Saturday, January 14, 2017

Fallen for You (Part 2)




Fallen For You

Cast : 

Baekhyun EXO as Byun Baekhyun

Chaeyeon I.O.I as Jung Chaeyeon

Yura Girl's day as Kim Han Byul

Other Cast : 

Find It By Your Self. 





Brukkk


Aww




 Seseorang menabrak Baekhyun yang berjalan tergesa gesa menuju parkiran mobil. Tumpukan wardrobe menggunung yang dibawa di kedua tangannya berserakan di jalan. Tubuhnya jatuh telentang menantang langit. Kepalanya sedikit terbentur namun itu tidak terlalu parah. Tapi tubuh bagian bawahnya benar benar nyeri. Dia jatuh telentang, maka satu satunya anggota tubuh yang paling kesakitan adalah tulang ekornya.





“Gwaencanha yo?” Baekhyun bertanya pada seseorang yang ditabraknya. Baekhyun kemudian membantu memunguti beberapa pakaian yang jatuh berserak di jalan.



“Yaaa! Kalau jalan perhatikan sekitarmu. Kau tak punya mata, huh? Aigo aigo...Aak pinggangku...aak pant... aak” gadis merutuk dan mengeluh kesakitan.



“ Bukankah aku sudah minta maaf, Kau tidak lihat aku sedang membantumu merapikan pakaian pakaian ini?” Baekhyun mengambilnya satu persatu



“Sepertinya aku yang lebih butuh pertolongan pertama daripada barang barangku itu.” ocehnya.



“Hehey, kenapa cerewet sekali!” Baekhyun jadi kesal.



“Omo, kau menabrakku dan sekarang mengataiku. Yaak apa hebatnya kau..” Dia berdiri sendiri tanpa bantuan Baekhyun dan terus mengomel. Baekhyun benar benar menahan emosinya, agar dia tidak terpancing dan berdebat atau jika tidak identitasnya bisa ketahuan. 



“Baekhyun-ah, Palli palli...!” Manajer Hyung memanggilnya dari kejauhan. Dia menunjuk jam tangannya yang berarti dia sudah terlambat dan harus segera berangkat.



Oh ayolah Hyung, jangan memanggil namaku di saat saat seperti ini ! Batin Baekhyun



“Yaa, aku sudah membantumu membereskan pakaian pakaian itu, aku pergi dulu, Aku sudah terlambat.” Ujar Baekhyun dan meninggalkan gadis itu sendirian.




Baekhyun membiarkan gadis itu memungut sisa sisa baju yang masih berserakan, kesal dan



“Apa? Baek...Baekhyun? Baekhyun penyanyi itu. Daebak! Aaah yang benar saja. Tapi.... tapi benar hari ini dia pergi ke teater untuk pembacaan naskah... Woaah, artis sekelas Baekhyun yang di puja puja semua orang karena sopan santunnya itu ternyata. Woa Wooaah, selama ini aku tertipu. Sopan santun apanya!” Rutuk gadis itu bahkan setelah Baekhyun mungkin sudah meninggalkannya ribuan meter.




“Eoh? Apa ini?”  Gadis itu menemukan sebuah kotak berwarna cokelat. Ya, kotak milik Baekhyun dari mantan kekasihnya. Dia tak sengaja menjatuhkannya setelah insiden tadi.



Gadis itu buru buru membukanya dan melihat apa isi kotak berwarna cokelat itu sekilas, karena dia teringat pekerjaannya, lalu dia mengantongi kotak itu di saku baju hangatnya.



Kesal itu masih saja memucuk, karena gadis itu mengalami beberapa gejala tidak enak di bagian tubuh bawahnya. Tentu saja karena insiden tabrakan dengan penyanyi terkenal yang harusnya menjadi momen langka yang manis. Tapi nyatanya momen itu membawanya ke rumah sakit, memeriksakan apakah tulang ekornya baik baik saja. Apakah tidak ada syaraf yang mungkin merusak tulang belakangnya dan merambah ke kondisi otaknya.



Yah, meski ketika hasil CT scan mengatakan seluruh tubuhnya baik baik saja. Tapi gadis pendendam itu benar benar tak bisa tinggal diam. Baekhyun harus mendapatkan ganjarannya.



“Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Byun Baekhyun! Cih, Penyanyi yang punya sopan santun apanya. Enyahlah dari muka bumi ini karena telah membuat pantatku kesakitan.” Kutuk gadis itu.


**Fallen for You**


Pagi ini, Manajer Hyung sudah sibuk dengan handphone dan tabletnya. Beberapa orang meneleponnya dan tangannya sibuk mengacak acak isi artikel seseorang. Baekhyun berjalan dari kamar tidurnya ke dapur mengambil segelas air putih.


“Hyung, sibuk sekali pagi begini.” Tanya Baekhyun dengan wajah polos bangun tidur sambil mengucek ucek mata kiri. Dia nampaknya belum menyadari apa yang terjadi jika dilihat dari pertanyaannya pada Manajer Hyung. Oh ayolah, lihat saja matanya yang masih menutup separuh itu. Jelas jelas dia baru sadar dari tidur singkatnya.  



“Kau belum mengecek handphonemu? Kau menjadi daftar pencarian teratas di beberapa situs online.” Jawab Manajer Hyung.



“Benarkah?” Baekhyun mendekati Manajer Hyung, wajah polos ceria itu muncul. “Karena penampilan spektakulerku di konser semalam? Haah, Byun Baekhyun memang mempesona!” Katanya sambil menopang dagu dengan kedua tangan.




“ Jangan bertingkah sok imut, kau sudah menghancurkan image baikmu sekarang.” Kata Hyung sambil terus mencari cari situs mana lagi yang menjadikannya daftar pencarian nomor 1.



“Wae?” Baekhyun penasaran dan mengambil alih tablet dari tangan manajer Hyung.



Baekhyun membaca sebuah artikel, yang ditulis oleh salah seorang netizen di forum Pann.



Hari ini Byun Baekhyun pergi ke salah satu universitas di Seoul, dan dia tanpa sengaja menabrakku, aku terjatuh dan terluka, barang barangku juga berserakan di jalan. Aku pikir dia akan menolongku. Tapi dia malah meninggalkanku begitu saja.



Begitulah awal cerita netizen di forum itu, kemudian paragraf berikutnya menjelaskan kronologi secara lengkap dari kejadian itu. Tentu saja, postingan tersebut dibanjiri ratusan bahkan ribuan komentar netizen yang lain. Banyak yang menghujat Baekhyun tetapi tak sedikit juga fans yang membela.



“Aku tahu, tidak ada yang sempurna dari manusia! Tapi Baekhyun, kau sungguh keterlaluan.”


“Oppa, bagiku kau tidak lagi tampan.”


“lol, ungkapan orang tampan bebas melakukan segalanya sepertinya sudah tidak berlaku lagi.”


“Baekhyun-sshi, kau harus datangi dia dan meminta maaf atau kami akan membuatmu tak bisa tampil di televisi lagi.”


“Hei fangirl bodoh, lihat idola pujaan kalian. Bahkan jika kalian mati di depannya. Dia pasti tetap mengabaikanmu.”


“Apa begitu caramu memperlakukan wanita?”



“Tiga tahun kau membangun image yang baik, dan sekarang kau menghancurkannya.”



“Bicaralah dengn bukti. Kau bahkan tidak melampirkan foto. No pict is Hoax, right?



“Ada alasan dia melakukan itu, aku tahu Baekhyun benar benar pria yang memiliki sopan santun dan bertanggung jawab.”




“Setuju, aku yakin Baekhyun hanya difitnah.”



“Baekhyun oppa, aku akan tetap mendukungmu.”



“Lihat! fangirl bodoh mulai beraksi. Lol lol lol”



“Hei Unnie, kau menfitnah Baekhyun kan?”



“Tak ada bukti bahwa Baekhyun menabrakmu, go get a life!”



“Unnie, jika aku jadi kau. Aku tidak peduli asalkan pada akhirnya aku bisa berfoto atau mendapat tanda tangannya.”




Begitu banyak komentar kebencian juga dukungan, tak lelah Baekhyun juga menskroll seluruh komentar sampai Manajer hyung meraih tablet itu dari tangan Baekhyun.



“ Dia menyebarkan kebencian dengan cepat. Semua portal online membicarakanmu. Baekhyun-ah, kenapa kau melakukan itu?”




