Friday, February 3, 2017

Fallen for You (Part 3)







Rating : 16+


Fallen for You


Cast : 


Baekhyun EXO as Byun Baekhyun

Chaeyeon IOI/ DIA as Jung Chaeyeon

Yura Girl's Day as Kim Han Byul


other cast : 


Find it by your self





Gadis itu berdiri persis di belakang Kim Dahyum, sebelum bergeser mensejajarkan bosnya. Dia hanya membungkuk memberi salam dan terus menunduk, dia tidak berencana memandang semua pemain disana karena sebuah alasan.




“ Selamat pagi, nama saya Jung....”



“Huh? Neo?” Teriak Baekhyun seperti tidak asing dengan wajah gadis itu. Gadis itu berpaling dari Baekhyun menunduk ke arah lain. Tetapi terlambat, Baekhyun sudah mengenalinya lebih dulu. Baekhyun berdiri dari duduknya kemudian menghampiri gadis itu.



“Neo, tarawa!” Perintah Baekhyun sambil menarik lengan baju sebelah kanan gadis itu.



“Tapi tapi... saya belum menyelesaikan perkenalan saya.. “ Jawab Gadis itu, yang diketahui bernama Jung Chaeyeon. Baekhyun tidak peduli, dia menariknya sampai di depan pintu ruang wardrobe.



“Kita pernah bertemu kan?”



“Oh?” Gadis itu pura pura terkejut. Bola matanya berputar putar mencari jawaban. “Belum...”



“Aku sangat yakin kita pernah bertemu...”



Chaeyeon menggeleng menutupi semua kejahatan yang dilakukannya pada Baekhyun, yaitu membuat reputasi baiknya terjun bebas ke dasar. Gadis itu sedikit menyesal karena tulisannya ternyata begitu berpengaruh. Dibanding memberi sebuah pelajaran, sepertinya Chaeyeon lebih memberi sebuah bencana untuk Baekhyun.



“mungkin hanya mirip.” Jawab Chaeyeon.



“Hahaha, kau pikir aku bodoh. Jung Chaeyeon-sshi...Kau yang menabrakku di lapangan kan?”



“Aniyeo...”



kau juga yang menulis artikel busuk tentangku di internet, iya kan?”



“Aniyeo..”



“Mengaku sajalah..”



Beruntungnya Jung Chaeyeon karena seseorang memanggil Baekhyun untuk segera mempersiapkan latihan terakhir sebelum penampilan perdananya dua hari lagi. Baekhyun meninggalkan Chaeyeon dengan kalimat penekanan.  “Chaeyeon-sshi, ingatlah urusan kita belum selesai!” kata Baekhyun lalu meninggalkan gadis itu sendirian.



*Fallen for You*



Sementara latihan pertama berakhir, para pemain langsung menuju ruang wardrobe. Mencoba beberapa kostum yang akan dipakai. Semua orang sibuk dengan pekerjaannya termasuk Chaeyeon karena dia adalah orang yang bertanggung jawab atas semua kostum pemain.



“Chaeyeon-ah, sepertinya lenganku sedikit terlalu panjang. Jika dilipat begini terlihat tidak bagus.” Hanbyul berdiri di depan cermin besar, sambil memandangi kostumnya yang memang memiliki lengan terlalu panjang, Chaeyeon kemudian menghampirinya dan mencoba memperbaiki letak kostum itu.



“Oh ini hanya letaknya saja yang kurang tepat, Unnie, kau harus meletakkan garis jahitan ini di lengan bagian dalam dan menarik kerutan ini di pergelangan....” Chaeyeon tidak melanjutkan kalimatnya ketika tangannya menyentuh sebuah gelang di pergelangan Hanbyul.



“ Ada apa?” tanya Hanbyul. Lalu Hanbyul memandang arah tatapan Chaeyeon“Oh ini, ini gelang couple dengan kekasihku. Hehe, lihat bagus kan?” Hanbyul memperlihatkan pada Chaeyeon. Mereka memang sudah pernah bekerja sama sebelumnya jadi mereka sudah saling mengenal dan cukup akrab.



“Iya, bagus...” kata Chaeyeon sambil memikirkan isi kotak cokelat yang ada padanya. “Kupikir mereka mirip.” Gumam Chaeyeon.



“Yeonie, kau kenapa?” tanya Hanbyul yang melihat Chaeyeon yang tidak terlalu fokus dengan pekerjaannya.



