Saturday, April 8, 2017

Find You ('Accidentally Love part 2)





Bekhyun EXO as Himself


Irene Red Velvet as Irene / Bae Joo Hyun


Rating : PG 14


Story : Purely mine. Actually Mine, Of course it's mine







Aku sedang terbaring  lemas di ranjang ketika Bibi Yeon menghampiriku, memaksaku untuk memberitahu Baekhyun tentang kondisiku sekarang. Aku menggeleng, menahan rasa sakitku yang tak bisa digambarkan dengan apapun.


Tapi aku tetap bersikukuh dengan keputusanku.


Biarlah Baekhyun menjalani kehidupannya dan melupakanku.



Karirnya terlalu cerah untuk kubebani kondisiku sekarang meskipun dia juga ikut andil dalam masalah yang kuhadapi.



Awalnya aku benar benar khawatir karena ada kehidupan baru di rahimku.  Sepertinya aku tidak siap atau sepertinya ini adalah kesalahan jika aku tetap melahirkannya. Aku akan melukai perasaannya  karena dia lahir tanpa seorang ayah.  Akal sehatku benar benar hilang ketika langkah kakiku mantap menuju dokter kandungan dan berpikir untuk menggugurkan bayiku.



“Kau yakin? Kau harus mendengar ini....” kata dokter kandungan. Dia memperlihatkan layar USG dengan gumpalan yang bergerak meski belum terbentuk sempurna. Suara berdenyut dari nadinya membuat hatiku bergetar. Apa salahnya bayi ini hingga aku harus menggugurkannya. Pikiran macam apa yang membuatku berpikir untuk membunuh benih ini, bahkan hewan pun tidak pernah membunuh anaknya. Jika aku melakukannya, aku lebih buruk dari binatang, aku tidak lebih dari monster mengerikan.



“Aku bisa melaluinya sendiri Bi.. yakinlah padaku.” Aku bersikeras mempertahankan keinginanku, daripada menganggapnya sebagai masalah, bukankah lebih baik  aku menganggapnya sebagai anugerah. Setidaknya jika aku tidak bisa memiliki Baekhyun, aku bisa memiliki bayiku.


 “ Hyeonie, kau mungkin bisa bertahan sendiri. Tapi anak ini? Apa yang akan kau lakukan? Dia membutuhkan ayahnya.” Terang Bibi Yeon.


Tidak ada yang bisa mengubah keputusanku untuk tidak memberitahukan Baekhyun tentang bayi yang sedang kukandung. Sekalipun Bibi Yeon atau paman Steve menyeretku hingga Korea aku tidak akan memberitahunya, dan mereka pun tidak akan memberi tahu Baekhyun jika aku tidak mengijinkannya.



Aku menjalani hari hari ku sebagai wanita hamil yang mandiri, morning sick yang menyiksaku seperti sekarang ini. Aku akan terbaring lemas di sofa setelah memuntahkan segala isi perutku. Aku tidak bisa manja seperti wanita lain pada suaminya, karena yang perlu kuingat. Aku tidak memiliki suami. Dan ketika memasuki trimester ketiga aku mengalami edema, yaitu pembengkakan pada kedua kaki yang membuatku sulit beraktifitas.


Hal paling parah dari kehamilanku adalah aku benci dengan bau pie dari tokoku sendiri, rasanya ingin muntah dan baunya selalu terngiang di kepalaku.  Aku tidak bisa datang ke toko, jadi bibi Yeon yang mengelolanya selama aku masih mengalami gejala kehamilan yang benar benar luar biasa ini.


Tapi perlahan aku menikmatinya, segala kesakitan untuk menjadi seorang ibu. Aku semakin menyayangi bayiku. Kasih sayang yang setiap detik terus bertambah. Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk menjadi lemah karena aku harus menjaga calon bayiku.


Kelahirannya  pun istimewa, aku melahirkan secara normal seorang bayi laki laki di rumah sakit pada tanggal 6 Mei, tanggal lahir yang sama dengan ayahnya, Byun Baekhyun.


Wajahnya tak sedikitpun mirip denganku, semua milik Baekhyun terduplikasi  pada wajah bayiku. Aku menitikkan air mata ketika pertama kali melihatnya, aku seperti melihat Baekhyun terlahir kembali. Sungguh kebahagiaan yang tidak ternilai, meski aku tidak memiliki penjelasan apa apa padanya kelak jika dia bertanya tentang ayahnya.


Lelaki mungil ini akan menjadi satu satunya harta berhargaku sekarang dan nanti.


*Accidentally Love*



“Young Soo-ya, ayo cepat kau sudah terlambat.” Ku panggil laki laki berumur lima tahun yang sedang duduk meringkuk di sebelah rak sepatu.



