian
menatap Baekhyun. “Oh, soal buku cerita itu. Aku benar benar tidak tahu dan
siapa yang meletakkannya disana. Kedua, kau harus tahu. Young Soo anak yang sangat
pintar, dia tidak perlu arahanku hanya untuk menanyakan pertanyaan itu padamu.
Perasaannya dalam, dan dia sangat tulus. Kau tidak pernah tau pertanyaan
pertanyaan menakjubkan yang selalu dia tanyakan padaku selama dia sudah bisa bicara. Ketiga,
kita akhiri perdebatan ini karena Young Soo menunggu kita untuk makan siang. Setuju? Baik Kuanggap kau setuju.” Irene meninggalkan Baekhyun dan menghampiri Young Soo di
meja makan,
sedangkan Baekhyun yang masih kesal hanya bisa mengayunkan tangannya ke udara.
sedangkan Baekhyun yang masih kesal hanya bisa mengayunkan tangannya ke udara.
Setelah makan siang selesai, Baekhyun dan Young Soo menuju
ruang TV dan menonton film bersama, sedangkan Irene memilih tak mengganggu
mereka dengan membereskan dapur, mengupas beberapa buah dan membersihkan
sayuran yang baru dibelinya untuk dimasukkan ke dalam kulkas. Meski begitu,
pandangan Irene tak pernah luput dari mereka berdua. Ayah dan anak ini sibuk
bermalas malasan dan menempel satu sama lain.
“Wuaaah, Ahjussi Neoya?” Tunjuk Young Soo pada layar
televisi, ia melihat sebuah Iklan minuman yang diperankan oleh member EXO, termasuk Baekhyun.
“Eoh, bagaimana? Ahjussi
tampan bukan?”
“Eoh, Ahjussi Jjang!! Aku juga ingin tampil di televisi
seperti Ahjussi. Aku juga ingin menyanyi seperti ahjussi saat di stasiun TV kemarin, aku juga ingin minum minuman itu di
televisi. Bagaimana caranya?”
“ Aigoo, anak ini.. Kau harus setinggi ini kalau ingin masuk
TV.” Kata Baekhyun membuat batas di udara dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya mengusap kepala Young Soo.
“ Berapa lama lagi aku bisa setinggi itu?” Young Soo mengukur tinggi badannya dan membuat jengkalan diatas kepala.
“Emm... entahlaah. Tapi kalau ingin cepat tumbuh tinggi. Kau
harus makan yang banyak dan minum susu setiap hari.”
“Jeongmalyo?" Young Soo antusias. EOMMA... AKU INGIN MINUM SUSU.”Teriak Young Soo seketika!
TBC.....
TBC.....

No comments:
Post a Comment