Cast :
Byun Baekhyun (EXO) as Byun Baekhyun
Jung Chaeyeon (IOI/ DIA) as Jung Chaeyeon
Other Cast :
Find it by ur self
author :
@Annasshi_
Selamat malam readers,
Udah lama banget ya author nggak pernah apdet fanfiction di blog.
Jujur aja lagi rada mentok ama Kyuhyun jadi pas mau bikin cast Kyuhyun selalu berhenti di tengah jalan dan nggak mau dilanjutin lagi.
Jadi hari ini author pengen nge-pos fan fiction dengan cast Baekhyun.
Wkkwkwk, sumpah ini kelabilan di usia yang hampir seperempat abad. Author yang dulunya suka sebel sama EXO sekarang lagi jatuh cinta sama Baekhyun! Haha, belom jatuh cinta sih, baru baper aja. Soalnya keinget mimpi diboncengin naik mio warna ijo sama si Baekbaek ini.
Ide cerita milik Author sendiri, jika ada kesamaan cast dan cerita maka itu hanya kebetulan semata.
"Mencintaimu adalah harga mati"
Byun Baekhyun
Langit hitam pekat itu seketika berubah menjadi indah ketika kilatan cahaya berwarna warni menerpa air yang beratraksi menembus udara
bebas, dan tembakan kembang api beruntutan membuat orang orang di tepi sungai
itu membuka mulutnya, berdecak kagum. “Woaaah!”
Seseorang mengeratkan coat berwarna abu abu bergaris hitam
di lengannya. Syal berwarna senada juga melingkar di leher menutup hingga ke
pangkal hidungnya yang hampir membeku. Dia berdiri diantara ratusan manusia.
Mata cokelat tajamnya memandang ke satu arah. Tidak ke langit atau ke air
mancur yang sibuk menari nari diudara. Matanya juga tidak pernah bergeming
sebentar sekedar mengikuti suara tembakan bunga bunga api yang berpendar di langit malam itu.
Tangannya yang mulai menggigil mengambil sesuatu di saku coat sebelah kiri, ponselnya bergetar.
“Selamat Ulang Tahun temanku! Dan Selamat Tahun baru..” pria
itu hanya membaca pesan di ponselnya dan meletakkan kembali ketempat semula.
Tak lama, ponsel miliknya terus berdering, telepon, pesan,
ratusan ribu bahkan jutaan notifikasi dari akun sosial medianya terus menerus
masuk ke ponselnya.
Kali ini telepon berdering lagi. Dia mengangkatnya dengan
malas.
“Eoh, Hyung!” uap dingin keluar disertai hembusan nafasnya,
wajahnya memucat hampir membeku. Tapi dia tidak beranjak, dia masih berdiri
disana dengan tatapan yang sama.
“Baekhyun-ah, Kembalilah ke apartemen, kau harus ingat besok
pagi ada jadwal kegiatan untukmu.” Pinta seseorang di ujung telepon. “Akan
berbahaya jika orang orang disana menyadari keberadaanmu.”
“Kau tenang saja mereka tidak akan membunuhku.”
“Yaa, mereka memang tidak pernah berencana membunuhmu tapi
mereka bisa mengerubutimu sampai mati. Kau tidak ingat kejadian dua tahun
lalu huh?” Khawatir pria di ujung telepon.
“Eoh, Aku akan pulang
sebentar lagi.” Tak ingin berdebat lebih panjang,Pria itu mengiyakan begitu saja ucapan seseorang di ujung telepon. “Hyung,
bagaimana kalau besok aku tidak datang?” Lanjutnya.
“Yaa! Kau ingin membuatku dipecat dari agensi dua kali karena
tidak bisa membawamu kesana? Kau sudah menyetujuinya, kumohon jangan merepotkan
banyak orang dan pulang lah sekarang!”
Tlut...
Seseorang di ujung telepon itu mengakhiri pembicaraan lebih
dulu sebelum pria itu berusaha membuka mulutnya lagi. Pria yang berdiri
mengenakan coat abu abu itu adalah Byun Baekhyun, penyanyi solo terkenal di Korea
Selatan dan seseorang yang berbicara padanya tadi adalah manajer Hyung. Orang
yang mengatur segala jadwal kegiatannya.
“Cih, siapa yang menyetujuinya begitu saja.” Gumam Baekhyun.