“Ne, Eomma! Tunggu sebentar aku belum mengikat tali sepatu kiriku, uh kenapa susah sekali.” Aku menghampirinya yang masih sibuk dengan sepatunya, menanyakan apa dia perlu bantuanku, dia menggeleng. “Aku bisa sendiri..” senyumnya mengembang ketika dia berhasil melakukan tugas paginya.


“Aw.. goodboy! Kkajja!” dia berlari mendahuluiku, anak itu sudah tidak mau lagi ku gandeng karena aktif luar biasa. Dia akan mengambil sesuatu di tanah dan menanyakan berbagai hal padaku, atau menatap langit yang biru dan mengajukan beberapa macam pertanyaan yang membuatku kelelahan menjawabnya.



“Eomma, bagaimana besi itu bisa terbang?” katanya ketika melihat pesawat melintas di atas kepalanya. Atau “Eomma, mengapa salju berwarna putih, apa salju itu berasal dari awan yang bergelombang gelombang itu dan runtuh ke bumi?”



Hari ini saat kuantar ke sekolah, pertanyaannya menjadi lebih beragam dan membuatku bingung.



“Eomma, mengapa anggur berwarna merah?”



“Anggur? Emm, anggur tidak hanya berwarna merah sayang, ada hijau dan ungu juga.”



“Lalu mengapa berbeda beda warnanya?”



Lalu akan muncul pertanyaan mengapa mengapa dan mengapa lanjutan yang akan membuatku tidak sanggup menjawabnya lagi. Satu satunya penyelamatku adalah ketika kami sudah sampai di sekolahnya. Dia akan langsung memelukku, menciumku dan berlari pada teman temannya untuk bermain.



“Eomma, Ciao?” Seru Young Soo sembari meninggalkanku di gerbang sekolahnya.



“Young Soo-ya! Jangan lupa makan bekalmu ya?”



“Eoh.” Katanya sambil melambaikan tangan padaku .



Bae Young So, bayi kecil itu sudah beranjak dewasa.  Dua hari lagi adalah ulang tahunnya yang ke enam dan aku sudah mempersiapkan pesta kecil kecilan untuk merayakannya bersama Paman Steve, Bibi Yeon dan Clara.



Setelah mengantarnya ke TK, aku mengurus toko pie sampai siang hari. Kemudian menjemput Young So  dan pulang ke rumah. Menemaninya bermain dan beristirahat. Sekalipun aku harus mengurus tokoku, aku tidak boleh melalaikan kewajibanku sebagai ibu dan juga orang tua tunggal untuk Young So. Aku juga tidak ingin melewatkan perkembangan pada usia emasnya yang selalu membuatku bahagia dan bahagia menjadi seorang ibu.



Aku masih ingat kapan pertama kali dia bisa memanggil Eomma, kapan giginya mulai tumbuh, kapan dia bisa berbalik, duduk, merangkak, berjalan dan berlari. Bagaimana dia belajar toilet training di usianya dan juga hari pertama dia menolak kutinggalkan pada hari pertama sekolah.



Siang ini, dia berlari padaku sambil membawa sebuah piala, dia memenangkan lomba menyanyi di kelas. Dia sangat bangga dan mengatakan padaku akan  menunjukkan penampilannya saat pesta ulangtahunnya  di rumah nanti.



Dia ikut lomba menyanyi?



Tidak tahu kenapa senyumku semakin lebar saja, tidak ada yang dia buang sedikitpun dari Ayahnya karena sekarang dia pun suka menyanyi. Dia terus bernyanyi di rumah saat hendak tidur atau saat berjalan ke toko bersamaku.



Malam pun tiba, Clara dan Bibi Yeon sama sama membawa kotak hadiah untuk Young Soo, dan aku pun sudah menyiapkan hadiah sesuai keinginannya. Kami memakai topi kerucut dan juga terompet kecil. Kue nya sudah lengkap dengan lilin, kami sudah duduk mengelilingi meja. Tetapi Paman Steve belum datang.



“Noona, paman dimana?” tanya Young Soo pada Clara.



“Paman Steve sebentar lagi sampai nak, kalau kau tidak sabar kita bisa meniup lilinnya lebih dulu.” Jawab bibi Yeon.



“Tidak kita tunggu paman Steve datang saja.” Kata Young Soo.




Tak lama, paman Steve datang membawa satu kotak kado yang besar, lebih dari milikku atau milik Bibi Yeon dan Clara.  Young So sangat senang sampai memeluk paman Steve erat. “Wuaa, truk pasir yang di toko mainan itu ya paman, wuaah besarnya.  Paman, kau yang terbaik!!”  Young Soo mengacungkan jempolnya pada paman Steve. Young Soo sangat bahagia dengan hadiah dari paman Steve. Bagi Young Soo, paman Steve sudah seperti ayahnya. Paman Steve pun menganggapnya demikian.


Kami berkumpul mengelilingi kue yang kubuat di toko. Clara memintanya untuk mengucapkan permohonannya  dengan menutup mata. Young Soo pun memohon di dalam hati dengan senyum yang mengembang.