“Tidak apa apa, aku hanya teringat sesuatu. Oh, Unnie, kau sudah punya pacar? Siapa dia?” tanya Chaeyeon. Hanbyul hanya tersenyum pada Chaeyeon. “ Kau akan tau nanti.” Jawab Hanbyul. Chaeyeon pun tidak ingin bertanya lebih jauh karena harus kembali fokus pada pekerjaannya.



*Fallen for You*



Gladi bersih untuk pertunjukan telah usai, semua pemain dan kru sudah menyelesaikan pekerjaannya. Mereka diberi waktu istirahat satu hari sebelum melakukan persiapan panggung pertunjukan. Jung Chaeyeon masih sibuk dengan kostum kostum yang perlu segera diperbaiki jadi dia dan dua orang timnya masih berada di ruang wardrobe untuk membawa beberapa kostumnya ke kantor.



“Aku ke toilet dulu.” Kata Chaeyeon pada dua rekannya. Dia melewati ruang make up Baekhyun dan mendengar pria itu sedang berbicara.



“Sebenarnya aku menghilangkannya, maafkan aku.”



“Bukan begitu, aku tidak membuangnya. Aku benar benar tidak tahu harus mencarinya kemana lagi.” Kata Baekhyun lagi



Tapi tidak ada jawaban dari lawan bicaranya. Tak ingin ikut campur Chaeyeon melewati ruangan itu dan bergegas ke toilet.Chaeyeon pun masuk ke toilet dan bertemu Hanbyul yang sedang menelepon seseorang.



“Kau dimana, kita harus bertemu sekarang.” Kata Hanbyul dengan seseorang di teleponnya. Dia menyapa Chaeyeon sekedarnya dan meninggalkan toilet setelah itu.



Setelah Chaeyeon selesai dengan urusan kamar mandinya, dia berjalan menyusuri lorong ruang teater, melewati beberapa ruangan dan berhenti di bekas ruang wardrobe yang terbuka. Chaeyeon kesana karena ingin melihat lihat kostum yang mungkin masih cukup bagus untuk di permak ulang. Tapi langkahnya terhenti di belakang lemari yang cukup besar karena suara seseorang ditempat sebaliknya.


“Aku minta maaf, huh? Aku akan membelikan gelang couple lagi untuk kita, huh? Huh?” bujuk suara seorang pria yang Chaeyeon kenal.



“aku benar benar tidak menyangka kau akan menghilangkannya.” Suara seorang wanita setelahnya juga sangat Chaeyeon kenal.



“Byun Baekhyun? Hanbyul Unnie?”Chaeyeon ingin memastikan, tetapi dia juga takut orang itu mengetahui  kalau Chaeyeon menguping  pembicaraan mereka. Dia kemudian mendekati pintu untuk segera keluar tetapi pintunya menutup tertiup angin. Jika Chaeyeon membukanya, pasti akan terdengar oleh mereka.



“Ottohke..” bisik Chaeyeon pada dirinya. Dia menggigit kuku tangannya karena cemas. Kemudian memilih untuk bersembunyi sampai keduanya pergi.



Chaeyeon menemukan celah setelah berhasil bersembunyi di balik lemari besar itu. “Ha, benarkah Baekhyun dan Hanbyul Unnie?”



“Kau mau memaafkanku kan?” tanya Baekhyun pada Hanbyul. Chaeyeon menyadari wajah Baekhyun semakin mendekati Wajah Hanbyul.




“Oh yang benar saja mereka akan berciuman ditempat seperti ini...omo omo omo”  Chaeyeon menutup mulutnya karena gemas tetapi kepalanya tidak sengaja membentur kayu lemari.



Baekhyun menyadari keanehan kemudian mengurungkan niatnya bertindak lebih jauh pada Hanbyul dan memutuskan pergi dari tempat itu. Chaeyeonpun menunggu paling tidak lima menit untuk keluar dari persembunyiannya.



Setelah lima menit berlalu, dan memastikan bahwa mereka berdua sudah jauh dari ruangan itu. Chaeyeon mengendap endap keluar dari belakang lemari dan menarik gagang pintu ruangan. Dia mengintip dari celah dan sepertinya sudah tidak ada siapapun.



Dia keluar ruangan dengan santai tanpa menyadari ternyata Baekhyun berdiri di sisi pintu yang lain.