Tahun tahun berlalu, namun suasana hati Baekhyun semakin dingin mencekam meski riuh dari
beberapa manusia masih terdengar nyata di telinganya. Dia benar benar kesepian. Pria itu langsung
mengenakan topi hitam sebelum pergi, agar orang orang tidak mengenali wajah
tampannya yang sudah diketahui seluruh penjuru negeri.
“Yaa, kalian sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk
Byun Baekhyun?” Samar samar suara sekelompok gadis yang bergumul itu membuat
Baekhyun menurunkan topinya hingga menutupi
mata.
“Ku harap semua fans membuat tagar untuk ulangtahunnya di
twitter” seru yang lain. Baekhyun mendengarnya tanpa berekspresi apapun,
biasanya setelah mendengar gadis gadis membicarakan apapun tentangnya, Baekhyun
akan tersenyum dan selalu menyombongkan diri betapa dia benar benar populer
dikalangan wanita. Kali ini berbeda, Baekhyun mempercepat langkahnya menuju
parkiran dan melajukan mobil hitam metaliknya kencang menuju apartemen.
**Fallen For You**
Baekhyun masuk ke sebuah gedung teater salah satu universitas
di Seoul bersama manajer Hyung.
“Tenanglah Baek-ah, pertemuan ini tidak akan seburuk itu.”
Manajer Hyung menenangkan Baekhyun yang sedari tadi tidak mengatakan apapun
bahkan saat mereka baru keluar dari apartemen.
Baekhyun pun berharap begitu, tapi mengetahui kenyataan
bahwa perasaannya mungkin akan menjadi tidak baik baik saja membuatnya sedikit
murung. Bukan Baekhyun yang biasanya, yang ceria, seenaknya dan sedikit
kesombongan yang memang harus dimiliki oleh seorang selebriti. Ah lebih
tepatnya kepercayaan diri yang sesuai porsinya.
Semua itu menghilang pagi ini,
Baekhyun datang ke gedung teater untuk sesi membaca naskah.
Dia menyetujui sebuah pertunjukan drama musikal. Oh bukan, agensinya yang
menyetujui bahkan saat Baekhyun belum memberikan keputusan akan menyetujui
tawaran itu atau tidak.
Dia diajukan sebagai pemeran utama. Bagi Baekhyun,
membintangi drama musikal bukanlah yang pertama kalinya. Dia pernah membintangi
tiga judul drama musikal dan dua diantaranya berperan sebagai pemeran utama.
Tapi kali ini berbeda, alasan Baekhyun begitu berat untuk
melangkahkan kakinya kemari adalah karena seseorang. Seseorang yang sekarang
duduk tepat di hadapannya. Seseorang yang akan menjadi lawan mainnya selama
delapan belas kali pertunjukan ke depan.
Byul,
Gadis yang bersinar seperti bintang itu adalah masalahnya. Setelah
sekian waktu berlalu Baekhyun harus bertemu dengannya lagi. Sekitar empat tahun
yang lalu, mereka memutuskan berpisah. Lebih tepatnya, Baekhyun dicampakkan
oleh gadis yang bersinar seperti bintang itu saat kelulusannya. Mereka sudah
menjalin kasih saat mereka berada di SMA yang sama. Tak ada yang bersisa untuk
orang lain , karena seluruh perasaan Baekhyun hanya untuk Byul. Tapi Byul
memutuskan untuk meninggalkan Baekhyun dan meniti karir musikalnya di panggung
Broadway. Sementara itu, Baekhyun hanya masuk ke sekolah seni biasa di Seoul dan menjalani hidupnya seperti biasa sebelum akhirnya dia ikut audisi.
“Aku tidak pernah melarangmu pergi ke Broadway, tapi kenapa
kita harus putus?” Protes Baekhyun saat itu
“Karena aku ingin fokus pada karirku. Kau tahu kan Panggung Broadway adalah mimpiku dan aku
tidak akan main main dengan hal itu.” Jawab Byul.
Baekhyun frustasi karena permintaan Byul, tetapi dia
menurutinya. Baekhyun bahkan tidak punya daya untuk melarang Byul meraih mimpi
yang selama ini selalu dikisahkan kepada nya setiap pulang latihan musikan di teater SMA.
Hari berlalu sementara Baekhyun masih sibuk memikirkan Byul.