“Young Soo-ya, apa yang kau minta?” tanya Clara



“ Kita tidak boleh memberitahukan pada orang lain agar doa kita terkabul.” Jelas Young So pada Noonanya.



“Siapa yang mengatakan omong kosong itu? Tentu saja boleh, kita bisa berdoa bersama untuk harapanmu, Iya kan Eomma?” Bibi Yeon mengangguk.



Young Soo sepertinya ragu dan menatapku, meminta ijinku untuk memberitahukan doanya pada Clara. Aku hanya mengusap kepalanya dan mengijinkannya untuk memberitahu permohonannya pada kami. Karena akupun  ingin tahu doa apa yang malaikat kecilku ucapkan disela sela tiupan lilinnya. “Kalau kau mau kau boleh memberitahu Nuna.”  




“Aku ingin tahun depan, aku bisa merayakan ulang tahunku bersama Eomma, Clara Noona yang cantik, Clara Eomma yang baik, Clara Appa yang selalu memberiku hadiah...” Doa anak laki laki enam tahun yang polos dan sederhana. Kami tertawa mendengar doanya yang begitu tulus. “Dan juga Appa, aku ingin bertemu dengannya walaupun hanya sekali. Appa Bogoshipeo. Aku ingin bertemu dengannya sekali saja. “ Akhir Young Soo.



Aku, Bibi Yeon dan Paman Steve saling bertatapan. Ini adalah pertama kalinya Young Soo membahas tentang ayahnya yang kemudian menggerakkan hatiku. Rasa bersalahku memuncak ketika aku tidak memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan tentang keberadaan ayahnya.



*Accidentally Love*



“Aku tahu hari ini akan datang Hyeonie...” Terang Bibi Yeon yang menemaniku di dapur membereskan  makan malam kami baru saja. Setelah mendengarkan Young Soo bernyanyi sesuai janjinya ketika pulang sekolah, ia bermain bersama Paman Steve dengan mainan barunya, sedangkan Clara sedang sibuk dengan ponsel ibunya di ruang tengah.



“Apa yang akan kau katakan padanya jika dia membahas tentang ayahnya lagi?”




“Entahlah Bi, apa yang harus kulakukan?”



“Pergilah ke Korea. Temui Baekhyun dengan Young Soo, katakan padanya tentang Young Soo.”




“Tidak mungkin Bi, aku tidak mau membuatnya terkejut dengan keadaanku. Ini sudah berlalu hampir enam tahun. Dia mungkin sudah melupakanku. Tidak tidak, aku tidak mungkin menghancurkan karirnya dengan masalahku.”




“Lalu bagaimana Young Soo? Akan kau biarkan sampai mati tidak mengetahui ayahnya? Kenapa begitu egois membiarkan Young Soo terluka demi tidak melukai Baekhyun. Bagimu siapa yang lebih penting? Young Soo atau Baekhyun? Aku tidak tahu bagaimana ada seorang ibu sepertimu. Aku tidak memintamu untuk bicara di depan seluruh media korea, aku memintamu bicara dengan Baekhyun, apa kau pikir karirnya hancur hanya dengan bicara padanya?” Kali ini bibi Yeon menasehatiku lagi setelah terakhir kalinya mungkin empat tahun yang lalu, dan kupikir perkataannya benar.




“Heol Daebak!! Eomma, kau ingat oppa EXO yang dulu liburan di rumah kita? Baekhyun EXO, Byun Baekhyun EXO!”   



“Eoh. Wae?” tanya Bibi Yeon pada Clara yang tiba tiba ikut membahas orang yang sama tanpa dia ketahui.




“Dia bulan depan akan menikah dengan kekasihnya... Ya Tuhan Oppa itu kenapa cepat sekali menikahnya. Padahal setelah bertemu dengannya aku jadi mengidolakannya.” Clara Kesal setelah melihat berita di salah satu portal online korea.



Akupun tak kalah terkejut, jika Clara saja kesal, bagaimana perasaan ku saat ini?  selama ini dia tidak dikabarkan menjalin kasih dengan siapapun. Kenapa tiba tiba dia menikah? Perasaanku seperti di cabik cabik mendengar berita itu.



Aku mengecek handphoneku, mencari berita yang sama di portal lain dan berita rencana pernikahan Baekhyun ternyata sudah menjadi daftar pencarian nomor satu di beberapa situs korea.



Baekhyun dikabarkan akan menikahi salah satu putri salah satu pengusaha korea, dan yang lebih mengejutkan mereka ternyata sudah menjalin kasih selama dua tahun belakangan tapi tidak pernah tertangkap kamera. Dispatch pun tidak mampu mengendus skandalnya kali ini.