“Ini fitnah Hyung. Dia benar benar berlebihan. Aku bahkan membantunya memunguti baju baju yang dibawanya. Tapi aku memang bersalah karena meninggalkannya begitu saja saat Hyung memanggilku.... Aaah matda! Aku sudah menyembunyikan identitasku dengan baik, tapi Hyung seenaknya saja memanggil namaku.”



“lalu kau mau kupanggil Yaa! Yaa! Yaa! Kau pikir berapa orang yang akan menengok jika kupanggil begitu.”




“Tak masalah, karena akan lebih banyak orang yang menengok padamu jika kau memanggil namaku keras keras.”



“Oh baiklah, ini juga kesalahanku. Lalu jika agensi tahu, bagaimana jika aku dipecat dari perusahaan?”



“Yaa, kenapa kau selalu membahas pecat pecat dan pecat. Kau benar benar ingin meninggalkanku ya?! Huh?” Baekhyun meninggikan suaranya. Kesal karena manajernya selalu mengatakan tentang pemecatan. “Hanya aku yang bisa memecatmu dan itu tidak akan pernah terjadi.” Katanya.




“ Aigoo pria mellodrama ini benar benar membuatku terharu sepagi ini.” Komentar Manajer Hyung. “Tapi menangisnya nanti saja, kau lihat aku harus membereskan masalahmu ini? Kau tenang saja. Hari ini istirahat. Lusa kau harus mulai latihan.”



“Lu...Luusa?”



Drrrrt...drrrrt....



From XXXXXXXXXX
“Baekhyun-sshi, Kau baik baik saja? Aku melihat beritanya di internet.”



Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.



From : Baekhyun
“Nuguseyo?”



From : XXXXXXXXXX
“Ini Hanbyul.”



From : Baekhyun
“Ya, aku baik baik saja. Terimakasih atas perhatianmu.”



From : Hanbyul
“Ini pasti terjadi setelah kita bicara siang kemarin kan? Maafkan aku.”



From : Baekhyun.
“Bukan salahmu, kau tenang saja.”




From : Hanbyul
“Aku benar benar minta maaf, jika aku tak memintamu bertemu pasti kejadian ini bisa 
dihindari.”




Yaah, lagipula ini sudah terjadi..” Gumam Baekhyun. Dia menghela nafas lalu meletakkan handphonenya di meja kerja Manajer Hyung. Baekhyun tidak berencana membalas pesan terakhir Hanbyul.



“Apa?” tanya Manajer Hyung mendengar gumamam Baekhyun.



Tiba tiba Baekhyun teringat kotak pemberian Hanbyul, dia sudah mencarinya di saku jasnya kemarin tetapi tidak ada. Jadi Baekhyun berpikir kotak itu tertinggal di mobil.



“Hyung, kau lihat kotak berwarna cokelat di mobil? Sepertinya aku menjatuhkannya di sana.” Tanya Baekhyun.



Manajer Hyung menggeleng. “ Tidak ada apa apa di mobil. Memang apa yang kau cari, huh?”




“Matilah!” Baekhyun berlari menuju kamarnya, mencoba mencari di jas kemarin dan tas yang dibawanya. Tetapi nihil. Benda itu tidak ditemukan dimana mana.




“Hyung, kau benar benar sudah memeriksanya?”




“Eoh, berkali kali. Dan tidak ada. Yaak, apa itu penting sekarang dibandingkan imagemu yang hampir rusak”



“Hyung, aku pergi dulu. Mana kunci mobilnya.”



“Yaa..kau mau kemana? Yaaa, kau tidak mendengarku Baekhyun-sshi! Yaaaa” Teriak Manajer Hyung melihat Baekhyun berlari ke kamar mengambil coat tebalnya.


Dugaan Baekhyun hanya tempat itu, tempat dia menabrak gadis yang sekarang membuatnya dalam masalah. Baekhyun mengenakan syal favoritnya, masker, topi dan kacamata hitam. Dia mencari di sekitar, tetapi tak berhasil ditemukan.



Yah, kenapa begitu peduli. Bahkan jika aku membuangnya itu adalah hak ku karena benda itu sudah jadi milikku.



Tetapi mengapa aku merasa kehilangan benda itu..