Baekhyun mencoba menghubunginya sesekali. Tetapi Byul tidak pernah lagi
membalas pesannya atau bahkan mengangkat teleponnya.
Hingga suatu saat, teman Byul memberitahukan Baekhyun bahwa
Byul memacari sutradaranya sendiri di Broadway, dan itu berlangsung sebelum
Byul berangkat ke Manhattan.
“Ku pikir kau memang sudah putus dengan Byul sebelum
kelulusan.” Katanya.
Benar saja, akun SNS Byul yang dulu berisi banyak foto
foto mereka berdua, kini fotonya berubah menjadi foto Byul bersama pria lain. Pria
itu masih muda, tetapi bakatnya luar biasa. Dia adalah satu satunya sutradara
dari Korea di Broadway.
Sesungguhnya Baekhyun sedikit curiga dengan betapa mudahnya
Byul mendapatkan tawaran Broadway sialan itu, Hei Ini Broadway, bagaimana bisa
semudah itu? tapi sungguh Baekhyun segera mengubur prasangka buruk itu dalam
dalam dan berpikir Byul memang pantas mendapatkan panggung pentas sebesar itu.
Baekhyun patah hati, berkali kali dia menghubungi Byul untuk
memastikannya tapi Byul selalu mengabaikan panggilan Baekhyun, pesan melalui email, sms, dan dengan berbagai cara pun tetap terabaikan. Dunianya benar benar
hancur saat itu, seseorang yang dicintainya sudah menghianatinya demi sebuah
ketenaran.
Hingga akhirnya, pada
suatu pagi Baekhyun mendapatkan sebuah pesan.
“Aku harus bergantung
pada akar beringin yang kuat, bukan pada tanaman ubi jalar. Mengertilah Byun
Baekhyun.”
** Teater Hall** // Baekhyun POV**
Aku mendapat naskah
drama pemeran utama di tanganku, begitupun Han Byul, dia adalah pemeran utama
wanita dalam pertunjukan ini, maka bagianku bersamanya akan memiliki waktu yang paling banyak dan artinya aku akan menghabiskan banyak waktu latihan dan
pertunjukanku bersama Han Byul. Sungguh kebetulan yang tidak pernah terpikirkan lagi.
“Baekhyun-sshi, akan ku perkenalkan kau dengan pemeran utama
wanita. Dia adalah Kim Han Byul. Kau mungkin asing dengannya karena ini adalah
pertunjukan pertamanya di Korea. Tetapi dia sangat terkenal di Manhattan, Julukannya
adalah gadis Broadway.” Jelas Sutradara Cho padaku. Han Byul tersenyum ketika
Sutradara Cho menyebutkan nama julukannya, dan sialannya, senyuman itu
mengingatkanku pada masa masa kami bersama dulu.
“ Pastinya karena Kim Han Byul adalah kekasih Hong Jung
Hyun.” Jawabku menatap serius pada Sutradara Cho. Hong Jung Hyun adalah
sutradara muda yang membawa Han Byul ke Broadway . Aku menunduk sebentar
memberi salam dan mulai membuka lembar demi lembar naskah yang baru saja berada
di tanganku.
Aku tahu sutradara Cho sedikit merasa tidak enak pada Han
Byul dengan jawabanku baru saja, tetapi aku tidak peduli. Toh begitulah cara
Han Byul mendapatkan kepopulerannya.
Han Byul adalah gadis yang sangat cantik, ya karena itu juga
dulu aku benar benar gila padanya. Dia gadis yang ceria, kepribadiannya
menyenangkan, karakternya kuat dan kemampuan beraktingnya sungguh luar biasa.
Oh tentu saja hal terakhir ini yang akhirnya membuatku tertipu olehnya.
Kepintarannya berakting sampai aku tidak sanggup membedakan apakah dia benar
benar menyukaiku, mencintaiku atau hanya berpura pura saja. Aku bahkan tidak
mencurigai Han Byul menjalin kasih dengan si sutradara itu di saat dia juga
menjalin kasih denganku.
“ Ahahaha, kau benar tetapi aktingnya juga luar biasa Baekhyun-sshi." jawab Sutradara Cho berusaha mencarikan suasana. "Han Byul-sshi, kau pasti tahu Baekhyun kan?” Tanya Sutradara
Cho pada Hanbyul.