Dispatch saja tidak tahu, apalagi aku yang berada sangat jauh darinya. Mungkin dia lebih berhati hati setelah mereka membongkar hubungannya dengan leader girlgrup Girls Generation dulu.



“Joo Hyun-ah, kau dengar?  Kalian harus ke Korea temui Baekhyun.” Bujuk Bibi Yeon.



“Tidak mungkin Bi dia akan segera menikah, aku tidak mau mengacaukannya.”



“Lalu, kau tidak akan bertemu dengannya? Bagaimana Young So?



“Young So akan melupakan keinginannya.” Aku pun tidak yakin dengan segala hal yang kukatakan baru saja.



“Jika tidak? Ini kesempatanmu sebelum pernikahan Baekhyun Joo Hyun-ah. Kau tdk akan bisa melakukan apapun setelah dia menikah. Jika pengorbananmu untuk Baekhyun sudah sangat besar, kau harusnya bisa melakukannya untuk Young Soo. Young So ingin bertemu ayahnya. Sekali saja temukan dia dengan Baekhyun.“



*Accidentally Love*

Incheon Airport, Korea Selatan



Aku menginjakkan kaki turun dari pesawat yang membawaku dan Young So dari Perancis ke negara asalku, tempat yang dulu pernah tak ingin aku datangi lagi. Kali ini demi Young Soo, aku harus kembali ke Korea.



Aku dijemput oleh kerabat Bibi Yeon, seseorang yang akan membantuku bertemu Baekhyun. Dia adalah mantan manajer EXO yang memutuskan untuk berhenti dua bulan yang lalu, dia juga yang dulu merekomendasikan liburan Baekhyun ke Alsace. Bibi Yeon sudah memberitahukan semuanya dan dia benar benar ingin membantuku mempertemukan aku dan Young so dengan Baekhyun.



“Irene-sshi? Bae Young So?” Seorang pria menghampiriku tepat setelah aku keluar dari pintu kedatangan.Aku mengenal wajahnya, dia adalah mantan manajer EXO, kerabat Bibi Yeon. Aku juga familiar dengan wajahnya karena dia juga sering muncul beberapa kali bersama EXO. “Aku Kang Jun Hoe.. Yeonie Noona menyuruhku menjemputmu di bandara.” Aku menjabat tangannya dan membungkuk mengucapkan salam.



“Young So-ya, beri salam pada paman Jun Heo.”




“Anyeong Hasseo!” Young So langsung membungkukan badannya memberi salam pada seseorang pria yang baru ditemuinya itu.



“Young So? Wuaaa.... ini benar benar kembaran Baekhyun. Aku tidak akan meragukannya.” Kata JunHoe yang membuat Young So tidak mengerti dengan pembicaraan dua orang dewasa ini.




“Emm, Jun Hoe-sshi kemana kita akan pergi?”




“Aku sudah menyiapkan rumah Yeonie Noona untuk kau tinggali beberapa hari. Besok aku akan mencari tahu jadwal Baekhyun. Kita tidak bisa pergi ke dorm atau rumahnya karena ada member dan keluarganya. Oh iya, aku akan membantumu bertemu dengan Baekhyun tetapi dengan syarat. Kau tidak boleh memberitahukan siapapun kalau aku yang membantumu menemukan Baekhyun.”



Aku mengangguk, toh aku kemari tidak untuk membuat masalah dengan banyak orang. Aku hanya ingin Young Soo bertemu dengan Baekhyun, setelah itu kami akan kembali ke Kaysersberg. Aku masuk ke mobil Kang JunHoe, Young Soo yang kelelahan akhirnya terlelap di kursi belakang. Hal itu menjadikan kesempatanku untuk bicara dengan Kang Jun Hoe tentang banyak hal.



“Huh, aku tidak menyangka Baekhyun membuat masalah meski kepergiannya sangat singkat. Ini sudah sangat lama Irene-sshi, mengapa baru datang sekarang? Bahkan ketika rencana pernikahan Baekhyun sudah diumumkan.”



“Kau tenang saja. Aku tidak berencana merusak pernikahan Baekhyun dengan kedatanganku. Aku kemari demi Young Soo. Dia mengatakan ingin bertemu ayahnya meski hanya sekali saat ulang tahunnya kemarin.. Jika aku pergi setelah dia menikah, itu akan memperburuk keadaan, Jadi kupikir aku harus datang sebelum itu.”



“Tapi bagaimana jika sikap Baekhyun tidak seperti dulu?”




“Aku tidak peduli bagaimana dia menganggapku, aku sudah memikirkannya. Aku juga tahu saat itu dia hanya bermain main saja denganku. Kalau dia benar benar menyukaiku, dia akan menghubungiku setelah dia sampai di sini enam tahun lalu. Tapi dia tidak melakukannya. Aku kemari demi Young Soo yang ingin bertemu ayahnya. Aku tidak menginginkan hal lain.”