 ** Fallen for You**



Latihan pertama di mulai, Baekhyun dan Hanbyul, keduanya berusaha berakting se profesional mungkin meski hati Baekhyun masih terus bergetar jika manik matanya bertemu dengan bola mata Hanbyul. Satu satunya kelemahan Baekhyun adalah Baekhyun terlalu konsisten dengan perasaannya dan terkadang, kelemahan itu terlalu memuakkan.



“Baekhyun-sshi...” Hanbyul memanggil mantan kekasihnya dari pintu ruang ganti setelah latihan berakhir. Baekhyun berhenti, menengok ke arah datangnya suara.



“Ada apa?” Tanya Baekhyun.



“Emm, kau sudah membacanya?”



“Membaca apa?”



“Di kotak cokelat.”



“Ah itu, sebenarnya...”



“Baekhyun-ah, ayo cepat kita terlambat.” Panggil manajer Hyung pada Baekhyun.



“Kau belum membacanya?” Raut kekecewaan terlihat jelas di wajah berpeluh Kim Han Byul  saat itu.



“Maafkan aku.”



“ Tak apa, aku tahu mungkin sulit untukmu bahkan hanya untuk membuka hadiah pemberian dariku. Tapi ku harap setelah membacanya, beri aku jawaban.” Kata Hanbyul disertai senyuman Hanbyul yang selalu mempesona dan yang selalu berarti kegagalan bagi Baekhyun untuk menghentikan perasaannya.



Latihan terus bergulir setiap hari, dan sangat jelas di mata Baekhyun bahwa Hanbyul sengaja mendekatinya, memberi perhatian yang lebih padanya, hingga akhirnya Hanbyul mengutarakan perasaannya pada saat break latihan.



“Apa perlu ku katakan disini jika kau tak sekalipun berencana membaca surat dariku?” Tanya Hanbyul. “Aku tahu kau masih mencintaiku dan itu menyakitiku Baek, kau membuatku semakin merasa bersalah. Aku bodoh karena memutuskan meninggalkanmu tetapi aku masih terus menerus memikirkanmu. Saat latihan, pentas, makan, menjelang tidur dan bahkan saat berdua dengan Jonghyun.”



“ Tak ada yang bodoh, kau melakukan tindakan yang tepat. Jangan pernah menyesalinya.” Jawab Baekhyun.




“Baekhyun-ah, demi Tuhan kau seharusnya memakiku, membenciku dan bersikap kasar padaku.”Hanbyul begitu emosional mengungkapkan perasaan pada mantan kekasihnya.




“Ya!Dasar jalang,meninggalkanku demi bergantung pada pria lain seperti pelacur yang hidup seperti parasit! ” Bentak Baekhyun pada Hanbyul, Hanbyul membuka mulutnya, tidak percaya dengan kata kata yang keluar dari mulut Baekhyun. Dia bahkan melangkah mundur karena begitu terkejut. “Begitu?” tanya Baekhyun menurunkan nada suaranya. “ Kau senang jika aku membentakmu, membencimu dan bersikap kasar padamu?” Baekhyun lalu mundur berpaling dari Hanbyul.



“Kembalilah padaku Baek-ah..” Demi apapun, siapa yang menyangka Hanbyul akan meminta Baekhyun kembali padanya, bahkan secepat itu.




“Nega wae?” Ucap Baekhyun meninggalkan Hanbyul sendirian. Benar, jelaskan padaku, mengapa Baekhyun harus kembali padanya setelah pengkhianatan itu?



*Fallen for You*


“Kau masih mencintaiku Baek! Jangan mengingkarinya.”



Baekhyun berbaring di tempat tidur dengan sedikit peluh yang mengucur membasahi kening dan pipinya. Matanya masih terpejam tetapi pergerakan tubuhnya resah.



Tak lama matanya terbuka, nafasnya memburu. Sepertinya Baekhyun baru saja bermimpi.



“Kenapa aku seperti ini..” Gumam Baekhyun. Baekhyun turun menuju dapur  mengambil segelas air putih. Pikirannya masih tertuju pada mimpinya. Di mimpinya tidak ada siapapun kecuali suara itu.



Aku harus menemuinya




From : Baekhyun
Kau di rumah? Berikan aku alamat tempat tinggalmu



Baekhyun menuju alamat yang sudah diberikan Hanbyul lewat pesan singkat. Kini Baekhyun berdiri di depan rumah yang cukup besar di dekat rumah lamanya yang juga berdekatan dengan rumah orang tua Hanbyul.