“Tentu saja, meski aku di New York, aku masih mendengarkan
lagu lagu Korea, dan dia adalah salah satu favoritku.”
***For you**
neoegen naega gyeote isseossdansasireul jeoldaero ijjineun ma
neol
wihae modeungeol bachil su isseossdeonnae
maeumeul jiujima
but i
don`t know
naemamsoge eonjebuteo niga sangeonji
i don`t know
neoreul
bomyeon seolleneun iyu
nareul
seuchyeo jinagado dwaeniga
nal da ijeosseunikka
niga gieokhal ttaekkajinaneun neoreul gidariltenikka
gateun
gonggan gateun sigan hamkke issjanha
eonjerado
nae gyeote wa neoui jariro
Tataratara
tararararatararataratara tarara tara
With you....
Tataratara tararararatararataratara tarara tara
neoreul wihaeseo
geudaeyeo nareul barabwajwoyo
yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayo
Riuh tepuk tangan
mengakhiri penampilan Baekhyun dan dua temannya, Kim Jong Dae dan Kim Min Seok
di panggung promnight. Mereka bertiga memang cukup dikenal karena suara emas
mereka di sekolah. Yakinlah, mereka tidak kalah berbakat dari boy grup agensi agensi
besar Korea Selatan.
“Wuaah, pacarku benar
benar pintar bernyanyi. Kenapa tidak menjadi trainee saja?” Puji Han Byul.
Baekhyun menggaruk garuk tengkuknya yang bahkan tidak gatal, dia tersipu mendengar pujian dari Byul atas nyanyiannya. “Mereka berdua juga bagus...” Tambah Han Byul yang membuat mata Baekhyun membulat sempurna. Kesal.. Cih! Baekhyun memang tipe pencemburu kelas satu.
Baekhyun menggaruk garuk tengkuknya yang bahkan tidak gatal, dia tersipu mendengar pujian dari Byul atas nyanyiannya. “Mereka berdua juga bagus...” Tambah Han Byul yang membuat mata Baekhyun membulat sempurna. Kesal.. Cih! Baekhyun memang tipe pencemburu kelas satu.
Pencemburu yang manis
dan imut.
“Yaak.. kau tidak
boleh memperhatikan mereka.” Pria pencemburu itu mengerucutkan bibirnya.
“Arraseo... Arraseo.
Tapi sungguh suaramu bagus Baek, kenapa tidak mencoba audisi?”
“Haruskah aku pergi
audisi?” Baekhyun berbinar mendapat semangat dari kekasihnya.
"Eoh!" Han Byul mengangguk sembari
tersenyum.
**Fallen For You**
Baekhyun ingat bahwa dulu, Han Byul lah yang
mendorongnya untuk audisi, dan dia juga yang membuat Baekhyun memilih
menyibukkan diri di panggung musik agar tidak lagi mengingat Hanbyul.
Empat tahun berlalu, Baekhyun menjalani masa trainee
nya selama satu tahun, awalnya dia direncanakan debut bersama boy grup asuhan
agensi yang menaunginya, tetapi entah apa alasannya hingga Baekhyun akhirnya di
debutkan sebagai penyanyi solo. Tetapi kesuksesannya langsung terlihat begitu
satu tahun debutnya, dia sudah menelurkan tiga mini album dan satu full album
hingga tahun ketiganya di dunia musik, lagunya selalu all kill di semua chart,
dia juga sering diberi kesempatan untuk mengisi sebuah original soundtrack baik
film maupun drama, sampai akhirnya kesempatan menjajal kemampuan akting di
panggung drama musikal diterima oleh Baekhyun
Mereka menyelesaikan pembacaan naskah pertama dan Baekhyun bergegas
menuju mobilnya, saat Baekhyun akan menuju jadwal kedua. Han
Byul menghampiri Baekhyun. Meminta waktunya untuk berbicara sebentar.
Jujur saja, perasaan Baekhyun pada Han Byul tidak pernah
berubah, tetapi rasa itu tidak lagi murni mencintai, karena Byul juga
menciptakan luka, benci dan kecewa untuk di hati mantan kekasihnya. Meski demikian,
tatapan Byul dan permintaannya membuat Baekhyun tak bisa menolak. Jujur saja,
di dasar hati Baekhyun dia benar benar merindukan Byul, cintanya sudah berharga mati. mesti kata demi kata
terakhir yang Hanbyul ucapkan pada Baekhyun masih tetap segar menancap baik di
jantung maupun di otak Baekhyun.