Benar aku memang tidak berniat menginginkan hal lain kecuali memberitahu Baekhyun bahwa Young Soo adalah anaknya meski perasaanku pada Baekhyun tidak berubah sejak dulu. Aku mengidolakannya sejak dia debut bersama EXO, aku menjadi gila berhari hari setiap melakukan fangirling sampai aku terdampar di Alsace. Aku masih menyukainya meski waktuku untuk melihatnya tidak sebanyak dulu, aku berjuang dengan keras di Alsace dan menjadikan fotonya sebagai penyemangatku, dan momen ketika aku bertemu Baekhyun di sana adalah puncak dimana akhirnya aku benar benar jatuh cinta pada sosok Byun Baekhyun yang hangat dan juga pandai menggoda.



Perasaan itu tidak berubah sampai sekarang, perasaan itu tetap saja tumbuh seiring aku merawat Young Soo, dia mengingatkanku pada Baekhyun sepenuhnya.



“Semoga pertemuanmu dengan Baekhyun berjalan Baik Irene-sshi, Fighting!”



*Accidentally Love*



Pagi itu aku datang ke gedung stasiun TV dimana Baekhyun, Chen dan Xiumin sedang melakukan promo terakhir untuk album terbaru sub unit CBX. Jun Hoe mengantarku masuk melewati restrict area yang tidak bisa ditembus orang biasa. Kupikir karena Jun Hoe sudah mengenal beberapa orang staff disana jadi aku bebas leluasa masuk ke ruangan dimana Baekhyun melakukan persiapan sebelum naik ke panggung.



Aku menggunakan name tag yang diberikan oleh Jun Hoe untuk mengecoh staff disana dan itu berhasil. Aku duduk di tempat yang cukup dekat dengan ruang make up sub unit EXO,  tetapi Jun Hoe melarangku masuk sebelum mereka menyelesaikan penampilan mereka.



“Eomma, apa yang kita  lakukan disini?” tanya Young Soo.



“Mencari teman ibu nak.”



“Siapa?”



Aku menunjukkan poster dan juga gambar di layar televisi ketika mereka sedang tampil di acara tersebut.



“Mereka sedang tampil jadi kita harus menunggunya.”




“Bukankah itu pria yang ada di toko kita? gambar yang besar itu.” tanya Young Soo. Dia memang pengingat yang ulung.



“Kau benar sayang, bagaimana kau bisa ingat? Oh iya, Kita harus menunggunya disini.”




“Dia penyanyi? Teman Ibu penyanyi? Wuaa... daebak! Aku juga ingin seperti dia” Tunjuk Young Soo pada Baekhyun.  



Aku hanya bisa tersenyum mendengar celotehan lelaki kecilku yang manis, dia ingin seperti ayahnya? Oh Ya Tuhan. Bagian mana dari Young Soo yang mirip denganku?




 Aku merogoh tas dan kantung celanaku. Sepertinya aku melupakan sesuatu. “Handphoneku di toilet.” Aku bergegas mengambilnya atau jika hilang, aku tidak bisa menghubungi Jun Hoe atau siapapun.



 “Young Soo ya... ibu harus ke toilet handphone ibu tertinggal jangan kemana mana, Eoh? Eoh?” Young So mengangguk.  Aku segera berlari ke toilet dan mencari handphone yang kutinggalkan tetapi aku tidak menemukannya. Seseorang mengatakan padaku untuk mencarinya di resepsionis, lalu aku memilih kembali ke tempat tadi. Aku bisa mengambil handphoneku nanti saja.



Tapi saat aku kembali, Young Soo sudah tidak ada di tempatnya, aku mencarinya kesana kemari sampai ke sudut ruangan dan tidak berhasil ku temukan.



“Young Soo ya, eodiseo? Young Soo ya....” aku bertanya kepada staff dan orang orang di sekitar tetapi mereka tidak melihat. Aku cemas, pikiranku kacau, aku sudah tidak berpikir untuk menemui Baekhyun karena Young Soo menghilang.



Aku harus mencari handphoneku segera, karena Young So kuminta menghafal nomorku jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti situasi ini.


Aku kembali ke resepsionis di lantai satu, mereka mengatakan handphoneku berada di bagian keamanan lantai sebelumnya  jadi aku harus kembali ke atas. Aku kalut, tidak berhenti memanggil Young Soo dengan cemas sampai seseorang bertubuh tinggi mendatangiku.




“Permisi apa kau mencari Young Soo?” tanya Pria itu padaku. Aku berbalik dan berharap pria itu tahu dimana Young So berada.



“P...park Chanyeol...” Aku benar benar terkejut melihat dia berdiri di hadapanku, membuka pembicaraan denganku dan .....



It’s not the right time to be happy Bae Joo Hyun!

Kau harus mencari Young Soo...




“Eoh benar, aku park Chanyeol.. kau mencari anak laki laki bernama Young Soo?”




