Rating : 16+
Fallen for You
Cast :
Baekhyun EXO as Byun Baekhyun
Chaeyeon IOI/ DIA as Jung Chaeyeon
Yura Girl's Day as Kim Han Byul
other cast :
Find it by your self
Gadis itu berdiri persis di
belakang Kim Dahyum, sebelum bergeser mensejajarkan bosnya. Dia hanya
membungkuk memberi salam dan terus menunduk, dia tidak berencana memandang
semua pemain disana karena sebuah alasan.
“ Selamat pagi, nama saya
Jung....”
“Huh? Neo?” Teriak Baekhyun
seperti tidak asing dengan wajah gadis itu. Gadis itu berpaling dari Baekhyun
menunduk ke arah lain. Tetapi terlambat, Baekhyun sudah mengenalinya lebih
dulu. Baekhyun berdiri dari duduknya kemudian menghampiri gadis itu.
“Neo, tarawa!” Perintah Baekhyun
sambil menarik lengan baju sebelah kanan gadis itu.
“Tapi tapi... saya belum
menyelesaikan perkenalan saya.. “ Jawab Gadis itu, yang diketahui bernama Jung
Chaeyeon. Baekhyun tidak peduli, dia menariknya sampai di depan pintu ruang
wardrobe.
“Kita pernah bertemu kan?”
“Oh?” Gadis itu pura pura
terkejut. Bola matanya berputar putar mencari jawaban. “Belum...”
“Aku sangat yakin kita pernah
bertemu...”
Chaeyeon menggeleng menutupi
semua kejahatan yang dilakukannya pada Baekhyun, yaitu membuat reputasi baiknya
terjun bebas ke dasar. Gadis itu sedikit menyesal karena tulisannya ternyata
begitu berpengaruh. Dibanding memberi sebuah pelajaran, sepertinya Chaeyeon
lebih memberi sebuah bencana untuk Baekhyun.
“mungkin hanya mirip.” Jawab
Chaeyeon.
“Hahaha, kau pikir aku bodoh.
Jung Chaeyeon-sshi...Kau yang menabrakku di lapangan kan?”
“Aniyeo...”
kau juga yang menulis artikel
busuk tentangku di internet, iya kan?”
“Aniyeo..”
“Mengaku sajalah..”
Beruntungnya Jung Chaeyeon karena
seseorang memanggil Baekhyun untuk segera mempersiapkan latihan terakhir
sebelum penampilan perdananya dua hari lagi. Baekhyun meninggalkan Chaeyeon
dengan kalimat penekanan.
“Chaeyeon-sshi, ingatlah urusan kita belum selesai!” kata Baekhyun lalu
meninggalkan gadis itu sendirian.
*Fallen for You*
Sementara latihan pertama
berakhir, para pemain langsung menuju ruang wardrobe. Mencoba beberapa kostum
yang akan dipakai. Semua orang sibuk dengan pekerjaannya termasuk Chaeyeon
karena dia adalah orang yang bertanggung jawab atas semua kostum pemain.
“Chaeyeon-ah, sepertinya lenganku
sedikit terlalu panjang. Jika dilipat begini terlihat tidak bagus.” Hanbyul
berdiri di depan cermin besar, sambil memandangi kostumnya yang memang memiliki
lengan terlalu panjang, Chaeyeon kemudian menghampirinya dan mencoba
memperbaiki letak kostum itu.
“Oh ini hanya letaknya saja yang
kurang tepat, Unnie, kau harus meletakkan garis jahitan ini di lengan bagian
dalam dan menarik kerutan ini di pergelangan....” Chaeyeon tidak melanjutkan
kalimatnya ketika tangannya menyentuh sebuah gelang di pergelangan Hanbyul.
“ Ada apa?” tanya Hanbyul. Lalu
Hanbyul memandang arah tatapan Chaeyeon“Oh ini, ini gelang couple dengan
kekasihku. Hehe, lihat bagus kan?” Hanbyul memperlihatkan pada Chaeyeon. Mereka
memang sudah pernah bekerja sama sebelumnya jadi mereka sudah saling mengenal
dan cukup akrab.
“Iya, bagus...” kata Chaeyeon
sambil memikirkan isi kotak cokelat yang ada padanya. “Kupikir mereka mirip.”
Gumam Chaeyeon.
“Yeonie, kau kenapa?” tanya
Hanbyul yang melihat Chaeyeon yang tidak terlalu fokus dengan pekerjaannya.