“Sudah kuduga.” Ucap Baekhyun tiba tiba yang tentu saja mengagetkan Chaeyeon.




“aaa,kau mengagetkanku.” Refleks Chaeyeon berteriak.




“ Kenapa kau selalu tertarik dengan urusanku nona?”




“Aku tidak sengaja masuk ke ruangan...” Jelas Chaeyeon.



“Pertama menyebarkan rumor palsu, kedua menguntitku. Ada CCTV disini. Sudah cukup bukti untuk melaporkanmu ke polisi nona.”




“Yaak, aku tidak menguntitmu.”



“Benarkah, lalu kenapa kau ada disini?”



‘baiklah, laporkan saja. Aku akan katakan ke semua orang kalau kau mengencani Kim Hanbyul.”



“Katakan saja, aku dan Hanbyul tidak masalah dengan kenyataan itu. Tulis saja sama seperti kau menulis tentang fitnah yang kau buat. Tapi Bersiaplah Jung Chaeyeon-sshi” Jawab Baekhyun santai lalu berjalan meninggalkan Chaeyeon yang hampir mati berdiri karena terkejut.



Chaeyeon benar benar ketakutan, ternyata ancamannya pada Baekhyun tidak berguna sama sekali. Apa yang harus dilakukannya. Chaeyeon tidak mau berurusan dengan hukum negaranya. Selama ini dia adalah warga negara yang baik dan tidak pernah terkena kasus apapun. Sangat tidak lucu jika dia dituntut karena melanggar privasi seorang idol  dan juga pembuatan rumor palsu.




“Haaaa, bodoh bodoh bodoh. Kenapa aku harus ke toilet.” Sesalnya. Tetapi kemudian Chaeyeon teringat sesuatu. “Jadi yang tadi berbicara lewat telepon dengan Baekhyun di ruang make upnya adalah Hanbyul Unnie, dan Hanbyul unnie yang kutemui di toilet itu sedang menelepon Baekhyun. Dan mereka kemudian bertemu disini membahas gelang couple milik Baekhyun yang hilang, dan gelang couple yang Hanbyul unnie katakan padaku tadi, sama dengan yang kutemukan di lapangan ketika Baekhyun menabrakku...Jadi? Gelang itu milik Baekhyun? Jadi H.B itu Hanbyul Baekhyun? Woaaa...daebak. Berapa uang yang akan ku terima jika aku memberikan informasi ini pada Dispatch? Woaa woaa..... “



Sadarlah Jung Chaeyeon. Kau mungkin sudah dipenjara sebelum menikmati uang itu...



“Ah, madta! Ottohke!!” Jung Chaeyeon kemudian terduduk lemas di depan ruang wardrobe. Menendang nendang kakinya ke udara. Chaeyeon memutar otaknya mencari akal dan menemukan sesuatu. Dia harus bernegosiasi dengan Baekhyun.



Dia berlari ke ruang make up Baekhyun tetapi sudah kosong, tidak menyerah Chaeyeon berlari menuju mobil Baekhyun yang mungkin masih terparkir di depan ruang teater.



“Baekhyun-sshi!” Teriak Chaeyeon dari dalam lorong saat melihat Baekhyun akan menaiki mobil vannya. Baekhyun menengok ke arah suara Chaeyeon. Dia berdiri di samping mobilnya hingga Chaeyeon sampai.




“Ada apa? Minta maaf? Tidak perlu. Agensiku sudah mengutus pengacara untuk memberi tuntutan padamu.”



“Baekhyun-sshi, pikirkan lagi tentang tuntutan itu dan bernegosiasilah denganku. Ne? Apa yang kau butuhkan?” Tanya Chaeyeon.



“Tidak, aku tidak butuh apapun, kau pergilah...”



“Baekhyun-sshi, kau harus mempertimbangkan yang kukatakan. Jebal!” kata Chaeyeon sambil menggosok gosokkan kedua tangannya.




“kau tidak punya hal hal yang bisa ku negosiasikan. Pergilah.”




“Aku punya...”



“Jika itu uang, aku benar benar tidak tertarik.”



“Bukan, ini lebih menarik dari uang.”



“Memangnya ada yang lebih menarik dari uang...” tantang Baekhyun.



“Eoh, tentu saja ada.” Jawab Chaeyeon mantap. “Gelang Couple berwarna green Aqua berinisial H.B di dalam kotak berwarna cokelat.” Jawab Chaeyeon berbalik mulai menguasai keadaan. “Bukankah itu menarik?” Tanya Chaeyeon.


“ Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Baekhyun penasaran.




“Kau tidak mau? Ya sudah... laporkan saja aku.”



“Yaaak..” Baekhyun langsung menyeret Chaeyeon masuk ke vannya. “Hyung, kau keluarlah sebentar, aku ingin bicara dengannya.” Baekhyun meminta manajer Hyung untuk keluar agar dia tidak ikut campur tentang masalah ini. Jika Hyung tau gadis ini yang merusak image Baekhyun dia pasti tidak akan tinggal diam dan membawanya ke agensi atau lebih parahnya, dia bisa langsung membawa Chaeyeon ke kantor polisi. 



Chaeyeon menceritakan bagaimana dia menemukannya dan membuat gelang itu sebagai senjata terakhir yang dia punya.



“Ayo buat kesepakatan.” Kata Chaeyeon.



Chaeyeon dan Baekhyun menulis sebuah kesepakatan di selembar kertas, yang dibubuhi materai resmi serta tanda tangan keduanya. Kesepakatan itu berisi ‘Baekhyun tidak akan melakukan penuntutan terhadap Chaeyeon atas pencemaran nama baik dan juga penguntitan yang dilakukan Chaeyeon apabila Jung Chaeyeon sudah memenuhi tanggung jawabnya untuk menyerahkan Kotak Cokelat berisi sebuah gelang berwarna green aqua berinisial H.B. pada Baekhyun.’



“Mana barangnya?”



“Di rumah, aku akan membawanya saat pertunjukan pertamamu.”



“Baiklah, kalau begitu kita ke rumahmu sekarang.”



“Yaa... hari ini aku harus menyelesaikan tugasku lalu ke kantor.”



“Apa peduliku?” Kata Baekhyun datar kemudian mengunci semua pintu mobil dan memanggil Manajer Hyung. “Hyung, kita ke rumah gadis ini dulu.”



“Siapa dia?” tanya Manajer Hyung pada Baekhyun.



“Asistem Dahyum noona, dia yang menemukan barang yang selama ini ku cari cari.” Jawab Baekhyun. Manajernya mengangguk setuju karena jadwal Baekhyun hari ini sudah selesai. Jadi dia memiliki banyak waktu untuk berkeliling.



Jarak rumah Chaeyeon dari teater cukup jauh, dan mereka menghabiskan waktu perjalanan tanpa saling bicara. Mobil van baekhyun berbelok tepat di gang rumah Chaeyeon. Ketika hendak turun, Chaeyeon melihat dua pria tinggi besar mengenakan pakaian kuno dan berkacamata hitam sedang menggedor gedor rumahnya. Chaeyeon kemudian mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil.



“Aish, sial mereka lagi.” Gumam Chaeyeon. Chaeyeon kebingungan, dia harus masuk ke rumahnya untuk mengambil kotak itu. Tetapi dia juga tidak ingin berurusan dengan dua manusia aneh itu. Baekhyun menatap Chaeyeon yang sedang gelisah. “Ada apa? Kau mengenal mereka?” tanya Baekhyun.



“Baekhyun-sshi, bisakah kita pergi saja dari sini?” Pinta Chaeyeon.



“Memangnya ada apa? Kau mengenalnya?”



“Kumohon... ”



“Tidak akan sebelum kau mengambil kotak milikku.”



“Aku berjanji akan mengantarkannya padamu besok, tapi ku mohon ayo kita pergi dari sini sekarang 
juga.”




“Tidak akan, pergilah ke rumahmu dan ambil kotak itu sekarang.” Baekhyun bersikeras, meski Chaeyeon memohon untuk membawanya pergi dari sana. Baekhyun memang keras kepala, yakinlah meski Chaeyeon memohon hingga menyembah padanya. Baekhyun akan tetap pada pendiriannya.



Chaeyeon turun dari mobil setelah Baekhyun sedikit mendorongnya meski Chaeyeon sudah menempel seperti lem pada kursi mobil Baekhyun.



Baekhyun mengamati Chaeyeon yang berjalan ragu ragu menuju rumahnya. Sampai akhirnya Chaeyeon dihampiri oleh kedua pria tinggi besar itu. Baekhyun melihat Chaeyeon di dorong oleh keduanya, pria itu membentaknya dan merebut tasnya. Mengobrak abrik isinya dan tidak menemukan apapun.