“Iya, kau melihatnya.”





“Eoh, sepertinya begitu. Dia ada di...  tunggu sebentar, kau temannya Baekhyun?”




“ Oh bukan, aku...”



“Tapi Young Soo mengatakan begitu. Dia dan Ibunya mencari Byun Baekhyun kemari. Kau fans Baekhyun? Siapa namamu? Sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu.” Park Chanyeol dengan kebiasaannya selalu menanyakan banyak hal dalam satu waktu.




“Young Soo dimana?” Awalnya aku terpesona dengan cara bicara Chanyeol dan suara beratnya. Tetapi mengetahui dimana Young Soo berada sekarang membuatku sedikit sesak nafas, aku bergetar dan khawatir.



“Dia di ruang make up EXO kalau belum diserahkan pada petugas keamanan, mau kuantar?”




“Ruang make up EXO?” aku terkejut setengah mati mendengar Young So sudah berada di sana. Chanyeol mengantarku ke ruang make up dan menenangkanku.




“Tenang saja, Young Soo sedang bermain bersama Baekhyun dan Chen. Aku akan menelepon mereka untuk tidak membawa Young Soo ke petugas keamanan. Lalu apa hubunganmu dengan Baekhyun? Kau benar benar temannya? Kenapa bisa masuk kemari? Bukankah ini hanya untuk staff dan artis saja. Kau staff baru?”



“Hh...” Aku menghela nafas “Bisa dibilang begitu.”




“Ngomong ngomong siapa namamu?”




“Bae Joo Hyun...” Jawabku dan Chanyeol mengangguk anggukan kepala. “Aaa, Joo Hyeon-sshi?”




Aku sampai di ruang make up EXO, tanganku gemetar saat Chanyeol membuka gagang pintu ruang make up dan mengajakku masuk. “Masuklah...” katanya.



Aku melangkah dengan segenap kekuatanku demi Young Soo. Aku harus bertemu Baekhyun dan memberikan penjelasan padanya tentang Young Soo. Aku melihat Baekhyun asik memegang handphonenya memilih foto mana yang akan dia upload dan menanyakan pada Young So foto mana yang harus dia upload.



“Young Soo-ya, Hyung akan memposting foto kita yang ini. Hahaha... kita mirip kan? Hahaha...” Celoteh Baekhyun pada Young Soo.



Hyung? Ayolah Baek, kau tidak semuda itu untuk menjadi kakaknya meski wajah imutmu bisa menipu semua orang. Tapi perlu kukatakan padamu kalau dia adalah ANAKMU... Kau adalah AYAHNYA.




“Young Soo-ya, ibumu sudah datang!” Chanyeol memanggil Young Soo tetapi wajahku teralihkan pada Baekhyun. Dia tidak langsung menatapku karena dia sedang sibuk memposting fotonya bersama Young Soo. Baekhyun pun masih bergumam “Aigo, kau mirip sekali denganku Young Soo-ya.” Menirukan caption yang sudah di tulisnya di instagram.




Aku memperhatikan Baekhyun melirik ke arahku sebentar lalu menolehkan kepalanya memastikan apakah dia tidak salah melihat. Dia langsung berdiri melihatku berada di sana.



“Irene-sshi?” Gumam Baekhyun yang membuat Chanyeol ikut terkejut. Ada banyak manusia di sana selain Aku, Young Soo, Baekhyun dan Chanyeol.  Chen dan Xiumin saling menatap, mereka sepertinya tidak tahu aku tapi Chanyeol menyadarinya.



“Irene? K...kk...kau Irene... bukannya kau Bae Joo Hyeon?”




“Itu nama Koreaku.”Jawabku membungkam ketidak percayaan Chanyeol.




“Irene yang di perancis itu?”




“Eomma!” Panggil Young Soo dan berlari padaku. “ Ahjussi Ini teman Eomma, benar kan?” tanya Young Soo menunjuk Baekhyun yang masuk terpaku dengan kedatanganku.




“Huh? Eoh... “



“Young Soo-ya, mau main bersamaku. Eomma ingin bicara dengan temannya.” Chanyeol sepertinya tau situasinya dan membawa Young Soo pergi dari kami. Dia memberikan aku dan Baekhyun kesempatanbicara. Kami pergi ke ruang make up kosong disamping ruang make up EXO.




“Joo Hyun-ah, apa yang kau lakukan disini? Aku benar benar terkejut kau berada di Korea.” Tanya Baekhyun




“Aku ingin bertemu denganmu.” Jawabku lirih. Demi Tuhan Byun Baekhyun, aku ingin memelukmu sebelum kau mengucapkan sepatah katapun. Tapi ‘Apa yang kau lakukan disini?’ bukankah terlalu kejam untuk sebuah pertanyaan sambutan?