“Tidak apa apa, aku hanya
teringat sesuatu. Oh, Unnie, kau sudah punya pacar? Siapa dia?” tanya Chaeyeon.
Hanbyul hanya tersenyum pada Chaeyeon. “ Kau akan tau nanti.” Jawab Hanbyul.
Chaeyeon pun tidak ingin bertanya lebih jauh karena harus kembali fokus pada
pekerjaannya.
*Fallen for You*
Gladi bersih untuk pertunjukan telah
usai, semua pemain dan kru sudah menyelesaikan pekerjaannya. Mereka diberi
waktu istirahat satu hari sebelum melakukan persiapan panggung pertunjukan.
Jung Chaeyeon masih sibuk dengan kostum kostum yang perlu segera diperbaiki
jadi dia dan dua orang timnya masih berada di ruang wardrobe untuk membawa
beberapa kostumnya ke kantor.
“Aku ke toilet dulu.” Kata
Chaeyeon pada dua rekannya. Dia melewati ruang make up Baekhyun dan mendengar
pria itu sedang berbicara.
“Sebenarnya aku menghilangkannya,
maafkan aku.”
“Bukan begitu, aku tidak
membuangnya. Aku benar benar tidak tahu harus mencarinya kemana lagi.” Kata
Baekhyun lagi
Tapi tidak ada jawaban dari lawan
bicaranya. Tak ingin ikut campur Chaeyeon melewati ruangan itu dan bergegas ke
toilet.Chaeyeon pun masuk ke toilet dan bertemu Hanbyul yang sedang menelepon
seseorang.
“Kau dimana, kita harus bertemu
sekarang.” Kata Hanbyul dengan seseorang di teleponnya. Dia menyapa Chaeyeon
sekedarnya dan meninggalkan toilet setelah itu.
Setelah Chaeyeon selesai dengan
urusan kamar mandinya, dia berjalan menyusuri lorong ruang teater, melewati
beberapa ruangan dan berhenti di bekas ruang wardrobe yang terbuka. Chaeyeon
kesana karena ingin melihat lihat kostum yang mungkin masih cukup bagus untuk
di permak ulang. Tapi langkahnya terhenti di belakang lemari yang cukup besar
karena suara seseorang ditempat sebaliknya.
“Aku minta maaf, huh? Aku akan
membelikan gelang couple lagi untuk kita, huh? Huh?” bujuk suara seorang pria
yang Chaeyeon kenal.
“aku benar benar tidak menyangka
kau akan menghilangkannya.” Suara seorang wanita setelahnya juga sangat
Chaeyeon kenal.
“Byun Baekhyun? Hanbyul Unnie?”Chaeyeon
ingin memastikan, tetapi dia juga takut orang itu mengetahui kalau Chaeyeon menguping pembicaraan mereka. Dia kemudian mendekati
pintu untuk segera keluar tetapi pintunya menutup tertiup angin. Jika Chaeyeon
membukanya, pasti akan terdengar oleh mereka.
“Ottohke..” bisik Chaeyeon pada
dirinya. Dia menggigit kuku tangannya karena cemas. Kemudian memilih untuk
bersembunyi sampai keduanya pergi.
Chaeyeon menemukan celah setelah
berhasil bersembunyi di balik lemari besar itu. “Ha, benarkah Baekhyun dan
Hanbyul Unnie?”
“Kau mau memaafkanku kan?” tanya
Baekhyun pada Hanbyul. Chaeyeon menyadari wajah Baekhyun semakin mendekati
Wajah Hanbyul.
“Oh yang benar saja mereka akan
berciuman ditempat seperti ini...omo omo omo”
Chaeyeon menutup mulutnya karena gemas tetapi kepalanya tidak sengaja
membentur kayu lemari.
Baekhyun menyadari keanehan
kemudian mengurungkan niatnya bertindak lebih jauh pada Hanbyul dan memutuskan pergi
dari tempat itu. Chaeyeonpun menunggu paling tidak lima menit untuk keluar dari
persembunyiannya.
Setelah lima menit berlalu, dan
memastikan bahwa mereka berdua sudah jauh dari ruangan itu. Chaeyeon mengendap
endap keluar dari belakang lemari dan menarik gagang pintu ruangan. Dia
mengintip dari celah dan sepertinya sudah tidak ada siapapun.
Dia keluar ruangan dengan santai
tanpa menyadari ternyata Baekhyun berdiri di sisi pintu yang lain.
“Sudah kuduga.” Ucap Baekhyun
tiba tiba yang tentu saja mengagetkan Chaeyeon.