“Aku benar benar ingin bertanya padamu mengapa kau kembali ke Korea setelah pergi sejauh itu meninggalkanku?” Tanya Baekhyun bertatap muka dengan mantan kekasihnya.



“Aku mencarimu Baek-ah!”




“Bahkan jawabanmu benar benar membosankan Byul-ah. Apa kau tidak bisa mencari jawaban yang...”




“Aku merindukanmu.”



Perlahan Hanbyul menghampirinya, tubuhnya mendekat dan kedua tangannya mengulur di pinggang Baekhyun. Hanbyul memeluk mantan kekasihnya.



Baekhyun mematung, serangan Hanbyul selalu tiba tiba dan Baekhyun tak bisa menghindarinya. (Atau mungkin Baekhyun memang tidak berencana menghindarinya) Hanbyul menyesal dan memohon pada Baekhyun untuk memaafkannya.



“Aku sudah memaafkanmu sejak lama Byul-ah. Jangan memohon padaku seperti itu. Itu melukai hatiku.” Jawab Baekhyun.



Baekhyun tentu saja luluh dengan pelukan Hanbyul. Kebencian, kecewa dan rasa sakitnya melebur begitu saja. Kerinduan empat tahunnya terbayar hari ini. Memeluk Hanbyul adalah kenyamanan terbesarnya dan kini punggung gadis itu ada dalam sentuhannya.



“Baek-ah, apa kau merindukanku?”


  
“Eoh...” Jawab baekhyun masih memeluk mantan kekasihnya.



“Sangat merindukanku?”




“Eoh..”




“Mencintaiku?”



“Eoh...”



“Mau hidup bersamaku?”




“Mmm... entahlah..” Goda Baekhyun pada Hanbyul. Akhirnya kebekuan musim dingin serta hubungan Baekhyun dan Hanbyul sama sama menemukan kehangatannya. Apakah ini hari pertama mereka?

**Fallen For You**



Tim Wardrobe hari ini datang membawa kostum kostum yang akan digunakan pemain. Baekhyun, Hanbyul dan pemain yang lain juga harus melakukan fitting kostum musikalnya. Seorang wanita masuk ke ruangan, seorang desainer muda kebanggaan korea selatan. Drama musikal kali ini benar benar tidak main main dalam pengerjaannya. Selain desainer terkemuka, dan pemain yang apik, untuk musik pun dipersembahkan oleh maestro terkenal negeri ginseng.



“Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Kim Dahyum, aku beserta tim yang akan mengurus wardrobe semua pemain disini dan mohon kerjasama.”



“Ne.. Kau juga sudah melakukan yang terbaik.” Jawab semua pemain.



“Oh ya, aku lupa ini adalah asistenku Jung Chaeyeon yang akan membantu kalian jika aku tidak ada disini. Dia yang akan bertanggung jawab akan kostum kalian.” Kata desainer Dahyum.



Gadis itu berdiri persis di belakang Kim Dahyum, sebelum bergeser mensejajarkan bosnya. Dia hanya membungkuk memberi salam dan terus menunduk, dia tidak berencana memandang semua pemain disana karena sebuah alasan.



“ Selamat pagi, nama saya Jung....”



“Huh? Neo?” Teriak Baekhyun seperti tidak asing dengan wajah gadis itu. Gadis itu berpaling dari Baekhyun menunduk ke arah lain. Tetapi terlambat, Baekhyun sudah mengenalinya lebih dulu. Baekhyun berdiri dari duduknya kemudian menghampiri gadis itu.




“Neo, tarawa!” Perintah Baekhyun. 




To Be Continued...


(Gimana? Boring? Author Boring banget baca ceritanya, karena bagian Hanbyul terlalu banyak, kenapa harus sampe dua part untuk bahas mantan, tapi ah ya sudahlah, mau gimana juga Baekhyun tetep jago kok di bidang pemakaian eyeliner. haha apa maksudnya?! Author cuma mau menyelesaikan perang batin BH sama HB dulu sebelum ada si Chaeyeon. Nah udah bisa ditebak kan, siapa itu Jung Chaeyeon? Wkwkw.... baiklah, part ke 3 mungkin akan dipublish agak lama karena tiba tiba hilang minat lg sm Baekhyun dan mentok lagi ceritanya... )

No comments:

Post a Comment