“Aku tidak tahu apa maumu tetapi aku akan menikah sebentar lagi. Aku tidak mau mendengar rumor apapun tentang  kita. Aku sudah melupakan hubungan kita Bae Joo Hyun.”




“Young Soo.... Bae Young Soo...  aku kemari demi dia. Dia ingin bertemu ayahnya.”




Baekhyun tertawa mengejek kata kata yang bahkan enam tahun tidak bisa ku sampaikan padanya.



 “Lalu, apa kau pikir masuk akal? Kau kemari setelah kita berpisah enam tahun yang lalu, dan kau membawa kabar....haha jangan membodohiku Bae Joo Hyun” tatapan sinis Baekhyun bahkan mampu merobek perasaanku.




“Sejujurnya aku tidak ingin mengganggumu lagi Baek, demi Tuhan. Tapi Young Soo mengatakan ingin bertemu ayahnya.” Aku menatapnya tajam, meyakinkan Baekhyun tentang apa yang kubicarakan ini bukanlah omong kosong.




“Apa buktinya kalau aku ayah anak itu?” Tantang Baekhyun.




“Kau tidak melihatnya? Tanpa ku beritahu buktinya kau harusnya tahu dengan hanya melihatnya saja. Kau bahkan sudah menyadarinya sejak awal. Young Soo sangat mirip denganmu” Uraiku.  




“Kita hidup di jaman kita bisa mengubah wajah seseorang dengan mudah.”




“Lalu kau pikir aku membuat anak berusia enam tahun merasakan pisau bedah demi menipumu dan mendapat pengakuan darimu?”




“ Kelakuan fangirl sekarang bermacam macam Joo Hyun-sshi.”




Aku tertawa miris “ Jadi aku hanya fangirl yang bertingkah macam macam?.” Sungguh apa aku sedang mengasihani diriku sendiri.



“Yaa, kau harusnya tahu setelah aku kembali kemari dan tidak menghubungimu. Ini sudah berlalu sangat lama, siapa yang bisa menjamin Young Soo adalah anakku. Kau...kau.... aku tidak menjamin hanya aku satu satunya pria yang tidur denganmu. Kau bahkan sangat mudah kuajak tidur bersama.”




“Baekhyun-sshi, aku tidak ingin berdebat lebih panjang lagi denganmu. Itu urusanmu jika tidak menyukaiku lagi atau tidak peduli padaku atau tidak mempercayaiku yang hanya tidur denganmu saja.” Irene mengatur nafasnya. Keberanian yang sudah dia kumpulkan bertahun tahun ini akhirnya tersampaikan juga pada Baekhyun. Saat ulang tahunnya kemarin, dia berdoa agar bisa menemui ayahnya.  Young Soo ingin bertemu ayahnya sekali saja. Aku mohon padamu Baek, setelah itu kami akan kembali ke Alsace. Luangkan waktu bersamanya sehari saja. Aku tidak akan meminta apa apa padamu dan jangan khawatirkan pernikahanmu. Aku tidak memiliki niat untuk menggagalkannya.



“Aku sibuk, kau tahu kan ini adalah jadwal comebackku dan sebentar lagi aku menikah.”




“Oh ayolah Byun Baekhyun, ini adalah goodbye stagemu, jangan membuat alasan berlebihan. Aku mohon padamu, ini demi Young Soo.” Aku beranjak pergi, meninggalkan Baekhyun yang masih dibentengi egoisme tertinggi.




Chanyeol dan Young Soo menungguku di ruang tunggu sambil bermain bersama. Aku menghampiri mereka dan berencana kembali ke rumah karena suasana hatiku sangat buruk. Akupun sudah memprediksikan kemungkinan terburuk yang akan kualami, tetapi ini lebih buruk dari yang kubayangkan.




“Sudah bicara padanya?” tanya Chanyeol padaku.




“Sepertinya tidak berhasil. Padahal aku hanya meminta menemui Young Soo sehari saja.” jawaban lemah ku mungkin membuat Chanyeol bersimpati.




“Kau tenang saja aku akan membujuk Baekhyun. Boleh aku minta nomor handphone dan alamatmu? Aku akan mengabarimu jika aku bisa membujuknya.” Kata Chanyeol. “Aku janji akan membawa dia padamu, kalau perlu aku akan memastikan dia menemui Young Soo. Sebagai pria dia harus bertanggung jawab Irene-sshi.”





“Huh?” aku heran mengapa Chanyeol mengatakan hal semacam itu.




“Aku tahu situasi macam apa ini, kau tenang saja.”



Terimakasih Tuhan dari berbagai manusia diantara kami, setidaknya ada satu orang lagi yang akan membantuku mempertemukan Young Soo dan Baekhyun, dan dia adalah Park Chnayeol, sahabat terbaik Baekhyun.