“aaa,kau mengagetkanku.” Refleks
Chaeyeon berteriak.
“ Kenapa kau selalu tertarik
dengan urusanku nona?”
“Aku tidak sengaja masuk ke
ruangan...” Jelas Chaeyeon.
“Pertama menyebarkan rumor palsu,
kedua menguntitku. Ada CCTV disini. Sudah cukup bukti untuk melaporkanmu ke
polisi nona.”
“Yaak, aku tidak menguntitmu.”
“Benarkah, lalu kenapa kau ada
disini?”
‘baiklah, laporkan saja. Aku akan
katakan ke semua orang kalau kau mengencani Kim Hanbyul.”
“Katakan saja, aku dan Hanbyul
tidak masalah dengan kenyataan itu. Tulis saja sama seperti kau menulis tentang
fitnah yang kau buat. Tapi Bersiaplah Jung Chaeyeon-sshi” Jawab Baekhyun santai
lalu berjalan meninggalkan Chaeyeon yang hampir mati berdiri karena terkejut.
Chaeyeon benar benar ketakutan,
ternyata ancamannya pada Baekhyun tidak berguna sama sekali. Apa yang harus
dilakukannya. Chaeyeon tidak mau berurusan dengan hukum negaranya. Selama ini
dia adalah warga negara yang baik dan tidak pernah terkena kasus apapun. Sangat
tidak lucu jika dia dituntut karena melanggar privasi seorang idol dan juga pembuatan rumor palsu.
“Haaaa, bodoh bodoh bodoh. Kenapa
aku harus ke toilet.” Sesalnya. Tetapi kemudian Chaeyeon teringat sesuatu.
“Jadi yang tadi berbicara lewat telepon dengan Baekhyun di ruang make upnya adalah
Hanbyul Unnie, dan Hanbyul unnie yang kutemui di toilet itu sedang menelepon
Baekhyun. Dan mereka kemudian bertemu disini membahas gelang couple milik
Baekhyun yang hilang, dan gelang couple yang Hanbyul unnie katakan padaku tadi,
sama dengan yang kutemukan di lapangan ketika Baekhyun menabrakku...Jadi?
Gelang itu milik Baekhyun? Jadi H.B itu Hanbyul Baekhyun? Woaaa...daebak.
Berapa uang yang akan ku terima jika aku memberikan informasi ini pada
Dispatch? Woaa woaa..... “
Sadarlah Jung Chaeyeon. Kau mungkin sudah dipenjara sebelum menikmati uang
itu...
“Ah, madta! Ottohke!!” Jung
Chaeyeon kemudian terduduk lemas di depan ruang wardrobe. Menendang nendang
kakinya ke udara. Chaeyeon memutar otaknya mencari akal dan menemukan sesuatu.
Dia harus bernegosiasi dengan Baekhyun.
Dia berlari ke ruang make up
Baekhyun tetapi sudah kosong, tidak menyerah Chaeyeon berlari menuju mobil
Baekhyun yang mungkin masih terparkir di depan ruang teater.
“Baekhyun-sshi!” Teriak Chaeyeon
dari dalam lorong saat melihat Baekhyun akan menaiki mobil vannya. Baekhyun
menengok ke arah suara Chaeyeon. Dia berdiri di samping mobilnya hingga
Chaeyeon sampai.
“Ada apa? Minta maaf? Tidak
perlu. Agensiku sudah mengutus pengacara untuk memberi tuntutan padamu.”
“Baekhyun-sshi, pikirkan lagi
tentang tuntutan itu dan bernegosiasilah denganku. Ne? Apa yang kau butuhkan?”
Tanya Chaeyeon.
“Tidak, aku tidak butuh apapun,
kau pergilah...”
“Baekhyun-sshi, kau harus
mempertimbangkan yang kukatakan. Jebal!” kata Chaeyeon sambil menggosok
gosokkan kedua tangannya.
“kau tidak punya hal hal yang
bisa ku negosiasikan. Pergilah.”
“Aku punya...”
“Jika itu uang, aku benar benar
tidak tertarik.”
“Bukan, ini lebih menarik dari
uang.”
“Memangnya ada yang lebih menarik
dari uang...” tantang Baekhyun.
“Eoh, tentu saja ada.” Jawab
Chaeyeon mantap. “Gelang Couple berwarna green Aqua berinisial H.B di dalam
kotak berwarna cokelat.” Jawab Chaeyeon berbalik mulai menguasai keadaan.