Gadis ceria berkepribadian menyenangkan miliknya itu sudah
menjadi wanita yang semakin matang, kecantikannya tak berubah dan dia masih
membuat hati Byun Baekhyun bergetar.
“Hyung, jadwal selanjutnya jam berapa?” Baekhyun menanyakan
jadwalnya pada manajer Hyung di kursi kemudi.
“Kau harus rehearsal jam dua tepat. Masih ada waktu setengah
jam. Kau benar benar ingin bicara padanya?” Manajer Hyungnya cukup khawatir
pada Baekhyun, dia tahu segalanya tentang Baekhyun termasuk kisahnya dengan
gadis itu.
“Eoh, hanya sebentar Hyung.” Jawab Baekhyun.
Mereka berdua duduk bersisian di bangku taman di depan hall
teater universitas. Tidak ada yang membuka pembicaraan selama beberapa lama.
Baekhyun mengeratkan coatnya karena kedinginan dan dia tidak berencana membuka
pembicaraan, toh dari awal Han Byul lah yang ingin bicara padanya.
“Aku tidak menyangka kita bertemu disini. dan kau, kau akhirnya menjadi penyanyi solo. Aku
pikir kau akan membuat grup bersama Jongdae dan Minseok kalian terlihat bagus bersama.” Han Byul berusaha mencairkan kebekuan hubungan mereka
yang tidak kalah dinginnya dengan cuaca hari ini.
Baekhyun tersenyum getir.
“ Kau juga berhasil di Broadway. Kau pasti tidak pernah
menyesal meninggalkanku.” Jawab Baekhyun datar.
“Yaah, dan kau pasti sangat membenciku.” Han Byul berusaha
mengerti perasaan Baekhyun, tentu saja tidak mudah untuk Baekhyun bersikap
biasa saja pada gadis yang sudah meninggalkan tanaman ubi jalar demi bisa bergantung di akar beringin yang kuat.
“Aku tidak membencimu, hanya saja... em.. aku hanya bersyukur
kau berhasil. Kalau kita masih bersama kau mungkin tidak akan mencapai tempat
itu." Jawaban Baekhyun membuat suasananya kembali membeku atau memang Baekhyun tidak pernah berencana mencairkan suasana bersama Hanbyul.
"Ah, sepertinya aku harus pergi sekarang Han Byul-sshi. Manajerku menelepon.” Terang Baekhyun sambil menunjukkan ponselnya yang bergetar.
"Ah, sepertinya aku harus pergi sekarang Han Byul-sshi. Manajerku menelepon.” Terang Baekhyun sambil menunjukkan ponselnya yang bergetar.
“Tunggu sebentar....” Hanbyul mengambil sesuatu di tas
tangannya. Memberikan kotak berwarna cokelat berpita emas pada Baekhyun.
“Ige mwoya?” Tanya Baekhyun pada Hanbyul.
“Untukmu, selamat ulang tahun Byun Baekhyun. Aku harap kau
mau menerimanya.”
Baekhyun terdiam sebentar, mengulurkan tangannya meraih kotak itu dan mmebukanya. Sebuah gelang berwarna dark grey terbungkus rapi.
“Han Byul-sshi, kau tidak perlu melakukan ini.” Jelas
baekhyun sembari membuka kotak cokelat itu.
“Anggap saja ini permintaan maafku padamu. Aku mohon jangan
menolaknya. Eoh?” pinta Han Byul.
“Tapi...” belum selesai Baekhyun menyelesaikan kata katanya
ponselnya berdering lagi. Pasti Manajer Hyung sedang kewalahan mencarinya. “Eoh
Hyung, yaa sebentar lagi aku kembali ke mobil.” Jawab Baekhyun. Baekhyun
bergegas kembali ke mobilnya dan meninggalkan Han Byul sendirian atau dia bisa
terlambat melakukan rehearsal.
Baekhyun berjalan ke parkiran, mengeratkan coat dan
mengenakan syal berwarna cokelat muda untuk menutup separuh wajahnya agar tak
dikenali orang orang seperti biasa.
Brukk!!
“Aww...”
(To Be Continued...)

No comments:
Post a Comment