“Baekhyun-ah, apa kau akan diam saja melihat gadis itu diperlakukan kasar oleh mereka?” tanya Manajer Hyung. “Aku benar benar tidak tahan melihatnya.”




“Itu bukan urusanku Hyung, aku hanya perlu kotakku.”




‘Yaak, pria macam apa yang melakukan itu pada wanita. Baekhyun-ah kau benar benar tidak mau menol....” manajer Hyung terdiam ketika melihat Baekhyun tiba tiba keluar dari mobilnya, menghampiri dua lelaki yang sedang mengobrak abrik tas Chaeyeon.



“Brengsek sialan!!” Baekhyun mengeluarkan jurus Hapkido yang dipelajarinya saat masih SMA. Menendang keduanya dalam sekali hentakan dan Brukk!! Keduanya tersungkur di tanah. Baekhyun menarik tangan Chaeyeon menuju mobilnya.



“Gila, bagaimana bisa mereka setua itu masih memalak seorang gadis?” Tanya Baekhyun sambil mengatur nafasnya.



“Mereka bukan tukang palak, mereka penagih hutang.” Jelas Chaeyeon.



“Astaga gadis ini, kau semuda ini sudah memiliki hutang pada orang orang mengerikan itu?” Baekhyun keheranan.



“Kau tidak tahu apa apa, berhentilah menghakimiku!” Kata Chaeyeon. Chaeyeon duduk di samping Baekhyun sambil mengatur nafasnya. Satu satunya hidup yang tidak bisa disyukurinya adalah kenapa dia harus dirawat oleh ibu tiri yang memiliki banyak hutang. Setelah ayahnya meninggal, Ibu tirinya menyiksanya dengan kekerasan fisik dan sekarang dia meninggalkannya dengan hutang yang bertumpuk. Tapi Chaeyeon bersyukur karena dia masih memiliki rumah peninggalan ayah. Tapi tempat itupun tidak lagi aman karena penagih hutang itu selalu menunggunya di depan pintu.



Yaa, kenapa kau malah menghampiri mereka?” Baekhyun kesal pada kebodohan Chaeyeon.



“kau mendorongku keluar dari mobilmu” jawab Chaeyeon.



“kalau kau tahu itu berbahaya kau kan bisa kabur, bukan malah mendekati mereka.”



“Kau kan menyuruhku mengambil kotak sialan itu.”



“ Ya! Sejak kapan kau patuh padaku?”



“Sejak perjanjian sialan itu!!” Teriak Chaeyeon karena tidak tahan dengan ocehan Baekhyun. “Manajer-nim, turunkan aku di depan sana.” Pinta Chaeyeon pada Manajer Hyung. Baekhyun diam saja setelah mendapat teriakan Chaeyeon di depan wajahnya. Baekhyun bahkan membiarkan Chaeyeon turun dari mobilnya.



“Hyung, baru kali ini ada wanita membentakku. Ibuku bahkan tidak pernah melakukan itu padaku.” Kata Baekhyun pada Manajer Hyung.



“Gadis itu benar benar lucu.” Kata manajer Hyung sambil memandangnya pergi menjauh.



“Haih, lucu apanya. Ayo pulang Hyung.” Baekhyun mengambil penutup mata dan pergi tidur.



*Fallen for You*



Hari pertama pertunjukan, Baekhyun sedang bersiap dengan make up nya saat Jung Chaeyeon masuk membawa kostum serta kotak yang selama ini Baekhyun cari. Chaeyeon memberikan kostum kepada stylishnya dan memberikan kotak itu pada Baekhyun. Baekhyun mengambil kotak itu dan membukanya. Akhirnya gelang yang selama ini dicarinya benar benar ditemukan.



“Bukankah kita sudah impas?” kata Chaeyeon.




Baekhyun mengangguk “Mari kita lupakan kejadian lalu.” Kata Baekhyun.




Chaeyeon pun mengangguk dan meninggalkan Baekhyun di ruangannya. Mulai saat itu Baekhyun dan Chaeyeon tidak pernah terlihat memiliki urusan satu sama lain. Mereka bertemu setiap pertunjukan, tapi tidak ada interaksi antara keduanya.



Selesai pertunjukan ke lima, Chaeyeon dan dua rekan setimnya membereskan kostum pemain di ruang wardrobe seperti biasa. Tapi kali ini dua rekannya membicarakan hal yang sedang menjadi topik panas di lingkup teater.