“Bukankah itu menarik?” Tanya Chaeyeon.
“ Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya
Baekhyun penasaran.
“Kau tidak mau? Ya sudah...
laporkan saja aku.”
“Yaaak..” Baekhyun langsung menyeret
Chaeyeon masuk ke vannya. “Hyung, kau keluarlah sebentar, aku ingin bicara
dengannya.” Baekhyun meminta manajer Hyung untuk keluar agar dia tidak ikut
campur tentang masalah ini. Jika Hyung tau gadis ini yang merusak image
Baekhyun dia pasti tidak akan tinggal diam dan membawanya ke agensi atau lebih
parahnya, dia bisa langsung membawa Chaeyeon ke kantor polisi.
Chaeyeon menceritakan bagaimana
dia menemukannya dan membuat gelang itu sebagai senjata terakhir yang dia
punya.
“Ayo buat kesepakatan.” Kata Chaeyeon.
Chaeyeon dan Baekhyun menulis
sebuah kesepakatan di selembar kertas, yang dibubuhi materai resmi serta tanda
tangan keduanya. Kesepakatan itu berisi ‘Baekhyun tidak akan melakukan
penuntutan terhadap Chaeyeon atas pencemaran nama baik dan juga penguntitan
yang dilakukan Chaeyeon apabila Jung Chaeyeon sudah memenuhi tanggung jawabnya
untuk menyerahkan Kotak Cokelat berisi sebuah gelang berwarna green aqua
berinisial H.B. pada Baekhyun.’
“Mana barangnya?”
“Di rumah, aku akan membawanya
saat pertunjukan pertamamu.”
“Baiklah, kalau begitu kita ke
rumahmu sekarang.”
“Yaa... hari ini aku harus
menyelesaikan tugasku lalu ke kantor.”
“Apa peduliku?” Kata Baekhyun
datar kemudian mengunci semua pintu mobil dan memanggil Manajer Hyung. “Hyung,
kita ke rumah gadis ini dulu.”
“Siapa dia?” tanya Manajer Hyung
pada Baekhyun.
“Asistem Dahyum noona, dia yang
menemukan barang yang selama ini ku cari cari.” Jawab Baekhyun. Manajernya
mengangguk setuju karena jadwal Baekhyun hari ini sudah selesai. Jadi dia
memiliki banyak waktu untuk berkeliling.
Jarak rumah Chaeyeon dari teater
cukup jauh, dan mereka menghabiskan waktu perjalanan tanpa saling bicara. Mobil
van baekhyun berbelok tepat di gang rumah Chaeyeon. Ketika hendak turun,
Chaeyeon melihat dua pria tinggi besar mengenakan pakaian kuno dan berkacamata
hitam sedang menggedor gedor rumahnya. Chaeyeon kemudian mengurungkan niatnya
untuk turun dari mobil.
“Aish, sial mereka lagi.” Gumam
Chaeyeon. Chaeyeon kebingungan, dia harus masuk ke rumahnya untuk mengambil
kotak itu. Tetapi dia juga tidak ingin berurusan dengan dua manusia aneh itu.
Baekhyun menatap Chaeyeon yang sedang gelisah. “Ada apa? Kau mengenal mereka?”
tanya Baekhyun.
“Baekhyun-sshi, bisakah kita
pergi saja dari sini?” Pinta Chaeyeon.
“Memangnya ada apa? Kau
mengenalnya?”
“Kumohon... ”
“Tidak akan sebelum kau mengambil
kotak milikku.”
“Aku berjanji akan
mengantarkannya padamu besok, tapi ku mohon ayo kita pergi dari sini sekarang
juga.”
“Tidak akan, pergilah ke rumahmu
dan ambil kotak itu sekarang.” Baekhyun bersikeras, meski Chaeyeon memohon
untuk membawanya pergi dari sana. Baekhyun memang keras kepala, yakinlah meski Chaeyeon
memohon hingga menyembah padanya. Baekhyun akan tetap pada pendiriannya.
Chaeyeon turun dari mobil setelah
Baekhyun sedikit mendorongnya meski Chaeyeon sudah menempel seperti lem pada
kursi mobil Baekhyun.
Baekhyun mengamati Chaeyeon yang
berjalan ragu ragu menuju rumahnya. Sampai akhirnya Chaeyeon dihampiri oleh
kedua pria tinggi besar itu. Baekhyun melihat Chaeyeon di dorong oleh keduanya,
pria itu membentaknya dan merebut tasnya. Mengobrak abrik isinya dan tidak
menemukan apapun.
