Siapa yang tidak tahu hari ini? Tanggal 14 Februari yang
kemudian disebut sebut sebagai hari kasih sayang atau valentine day. Aku bukan
pro ataupun kontra pada peringatan ini. Aku hanya tidak merayakannya. Bagiku
hari ini seperti hari hari biasanya.
Di hari kasih sayang ini aku menulis tentang
kehidupan hati seorang Aku, yang berada
diantara Kau dan Dia.
Kau datang dengan sebutan kenalan baru di sebuah komunitas
yang baru ku kunjungi , menawarkan komunikasi intens dengan segala bentuk
perhatian yang semakin tulus. Tapi aku tidak akan lagi menjadi WANITA BODOH yang begitu saja percaya diri melihat seorang pria
mendekatiku tanpa mencari tahu apapun. Percaya setiap kata katamu? Hei, aku pernah dibodohi oleh seorang
pria yang mengatakan menyayangiku tapi pada kenyataannya hatinya bercabang
entah kemana. Aku pernah dibodohi
seseorang yang mengatakan tidak menyukai wanita barunya dan berkata jelek
tentangnya dihadapanku tapi pada
akhirnya dia bersama gadis itu. Lucu bukan? Lalu aku harus mempercayai kata
kata indahmu begitu saja?
Dan benar saja, aku orang yang paling hebat dalam mencari
tahu sesuatu. Sedikit kecurigaanku mampu membongkar seluruh rahasia yang mati
matian kau bangun itu. Yaa, Kau sudah memiliki kekasih. Tapi kau tidak peduli.
Kau tetap tidak berhenti walaupun aku sudah memutuskan untuk tidak berhubungan
denganmu lagi.
Kau tahu, Menjadi seorang ‘DIA’ sama saja menjadi orang
ketiga. Menyenangkan? Yaah, jujur saja ini sangat menyenangkan. Diperhatikan
sedemikian berlebihnya, diperlakukan
sedemikian baiknya, Selain hormon serotonin dan oksitosin yang kau buat naik turun itu, aku juga merasa
hormon adrenalinku benar benar sering terpacu, tantangan menjadi orang ketiga rasanya begitu
mendebarkan. Terkadang aku tertawa dan mengatakan "Nikmati sajalah.." Tapi sungguh ada satu hal yang menamparku, kau membebaniku dengan
perasaanmu. Apa aku harus percaya kau benar
benar menginginkanku seperti yang selalu kau katakan itu? Lalu mau kau bawa kemana
perasaan kekasihmu itu?
Kau tahu bagaimana perasaanku? Semuanya bercampur. Aku tidak
mau semakin terbawa perasaan hingga aku harus berdiri diantara kisah cinta
kalian walaupun aku sangat nyaman bersamamu. Aku juga sangat menyukaimu, seorang
pria yang tidak pernah mengumbar janji menikah seperti pria sebelumnya. Tapi betapapun kau meyakinkanku bahwa kau akan lebih bahagia jika bersamaku, aku tetap
tidak pernah merasa yakin dengan mengambil pria milik wanita lain.
Bahkan untuk memintamu memilih antara aku atau kekasihmu saja
bibir dan tanganku tidak pernah sampai hati mengatakannya.
Apa kau akan terus seperti ini? Bagaimana jika kekasihmu
tahu? Kau tahu persis aku juga
menyukaimu tapi aku tidak yakin akan berjuang untuk merebutmu, Dan akupun juga tidak akan
pernah memintamu meninggalkan kekasihmu. Kita tahu ini sangat sulit tapi bukan
berarti kita tidak mampu kan? Setialah pada kekasihmu. Jika kita memang berjodoh,
percayalah Tuhan akan memberikan jalan yang baik. Bukan dengan merebut dan
direbut. Bukan dengan saling menyakiti
satu sama lain. Bukan dengan membesarkan ego sendiri untuk mendapatkan apa yang
kita inginkan. Hidup dengan cinta seperti itu begitu melelahkan, bagaimana jika kau menyesal meninggalkannya kemudian? Sudahlah akhiri saja...
Berbahagialah kau walaupun kita tidak bersama.
No comments:
Post a Comment