“Kau tahu, mereka sudah pergi kemanapun bersama. Aku yakin mereka sudah berpacaran.” Kata Miran.



“Yaak, kau tidak tahu gosip sebelumnya? Mereka itu pasangan sejak SMA dan Hanbyul meninggalkan Baekhyun demi berpacaran dengan sutradara yang membawanya pergi ke Broadway. Dan dia kembali kemari untuk menggoda Baekhyun lagi. Benar benar wanita itu.”



“Benarkah? Bagaimana bisa Baekhyun menerimanya? Kalau aku jadi Baekhyun, aku akan berpacaran dengan orang lain dan membuktikan pada Hanbyul kalau aku bisa hidup tanpa dia. ”




“ Yaa,berhentilah bergosip dan selesaikan saja pekerjaan kalian.” Chaeyeon bukan tidak tertarik, tapi dia sudah mengetahuinya lebih dari siapapun. Dia menyaksikan sendiri pengakuan Hanbyul dan juga Baekhyun.




“Chaeyeon-ah, kau tidak melihat keanehan mereka berdua? Aku yakin mereka menjalin hubungan lagi.” Kata Hyerin.




“ Kalau mereka berhubungan lagi apa masalahnya untuk kalian? Urusi saja kehidupan kalian.”




“Yaak, kenapa kau marah pada kami?”




“Kau membela mereka karena kau merasa dekat dengan Hanbyul?” Tanya Miran.



“Heuh, aku hanya bilang urusi kehidupan kalian saja. Jangan mengurusi hidup orang lain. Hanya itu.” Jelas Chaeyeon malas.



“Yak Chaeyeon-ah, urusi saja urusanmu. Daripada mengurusi urusanku dengan Miran. Oh ya Tuhan kenapa masih ada banyak yang belum diselesaikan?” Keluh Hyerin. Oh ayolah, bagaimana akan selesai kalau pekerjaan mereka hanya bergosip.




“Kalian pulang saja, aku akan kerjakan semuanya.” Kata Chaeyeon.




Ada banyak hal yang membuat Chaeyeon senang membereskan kostum kostum itu sendirian. Chaeyeon sangat menyukai  dunia teater, apalagi musikal. Ayahnya dulu seorang pemain teater sebelum ibu Chaeyeon meninggal. Ayah Chaeyeon sering membawanya ke backstage pertunjukan. Duduk bersama para pemain, penata rias dan bermain dengan tim wardrobe. Setelah ibu Chaeyeon meninggal, dia menikah dengan wanita yang gila uang dan menganggap pemain teater tidak memiliki banyak uang jadi ayah Chaeyeon harus merelakan pekerjaan kebanggaannya.



Chaeyeon melanjutkan kuliahnya sebagai desainer dan berfokus pada desain kostum musikal dan teater agar kenangan bersama ayahnya tetap tumbuh bersama, dan ketika ada lowongan pekerjaan paruh waktu menjadi asisten desainer kostum musikal dia langsung berminat mendaftar. Dan disinilah dia berakhir...



Chaeyeon merasa sangat senang berada diantara kostum kostum musikal, dia merasa kebahagiaan hidupnya yang dulu kembali. Dia mengambil satu kostum milik Hanbyul dan memakainya. Dia melihat ke cermin memandangnya dengan bahagia. Keinginan Chaeyeon yang  tak mungkin diwujudkan sekarang adalah berdiri diatas panggung sebagai pemain musikal seperti ayahnya.




Dia mulai bicara sendiri, menirukan semua dialog hanbyul di musikal itu. Dia juga bisa bernyanyi dengan baik. Suara Chaeyeon sangat merdu dan getarannya cocok untuk pemain teater musikal.



Tanpa Chaeyeon sadari, seseorang mengamatinya dari depan pintu ruang wardrobe. Dia adalah Byun baekhyun, dia kembali ke gedung setelah handphonenya tertinggal di ruang make up.  Tidak sedikitpun dia beranjak setelah mendengar dialog Chaeyeon. Dia juga terpesona dengan suara merdu Chaeyeon. Tak berapa lama, Tiba tiba pintunya berderit karena terdorong tangan kanan Baekhyun. Chaeyeon menatap awas dari cermin tapi tak melihat siapapun karena Baekhyun langsung melangkah pergi.




(TBC) 

No comments:

Post a Comment