“Baekhyun-ah, apa kau akan diam
saja melihat gadis itu diperlakukan kasar oleh mereka?” tanya Manajer Hyung. “Aku
benar benar tidak tahan melihatnya.”
“Itu bukan urusanku Hyung, aku
hanya perlu kotakku.”
‘Yaak, pria macam apa yang
melakukan itu pada wanita. Baekhyun-ah kau benar benar tidak mau menol....” manajer
Hyung terdiam ketika melihat Baekhyun tiba tiba keluar dari mobilnya,
menghampiri dua lelaki yang sedang mengobrak abrik tas Chaeyeon.
“Brengsek sialan!!” Baekhyun
mengeluarkan jurus Hapkido yang dipelajarinya saat masih SMA. Menendang keduanya
dalam sekali hentakan dan Brukk!! Keduanya tersungkur di tanah. Baekhyun
menarik tangan Chaeyeon menuju mobilnya.
“Gila, bagaimana bisa mereka
setua itu masih memalak seorang gadis?” Tanya Baekhyun sambil mengatur
nafasnya.
“Mereka bukan tukang palak,
mereka penagih hutang.” Jelas Chaeyeon.
“Astaga gadis ini, kau semuda ini
sudah memiliki hutang pada orang orang mengerikan itu?” Baekhyun keheranan.
“Kau tidak tahu apa apa,
berhentilah menghakimiku!” Kata Chaeyeon. Chaeyeon duduk di samping Baekhyun
sambil mengatur nafasnya. Satu satunya hidup yang tidak bisa disyukurinya
adalah kenapa dia harus dirawat oleh ibu tiri yang memiliki banyak hutang.
Setelah ayahnya meninggal, Ibu tirinya menyiksanya dengan kekerasan fisik dan
sekarang dia meninggalkannya dengan hutang yang bertumpuk. Tapi Chaeyeon
bersyukur karena dia masih memiliki rumah peninggalan ayah. Tapi tempat itupun
tidak lagi aman karena penagih hutang itu selalu menunggunya di depan pintu.
Yaa, kenapa kau malah menghampiri
mereka?” Baekhyun kesal pada kebodohan Chaeyeon.
“kau mendorongku keluar dari
mobilmu” jawab Chaeyeon.
“kalau kau tahu itu berbahaya kau
kan bisa kabur, bukan malah mendekati mereka.”
“Kau kan menyuruhku mengambil
kotak sialan itu.”
“ Ya! Sejak kapan kau patuh
padaku?”
“Sejak perjanjian sialan itu!!”
Teriak Chaeyeon karena tidak tahan dengan ocehan Baekhyun. “Manajer-nim, turunkan
aku di depan sana.” Pinta Chaeyeon pada Manajer Hyung. Baekhyun diam saja
setelah mendapat teriakan Chaeyeon di depan wajahnya. Baekhyun bahkan
membiarkan Chaeyeon turun dari mobilnya.
“Hyung, baru kali ini ada wanita
membentakku. Ibuku bahkan tidak pernah melakukan itu padaku.” Kata Baekhyun
pada Manajer Hyung.
“Gadis itu benar benar lucu.”
Kata manajer Hyung sambil memandangnya pergi menjauh.
“Haih, lucu apanya. Ayo pulang
Hyung.” Baekhyun mengambil penutup mata dan pergi tidur.
*Fallen for You*
Hari pertama pertunjukan,
Baekhyun sedang bersiap dengan make up nya saat Jung Chaeyeon masuk membawa
kostum serta kotak yang selama ini Baekhyun cari. Chaeyeon memberikan kostum
kepada stylishnya dan memberikan kotak itu pada Baekhyun. Baekhyun mengambil
kotak itu dan membukanya. Akhirnya gelang yang selama ini dicarinya benar benar
ditemukan.
“Bukankah kita sudah impas?” kata
Chaeyeon.
Baekhyun mengangguk “Mari kita
lupakan kejadian lalu.” Kata Baekhyun.
Chaeyeon pun mengangguk dan
meninggalkan Baekhyun di ruangannya. Mulai saat itu Baekhyun dan Chaeyeon tidak
pernah terlihat memiliki urusan satu sama lain. Mereka bertemu setiap
pertunjukan, tapi tidak ada interaksi antara keduanya.
Selesai pertunjukan ke lima,
Chaeyeon dan dua rekan setimnya membereskan kostum pemain di ruang wardrobe
seperti biasa. Tapi kali ini dua rekannya membicarakan hal yang sedang menjadi
topik panas di lingkup teater.