*Accidentally Love*
(Author pov)



Mereka kembali ke dorm, Baekhyun hanya diam sepanjang perjalanan memikirkan hal yang mustahil itu. Dia masih tidak percaya sepenuhnya pada Irene, tapi tentang Young Soo, Baekhyun merasa sedikit terikat dengannya meski baru pertama kali bertemu.  Dia mengecek gallery handphonenya dan menatap foto fotonya bersama Young Soo saat di backstage.



Chanyeol menyeret Baekhyun ke kamar mereka, mengunci pintunya dan berbicara, tidak tidak, lebih tepatnya mengomel (mungkin?)



“Chanyeol-ah, aku....”




“Aku tahu... dan kau harus tetap menemuinya.”



“bagaimana dengan Yewon?” Tanya Baekhyun. Tak bisa dipungkiri, dia sudah melupakan Irene sejak lama dan sekarang dia benar benar mencintai calon istrinya itu.




“Yaa, kau membuat Irene hamil Baek, kau membuatnya merawat anak itu selama enam tahun. Mereka hanya ingin menemuimu!” Kata Chanyeol. Dia menyandarkan tubuhnya ke meja kamar menatap Baekhyun yang terlihat kalut.



“Aku tidak memintanya, mengapa dia tidak menggugurkan saja, atau harusnya dia mengatakan padaku kalau dia hamil jadi aku bisa memintanya menggugurkan kandungannya saat itu. Dia membuat masalah dimana aku hampir menikah. Dia sengaja melakukan itu.”



“Apa begini Baekhyun yang kukenal, huh? Apa kata itu saja yang bisa kau keluarkan dari mulutmu?”




“kau membelanya?”




“Eoh, karena kau salah.”



“Chanie, kau tidak tahu situasinya. Mungkin saja dia berbohong tentang anak itu”




“Kau mengatakan padaku dulu kau tidur dengannya.  Jadi bukan tidak mungkin dia anakmu. Dia kemari memintamu untuk bertemu dengan Young Soo kan? Kalau begitu temuilah. Jadilah ayah yang baik untuk Young Soo. Dia hanya ingin bertemu denganmu paling tidak sekali selama hidupnya. Apa mereka terlihat akan menghancurkan pernikahanmu?” 



Chanyeol bangkit, dia menepuk bahu Baekhyun hingga Baekhyun limbung. “Pikirkan itu Baekie, dan kita harus memberitahukan ini pada Suho Hyung segera.”
 Dia merasa sekujur tubuhnya melemah, mengetahui kenyataan bahwa dia memiliki anak dari Irene.



Baekhyun duduk di tempat duduknya, wajahnya kusut dan tentu saja raut frustasi bergelayut di wajah imut innocentnya. Dia tidak mau melakukan apa apa selain berbaring, membolak balikkan tubuhnya dan memikirkan bagaiamana jika seluruh dunia tahu kabar ini.



Dia membuka akun instagram miliknya  untuk melihat reaksi follower jutaannya tentang foto terakhir yang dia post beberapa saat lalu.




“Wua, mereka benar benar mirip...” Tulis komentar salah satu akun.
Jangan berlebihan



“Baekie Baekie, dia adalah doppelganger baby Baekhyun.” 
Dia tidak semirip itu



“Imutnya, apa dia Baekhyun junior?”
Baekhyun junior apanya?



“Lihat matanya... luar biasa mirip. Young Soo-ya Kumohon jangan gunakan eyeliner atau kau akan membuatku tak bisa membedakan kalian berdua.”



Heish, kenapa fans fansku jadi berlebihan begini. Apa miripnya dia denganku? Oh otteoke, dia memang mirip denganku.



“Oh sial, aku akan berhenti menyukai Baekhyun setelah dia menikah dan menyukai anak ini saja.”
Coba saja kalau kau bisa!



“Heol, Oppa, apa dia anakmu? Kalian sangat mirip kkkkkkk.”
Eoh, seseorang mengatakan kalau dia anakku. Puas?Apa kau akan menambahkan kkkkk ketika kau tahu dia benar benar anakku? Kau pikir ini lelucon?



“Yaa, mengapa kau membocorkan wajah anak kita pada dunia Oppa?” Tulis salah satu followernya. Baekhyun  berhenti pada salah komentar @mybabyBaek di sana. Baekhyun kesal dengan komentarnya dan menghapus itu segera.



“Anak kita? Jaga kata katamu Mybabybaek!” Ejek Baekhyun yang akhirnya bersuara juga.
Sebenarnya masih banyak komentar yang lebih keterlaluan dari ini, Baekhyun pun sebenarnya sudah terbiasa melihat fansnya mengaku ngaku sebagai kekasihnya,  istrinya, anaknya, kakaknya, adiknya, ayahnya dan semuanya. Baekhyun kesal karena sedang sensitif dengan permasalahannya.



Tiba tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.




“Mwohae? Apa Goodbye stagenya lancar?”  Yewon.




“Aaaaa... molla!”













TBC

No comments:

Post a Comment