“Kau tahu, mereka sudah pergi
kemanapun bersama. Aku yakin mereka sudah berpacaran.” Kata Miran.
“Yaak, kau tidak tahu gosip
sebelumnya? Mereka itu pasangan sejak SMA dan Hanbyul meninggalkan Baekhyun demi
berpacaran dengan sutradara yang membawanya pergi ke Broadway. Dan dia kembali
kemari untuk menggoda Baekhyun lagi. Benar benar wanita itu.”
“Benarkah? Bagaimana bisa
Baekhyun menerimanya? Kalau aku jadi Baekhyun, aku akan berpacaran dengan orang
lain dan membuktikan pada Hanbyul kalau aku bisa hidup tanpa dia. ”
“ Yaa,berhentilah bergosip dan
selesaikan saja pekerjaan kalian.” Chaeyeon bukan tidak tertarik, tapi dia
sudah mengetahuinya lebih dari siapapun. Dia menyaksikan sendiri pengakuan
Hanbyul dan juga Baekhyun.
“Chaeyeon-ah, kau tidak melihat
keanehan mereka berdua? Aku yakin mereka menjalin hubungan lagi.” Kata Hyerin.
“ Kalau mereka berhubungan lagi
apa masalahnya untuk kalian? Urusi saja kehidupan kalian.”
“Yaak, kenapa kau marah pada
kami?”
“Kau membela mereka karena kau merasa
dekat dengan Hanbyul?” Tanya Miran.
“Heuh, aku hanya bilang urusi
kehidupan kalian saja. Jangan mengurusi hidup orang lain. Hanya itu.” Jelas
Chaeyeon malas.
“Yak Chaeyeon-ah, urusi saja
urusanmu. Daripada mengurusi urusanku dengan Miran. Oh ya Tuhan kenapa masih
ada banyak yang belum diselesaikan?” Keluh Hyerin. Oh ayolah, bagaimana akan
selesai kalau pekerjaan mereka hanya bergosip.
“Kalian pulang saja, aku akan
kerjakan semuanya.” Kata Chaeyeon.
Ada banyak hal yang membuat
Chaeyeon senang membereskan kostum kostum itu sendirian. Chaeyeon sangat
menyukai dunia teater, apalagi musikal.
Ayahnya dulu seorang pemain teater sebelum ibu Chaeyeon meninggal. Ayah
Chaeyeon sering membawanya ke backstage pertunjukan. Duduk bersama para pemain,
penata rias dan bermain dengan tim wardrobe. Setelah ibu Chaeyeon meninggal,
dia menikah dengan wanita yang gila uang dan menganggap pemain teater tidak
memiliki banyak uang jadi ayah Chaeyeon harus merelakan pekerjaan
kebanggaannya.
Chaeyeon melanjutkan kuliahnya
sebagai desainer dan berfokus pada desain kostum musikal dan teater agar
kenangan bersama ayahnya tetap tumbuh bersama, dan ketika ada lowongan
pekerjaan paruh waktu menjadi asisten desainer kostum musikal dia langsung
berminat mendaftar. Dan disinilah dia berakhir...
Chaeyeon merasa sangat senang
berada diantara kostum kostum musikal, dia merasa kebahagiaan hidupnya yang
dulu kembali. Dia mengambil satu kostum milik Hanbyul dan memakainya. Dia
melihat ke cermin memandangnya dengan bahagia. Keinginan Chaeyeon yang tak mungkin diwujudkan sekarang adalah
berdiri diatas panggung sebagai pemain musikal seperti ayahnya.
Dia mulai bicara sendiri,
menirukan semua dialog hanbyul di musikal itu. Dia juga bisa bernyanyi dengan
baik. Suara Chaeyeon sangat merdu dan getarannya cocok untuk pemain teater
musikal.
Tanpa Chaeyeon sadari, seseorang mengamatinya dari depan
pintu ruang wardrobe. Dia adalah Byun baekhyun, dia kembali ke gedung setelah
handphonenya tertinggal di ruang make up. Tidak sedikitpun dia beranjak setelah
mendengar dialog Chaeyeon. Dia juga terpesona dengan suara merdu Chaeyeon. Tak
berapa lama, Tiba tiba pintunya berderit karena terdorong tangan kanan Baekhyun.
Chaeyeon menatap awas dari cermin tapi tak melihat siapapun karena Baekhyun
langsung melangkah pergi.

No comments:
Post a Comment